Tag: Nahdlatul Ulama

  • Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    SORBANSANTRI.COM
    Kiai tampar anggota Banser (Foto: tangkapan layar Youtube NU Garis Lurus)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com– Video kiai kelahiran Madura, KH Syukron Ma’mun yang tampak menampar salah satu Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) viral di media sosial (medsos).

    Dalam video itu, tampak tamparan kiai tersebut hanya untuk mengingatkan agar anggota Banser kembali kepada tugas utamanya untuk menjaga keamanan ulama atau kiai.

    Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman ini menyindir salah satu Banser yang diduga melakukan penjagaan di sebuah gereja. Kiai yang menggunakan baju serba putih ini meminta agar oknum anggota Banser itu kembali menjaga keamanan ulama.

    “Menjaga kiai mestinya kamu di rumah saya Banser ini. Tapi akhirnya Banser, kiainya enggak dijaga gereja yang dijaga,” kata Syukron dikutip dalam video berjudul ‘KH. Syukron Makmun Tampar Seorang Banser Agar Jangan Jaga Gereja,’ yang diunggah akun YouTube NU Garis Lurus, Sabtu (23/04/2022).

    Setelah itu, Kiai Syukron Makmun juga terlihat menampar seorang pemuda dan mengingatkan hal yang sama.

    “Akhirnya kiainya enggak dijaga gereja dijaga. Bagaimana benar kan saya ngomong? Lah iya suruh jaga kiai,” ujarnya.

    Video viral kiai menampar anggota Banser ini mengundang beragam reaksi warganet di medsos.

    “Kembalilah kejalan yang benar wahai saudara ku,jangan mau diperalat oleh pemimpin mu yang haus kekuasaan itu,”kata akun @Win**

    “Semoga dengan tamparan mbah kyai, Banser NU bisa kembali ke fungsinya semula menjaga para Ulama, menjaga agama Islam,”tulis akun @Sibawa***

    (sumber)

  • TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    SORBANSANTRI.COM
    Tokoh NU lintas waktu dalam talkshow sejarah NU pada Harlah NU ke 99

    wp.sorbansantri.com – Pengurus Wakil Cabang NU kecamatan Pacet menggelar acara Doa berjamaah dalam rangka Harlah NU ke-99 (versi Hijriah atau ke-96 (versi Masehi) di gedung Graha NU Pacet yang dilaksanakan Rabu (16/2).

    Acara tersebut mengambil tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, yang disertai dengan talkshow sejarah perkembangan NU di lereng welirang dari awal adanya NU sampai sekarang. Menurut tokoh muda NU kecamatan Pacet yang biasa disapa Pak Agus (ketua MWCNU Pacet) menjelaskan, bahwa sejarah keberadaan NU di pacet seyogyanya diabadikan karena sejarah tidak boleh dilupakan. “Gedung ini (Graha NU Pacet) merupakan cagar budaya dan memiliki nilai historis tinggi bagi organisasi NU di Pacet”. terang Pak Agus.

    Dengan menghadirkan Tokoh-tokoh pelaku sejarah NU di Pacet yaitu Bapak Kusnan Kesiman, Bapak Hartono Cembor dan Abah Mud beliau-beliau bercerita perjalanan organisasi dari masa ke masa, mulai dari kepemimpinan, cara dakwah, kaderisasi, serta suka-duka dalam berorganisasi di NU kecamatan Pacet.

  • KHUTBAH JUM’AT: HUKUM VAKSINASI

    KHUTBAH JUM’AT: HUKUM VAKSINASI

    SORBANSANTRI.COM

    اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

    Jamaah masjid Nurul Iman rahimakumullah

    Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga. Nikmat yang dengannya kita bisa merasakan kebahagiaan, kesejahteraan, kehormatan dan kemuliaan. Marilah kita gunakan segala kenikmatan yang Allah berikan itu sebagai bekal ibadah karena hakikatnya Allah menciptakan manusia semata-mata agar menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Jangan sampai nikmat yang Allah berikan itu membuat kita lalai, takabbur atau sombong sehingga nikmat yang kita miliki menjadi fitnah bahkan musibah sehingga menjauhkan kita dari Allah hingga mendatangkan murka-Nya.

    Jamaah shalat jum’at yang kami muliakan

    Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program vaksinasi nasional Covid-19. Ikhtiar menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum mereda ini, secara resmi dimulai pada Rabu (13/1) 2021. Presiden RI Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin, diikuti para pejabat dan tokoh masyarakat pada peluncuran program ini di Istana Merdeka Jakarta. Salah seorang Jajaran Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomudin menjadi peserta vaksinasi tahap pertama di Istana Negara.

    Peserta dari PBNU merupakan orang keempat yang disuntik vaksin Sinovac setelah Presiden Joko Widodo, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih dan Sekretaris Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan.

    Vaksinasi merupakan ikhtiar dan upaya untuk melindungi jiwa kita. Karena tujuan diturunkannya agama adalah hifdzu nafs, menjaga jiwa kita.

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tanggal 23 Januari 2016 (13 Rabi’ul Akhir 1437 H) di Bogor, memutuskan/menetapkan bahwa imunisasi pada dasarnya “dibolehkan” (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

    Dalil Vaksin atau Imunisasi diantaranya:

    وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ [البقرة، 2: 195]

    “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, …” [QS. al-Baqarah (2): 195]

    عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَتَدَاوَوْا بِحَرَامٍ . [رواه أبو داوود]

    “Diriwayatkan dari Abu Darda’, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat. dan menjadikan bagi setiap penyakit akan obatnya. Maka hendaklah kamu berobat, tetapi janganlah kamu berobat dengan sesuatu yang haram.” [HR. Abu Dawud]

    Hukum Vaksin dengan Barang yang Haram dan Najis

    Vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram, tidak dibolehkan kecuali pada kondisi “darurat” (keterpaksaan jika tidak dilakukan mengancam jiwa) atau “hajat” (keterdesakan, jika tidak dilakukan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang), atau belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci, dan ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

    Al-Qur’an menyampaikan:

    إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
    Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 173)

    Mengenai pengobatan dengan barang yang najis, khususnya yang sering disebut dalam vaksin, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menyampaikan:

    وَأَمَّا التَّدَاوِي بِالنَّجَاسَاتِ غَيْرِ الْخَمْرِ فَهُوَ جَائِزٌ سَوَاءٌ فِيهِ جَمِيعُ النَّجَاسَاتِ غَيْرُ الْمُسْكِرِ

    “Adapun berobat dengan benda najis selain khamr itu dibolehkan, untuk seluruh jenis najis, yang tidak memabukkan.”

    Lebih lanjut, Imam an-Nawawi menyebutkan tentang pentingnya memercayai pendapat tenaga kesehatan:

    قَالَ أَصْحَابُنَا وَإِنَّمَا يَجُوزُ ذَلِكَ إذَا كَانَ الْمُتَدَاوِي عَارِفًا بِالطِّبِّ يَعْرِفُ أَنَّهُ لَا يَقُومُ غَيْرُ هَذَا مَقَامَهُ أَوْ أَخْبَرَهُ بِذَلِكَ طَبِيبٌ مُسْلِمٌ عَدْلٌ

    “Para ulama menyebutkan kebolehan berobat dengan bahan najis jika sang pengobat memahami betul tentang ilmu kedokteran, dan mengetahui bahwa tidak ada pengganti dari hal najis tersebut. Atau, pengobatan tersebut disampaikan oleh dokter yang beragama Islam lagi bijaksana.”

    Dari keterangan di atas, setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita garis bawahi.

    Pertama, kebolehan menggunakan bahan najis dalam substansi pengobatan, jika belum didapatkan barang yang berasal dari senyawa halal. Kedua, kebolehan berobat jika tenaga kesehatan sudah menyebutkan keamanan penggunaan obat tersebut. Informasi tentang vaksin sudah banyak disebarkan dan disosialisasikan melalui media-media terpercaya dari dinas, lembaga, atau kementerian terkait. Ilmu kedokteran dan pengobatan, sudah sangat canggih dan pesat perkembangannya. Setiap obat yang dirilis dan dilegalkan pemerintah, tentu sudah melalui pengecekan komposisi, uji klinis dan uji efek samping yang ketat.

    Hukum Vaksin Covid 19

    Vaksinasi Covid-19 termasuk fardlu ain. Menjadi kewajiban yang harus dijalankan umat Islam mengingat belum ada obat yang dapat mengendalikan Covid-19 selain vaksin dan protokol kesehatan. Tidak ada alasan menolak vaksinasi sebab vaksin Covid-19 halal dan aman digunakan.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) pun sudah memastikan, vaksin Covid-19 yang digunakan telah diuji coba tahap ketiga dan telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin dengan mempertimbangkan proses hasil audit dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Makanan (LPPOM) MUI.

    Program vaksinasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah sekaligus meyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksin bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Mulai awal pelaksanaan vaksinasi, masyarakat juga tidak akan dikenai biaya alias gratis dan tidak ada keharusan untuk menjadi peserta BPJS.

    Dalam Buku Saku #InfoVaksin yang diterbitkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dijelaskan bahwa pembentukan kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit infeksi secara aktif bisa dilakukan secara alamiah melalui penderita langsung atau secara buatan melalui imunisasi dalam hal ini vaksinasi.

    Vaksin bukanlah obat. Vaksin akan membuat tubuh seseorang mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu sehingga bila terpapar bakteri atau virus tersebut, akan menjadi lebih kebal. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga dapat mencegah penularan maupun keparahan suatu penyakit.

    باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

    (Abi Sorban)

  • Satkoryon banser  ngoro gelar apel upacara di pantai gemah tulungagung dalam rangka harlah NU KE 96

    Satkoryon banser ngoro gelar apel upacara di pantai gemah tulungagung dalam rangka harlah NU KE 96

    Organisasi atau jam’iyah nahdlatul ulama’ (NU) di dirikan pada tanggal 31 januari 1926, saat ini usianya sudah memasuki ke 96 tahun, Banser  merupakan pasukan yang bertugas mengawal dan menjaga para kyai dan ulama’ serta berperan penting menjaga kesatuan NKRI kususnya kepada warga Nahdiyin, Harlah NU yang ke 96 kali mengambil tema “ KEMANDIRIAN DALAM BERKHIDMAT UNTUK PERADABAN DUNIA”

     

    Satkoryon BANSER kecamatan ngoro kabupaten Mojokerto pada hari minggu (30/01/2022) mengadakan apel upacara dalam rangka memperingati harlah NU ke 96 tahun di pantai gemah tulungagung, pada upacara kali ini yang menjadi inspektur upacara adalah ketua PAC GP ANSOR kecamatan ngoro.

     

    Sahabat Saufi selaku ketua PAC GP ANSOR  kecamatan ngoro selaku inspektur upacara mengatakan di hadapan para kader Ansor Banser yang ikut apel ‘ kita sebagai pasukan yang bertugas menjaga dan boleh di bilang sebagai benteng ulama’, kita harus rela berkorban apa saja demi menjaga warwah NU, kekompakan dan kesolitan kita adalah kuncinya, kita sebagai anggota Ansor Banser harus siap bila mendapatkan tugas dari para kyai dan ulama’ lebih lebih kepada jam’iyah Nahdlatul ulama’

     

    Di akhir sambutannya beliau menegaskan Satkoryon Banser  kecamatan ngoro adalah pusat basisnya banser se kabupaten mojokerto dan sudah banyak yang menjadi perwira maka sudah selayaknya bisa menjadi contoh tauladan kepada anggota banser yang dari daerah lain,

     

    ” jiwa loyalitas dan militansi mari kita tanamkan dan kita tunjukkan kepada masyarakat kalau Banser itu ada dan siap di butuhkan kapanpun dan di manapun” ucapnya dengan tegas sambil mengepalkan tangan kanannya.

     

    Acara berlangsung kurang lebih selama 1 jam di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars ansor, maes banser dan yang terakhir di tutup doa oleh H, edi selaku pengurus Rijalul Ansor kecamatan ngoro, semoga kita semua di akui santrinya hadrotussyeh Hasyim Asyari selaku pendiri jam’iyah nahdlatul ulama’, dan semua bisa khusnul khotimah.

     

     

    hasan sorban

  • Ngalap barokah para alim ulama’ satkoryon banser kecamatan ngoro adakan ziarah ke makam  para muassis

    Ngalap barokah para alim ulama’ satkoryon banser kecamatan ngoro adakan ziarah ke makam para muassis

     

     

    SATKORYON BANSER kecamatan ngoro Kabupaten mojokerto jawa timur melaksanakan wisata religi ke makam para aulia’ yang berada di jombang, Kediri dan tulungagung yang di laksanakan pada hari sabtu (29/01/2022) malam pemberangkatan dari gedung terpadu MWCNU kecamatan ngoro yang di ikuti oleh para anggota PAC GP ANSOR, BANSER , dan juga RIJALUL ANSOR.

     

    Kegiatan wisata religi ini adalah ziarah ke makam Mbah hasym (KH. HASYM ASYARI) pendiri Nahdlatul Ulama, makam Gus Dur (KH. ABDUL RAHMAN WAHID) Jombang, Gus Mik Kediri, dan mantan komandan SATKORNAS BANSER, H. Alfa Isnaini, Tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk menjalin silaturrahmi juga untuk mengenang dan menteladani jasa para ulama’ dan auliya’, yang telah menginspirasi juga memotifasi kepada para anggota banser kususnya, contohnya Gus Dur semasa hidupnya beliau yang telah memompa dan juga membangkitkan ghirroh semangat Banser untuk menjadi pasukan yang bertugas untuk menjaga para kyai dan ulama’.

     

    Menurut komandan  JAZIL selaku panglima atau kasatkoryon banser kecamatan ngoro mengatakan

    “mari kita niatkan ziaroh ini selain untuk ibadah juga mari kita meniru perjuangan para muassis ini dan menerapkan ke hati kita masing masing, baik dari segi semangatnya maupun pengorbanan beliau, jiwa loyalitas dan totalitas kita terapkan kepada masyarakat lebih lebih kepada jamiyyah nahdlatul ulama’

     

    Beliau juga menginformasikan bahwa harapan diadakannya kegiatan ini supaya tercipta rasa kekeluarggan, kekompakan, kerukunan dan juga rasa persaudaraan antar anggota yang akhirnya bisa melaksanakan tugas organisasi secara maksimal, mudah mudahan berkah dari para muassis semua bisa terkabul dan di ridhoi ALLOH swt. (hasan-ngoro)

  • LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

    LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

     

    Sorbansantri.com — rombongan pengurus PC LAZISNU dan UPZIS sekabupaten Mojokerto setelah melaksanakan study banding dengan PC LAZISNU kabupaten Sragen melanjutkan perjalanan menuju kediaman KH AHMAD WAFI MAIMOEN putra dari KH MAIMOEN ZUBER Sragen, rombongan sampai di lokasi pada hari sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 12:30wib.

    Sesampainya rombongan sampai di lokasi, rombongan melaksanakan sholat dhuhur secara berjamaah dan beberapa menit kemudian rombongan di temui oleh KH. AHMAD WAFI MAIMOEN (Gus WAFI) di masjid yang masih di lokasi pondok pesantren yang beliau asuh.

    Melalui H. KHAFID BUSYRI sekertaris PC NU Kabupaten Mojokerto menyampaikan maksud kedatangan rombongan yaitu untuk ngaji motifasional dan ngalap berkah kepada beliau, semoga kedepan LAZISNU Mojokerto lebih baik dan bermanfaat.

    Setelah memahami maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan Gus WAFI menyampaikan motifasi kepada rombongan, yang intinya apabila menginginkan LAZISNU Mojokerto berubah lebih baik, maka semua harus bisa menjaga kerukunan, semua harus kompak dan rela berkorban demi khidmat kepada NU.

    Beliau memberikan contoh bagaimana ROSULULLOH bisa merubah Madinah yang asalnya sering terjadi peperangan menjadi Madinah yang aman dan maju hanya dengan membangun kerukunan.

    Beliau juga mencontohkan rukunnya sahabat ansor dan muhajirin serta rela berkorbannya sahabat ansor demi cintanya kepada sahabat muhajirin.

    Sebelum berdoa Gus WAFI mengajak seluruh rombongan untuk membaca surat al fateha yang di hadiahkan kepada KH. MAIMOEN ZUBER (mbah MAIMOEN) yang meninggal di mekkah dan di makamkan di ma’la beberapa tahun yang lalu.

    H. KHOJAIN salah satu peserta rombongan yang mewakili dari UPZIS MWC Jetis sangat senang bisa sowan kepada Gus WAFI putra mbah MAIMOEN ZUBER. (Dikin sorban)

  • PEJUANG KOIN NU : BERJUANG UNTUK KEMASLAHATAN JAMAAH DAN JAM’IYYAH

    PEJUANG KOIN NU : BERJUANG UNTUK KEMASLAHATAN JAMAAH DAN JAM’IYYAH

    SORBANSANTRI.COM

    Untuk meningkatkan perekonomian mandiri sebuah organisasi NU maka perlu menerapkan sistem yang terarah agar tercetus gagasan yang signifikan, ada cara tersendiri yang di lakukan oleh Ranting Sedati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto dengan cara koinisasi , penerapan koinisasi ini digerakkan oleh para Pemuda Ansor Ranting Sedati.

    Menurut sahabat Bagus Hidayat, Ketua GP Ansor Ranting Sedati, bahwa program koinisasi ini sengaja dilakukan dengan tujuan untuk menambah dan meningkatkan perekonomian jamiyah Nahdlatul Ulama’ yang ada di ranting, nantinya hasil dari koin tersebut kita jadikan satu dalam satu manajemen khusus yang peruntukannya untuk seluruh banom NU yang ada di ranting apabila ada kegiatan, selain itu hasil koin tersebut juga akan kembali lagi kepada warga sebagai bentuk tanggung jawab sosial, seperti menyantuni anak yatim piatu, membantu warga yang mengalami musibah dan sebagainya.

    “… kita optimalkan koinisasi ini untuk kemandirian dan kemaslahatan jamaah dan jamiyyah kita, Nahdlatul Ulama….”, tuturnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Gus Miftah, kordinator penarikan koin NU, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program yang baik dan memberikan manfaat buat seluruh warga.

    “… Alhamdulillah, program ini sudah berjalan selama bertahun tahun, namun di tahun 2019 mengalami kemacetan akibat fakumnya para petugas penarikan koin, namun di tahun 2020  koinisasi kita gerakkan kembali dengan mengerahkan anggota GP Ansor Ranting dan Alhamdulilah bisa berjalan kembali dan hidup kembali, dan pemanfaatan dari koin tersebut bisa langsung dirasakan oleh seluruh banom NU dan warga sedati “, ujarnya memberikan paparan.

    Warga Sedati mendukung adanya koinisasi yang di lakukan, meraka berharap agar kegiatan positif ini terus di lakukan secara istiqomah dan benar-benar bisa memberikan kemanfaatan dan peningkatan perekonomian warga untuk lebih mandiri.

    (Hasan Ngoro)

  • GELAR SOSIALISASI JELANG KONFERENSI MWC NU NGORO 2021

    GELAR SOSIALISASI JELANG KONFERENSI MWC NU NGORO 2021

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com- Selasa, (15/06/2021), Di Gedung Terpadu MWCNU Kecamatan Ngoro kali ini sangat semarak, karena selain melaksanakan rutinan ngaji Kitab Muhtarul Hadist yang di asuh oleh KH. Jawawi Anwar para hadirin juga diajak untuk rapat persiapan jelang konferensi MWCNU Ngoro yang akan dilaksakan pada hari Minggu, (20/06/2021) mendatang. Tampak hadir dalam acara ini ketua MWCNU Kecamatan Ngoro beserta pengurus hariannya, Ketua Ranting NU se-kecamatan Ngoro juga anggota Ansor PAC Ngoro, dan KH Jawawi Anwar selaku pengisi ngaji rutinan.

    Acara ngaji rutinan diawali dengan istighosah dan tahlil dilanjutkan dengan pengajian Kitab Mukhtarul Hadist, menerangkan tentang bab etika orang tertawa dan sendagurau. Namun pengajian kali ini tidak berlangsung lama karena terbagi dengan agenda rapat sosialisasi jelang persiapan konferensi pemilihan Ketua MWCNU Kecamatan Ngoro.

    Menurut Gus Saifullah selaku Kordinator SC Konferensi menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan konferensi yang wajib di ketahui oleh  delegasi utusan dari pengurus ranting NU se-Kecamatan Ngoro, bahwasannya setiap ranting akan di undang untuk mengirimkan 4 anggota delegasinya yang sudah mendapat rekom dari ketua ranting masing masing, 4 orang tersebut terdiri dari 2 anggota Syuriyah dan 2 orang Tanfidhiyah yang sudah tercatat dalam SK kepengurusan yang dikeluarkan oleh Pengurus PCNU Kabupaten Mojokerto, dan apabila dari ranting di ketahui mengirimkan delegasinya di luar yang sudah tercancum di SK maka delagasi tersebut tidak sah alias akan ditolak oleh panitia konferensi.

    “…menindaklanjuti dari agenda konferensi MWCNU Kecamatan Ngoro, kami berharap untuk seluruh ranting membaca surat edaran mengenai mekanisme konferensi MWCNU Ngoro yang akan datang….”, ungkapnya memaparkan mekanisme konferensi.

    “.. ini penting untuk dipahami, bahwa penetapan Rois itu dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat dari AHWA, untuk memilih AHWA ini kami memberikan kebebasan dari seluruh anggota untuk memilih 5 Kiai untuk nantinya masuk dalam team AHWA sesuai dengan kreteria yang sudah disepakati…”, tambanya.

    Acara pengajian dan sosialisasi Konferensi MWCNU Kecamatan Ngoro sudah tersampaikan kepada seluruh hadirin yang hadir, dan berharap semoga acara berjalan lancar dan mampu mewujudkan cita cita “Penguatan Aqidah Aswaja An-Nahdliyah dan Meningkatkan Harokah Perjuangan Menuju Satu Abad NU”.

    (HASAN NGORO)

  • LAZISNU MWCNU JETIS DAN RANTING LAZISNU CANGGU GELAR SANTUNAN

    LAZISNU MWCNU JETIS DAN RANTING LAZISNU CANGGU GELAR SANTUNAN

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com — Jum’at (11/06/2021), Pengurus LAZISNU MWCNU Jetis bersama Ranting LAZISNU Canggu Jetis Mojokerto gelar santunan yatim piatu dan dhuafa,  bertempat di Yayasan Kopi Gadak Desa Canggu Jetis Mojokerto.

    Hadir dalam kegiatan itu pengurus LAZISNU MWCNU Jetis, pengurus LAZISNU Ranting Canggu, pengurus Ranting NU Canggu, hadir pula para yatim piatu dan dhuafa sekitar 20 orang, dengan rendom acara secara singkat, pembukaan, sambutan ketua pengurus, di lanjutkan pembagian santunan dengan diiringi lantunan sholawat nabi, di pimpin sekertaris LAZISNU MWCNU Jetis H. Alim Sodikin dan di tutup dulu dengan doa yang di pimpin oleh H. Hasan selaku Wakil Ketua LAZISNU MWCNU Jetis.

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutannya Ustadz Mahmud Bukhori S.Ag menyampaikan progam santunan ini adalah salah satu kegiatan rutin yang di lakukan oleh LAZISNU MWCNU Jetis ke ranting-ranting se-kecamatan Jetis secara bergantian, meskipun bantuan yang di berikan hanya sembako dan sedikit uang saku mudah mudahan bisa meringankan beban para anak yatim piatu dhuafa di Ranting Canggu.

    Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada pengelola Yayasan Kopi Gladak yang bersedia ditempati acara santunan ini, serta memohon doa semoga LAZISNU semakin bisa berbuat menebar kemanfaat bagi masyarakat, terakhir beliau mengharap warga Nahdliyin bila mau berzakat, infaq, shodaqoh hendaklah melalui lembaga amil zakat infaq shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

    Ustadz ARIF BILLAH selaku ketua LAZISNU Ranting canggu sangat senang atas terselengaranya acara santunan ini dan mohon maaf bila ada tempat, hidangan atau penataan yang kurang pas kepada semua yang hadir. (Dikin sorban)

  • LAZISNU Bakung Pringgondani Beri Santunan Sosial

    SORBANSANTRI.COM

     

    Sorbansantri.com — Pengurus Ranting LAZISNU desa Bakung Pringgondani Kecamatan Balongbendo Sidoarjo pada Jum’at (11/06/2021) memberikan bantuan kepada keluarga almarhum bapak Miskan Dusun Kendal RT/ 21 Desa Bakung Balongbendo yang meninggal satu hari sebelumnya.

    Selain dari pengurus nampak juga hadir, ustadz Ali Rofii selaku ketua Tanfidyah NU Bakung Pringgondani dan beberapa pengurus banom ranting ikut mengantar santunan duka.

    Menurut bapak Jumali selaku ketua menginformasikan bantuan yang di berikan pengurus Ranting LAZISNU Bakung Pringgondani berupa air mineral dan sembako adalah salah satu progam dari pengurus Ranting LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ SHODAQOH NAHDLATUL ULAMA Bakung Pringgondani kepada warga Desa Bakung yang meninggal, baik muslim maupun non muslim dengan sebutan Santunan duka.

    Beliau juga menerangkan bahwa harapan dari pengurus selain menyampaikan belasungkawa juga bisa sedikit mengurangi beban kesedihan dari keluarga yang di tinggal.

    Ketua Tanfidyah Ustadz Ali Rofi’i mengatakan lembaga yang sudah bergerak di ranting Bakung Pringgondani adalah LAZISNU dengan berupaya untuk selalu menebar kemanfaatan kepada warga Bakung Pringgondani dan tidak membeda bedakan golongan serta berharap bisa menyentuh kalangan masyarakat paling bawah dan semakin luas kemanfaatannya.

    (Dikin Sorban)