






SORBAN SANTRI- Lagi-lagi terjadi di Indonesia. Hak beribadah dijadikan musyawarah. Musyawarahnya pun musyawarah tanpa peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sama sekali tidak ada perwakilan dari gereja, lembaga Kristen, Bimas Kristen atau setidaknya dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Lalu setelah itu pihak desa sok bijak meminta Sumarmi memenuhi persyaratan SKB dua menteri sebelum melakukan pembangunan rumah ibadah. Sementara sebelumnya, renovasi rumah Sumarmi tiba-tiba jadi polemik setelah berhembus kabar bahwa kediaman Sumarmi akan dijadikan gereja gara-gara bentuk renovasi rumahnya menyerupai gereja lengkap dengan glassblock salib di eksterior depan bagian atas. Sumarmipun sudah mengalah menghilangkan glassblock itu sehingga tidak ada salib.


SORBAN SANTRI- Rancangan Kerja suatu organisasi adalah agenda penting dalam melihat jalan dan tidaknya suatu organisasi. Dan alhamdulillah PAC GP Ansor Kecamatan Pacet sudah banyak melakukan kegiatan bahkan menjadikannya sebagai rutinitas seperti Pembacaan Manaqib dan Majlis Sholawat dan Dzikir. Meskipun masih ada juga yang belum terlaksana akibat padatnya jadwal kegiatan diluar rancangan apalagi adanya wabah covid-19 ini.
[su_youtube url=”https://youtu.be/M2E1d1qFzls”]
Dan yang patut dibanggakan dalam masa kepemimpinan sahabat Mujibur Rohman adalah masih optimis bisa melaksanakan agenda-agenda kegiatan yang belum tercover selama 3 bulan kedepan. Kita butuh kekompakan.. kita butuh semangat… keberanian, fokus dan cerdik apalagi saat ini dimasa musim pandemi, Kata Mujibur Rohman selaku Ketua PAC GP Ansor Pacet Mojokerto.
Untuk mensukseskan agenda tersebut maka, disela rapat diadakannya pembagian 3 komisi dengan harapan bisa fokus untuk masing-masing rencana kegiatan yaitu Komisi A (keansoran), B (kebanseran) dan C (rijalul ansor). dan Alhamdulillah tiap-tiap komisi dapat melaksanakan rencana kerjanya dengan cepat, untuk kegiatan 3 bulan kedepan.
Dalam kegiatan RAKERANCAB II PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO, yang diadakan pada Hari Sabtu, 28 September 2020, dimulai pukul 15.00 wib, dan bertempat di Balai Desa Cepokolimo, yang kebetulan Kepala Desa Cepokolimo adalah anggota PAC GP Ansor Kec. Pacet juga yakni Sahabat Mahfudz Sulaiman. Mudah-mudahan sahabat-sahabat Ansor Banser nanti bisa menjadi Kepala Desa di Desanya masing-masing seperti Sahabat Mahfudz Sulaiman, Kata Sekretaris Umum PC GP Ansor Kab. Mojokerto sahabat Mokh Yunus.

Alhamdulillah acara RAKERANCAB II PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO ini Sukses dan dilaksanakan dengan Lancar. Dan dihadiri oleh ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto, Gus Ali Muhammad Nasih dan Hampir semua anggota Ansor, Banser dan Rijalul Ansor menghadiri kegiatan tersebut. (abi SORBAN)


SORBAN SANTRI – Puluhan anggota barisan Ansor serbaguna ( Banser) Sei Beduk, Minggu ( 20/09/2020) melakukan penyemprotan/fogging di kelurahan Tanjung Piayu. Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Muhammad Fajri selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Sei Beduk mengatakan bahwa DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi dikala musim hujan seperti. Untuk itu mengantisipasi penyebaran DBD maka diadakan fogging.
“Gerakan Pemuda Beserta kader-kader Banser Kecamatan Sei Beduk dan Ranting telah menyatakan waspada DBD pada bulan September sampai akhir tahun 2020 nanti.” Kata Fajri.
Fajri juga menambahkan bahwa pelaksanaan Foging ini menyasar ke titik yang dinilai rawan penyebaran DBD. “Hari ini ada tiga titik yang menjadi konsentrasi kami. Pertama di RW 13 Perumahan kav. Pancur. Kedua di kavling pancur dan terahir di perumahan bukit lestari. Ada 9 RT di sana.” Ujar pria pencinta shalawat ini.
Sementara itu, Nur Wahidin ketua RW 01 Tanjung Piayu yang ikut dalam kegiatan fogging mengatakan sangat berterimakasih kepada teman-teman Banser yang telah melakukan penyemprotan di wilayahnya.
“Saya selalu Ketua RW 01 mengucapkan terimakasih, kawan-kawan Banser atas sudah melakukan pencegahan dini di lingkungan kami. semangatnya sungguh luar biasa. Saya juga meminta kepada warga RW 01 untuk selalu menerapkan hidup sehat.” Ucap pria yang biasa disapa pak nur ini.
Ditemui di tempat terpisah, ustadz Aziz Elmuna penasehat Gerakan Pemuda Ansor Sei Beduk mengatakan pentingnya juga menerapkan pola 3 M dalam kehidupan sehari-hari. “3 M itu yakni menguras, menutup dan mendaur ulang.” Ujar ustadz Aziz.(m. Fajri Sei Beduk)


SORBAN SANTRI- Jum’at, 18 September 2020, MWCNU Kec. Gedeg Mojokerto melakukan giat rutin malam lailatul ijtima’ yang sudah dilaksanakan setiap bulan sekali dengan pelaksanaan berpindah-pindah lokasi yang biasanya selalu diadakan di masjid-masjid. Dan kegiatan saat ini bertempat di Masjid Nur Al Alim Dusun Simpang Desa Sidoharjo Kec.Gedeg.
Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 18.00 wib – selesai yang diikuti oleh 14 Ranting dalam 1 MWCNU Kec. Gedeg Mojokerto. puluhan jama’ah warga NU se-Kecamatan Gedeg Mojokerto. Dengan harapan agar lingkungan sekitar kota mojokerto utara brantas selalu kondusiif dan alhamdulillah BABINSA turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kasatkoryon banser kecamatan gedeg mojokerto sahabat Bin Afwan melakukan koordinasi yang sangat bagus dengan Ketua PAC GP Ansor Kec. Gedeg Mojokerto mengenai pengawalan dan pengamanan kegiatan Lailatul Ijtima’ tersebut apalagi dengan adanya peristiwa-peristiwa penusukan terhadap Syeikh Ali Jubair baru-baru ini.
Dalam pelaksanaan Pengawalan dan Pengamanan, semua Barisan Ansor Serbaguna ( BANSER ) mengenakan atribut lengkap ( PDL ) dan memakai masker sebagai bentuk kewajiban yang saat ini lagi marak pandemi covid-19 di Negara Indonesia ini.
Mudah mudahan sahabat banser selalu diberikan kesehatan, kelapangan waktu dan rejeki yang barokah agar tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai pengawal Aqidah Annahdliyah.. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (Azik Abdul Ghoni SORBAN).


SORBAN SANTRI- Kalimat ini pastilah sangat familier bagi Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan para pecintanya. Digaungkan membahana menebar semangat yang luar biasa.
Namun, belum banyak yang tahu bahwa penggalan kalimat ini bukanlah kalimat biasa. Namun, kalimat penuh karomah yang pernah diucapkan oleh perempuan mulia pada zaman Rosulullah SAW.
Beliaulah sahabiyah mulia Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. Beliau inilah yang berhasil melobi duta Islam Sayyidina Mus’ab Bin Umair RA supaya bisa langsung bersyahadat di hadapan Rosulullah SAW.
Maka masuklah beliau dalam rombongan Bai’at Aqobah Kedua dan masuk jajaran assabuqunal awwalun dari kalangan Anshor. Tentu saja hal ini merupakan kejadian langka pada zamannya. Peristiwa luar biasa ini sampai diabadikan Gusti Allah dalam firmannya di QS Al Mumtahanah:12.
Bunda Nusaibah inilah yang termasuk turut mengkondisikan Madinah sehingga menjadi tempat ternyaman untuk dakwah Rosulullah, sebab penduduknya sudah banyak yang menerima ajaran Islam.
Beliau pulalah yang tampil luar biasa dengan memberikan “bonus” bagi perempuan yang berkenan masuk Islam akan diajarkan baca tulis. Dari jasa beliau inilah kelak di kemudian hari lahir generasi-generasi jenius dari ibu-ibu yang jenius. Yang mendakwahkan Islam hingga seluruh penjuru dunia.
Dikisahkan, suatu pagi buta, ketika penduduk Madinah masih terlelap, beliau melihat kepulan debu dari kejauhan. Ini bukan pertanda baik. Ini merupakan pertanda ada musuh dengan pasukan berkuda dalam jumlah besar hendak menyerang Madinah.
Perempuan agung ini segera masuk rumah. Membangunkan suami tercintanya. Sayyidina Sa’id Bin ‘Ashim RA. Beliau mengambil pedang dan memberikan kepada suaminya. Meminta supaya segera memberitahu Rosulullah.
“Jangan kembali pulang sampai kita menang…!!!”. Itulah kalimat yang beliau ucapkan kepada sang suami. Sayyidina Said melapor kepada Rosulullah.
Kaum Muslimin segera menggalang kekuatan. Menghadang penyerang di luar kota Madinah, di sekitar Bukit Uhud. Adapun Bunda Nusaibah tidak mau ketinggalan. Beliau segera menyiapkan perbekalan dan obat-obatan bagi para pejuang.
Tibalah perang berkecamuk. Ketika pasukan Muslimin lengah, mengira bahwa musuh telah kalah, maka pasukan pemanah yang ada di bukit turun.
Kesempatan ini dipakai oleh pasukan kafir menyerang kembali barisan kaum Muslimin. Lalu kocar-kacirlah barisan ini. Orang-orang bubar dari sekitar Rosulullah.
Bunda Nusaibah meminta suaminya melindungi Rosulullah. Karena semua energi musuh ditujukan untuk menghabisi Kanjeng Nabi, maka jebollah pertahanan Sayyidina Sa’id. Beberapa kali tebasan pedang musuh mengakhiri pertahannya. Menuntaskan tugas mulia sebagai talangpati Rosulullah.
Dan yang terjadi bisa ditebak. Pasukan kafir semakin merangsek ke arah Kanjeng Nabi. Beliau hanya menangkisi serangan dari berbagai penjuru hingga pelipis beliau terserempet anak panah.
Melihat kejadian ini membuat Bunda Nusaibah segera bertindak. Beliau mengambil pedang dan menaiki kuda seraya memecah kepungan.
Membabat puluhan tentara yang hendak melukai Rosulullah. Para Sahabat melihat kejadian ini terpesona luar biasa. Menyaksikan seorang perempuan menjadi perisai Rosulullah SAW.
Lalu Para Sahabat Mulia merapatkan barisan dan berhasil memukul mundur Barisan Kafir. Kejadian ini membuat Bunda Nusaibah mendapatkan luka yang sangat parah sehingga jatuh pingsan. Beliau tidak sempat melihat akhir perang Uhud ini.
Ketika bangun, beliau tidak bertanya tentang suami dan anaknya yang turut menjemput janji syahidnya. Yang beliau tanyakan adalah, “Bagaimana keadaan Rosulullah?”
Ketika dijawab bahwa Baginda dalam kondisi tak kurang suatu apapun, beliau tersenyum bahagia, “Asalkan Baginda Rosul baik-baik saja, apapun yang terjadi maka biarlah terjadi”.
Semoga cerita ini menjadi teladan bagi Ansor dan para pecintanya. Kepada perempuan NU terutama.
Jadi, semangatlah selalu. Dan ketika Mars Banser dikumandangkan, turutlah bersemangat. Ngalap berkah Bunda tercinta kita Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. (Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad…). (abi sorban)
Sumber : Aby Fidzi


SORBAN SANTRI- Saya tidak ingat betul, Tapi kira-kira seperti itulah, kalimat terahir ketika mengikuti lomba pidato di sekolah saya beberapa puluh tahun yang lalu. Itupun kalimat tersebut saya kutip dari da’i kondang Zainuddin MZ.
Jadilah ketika saya mengatakan, ” ” Hidupkan agama, jangan malah cari hidup dari agama,” Itu persis mencontohkan gayanya Zainuddin MZ yang sedang memberikan tausiyah kepada jamaah.
Ceritanya waktu itu, sehari sebelum mengikuti lomba pidato saya masih kelabakan mencari judul yang pas. Akhirnya atas usulan teman, saya diberikan kaset bajakan yang isinya ceramah Zainudin MZ. Setelah dengan susah payah mendengarkan seluruh isi ceramah dai kondang tersebut, saya kemudian lantas dengan seketika jatuh cinta dengan gaya penyampaian yang iya bawakan.
Jika hari ini misalnya kembali akan diadakan lomba pidato antar alumni SD, tentu saya akan menolak untuk berpartisipasi lagi. Ya bukan apa-apa takutnya nanti model ceramah saya tidak sesuai dengan selera keinginan masyarakat. Itu bisa dimaklumi karena memang hari model ceramah-ceramah agama bukan main banyaknya. Ada yang sambil membentak-bentak, kemudian setelah itu, meneriakan kalimat takbir. Ada yang dengan santun. Ya, pokoknya macam-macam.
Selain itu juga, isi pesan dari penceramah kita hari ini kan juga beragam. Ada yang mengajak untuk poligami saja, ada banyak. Bahkan pernah berseliweran digrup-grup WhatsApp cara cepat memperoleh istri empat. Ada yang senangnya membahas soal kafir, itu juga banyak. Bahkan masih ada para penceramah yang sering mengaitkan isi ceramah dengan kebangkitan PKI.
Inilah problem kita hari ini. Da’i atau penceramah sering kali menyampaikan hal-hal yang membuat masyarakat kebingungan. Bisa jadi dikarenakan ketidaktahuannya akan suatu persoalan atau memang sebuah setingan untuk menaikkan pamor dari da’i tersebut. Jangan dikira setingan itu hanya kehidupan artis saja.
Pernah dalam satu tayangan live di salah satu stasiun televisi swasta, seorang da’i menyampaikan kalimat yang penuh kontroversial. Bahkan menurut saya ini keterlaluan tak pantas diucapkan seorang penceramah apalagi ini live disaksikan oleh jutaan orang di seluruh Indonesia.
” Salah satu kenikmatan yang ada di dalam surga adalah pesta seks. Minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Dan kenikmatan terbesar yang diberikan oleh Allah SWT di surga adalah pesta seks.”
Meski akhirnya sang dai meminta maaf atas kekeliruannya tapi video kontroversi tersebut telah beredar dan terus saja menjadi konsumsi publik. Begitu juga dengan para pemirsa yang terlanjur telah mendengar kalimat tersebut. Akan terus tertanam dibenaknya tentang pembenaran si da’i tersebut.
Ada banyak lagi contoh kasus di mana sang dai lewat isi ceramah-ceramahnya menuai kontroversi di masyarakat luas. Salah satu yang cukup menyedot perhatian dan energi ialah kontroversi ialah ucapan ustadz Evi Afandi yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah sesat. Dan anda pasti bisa menebak dengan benar apa yang dilakukan ustadz tersebut. “Minta maaf.”
Jika mau diulas satu demi satu maka tulisan ini akan penuh dengan berbagai macam kontroversi yang ditimbulkan oleh para dai. Hal semestinya tidak harus sampai terjadi jika memang para dai itu punya standar yang jelas, kompetensi ia miliki sudah tidak diragukan lagi. Dan tidak perlu lagi membuat klarifikasi permintaan maaf atas kekeliruannya dalam menyampaikan tauziah. Saya sudah sangat muak dengan pengulangan-pengulangan itu.
Itulah kenapa ketika Kemenag ingin mensertifikasi para da’i, saya pun dengan seketika menyatakan setuju. Layaknya seperti mas Anang Hermansyah dalam program pencarian bakat ketika ditanya oleh pembawa acara dengan spontan ia menjawab. “ Aku sih yes”
Setidaknya dengan adanya sertifikasi da’i akan mengurangi potensi-potensi ceramah agama yang dapat menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat. Karena dengan sertifikasi akan ketahuan mana yang benar-benar ulama mana yang mengaku-ngaku sebagai ulama.
Selama ini batasan itu belum jelas, siapa saja yang berhak memberi tausiyah. Apa kompetisinya, bagaimana penguasanya terhadap suatu persoalan dan masih banyak lagi syarat harus dimiliki. Barulah kemudian ia diberi mikrofon.
Bayangkan saja hampir setiap hari kita itu selalu bersinggungan dengan para da’i atau mendengarkan ceramah. Mulai dari tayangan di televisi, ribuan konten ceramah di berbagai platform media sosial yang begitu mudah di share. Belum lagi kegiatan-kegiatan seremonial kita selalu menghadirkan para da’i. Mulai dari perkawinan sampai peresmian kantor bahkan sekarang ditempat kerja pun ada semacam kajian yang harus diikuti oleh setiap karyawan.
Sertifikasi da’i sebenarnya juga menguntungkan para da’i itu sendiri. Minimal sang da’i tersebut akan bebas berceramah di mana saja selama masih di wilayah Indonesia, tanpa takut akan terjadinya persekusi.
Kekhawatiran dengan adanya sertifikasi da’i akan menjadi kontrol bagi penguasa sebenarnya adalah hal yang tak perlu terlalu dirisaukan. Layaknya seperti jargon yang sering kita dengar, “Kalo bersih kenapa harus risih”.
Dokter saja ketika ingin membuka praktek harus mengantongi surat izin dari pemerintah, begitu juga dengan pelatih sepakbola jika ingin melatih klub sepakbola haruslah mempunyai lisensi atau sertifikat baru kemudian bisa melatih. Itu Artinya menandakan bahwa pentingnya sebuah keahlian, nah untuk membuktikan kita ahli dalam bidang tertentu ya mestilah diuji dahulu.
begitu pula profesi da’i memang benar-benar harus diisi oleh orang yang mumpuni, yang mengerti dengan agama. Hingga yang keluar dari tenggorokannya ajakan untuk selalu menebar kebaikan, berdakwah dengan carxa merangkul bukan memukul. Mengajak bukan membentak. (m.arfah ansor batam)




SORBAN SANTRI – Jumpa kembali di Rutinan Malam Selasa Wage “Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor” Pimpinan Ranting GP. Ansor Desa Tamansari – Karanglewas. Merupakan acara yang di nanti – nanti para pemuda pemudi pecinta Dzikir dan Sholawat di Desa Tamansari.
Senin (14/09/2020) tadi malam di cuaca langit yang gelap namun bukan mendung,dengan dihiasi cahaya – cahaya bintang yang gemerlap,menjadikan semangat para jama’ah untuk hadir di Majelis yang Insya Alloh penuh akan Barokah. Dibawah langit yang indah para jama’ah dengan khusu’ menundukan kepala dan mengangkat kedua tangan untuk bermunajat,mengharapkan Bumi tercinta Indonesia kembali Normal seperti dahulu kala.
Lantunan sholawat dengan semangat dialunkan para jama’ah dengan kompak,sampai akhir acara yang di tutup dengan do’a Maulid Simthuduror acara berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.
Kebersamaan tetap terjalin sampai titik penghabisan Nasi yang kita bikin Lengseran atau makan bersama dengan memakai nampan / tampah dan dimakan bareng – bareng dengan 4/5 orang dalam 1 wadah.
Semoga acara Rutinan ini tetap Istiqomah sebagai salah satu Syi’ar menjaga amaliyah Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah..Amiin.(SORBAN TAMANSARI)
#RijalulAnsor
#AnsorBanser
#BanserBanyumas
#Aswaja
#IpnuIppnu
#Sholawat


SORBAN SANTRI – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sei Beduk kembali mengamanahkan Tapuk pimpinan kepada sahabat Muhamad Fajri
Konferancab yang mengambil tema Mengamalkan Aswaja NU dan Menjaga NKRI Harga Mati, dibuka oleh Rahmad Budi Harto, S.E M.Si ketua Pimpinan Wilayah gerakan pemuda Ansor provinsi Kepri, Minggu ( 13/09/2020).
Dalam sambutannya Rahmad mengajak kepada seluruh kader-kader Ansor Banser untuk tetap aktif dan eksis serta selalu menjaga silaturahmi. ” Tetap mengedepankan silaturahmi jaga kekompakan”.
Rahmad juga menambahkan bahwa Ansor Banser harus tetap satu komando, tidak boleh melangkah sendiri-sendiri tanpa komando. Ia juga berharap Konferancab Sei Beduk ini menghasilkan pemimpin yang amanah dapat bekerja dan membesarkan Ansor Banser di Sei Beduk.
“Iya, harapanya siapapun yang terpilih menjadi ketua untuk tetap mengedepankan etika dan silaturahmi. Rangkul semua stackholder dan kibarkan bendera Ansor Banser di Sei Beduk setinggi-tingginya.”
Sementara itu ketua terpilih Ansor Sei Beduk Masa Khidmat 2020-2022, Muhammad Fajri mengatakan Konferancab ini harus dijadikan sebagai media untuk konsolidasi organisasi, bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Dengan memperbanyak silaturahmi akan menumbuhkan semangat kekeluargaan.
“KonferAncab ini harus dijadikan sebagai media untuk konsolidasi organisasi dan terus memperkuat jati diri dan akar historisnya sebagai gerakan moral kemasyarakatan yang lahir dan dibesarkan oleh Nahdalatul Ulama.” Kata Fajri.
Untuk diketahui, Konferancab PAC Ansor Sei Beduk dilaksanakan di Mako Banser Sei Beduk, kelurahan mangsang. Selain dihadiri oleh Ketua PW Ansor Kepri terlihat juga jajaran Pengurus Cabang Ansor Batam. Selama Konferancab berlangsung, panitia menghimbau untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan menggunakan masker.(SORBAN Sei Beduk)