Tag: Nahdlatul Ulama

  • Habib Luthfi: Pimpinan Sadati ‘Alawiyyin yang Diakui dalam Mimpi Rasulullah

    Habib Luthfi: Pimpinan Sadati ‘Alawiyyin yang Diakui dalam Mimpi Rasulullah

    wp.sorbansantri.com – Sebuah peristiwa menarik terjadi ketika seorang Habib Sepuh dari Kota Pasuruan, Fam Assegaf, bertanya kepada Habib Luthfi tentang Alawiyyin. Dalam pertemuan itu, Habib Luthfi menceritakan mimpi yang menjadi saksi atas peran pentingnya dalam dunia spiritual.

    Dalam mimpi tersebut, beliau disuruh bertabaruk kepadanya oleh Baginda Rasulullah, sebagai pimpinan Sadati ‘Alawiyyin di zaman ini. Habib Luthfi menjelaskan bahwa setahun yang lalu, ia mendapat amanat langsung dari beberapa guru Thoriqoh terkemuka, termasuk Syekh Ahmad At-Tijani yang memegang posisi paling depan di antara mereka. Amanat tersebut menguatkan perannya sebagai pemimpin dalam dunia Thoriqoh.

    Habib Luthfi menyampaikan pesan ini dengan keyakinan, bahwa apa yang disaksikan dalam mimpi dan amanat yang diterimanya merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang penting bagi umat Islam, terutama yang terkait dengan Thoriqoh dan Alawiyyan.

    Habib Sepuh dan Syekh Ahmad At-Tijani: Habib Sepuh adalah sebutan untuk seorang Habib yang telah lama berada dalam lingkaran keilmuan Islam, sering kali disebut sebagai sesepuh atau senior di kalangan Habaib. Sementara itu, Syekh Ahmad At-Tijani adalah seorang sufi terkemuka yang mendirikan Thoriqoh Tijaniyyah, sebuah aliran sufi yang memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam.

    Thoriqoh dan Alawiyyin: Thoriqoh adalah salah satu aliran dalam tasawuf yang mengajarkan metode dan praktik-praktik spiritual untuk mencapai kesadaran diri dan dekat dengan Allah. Alawiyyin merujuk kepada keluarga atau keturunan Nabi Muhammad SAW, yang dalam konteks spiritual, memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam.

    (AI Sorban)

  • Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!

    Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!


    wp.sorbansantri.com
    – Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, tiba dengan penuh kehormatan di acara halalbihalal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jakarta. Kedatangannya disambut oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dengan penghormatan khusus menggunakan karpet merah.

    Gibran, yang mengenakan kemeja krem dan peci hitam, tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Suasana di lokasi terlihat meriah dengan tenda ornamen berwarna putih hijau di pintu masuk dan panggung tertutup di halaman depan Kantor PBNU.

    Tidak hanya disambut oleh Yahya Cholil Staquf, Gibran juga bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kehadiran Gibran juga diantisipasi oleh Prabowo Subianto, beberapa menteri kabinet Indonesia maju, dan duta besar negara sahabat.

    Laman: 1 2

  • Membongkar Kontroversi: Tantangan dan Polemik dalam Kiprah Politik Nahdlatul Ulama

    Membongkar Kontroversi: Tantangan dan Polemik dalam Kiprah Politik Nahdlatul Ulama

    wp.sorbansantri.com – Dalam sejarahnya, NU punya andil besar dalam berpolitik.

    Berikut akan dipaparkan beberapa moment sejarah yang bersingungan dengan  yang dilakukan oleh NU dalam perkembangan sejarahnya. Bukti sejarah ini tentunya merupakan interpretasi penulis yang dikaitkan dengan politik kebangsaan organisasi Islam terbesar di Indonesia

    A. Penetapan Dar al-Islam

    Dalam muktamar XI tahun 1938 di Banjarmasin, NU memutuskan bahwa negara dan tanah air wajib dijaga menurut fiqih.5 Hal ini berdasar pada persoalan status negara Indonesia dalam perspektif syariah. Berpedoman pada kitab Bughyah al-Murtasyidin, Muktamar kemudian memutuskan bahwa sesungguhnya negara Indonesia merupakan negara Islam, dar al-Islam. Dalam tradisi fiqih politik, dikenal tiga jenis negara, yakni: dar al-Islam (negara Islam), dar al-sulh (negara damai) dan dar al-harb (negara perang). Konsepsi bentuk negara Islam menuntut untuk dipertahankannya negara dari serangan luar, karena merupakan perwujudan normatif dan fungsional dari cita-cita negara.

    Dampak dari penetapan negara Islam ini adalah memberikan legitimasi bagi para orang-orang NU untuk berjuang secara aktif dalam pergerakan kemerdekaan. Cita-cita mewujudkan kemerdekaan secara tersirat dan pasti terkandung dalam konsepsi ini. Sehingga, perjuangan kemerdekaan menjadi keniscayaan, dan merupakan manifestasi dari ajaran agama.

  • Permasalahan dan Kolaborasi: PCNU Kabupaten Mojokerto dan RS Sakinah

    Permasalahan dan Kolaborasi: PCNU Kabupaten Mojokerto dan RS Sakinah

    wp.sorbansantri.com – Kabupaten Mojokerto menjadi saksi dari kolaborasi menarik antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto dengan Rumah Sakit Sakinah (RS Sakinah) dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan sosial yang tengah mengemuka. Ini adalah langkah nyata dalam memanfaatkan potensi lokal untuk memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.

    Salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama adalah aksesibilitas terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. RS Sakinah, sebagai lembaga kesehatan yang berkomitmen pada pelayanan yang humanis dan bertanggung jawab, bersama PCNU Kabupaten Mojokerto berupaya untuk memberikan layanan yang lebih merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Prosesi Pelantikan Pengurus NU dan Klinik Kesehatan Ar Rahmah Ngoro

    Prosesi Pelantikan Pengurus NU dan Klinik Kesehatan Ar Rahmah Ngoro

    Sorbansantri.com – Guna untuk menjalankan roda organisasi yang sah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ (MWC NU) Kecamatan Ngoro mengadakan acara prosesi pelantikan massal pengurus harian Ranting NU se Kecamatan Ngoro yang sudah melaksakan MUSRAN (Musyawarah Ranting) dan sudah menentukan kepemimpinan dan kepengurusan yang baru maka pada Sabtu, 8 Agustus 2022 di Gedung MWC NU Kecamatan Ngoro dan melaksanakan ikrar sumpah setia yang dipimpin langsung oleh ketua PCNU kabupaten Mojokerto.

    Acara yang dihadiri oleh ketua PCNU kabupaten Mojokerto, ketua PC Muslimat NU, pengurus PC LKNU, Forkopimcam, Dinas Kesehatan kecamatan Ngoro, ketua Rois dan Tanfidliyah MWC NU Ngoro, ketua ranting NU se kecamatan Ngoro, jajaran pengurus LKNU kecamatan Ngoro, direktur rumah sakit mawaddah Ngoro, dan juga para tamu undangan yang lainnya.

    Klinik Kesehatan MWC NU Ngoro Mojokerto
    Ketua PCNU Beserta Jajaran MWC NU Ngoro

    Menurut ketua panitia Abah Priyanto mengatakan dalam sambutannya “Puji syukur kehadirat Allah SWT karena pada saat ini kita bisa melaksakan acara pelantikan dan pembukaan klinik Ar Rahmah, tentunya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini terutama kepada ibu Hj. Sihwati Wilujeng selaku pemilik RS. Mawaddah yang mensuport penuh dalam acara ini, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan beserta keluarganya.”

    Abah Pri juga memaparkan bahwasanya dari pihak panitia mengestimasi anggaran untuk acara ini sebesar 10.000.000 dan dana itu rencananya akan diperoleh dari patungan seluruh pengurus MWC NU. Akan tetapi dari ibu Hj. Sihwati Wilujeng melarangnya dan beliau yang akan mensuport sepenuhnya anggaran tersebut. Dan ternyata dalam laporan panitia kemarin dana menghabiskan 17.000.000 dan itu belum termasuk doorprice. Alhamdulillah semuanya berkat dukungan beliau ahirnya acara bisa berjalan dengan sukses dan lancar.

    KH. Ahmad Suwandi Marzuki Nur selaku ketua Tanfidziyah MWC NU Ngoro dalam sambutannya “Klinik Ar Rahma ini dulu merupakan cita-cita para sesepuh pengurus NU terdahulu. Alhamdulillah pada saat ini cita-cita itu sudah terwujud, dan ini merupakan tugas hal baru maka kita persiapkan mental yang baru pula dan pendirian klinik Ar-Rahma ini berkat dorongan motifasi dari ibu Hj. Sihwati Wilujeng dan beliau merupakan inisiator di MWC NU, harapannya mudah mudahan dengan adanya klinik ini bisa bermanfaat bagi warga Nahdlatul Ulama’ dan bisa menjadi kekuatan kita.”

    Adapun syarat bisa mendirikan klinik ini harus di tunjang dengan 3000 pemegang BPJS. Mendirikan klinik itu mudah namun yang sulit itu menjalankannya. Maka Kyai Marzuki berharap mari kita bersungguh sungguh dan merapatkan barisan guna terciptannya kekompakan demi menjalankan roda organisasi dengan membuang segala penyakit hati iri dengki dan sebagainya, pungkasnya.

    Sebelum acara peresmian gedung klinik Ar Rahma, KH. Adhim Alawi selaku ketua PCNU juga berpesan bahwa berhasilnya klinik tergantung dari warga masyarakat nahdliyin yang ada di kecamatan Ngoro. Mendirikan itu sulit dan lebih sulit lagi itu melestarikannya. Jadi pada intinya kita di dalam berorganisasi itu mempunyai pondasi yang kuat, yang pertama adalah mahabbah (cinta) dalam artian kita harus menjaga kerukunan jangan saling membenci saling menjatuhkan satu sama yang lainnya. Yang kedua harus penuh kasih sayang. Yang ketiga penuh dengan kerukunan. Dan yang ke empat dengan penuh kekompakan dan bersatu dengan ikatan lahir dan bathin. Ini semua sudah merupakan konon asasi dari Hadrotus Syehk KH. Hasyim Asy’ari dan sudah menjadikan syarat mutlak untuk masuk didalam jam’iyah Nahdlatul Ulama’ (NU), harapnya.

    Dengan ditandainya pemotongan pita oleh romo kyai Adhim Alawi dan disaksikan oleh beberapa tamu undangan maka klinik Ar Rahma milik MWC NU kecamatan Ngoro pada hari sabtu (8 Agustus 2022) resmi dibuka untuk warga nahdliyin yang ada di kecamatan Ngoro.

    Hasan Sorban

  • TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

    TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Scudeto ke-19 akhirnya direngkuh oleh AC. Milan. Tim yang lahir pada 1899 M –sama dengan kelahiran pondok pesantren Tebuireng, Jombang– memastikan juara liga italia pada pekan terakhir Serie A (22 Mei 2022) dengan mengalahkan Sossuolo 3 – 0. Status Juara yang di dapat secara dramatis setelah 11 tahun Rossoneri puasa gelar. Terakhir, tim ini juara pada 2011 saat masih dilatih oleh Maximiliano Allegri, pelatih Juventus saat ini.

    Kesuksesan tim berjuluk il Diavolo Rosso ini tidaklah datang dengan tiba-tiba. Momentum kebangkitan justru  terjadi saat tim ini berada pada titik nadir dalam sejarah klub. Pada awal musim 2018-2019 Tim ini mengalami krisis Finansial  akut, Li Yonghong, investor Cina pemilik klub kala itu, tak bisa menebus cicilan pertamanya sebesar 32 juta euro kepada Elliot Management (EM).Total utangnya mencapai 303 juta euro untuk tambahan modal membeli klub dari tangan Silvio Berlusconi. Total duit yang dikeluarkan oleh Li untuk menebus AC Milan adalah 740 juta euro, termasuk buat menghapus utang sebesar 220 juta euro. Pada Juli 2018, AC. Milan berpindah tangan secara resmi dari Li Yonghong pada Elliot Management.

  • Tujuan Pendirian NU

    Tujuan Pendirian NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Ormas ini didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926. Pembentukan NU tak bisa lepas dari peran sejumlah ulama yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
    Pendirian organisasi ini bermula dari dibentuknya kelompok-kelompok diskusi oleh sejumlah ulama. Pada tahun 1914 KH Wahab Chasbullah mendirikan kelompok diskusi bernama Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran. Ada juga yang menyebutnya Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran.
    Organisasi yang bertujuan memberikan pendidikan sosial-politik kaum santri itu lantas berkembang ke sejumlah kota di Indonesia. Dua tahun setelahnya atau pada 1916, para kiai pesantren mendirikan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air. Ini merupakan organisasi pergerakan untuk melawan penjajahan Belanda.
    Kemudian, pada tahun 1918 didirikan Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar, organisasi untuk pedagang di era kolonial. Setelah muncul beberapa organisasi ini, muncul insiatif untuk menggabungkannya. Tujuannya supaya organisasi lebih kuat dan cakupannya lebih luas.
    Penggabungan ini juga merespons banyaknya masalah agama, mazhab, sosial, dan kebangsaan yang berkembang di masyarakat. Akhirnya, disepakati berdirinya “Nahdlatul Ulama” atau “Kebangkitan Ulama”. Kala itu KH Hasyim Asy’ari dipercaya sebagai Rais Akbar.
    Dengan kata lain, NU adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas.(SorBan Wanasari)
    Waallahu Alam.
  • MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    SORBANSANTRI.COM
    ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)

    wp.sorbansantri.com – Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)

    Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat  kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.

    —000—

    Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi-  sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”.  Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.

    —ooo—

    Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.

    Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa  desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.

    Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an  “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.

    Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)

  • PCINU Jepang, Kenalkan Islam Melalui Puisi dan Seni Musik Hadrah Berbahasa Jepang, pada Festival Seni Internasional di Tokyo

    PCINU Jepang, Kenalkan Islam Melalui Puisi dan Seni Musik Hadrah Berbahasa Jepang, pada Festival Seni Internasional di Tokyo

    Sorbansantri.com – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang bekerjasama dengan tim Hadrah Nusantara menampilkan Seni Musik Hadrah dan Puisi berbahasa Jepang, dalam acara Festival Seni Internasional, Design Festa Volume 55, di Tokyo Big Sight, Minggu (22/5).

    Design Festa, merupakan salah satu festival seni internasional terbesar di Asia, yang mengumpulkan ribuan seniman yang tertarik dengan kreativitas dan ekspresi artistik dari seluruh Jepang dan berbagai negara lainnya.

    Wakil Ketua I Tanfidziyah PCINU Jepang, K.A Arianto, mengatakan bahwa keikutsertaan Lesbumi PCINU Jepang di festival tersebut, merupakan suatu keistimewaan, karena mengenalkan seni Indonesia sekaligus berdakwah dengan Bahasa Jepang melalui puisi dan hadrah. “ Suatu kebanggaan Diaspora Nahdliyyin dapat tampil di depan ribuan pengunjung, yang mayoritas merupakan kaum muda mudi pecinta seni di Jepang“, kata Arianto yang hadir mendampingi tim Hadrah.

    Ketua Lesbumi PCINU Jepang, Yuliana Nur Arifin memaparkan bahwa festival seni tersebut memfasilitasi misi Lesbumi PCINU Jepang yang ingin mengenalkan dan mensyiarkan Islam dengan indah melalui seni seperti Walisongo. “Harapannya, warga Jepang ataupun pengunjung lainnya yang masih awam tentang Islam dapat mengenal Islam melalui hadrah, selain itu sebagai bukti bahwa hadrah juga siap bersaing dalam permusikan internasional“, sahut Yuliana Nur Arifin yang juga merupakan salah satu vokalis tim Hadrah.

    Pada festival tersebut, tim hadrah menampilkan shalawat dan puisi berbahasa Jepang berjudul “Anata ni Aitai “, yang berkisah tentang Nabi Muhammad SAW, lirik lagu dan puisi diterjemahkan langsung oleh Masae San, anggota PCINU Jepang yang merupakan warga asli Jepang. Menurut Ketua tim Hadrah Nusantara, Irwan Setiawan, melalui puisi dan shalawat tersebut, tim hadrah berharap dapat mengenalkan islam dan mengenalkan betapa spesialnya Nabi Muhammad SAW.Sejumlah pengunjung dari berbagai negara seperti Jepang, Italia, Brazil, Malaysia, termasuk warga Indonesia yang berdomisili di Jepang merasa terkesan, menikmati pertunjukan tim hadrah nusantara, bahkan meminta foto bersama dengan tim hadrah Nusantara. Ako San, yang merupakan warga asli Jepang mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan penampilan tim hadrah nusantara. “Saya suka Indonesia, sayang sekali selama pandemi ini tidak bisa wisata ke lndonesia, setelah mendengar Hadroh, saya terhibur sekali seperti wisata ke indonesia secara virtual“, kata Ako San.

    Kontributor lapangan : Masae San dan Avin , Dokumentasi PCINU Jepang

    #Anwar Sorban

  • MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    wp.sorbansantri.com – Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan yang secara formal dimiliki oleh Nahdlatul Ulama Cabang Mojokerto yang didirikan pada tanggal  17 Romadlon 1410 H  atau bertepatan tanggal 12 April 1990. Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mulai beroperasi dalam melakukan pelayanan kesehatan pada tanggal  2 Oktober 1990 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Lahirnya ( HARLAH ) Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

     

    Pendirian Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto berawal dari gagasan K.H.Achyat Chalimy yang direalisasikan oleh tokoh dan pengurus NU yang lain.

    Modal penyelenggaraan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah :

    Ijin Operasional nomor : 440/083/KES.2/416-115.3/2018, pada tanggal 05 Pebruari 2018 berlaku sampai tanggal 05 februari 2023.

     

    Pada tahun 2006 ada perubahan nama pengelola Rumah Sakit Islam Sakinah dari Yayasan berubah menjadi Perkumpulan Kesehatan Sakinah Mojokerto dengan Akte Notaris GRACE YANETTE POHAN, SH Nomor : 14  Tanggal 9 September 2006.

    Di tahun 2020, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2020, RSI Sakinah telah menyelesaikan kegiatan Audit Eksternal Sistem Manajemen K3 berdasarkan kriteria PP no. 50 tahun 2012 dengan perolehan skor 90,36 dan memperoleh predikat Gold.

    Dalam melaksanakan pengelolaan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto oleh Perkumpulan Kesehatan Sakinah dilakukan oleh Badan Pelaksana Perkumpulan Kesehatan Sakinah atau Bapelkumkes-Sakinah yang merupakan salah satu Badan dalam Perkumpulan tersebut.

    Adapun Visi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Menjadi Rumah Sakit professional yang Islami, kebanggan pasien dan keluarga

    Misi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    1. Meningkatkan pendidikan dan kompetensi SDM demi pelayanan yang bermutu dan unggul;
    2. Melayani dengan senyum salam dan sapa seperti keluarga sendiri;
    3. Mengutamakan keselamaan dan kepusan pasien sebagai pondasi pelayanan;
    4. Inovatif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

    Motto dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Memberikan pelayanan yang paripurna

    Demikian  sekilas gambaran pendirian dan perjalanan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

    Sumber Berita: http://www.rsisakinah.co.id/layanan–.html #ixzz7TXZP3UNW
    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives