Kategori: Sejarah

studi tentang masa lalu, termasuk peristiwa, tokoh, budaya, dan perkembangan yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Studi sejarah mencakup penelitian, interpretasi, dan analisis terhadap sumber-sumber sejarah, seperti dokumen tertulis, artefak arkeologi, rekaman audio-visual, dan saksi mata. Tujuan dari studi sejarah adalah untuk memahami dan menggambarkan evolusi manusia, peradaban, kebudayaan, dan peristiwa yang membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.

  • LEBIH DEKAT MENGENAL KH. MAIMOEN ZUBAIR (MBAH MOEN)

    LEBIH DEKAT MENGENAL KH. MAIMOEN ZUBAIR (MBAH MOEN)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Mbah Moen tutup usia ditanah suci Mekah al Mukaromah dalam perjalanan haji tahun ini di usia ke 91 .

    Tahukah anda mbah Moen adalah legenda dari pesantren di Indonesia .
    KH Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia.
    Beliau meskipun tidak belajar di Perguruan Tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia.

    Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang ulama besar, KH Zubair Dahlan, yang juga guru spesial Syaikhina KH MA Sahal Mahfudh dan KH Ahmad Fayumi Munji, beliau meneruskan di Pondok Lirboyo Kediri dibawah bimbingan langsung KH Abdul Karim, santri Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

    Setelah itu, KH Maimun Zubair meneruskan petualangan ilmunya di Timur Tengah, khususnya di Haramain, belajar dengan ulama-ulama besar di Sana. Antara lain Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani, dan lain-lain. KH Maimun Zubair juga berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang lain, seperti Syaikh Fadhol Senori Dan KH Bisri Mustafa. (abi SORBAN)

  • Beberapa Keunggulan Mbah Moen

    Beberapa Keunggulan Mbah Moen

    SORBANSANTRI.COM

    اللهم اغفر له وارحمه وعافيه واعف عنه واجعل الجنة مثواه، امين يا رب العالمين

    SORBAN SANTRI – Pertama, KH Maimun Zubair sebagaimana lulusan PP Lirboyo adalah sosok yang dikenal ahli dalam Bidang nahwu-sharaf. Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil ala Alfiyyah Ibnu Malik menyedot para santri untuk berbondong-boondong mereguk kedalaman ilmu beliau.

    Kedua, KH Maimun Zubair adalah sosok Ulama ahli Tafsir. Setia Kali pengajian tafsirnya, khususnya pada Hari ahad di PP Al Anwar Sarang dibanjiri santri Dan Kiai dari berbagai pelosok di Indonesia.

    Ketiga, KH Maimun Zubair adalah sosok Ulama yang menguasai sejarah, khususnya sejarah Islam. Beliau mampu menguraikan sejarah secara detail. Dalam pengajian kitab Tafsir, penjelasan beliau tentang sejarah sangat detail Dan mendalam. Hal ini Tidak lepas dari bacaan beliau yang luas terhadap khazanah keilmuan Islam yang Kaya.

    Keempat, KH Maimun Zubair adalah sosok mushannif (author) yang karyanya bernas dan ilmiah. Salah satunya adalah Al Ulama Wal Mujaddidun, Catatan Kitab tauhid Jauharatut Tauhid, Tsunami, Biografi Ulama Sarang dalam bahasa Arab, Dan lain-lain.

    Kelima, beliau adalah sosok guru yang berhasil melahirkan ulama-ulama besar. KH Abdul Wahid Bandungsari, KH Zuhrul Anam, KH Bahauddin Nursalim, KH Sya’roni, dan ulama-ulama lain adalah produk didikan KH Maimun Zubair. Alumni Al Anwar Sarang tampil sebagai Ulama Dan tokoh masyarakat yang diakui kedalaman ilmu Dan keikhlasannya dalam Berjuang.

    Selamat jalan Kiaiku, semoga khusnul Khatimah dan semoga Inspirasi keilmuan dan perjuanganmu tertancap kuat di dada umat, bangsa, dan para santri baik di Indonesia maupun dunia.(abi SORBAN)

  • ANDAIKAN TETESAN DARAH RASULULLAH SAW MENYENTUH TANAH

    ANDAIKAN TETESAN DARAH RASULULLAH SAW MENYENTUH TANAH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Saat Rasulullahﷺ terluka
    Gigi geraham beliau patah, bibir bawahnya sobek, dahi dan keningnya yang mulia juga bercucuran darah

    Rasulullah malah tak henti menadahi tetesan darah itu dan mengusapkan ke dadanya agar jangan menetes ke tanah meski dalam keadaan genting sekalipun

    Setelah perang mereda seorang Sahabat memberanikan diri bertanya perihal perilaku beliau tersebut;

    Dengan lemah lembut Rasulullah pun menjawab :
    Aku mendengar apa yang tidak kalian dengar
    Malaikat penjaga gunung berkata: kalau ada setetes darahku menyentuh bumi, maka Allah akan menurunkan adzab dari langit kepada mereka yang memerangiku

    Mendengar jawaban itu para Sahabat kembali bertanya, “Mengapa engkau tidak mendoakan para musuh Allah itu supaya celaka?” ⠀

    Rasulullah kembali menjawab:
    Sungguh aku tidak diutus untuk melaknat, tetapi berdakwah dan menyebarkan rahmat kepada semesta alam. ⠀

    “Ya Raab berilah hidayah kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

    (red)

  • Sejarah Kekejaman PKI Versi NU (Bagian 3)

    Sejarah Kekejaman PKI Versi NU (Bagian 3)

    SORBANSANTRI.COM
    Sumber Gambar: tempo.co

    JUMLAH KORBAN KONFLIK PKI

    Aksi pemberontakan dan kekerasan yang dilakukan PKI menimbulkan konflik Horizontal kala itu, PKI yang melakukan pembantaian dan membuat onar dibanyak tempat pun akhirnya mendapatkan Perlawanan dari Masyarakat yang Non PKI. Banyak orang-orang PKI pun diburu oleh masyarakat yang sudah jenggah dengan kekejaman yang mereka lakukan. Dalam konflik PKI dan Masyarakat ini pun cukup banyak menelan korban jiwa, namun perkiraan jumlah korban jiwa yang muncul pun ternyata ada perbedaan antara pandangan pihak dalam negeri dengan pandangan pihak-pihak diluar negeri. Perhatikan tabel berikut ini:

    SORBANSANTRI.COM
    sumber: Buku Benturan NU-PKI
    Jumlah korban yang diperkirakan oleh Tim Pencari Fakta sendiri tidaklah terlalau dramatis, begitu juga pengakuan kalangan PKI sendiri yang menjadi korban. Sudisman dari PKI memperkirakan korban sebanyak 150.000. bahkan ia memperkirakan tidak lebih dari 50.000. Begitu juga jumlah yang dipercaya Bung Karno yang memperkirakan jumlah korban sekitar 60.000. Perkiraan ini berdasarkan temuan Tim Pencari Fakta yang dibentuk oleh Komando Operasi Tertinggi (KOTI) pada Desember 1965. Ketika diadakan penyelidikan lanjutan ditemukan korban 87.000. Bahkan setelah dilakukan penyelidikan dengan cermat menemukan jumlah korban di daerah yang paling gawat yaitu Jombang dan Kediri berkisar antara 11.256 sampai 17.260 orang korban. Diperkirakan jumlah korban di daerah lain lebih  kecil dari jumlah itu.
    Hal ini berbeda dengan data yang disajikan oleh pihak Asing yang angkanya sangat fantastis. Jumlah korban PKI yang diperkirakan oleh pihak pengamat dan politisi dan media Asing (Barat) sedemikian besar. Tak urung besarnya jumlah yang mereka lansir itu membuat heboh masyarakat Barat dan masyarakat Indonesia sendiri. Berbeda dengan jumlah yang diperkirakan bangsa Indonesia baik para pelaku maupun korban yang pada umunya lebih proporsional. Sebaliknya kalangan Barat menyuguhkan perkiraan yang sangat spektakuler. 
    SORBANSANTRI.COM
    sumber: Buku Benturan NU-PKI
    Bayangkan orang yang selama ini terlanjur dipercaya pendapatnya seperti Ben Anderson memperkirakan jumlah korban PKI antar 500.000 hingga 1.000.000 orang. Sebuah perkiraan yang angat mustahil dan dinilai sangat fiktif. Tetapi karena reputasi akademiknya selama ini maka data fiktif tersebut cenderung dipercaya, bahkan menjadi rujukan para peneliti sesudahnya. Hal itu mempengaruhi opini publik baik kalangan cendekiawan maupun jurnalis.
    Penggelembungan jumlah korban PKI yang dilakukan para penulis Barat itu ketika dicek ke lapangan oleh Hermawan Sulistyo terdapat banyak kejanggalan ketika dikonfrontasi dengan data demografis di lapangan. Menurutnya korban yang berkaitan dengan karyawan Pabrik Gula di beberapa tempat di Jawa Timur itu terdata dengan rapi, dan itu jumlahnya hanya belasan hingga puluhan orang saja. Begitu pula daerah yang mayoritas penduduknya PKI penduduknya tidak berkurang secara signifikan. Tetapi dramatsasi jumlah korban PKI itu telah dipercayai banyak orang dan menimbulkan rasa simpati pada PKI, kemudian menyalahkan pelaku baik NU maupun TNI, tanpa mau peduli terhadap kesalahan dan kekejaman PKI selama ini.
    Dramatisiasi jumlah korban dari PKI ini menjadi komoditas politik yang sedang dijajakan di pasar opini internasional. Selain itu para politisi asing dan peneliti asing tidak pernah mengungkap jumlah korban para ulama dan rakyat yang dibantai oleh PKI baik selama peristiwa Madiun 1948 apalagi peristiwa sepanjang tahun 1950 hingga tahun 1968 yang dilakukan PKI terhadap rakyat Indoneisa baik terhadap NU maupun kelompok lainnya termasuk terhadap tentara ini juga tidak pernah diungkap.
    KETIKA PESANTREN JADI TARGET PKI

    PKI Tak segan melibas siapa saja yang mereka anggap sebagai batu sandungan gerakan mereka, tak cuma menyerang aparat seperti kantor Polisi, kantor tentara, dan kantor pemerintahan, PKI juga membidik Pesantren sebagai target. Hal ini bukan tanpa alasan, karena saat era penjajahan Pesantren memang sebagai basis gerakan Islam untuk melawan Penjajah, Pesantren yang mengajarkan cinta kepada tanah air juga dianggap sebagai duri yang bisa menghalangi gerakan mereka, belum lagi banyak tokoh agama yang saat itu begitu Vokal melakukan penolakan terhadap PKI juga menjadi dasar penargetan Pesantren selain Aparat Keamanan dan Birokrat.
    SORBANSANTRI.COM
    Gerbang Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran – Magetan. (sumber gambar: skycrapecity.com)

    Untuk menghadapi kekuatan pesantern itu PKI memiliki slogan tersediri yaitu “Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati !” (Pesantren Reot, Musholla Bubar, Santri Mati), Ternyata slogan itu bukan sekadar gertakan, tetapi benar-benar dilaksanakan. Sementara strateginya adalah teror, tangkap dan bantai. Penculikan terhadap para pimpinan pesantren yang selama ini aktif dalam perjuangan Kemerdekaan telah dimulai. Para kiai yang mengajarkan agama dan cinta tanah air itu dianggap menghambat agenda PKI karena itu harus disingkirkan.Ponpes Sabilil Muttaqien salah satu Pesantren Unggulan yang berada di Takeran – Magetan Jatim pada 17/9/1948 digeruduk oleh segerombolan PKI yang telah mengepung pesantren dengan baju serba hitam dan ikat kepala merah yang dipimpin Suhud seorang camat PKI. Mereka mencari Pengasuh Pesantren yakni KH. Imam Mursyid yang juga pemimpin Tarekat Syatariyah untuk diajak berunding, namun sayang itu cuma siasat PKI yang ingin menculik sang Kyai. Seusai Sholat Jum’at sang kyai pun dibawa PKI ke Gorang-Gareng, Mulanya KH, Imam Mursyid tidak mau ikut, tapi akhirnya sang kyai menyerah dan ikut dengan PKI, sebab jika melawan diancam pesantrennya akan dibakaar, santri dan keluarganya dihabisi. Kiai Musyid turut berjasa membantu KH. Wahid Hasyim angota BPUPKI merumuskan konsep Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Mukadimah UUD 1945. Karena itu Mukadimah UUD 1945 itu sangat bernuansa religius suatu hal yang tidak disukai PKI.

    Salah satu yang ikut menjemput KH. Imam Mussyid adalah Ilyas/alias sipit yang ternyata pernah jadi santri KH. Imam Musyid, jauh-jauh hari KH. Imam Mursyid sempat berujar jika dirinya tak lagi percaya dengan Sipit karena sudah tak pernah sholat lagi. Ketika dibawa PKI seorang santri mengajukan diri untuk ikut menemani sang kyai, namun sayang Semenjak itu KH. Imam Mursyid tak pernah kembali ke Pondok.

    SORBANSANTRI.COM
    kampanye PKI kala itu (pinterest.com)

    Dua hari berselang yakni pada minggu 19/9/1948 seorang kurir PKI datang ke Pesantren dengan membawa pesan KH. Imam Mursyid masih belum bisa pulang dan perundingan itu memerlukan kehadiran KH. Muhammad Noer (sepupu KH. Imam Mursyid). Tak cukup sampai disitu, kurir PKI kembali datang membawa pesan jika KH. Imam Mursyid dan KH. Muhammad Noer baru bisa pulang jika dijemput Ustad Turmudji (adik KH. Imam Mursyid). Mendengar kabar jika dirinya dicarai PKI Ustad Turmudji pun memilih menyelamatkan diri, meski tak menemukan Ustad Turmudji PKI justru melakukan penangkapan terhadap ustad-ustad di Pondok Sabilil Muttaqien termasuk menangkap ustad Pondok yang berasal dari Mesir. Keseluruhan kyai dan Ustad yang dibawa PKI dari Pesantren Sabilil Muttaqien ada 14 orang. Selepas itu mereka semua tidak pernah kembali ke Pondok dan malah ditemukaan menjadi mayat di sumur-sumur Pembantaian milik PKI yang ada di wilayah Magetan termasuk sumur maut di Pabrik Gula Gorang-Gareng Magetan.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM
    Monumen yang dulunya menjadi sumur maut tempat pembantaian oleh PKI di Magetan. (idealoka.com)

    Pesantren lain seperti Pesantren Burikan Magetan juga tak luput dari serbuan PKI. Pada Sabtu 18/9/1948 Pesantren Buikan dibakar oleh FDRPKI sementara kiainya ditangkap seperti Kyai Keang, Kyai Malik dan Mulyono semuanya dibantai dan dimasukkan lubang pembantaian yang sudah mereka siapkan di daerah Batokan. Harta benda mereka di rampas, berbagai kitab dibakar, sehingga santri bubar, menyelematkan diri kembali ke kampung halaman masing-masing, atau mengungsi ke daerah lain. Hal itu membuat pesantren semakin sepi dan keluarga pesantren tidak mendapat penjagaan yang ketat dari para santri. Penjagaan hanya dilakukan oleh keluarga kiai dan tetangga terdekat, sehingga posisi para kiai sangat terancam.

    Lain lagi dengan cerita KH Sulaiman Zada karena santrinya sudah lama mengungsi, maka dengan mudah ditangkap gerombolan PKI, karena tidak melakukaan perlawanan maka Pesantren dibiarkan berdiri, walaupun santrinya sudah lama meliburkan diri sejak Madiun dilanda pemberontakan. Namun demikian nasib sang Kia dengan keluarganya tidak bisa terselamatkan di bawah pembantaian kelompok komunis yang sengaja ingin membumihanguskan pesantren sebagai basis gerakan Islam yang menghalangi ekspansi PKI. Baru beberapa tahun kemudian jenazahnya ditemukan. Bersambung,,

    [irp posts=”4759″ name=”Sejarah Propaganda PKI Versi NU (Bagian 1)”]

    [irp posts=”4772″ name=”Sejarah Propaganda PKI Versi NU (Bagian 2)”]

    [irp posts=”4788″ name=”Sejarah Kekejaman PKI Versi NU (Bagian 3)”]

    [irp posts=”4826″ name=”Sejarah Propaganda dan Kekejaman PKI Versi NU [Part 4]”]

    SORBANSANTRI.COM
    Abdul Mun’im & Tim PBNU. 2013. Benturan NU-PKI 1948-1965 (Hal 17-19, 48-51). Jakarta: PBNU & Langgar Swadaya.
  • MA’RIFATNYA MBAH MARZUKI DAHLAN (LIRBOYO)

    MA’RIFATNYA MBAH MARZUKI DAHLAN (LIRBOYO)

    SORBANSANTRI.COM
    KH. MARZUQI DAHLAN (LIRBOYO)

    SORBAN SANTRI- Ada satu pengalaman menakjubkan saat Gus Mus masih nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo. Pada saat itu pengasuhnya adalah KH. Marzuqi Dahlan. Inilah penuturan beliau.
    Waktu itu saya dan kawan-kawan sedang berkumpul merencanakan akan ‘ngambil’ tebu. Sebab saya dengar sebentar lagi tebu akan ditebang. Untuk itu, bersama kawan-kawan, saya berencana mencuri beberapa lonjor tebu. Kami waktu itu telah bersiap-siap untuk menjalankan aksi. Kebetulan, lokasi kamar Mars yg saya tempati itu dekat dengan ndalemnya Mbah Marzuqi. Saya berjalan paling depan. Dan ketika saya lewat depan ndalem, tiba-tiba saya dipanggil oleh Mbah Marzuqi.
    “Gus, Gus, mriki.” kata beliau yg dengan siapa saja selalu memakai bahasa Jawa kromo, meskipun kepada santrinya yg masih anak kecil. Saya pada waktu itu baru saja masih lulus SR (Sekolah Rakyat, setara SD). Ternyata beliau benar-benar memanggil saya.
    “Mriki-mriki, Gus!” (Kesini Gus)
    Panggilan beliau tentu membuat saya kaget, sebab berbarengan sekali dengan kegiatan saya yg akan ‘nyolong’ tebu bersama kawan-kawan. Saya lantas mendekat, lalu ditanya begini.
    “Gus, sampean doyan tebu?”
    Kontan saja, saya kaget bukan main. Saya keringetan pada waktu itu.
    Pertanyaan ini membuat saya terdiam dan takut. Saking takutnya, saya tidak bisa bergerak sama sekali. Sebab, sebelumnya saya tidak menyangka tiba-tiba beliau kok bertanya seperti itu.”Nanyanya kok pas sekali.” gumam saya dalam hati.
    Beliau lalu menyuruh saya menunggu. Sebentar kemudian beliau keluar dari ndalemnya dengan memanggul seonggok lonjor tebu.
    Beliau bilang, “Niki sampean kula pilihaken sing apik-apik Gus.” (Ini, untuk anda saya pilihkan yg bagus-bagus Gus)
    Setelah tebu itu diberikan kepada saya, beliau berkata, “Niki dipun bagi kalih rencang-rencang lintune nggih?” (Ini dibagi pada teman-teman yg lain ya?)
    Setelah menyaksikan peristiwa itu, akhirnya saya dan kawan-kawan tidak jadi mencuri tebu.
    Saya jadi bertanya-tanya, kira-kira siapa ya orang yg telah membocorkan rencana itu? Padahal saat itu beliau kan tidak tahu rencana saya dan kawan-kawan.
    Wallahu a’lam bish shawab. (abi sorban)

  • ABUYA DIMYATI PANDEGLANG BANTEN

    ABUYA DIMYATI PANDEGLANG BANTEN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- KH.Muhammad Dimyati yang biasa dipanggil dengan Buya Dimyati merupakan sosok Ulama Banten yang memiliki karismatik, beliau lahir sekitar tahun 1925 anak pasangan dari H. Amin dan Hj. Ruqayah. Sejak kecil Buya Dimyati sudah menampakan kecerdasannya dan keshalihannya, beliau belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya mulai dari Pon-pes Cadasari, kadupeseng Pandeglang, ke Plamunan hingga ke Pleret Cirebon.

    Buya Dimyati sosok ulama yang cukup sempurna dalam menjalankan perintah agama, beliau bukan saja mengajarkan dalam ilmu syari’ah tapi juga menjalankan kehidupan dengan metode bertashauf, tarekat yang di anutnya tarekat Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka wajar jika dalam perilaku sehari-hari beliau penuh tawadhu’,istiqomah ,zuhud dan ikhlas. Banyak dari beberapa pihak maupun wartawan yang coba untuk mempublikasikan kegiatannya di pesantren selalu di tolak dengan halus oleh Buya Dimyati begitupun ketika beliau di beri sumbangan oleh para pejabat beliau selalu menolak dan mengembalikan sumbangan tersebut, hal ini pernah dialami ketika Buya Dimyati di beri sumbangan Oleh Mba Tutut ( Anak Mantan presiden Soeharto) sebesar 1 milyar beliau mengembalikannya.

    Buya Dimyati merintis pesantren di desa Cidahu Pandeglang sekitar tahun 1965 beliau banyak melahirkan ulama-ulama ternama seperti Habib Hasan bin ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di Jakarta dan masih banyak lagi murid-murid beliau yang mendirikan pesantren.

    Masa kecil Abuya dihabiskan di kampung kelahirannya; Kalahang. Awal menuntut ilmu, Abuya dididik langsung oleh ayahandanya, Syaikh Muhammad Amin bin Dalin. Lalu melanjutkan berkelana menuntut ilmu agama, sampai-sampai dalam usia sudah setengah baya. Di sekitar tahun 1967-1968 M, beliau berangkat mondok lagi bersama putra pertama dan beberapa santri beliau (hal. 168).

    Dahaga akan ilmu tiada habis, satu hal yang mungkin tidak masuk akal bila seorang yang sudah menikah dan punya putra berangkat mondok lagi, bahkan bersama putranya. Tapi itulah Abuya Dimyathi, ketulusannya dalam menimba ilmu agama dan mensyiarkannya membawa beliau pada satu tingkat di atas khalayak biasa.

    Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru-guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantany. Kata Abuya, para kiai sepuh tersebut adalah memiliki kriteria kekhilafahan atau mursyid sempurna, setelah Abuya berguru, tak lama kemudian para kiai sepuh wafat.(hal 396).

    Ketika mondok di Watucongol, Abuya sudah diminta untuk mengajar oleh Mbah Dalhar. Satu kisah unik ketika Abuya datang pertama ke Watucongol, Mbah Dalhar memberi kabar kepada santri-santri besok akan datang ‘kitab banyak’. Dan hal ini terbukti mulai saat masih mondok di Watucongol sampai di tempat beliau mondok lainya, hingga sampai Abuya menetap, beliau banyak mengajar dan mengorek kitab-kitab. Di pondok Bendo, Pare, Abuya lebih di kenal dengan sebutan ‘Mbah Dim Banten’ dan mendapat laqob ‘Sulthon Aulia’, karena Abuya memang wira’i dan topo dunyo. Pada tiap Pondok yang Abuya singgahi, selalu ada peningkatan santri mengaji dan ini satu bukti tersendiri di tiap daerah yang Abuya singgahi jadi terberkahi.

    Karomah

    Mahasuci Allah yang tidak membuat penanda atas wali-Nya kecuali dengan penanda atas diri-Nya. Dan Dia tidak mempertemukan dengan mereka kecuali orang yang Dia kehendaki untuk sampai kepada-Nya. (al Hikam)

    Wallahu a’lam. Ada banyak cerita tak masuk akal dalam buku ini, namun kadar ”gula-gula” tidaklah terasa sebab penitikberatan segala kisah perjuangan Abuya lebih diambil dari orang-orang yang menjadi saksi hidupnya (kebanyakan dari mereka masih hidup) dan dituturkan apa adanya. Abuya memang sudah masyhur wira’i dan topo dunyo semenjak masih mondok diusia muda. Di waktu mondok, Abuya sudah terbiasa tirakat, tidak pernah terlihat tidur dan istimewanya adalah menu makan Abuya yang hanya sekedar. Beliau selalu menghabiskan waktu untuk menimba ilmu, baik dengan mengaji, mengajar atau mutola’ah. Sampai sudah menetap pun Abuya masih menjalankan keistiqamahannya itu dan tidak dikurangi bahkan ditambah.

    Di tahun 1999 M, dunia dibuat geger, seorang kiai membacakan kitab tafsir Ibnu Jarir yang tebalnya 30 jilid. Banyak yang tidak percaya si pengajar dapat merampungkannya, tapi berkat ketelatenan Abuya pengajian itu dapat khatam tahun 2003 M. Beliau membacakan tafsir Ibnu Jarir itu setelah Khatam 4 kali khatam membacakan Tafsir Ibnu katsir (4 jilid).

    Salah satu cerita karomah yang diceritakan Gus Munir lagi adalah, di mana ada seorang kyai dari Jawa yang pergi ke Maqam Syeikh Abdul Qadir al-Jailani di Irak. Ketika itu, kyai tersebut merasa sangat bangga kerana banyak kyai di Indonesia paling jauh mereka ziarah adalah maqam Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi dia dapat menziarahi sampai ke Maqam Syeikh Abdul Qadir al-Jailani. ketika sampai di maqam tersebut, maka penjaga maqam bertanya padanya, “Dari mana kamu (Bahasa Arab)?” Si Kyai menjawab, “Dari Indonesia.” Maka penjaganya langsung bilang, “Oh di sini ada setiap malam Juma’at seorang ulama Indonesia yang kalau datang ziarah dan duduk saja depan maqam, maka segenap penziarah akan diam dan menghormati beliau, sehinggalah beliau mula membaca al-Qur’an, maka penziarah lain akan meneruskan bacaan mereka sendiri-sendiri.

    Mendengar hal itu Kyai tadi kaget, dan berniat untuk menunggu sampai malam jumaat agar tahu siapa sebenarnya ulama tersebut. Ternyata pada hari yang ditunggu-tunggu, ulama tersebut adalah Abuya Dimyati. Maka kyai tersebut terus kagum, dan ketika pulang ke Jawa, dia menceritakan bagaimana beliau bertemu Abuya Dimyati di maqam Syeikh Abdul Qadir al-Jailani ketika itu Abuya masih di pondok dan mengaji dengan santri-santrinya.

    Cerita-cerita lain tentang karomah Abuya, dituturkan dan membuat kita berdecak kagum. Subhanallah! Misal seperti; masa perjuangan kemerdekaan dimana Abuya di garis terdepan menentang penjajahan; kisah kereta api yang tiba-tiba berhenti sewaktu akan menabrak Abuya di Surabaya; kisah angin mamiri diutus membawa surat ke KH Rukyat. Ada lagi kisah Abuya bisa membaca pikiran orang; kisah nyata beberapa orang yang melihat dan bahkan berbincang dengan Abuya di Makkah padahal Abuya telah meninggal dunia. Bahkan kisah dari timur tengah yang mengatakan bahwa Abuya tiap malam jumat ziarah di makam Syech Abdul Qodir al Jailani dan hal-hal lain yang tidak masuk akal tapi benar terjadinya dan ada (berikut saksi-saksi hidupnya).

    Buya Dimyati merintis pesantren di desa Cidahu Pandeglang sekitar tahun 1965 beliau banyak melahirkan ulama-ulama ternama seperti Habib Hasan bin ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di Jakarta dan masih banyak lagi murid-murid beliau yang mendirikan pesantren

    Tanggal 3 october 2003 tepat hari jum’at dini hari KH.Muhammad Dimyati dipanggil oleh Alloh SWT keharibaannya. Banten telah kehilangan sosok ulama yang karismatik dan tawadhu’yang menjadi tumpuan berbagai kalangan masyarakat untuk dimintai nasihatnya bukan hanya dari masyarakat Banten saja tapi juga umat islam pada umumnya. Beliau dimaqomkan tak jauh dari rumahnya di Cidahu Pandeglang. Hingga kini maqom tersebut selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di tanah air.

    Atas meninggalnya ulama krismatik di Desa Cidahu, Cadasari, Pandeglang-Banten, KH Abuya Muhammad Dimyati, hari Jum’at (3/10) umat Islam sangat kehilangan. Ulama besar yang jadi tumpuan berbagai kalangan masyarakat untuk dimintai nasihatnya bukan saja masyarakat Banten yang kehilangan, namun umat Islam umumnya.

  • MENGUJI KEWALIAN GUS DUR

    MENGUJI KEWALIAN GUS DUR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Tuan Guru Turmudzi Uji Kewalian Gus Dur, Ulama terkemuka dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Turmudzi Badruddin merupakan sahabat Gus Dur, dan orang yang sangat mempercayai kewalian Gus Dur, bahkan, ia sempat menguji, apakah Gus Dur termasuk wali atau bukan.

    Bagaimana ia menguji kewalian Gus Dur? Kisahnya bermula ketika Gus Dur meninggal dunia. Berita meninggalnya Gus Dur sekitar pukul 7 malam 30 Desember 2011 itu dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia dan seluruh masyarakat pun terkejut akan kejadian tersebut.
    />
    Ia bersama dengan rombongan malam itu pun langsung mencari tiket untuk penerbangan esok hari ke Surabaya untuk mengikuti pemakaman Gus Dur di Jombang. Kebetulan sekali, tibanya pesawat jenazah Gus Dur dari Jakarta dan penerbangan dari NTB hampir berbarengan.

    Dengan pengawalan, jenazah Gus Dur bisa melaju cepat dari Surabaya ke Jombang, sementara ia mengikuti dari belakang rombongan tersebut.

    Sayangnya, begitu memasuki Jombang mobil rombongan yang ditumpangi ketinggalan jauh dari mobil jenazah Gus Dur karena tumpah ruahnya para peziarah yang memasuki Jombang.

    Kemacetan pun sangat parah, mobil-mobil semuanya menuju pesantren Tebuireng, untuk mengikuti prosesi pemakaman. Karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ia pun mengajak teman-temannya berdoa.

    “Mari kita baca surat Alfatihah, jika Gus Dur benar-benar wali, maka kita akan diberi kemudahan,” katanya ketika berbincang dengan NU Online disela-sela rapat pleno PBNU di kompleks pesantren Krapyak Yogyakarta.

    Tiba-tiba saja, terdapat motor pengawalan (forider), yang memintanya untuk cepat-cepat bergerak sehingga ia dengan lancar dapat memasuki kompleks pesantren dengan gampang dan setelah itu, motor pengawal tersebut pun menghilang. (abi sorban)

  • KAROMAH KH CHAMIM JAZULI (GUS MIEK)

    KAROMAH KH CHAMIM JAZULI (GUS MIEK)

    SORBANSANTRI.COM
    Gurauan Gus Dur dan Gus Miek

    SORBAN SANTRI- Nama lengkap beliau adalah KH. Chamim Jazuli lahir dari seorang ulama besar di daerah Ploso, Mojo, Kediri Jawa Timur. Beliau adalah pendiri sema’an alquran dan jamaah Dzikrul Ghofilin.

    Sejak kecil Gus Miek, panggilan akrab beliau, sudah memiliki keanehan-keanehan. Beliau sering pergi dari rumah sampai Kyai Jazuli, ayah beliau, menganggap putranya hilang. Pada waktu di pesantren ayahnya, Gus Miek jarang sekali mengikuti pengajian di madrasah tetapi anehnya itu semua tidak membuat Gus Miek ketinggalan pemahaman tentang agama (kitab kuning) dengan santri-santri ayah beliau. Ketika diuji kemampuan Gus Miek dalam memahami agama malahan jauh melebihi santri-santri ayahnya yang setiap hari masuk dan mengaji di madrasah. Beliau kemudian berguru pada Kyai Dalhar Watucongol, Kyai Hamid Pasuruan, dll. Semua guru dari gus miek tersebut telah dikenal oleh masyarakat sebagai tokoh agama yang paling berpengaruh di daerahnya.

    Pada zaman beliau terdapat suatu ketetapan di organisasi Nahdhatul Ulama (NU) tentang thoriqoh. Organisasi NU menetapkan bahwa thoriqoh yang resmi dan diakui keberadaannya hanyalah thoriqoh yang mu’tabaroh artinya silsilah dari thoriqoh itu jelas sampai ke Nabi Muhammad SAW sedangkan thoriqoh yang tidak mu’tabaroh seperti thoriqohnya Sunan Kalijogo, Syaikh Siti Jenar itu tidak diakui keberadaannya. Sungguh tindakan yang sangat bijaksana menurut saya karena pada saat itu Gus Miek tidak memihak salah satu thoriqoh seperti yang dilakukan oleh kebanyakan kyai, tetapi gus miek malahan membuat suatu jama’ah dimana jama’ah tersebut berkumpul melakukan dzikir bersama tanpa harus diembel-embeli thoriqoh mu’tabaroh atau ghoiru mu’tabaroh yang diberi nama jama’ah Dzikrul Ghofilin. Ini merupakan suatu solusi yang bijaksana di mana beliau mampu mengakomodir segala kepentingan. Setiap orang bisa masuk ke jama’ah yang beliau dirikan baik dari kelompok mu’tabaroh atau ghiru mu’tabaroh bahkan orang bukan thoriqohpun bisa masuk pokoknya syarat utama untuk masuk jama’ah Dzikrul Ghofilin adalah islam.

    Gus Miek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh. Beliau lebih menyukai da’wah di kerumunan orang yang melakukan maksiat dibandingkan dengan menjadi seorang kyai yang tinggal di pesantren yang mengajarkan santrinya kitab kuning. Hampir tiap malam beliau menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur, keluar masuk club malam, bahkan nimbrung dengan tukang becak, penjual kopi di pinggiran jalan hanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalam kegelapan. Ajaran-ajaran beliau yang terkenal adalah suluk jalan terabas atau dalam bahasa indonesianya pemikiran jalan pintas.

    Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau interaksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid Pasuruan dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”Dzikrul Ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa. Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

    Gus Miek seorang hafizh (penghafal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, Gus Miek merasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan, beliaupun membentuk sema’an alquran dan jama’ah Dzikrul Ghofilin.

    Pernah diceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke discotiq dan di sana bertemu dengan Pengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras, Gus Miek menghampiri mereka dan mengambil sebotol minuman keras lalu memasukkannya ke mulut Gus Miek. Salah satu dari mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek, ”Gus, kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami? sampeyan kan tahu ini minuman keras yang diharamkan oleh Agama?” Lalu Gus Miek Menjawab, “Aku tidak meminumnya..! Aku hanya membuang minuman itu kelaut…”

    Hal ini membuat mereka bertanya-tanya, padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut. Diliputi rasa keanehan, Gus miek angkat bicara, “Sampeyan semua gak percaya kalau aku tidak meminumnya tapi membuangnya kelaut..?” Lalu Gus Miek Membuka lebar mulutnya dan mereka semua terperanjat kaget. Di dalam mulut Gus Miek terlihat laut yang bergelombang dan ternyata benar minuman keras tersebut dibuang ke laut. Dan saat itu juga mereka diberi Hidayah Oleh Alloh SWT untuk bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama.

    Itulah salah salah satu Karomah kewaliyan yang diberikan Alloh kepada Gus Miek.

    Jika sedang jalan-jalan atau keluar, Gus Miek sering kali mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Tidak lupa, beliau selalu mengenakan kaca mata hitam lantaran lantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang “masa depannya” suram dan tak beruntung di akherat kelak.

    Ketika beliau dakwah di semarang tepatnya di NIAC di pelabuhan tanjung mas. Niac adalah surga perjudian bagi para cukong-cukong besar baik dari pribumi maupun keturunan, Gus Miek yang masuk dengan segala kelebihannya mampu memenangi setiap permainan, sehingga para cukong-cukong itu mengalami kekalahan yang sangat besar. Niac pun yang semula menjadi surga perjudian menjadi neraka yang sangat menakutkan.

    Satu contoh lagi ketika Gus Miek berjalan-jalan ke Surabaya, ketika tiba di sebuah club malam Gus Miek masuk kedalam club yang dipenuhi dengan perempuan-perempuan nakal, lalu Gus Miek langsung menuju waitress (pelayan minuman). Beliau menepuk pundak perempuan tersebut sambil meniupkan asap rokok tepat di wajahnya, perempuan itupun mundur tapi terus dikejar oleh Gus miek sambil tetap meniupkan asap rokok di wajah perempuan tersebut. Perempuan tersebut mundur hingga terbaring di kamar dengan penuh ketakutan, setelah kejadian tersebut perempuan itu tidak tampak lagi di club malam itu.

    Pernah suatu ketika Gus Farid (anak KH. Ahamad Siddiq yang sering menemani Gus Miek) mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya, pertama bagaimana perasaan Gus Miek tentang Wanita. “Aku setiap kali bertemu wanita walau secantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja.., jadi jalan untuk syahwat tidak ada.” jawab Gus Miek.

    Pertanyaan kedua Gus Farid menayakan tentang kebiasaan Gus Miek memakai kaca mata hitam baik itu di jalan maupun saat bertemu dengan tamu. ”Apabila aku bertemu orang di jalan atau tamu aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampai mati. Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis, maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa aku sedang menagis.” jawab Gus Miek.

    Adanya sistem Dakwah yang dilakukan Gus Miek tidak bisa di contoh begitu saja karena resikonya sangat berat. Bagi mereka yang Alim pun sekaliber KH. Abdul Hamid (pasuruan) mengaku tidak sanggup melakukan dakwah seperti yang dilakukan oleh Gus Miek padahal Kh. Abdul Hamid juga seorang waliyalloh.

    Tepat tanggal 5 juni 1993 Gus Miek menghembuskan napasnya yang terakhir di rumah sakit Budi mulya Surabaya (sekarang Siloam). Kyai yang nyeleneh dan unik akhirnya meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih abadi dan bertemu dengan Tuhannya yang selama ini beliau rindukan. (abi sorban)

    Mari Kita Hadiahkan Bacaan Surat Al-Fatihah Untuk Beliau.. ALFATIHAH…

  • SEJARAH Ketupat LEBARAN

    SEJARAH Ketupat LEBARAN

    SORBANSANTRI.COMSORBAN SANTRI – Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.
    Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
    Arti Kata Ketupat.
    Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
    Ngaku lepat artinya mengakui
    kesalahan.
    Laku papat artinya empat tindakan.
    Ngaku Lepat.
    Tradisi sungkeman menjadi
    implementasi ngaku lepat (mengakui
    kesalahan) bagi orang jawa.
    Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan
    dari orang lain.
    Laku Papat.
    1. Lebaran.
    2. Luberan.
    3. Leburan.
    4. Laburan.
    Lebaran.
    Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.
    Luberan.
    Meluber atau melimpah, ajakan
    bersedekah untuk kaum miskin.
    Pengeluaran zakat fitrah.
    Leburan.
    Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
    Laburan.
    Berasal dari kata labur, dengan kapur
    yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
    Maksudnya supaya manusia selalu
    menjaga kesucian lahir dan batinnya.
    FILOSOFI KUPAT – LEPET
    KUPAT
    Kenapa mesti dibungkus janur?
    Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ).
    Bentuk fisik kupat yang segi empat
    ibarat hati manusia.
    Saat orang sudah mengakui
    kesalahannya maka hatinya seperti
    kupat yang dibelah, pasti isinya putih
    bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
    Kenapa? karena hatinya sudah
    dibungkus cahaya (ja’a nur).
    LEPET
    Lepet = silep kang rapet.
    Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
    Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.
    Betapa besar peran para wali dalam
    memperkenalkan agama Islam. Umat muslim sudah seharusnya memuliakan budaya atau ajaran yang telah disampaikan para wali di Indonesia ini.(Generasi Muda NU)

  • 10 Rahasia Santri, Anak Pondok Pesantren

    10 Rahasia Santri, Anak Pondok Pesantren

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dunia Pesantren memang dunia yang cukup asing karena aktifitas anak pondok pesantren dilakukan dibalik dinding yang kokoh, namun banyak rahasia atau kisah yang mungkin bisa bikin kita salut dan ngakak lihat tingkah lakunya, karena kebetulan saya anak pondok pesantren sahabat, langsung aja sahabat:

    1.Nggak Pernah/ Jarang make CD
    mayoritas orang tuh risih atau nggak nyaman kalo nggak make cd berbanding kebalik sama anak pondok yang kalo udah pulang dari sekolah udah banyak yang gk make cd terus cman make sarung doang sahabat udah kaya abis sunat deh pokoknya ditambah lagi kadang-kadang bercandanya manggil orang terus ditunjukin deh otong nya.

    2.Malu-malu kucing kalo ketemu lawan jenis yang satu pondokan
    kalo diSMA2 umum biasanya santai aja bergaul densahabat lawan jenis udah kaya nggak ada batasan eiiitss…. tapi beda sahabat kalo anak pondok dia paling nggak berani sama yang namanya lawan jenisnya apalagi kalo diblakang lagi banyak cewe nah tuh cowo harus lewat jalan itutuh nah sih cowo bakalan lari kebirit-birit kaya lagi dikejar

    3.Selalu punya motto kebersihan sebagian dari iman
    bagus sih sahabat mottonya kebersihan sebagian dari iman tapi tuh anak pondok bukan cuman busana dan perilakunya doang sahabat anak pondok paling jago sama yang namanya ngabisin makanan pernah suatu saat saya diundang buat tahlil dirumah orang yang lumayan kaya rumahnya gede banget sahabat naah kan disuruh makan tuh sahabat makanya prasmanan saya udah ada firasat2 gk enak nih tiba2 ustadz dari luar yang suruh baca tahlil mau makan sahabat dibukalah tutup piringnya dan woow semuanya bersih tanpa sisa sahabat dibilang malu ya malu tapi mau diapain lagi sahabat namanya anak pondok

    4.Punya sayap sahabat alias jago parkur
    maksudnya jago parkur anak pondok tuh selalu punya cara buat kabur sahabat entah itu lewat lantai 3 atau jendela pokoknya ada aja deh sahabat idenya sampe tuh ventilasi ditralis semua sahabat saking keselnya tuh ustad kali ya sahabat ? ya walaupun cuman beberapa anak doang sahabat ya tapi kaburnya anak pondok paling cuman kewarnet menghilangkan kejenuhan semata aja sahabat tapi jujur dulu saya sering banget yang namanya kabur dan nggak ada kapoknya sahabat pernah saya pas lagi kabur sama temen saya ketemu sama satpam terus diikutin smpe mana tau akhirnya saya punya ide untuk lewat portal karena tuh sisatpam naik motor akhirnya saya lewat hutan bambu yang serem abiis sahabat dan nggak ada lampu akhirnya temen saya nyari jalan dan saya cuman bisa berdoa sama ngikutin temen saya sahabat disitu saya kapok kabur lagi sahabat

    5.Anak pondok gak mau di bilang steril
    sahabat ini nih sahabat anak pondok emang bener2 supeer deh sahabat super joroknya contohnya: kalo makan langsung dilantai tanpa cuci tansahabat terlebih dahulu,minuman khasnya anak pondok air keran sahabat langsung nsahabatga dari sumbernya dan biasa dibilang air surga(sumur galian)

    6.cekatan dan bisa mengatur waktu
    waktu anak pondok bener2 sempit sahabat dalam 1 hari bisa kali dia cuman istirahat 4 jam yang bener2 istirahat nah disitu anak pondok dituntut untuk bisa mengatur waktu dalam hal siap2 dan lain sebagainya misalkan nyetrika kalo yang nyetrika rame dia harus mandi dulu pokoknya mau nggak mau dia harus mengatur waktu dan menggunakan sebaik-baiknya waktu yang sempit itu

    7.Bener2 menghargai yang namanya temen sahabat
    Dipondok saya dapet temen yang bener2 temen yang bisa saling menghargai bisa saling ngerti tidur sebelahan makan sepiring berdua kalo ada makanan selalu dibagi bareng2 walaupun cuman sedikit disinilah saya ngerti apa itu seorang temen

    8.Sangat menghargai orang tua
    Anak pondok bener2 menghargai yang namanya orang tua karena mereka selalu diajarkan untuk sopan dan selalu dicekokin ilmu agama setiap harinya terlebih lagi sama orang tua sendiri sahabat karena anak pondok tuh tau gimana sih susah hidup tanpa orang tua ternyata orang tua tuh bener2 kita butuhin dan pastinya anak pondok juga ngerasain pisah sama orang tua makanya dia lebih menghargai orang tuanya sahabat

    9.Kreatif
    anak pondok bener2 punya 1000 akal sahabat karena banyak2 ide2nya untuk buat kehidupanya yang mandiri itu lebih praktis contohnya kalo nyuci besoknya dipake kan pasti gk kering nah akhirnya mereka punya inisiatif buat meresnya make handuk terus dijemu didepan kipas

    10.Solidaritasnya luar biasa sahabat
    dibalik semua itu diem2 anak pondok punya solidaritas yang emang bener2 solidaritas sahabat pernah waktu itu ada satu anak yang gk bisa ikut ujian gara2 belom bayaran/nunggak akhirnya 1 angkatan sama2 prihatin dan mereka bareng2 nyari biaya lewat nyuci,jualan,dll walaupun cuman dipondok itu doang sahabat hebat y sahabat

    Sekian thread dari saya moga2 anak pondok pesantren jadi anak yang bisa ngubah negeri ini dimasa yang akan mendatang karena dinegeri ini kejujuran udah hampir musnah sahabat smoga bermanfaat untuk sahabat2 semua. (abi sorban)