Tag: nu

  • Muhammadiyah dan NU Cabang Nasrani

    Muhammadiyah dan NU Cabang Nasrani

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Tokoh-tokoh Muhammadiyah sering bercanda dengan istilah “Krismuha”, karena sebagian dari Lembaga Pendidikan Muhammadiyah yang berada di daerah Papua, NTT, ternyata sebagian murid-muridnya adalah orang Kristen. Tidak aneh, jika ada sebagian dari pengurusnya ternyata beragama Nasrani. Yang jelas, murid-murid sekolah yang dibangun Muhammadiyah bukan beragama Islam. Wajar jika ada yang berkata “Muhammadiyah Cabang Kristen” atau yang lebih keren dengan istilah “Krismuha”.

    Tidak mungkin organisasi yang berbasis Al Quran dan hadits bisa berkembang dengan baik di Papua dan NTT, kecuali harus merangkul masyarakat yang beragama lain. Di dalam sekolah yang didirikan Muhammadiyah, telah disediakan guru khusus yang beragama Katolik atau Kristen, yang disesuaikan dengan kebutuhan agama masyarakat setempat.

    Profesor Munir Mulkan, Begawan Pendidikan Muhammadiyah justru membagi Muhammadiyah dengan empat bagian, (1) Muhammadiyah Purifikasi, atau yang sering saya sebut dengan “Muhammadiyah Garis Lurus”. (1) Muhammadiyah Kultural Tradisional (3) MUNA (Muhammadiyah Nahdhatul Ulama) (4) Muhammadiyah Marhaenisme, dengan kata lain Muhammadiyah abangan. Dan yang terakhir adalah Krismuha (Kristen Muhammadiyah).

    Tokoh Muhammadiyah Abdul Mu’ti menggambarkan bahwa Muhammadiyah ikut serta membangun toleransi antar umat beragama di Indonesia, khususnya terhadap masyarakat yang minoritas Islam di daerah Papua, NTT, Manada. Di mana daerah-daerah tersebut mayoritas beragama Kristen baik Katolik maupun Protestan dalam pendidikan yang berada di naungan organisasi Muhammadiyah.

    Istilah dan ijtihad tokoh Muhammadiyah dengan menggunakan istilah “Krismuha”, sudah membumi. Muhammadiyah yang lantang menyuarakan Al Quran dan Sunnah tidak banyak protes dengan istilah ini, bahkan tidak keberatan menyediakan guru-guru agama Kristen dan Katolik di sekolah-sekolah di Papua, NTT. Padahal, menurut pemahaman Islam Garis Lurus, menyediakan guru agama katolik atau Kristen bisa dikategorikan membantu menyebarkan agama, bahkan bisa dikatakan sebagai bentuk pengakuan terhadap agama Kristen atau Katolik.

    Namun karena Muhammadiyah tidak terlalu seksi, walaupun Krismuha (Kristen Muhammadiyah) sudah terwujud, dan membumi, namun tidak terlalu menarik untuk dikecam dan dikomentari. Sebaliknya, ketika NU membuat candaan “NU Cabang Nasrani” sangat menghebohkan. Lebih menarik lagi, yang paling banyak komentar itu rata-rata bukan NU. Bahkan, secara personal pengikut Muhammadiyah ikut-ikutan menyesatkan “NU”. Ini menjadi bukti, bahwa NU itu memang paling seksi.

    Sejak dulu, NU sangat keren dan mengasyikkan. Banyak ulama dan yang dekat dengan para pemabuk, penjudi, kemudian ada yang nyinyir “Kyai kok berteman dengan penjudi dan pembakuk”. Sebenarnya, Kyai NU bukan sekedar berteman, tetapi pertemanan itu bertujuan mengajak mereka kembali ke jalan Allah SWT. Hanya dengan bertemanan, seorang kyai itu bisa memahami suasana hati masyarakat yang tercebur dalam maksiat, sehingga dengan mudah mengajak kembali.

    Ada juga yang sinis terhadap kyai NU, ada yang berkata dengan lantang “Kyai kok dekat dengan pejabat”. Sambil menggunakan dalil-dalil. Kyai NU, sudah kenyang dengan dalil-dalil, mereka ahli usul fikih, sehingga dengan cara masuk di pemerintahan, seorang kyai bisa memberikan kontribusi kepada negara Indonesia. Seperti, KH Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Abdurrahman Wahid, mereka benar-benar memberikan kontribusi paling besar terhadap Indonesia.

    Kendati demikian, tokoh-tokoh NU tetap menerima kritik karena itu akan menambah khazanah, dan juga tetap membangun silaturahmi dengan tokoh-tokoh yang demen mengkritik. Dalam tubuh NU, banyak kyai yang sering bercanda ria, ada juga yang sangat serius. Sehingga akhirnya muncul kelompok-kelompok anekdot yang sangat gemesin, seperti NU Garis Lurus, NU Garis Lucu, NU Garis Diagonal, Liberal. Namun, mereka bukanlah bagian dari organisasi NU, melainkan serpihan-serpihan masyarakat NU yang tetap ingin diakui menjadi NU.

    Sampai kapanpun, organisasi NU yang didirikan oleh Mbah Hasyim Asy’ari akan tetap menggunakan teologi Asy’ari, dan Al-Syafii sebagai mazhabnya, dan tasawuf sebagai pandangan moralnya. Candaan “NU Cabang Nasrani”, tidak akan mampu mengubah akidah wong NU. Walaupun di kafir-kafirkan dan di syirikkan, NU tidak berubah, tetap akan tahlilan, manakiban, shalawatan, dan istighotsahan. Walaupun dikatakan anti Arab, NU tetap akan mempertahankan ngaji dengan menggunakan kitab-kitab bahasa Arab. Karena sanad ilmu kyai NU, mulai Al Quran dan tafsir, hadits, fikih, tasawuf nyambung (ittishol) hingga Rasulullah SAW. (Abdul Adzim Irsad)

  • PERINGATI HARLAH NU 94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU

    PERINGATI HARLAH NU 94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU

    Cyberaswaja.online|Gedeg. Memperingati HARLAH NU ke-94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU – Sesuai namanya, BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) pasukan elit Nahdlatul Ulama (NU) ini dididik untuk siap siaga dalam kondisi dan situasi apapun.

    BANSER BAKSOS HARLA NU 94
    FOTO: Kepala Banser bersama jajarannya di Makam Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto.

    Satuan Koordinasi Cabang (SATKORCAB) Banser kabupaten Mojokerto. Pada hari Jumat mereka menggelar Bhakti Sosial di kawasan makam panjang Desa Losari kecamatan Gedeg Mojokerto. Sejak pagi, ratusan anggota BANSER tersebut nampak semangat membersihkan area makam KH. Zainal Alim (Rois Syuriyah pertama PCNU kabupaten Mojokerto). 31/1/2020. 
    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: Banser membersihkan Makam KH. ZAINAL ALIM, Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto

    Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih memang telah mengintruksikan kepada KASATKORCAB agar selain kegiatan pam keamanan, apel kebangsaan dan ngaji organisasi, BANSER juga bergerak aktif kegiatan social kemasyarakatan seperti ini. Terlebih ini adalah makam Kyai NU.
    “Kegiatan bersih makam ini dilakukan untuk menyambut HARLAH NU ke-94 dan sebagai bentuk bhakti santri pada Kyainya” Ungkap KASATKORCAB BANSER Mojokerto H. Moh. Yunus. 
    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: Baksos BANSER di MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM

    “BANSER itu juga santri. Jadi harus khurmat Kyai, lah. Apalagi ini kan HARLAH NU,” Tambah Abah Yunus, sapaan akrabnya, Jumat (31/1/2020).

    Kegiatan sosial ini dilaksanakan guna menumbuhkan serta menguatkan rasa kebersamaan dan kegotong-royongan khususnya sesama anggota BANSER, umumnya kepada masyarakat.

    “Banser jaman sekarang dituntut semangat dan kesadarannya. Selain ngalap barokah (mencari berkah) kegiatan seperti ini dilakukan juga untuk uri-uri tradisi NU. Orang NU sejak dulu kan suka gotong royong dan menjaga kebersamaan,” imbuhnya.

    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: BANSER Tabur Bunga di makam ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM

    Kegiatan Baksos di Makam ini dihadiri sekitar 110 personil BANSER dari perwakilan seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Kabupaten Mojokerto, yang turut serta dalam kegiatan ini. Rencananya kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan akan disebar ke makam para Kyai NU di kawasan Mojokerto. (wg/infokom)

    Penulis: Ki Narto
    Editor : WG-Infokom
  • KOK ADA WARGA NU CABANG NASRANI?

    KOK ADA WARGA NU CABANG NASRANI?

    Oleh: Shuniyya Ruhama
    Murid Mbah Wali Gus Dur

    wp.sorbansantri.com -Dapat banyak pertanyaan dan keluh kesah beberapa sahabat tentang statemen Guru Mulia KH Said Aqil Siroj yang menyatakan , ” … Bisa dikatakan Pak Kapolri ini warga NU cabang Nasrani”.

    Seperti yang sudah diduga sebelumnya, statemen ini dipotong konteksnya dan diperkarakan secara ndakik-ndakik berlebihan dan dijadikan amunisi menyerang beliau secara pribadi.

    Padahal, jika orang tersebut memang kader NU beneran di tingkat akar rumput dan paham konteks, pasti sudah mafhum bahwa ini merupakan guyonan khas orang NU sebagai penghormatan dan perangkulan atas keberagaman.

    Kecuali jika memang dapatnya cuma potongan statemen yang sudah diberi narasi kebencian yang membuncah dan mengaduk-aduk sentimen keNUan, akan beda lagi masalahnya.

    Lha orang becanda kok dibahas serius amat becandaannya, lalu digoreng sedemikian rupa. Dan seperti biasanya, beberapa orang yang mengaku NU juga ikut-ikutan terprovokasi.

    Mendadak mereka seperti kehilangan logika yang sehat. Padahal semua paham bahwa orang NU beneran yang paling awam sekalipun pasti tahu bahwa NU itu Islam Aswaja. Lha wong yang ngaku Islam saja belum tentu bisa jadi NU, apalagi yang bukan Islam.

    Dan sebenarnya, candaan ini sudah biasa sejak jaman dulu kok. Mbah Wali Gus Dur pada era tahun akhir 1990an juga suka becanda yang model begini. Tapi gak ada yang ribut waktu itu.

    Salah satunya, dulu ada tokoh bernama Pak Bingki Irawan sesepuh agama Konghucu, pernah diperkenalkan Mbah Wali:

    “Pak Bingki ini orang NU, tapi belum bersyahadat”. Semua yang mendengar jadi tertawa dan menjadi akrab dengan Pak Bingki Irawan.

    Bisa jadi Mbah Said ini juga meniru guyonnya Mbah Wali Gus Dur yang sudah ada puluhan tahun silam. Tokh memang Mbah Said Aqil adalah sahabat sekaligus santri Mbah Wali.

    Bedanya, waktu Mbah Wali guyon, pendengarnya adalah Mbah Said dan generasinya sehingga menjadi konsumsi menambah cair suasana.

    Sedangkan saat Mbah Said guyon, yang dihadapi sebagian diantaranya adalah barisan awam yang gak sinkron antara semangat dan kapasitas ilmunya, jadi ya begitu deh.. (Abi sorban)

    Salam cinta NU..
    Salam cinta Indonesia…

  • NU dan Muhammadiyah Ibarat Bumi dan Matahari

    NU dan Muhammadiyah Ibarat Bumi dan Matahari

    Oleh Ahmad Tsauri

    wp.sorbansantri.com
    – Saya kenal orang yang kebaikannya, amal solihnya itu banyak sekali, banyak sekali masjid yang dibangun tapi tidak digelari tokoh seribu masjid, karena sedekah beliau juga bermiliar-miliar, tapi tidak juga digelari orang dermawan, karena membantu masyarakat dengan berbagai kebutuhan juga tak terhitung jumlahnya, tapi juga tidak dipuji jiwa sosialnya bagus, karena juga taat ibadah tapi belum mendengar orang menyebutnya ahli ibadah, karena juga tidak pernah menggunjing orang, tapi tidak dipuji dengan baik Budi. Saya menemukan banyak sekali orang seperti ini. Karena kebaikannya dahsyat, banyak ia tidak diidentifikasi oleh orang lain dengan salah satu atribut atau kerja sosialnya.
    Begitulah NU dan Muhammadiyah, ibarat matahari tidak lagi perlu dijelaskan bahwa ia bersinar, karena puluhan ribu pesantren dan sekolahnya, ribuah rumah sakit dan lembaga sosial lainnya tak terhitung.
    Ibarat matahari cukuplah bunga-bunga yang bermekaran, manusia hewan yang beranak pinak, ekosistem yang terus berjalan menunjukkan matahari itu memberi manfaat.
    Apa jadinya bumi tanpa matahari, seperti apa jadinya Indonesia tanpa NU dan Muhammadiyah. NU dan Muhammadiyah menyiapkan orang-orang yang menginisiasi sekaligus mengisi kemerdekaan baik di Eksekutif, maupun dilegislatif. Apa anda kira bung Karno dan Jenderal Sudirman itu anggota ormas gurem itu? Bukan beliau kader Muhammadiyah.
    Indonesia tanpa ormas bodong itu terbukti baik-baik saja, tapi terbukti tanpa kontribusi NU Muhammadiyah ini kemerdekaan nyaris tidak bisa diraih dan tidak bisa dipertahankan.
    Jadi maklumi saja kalau ada ormas abal-abal selalu disanjung karena foto mereka dilokasi bencana 10 tahun silam, mungkin kebaikannya hanya itu sementara keburukannya yang menyengsarakan dan melukai hati masyarakat tak terhitung.
    Di era seperti ini, semua kegiatan sosial NU-Muhamadiyah dan badan otonom dibawahnya, yang banyak itu, harus dipublikasikan terutama ditempat bencana, supaya simpatisan ormas piaraan Cendana itu sadar telah salah memilih pelabuhan dalam berorganisasi. (abi sorban)
  • NU dan Masyarakat Ibarat Santan

    NU dan Masyarakat Ibarat Santan

    oleh : Hamdan Suhaemi

    wp.sorbansantri.com – Riwayat sentimen atas NU dan ulamanya adalah riwayat panjang yang jika kita kembali ke masa lalu, sentimen, benci dan menghina NU tersebut cukup sadis, provokatif dan cenderung agitatif. Tak ada ceritanya peci KH. Idham Chalid tertembus peluru jika bukan bencinya pada NU, untung masih selamat. Peluru itu ditembakkan oleh anggota TII ( Tentara Islam Indonesia ), kesatuan dari DI ( Darul Islam ) pimpinan M. Kartosuwiryo, ketika sang Ketum NU tersebut turun dari kreta api dari Surabaya. Dasar kebencian itu tentunya disebabkan Kiai Idham menolak dukungan atas tegaknya Darul Islam.

    Lain, Kiai Idham lain pula KH. Saefudin Zuhri yang dibenci habis-habisan oleh elit PKI hanya karena pasang badan membela HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam ), karena hendak dibubarkan oleh Presiden Soekarno atas hasutan dan liciknya Polit Biro PKI. Padahal KH. Saefudin Zuhri, bukan tokoh HMI bukan pula pendiri HMI, beliau Istiqomah mengembangkan GP Ansor sejak zaman revolusi 1945.

    Bahkan KH. Wahab Chasbullah disebut penghianat, penjilat atau oportunis setelah Dekrit 5 Juli 1959 dikeluarkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, dijadikan bulan-bulan oleh tokoh Masyumi karena Kiai Wahab dan NU memilih bergabung dalam koalisi Nasakom ( Nasionalis Agamis Komunis ), padahal KH. Wahab Chasbullah dan KH. Idham Chalid berdebat dengan Aidit dan elit PKI untuk mempertahankan dan membela Masyumi, sebelum Masyumi dibubarkan.

    Era 1960-an era dimana PKI sangat powerfull atas negara. Strategi PKI dalam upaya menuju kudeta hampir sempurna. Tak kurang kiai – kiai NU baik yang ada di pemerintahan maupun di DPR GR, terutama sekali KH. Subhan ZE terus diburu, dimatikan langkahnya, diadudomba. Korban kiai-kiai NU, dan Kader Ansor banyak yang gugur akibat kesadisan PKI. Meski demikian dengan konsistensi KH. Idham Chalid dalam menahkodai NU diramu secara cerdas, lentur, cemerlang dan heroik akhirnya NU dan Banom-nya dapat menumpas dan memberangus PKI dan underbouw-nya hingga ke akar-akarnya, bersama RPKAD dibawah Kolonel Sawo Eddhie Wibowo.

    Masuk era Orde Baru, nasib NU seperti jasad berjalan tapi tanpa kepala. Padahal NU punya jasa besar atas pemberantasan PKI dan antek-anteknya, namun Jenderal Soeharto lebih memilih mengamputasi peran NU relasinya dengan negara selama hampir 32 tahun, itu karena Jenderal Soeharto benci kepada Subhan ZE sebagai rival dalam suksesi kepemimpinan nasional pasca Presiden Soekarno.

    Kekuatan NU

    NU, didirikan oleh kaum ulama hasil restu dari Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, dan restu Wali Songo ( secara lahiriah memang tiada ). Hingga NU dipimpin langsung oleh ulama besar yang pakar hadits, musnid kutub al-sittah, pengasuh pesantren Tebuireng yakni Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kekuatan NU adalah spiritualitas agama dan tradisi sanad ilmu agama. Yang tak pernah bisa dimiliki oleh kelompok atau organisasi manapun.

    NU dan Masyarakat

    Amaliyah kita, seperti doa qunut di sholat subuh, perayaan maulid Rosulullah صلعم , tahlilan, rajaban, kirim doa, istigosah, selametan, semaan, manaqiban, marhabanan, baca syekh, rebo wekasan, dan ziarah kubur itu semua masyarakat memperaktikan dari dulu hingga sekarang, dan itu adalah amaliyah nahdliyyah ( amal ibadah warga Nahdliyyin.

    Meskipun, masyarakat tidak mengaku NU apakah aktif di Jam’iyyah NU sebagai pengurus maupun tidak, tetap amaliyah nya adalah amaliyah yang biasa diajarkan oleh ulama NU, bahkan sudah menjadi tradisi kuat sejak Wali Songo menyebarkan Islam di tanah Jawa secara moderat, santun, hikmah dan halus dibarengi Budi pekerti sufistik, hingga sampai sekarang.

    NU dan masyarakat ibarat air santan, hasil perasan kelapa dan air. Tidak mungkin dipisahkan antara air dan ampas kelapa ketika sudah jadi air santan. Itu adalah gambaran tentang NU dan masyarakat Indonesia umumnya.

    Jika, ada yang bilang NU jauh dengan masyarakat. Tentunya orang tersebut tidak tahu sejarah, tidak paham NU, tidak ta’dhim pada ulama NU, Bahksn sudah menciderai perasaan para ulama yang ikhlas dan gigih bersama masyarakat, hingga 24 jam hidupnya di tengah masyarakat dan selalu mengayomi masyarakat. Begitu teganya bilang NU jauh dari masyarkat, dan terlalu congkak membandingkan dengan FPI yang sudah dibubarkan itu.

    Membandingkan NU dengan ormas lainya ibarat membandingkan sosok ayah dengan anak balita. Jadi jauh sekali, jangankan sama, dekat pun tidak.

    Sekali lagi NU itu sudah lama ada di tengah masyarakat, apakah ia sebagai personal dari kiai-kiai NU, maupun secara keorganisasian. NU dan ulamanya rutin menggelar pengajian-pengajian, dzikir bersama, istigosah, dan perayaan hari besar Islam lainnya.

    Jadi, tidak benar NU jauh dari masyarkat. Justru NU lah ormas yang paling dekat dan selalu bersama masyarakat.
    Hanya yang dengki pada NU, benci NU, dan memusuhi NU akan binasa dan hancur.

    Gang Vinus III, 19-1-2021
    Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
    Ketua PW Rijalul Ansor Banten
    (ansor palu)

  • Makna Filosofi Logo Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama

    Makna Filosofi Logo Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama

    Sorbansantri.com – Jakarta, NU Online //
    Pada 31 Januari 2021 yang akan datang, Nahdlatul Ulama genap berusia 95 tahun dalam hitungan tahun Masehi. Pada tahun ini, tema yang diangkat pada Hari Lahir (Harlah) ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini, adalah Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.

    Visualisasi tema besar ini pun sudah terwujud dalam logo Harlah Ke-95 NU. Sang desainer logo, Dain Nur Rafita Ardani Rahmansyah menjelaskan bahwa ada makna filosofis terkandung dalam logo Harlah yang waktu pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar empat hari.

    Dalam desain tersebut terdapat dua bulatan yang menggabungkan angka sembilan dan lima di bagian tengah. Dua bulatan yang berbentuk seperti angka delapan ini dibuat dengan satu tarikan garis memiliki makna konsistensi atau keajegan.

    “Ini sesuai tema yang diusung yaitu konsistensi khidmah NU dalam menyebarkan Aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan, serta konsistensi dalam membawa Islam yang Rahmatan lil alamin,” jelas Dian kepada NU Online, Ahad (17/1).

    Dalam logo Harlah yang dipadu dengan logo NU di atasnya dan tanggal serta tahun kelahiran NU di bawahnya ini, ada dua warna yang dominan yakni warna emas dan hijau. Bukan tanpa alasan dua warna ini dipadukan dengan apik sehingga mewujudkan logo yang terlihat bersinar.

    “Warna emas menggambarkan kemuliaan, hijau melambangkan kedamaian,” jelas Dian.

    Saat penggarapan, Dian mengungkapkan beberapa langkah dan kompleksitas dalam mewujudkan desain ini. Memang menurut Dian, kesulitan yang dihadapi oleh para desainer logo adalah mencari konsep dan memvisualisasikan tema. “Biasanya konsep udah nemu tapi nggak nyambung sama tema,” ungkapnya.

    Namun, dengan kesungguhan dan pengalaman dalam dunia desain, akhirnya ia bisa mewujudkan logo Harlah Ke-95 NU untuk tahun 2021. Logo ini nantinya bakal banyak terwujud dalam berbagai media seperti umbul-umbul, bendera, dan berbagai suvenir.

    Pewarta: Muhammad Faizin
    Editor: Kendi Setiawan


    Follow @nuonline_id
    Kunjungi www.nu.or.id

    #nahdlatululama #nu #nuonline #nuonline_id #harlah95nu

  • Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo

    Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo

    wp.sorbansantri.com  – Alhamdulillah telah dilaksanakan konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokertoh Pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2021 pukul 19.00-selesai di P.P Roudlotul Qur’an sambilawang,sawoK,Kutorejo – Mojokerto

    Dalam konferensi pemilihan Ketua PAC tersebut muncul nama Sahabat Ahmad Syaifudin M.Pd.i (Gus UDIN) sebagai ketua PAC terpilih (petiode 2021-2023) untuk menggantikan sahabat Sholikhudin S.Pd.i

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutanya Gus Udin mengatakan “Akan meneruskan program-program PAC yang belum terlaksana,serta akan membawa kinerja Ansor lebih baik kedepannya”

    Konferensi terebut selain dihadiri oleh Gus Ali Moh.Nasih sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto,juga dari lembaga lembaga NU lainnya seperti Fatayat,Muslimat,IPNU-IPPNU dan lain-lain.

    Harapan dalam Konferensi tersebut adalah menghasilkan Ketua Terpilih yang lebih baik serta bisa mencetak generasi Ansor yang Militan dan berdedikasi tinggi untuk NU dan NKRI. (IRUL – Sorban)

  • MAKLUMAT KETUA UMUM PBNU

    MAKLUMAT KETUA UMUM PBNU

    InfokomBanserNU- Ingat, 2 bulan yang lalu dubes AS di Jakarta datang ke kantor PBNU untuk membujuk agar NU ‘bersuara’ terhadap ‘penindasan Muslim Uyghur oleh pemerintah China’. Tapi PBNU menolaknya.* Dan bukan Amerika namanya kalau diam saja saat dikecewakan.

    Sekarang media Amerika mencoba memfitnah NU. Tentu saja atas pesanan penguasa di Washington.

    Ada tiga tujuan atas fitnah dari wall street Journal ke NU:

    1. Menyerang China.
    2. Membuat kisruh Indonesia.
    3. Mendiskreditkan Ormas Islam yang Moderat.

    Kalau sekiranya 85 juta warga NU itu mau patroli di medsos, Insya Allah tidak ada yang berani menghina Habaib dan Kyai NU, karena setiap mereka bikin hoax akan langsung dicounter balik dengan bertubi-tubi oleh para Nahdliyin. Serangan baliknya akan seperti munculnya laron melihat cahaya benderang dimalam hari.

    HAYU TURUN GUNUNG.

    Kalau bukan kita siapa lagi.
    Ayo rapatkan barisan sahabat.
    Warganet satu untuk NKRI.

    #HubbulWatonMinal_iman
    #SatuKomandoBersamaNKRI

    (NU Benteng NKRI)

  • Berikut Daftar Cabang NU di 137 Negara

    Berikut Daftar Cabang NU di 137 Negara

    wp.sorbansantri.com – Organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) kini telah benar-benar mendunia, dibuktikan kepengurusan cabang NU telah ada di 137 negara.
    Kepengurusan cabang NU di luar negeri ini disebut Pengurus Cabang Istimewa (PCI), berbeda dengan kepengurusan di dalam negeri yang disebut dengan Pengurus Cabang (PC), tanpa kata ‘istimewa’.
    Menurut Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar Kalsel, Khairullah Zain, hadirnya kepengurusan organisasi umat Islam terbesar di dunia di 137 negara ini sepertinya memang sudah diprediksikan oleh para wali Allah yang mendirikan NU.
    “Para wali Allah pendiri NU sepertinya sudah mengetahui bahwa kelak NU akan mendunia. Buktinya lambang NU yang dibikin boleh KH Ridwan Abdullah memuat bola dunia,” ujarnya kepada Banua.co, Senin (21/12/2020).
    Berikut daftar negara yang ada kepengurusan Cabang Istimewa NU di sana. Di negara negara ini pengurus cabang istimewa (PCI) telah terdaftar resmi dan punya kekuatan legalitas di negara masing masing, sebagai bukti NU mendunia:
    1. Afghanistan
    2. Afrika Selatan (Republic of South Africa)
    3. Republik Afrika Tengah (Central African Republic)
    4. Albania (Republic of Albania)
    5. Aljazair (Algeria)
    6. Amerika Serikat (United Stetes of America)
    7. Andorra (Principality of Andorra)
    8. Angola (Republic of Angola)
    9. Antigua dan Barbuda (Antigua and Barbuda)
    10. Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia)
    11. Argentina (Argentine Republic)
    12. Armenia (Republic of Armenia)
    13. Australia (Commonwealth of Australia)
    14. Austria (Republic of Austria)
    15. Azerbaijan (Republic of Azerbaijan)
    16. Bahama (Commonwealth of the Bahamas)
    17. Bahrain (Kindom of Bahrain)
    18. Bangladesh (People’s Republic of Bangladesh)
    19. Barbados
    20. Belanda (Netherlands)
    21. Belarus (Republic of Belarus)
    22. Belgia (Kingdom of Belgium)
    23. Belize
    24. Benin (Republic of Benin)
    25. Bhutan (Kingdom of Bhutan)
    26. Bolivia (Plurinational state of Bolivia)
    27. Bosnia dan Herzegovina (Bosnia and Herzegovina)
    28. Botswana (Republic of Botswana)
    29. Brasil (Federative Republic of Brazil)
    30. Inggris (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)
    31. Brunei Darussalam (Nation of Brunei, Abode of Peace)
    32. Bulgaria (Republic of Bulgaria)
    33. Burkina Faso
    34. Burundi (Republic of Burundi)
    35. Ceko (Czechoslovakia)
    36. Chad Republic of Chad)
    37. Chile (Republic of Chile)
    38. Denmark (Kingdom of Denmark)
    39. Djibouti (Republic of Djibouti)
    40. Dominika (Commonwealth of Dominica)
    41. Dominika Republik (Republic of Dominica)
    42. Ekuador (Republic of Ecuador)
    43. El Savador
    44. Eritrea (State of Eritrea)
    45. Estonia (Republic of Estonia)
    46. Ethiopia (Federal Democratic 47. Republic of Ethiopia)
    48. Fiji (Republic of Fiji)
    49. Filipina (Republic of the Philippines)
    50. Finlandia (Republic of Finland)
    51. Gabon (Gabonese Republic)
    52. Gambia (Republic of Gambia)
    53. Georgia
    54. Ghana (Republic of Ghana)
    56. Grenada
    57. Guatemala (Republic of Guatemala)
    58. Guinea (Republic of Guinea)
    59. Guinea Bissau (Republic of Guinea Bissau)
    60. Guinea Equator (Republic of Equatorial Guinea)
    61. Guyana (Co-operative Republic of Guyana)
    62. Haiti (Republic of Haiti)
    63. Honduras (Republic of Honduras)
    64. Hungaria (Hungary)
    65. India (Republic of India)
    66. Indonesia NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
    67. Irak (Republic of Iraq)
    68. Iran (Islamic Republic of Iran)
    69. Irlandia (Republic of Ireland)
    70. Islandia (Iceland)
    71. Israel (State of Israel)
    72. Italia (Italy/Italian Republic)
    73. Jamaika (Jamaica)
    74. Jepang (Japan)
    75. Jerman (Federal Republic of Germany)
    76. Kamboja (Kingdom of Cambodia)
    77. Kamerun (Republic of Cameroon)
    78. Kanada (Canada)
    79. Kazakhstan (Republic of Kazakhstan)
    80. Kenya (Republic of Kenya)
    81. Kirgiztan (Kyrgyzstan / Kyrgyz Republic)
    82. Kiribati (Republic of Kiribati)
    83. Kolombia (Republic of Colombia)
    84. Komoro (Union of the Comoros)
    85. Kongo (Republic of the Congo
    Kongo Demokratik (Democratic Republic of the Congo)
    86. Korea Selatan (South Korea / Republic of Korea)
    87. Korea Utara (North Korea)
    88. Kosta Rika (Republic of Costa Rica)
    89. Kroasia (Republic of Croatia)
    90. Kuba (Republic of Cuba)
    91. Kuwait (State of Kuwait)
    92. Laos (Lao Peoples Democratic Republic)
    93. Latvia (Republic of Latvia)
    94. Lebanon (Lebanese Republic)
    95. Lesotho (Kingdom of Lesotho)
    96. Liberia (Republic of Liberia)
    97. Libia (State of Libya)
    98. Liechtenstein (Principality of Liechtenstein)
    99. Lithuania (Republic of Lithuania)
    100. Luksemburg (Grand Duchy of Luxembourg)
    101. Madagaskar (Republic of Madagascar)
    102. Makedonia (Republic of Macedonia)
    103. Maladewa (Republic of Maldives)
    104. Malawi (Republic of Malawi)
    Malaysia)
    105. Mali (Republic of Mali)
    106. Malta (Republic of Malta)
    107. Maroko (Kingdom of Morocco)
    108. Marshall Island (Republic of the Marshall Island)
    109. Mauritania (Islamic Republic of Mauritania)
    110. Mauritius (Republic of Mauritius)
    111. Meksiko (United Mexican States)
    112. Mesir (Arab Republic of Egypt)
    113. Mikronesia (Federated States of Micronesia)
    114. Moldova (Republic of Moldova)
    115. Monako (Principality of Monaco)
    116. Mongolia
    117. Montenegro
    118. Mozambik (Republic of Mozambique)
    119. Myanmar (Burma / Republic of the Union of Myanmar)
    120. Namibia (Republic of Namibia)
    121. Nauru (Republic of Nauru)
    122. Nepal (Federal Democratic Republic of Nepal)
    123. Niger (Republic of Niger)
    124. Nigeria (Federal Republic of Nigeria)
    125. Nikaragua (Republic of Nicaragua)
    126. Norwegia (Kingdom of Norway)
    127. Oman (Sultanate of Oman)
    128. Pakistan (Islamic Republic of Pakistan)
    129. Palau (Republic of Palau)
    130. Panama (Republic of Panama)
    131. Pantai Gading (Ivory Coast / Republic of Cote d’Ivoire)
    132. Papua Nugini (Independent State of Papua New Guinea)
    133. Paraguay (Republic of Paraguay)
    134. Prancis (Frence Republic)
    135. Peru (Republic of Peru)
    136. Polandia (Republic of Poland)
    137. Portugal (Portuguese Republic)
    Editor: Shakira.
    21 Desember 2020
    Sumber : Banua.co
  • NU DAN BANOMNYA TIDAK TERDAFTAR DI KEMENDAGRI KATA MUNARMAN

    NU DAN BANOMNYA TIDAK TERDAFTAR DI KEMENDAGRI KATA MUNARMAN

    Infokom Banser NU- Tagar #TernyataNUtidakpunyaSKT lagi digaungkan oleh Ormas yang tidak mau memperpanjang SKT.
    Munarman mengatakan NU dan Banom-banomnya ternyata hampir tidak terdaftar di Kemendagri.
    Rupanya Munarman lagi menggali kuburnya sendiri, yang kau tabrak itu NU, Lawanmu tak sebanding Bung, Salah Pilih Lawan kau Bung.

    SORBANSANTRI.COM
    foto cnn: munarman

    Perlu diketahui, Nahdlatul Ulama (NU) berdiri sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    SORBANSANTRI.COM
    Perlu diketahui NU juga diakui keberadaannya, diakui sejarahannya.
    SK bahwa NU tidak perlu mendaftar lagi sebagai ormas.

    #HubbulWathonMinalIman
    #NahdlatulUlama
    #NKRI