Kategori: Sejarah

studi tentang masa lalu, termasuk peristiwa, tokoh, budaya, dan perkembangan yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Studi sejarah mencakup penelitian, interpretasi, dan analisis terhadap sumber-sumber sejarah, seperti dokumen tertulis, artefak arkeologi, rekaman audio-visual, dan saksi mata. Tujuan dari studi sejarah adalah untuk memahami dan menggambarkan evolusi manusia, peradaban, kebudayaan, dan peristiwa yang membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.

  • MBAH HAMID TAK BERDAYA MELIHAT NABI MUHAMMAD SAW

    MBAH HAMID TAK BERDAYA MELIHAT NABI MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM
    Mbah Yai Abdul Hamid sareng Mbah Yai Ahmad Shiddiq.

    wp.sorbansantri.com- Suatu hari Kyai Hamid mengadakan peringatan maulid Nabi mengundang para masayich, diantaranya Kyai As’ad, kebetulan kyai As’ad duduk disebelah kanan Kyai Hamid sedang sebelah kiri adalah Kyai Ahmad Sidiq .

    Ketika mahalul qiyam semua pada berdiri, cuma Kyai Hamid tidak berdiri, semua tamu yang jumlahnya ribuan terheran dengan sikap Kyai Hamid .
    Setelah selesai acara, semua pulang tinggallah kyai-kyai sepuh dan para masyayich, lalu Kyai As’ad menegur beliau: “Gimana njenengan niki Yai baca sholawat kok nggak mau berdiri ?”. Kyai Hamid menangis terseduh sambil menjawab:
    “SAYA GAK PUNYA DAYA UNTUK BERDIRI SEBAB KANJENG NABI BERDIRI TEPAT DIDEPANKU, SAYA MERASA KEHABISAN AKHLAK, JANGANKAN ILMU, IBADAH DAN MUJAHADAH SAYA, DARI PAKAIANPUN SAYA MALU BERTEMU KANJENG NABI,,”
    (Dikisahkan oleh Kyai As’ad dalam suatu majelis beliau).
    Wallahu a’lam.
    (abi sorban)
  • Butir-Butir Beras Shalawat Ibu Nyai untuk Durrahman (Gus Dur)

    Butir-Butir Beras Shalawat Ibu Nyai untuk Durrahman (Gus Dur)

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com– Tirakat Nyai Sholichah setiap malam memilih dan memilah biji-biji beras terbaik dari karung, sembari terus melantunkan shalawat, satu shalawat untuk sebiji beras, tahap demi tahap hingga periuk nasi pun terisi dan siap untuk dimasak di pagi hari.

    Tidak ada yang boleh menyentuh nasi yang mengandung shalawat itu selain ayah mertuanya Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, suaminya KH Wahid Hasyim, dan anak sulungnya Abdurrahman Ad Dakhil. Hanya untuk ketiga laki-laki istimewa itu. Dan, nasi itu pelan namun pasti menumbuhkan Durrahman hingga cukup usia. Ya, Abdurrahman Addakhil itulah Gus Dur.

    “Saya benar-benar tidak tahu hingga usia berapa #GusDur kecil mendapat perilaku istimewa seperti itu dari ibundanya. Saya hanya penasaran, selain Gus Dur memang sosok jenius secara personal, sosial, dan spiritual, faktor apakah yang menjadikan Presiden Republik Indonesia ke-4 ini bisa sehebat itu semasa hidupnya. Dan, saya memperoleh jawaban dari Dr Ngatawi al-Zastrouw, asisten Gus Dur. “Bu Nyai Solichah betul-betul men-shalawati beras itu sebiji demi sebiji,” ucapnya.” [Candra Malik]

  • PENTINGNYA PENGAKUAN DARI GURU

    PENTINGNYA PENGAKUAN DARI GURU

    SORBANSANTRI.COM
    Abdul Aziz Manshur (Alm) adalah pengasuh pondok pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Pacul Gowang Diwek, Jombang, yang juga masih keturunan Lirboyo.

    wp.sorbansantri.com- Pada saat tiga atau empat hari sebelum wafat, KH. Abdul Karim terbaring sakit di tempat tidur ditunggui oleh putri-putrinya.

    Sambil menangis beliau mengeluarkan kata-kata.

    “Dongakno yo! Mugo-mugo aku mbesuk neng kono diakoni dadi santrine Mbah Kholil.” (Doakan ya! Semoga saya kelak di sana diakui menjadi santrinya Mbah Kholil).

    Permintaan doa ini sangat mengherankan. Biasanya permintaan seseorang sebelum meninggal adalah minta didoakan agar husnul khotimah, diampuni dosanya atau masuk surga. Tapi ini tidak. Kiai Abdul Karim justru meminta didoakan supaya diakui sebagai santri dari guru beliau, Kiai Kholil Bangkalan. Itupun disampaikan sambil menangis. Bukti bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak main-main dan sangat penting untuk diungkapkan. Apa sebenarnya maksud dari permintaan doa itu? Jawabanya adalah dawuh beliau setelahnya.

    “Tanpo aku diakoni santrine Mbah Kholil, aku gak iso mlebu swargo.” (Tanpa saya diakui santrinya Mbah Kholil, saya tidak bisa masuk surga).

    Ini adalah sikap tawadlu yang luar biasa. Kiai Abdul Karim tidak merasa dirinya mempunyai amal yang bisa mengantarkan beliau masuk syurga. Beliau tidak percaya diri dengan amal ibadah yang dilakukan semasa hidup. Harapan masuk surga hanya dengan mendapatkan pengakuan santri dari gurunya yang masyhur sebagai wali Allah. Sehingga diharapkan Kiai Kholil memberikan syafaat kepada beliau agar bisa masuk surga.()

    *Disarikan dari ceramah KH. Abdul Aziz Manshur saat khataman kitab Jauharul Maknun tahun 2014. (abi sorban)

    #LIRBOYO

  • KEISTIMEWAAN ROSULLULLOH DALAM QOSIDAH

    KEISTIMEWAAN ROSULLULLOH DALAM QOSIDAH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM – Pada setiap hari Ahad sekitar jam 11 sampai jam setengah satu, Syaikhona Maimoen Zubair mengajarkan kitab tafsir Al-Jalalain di Musholla Pondok Pesantren Al-Anwar.

    Setelah selesai ngaji “Ahadan”, beliau bersama dengan para santri membaca qoshidah yang berisi tentang sifat-sifat Rosululloh (Syama’il).
    Qoshidah itu juga terdapat dalam kitab Maroqil Ubudiyyah karya Syaikh Nawawi Banten.
    Berikut kami tulis dengan terjemahan.
    لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا # وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ
    Rosululloh tidak pernah mimpi bersetubuh baik sebelum jadi nabi atau setelahnya. Beliau juga sama sekali tidak pernah menguap sepanjang masa.
    مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ # ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِى جِسْمِـهِ الْحَسَنِ
    Tidak ada satu pun binatang yang melarikan diri (liar) dari beliau. Dan tidak pernah ada lalat hinggap di tubuh beliau yang mulia.
    بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ # وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ
    Beliau bisa mengetahui sesuatu yang ada di belakangnya, seperti beliau melihat sesuatu itu yang ada di hadapannya. Bekas air kencing beliau tidak pernah dilihat di permukaan bumi.
    وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ # وَلَا يرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَـطِنِ
    Hati beliau tidak pernah tidur, walaupun mata beliau mengantuk. Bayangan beliau tidak bisa dilihat ketika beliau kena sinar matahari. Beliau juga memiliki kecerdasan.
    كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا # عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ
    Dua pundak beliau selalu terlihat lebih tinggi dari pundak orang-orang yang duduk bersama beliau. Ceritakanlah sifat beliau bahwa beliau telah dikhitan semenjak dilahirkan
    هَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا # مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ
    Ini semua merupakan keistimewaan beliau, hendaknya engkau hapalkan bait tersebut, niscaya engkau mendapat perlindungan dari bahaya kebakaran, pencurian dan musibah.
    Dari Qoshidah tersebut dapat kita ketahui beberapa keistimewaan Rosululloh sebagai berikut:
    1. Tidak pernah bermimpi basah.
    2. Tidak pernah pula menguap.
    3. Tidak ada binatang yang lari karena takut dari beliau.
    4. Tidak pernah dihinggapi lalat.
    5. Nabi melihat belakang sama seperti melihat depan.
    6. Tidak berbekas tatkala buang hajat.
    7. Hatinya tidak pernah tertidur, walau mata terpejam.
    8. Tak ada bayangan meskipun berjalan di bawah terik matahari.
    9. Dua pundak beliau selalu lebih tinggi dari para sahabat (walaupun dengan sahabat yang dikenal tinggi).
    10. Sudah terkhitan tatkala dilahirkan ke dunia.
    والله أعلم بالصواب
  • RAJIN SHALAT TAPI DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG TIDAK SHALAT

    RAJIN SHALAT TAPI DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG TIDAK SHALAT

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Al-Habib Ahmad bin Umar bin Smith mengatakan yang maknanya adalah seperti ini:

    Apakah hukum orang yang gemar menyambung silaturahim dengan memberikan bantuan, hubungan baik, dan penghiburan akan tetapi ia tidak pernah menanyakan kepada mereka bagaimana keadaan agama, mereka tidak pula mengajarkan agama kepada mereka?

    Apakah ia akan dikumpulkan di hari Kiamat bersama dengan orang yang menyambung silaturahim atau bersama orang yang memutus silaturahim?

    Tanyalah kepada ulama mengenai ini sehingga kalian tidak tertipu dalam masalah ini.

    Syeikh Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitabnya at-Tanwir mengatakan bahwa, “Orang yang shalat dan menjaga shalat, akan tetapi ia memiliki keluarga yang tidak shalat, tidak memerintahkan mereka untuk shalat, tidak pula menegur atau mengucilkan mereka maka ia tidak akan dikumpulkan bersama orang-orang yang shalat, kelak ia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang meninggalkan shalat. Walaupun ia selalu shalat di awal waktu, berjamaah dan di shaf pertama.

    Maka tegakkanlah perintah Allah di kalangan keluarga kalian, seretlah mereka ke surga. Jika tidak, mereka yang akan menyeretmu ke neraka.
    .
    [ Kitab Majmu’ Kalam Habib Ahmad bin Umar bin Smith hal. 258 ]

  • Kyai Samsuri,Eks Pasukan Diponegoro di Gunung Kebo Trenggalek

    Kyai Samsuri,Eks Pasukan Diponegoro di Gunung Kebo Trenggalek

    SORBANSANTRI.COM

    Sorban Santri– Diantara pasukan Diponegoro yang lari ke Trenggalek adalah Kyai Samsuri (kiri, surban putih), yang menetap di utara Gunung Kebo. Kyai Samsuri dianugerahi umur panjang. Meski tidak diketahui dengan pasti tanggal kelahirannya, namun ketika wafat pada 1976, anak cucunya memastikan bahwa usianya kurang lebih 220 tahun. Tidak heran jika banyak masyarakat Trenggalek, terutama yang usia paruh baya, yang sempat ”menangi” dengan kiai jaduk ini.

    Semasa hidupnya, kyai yang mempunyai tradisi menyembelih kerbau tiap Jum’at Kliwon ini menjadi rujukan mayarakat. Mulai dari masalah pribadi seperti rizki, jodoh, hingga keturunan, hingga persoalan pemerintahan.

    Menurut penuturan keturunannya, awalnya Kyai Samsuri memulai berdakwah di daerah Gunung Kebo (Sambirejo, Trenggalek) bersama dua karibnya yang juga bekas pasukan Diponegoro. Keduanya adalah Kyai Abdullah Hafidz atau yang dikenal dengan Mbah Jenggot dan Eyang Kamdi. Pada perkembangannya, untuk makin meluaskan dakwah, Mbah Jenggot sedikit bergeser ke utara, ke sebelah utara Sungai Ngasinan, sedangkan Eyang Kamdi bergeser ke selatan.

    Pada 1910, Kyai Samsuri mendirikan masjid yang juga dimaksudkan untuk sarana mengaji masyarakat sekitar. Pada perkembangannya, seiring kedatangan santri dari luar, maka didirikan pula bangunan pondok. Pondok tersebut dinamakan Pondok Gunung Kebo.

    Satu dasawarsa paska kewafatannya, tepatnya pada tahun 1988, dakwahnya diteruskan oleh cucunya yang bernama Misni (1942–2001). Kyai Misni yang mewarisi kealiman dan kejadukan kakeknya ini kemudian menamai pesantrennya dengan Hidayatul Mubtadiien, tabarrukan kepada Pondok Hidayatul Mubtadiien Lirboyo. Ini karena memang Kyai Misni merupakan alumni Lirboyo.

    Kyai Misni wafat pada tahun 2001 ketika melaksanakan haji, saat proses haji wada’. Jenazahnya dimakamkan di Ma’la (kurang lebih 3 meter dari maqbarah Sayyidah Siti Khadijah).

    Saat ini, Pondok Gunung Kebo —begitu orang lebih mengenal— diasuh oleh KH. Miftahul Hakim Ahmad (Gus Hakim), putra pertama Kyai Misni.

    Meski kegiatan mengaji madrasah terus berjalan, namun, sekarang, Pondok Gunung Kebo lebih dikenal sebagai tempat pemondokan dan pengobatan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), yang merupakan unit baru yang diasuh putra kedua, Muhammad Ali Wafa (Gus Muh).(androw dzulfikar)

    #samsuri
    #misni
    #gunungkebo
    #pasukandiponegoro

  • WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

    WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Pada suatu hari Rasulullah saw ditemui oleh malaikat Jibril. Rasul bertanya “Ada apa wahai Jibril?”.
    Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah swt sedang mengobarkan nyala api Neraka dan seluruh malaikat amat ketakutan, mereka tidak tahu harus bagaimana,
    Untung aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah swt kepada alam semesta. Dengan alasan itu aku kesini, bertabaruk dengan cinta Allah kepada dirimu”.
    Rasulullah saw terdiam beberapa saat. Kemudian bertanya lagi, “Wahai Jibril, ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”.
    Jibril menjawab “Wahai Muhammad, Neraka itu bagaikan lubang-lubang yang terdiri dari 7 tingkat. Jarak antara satu lubang dengan yang lain ialah perjalanan 70 tahun. Lubang yang palingbawah adalah yang paling panas”.
    Nabi saw meneruskan pertanyaannya, “Lalu siapakah penghuni lubang-lubang neraka itu wahai Jibril?”.
    Jibril menjawab, “Lubang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik, lubang berikutnya untuk penyembah berhala, lalu untuk penyembah bintang dan matahari”.
    Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan neraka hingga lubang yang ke 5 tempatnya umat Yahudi dan yang ke 6 dihuni oleh umat Nasrani.Setelah menjelaskan penghuni 6 tingkatan Neraka,Jibril diam cukup lama.
    Rasulullah saw penasaran dan bertanya kembali, “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ke 7?”. Jibril diam saja tidak menjawab.
    Rasulullah saw mengulangi pertanyaannya, tapi Jibril tetap diam.
    Rasulullah saw tambah penasaran dan mendesak jibril agar dijawab pernyaannya.
    Akhirnya Jibril pun berkata, “Umatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan umatmu yang dimana sampai mereka mati belum sempat bertaubat”.
    Mendengar jawaban Jibril, Rasulullah saw langsung jatuh pingsan. Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda di atas pangkuannya.
    Tak berapa lama Rasulullah saw sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, dengan terisak-isak Rasulullah saw mempertegas pertanyaannya, “Wahai Jibril, apakah benar ada diantara umatku yg masuk neraka?”.
    Jibril mejawab“Benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat”.
    Setelah itu Rasulullah saw langsung menghadap kiblat dan sujud kepada Allah swt dalam isak tangisnya.
    Sesekali dengan suara pelan beliau membisikkan kata-kata “Ummati ya Rabb, ummati, ummati, ummati.
    Beliau saw tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat 3 hari 3 malam kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, barulah beliau bangkit untuk menjadi imam dan setelah itu kembali sujud lagi.
    Pada hari ke 3, Abu Bakar ra menyadari hal ini, beliau mengetuk pintu Rasulullah saw dan mengucapkan salam 3 kali, namun tidak ada jawaban.
    Abu Bakar ra sedih dan berseru di depanpintu Nabi saw, “ Apakah ada jalan untuk masuk kerumah Rasulullah”. Tetap tidak ada jawaban.
    Lalu beliau menangis dan melangkah pulang
    Di jalan beliau bertemu sahabat Umar ra, “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”.
    Abu Bakar ra menceritakan keadaan Rasulullah saw. Maka Umar ra pun melangkah menuju rumah Nabi saw dan terjadilah hal yang sama. Umar pun pulang dan menangis.
    Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi ra. Dengan terisak-isak Umar ra bercerita kepada Salman ra hingga membuat dia amat sedih, namun dia tidak berani mengulangi hal yang sama.
    Salman melangkah menuju rumah Fatimah ra dan menceritakan hal itu.
    Setengah berlari Fatimah ra menuju rumah Ayahnya saw dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
    Mendengar suara lembut putri tercinta, sejuklah dada Nabi saw. Rasullah saw bangkit dari sujud dan membuka pintu.
    Alangkah terkejutnya Fatimah ra melihat beliau yang amat kurus dan pucat.
    Fatimah memeluk beliau saw lalu menangis. “Wahai ayahanda, apa yang terjadi? mengapa engkau amat sedih seperti ini?”. Rasulullah saw kembali menangis dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Fatimah, belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih sedangkan Jibril mengatakan akan ada kelak diantara umatku yang akan masuk neraka”.
    Wahai sobat. . . .
    Cinta Nabi Muhammad SAW begitu besar kepada kita
    Lalu bagimana dengan cinta kita kepada Rasulullah Saw? 😭
    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
    Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad.
  • MAKANAN YANG DIBERKAHI

    MAKANAN YANG DIBERKAHI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Dalam peristiwa Khandaq, atau Perang Aḥzab, Rasulullah Saw. dan semua kaum Muslim bekerja keras menggali parit di sekeliling Madinah. Mereka dibagi kedalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas sepuluh orang. Setiap kelompok ditugasi menggali parit sepanjang 40 hasta. Mereka semua berkerja keras tanpa kenal lelah karena pasukan musyrik Quraisy dan sekutu mereka telah bersiap-siap menyerang Madinah. Rasulullah juga berkerja keras memimpin kaum Muslim hingga lupa makan. Sudah tiga hari beliau tidak mendapatkan makanan yang laik. Jābir ibn ‘Abdullah mengetahui keadaan beliau dan merasa iba melihat kondisinya yang tampak lelah dan lapar.
    Jabir berhasrat besar untuk menjamu Rasulullah sehingga ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku mohon izin untuk pulang sebentar ke rumah.” Beliau memberinya izin. Saat tiba di rumah, Jabir berkata kepada istrinya: “Aku melihat Rasūlullāh sangat lemah dan lapar. Namun beliau tetap bersabar. Apakah kita punya sesuatu untuk dimasak?”
    Istri Jabir menjawab: “Kita punya secangkir gandum dan anak kambing yang kurus.”
    Jabir segera menyembelih kambing itu, lalu istrinya memasaknya, kemudian membuat beberapa potong roti gandum. Setelah makanan siap disajikan, Jabir bergegas pergi menemui Rasulullah Saw.
    “Wahai Rasulullah, aku punya sedikit makanan di rumah. Sudilah kiranya Tuan datang ke rumahku bersama dua atau tiga orang untuk menyantapnya,” ujar Jabir.
    “Apa yang telah kausiapkan?” tanya Rasulullah Saw.
    Jabir menuturkan apa adanya. Lalu, Rasulullah Saw. berkata: “Makanan yang banyak dan baik. Tolong katakan kepada istrimu agar jangan dulu membuka tutup panci dan menghidangkan rotinya hingga aku datang.” Maka, Jabir bergegas pulang ke rumahnya mendahului Rasulullah.
    Sementara itu, Rasulullah Saw. berseru kepada para sahabat: “Berhentilah kalian semua. Mari kita pergi ke rumah Jabir.” Jabir tiba di rumahnya dan meceritakan obrolannya dengan Rasulullah Saw. termasuk pesan beliau. Namun, beberapa saat kemudian Jabir terhenyak kaget dan panik melihat di depan rumahnya, Rasulullah datang bersama semua sahabat Anshar dan Muhajirin. Ia berpaling kepada istrinya dan berkata gugup: “Celaka, beliau datang bersama semua sahabat.”
    “Apakah beliau telah bertanya sebelumnya kepadamu?” tanya istrinya.
    “Ya, sudah.” Jawab Jabir.
    “Maka, kau tidak perlu kaget,” jawab istrinya.
    Jabir menyilahkan Rasulullah dan para sahabat di rumahnya. Kemudian Rasulullah Saw. membuka tutup panci dan mengambil sesendok masakan daging kambing itu dan mengambil sepotong roti. Lalu, para sahabat mengikutinya hingga semua orang yang datang ke rumah Jabir bisa makan dengan kenyang. Setelah semua orang makan, Rasulullāh Saw. menyuruh istri Jabir untuk makan. Ternyata, di panci itu masih tersisa masakan untuk Jabir dan istrinya, begitu pula rotinya. MasyaAllah..
    Dalam kesempatan yang berbeda, Jabir mengunjungi rumah ibunya, dan ternyata ibunya telah membuatkan makanan. Ia berkata: “Hai Jabir, pergilah kepada Rasulullah dan undang beliau makan.”
    Maka, Jabir bergegas pergi menemui Rasulullah Saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah membuatkan makanan, dan beliau mengundang Tuan untuk menyantapnya bersama kami.”
    Rasulullah Saw. berpaling kepada para sahabat dan berkata: “Mari kita pergi ke sana.” Rasulullah Saw. datang diiringi 50 orang sahabat. Jabir sendiri terkejut dan bergegas pergi ke rumah ibunya untuk menyampaikan kabar kedatangan Rasulullah bersama puluhan sahabatnya.
    Tiba di tutujan, Rasulullah dan para sahabat duduk di depan pintu. Kemudian beliau berkata: “Masuklah kalian sepuluh orang-sepuluh orang!” Kemudian, mereka semua makan sampai kenyang. Ternyata, hidangan yang hanya sedikit itu masih tersisa meski semua orang telah makan. MasyaAllah…
    Suatu hari dalam sebuah ekspedisi bersama pasukan Muslim, Rasulullah Saw. dan kaum Muslim merasa lapar, sedangkan perbekalan sudah sangat menipis. Maka, beliau bertanya kepada Abu Hurairah: “Apakah kita masih punya sesuatu untuk dimakan?”
    “Ya, kita masih punya kurma di kantong perbekalan,” jawab Abu Hurairah.
    Kemudian Rasulullah Saw. mengambil kurma, menggenggamnya, dan berdoa agar diberkahi Allah. Setelah itu, beliau menyuruh semua pasukan makan dari wadah perbekalan itu hingga mereka semua merasa kenyang. Setelah mereka semua makan, Rasulullah Saw. berkata: “Ambillah kurma yang kupegang tadi!”
    Abu Hurairah lalu memasukkan tangannya ke dalam kantong, dan ia menemukan di dalamnya kurma yang sangat banyak.
    Abu Hurairah ra. menuturkan: “Aku masih bisa makan kurma dari kantong itu sampai masa Khalifah ‘Utsman ra. Ketika Khalifah ‘Utsmān terbunuh, kurma itu habis.” MasyaAllah…
    Itulah diantara banyaknya kisah mukjizat kekasih hati Rasulullah Saw, makanan yang diberkahi.
    Mudah mudahan berkat membaca cerita ini. Allah ta’ala menambahkan rasa cinta kita kepada kekasihnya Sayyidina Muhammad Saw, sehingga kita dikumpulkan kelak bersama beliau dan bertemu Allah ta’ala dengan keadaan Allah Ridho kepada kita semua. (abi sorban)
    آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
    ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
  • KIAI YANG LUMPUH PULUHAN TAHUN, TETAP ISTIQOMAH MENGAJAR

    KIAI YANG LUMPUH PULUHAN TAHUN, TETAP ISTIQOMAH MENGAJAR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Muhammad Rohmat Amin Wonoroto (Mbah rohmat), Ulama’ pedalaman Magelang, Pengasuh Pesantren Daarul Muhtadiin Wonoroto, Magelang, didirikan pada 1966.

    Allah memberi cobaan sakit kepada beliau semenjak kecil, kedua kakinya lumpuh total sejak usia 25 tahun. Sehingga kegiatan belajar mengajar santri, beliau lakukan di pembaringan.

    Menurut kisah yang masyhur, Mbah Rohmat tidak pernah mengeluarkan hadats selama puluhan tahun hingga wafatnya, dan jarang tidur, saking seringnya riyadhoh dan mutholaah, wudhu beliau bahkan baru diperbaharui tiap 15 hari sekali. Tetap istiqomah mengajar, dan setiap 3 hari sekali mengkhatam al-Qur’an. Saking cintanya pada ilmu, sebelum Mbah Rohmat lumpuh, alat-alat pertanian untuk buruh tani beliau jual seluruhnya untuk membeli kitab.

    Kecintaannya itu sendiri, telah membuat Mbah Rohmat istiqomah dalam mengamalkan ilmu-ilmunya pada masyarakat. Hingga Allah SWT berkenan memanggil Mbah Rohmat dalam keadaan sedang menyimak para santrinya yang sedang mengaji sorogan di pesantrennya. Beliau wafat pada malam selasa ba’da maghrib 19 Februari 2004 bertepatan dengan 27 dzul qo’dah. (abi sorban)

    Semoga Allah senantiasa merahmati beliau sekeluarga. Aamiin. Lahu alFaatihah

    . *Sumber : Haji Purnoto, KH. Thoifur Mawardi Purworejo, KH Kholil Tembarak Temanggung, Mas Fahmi Ali.

    Walahualam…

    Alfatihah…

    #kyai
    #kyaiku
    #ulamanusantara
    #biografiulama

  • Sunan Muria Raden Umar Said

    Sunan Muria Raden Umar Said

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Salah seorang Walisongo yang banyak berjasa dalam menyiarkan agama Islam di pedesaaan Pulau Jawa adalah Sunan Muria. Beliau lebih terkenal dengan nama Sunan Muria karena pusat kegiatan dakwahnya dan makamnya terletak di Gunung Muria (18 km di sebelah utara Kota Kudus sekarang).

    Beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said, dalam berdakwah ia seperti ayahnya yaitu menggunakan cara halus, ibarat menganbil ikan tidak sampai keruh airnya. Muria dalam menyebarkan agama Islam. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan dan rakyat jelata. Beliau adalah satu-satunya wali yang mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah dan beliau pulalah yang menciptakan tembang Sinom dan kinanthi. Beliau banyak mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelung dino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya.

    Lewat tembang-tembang yang diciptakannya, sunan Muria mengajak umatnya untuk mengamalkan ajaran Islam. Karena itulan sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata daripada kaum bangsawan. Cara dakwah inilah yang menyebabkan suna Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwak tapa ngeli yaitu menghanyutkan diri dalam masyarakat. (abi sorban)