Tag: banser

  • akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah  Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor

    akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor

    Infokom Ansor Banser – Sebuah akun dengan nama Aris Arisyiu Putra => https://www.facebook.com/aris.arisyiuputra telah melecehkan Ansor Banser dengan kata-kata kotor, yang diduga telah melanggar Pasal 45A ayat 2, pasal ini mengatur soal sebaran informasi yang bernada kebencian pada individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA. Pasal ini berbunyi:

    Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

    SORBANSANTRI.COM
    Ujaran Kebencian oleh pengguna Facebook

    akun tersebut benar-benar menantang dengan kata-kata Choirul Anwar,kcm,grobokan,masuk dari pertigaan gendingan desa boloh 100 mtr lewat rel sepur,OKE bos banser?

    Diharapkan kepada seluruh Ansor Banser untuk segera klarifikasi dan tanggap dengan kejadian tersebut.

    Record data sudah sebagian kami simpan. Beberapa cuplikan ujaran kebencian dapat dilihat di Fans Page Infokom Ansor Banser

  • PENGOBATAN GRATIS DAN RUQYAH

    PENGOBATAN GRATIS DAN RUQYAH

    GRAHA NU MWCNU PACET Rabu 11 Desember 2019 tidak terlihat seperti biasanya sangat ramai dan banyak orang, karena hari ini ada kegiatan Pengobatan gratis dan Ruqyah masal yang di laksanakan oleh MWCNU PACET melalui lembaganya NU CARE-LAZISNU.NU CARE-LAZISNU Pacet ini melaksanakan fungsi sosialnya untuk warga Lansia dan Dhuafa yang selama ini tidak mampu berobat. Kegiatan ini di dukung oleh semua Ranting NU, Banom dan semua Lembaga-lembaga yang ada di MWCNU Pacet.Peserta dari kegiatan ini adalah warga NU Lansia dan Dhuafa yg ada di masing-masing ranting NU, tiap-tiaap Ranting mengirimkan 6 orang peserta, total peserta yang tertangani adalah 120 org karena MWCNU Pacet terdiri dari 20 Ranting.Tim Medis yg hadir adalah dari Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Tim RUQYAH KYAI MOJO dari PCNU Kabupaten Mojokerto.Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut terutama keamanan dan perlengkapan di Back Up langsung oleh PAC GP ANSOR PACET beserta BANSER nya, Banser yg hadir dalam pengamanan ini sekitar 20 Personil.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • BANOM NU KECAMATAN PACET BERSATU

    BANOM NU KECAMATAN PACET BERSATU

    Masjid Darul Falah Desa Mojokembang Kecamatan Pacet, Ahad 08 Desember 2019 ratusan Ibu-ibu Warga Nahdliyin mengikuti Giat Rutin Diba’iyah dan Istighosah Kubro yang dipelopori oleh PAC FATAYAT NU & MUSLIMAT NU Kecamatan Pacet. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Camat Pacet, Pengurus Harian MWCNU Pacet, Tokok Agama, Tokoh Masyarakat & juga Perangkat Desa.

    Jalur yang extrim, naik turun, tikungan tajam, bahkan ada beberapa warga yang rela berjalan kaki dikarenakan takut dengan jalur tersebut, tapi tak sedikitpun melunturkan semangat mereka.

    Dibeberapa titik jalur extrim juga ada sahabat-sahabat Banser yang siaga mamantau Lalu lintas, dan juga ada yang bertugas mengatarkan jamaah ke lokasi.

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • Tausiyah Habib Ali al-Jufri kepada Banser

    Tausiyah Habib Ali al-Jufri kepada Banser

    https://youtu.be/-e2_SEVPaz8
    Habib Ali al-Jufri

    Infokom Ansor Banser NU-Habib Ali al-Jufri kepada Banser “mata-mata yg tidak menangis di hari kiamat adalah mata mereka yg tidak tidur utk menjaga keamanan manusia” Lihat ekspresi pak Banser, saat mendengar tausiyah Habib Ali, tidak ada terdengar teriakan dan pekikan takbir, malah mewek sambil berdoa, kenapa?! Karena selama ini Banser menjaga keamanan, kemanusiaan, negara dan bangsa bukan untuk gagah-gagahan. Itu semua karena gerakan dr hati ruhani untuk melaksanakan perintah ulama-kiai.

  • BANSER 2.500 HADIR RAKORNAS

    BANSER 2.500 HADIR RAKORNAS

    SUKOHARJO — Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (Banser GP Ansor NU) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 di Kartasura, Sukoharjo, Sabtu-Minggu (7-8/12/2019).

    Rakornas ini tetap berjalan sesuai jadwal kendati sempat muncul kericuhan antara dua kelompok massa di depan Kantor PCNU Solo pada Jumat (6/12/2019).

    Acara tersebut bakal diikuti 300 peserta yang terdiri atas Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Kasat Korwil) se-Indonesia dan Kasat Koordinator Cabang (Korcab) se-Jawa.

    Setiap Kasat Korwil akan membawa delapan satuan khusus Banser yang meliputi Datasemen Khusus 99 (Densus 99) Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser penanggulangan Kebakaran (Balakar), Banser Lalu Lintas (Balantas), Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada), Banser Maritim (Baritim), Banser Provost, dan Banser Protokoler.

    Sekretaris Panitia Rakornas lokal, Gangga Bagus Bagaswara, mengatakan acara pembukaan Rakornas bakal dibuka langsung Ketua Umum PP GP Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas, atau yang sering dikenal Gus Tutut, pada Sabtu (7/12/2019) pukul 13.00 WIB.

    “Pada acara pembukaan akan dihadiri oleh para kiai se-Soloraya dan anggota Banser se-Soloraya sebanyak 2.500 anggota. Selain itu juga akan dihadiri pengurus PP GP Ansor,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Pucangan, Kartasura, Jumat (6/12/2019).

    Menurutnya, acara pembukaan Rakornas akan dilaksanakan di Gedung PKP Desa Ngabeyan, Kartasura. Sementara itu untuk kegiatan selama dua hari diadakan di Pondok Pesantren Al-Istiqomah.

    “Pada Rakornas kali ini mengusung tema Solid Satu Komando. Pada intinya Rakornas ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Banser di seluruh Indonesia,” kata Gangga

  • RIYANTO BANSER NU

    RIYANTO BANSER NU

    Sederhana namanya mudah di ingat. Seorang banser nu yg rela berkorban nyawa demi menyelamatkan ratusan jemaah gereja yg sedang melaksanakan misa natal. Banyak orang bertanya kenapa seorang RIANTO mau berkorban nyawa demi jemaah gereja tersebut. Tapi yg jelas RIANTO adalah sosok yg pantas di banggakan bukan karena aksi heroiknya membawa lari bom dari dalam gereja tapi demi berjalannya ibadah jemaah gereja. Memang tidak salah kalo dia diberi predikat pahlawan toleransi. Semoga pengorbananmu menjadi contoh bagi kami generasi muda.

    SORBANSANTRI.COM

    19 tahun RIANTO. Kami akan selalu mengingat jasamu. #riyanto_bansernu

    #riyanto_pahlawan_toleransi

  • HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    Infokom Banser MJK-19 tahun silam, tepatnya Desember tahun 2000, Sahabat Riyanto seorang Anggota Banser Kota Mojokerto mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan saudara-saudara umat Kristiani dalam Perayaan Misa Natal di Gereja Eben Haezer. Beliau meninggal akibat meledaknya bom yang diterorkan digereja tsb.
    Apa yang dilakukan Alm. Riyanto merupakan tauladan bagi kita semua, bahwa kita adalah umat beragama yang hidup di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah kita, tidak boleh ada sekat hanya atas nama agama, suku, ras, dsb. Yang ada adalah INDONESIA.

    https://www.youtube.com/watch?v=6tyVB14OtYo

    Hari ini yang harus dilakukan tidak boleh hanya sekedar refleksi dan perenungan, akan tetapi aksi nyata untuk terus menghidupkan semangat Bhinneka Tungggal Ika ditengah-tengah upaya segelintir oknum yang menggerogoti dan mendistorsi kemajemukan yang menjadi identitas Indonesia.
    Sebagai Kader Ansor khususnya, ini adalah amanah & tanggung jawab utama kita untuk mengejawantahkan cita-cita organisasi dalam dinamika ke-Indonesia-an. Apapun resiko, situasi, dan kondisinya kita tidak boleh mundur sedikitpun demi masa depan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

    ( GUS IPUNG )

  • Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    SORBANSANTRI.COM
    Sumber : Muhammad aun
    Dirosatul Ula di Sulang – Rembang
    Sabtu, 16/02/2019
    wp.sorbansantri.com- Pada suatu ketika diadakannya Diklatsar Banser di suatu daerah luar Jawa
    Ada ratusan yg mengikuti kegiatan Diklatsar yg di laksanakan oleh GP Ansor yg selalu di awali di hari Jumat setelah sholat Jumatan sampai pembaiatan di Ahad malam.
    Namun yg menarik disini adalah ada salah satu calon peserta Diklatsar tsb yg datangnya telat yaitu pada sabtu paginya dia naik sepedah motor butut miliknya, dia berangkat dari rumah pada hari Jumat setelah jumatan karena jarak dari rumah kelokasi Diklatsar sangat jauh harus melintasi hutan belantara yg luas dan perjalanan yg panjang
    Waktu sudah sore setelah melaksanakan sholat ashar sebelum perjalanan memasuki hutan. Diapun melanjutkan perjalanannya dgn sepedah motor bututnya, Ditengah2 hutan belantara sepedah motornya masuk tergelincir di selokan pinggir jalan.
    Dia seorang diri tidak bisa mengangkat sepedah motornya yg masuk selokan tadi. Akhirnya diapun menunggu pengguna jalan yg lewat. Sampai fajar tiba dia menunggu orang yg lewat melintasi jalanan tersebut untuk dimintai tolong membantu mengangkat sepedah motornya.
    Namun yg aneh tiba2 ada seorang laki2 sepuh berjalan kaki dgn tongkat ditangannya datang menghampirinya
    Laki2 sepuh tadi bertanya :
    Kakek : Kamu mau pergi kemana Nak?
    Pemuda : Saya mau pergi mengikuti kegiatan Diklatsar Kek…
    Kakek : Diklatsar itu apa?
    Pemuda : Diklatsar itu pelatihan prajurit NU kek…
    Kakek : Sepedah kamu kenapa?
    Pemuda : Terperosok ke selokan kek…
    Kakek : Baik saya bantu
    Tiba2 kakek tersebut membantu mengangkat dan menarik sepedah motor pemuda itu dan akhirnya sepedah motornya sudah berada dijalanan. Lalu Kakek itu berpesan :
    Kakek : Nak, silahkan lanjutkan perjalananmu menjadi Banser NU. Dengan begitu kamu akan menjadi Santri para Ulama’ pendiri NU. Jadilah Santri yg patuh dan taat pada kyai2mu
    Pemuda : Insyallah Kek, Terima kasih sudah dibantu
    Setelah kejadian fajar itu, sampailah pemuda itu ditempat Diklatsar Banser. Dia mengikuti disetiap semua Materi yg di berikan oleh para Instruktur dan Senior2nya
    Tibalah materi Rihlah (Silaturrohmi ke rumah Kyai daerah tsb), Pemuda itu dan ratusan peserta lainnya masuk ke dalam Rumah sang kyai
    Pemuda itu melihat Photo berukuran besar di dinding ruang tamu sang kyai itu. Dia bertanya kepada salah satu Instruktur.
    Pemuda : Wajah laki2 sepuh di photo itu siapa?
    Instruktur : Dia adalah KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU)
    Pemuda : Masyallah…!!!
    Seketika pemuda itu bercucuran meneteskan air mata karena Haru, Bangga dan Heran
    Pemuda : Masyallah, Laki2 sepuh itulah yg menolong saya ketika Sepedah motor saya tergelincir di selokan jalanan tengah hutan belantara saat perjalanan saya mengikuti Diklatsar ini
    Instruktur : Masyallah, benarkah
    Pemuda : Benar, ternyata beliau adalah Mbah Hasyim yg menolong saya Masyaallah
    Instruktur : Alhamdulillah, kamu ternyata salah satu dari kami yg mendapatkan Karomah Beliau
    Akhirnya pemuda tersebut semakin mantab dalam mengikuti Diklatsar dan menjadi Banser yg tangguh militansinya
    Semoga kita semua tetap tangguh untuk menjadi Santri NU dan kian MANTAB menjadi BANSER .
    Kepada Beliau para Pendiri dan Ulama’ NU Alfatihah … Aamiin
  • Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

    Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

     

    SORBANSANTRI.COM

    Pamekasan, NU Online Jatim

    wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).

    Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.

    Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.

    Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

    Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.

    “Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.

    Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.

    Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.

    Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.

    Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.

  • ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL

    ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Dalam rangka meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa, Ansor sebagai bagian dari generasi muda yang mau tidak mau akan menjadi pewaris sejarah bangsa, sudah selayaknya hadir untuk ikut menata keutuhan negeri. Akan sangat menyebalkan bukan,, bila nanti warisan yang mesti dipegang itu berupa kerusakan yang butuh banyak membuang sumberdaya untuk memperbaikinya?
    Dalam kondisi mental dan fisik yang sedang di tempa berbagai kenyataan seperti saat ini, masyarakat mesti cerdas mengambil sikap, bukan diam pasrah terhadap tantangan pandemi maupun gonjang-ganjing politik yang makin membingungkan, ya membingungkan bagi yang tidak punya pegangan yang kuat, diam pasrah tergerus-bergerak berlebih bakal terberangus.

    Apel virtual cara terbaik mewakili kebersamaan, toh di jaman kekinian ruang dan waktu mestinya memang bukan lagi jadi halangan untuk terus bersama-sama berjuang. Ilmu dan teknologi telah memberi kemudahan, jangankan untuk hal-hal baik, untuk Kenakalan-kenakalan dan kejahatan saja sudah beralih model menjadi kenakalan virtual.
    Pembatasan dan jaga jarak mesti dilaksanakan, karena sejauh ini, hanya hal itu yang paling mudah untuk kita lakukan untuk melawan Covid-19, selebihnya percayakan kepada para ahli untuk menjalankan amanah yang semoga mereka senantiasa bisa dipercaya. Disisi lain pembatasan yang berakibat pada tergantikannya model komunikasi antar warga dari komunikasi nyata ke komunikasi maya, bukan tidak mungkin mengakibatkan distorsi informasi yang makin meningkat.
    Keringanan jari dan kemudahan menangkap informasi, akan jadi hal yang salah kaprah bila pada jalurnya terdapat oknum-oknum yang pandai menari, bukan di atas luka saja, tetapi juga menari untuk mengorek menyayat agar melahirkan luka. Menjaga garis komando secara penuh semoga menjadi cara terbaik untuk menghindari salah kaprah, bilapun nanti ada komando bergerak telah diturunkan, semua telah terbiasa siaga satu komando. (banser banyumas)