Tag: nu

  • KH Marzuki Mustamar Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kutorejo

    KH Marzuki Mustamar Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kutorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto– Selasa (01/06/2021) Pengurus MWC NU Kutorejo Mojokerto gelar acara pelantikan dan musyker 1 bertempat di Pondok Pesantren al-Hidayah Desa Wonodadi Kecamatan Kutorejo yang dihadiri oleh seluruh anggota pengurus, banom-banom NU Kecamatan Kutorejo, hadir pula dalam acara tersebut Wakil Bupati Kab Mojokerto, Dr. Muhammad al-Barra, M.Si, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Dr. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Mojokerto KH Adzim Alawi, MUSPIKA Kecamatan Kutorejo.

    Pelantikan pengurus dan musyker ini dilaksanakan untuk mengukuhkan para pengurus yang sudah terpilih dan telah di usulkan ke Pengurus Cabang NU Mojokerto yang kemudian di SK-kan secara formal dan legal.

    Pembacaan SK-Pelantikan dan pengukuhan secara resmi kepada 50 pengurus disampaikan langsung oleh Ketua PC NU Mojokerto, KH Adzim Alawi, dengan disaksikan oleh Ketua PW NU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, Wakil Bupati Mojokerto dan seluruh undangan yang hadir.

    Setelah prosesi pengukuhan, acara berlanjut dengan penyampaian sambutan-sambutan, Sarwo Edi mengawali sambutan mewakili dari panitia kegiatan, dalam sambutannya dia menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara dan hadirnya para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh KH Adzim Alawi, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto, mengawali sambutannya, dia menegaskan kepada para pengurus yang telah dilantik untuk untuk segera bergerak melaksanakan program kerja yang telah disepakati.

    “manuk gelatik cucuke abang, lek mari dilantik edang tandang, jangan sampai manuk gelatik cucuke biru mari dilantik terus turu”, tegasnya.

    selain itu, dia juga menyampaikan kepada pengurus untuk memperkuat organisasi dengan 3 pilar penopang, pilar ideologi, pilar ekonomi, pilar budaya.

    ” NU 2 tahun lagi menginjak 1 Abad, maka yang perlu untuk diperkuat, kekuatan organisasi sedikitnya ditopang oleh 3 kekuatan pilar, yang pertama adalah pilar ideologi, maka melalui lembaga dakwah, melalui literasi LTN NU Kutorejo untuk mencounter aliran-aliran yang tidak sejalan dengan ideologi ahlussunnah wal jamaah yang merongrong keutuhan negara tercita Republik Indonesia. pilar kedua yaitu pilar ekonomi, PC NU telah membuat BMT  Nusantara Majapahit, BMT ini akan di bentuk di setiap MWC NU se-Kabupaten Mojokerto, yang terakhir pilar ke 3, yaitu pilar budaya, kalau untuk pilar budaya di NU ini sudah luar biasa “, tuturnya menguraikan.

    SORBANSANTRI.COMDisambutan selanjutnya, Gus Barra, Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, menyampaikan kepada pengurus MWC NU untuk bersama-sama ikutserta berperan mengcouter paham-paham radikal.

    “Sekarang banyak paham-paham transnasional, paham-paham radikal, paham-paham yang bisa memecah belah persatuan kita, itu sudah masuk dari segala umur, dari segala sendi kehidupan , dari segala organisasi, dan itu semua sudah direncanakan dan ada yang membiayai, kalau bukan kita, kalau bukan NU yang memiliki sumpah setia kepada NKRI sinten maleh? “, tutur Gus Barra.

    Selain itu dia juga mengharapkan NU untuk bisa menelorkan generasi-generasi NU yang yang bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa.

    SORBANSANTRI.COMMengakhiri acara pelatikan pengurus MWC NU, KH. Marzuki Mustamar, Ketua PW NU Jawa Timur, juga memberikan wawasan kebangsaan dan ke-NU-an dalam rangka untuk menguatkan keteguhan para pengurus yang dilantik untuk terus bersungguh-sungguh memperjuangkan NU.

    walladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana, sing berjihad berjuang temenan, Allah memberikan jalan untuk sukses, lek mung ger gamblei (malas-malasan), terus rumuse iku belanda masih jauh, yo wis sampean ketinggalan sepur tenanan, ayo sing temen. Baiatmu bukan baiat pelantikan, baiatmu baiat jihad, baya’tu alassam’i watthoah bil jihad, mengikuti patuh pada aturan NU, perintah  ulama-ulama NU bil jihad, berupaya sungguh-sungguh sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya, “, ungkapnya.

    selain itu KH Marzuki Mustamar juga menyampaikan independensi NU.

    “NU harus independent NU harus mandiri, bekerjasama dengan bupati yes, bekerjasama dengan kecamatan yes, bermitra dengan DPR yes, bermitra dengan perusahaan yes, tapi kalo sampai diperintah pak camat salah, diperintah pak lurah salah, diperintah bupati salah, yang bener NU punya garis Pemda punya garis, mana beberapa program yang bisa di sinergiskan ayo berangkat bareng-bareng, niku jenenge Wata’awanu ‘alal birri wattaqwa, musui pemerintahan salah, bergantung pada keuangan pemerintahan iku salah, sombong nang pemerintah salah, sujud-sujud kepada pejabat juga salah, yang benar, berdiri sama tinggi duduk sama rendah tapi bekerjasama “, imbuhnya mengakhiri sambutan dan mau’idhohnya.

     

    kontributor (HR/99)

  • LBMNU Mojokerto Gelar Bahsul Masail Membahas Modal Usaha Dengan Cara Berhutang

    Sorbansantri.com –Sooko– Malam (31/3) ba’da isya’ bertempat di Masjid Al Ikhsan dalam lingkungan Pondok Pesantren Al Ikhsan Brangkal, sekitar 100 Kiai muda dan Kiai sepuh se-Kabupaten Mojokerto hadir di Majlis diskusi Bahsul Masail Diniyyah LBMNU Kabupaten Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    Mereka berkumpul untuk membahas berbagai macam persoalan agama yang sedang musykil dan terjadi di tengah2 umat. Sehingga memerlukan pedoman untuk melangkah agar tetap berada dalam syariat agama islam dan tidak terjerumus ke dalam maksiat secara dhohir maupun batin, langsung ataupun tidak langsung. Agar mendapatkan hidayah dan ridlo Alloh SWT.

    Ada beberapa pertanyaan yang rencananya akan dibahas saat itu bagaimana hukum dan solusinya, akan tetapi sampai larut malam, bahkan satu persoalanpun baru usai dijawab, dengan sidang yang sangat kritis dan tajam. Pertanyaan pertama datang dari perwakilan LBMNU Kecamatan Sooko. “Deskripsi Masalah : Seorang pengusaha home industri sandal/sepatu menerima banyak pesanan, tapi modal kurang untuk memenuhi bahan baku. Untuk memenuhi kekurangan modal tersebut dia berhutang kepada salah satu pihak penyuplai bahan baku yang sebagian berupa bahan baku dan sebagian berupa uang untuk gaji karyawan. Kalau di total keseluruhan dari modal yang disiapkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Pertanyaan ; a. Apakah pengusaha tersebut wajib mengeluarkan zakat? Sedang dia punya banyak hutang. b. Jika wajib, maka termasuk jenis apa zakatnya? dan bagaimana cara menghitungnya ? (ranting Karangkedawang)”.

    Para musyawwirin yang dimoderatori oleh Gus Athoillah dari Jatirejo, dan sebagai Tim Perumus Gus Muhammad Rodli, Dr.HM.Nizar, Gus Abdul Ghoffar, Gus M.Ihsan, Gus Abdul Rozzaq. Dan selaku Musahhih adalah KH.Jamzuri, KH.Makmun AR dan KH. Mubayyin Syafi’i. dan anggota Musyawwirin terdiri dari delegasi MWCNU se Kabupaten Mojokerto, juga utusan dari berbagai Pondok Pesantren yang ada di Mojokerto. Nampak hadir pula para Kiai khas dari Mojokerto diantaranya KH. Masrikhan Asy’ary, Gus Taufiq, Gus Ahmad Syaifulloh, dll. Mereka berdiskusi ilmiah mengutarakan pendapatnya masing2 dengan berpijakan pada literatur Kitab2 Kuning sebagai rujukan. Tidak boleh ada pendapat tanpa menyertakan rujukan.

    SORBANSANTRI.COM

    Diskusi yang terjadi sangat kritis dan tajam karna masing2 musyawwirin meyakini pendapatnya masing2 yang mengacu pada literatur kitab yang mu’tabar, namun pada akhirnya mereka sepakat bahwa “bila barang tersebut telah diproses menjadi barang dagangan maka wajib mengeluarkan zakatnya namun bila pengusaha tersebut mempunyai hutang yang apabila dibayar tidak mencapai satu nishob, maka terjadi khilaf pendapat”.

    Ghiroh diskusi agama yang bersemangat, sampai melupakan waktu, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB, akhirnya acara pun ditutup dengan do’a. (red.slamet)

  • PENUTUPAN DIKLATSAR II BANSER PAC SOOKO BERLANGSUNG KHIDMAT DAN HARU

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com–Sooko – Siang (28/3) pukul 11.00 WIB sebanyak 115 peserta Diklatsar II Banser PAC Sooko melaksanakan upacara apel penutupan sekaligus dibaiat langsung oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di lapangan Desa Karangkedawang kecamatan Sooko. Seluruh personil petugas upacara adalah dari peserta diklat itu sendiri.


    Upacara dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto H.Moh. Yunus. Nampak hadir pula para tamu kehormatan, diantaranya dari jajaran pemerintah (wakil camat, koramil dan kepolisian), Kepala desa Karangkedawang beserta perangkatnya, para kiai dari MWCNU Sooko, perwakilan dari banom2 NU (Muslimat, Fatayat, IPNU,IPPNU, Pagar Nusa, Ishari).


    Ada momen berbeda dalam prosesi penutupan Diklatsar kali ini, yaitu didatangkannya orangtua/wali para peserta diklat. Memang panitia diklat sengaja membuat gebrakan baru dengan momen acara sungkeman peserta diklat kepada orangtuanya. Sebagaimana perintah dalam agama islam, anak wajib hormat dan berbakti kepada kedua orangtuanya, dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun.


    Dalam sambutannya, Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto menekankan agar peserta diklat nanti di ranting masing2 bisa berperan aktif dan harus selalu siap dalam menjaga dan mengamalkan ajaran islam ahlussunnah waljamaah an nahdliyah, selalu berkomitmen dalam menjaga keutuhan NKRI yang bhineka tunggal ika, dan selalu siap satu komando, mentaati perintah2 pimpinan sebagaimana ilmu yang telah dipelajarinya selama diklat.


    Perwakilan pimpinan dari Pengurus Cabang Sahabat Ahnu Afandi ikut menambahkan, pentingnya bergabung dengan organisasi Gerakan Pemuda Ansor adalah pilihan yang sangat tepat untuk membentengi islam dari pengaruh ajaran2 radikalisme dan intoleran yang saat ini sudah marak di Indonesia, beliau juga berpesan agar sepenuhnya anggota berkhidmah kepada NU dengan niat ikhlas setulus hati agar mendapat keberkahan dari para muassis NU, juga pentingnya menjaga sholat 5 waktu.


    Upacara ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Kiai dari MWCNU Sooko yaitu Kiai Nashiruddin, S.Ag. dan setelah itu pembaiatan peserta dipimpin langsung oleh Gus Sa’dulloh Syarofie bin KH.Khusaini Ilyas dari Mojokerto berlangsung penuh tangis bahagia penuh haru, peserta satu persatu bersalaman dengan Gus dulloh dan para masyayikh, kemudian disiram dengan kembang setaman sebagai tanda telah lulus dari diklat oleh perwakilan dari Pengurus Cabang GP Ansor, kemudian satu persatu peserta berjabatan tangan/berpelukan dengan Tim Instruktur Diklat PC dan Pengurus PAC.


    Momen paling mengharukan adalah saat para peserta selesai dibaiat, lalu para peserta diberi aba-aba oleh protokol agar sungkem kepada orangtuanya masing2, peserta harus datang menuju orangtuanya masing2 secara merangkak untuk mendapatkan restu dan do’a orangtua agar saat menjadi Banser NU diridloi oleh Alloh SWT. Karna ridlonya Alloh SWT berada pada keridloan kedua orangtua. Deraian air mata tertumpah ruah, isak tangis membahana memenuhi seluruh arena. Doa doa pun mengalir tiada henti dari bibir orangtua yang penuh haru dan bangga anak2 mereka dapat lulus dan bergabung dengan Banser NU.

    SORBANSANTRI.COM


    Di akhir sesi, sahabat Najib Tantowi salah satu pimpinan GP Ansor PC Kabupaten Mojokerto menginstruksikan agar para peserta jangan terlalu larut dalam kesedihan dan meyuruh merayakan kesuksesan acara Diklatsar II PAC Sooko dengan menyanyikan lagu Mars Banser. Sontak seluruh peserta kembali ke lapangan dan nyanyian pun bergemuruh sambil mengangkat Kasatkoryon Sooko sahabat Kholik dan Ketua PAC GP Ansor Sooko sahabat Tatlutfiari, tak lupa juga sahabat ketua panitia Diklatsar II Sahabat Irawan. Setelah itu acara ditutup dengan foto bersama di depan Banner. (red.slamet)

  • NU ADALAH ORMAS PALING ANEH DI DUNIA

    NU ADALAH ORMAS PALING ANEH DI DUNIA

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Itulah sekelumit ulasan Prof Alan Nielsen, seorang pengamat inteljen Barat. Bagaimana tidak? Sejak kelahirannya, NU selalu difitnah dan diintimidasi dan ingin dihabisi keberadaannya.
    Mulai tahun 1955-1998, pergerakan dakwah dan politiknya diawasi super ketat oleh penguasa, sehingga ingin mengadakan pengajian minta ijin sulitnya minta ampun, dan NU tak diberi ruang sedikitpun untuk menghidupkan “strukturalnya” .
    Ia mengibaratkan “NU itu ibarat manusia yang dipotong lehernya tapi ia masih bisa berlari dan hidup”, padahal jika organisasi apapun akan hancur jika di habisi kepalanya (strukturnya).
    Nazi, NII, NI, Masyumi, PKI, dan banyak lagi, semua tinggal nama. Tapi tidak dengan NU yang masih tetep eksis dan berkembang pesat hingga sekarang, yang terjadi malah sebaliknya, “siapa yang memusuhi NU akan hancur dengan sendirinya.”
    Sejarah membuktikan organisasi-organisasi terdahulu yang hancur itu karna mereka selalu memusuhi NU, mulai dari PKI ,Masyumi, DII, TII, NII, bahkan orde baru yang mengintimidasi NU selama 32 tahun pun kini hanya tinggal nama.
    Maka sesungguhnya andai NU ini sebagai organisasi yang bukan didirikan oleh para ulama/aulia dan bukan organisasi yang diridhoi Allah tentu NU sudah hancur sejak dari dulu.
    Saudi dan sekutunya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun untuk meluluh lantakkan Irak, Libya, Suriah, Afganistan, tapi ia tak mampu menguasai indonesia meski telah menghabiskan milyaran dollar, karna di NKRI masih ada sebuah organisasi yang bernama NU. (abi sorban)
  • Menurut Qonun Asasi NU, Wahabi Adalah Ahli Bid’ah

    Menurut Qonun Asasi NU, Wahabi Adalah Ahli Bid’ah

    InfokomBanserNU- Ahli Bid ’ah Dalam Qonun Asasi NU. NU dengan tegas menempatkan dirinya pada posisi “jalan kebenaran”. Hal ini dapat anda lihat di dalam Qonun Asasi NU sebagai berikut:

    Sementara itu segolongan orang yang terjun ke dalam lautan fitnah; memilih bid’ah dan bukan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang mukmin yang benar hanya terpaku. Maka para ahli bid’ah itu seenaknya memutar balikkan kebenaran , memunkarkan makruf dan memakrufkan kemunkaran.

    Mereka mengajak kepada kitab Allah, padahal sedikitpun mereka tidak bertolak dari sana.Mereka tidak berhenti sampai disitu, malahan mereka mendirikan perkumpulan pada perilaku mereka tersebut. Maka kesesatan semakin jauh. Orang-orang yang malang pada memasuki perkumpulan itu. Demikian penggalan kalimat dalam Qonun Asasi NU.

    Namun siapakah atau golongan manakah yang dimaksud sebagai ahli Bid’ah dalam Qonun Asasi NU tersebut? Mari kita merujuk pada salah satu kitab pedoman Ahlussunnah wal Jama’ah yang dikarang langsung oleh KH. Hasyim Asy’ari sendiri dalam kitabnya Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal 9:

    ﺯﻋﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ
    ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ، ﺣﺎﺻﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ
    ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺸﻬﺪ ﺇﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥ

    Menganggap dirinya (salafi wahabi) melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan. Padahal Allah maha mengetahui,
    bahwa mereka berbohong. (Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal 9

    ﻭ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﺭﺃﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺷﻴﺪ ﺭﺿﺎ
    ، ﻭﻳﺄﺧﺬﻭﻥ ﻣﻦ ﺑﺪﻋﺔ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺍﻟﻨﺠﺪﻱ
    ، ﻭﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭﺗﻼﻣﺬﻳﻪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻭ
    ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ

    Di antara mereka (sekte yang muncul pada kisaran tahun 1330 H.), terdapat juga kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Melaksanakan kebid’ahan Muhammad bin Abdul Wahhab al-najdy, Ahmad bin Taimiyah serta murid-murid Ibnul Qoyyim al-jauzy dan Abdul hadi

    ﻓﺤﺮﻣﻮﺍ ﻣﺎ ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻧﺪﺑﻪ ، ﻭﻫﻮ
    ﺍﻟﺴﻔﺮ ﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
    ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﺧﺎﻟﻔﻮﻫﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻭﻏﻴﺮﻩ

    Mereka mengaharamkan hal-hal yang telah disepakati oleh orang-orang Islam sebagai sebuah kesunnahan, seperti bepergian untuk menziarahi makam Rasulullah SAW serta berselisih dalam kesepakatan-kesepakatan lainnya.

    ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ : ﻭﺇﺫﺍ ﻻ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻧﻬﺎ ﺃﻱ
    ﺯﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻃﺎﻫﺔ ، ﻛﺎﻥ
    ﺫﻟﻚ ﻣﺤﺮﻣﺎ ﺑﻐﺠﻤﺎﻉ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ، ﻓﺼﺎﺭ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻣﻦ
    ﺍﻷﻣﺮ ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ ﺑﻪ

    Bahkan Ibnu Taimiyah menyatakan dalam Majmu’ Fataawa-nya, “……………… dengan demikian, karena berkeyakinan (yakni mengunjungi makam Rasulullah sebagai sebuah bentuk ketaatan), mereka telah jatuh pada keharaman yang telah disepakati oleh umat Muslim. Karenanya, keharaman adalah sesuatu yang mestinya ditinggalkan……………..”

    ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﺨﻴﺖ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ ﺍﻟﻤﻄﻴﻌﻲ
    ﻓﻲ ﺭﺳﺎﻟﺘﻪ ﺍﻟﻤﺴﻤﺎﺓ ﺗﻄﻬﻴﺮ ﺍﻟﻔﺆﺍﺩ ﻣﻦ ﺩﻧﺲ
    ﺍﻹﻋﺘﻘﺎﺩ : ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ ﻗﺪ ﺍﺑﺘﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺑﻜﺜﻴﺮ
    ﻣﻨﻬﻢ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ ، ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻭﺻﻤﺔ ﻭﺛﻠﻤﺔ ﻓﻲ
    ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻋﻀﻮﺍ ﻓﺎﺳﺪﺍ

    Al-Allamah Syeikh Muhammad Bakhit al-Hanafi Al-Muth’i menyatakan dalam kitabnya, Tathirul Fuad min danasil I’tiqood (Pembersihan hati dari Kotoran Keyakinan) bahwa, “kelompok ini sungguh menjadi cobaan berat bagi umat Muslim, baik salaf maupun kholaf. Mereka adalah duri “dalam daging/musuh dalam selimut” yang hanya merusak keutuhan Islam.

    ﻳﺠﺐ ﻗﻄﻌﻪ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻌﺪﻯ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ، ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻟﻤﺠﺬﻭﻡ
    ﻳﺠﺐ ﺍﻟﻔﺮﺍﺭ ﻣﻨﻬﻢ ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻓﺮﻳﻖ ﻳﻠﻌﺒﻮﻥ ﺑﺪﻳﻨﻬﻢ
    ﻳﺬﻣﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ

    Maka wajib menanggalkan/menjauhi (penyebaran) ajaran mereka agar yang lain tidak tertular. Mereka laksana penyandang Lepra yang mesti dijauhi. Mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama mereka. Hanya bisa menghina para ulama, baik salaf maupun kholaf.

    ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﺇﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺼﻮﻣﻴﻦ ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺗﻘﻠﻴﺪﻫﻢ
    ، ﻻ ﻓﺮﻕ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻭﺍﻷﻣﻮﺍﺕ ﻳﻄﻌﻨﻮﻥ
    ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻳﻠﻘﻮﻥ ﺍﻟﺸﺒﻬﺎﺕ ، ﻭﻳﺬﺭﻭﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻋﻴﻮﻥ
    ﺑﺼﺎﺋﺮ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ ، ﻟﺘﻌﻤﻰ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻋﻦ ﻋﻴﻮﺏ ﻫﺆﻻﺀ

    Mereka menyatakan, “para ulama bukanlah orang-orang yang terbebas dari dosa, maka tidaklah layak mengikuti mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.” Mereka menyebarkan (pandangan/asumsi) ini pada orang-orang bodoh agar tidak dapat mendeteksi kebodohan mereka.

    ﻭﻳﻘﺼﺪﻭﻥ ﺑﺬﻟﻚ ﺇﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﻌﺪﺍﻭﺓ ﻭﺍﻟﺒﻐﻀﺎﺀ ، ﺑﺨﻠﻮﻟﻬﻢ
    ﺍﻟﺠﻮ ﻭ ﻳﺴﻌﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻓﺴﺎﺩﺍ ، ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻋﻠﻰ
    ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ، ﻳﺰﻋﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ
    ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ، ﺣﺎﺻﻮﻥ
    ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ
    ﻳﺸﻬﺪ ﺇﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥ

    Maksud dari propaganda ini adalah munculnya permusuhan dan kericuhan. Dengan penguasaan atas jaringan teknologi mereka merusak tatanan masyarakat. Mereka menyebarkan kebohongan mengenai Allah, padahal mereka menyadari kebohongan tersebut. Menganggap dirinya melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan. Padahal Allah maha mengetahui, bahwa mereka berbohong.

    Nah demikianlah bahwa yang dimaksud Ahli Bid’ah dalam Qonun Asasi NU tersebut sudah jelas, yaitu sebuah ajaran Pada abad ke XII Masehi faham Ibnu Taimiyah yang disebarkan dalam bentuk pratek oleh Muhamad bin abdul
    wahab yang terkenal dengan sebutan WAHABI [1176-1257 M.] di najd dengan mendapat bantuan iparnya yaitu Raja Muhamad bin su’ud raja ke II yang menurunkan dinasti Su’udiyah di saudi arabiyah.

    Sebagaimana diketahui ayah Muhamad yang bernama Syeikh Abdul wahab adalah seorang ulama yang sholeh dari golongan ahlus sunnah wal jamaah. Begitu pula saudaranya Syeikh Sulaiman Al Qurdi dan Syeikh Muhamad Khayat Assundi dua ulama besar di madinah Pernah mengatakan “ALLAH AKAN MENYESATKAN ANAK INI SERTA ORANG YANG MENGIKUTI FAHAMNYA”.

    Di Mesir ajaran Ibnu Taimiyah ini disebar luaskan oleh Syeikh Muhammad Abduh [1849-1905 M] dan murid ABDUH yang bernama Muhamad Rasyid Ridlo. (red.abi)

  • WAHABI KUASAI PEMERINTAHAN INDONESIA DAN BUBARKAN NU

    WAHABI KUASAI PEMERINTAHAN INDONESIA DAN BUBARKAN NU

    InfokomBanserNU-

    Saat Ini Media Sosial Salah Satu Tempat Paling Efektif Menyebarkan Paham Yang Cukup Mudah,Murah & Efisien.

    Jika Para Pemuda NU Ingin Membuat Satu Acara Pengajian Memerlukan Proses Panjang, Mulai Dari Membentuk Panitia, Mencari Dana, Mencari Event Organizer, Membangun Panggung, Menyebarkan Pamflet Atau Undangan Belum Tentu Ramai Dan Memberikan Sebuah Paham Pada Masyarakat Di Zaman Sekarang Yang Super Sibuk, Tapi Jika Para Nahdliyin Membentuk Komunitas, Untuk Membuat Chanel Dan Jaringan Dakwah Khususnya di Dunia Digital, Medsos Dan YouTube Dan Lainnya, Masyarakat Yang Mungkin Awalnya Tidak Terlalu Paham NU, Kapan Waktu Akan Mengerti Sebuah Pemahaman ISLAM Yang Moderat, Sejuk Dan Penuh Rahmat Yang NU Bawa.

    NU Harus Menjadi Pelopor Persaudaraan, Penggerak Perdamaian, Untuk Semua Golongan, Jangan Sampai Kelompok-kelompok Yang Tidak Jelas Menyuarakan Suara Umat Islam Indonesia, Menyebarkan Paham Yang Menimbulkan Kegaduhan, Perpecahan Dan Kehancuran.

    Maka Dari Itu. Saat Ini Sudah Saatnya Para Pemuda NU, Menyuarakan Islam Yang Ramah, Sejuk Dan Moderat Ala Aswaja An-Nahdliyah.

    Perlu Di Catat Perekrutan Calon-calon lSlS itu 75-80% Melalui Media Sosial.Dan Itu Kesalahan Kita Semua Yang Selama Ini Diam Dan Membiarkan Orang-orang Yang Dangkal Pemahamannya Tentang Islam Tapi Berani Menyuarakan Islam.

    Channel-channel Hijrah Mereka Dengan Ratusan Ribu Hingga Jutaan Folowernya Siap Menjelma Menjadi Agen Kampanye Politik Dadakan Demi Ambisi Khilafah Palsunya, Siapa Yang Tidak Sejalan Dengan Mereka Akan Di Fitnah Habis-habisan, Dengan Propaganda Anti Islam & Isu-isu Yang Untuk Menjatuhkan & Membunuh Karakter Lawan Politiknya.

    Militansi Mereka Sangat Solid. Sangat Terstruktur Di Bidang Media, Satu Artikel Hanya Butuh Waktu Satu Dua Jam Untuk Viral & Menyebar Di Seluruh Beranda Medsos,

    Seperti Fanspage Tere Liye, Yang Menjadi Agen Kampanye Dadakan Padahal Tema Fanspagenya Adalah Kata-kata Motivasi, Hijrah, Saya Pernah Mencoba Diskusi Dengan Tere Liye, Agar Tidak Terlibat Di Panggung Politik Menggunakan Fanspagenya, Hanya Saja Dia Menghindar Dan Memilih Memblokir Saya, Padahal Saya Cukup Dekat & Mengenal Dia Dari Awal Perjuangan Di Komunitas Hijrah & Komunitas Penulis.

    sumber

    • Haddi VJB
    Eks Pengurus Komunitas Hijrah
    Yang Kini Berkhidmah Bersama NU

    Nahdliyin Online

  • H. Erwin SE Dipilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung

    H. Erwin SE Dipilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung

    InfokomBanserNU- Para pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung melakukan Konfercab di gedung PAC Jalan Sancang nomor 8 Bandung, Minggu, 23/2/2020.

    Suatu kehormatan dalam Konfercab tersebut dihadiri Ketua DPP Pagar Nusa Pusat, H. Edy Junaedi, DPW Pagar Nusa Jawa Barat, Haji Asep Saeful Millah, para pengurus dan PAC Pagar serta para pendekar Nusa se-Kota Bandung serta memenuhi kourum dimana 22 pengurus PAC yang hadir dari 30 PAC yang ada di Kota Bandung.

    Konfercab ini diadakan untuk menentukan ketua PC dan pengurus baru PC Pagar Nusa Kota Bandung.

    Seperti biasa Konfercab dengan susunan round down acara yang dimulai dengan pembukaan, doa, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pemilihan ketua baru PC Pagar Nusa Kota Bandung, pidato ketua PC terpilih, Kepengurusan dan ditutup doa.

    “Alhamdulillah yang hadir sudah memenuhi kourum terlaksananya Konfercab dari 30 PAC se-Kota Bandung yang hadir melebihi 50 persen yaitu 22 PAC yang hadir” ungkap H. Edy Junaedi.

    “Siapapun yang jadi ketua dan pengurus baru yang terpilih adalah kesepakatan bersama dan harus didukung bersama dan tetap solid dan kompak, semoga Pagar Nusa Kota Bandung lebih baik dan maju lagi dalam memperjuangkan para ulama serta budaya kita yaitu pencak silat” tambah H. Edy.

    Apresiasi terpilihnya H. Erwin SE datang dari ketua PW Pagar Nusa Jawa Barat, H. Asep Saeful Millah mengatakan bahwa harapan besar terpilihnya H. Erwin SE secara aklamasi menunjukan adanya kekompakan yang luar biasa mempercayakan satu yang semuanya pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung memilih H. Erwin SE.

    “Semoga kerja dan kinerja antara ketua PC dan pengurus serta seluruh ranting dan para pendekar dibawahnya semakin kompak, bersinergi, solid secara internal dan semakin sinergiritas bekerja sama dengan pihak terkait lainnya di Kota Bandung” tukas H. Asep Saeful Millah.

    H. Erwin SE memaparkan bahwa pada Desember 1985, dibentuklah tim persiapan pendirian pencak silat NU dan tepat pada 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo, lahirlah Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA. PAGAR NUSA bukan nama sembarangan, tapi diciptakan oleh Kyai besar NU yaitu KH Mujib Ridwan, beliau adalah putra KH Ridwan Abdullah yang menciptakan lambang NAHDLATUL Ulama.
    Kita sebagai para pendekar Pagar Nusa, harus mempunyai jati diri Pagar Nusa. Memperkuat ukhuwwah pagar nusa, dengan tidak membedakan aliran dan perguruan silat di Pagar Nusa, tidak membedakan latar belakang sosial dan politik, yang mana kesemuanya itu harus tetap kita jaga keharmonisannya. Ketika kita masuk dan bergabung d pagar nusa baik sebagai pengurus, santri, warga pagar nusa, maka saat itu pula kita tekadkan niat kita untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama, mengabdi pada kyai, menjaga NKRI, dan terutama dengan berharap kita diakui menjadi santrinya hadrotusyeh KH Hasyim Asyarie. Resiko yang akan kita hadapi tentu akan sangat besar, kesiapan lahir dan bathin kita harus kita latih mulai sekarang, karena pagar nusa merupakan bentengnya NU dan Bangsa, benteng nya para kyai, penjaga NKRI.

    “Saya, selaku ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung terpilih tentunya bukan yang terbaik dari kalian, tapi saya akan bersama – sama dengan kalian para pengurus PAC, pengurus ranting, dan seluruh pendekar pagar nusa Kota Bandung untuk merapatkan barisan dalam memperkokoh ukhuwwah wathoniyyah, basyariah, islamiyyah, memperkuat faham ahlisunnah waljamaah annahdiyyah, dan mengembangkan pencak silat NU pagar nusa d Kota Bandung ini” pungkas H Erwin SE pada konferensi pers.(iwnaruna)

    sumber

  • NAHDLATUL ULAMA’ DAN PANCASILA IDEOLOGI NEGARA

    NAHDLATUL ULAMA’ DAN PANCASILA IDEOLOGI NEGARA

    InfokomBanserNU-

    1. Ketuhanan yang maha esa
    katakanlah : Dialah Allah yang maha Esa. (QS. Al-Ikhlas, [112] : 1)

    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, hendaklah kamu menjadi manusia yang adil.
    (QS. An-Nisa’, [4] :135)

    3. Persatuan Indonesia.
    dan kami menjadikan kamu berbagai bangsa” dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal.
    (QS. Al-Hujarat, [49] :13)

    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebaijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
    Sedangkan urusan mereka (diputuskan) dg musyawarah diantara mereka.
    (QS. As-Syuro, [42] : 38)

    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.
    (QS. An-Nahl, [16] : 90)

    (red.abi)

  • ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI

    ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi demi langkah reformasi dan demokratisasi Arab Saudi. Muhammad bin Salman atau Pangeran Salman adalah orang yang berada di balik agenda tersebut.
    Terjadi lagi, pemerintah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi. Kali ini ulama dan qori’ terkenal, Syeikh Abdullah Basfar ditangkap oleh pihak otoritas Arab Saudi. Beberapa kasus penangkapan ulama dilakukan oleh Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir ini.
    Syeikh Abdullah adalah seorang profesor di departemen Sharia dan Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Ia juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia. Sebelumnya, Arab Saudi dikabarkan sudah menahan Syekh Saud Al-Funaisan. Al-Funaisan sendiri adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.
    Langkah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi menguatkan asumsi terkait upaya pemerintah Arab Saudi untuk mengamankan dan mereformasi Arab Saudi atas inisiasi Muhammad bin Salman (MBS).
    Penangkapan Ulama dan Reformasi MBS.
    Beberapa kasus penangkapan ulama yang dilakukan oleh Arab Saudi menjadi semacam “pembersihan” pahak keagamaan. Kini MBS melakukan reformasi di dalam negaranya. Ia ingin mengubah citra Arab Saudi dengan paham moderasi Islam.
    Ulama-ulama yang ditangkap oleh pihak kerajaan dianggap melakukan tindakan dan ceramah-ceramahnya mengganggu stabilitas kerajaan. Oleh karena itu, pihak MBS dan para pendukungnya menindak mereka agar tidak mengganggu dan menjadi ancaman kepentingan internal kerajaan.
    MBS melakukan berbagai kebijakan penting dan kontroversial. Ia tengah mereformasi Arab Saudi. Kebijakan kontroversial yang dilakukannya, diantaranya yakni memperbolehkan perempuan untuk menyetir mobil, menonton sepak bola di lapangan, dan beberapa kebijakan yang mengarah pada reformasi birokrasi Arab Saudi.
    Bagi kaum muda dan perempuan Arab Saudi, MBS adalah sosok pembaruan di tubuh kerajaan Arab Saudi. Ia menjadi tumpuan mereka ditengah kungkungan kebijakan Arab Saudi yang rigid dan kaku.
    Tetapi, bagi kaum ulama Wahabi Arab Saudi, MBS telah melanggar pemahaman keagamaan Arab Saudi yang sudah tumbuh subur di negara “Penjaga Dua Kota Suci”. Kondisi ini membuat otoritas kerajaan harus melakukan tindakan tersebut.
    Moderasi Beragama Arab Saudi
    Kebijakan MBS yang dinilai banyak pihak memiliki dua sisi yang berseberangan. Di salah satu sisi, kebijakan reformasi Arab Saudi memiliki dampak besar dan memberikan kebebasan bagi kaum muda Arab Saudi dan melonggarkan mereka untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan selama ini.
    Moderasi beragama menjadi kebijakan dan keputusan yang diinisiasi MBS. Hal ini dilakukan ditengah paham Wahabisme yang dianggap terlalu kaku dan tidak memberikan ruang bagi banyak kaum muda dan perempuan Arab Saudi.
    Kebijakan Arab Saudi lainnya yang berusaha menggemakan moderasi beragama yakni melakukan diskusi intens dengan salah satu organisasi massa Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
    Pihak Arab Saudi dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, telah melakukan diskusi terkait moderasi beragama tersebut. Diskusi ini juga menunjukkan bahwa Arab Saudi ingin melakukan reformasi keagamaan dengan menggemakan moderasi beragama. Sikap MBS melalui pelbagai kebijakan kontroversial di Arab Saudi dianggap sebagai tindakan “out of the box”. Ia juga tengah mempersiapkan menuju visi Arab Saudi 2030. (sumber harakah. id)
  • Cinta NU Cinta Indonesia

    Cinta NU Cinta Indonesia

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com –Mendengar NU tentu orang akan langsung teringat pada sebuah organisasi keagamaan terbesar di negeri ini, bahkan terbesar di dunia. Tentu tak mengherankan ketika NU diusik maka para Nahdliyyin akan langsung bereaksi untuk membelanya. Pembelaan warga Nahdliyin bentuknya juga bermacam-macam, tergantung dari kapasitas keilmuan, pengalaman berorganisasi maupun faktor usia. Faktor keilmuan, pengalaman dan usia inilah yang menyebabkan keluarnya tanggapan berbeda dalam menilai atau menyikapi suatu masalah.

    Warga NU sepuh yang ada di jajaran struktural maupun kultural tentu lebih dewasa dalam menanggapi suatu masalah. Langkah yang ditempuh pun lebih solutif, mengarah pada manfaat dan menghindari madlarat yang lebih besar. Para sesepuh NU lebih memilih jalan tabayyun (klarifikasi), membuka ruang dialog, diskusi mencari solsui, bahkan jika harus debat pun pasti dengan cara yang santun.

    Kedewasaan sikap di atas juga bisa kita lihat pada badan otonom (banom) NU seperti GP ANSORdan banom lainnya. Sering kita melihat bagaimana Gerakan Pemuda Ansor diuji dengan beragam masalah di negeri ini. Hujatan, cacian bahkan hinaan yang mengarah pada Ansor sebagai garda terdepan NU, mampu diselesaikan tanpa adanya pertumpahan darah. Tidak seperti di Timur Tengah, dimana setiap perbedaan berpotensi pada kerusuhan yang akhirnya menimbulkan pertumpahan darah berlarut-larut. Hal ini menunjukkan bahwa Ansor sudah dewasa dalam bersikap dan memahami perbedaaan tapi tetap tegas dalam menjaga perdamaian.

    Memang ada sebagian kecil generasi muda NU yang terkesan keras dalam menanggapi sikap permusuhan, ujaran kebencian, dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan perpecahan. Tentu sikap keras dan kaku ini tidak mewakili sikap warga NU. Hal itu bisa saja disebabkan oleh kurangnya pengetahuan agama, terbatasnya pemahaman ke-NU-an dan minimnya pengalaman dalam berorganisasi. Sikap generasi muda (yang baru tahu) NU seperti ini bisa jadi muncul karena dorongan kecintaan yang besar pada NU tapi tanpa dibekali keilmuan yang mumpuni. Hal ini bisa diatasi dengan cara mengenalkan generasi muda pada tujuan gerakan NU, meningkatkan kajian-kajian ke-NU-an, menyebarluaskan konten-konten Aswaja An Nahdliyyah dan secara langsung memberikan contoh sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan.

    Kita layak bersyukur bahwa sebagai organisai terbesar di negeri ini, NU masih setia mengajarkan jargon “cinta tanah air adalah sebagian dari iman” dan senantiasa memberikan uswah cara beragama Islam yang rahmah bagi semesta alam. Tentu tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa selama NU masih kokoh di negeri ini, maka insyaallah Indonesia akan tetap aman dan damai.(Ki Narto)