Tag: Nahdlatul Ulama

  • PEMBEKALAN MATERI PPGD PADA CALON ANGGOTA BANSER.

    PEMBEKALAN MATERI PPGD PADA CALON ANGGOTA BANSER.

    SORBANSANTRI.COM

    Sahabat Kasiyanto selaku Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto memberikan Materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada peserta Diklat Terpadu Dasar Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatirejo.

    Pentingnya materi PPGD karena kejadian gawat darurat biasanya berlangsung cepat dan tiba-tiba sehingga sulit memprediksi kapan terjadinya. Langkah terbaik untuk situasi ini adalah waspada dan melakukan upaya kongkrit untuk mengantisipasinya. Harus dipikirkan satu bentuk mekanisme bantuan kepada korban dari awal tempat kejadian, selama perjalanan menuju sarana kesehatan, atau rumah sakit. Tercapainya kualitas hidup penderita pada akhir bantuan harus tetap menjadi tujuan dari seluruh rangkai pertolongan yang diberikan.

    SORBANSANTRI.COM

    Tujuan dari PPGD adalah :

    • Mencegah bahaya kematian atau mempertahankan hidup
    • Mencegah cacat
    • Mencegah penurunan kondisi fisik
    • Mencegah infeksi
    • Mengurangi rasa sakit

    SORBANSANTRI.COMLangkah-langkah dasar apabila timbul keadaan gawat darurat :

    • Jangan panik, kuasai keadaan, bertindak cekatan dan jangan lambat
    • Lindungi penderita dari keadaan yang membahayakan / memperberat luka
    • Memberikan pertolongan pertama sedini mungkin. Jika lokasi korban atau kecelakaan sangat berbahaya dan sulit untuk melakukan pertolongan, pindahkan korban dengan hati-hati, perhatikan pernafasan dengan denyut jantung
    • Tenangkan penderita. Dalam melakukan perawatan gunakan peralatan korban terlebih dahulu
    • Setelah keadaan darurat teratasi, periksa kemungkinan luka-luka lain/penderita
    • Setelah pertolongan pertama dilakukan dan korban telah tenang dan aman, seluruh luka diketahui, atau ditandu, jangan pindahkan korban secara buru-buru
    • Buat catatan lengkap mengenai penderita, lokasi kecelakaan dan pengobatan atau yang telah dilakukan.

    SORBANSANTRI.COMBeberapa pertimbangan yang lain bagi si penolong adalah

    • Memperhatikan tempat dan keadaan disekitar kejadian
    • Memperhatikan keadaan korban
    • Merencanakan pertolongan yang tidak gegabah, cepat, tepat, dan aman.
    • Jika korban dalam kondisi kritis, memikirkan tindakan bila korban meninggal.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • KH. HASYIM ASY’ARI MENYEBUT HAJI ILYAS PENARIP MOJOKERTO HADRATUSSYEH

    KH. HASYIM ASY’ARI MENYEBUT HAJI ILYAS PENARIP MOJOKERTO HADRATUSSYEH

    Mbah Sholeh adalah pendiri Pesantren Penarip Kota Mojokerto yang memiliki pengetahuan luas. Beberapa kitab rujukan pesantren beliau hafal luar kepala. Kedalaman ilmu agama itu membuat banyak orang menaruh hormat, termasuk Mbah Hasyim Asy’ari Tebuireng.

    Buktinya, sebuah surat bertulis tangan dengan menggunakan huruf pego dibuat Mbah Hasyim untuk Mbah Sholeh Penarip. Surat yang dibuat pada bulan Rabiuts-tsani tahun 1359 H yang bertepatan dengan bulan Juli/Agustus 1940 itu nampaknya ditulis sebagai jawaban atas surat Mbah Sholeh pada pengasuh pesantren Tebuireng tersebut.

    Tidak ada hal khusus dijelaskan pada selembar surat tersebut. Dinyatakan di dalamnya bila pesan Mbah Sholeh melalui utusan bernama Ghozali telah diterima dan jawabannya diberikan secara lisan melalui utusan tersebut. Tampaknya hal yang dibahas merupakan persoalan yang “rahasia” sehingga tidak bisa dituliskan langsung. Jawaban hanya diberikan dengan perantaraan seorang utusan yang bisa dipercaya.

    Yang menarik adalah dalam surat itu Mbah Hasyim menyebut nama Mbah Sholeh dengan sebutan penghormatan “Hadratussyeich Haji Mohammad Ilyas”. Tentu bukan sebutan biasa dari seorang Rois Akbar NU pada seseorang kyai pesantren yang kebesarannya tidak sekondang Tebuireng. Sebutan yang sepertinya menunjukkan ke-aliman Mbah Ilyas dalam pandangan Mbah Hasyim. Sebutan hadratussyeich hanya diberikan pada orang tertentu saja dengan kualifikasi keilmuan tinggi. Selain itu, tentu Mbah Hasyim tahu bila Moh. Ilyas/Mbah Sholeh merupakan karib sekamar dari tokoh terkenal masa itu, Kyai Khozin Siwalanpanji, saat mondok di Japanan Pasuruan.

    Moh. Iyas dalam surat itu adalah nama kecil Mbah Sholeh Penarip. Nama yang digunakan saat menuntut ilmu diberbagai pesantren. Nama Moh Sholeh digunakan setelah Moh Ilyas naik haji. Sebutan Moh. Ilyas masih digunakan Mbah Hasyim untuk menyebut sejawatnya itu.

    Surat korespondensi semacam itu biasa dilakukan antar tokoh untuk mendiskusikan satu persoalan yang butuh pemecahan. Sangat dimungkinkan diskusi itu membahas masalah fiqh menyangkut problem sosial yang berkembang di Mojokerto. Sayangnya, Mbah Sholeh tidak pernah menceritakan apa jawaban yang diterima melalui Ghozali itu.

    Menurut cerita, dulu ada beberapa lembar surat korespondensi antara Mbah Sholeh dengan Mbah Hasyim. Komunikasi literal antar tokoh dengan keilmuan setara guna membahas masalah fiqhiyah. Setidaknya ada 4 buah yang sekarang hanya tersisa satu itu saja.

    Surat yang sekarang disimpan oleh dzuriyah Pesantren Penarip itu mungkin tidak memiliki kandungan yang penting karena tidak menjelaskan persoalan tertentu. Tetapi karena dibuat oleh Mbah Hasyim maka surat yang sudah berlubang dibeberapa bagian hingga perlu dilaminasi untuk menyelamatkannya itu memiliki nilai intrinsik tinggi. Sungguh surat yang sangat layak untuk disimpan.

    Sidiwangun, 10 April 2018

  • Rois Syuriah NU Mojokerto pertama

    Rois Syuriah NU Mojokerto pertama

    KYAI ZAINAL ALIM SURONATAN

    Tidak banyak kisah yang terungkap tentang sosok Kyai Zainal Alim. Ulama yang ditunjuk sebagai Rois Syuriah NU Mojokerto itu wafat tanpa meninggalkan keturunan. Makamnya di komplek pemakaman Losari tidak terawat dengan baik. Dari berbagai penelusuran hanya sedikit yang bisa didapatkan.

    Kyai Zainal Alim berasal dari daerah Sidayu Gresik. Kota kecil di pesisir laut Jawa itu merupakan salah satu pusat perkembangan agama Islam. Beberapa keturunan Arab yang berprofesi sebagai saudagar menetap disana. Dari salah satu keturunan Arab itulah Kyai Zainal Alim dilahirkan.

    Layaknya keturunan Arab, Kyai Zainal Alim berpostur tinggi besar dengan warna kulit kuning mendapatkan didikan ilmu agama yang mumpuni. Beliau kemudian pindah ke Mojokerto bersama istrinya untuk mengembangkan usahanya. Tempat yang dipilih adalah kampung Suronatan, sebuah kampung yang terletak di tepi kali Brantas.

    Seperti umumnya orang Arab, Kyai Zainal Alim juga berprofesi sebagai pedagang. Setiap harinya berniaga di pasar Tanjung yang dibangun oleh Gemeente Mojokerto untuk menggantikan pasar Pahing. Barang yang dijual berupa pakaian, sarung dan kopyah. Profesi yang digelutinya memberi kehidupan yang layak bagi keluarga Kyai Zainal Alim.

    Sebuah langgar kemudian didirikan dekat rumahnya yang dikenal sebagai Langgar Zainal Alim atau langgar Suronatan. Langgar yang bergaya Jawa itu digunakan tempat mengaji anak-anak di sekitarnya. Kegiatan ngaji yang semakin lama semakin berkembang dengan jumlah santri yang terus bertambah.

    Sebagai pendidik, Kyai Zainal Alim ternyata berpikir jauh ke depan. Melihat banyaknya anak yang datang ke langgar Suronatan, beliau berkeinginan untuk memberi bekal ilmu yang lebih. Setidaknya ilmu berhitung ala sekolah model Belanda harus diberikan pada santri-santri disana. Keinginan itu untuk mengimbangi pendidikan sekolah sekuler yang didirikan penjajah Belanda.

    Ide itu ternyata disambut baik oleh koleganya di NU Mojokerto. Pada akhirnya disepakati berdirinya Madrasah Ibtidaiyah NU yang bertempat di langgar Kyai Zainal Alim. Madrasah itu yang menjadi embrio MI Al Muhsinun yang hingga sekarang berdiri di komplek Masjid Agung Kauman.

    Ketokohan Kyai Zainal Alim sangat dihormati oleh kalangan Kyai Mojokerto. Hal itu terbukti ketika dibentuk organisasi NU di Mojokerto pada tahun 1928. Para ulama sepakat menunjuk beliau sebagai figur sentral organisasi yang didirikan oleh Kyai Hasyim Asy’ari tersebut. NU yang biasa dipimpin oleh pengasuh pesantren ternyata berbeda penerapannya di Mojokerto. Kyai Zainal Alim tidak memiliki pesantren, hanya mengajar ngaji di langgarnya saja. Pada saat itu sudah ada beberapa pesantren seperti Pesantren Besuk, Kemlagi dan Karangsari Sooko, yang sudah lama berdiri. Namun para kyai menyerahkan jabatan tertinggi organisasi pada Kyai Zainal Alim. Kemungkinan karena faktor ketokohan yang membuat beliau dipercaya memimpin NU Mojokerto.

    Dalam menjalankan roda organisasi NU, Kyai Zainal Alim berpartner dengan Kyai Nawawi Jagalan. Duet itu mirip dengan kolaborasi Kyai Hasyim dan Kyai Wahab Hasbullah. Kyai Zainal Alim sosok yang tenang, sedangkan Kyai Nawawi figur yang dinamis dengan mobilitas tinggi.

    Belum ada data pasti kapan Kyai Zainal Alim wafat. Nama beliau tidak lagi terdengar ketika Jepang datang. Saat pergantian kekuasaan itu kendali NU Mojokerto sudah beralih ke tangan Kyai Nawawi. Besar kemungkinan Rois Syuriah NU Mojokerto meninggal antara tahun 1942-1943.

    Atas petunjuk H. Ghumson, mantan aktivis GP Ansor tahun 1960-an, makam Kyai Zainal Alim dapat diketemukan.

    Saat ini makam Kyai Zainal terlihat tidak terawat. Sebuah nisan tua tanpa tulisan terpasang pada pusaranya. Karena tidak memiliki keturunan dan tidak ada tulisan penanda sehingga tidak banyak orang mengetahuinya. Sebagai tokoh pendiri NU Mojokerto, maka selayaknya para penerusnya memberi perhatian terhadap makam beliau tersebut.

    Jika mau serius menelusuri masih ada kemungkinan kisah Kyai Zainal Alim bisa didapati. Selain menggali di sekitar Suronatan bisa juga melacaknya ke Sidayu, tempat kelahirannya.

    SORBANSANTRI.COM
  • “HIDUPKAN HATIMU DENGAN DZIKIR,, BASAHI BIBIRMU DENGAN SHOLAWAT”

    “HIDUPKAN HATIMU DENGAN DZIKIR,, BASAHI BIBIRMU DENGAN SHOLAWAT”

    SORBANSANTRI.COM

    “Dzikir dan sholawat tak akan terpisahkan, Dzikir mengingat Allah dan bacaan sholawat akan membantu dzikir kita agar lebih khidmat dan berkah.

    Siapa saja yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir dan bersholawat, Maka lidahnya lebih terjaga (selamat) dari kebathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun, Siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya.

    Sudah selayaknya bagi seorang hamba ketika berbicara atau berkata hendaknya berkata yang baik atau diam. Ia harus menjauhkan ghibah (membicarakan aib orang lain), Dusta (bohong), Menghasut, Berkata-kata yang keji, Memfitnah dan hal-hal yang diharamkan allah. Oleh karena itu dia harus membersihkan lisannya dengan banyak berdzikir dan membaca sholawat.

    Dengan berdzikir kepada Allah, Maka pelakunya akan merasa bahagia, Begitu pula dengan orang yang dekat dengannya. Dialah orang yang senantiasa mendapatkan keberkahan. Tetapi orang yang lalai, Dia akan senantiasa gundah karena kelalaiannya, Begitu pula orang yang dekat dengannya.

    Dan dengan sholawat akan menenangkan batin kita, Semakin memperbanyak bacaannya akan menambah kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka Hati akan mati tanpa dzikir dan bibir akan kotor bila tanpa bersholawat atas Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam!”.

    Wallahu’alam Bishawwabb.

    “sepi ing pamrih rame ing gawe”

  • LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    Sorban santri.com –Tim NU Peduli Cilacap yang terdiri dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kembali menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), Kamis (3/12/2020).

    SORBANSANTRI.COM
    Antrian warga saat baksos

    Kegiatan kali ini bertempat di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Wilayah tersebut sebelumnya terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai.

    SORBANSANTRI.COM
    Tim dari LKNU saat memeriksa warga

    Oleh sebab itu, LKNU dan LAZISNU Cilacap berinisiatif mengadakan baksos di Desa Tarisi setelah sebelumnya juga mengadakan pengobatan gratis beserta bantuan di Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya yang juga sebelumnya terdampak banjir.

    “Ini sudah kewajiban LKNU untuk membantu masyarakat dalam pengobatan, apalagi sebelumnya wilayah tersebut terdampak banjir, sehingga yang dikhawatirkan timbul berbagai macam penyakit.” Ucap Basith Wahib dari LKNU Cilacap.

    Terpisah, Divisi Program NU Care-LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan kendaraan yang dimiliki LAZISNU, kendaraan tersebut membawa peralatan dan obat-obatan untuk pengobatan gratis.

    Bpk Kusdiono warga rt02 rw09 merasa sangat berterima kasih kepada seluruh jaringan yang terkait dengan adanya pengobatan gratis yang di ada oleh lembaga LKNU dan LAZISNU CILACAP, kegiatan baksos ini benar benar membantu warga dan menharapkan bisa di jadwalkan rutin tanpa menunggu adanya bencana melanda

    By: sodikin sorban

  • MWCNU WANAREJA BERBAGI SEMBAKO KE WARGA TARISI YANG TERDAMPAK BANJIR

    MWCNU WANAREJA BERBAGI SEMBAKO KE WARGA TARISI YANG TERDAMPAK BANJIR

    SORBAN SANTRI — MWCNU WANAREJA kabupaten Cilacap jawa tengah bersama sama BANOMnya membagikan semua sembako yang terkumpul di 4 posko pantau banjir  kepada warga yang terdampak musibah banjir di desa Tarisi kecamatan Wanareja kabupaten Cilacap (25/11/2020) karena banjir sudah surut dan 4 posko pantau banjir di tutup

    SORBANSANTRI.COM
    Kh MUHTAR bersiap siap mengantarkan sembako

    Menurut bpk kiyai MUHTAR selaku ketua tanfidziyah MWCNU dan ketua posko mengatakan “karena banjir sudah surut maka posko pantau banjir yang di dirikan sekitar satu Minggu yang lalu akan di tutup maka seluruh sembako yang terkumpul di posko semuanya harus di distribusikan kepada warga oleh karena itu kami pengurus MWCNU dan seluruh BANOM BANOM NU baik dari MUSLIMAT, FATAYAT, ANSOR BANSER, PAGARNUSA, IPNU IPPNU bergerak bersama sama mulai jam 08:30wib dan selesai sekitar jam 11:30wib, semoga bisa meringankan beban warga”

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER BAGANA berperan aktif saat membagikan sembako

    Salah satu anggota BANSER biro BAGANA sahabat EKO PURWANTO yang ikut peran dalam kegiatan tersebut menginformasikan kegiatan pembagian paket sembako kali ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat  desa Tarisi  dari jajaran MWCNU WANAREJA Cilacap dan BANOM NU serta melakukan dakwah kepada masyarakat  bahwa lembaga NU memiliki peran di masyarakat  dalam bentuk pemberian paket sembako dan semoga bermanfaat serta bisa membantu meringankan beban masyarakat desa Tarisi yang terkena musibah banjir  walaupun tidak bayak

    SORBANSANTRI.COM
    Pelajar NAHDLATUL ULAMA saat membagikan sembako
    SORBANSANTRI.COM
    Pelajar NAHDLATUL ULAMA saat membantu membagikan sembako

    NU memang selalu bergerak di segala bidang untuk menebar kemanfaat umat di sekitarnya

  • BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    SORBAN SANTRI ~ Kalau pada hari pahlawan warga masyarakat banyak yang melakukan upacara untuk memperingati hari bersejarah itu, ada seorang BANSER dari madiun jawa timur untuk mengenang dan memperingati hari pahlawan dia melakukan napak tilas dengan berjalan kaki seorang diri dari kota madiun menuju srono banyuwangi tempat deklarator ANSOR pertama kali, BANSER tersebut bernama EKO HADI memulai perjalannya hari selasa(10/11/2020) sekitar jam 11, Meskipun usia sudah 54th dan sudah mempunyai dua cucu dari kedua anaknya tapi semangatnya bagaikan usia 17 tahun

    SORBANSANTRI.COM

    Sahabat EKO HADI BANSER MADIUN sambil membawa bendera BANSER saat milintas di mojokerto

    Madiun banyuwangi memang satu propinsi tapi satu di wilayah barat jawa timur dan yang satunya di wilayah timur jawa timur dengan jarak kurang lebih 420km dan bila di tempuh dengan jalan kaki bisa 4 atau 5 hari tanpa istirahat namun sahabat EKO HADI seorang BANSER ini dengan semangat yang tinggi mengerakan langkahnya untuk mengenang jasa jasa para pahlawan yang mungkin akan lebih dari satu minggu karena di perjalanannya dia juga singgah ke makam para kyai dan ulama yang di liwati jadi jarak tempuh bisa mencapai 600km

    Saat melintas di mojokerto team SORBAN sempat mewawancarainya dan bercerita bahwa BELIAU sempat mampir ziarah ke makam para kyai yang di liwati, antara lain KH WAHAB HISBULLOH , MBAH SAYIT SULAIMAN, bahkan mampir juga ke makam RIYANTO BANSER pahlawan kemanusian dengan di dampingi beberapa peesonil banser kota mojokerto, saat memasuki wilayah bangsal mojokerto kehadirannya di sambut 20 personil BANSER SATKORYON BANGSAL dan pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ziarah ke makam BANSER RIYANTO pahlawan kemanusiaan

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan BANSER SATKORYON BANSAL kepada sahabat EKO HADI

    BELIAU melakukan napak tilas ini selain memperingati hari pahlawan juga hari santri nasianol serta sumpah pemuda dengan harapan bisa mengugah para kader ansor dan pemuda pemuda agar lebih semangat dan termotifasi lagi dalam berorganisasi di ANSOR BANSER guna mengisi kemerdekaan yang di raih oleh para kyai dan pahlawan

    Salah satu pengurus PAC GP ANSOR BANSAL Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM yang ikut menyambut kehadiran sahabat EKO mengatakan ” Ini salah satu pelajaran yang di berikan oleh sahabat EKO HADI dari Madiun karena dengan usia 54 BELIAU tetap semangat berorganisasi dan loyalitas yang tinggi untuk organisasi, kita yang masih muda muda ini harus bisa meniru semangat beliau, dan semoga perjalanan BELIAU lancar tidak ada halangan apapun”

    SORBANSANTRI.COM

    Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    Setelah istirahat sebentar dengan minum teh hangat yang di sajikan oleh sahabat sahabat BANSER bangsal beliau langsung meneruskan perjalanan ke mojosari dan di mojosaripun sudah menunggu beberapa personil BANSER

    by: sodikin sorban

  • MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan  remaja atau pelajar

    MAKESTA PAC IPNU IPPNU JETIS MOJOKERTO solusi penanganan kenakalan remaja atau pelajar

    SORBAN JETIS ~ Kenakalan remaja atau pelajar saat ini sangat mengkwatirkan kita semuanya, tawuran pelajar, siswa menantang guru, anak berani melawan orang tua sudah banyak viral di media sosial, oleh karena itu IPNU & IPPNU salah satu BANOM NAHDLATUL ULAMA berupaya untuk bisa membantu mengatasi permasalahan ini dengan cara memberikan wawasan melalui kegiatan MAKESTA

    Pengurus PAC IPNU IPPNU Jetis Mojokerto di MTS AL HIKMAH dusun sidoduwe Sidorejo mengadakan MAKESTA(31/10/20) yang di ikuti oleh 250 pelajar dari seluruh desa sekecamatan Jetis bahkan ada peserta yang dari luar kecamatan jetis, kegiatan di mulai jam 07:00wib dan selesai pada jam 01:00wib dini hari

    SORBANSANTRI.COM

    Peserta MAKESTA saat menerima materi

    Pada acara pembukaan acara kali ini di hadiri oleh ketua tanfidziyah MWCNU Jetis, ketua ketua BANOM NU seMWCNU jetis, ketua ranting NU Sidorejo bahkan nampak hadir kepala desa Sidorejo, kehadiran beliau beliau membuat suasana acara semakin menambah semangat para peserta, semangat peserta begitu luar biasa dan tak menggoyahkan semangat mereka meskipun pada saat acara di guyur hujan mulai siang hari sampai malam, mereka tetap antusias mengikuti jalannya acara dengan di pandu 4 narasumber, Gus Sofian J. Anom Stafsus Wantimpres RI 2018-2019, Gus Ahmad Saifulloh Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Gus Kamal Rifqi, Lc Pengasuh PonPes Darul Falah, Gus Sunarto, S. Pd., M. Si.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat memberikan sambutan

    Ketua PAC IPNU Jetis Gus LYANTYO MUTTAFAQUN ALAIK saat di konfirmasi team SORBAN menginformasikan MAKESTA yang kedua kalinya di adakan IPNU IPPNU Jetis saat ini luar biasa, karena pesertanya yang mencapai 250 pelajar, beliau meminta pada team SORBAN untuk mencantumkan maksud dan tujuan MAKESTA kali ini yang sudah beliau tulis

    “Dari tema yg saya angkat pada kegiatan makesta ini Green Seed for Humanitarian Islam. Saya sangat ingin setelah ini dalam diri kalian tumbuh rasa empati dan tumbuh niat atau keinginan untuk saling berperan diberbagai lini dan dalam konteks pendidikan, remaja, pelajar dan kepemudaan. Dan ditinjau dari peran ipnu ippnu di masa kini. Saya harap ipnu ippnu bisa benar benar berperan ditengah masyarakat, eksistensinya betul betul diakui.
    Saya benar benar ingin ipnu ippnu ini menjadi tawaran solusi yang masuk akal ditengah masalah kenakalan remaja, yaa paling tidak kita menjadi sebuah representasi bagaimana idealnya pelajar, remaja, atau pemuda pada konteks waktu saat ini. Seperti contoh permasalahan saat ini yang melanda dunia pendidikan di indonesia pada umumnya, murid berani atau tidak sopan kepada guru itu adalah hal yg sering kita lihat, dan lantas apakah kita menganggap hal itu sebagai hal yg lazim? Atau biasa biasa saja? Bagaimana murid dan guru bisa saling menaruh kepercayaan satu sama lain kalau gurunya tidak memberi rasa nyaman kepada murid dan murid masih tidak sopan kepada guru? Ini adalah hal yang serius dan harus kita akui sebagai sebuah masalah agar kita semua bisa saling rembug atau urun untuk solusi. Nah disini peran ipnu ippnu dibutuhkan, kita ini sedang dibutuhkan saat ini, masak kita diam diam saja? Terlalu egois untuk masa bodo akan masalah masalah seperti ini. Dan logikanya sederhana, apakah kita rela anak cucu kita kelak masuk ke dalam dunia pendidikan jika standar pendidikannya seperti itu?
    Tidak ada hambatan untuk bercita cita tinggi, tapi bagaimana kita berupaya meraih cita cita tersebut.”

    By: Sodikin sorban

  • GP ANSOR CANGGU JETIS MOJOKERTO menebar virus sholawat

    GP ANSOR CANGGU JETIS MOJOKERTO menebar virus sholawat

    SORBAN JETIS ~Namanya saja gerakan pemuda , pantas jika tidak mengenal lelah dalam bergerak terutama dalam menebarkan virus solawat ke dalam masyarakat . Melalui kegiatan rutin nya yang juga merupakan program andalan GP ANSOR yaitu geliat Majlis Zdikir dan solawat sahabat sahabat GP ANSOR ranting Canggu mengajak masyarakat umumnya dan anak anak generasi muda khususnya untuk bersolawat bersama ..

    SORBANSANTRI.COM

    Grub al banjari saat bersholawat bersama

    Bertempat di musholah Baitul Mukmin dsn Kedungklinter acara tersebut berjalan hikmat dan sukses (24/10/20) dengan di ikuti oleh 5 group sholawat al banjari se desa Canggu dan di hadiri oleh tokoh tokoh agama serta tokoh NU .

    H KODIM selaku wakil tuan rumah sangat bersyukur sekali dan mensupport penuh dengan adanya acara majelis dzikir dan sholawat yang di adakan oleh sahabat sahabat GP ANSOR ranting canggu, beliau mengharapkan kegitan kegiatan seperti MDS ini jangan sampai berhenti dan harus teros di adakan dengan harapan para generasi muda NAHDLATUL ULAMA sebagai generasi penurus bisa menebarkan cinta kasih kepada nabi MUHAMMAD SAW

    Demikian juga ketua NU ranting Canggu H ALIM SODIKIN dalam sambutanya sangat berterima kasih kepada sahabat sahabat GP ANSOR ranting Canggu yang terus bergerak dengan semangat menghidupkan kegiatan NU baik melalui MDS dan santunan yatim piatu, dhuafa yang di lakukan rutin setiap bulan

    SORBANSANTRI.COM

    ketua NU CANGGU saat memberikan sambutan

    Satu satunya ketua NU ranting seMWCNU jetis yang berambut gondrong ini menitip pesan kepada seluruh kader NU di wilayah Canggu untuk menjaga ketertiban dan keamanan menjelang pesta demokrasi tahun ini . Beliau berharap jika ada perbedaan pilihan dalam pilkada nanti jangan sampai menimbulkan perpecahan dan permusuhan di antara Nahdliyin sehingga bisa merusak kebersamaan yang telah di bangun selama ini ..

    Sementara ketua PAC GP ANSOR jetis mojokerto Gus IBNU KOHAR menyampaikan MDS Rijalul Ansor Ranting merupakan ujung tombak dari kegiatan GP Ansor di tingkat Ranting dalam mencari Kader terbaik Ansor.

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO

    Harapan dari PAC GP ANSOR JETIS semoga kesuksesan dalam penyelenggaraan acara MDS RA Ranting bisa diteruskan ke tingkat MDS Rijalul Ansor PAC dalam pengerahan anggota, karena pasukan / Anggota PAC ada di tiap-tiap Ranting, semoga semua Ranting GP ANSOR di Kecamatan Jetis mojokerto bisa selalu Istiqomah dalam kegiatan positif ini (MDS) ila Yaumil qiyamah dan tentunya harapan kita mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi MUHAMMAD SAW.

    By: s.parman/ alim sorban

  • SANTUNAN 105 ORANG TERDAMPAK COVID-19  oleh Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal mojokerto

    SANTUNAN 105 ORANG TERDAMPAK COVID-19 oleh Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal mojokerto

    SORBAN SANTRI ~Meskipun saat ini Kabupaten Mojokerto sudah memasuki zona oranye, namun masih banyak sekali warga Mojokerto yang terdampak Covid-19. Tim Lazisnu yang mengetahui hal ini, berinisiatif untuk memberikan santunan berupa beras dan uang. Memang santunan ini tidak seketika membebaskan warga dari dampak Covid ini, namun setidaknya bisa memberikan kebahagiaan, kegembiraaan, senyuman, dan terus memberikan semangat kepada mereka, warga yang terdampak Covid-19.

    Pada momen hari santri kemarin, Kamis tanggal 22 Oktober 2020 dengan membawa semangat “Hari Santri” tim Lazisnu MWC kecamatan Bangsal yang baru sebulan dilantik sebagai pengurus lazis, bergerak cepat bersama-sama dengan pengurus PC Lazisnu, mengunjungi 3 titik di Kecamatan Bangsal untuk memberikan santunan kepada 105 orang terdampak Covid-19. Adapun 3 titik tersebut adalah di Dusun Kauman, Desa Sidomulyo, dan Desa Tinggarbuntut.
    Santunan dimulai dari titik pertama yaitu di Musholla Baitul Maghfiroh RT 03 Dusun Kauman, didepan rumah salah satu pengurus Lazisnu MWC Bangsal, bapak Siddiq Bagus, SHI, sebanyak 35 warga yang terdampak Covid-19 menerima bantuan dari pengurus Lazisnu. Seperti nampak pada foto-foto dibawah ini.

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus PC Lazisnu & MWC Kec. Bangsal befoto bersama warga setelah santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus Lazisnu MWC kec. Bangsal sedang memberi santunan beras dan uang

    Berikutnya tim Lazisnu bergerak menuju titik kedua yaitu di Pondok Pesantren Al-Hasyimi, di Desa Sidomulyo Kecamatan Bangsal untuk memberikan santunan kedua kepada 35 orang warga Desa Sidomulyo yang tersampak Covid-19. Acara santunan di Pondok Pesantren Al-Hasyimi ini juga dihadiri Bapak Karsono selaku kepala desa sidomulyo dan juga bapak kepala KUA Kecamatan Bangsal, Bapak H. Baharudin, S.Pd.i. dibawah ini adalah foto ketika Bapak H. Baharudin mewakili tim Lazisnu memberikan sumbangan ke warga, beliau didampingi oleh Bapak Karsono selaku Kepala Desa Sidomulyo, H Rofi Ketua PC Lazisnu Kabupaten Mojokerto, Bapak H Shof Subkhan SE selaku ketua Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal.

    SORBANSANTRI.COM

    Kepala KUA Kecamatan Bangsal Mewakili Tim Lazisnu memberikan santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal Mewakili Tim Lazisnu memberikan santunan

    Yang terakhir adalah santunan 35 warga Desa Tinggarbuntut yang dilaksanakan dirumah Bapak Hj Ulil Shouma yang juga merupakan salah satu pengurus Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Baihaqi selaku Sekertaris MWC Kecamatan Bangsal.

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus Lazisnu berfoto bersama Warga yg diberi santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Santunan Warga Di Desa Tinggarbuntut, Di Rumah H. Ulil Shouma

    Alhamdulillah serangkaian acara Santunan kepada 105 orang terdampak Covid-19 ini berjalan lancar, dengan pengawalan Banser MWC kec. Bangsal dan kekompakan team Lazisnu PC & MWC kecamatan Bangsal, warga terlihat sangat antusias dan merespons dengan penuh syukur. Semoga ke depan team Lazisnu bisa meneruskan program santunan dengan baik dan bisa menambah jumlah warga yang disantuni…


    By: H. Shof Subkhan, SE / H. Alim sorban