Tag: sorban santri

  • LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir.

    Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.

    Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :

    1. Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
    2. Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
    3. Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020

    Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamiin.. (abi SORBAN)

  • KISAH AS-SYIBLI DICIUM KENINGNYA OLEH RASULULLAH

    KISAH AS-SYIBLI DICIUM KENINGNYA OLEH RASULULLAH

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Di dalam dunia tasawuf kita mengenal banyak tokoh sufi yang memiliki perjalanan hidup dan pengalaman rohani yang luar biasa⁣. Salah satu di antara tokoh-tokoh sufi itu adalah Syekh Abu Bakr As-Syibli⁣

    Wali yang memiliki nama asli Dulaf bin Jahdar ini lahir dan hidup di Kota Baghdad selama 87 tahun. Meninggal dan dikuburkan di kota yang sama pada tahun 334 H. ⁣

    Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Nashâihul ‘Ibâd menuturkan sebuah cerita menarik tentang wali yang akrab dipanggil As-Syibli ini.⁣

    Satu ketika As-Syibli datang menemui Ibnu Mujahid. Melihat ada seorang ulama besar yang datang, Ibnu Mujahid segera bangun dan menyambut hangat kedatangan As-Syibli.⁣ Ia rangkul dan peluk sang tamu sembari mencium kening di antara kedua matanya.⁣

    Melihat perlakuan yang dilakukan Ibnu Mujahid kepada As-Syibli ini seseorang bertanya, “Mengapa engkau lakukan ini pada As-Syibli wahai Ibnu Mujahid?”

    Atas pertanyaan ini Ibnu Mujahid menjawab, “Kulakukan itu karena aku melihat di dalam mimpi Rasulullah melakukan hal serupa kepada As-Syibli.”⁣

    Kemudian Ibnu Mujahid bercerita, bahwa ia pernah bermimpi melihat As-Syibli datang menemui Rasulullah. Melihat kedatangan As-Syibli Rasulullah segera menyambut dengan memeluknya seraya mencium kening di antara kedua matanya.⁣

    Melihat pemandangan itu Ibnu Mujahid, di dalam mimpinya, bertanya kepada Rasul, “Mengapa engkau lakukan ini kepada As-Syibli wahai Rasulullah?”

    Rasulullah menjawab, “Ya, aku lakukan itu kepada As-Syibli karena ia tidak melakukan shalat fardhu kecuali setelahnya ia selalu membaca ayat laqod jâ’akum Rasûlun min anfusikum (dua ayat terakhir dari Surat At-Taubah). Kemudian setelahnya As-Syibli bershalawat dengan mengatakan shallallâhu ‘alaika yâ Muhammad.”

    Setelah mimpi itu, Ibnu Mujahid bertemu dengan As-Syibli dan menanyakan bacaan apa yang selalu dibaca ketika selesai melakukan shalat fardhu.⁣

    Dan ternyata As-Syibli menjawab bahwa ia selalu membaca ayat dan shalawat tersebut di atas setiap kali selesai shalat fardhu. (abi sorban)

    ⁣Sumber: Muhammad Nawawi Al-Jawi, Nashâihul ‘Ibâd.

  • Muhammad Fajri Kembali Pimpin Ansor Sei Beduk

    Muhammad Fajri Kembali Pimpin Ansor Sei Beduk

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sei Beduk kembali mengamanahkan Tapuk pimpinan kepada sahabat Muhamad Fajri

    Konferancab yang mengambil tema Mengamalkan Aswaja NU dan Menjaga NKRI Harga Mati, dibuka oleh Rahmad Budi Harto, S.E M.Si ketua Pimpinan Wilayah gerakan pemuda Ansor provinsi Kepri, Minggu ( 13/09/2020).

    Dalam sambutannya Rahmad mengajak kepada seluruh kader-kader Ansor Banser untuk tetap aktif dan eksis serta selalu menjaga silaturahmi. ” Tetap mengedepankan silaturahmi jaga kekompakan”.

    Rahmad juga menambahkan bahwa Ansor Banser harus tetap satu komando, tidak boleh melangkah sendiri-sendiri tanpa komando. Ia juga berharap Konferancab Sei Beduk ini menghasilkan pemimpin yang amanah dapat bekerja dan membesarkan Ansor Banser di Sei Beduk.

    “Iya, harapanya siapapun yang terpilih menjadi ketua untuk tetap mengedepankan etika dan silaturahmi. Rangkul semua stackholder dan kibarkan bendera Ansor Banser di Sei Beduk setinggi-tingginya.”

    Sementara itu ketua terpilih Ansor Sei Beduk Masa Khidmat 2020-2022, Muhammad Fajri mengatakan Konferancab ini harus dijadikan sebagai media untuk konsolidasi organisasi, bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Dengan memperbanyak silaturahmi akan menumbuhkan semangat kekeluargaan.

    “KonferAncab ini harus dijadikan sebagai media untuk konsolidasi organisasi dan terus memperkuat jati diri dan akar historisnya sebagai gerakan moral kemasyarakatan yang lahir dan dibesarkan oleh Nahdalatul Ulama.” Kata Fajri.

    Untuk diketahui, Konferancab PAC Ansor Sei Beduk dilaksanakan di Mako Banser Sei Beduk, kelurahan mangsang. Selain dihadiri oleh Ketua PW Ansor Kepri terlihat juga jajaran Pengurus Cabang Ansor Batam. Selama Konferancab berlangsung, panitia menghimbau untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan menggunakan masker.(SORBAN Sei Beduk)

  • Setiap Bidah Sesat?

    Setiap Bidah Sesat?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Setiap Bidah Sesat? Ya, karena hadisnya memang berbunyi Kullu bidatin dhalalah. Setiap Bid’ah adalah sesat. Tidak ada Bid’ah Hasanah atau bidah yang dianggap baik. Anda ikut Nabi apa ikut kyai? Kalau ikut Nabi setiap bidah adalah sesat. Hanya para kyai yang membagi ada Bid’ah Hasanah / terpuji dan Bid’ah Sayyiah / tercela.
    Itu menurut mereka. Nyatanya Syekh Bin Baz dan Syekh Ustaimin juga membagi Bid’ah Lughawiyah (secara bahasa) dan Bid’ah ‘Adiyah (secara tradisi). Ada juga yang membagi Bid’ah Diniyah (dalam agama) dan Bid’ah Dunyawiyah (dalam urusan dunia).
    Lho, ternyata mereka menerima pembagian Bid’ah versi ulama mereka dan menolak pembagian ulama kita. Ya kita tanyakan balik: “Ikut Nabi apa ikut para Syekh itu?”
    Kajiannya malam ini ini FB Aswaja Muda. (abi sorban)
    SUMBER KH MA’RUF KHOZIN
  • PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ini adalah pesantren Siti Dhumillah yang terletak di kampung cijeruk tajurhalang bogor, selama ini Depok dan bogor menjadi pusat pengikut wahhabi itu efek dari menjamurnya pendatang dari timur tengah yang bermukim di bogor, salah satunya di kawasan megamendung bogor, disini sempat viral karna mencuatnya kasus kawin kontrak hingga prostitusi syariah, selama ini bogor menjadi salah satu daerah paling banyak yang berpaham wahhabi, banyak teman-teman menilai ini karna banyak masyarakat yang masih islam abangan, NU, Muhammadiyah sudah jelas memiliki amaliyah dan struktur kepengurusan, juga memiliki kepentingan bagi masyarakat dan negara, disini banyak sekali ustadz-ustadz dadakan, banyak sekali habib-habib palsu, majelis-majelis tanpa guru yang di danai para wahhabi.
    Banyak sekali pesantren NU disini, di kota maupun di pelosok daerah, dari jonggol, hingga ke pedalaman perbatasan sukabumi dan Cianjur, tetapi masih kurang menunjukkan identitas ke-NU an nya, dan tidak sengaja ternyata saya berteman dengan salah seorang kyai yang memiliki kepengurusan pesantren Siti Dhumillah ini, pesantren ini GRATIS, Pesantren ini memasang puluhan bendera NU di halaman depan, menunjukkan kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari Pejuang Pendidikan masyarakat berbasis Nahdlatul Ulama, dalam hati kami seolah berkata, “ya itulah panji kami, berwarna hijau berlambang tali jagat” kami tidak takut, kami tidak gentar, termasuk pada mereka yang kerap bertakbir tapi untuk tindakan yang brutal, bengis,
    Jayalah NU, Jayalah Nusantaraku…!
    – Haddi VJB
  • Makna Azaliy dan Abadiy

    Makna Azaliy dan Abadiy


    SORBAN SANTRI-
    Kajian Aqidah Aswaja

    • Azaliy itu semakna dengan al qodiim / al Qidam yang bermakna tak bermula atau tak memiliki permulaan, hanya Allah-lah yang azaliy alias qodiim
    • Azaliy bukan bermakna zaman azaliy sebagaimana banyak orang keliru memaknainya
    • Abadiy itu semakna dengan dengan al Baqo’ yang bermakna kekal abadi tak mengalami rusak, berubah dan tak mengalami sirna, Allah Tuhan kita bersifat abadiy/ al baqo’
    • Kalau dikatakan surga dan neraka itu kekal abadiy maka jawablah bahwa keduanya kekal abadiy karena dikehendaki kekal oleh Allah ta’ala dan keduanya mesti memiliki permulaan dudalam wujudnya (tidak azaliy)
    • Dan kita ummat manusia tak lah memiliki sifat azaliy/ al qodiim tak juga memiliki sifat abadiy / al baqo’
    Allah berfirman:
    منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
    Maknanya:
    Saking bumi kami menciptakan kalian, lan ing bumi kami kembalikan kalian lan saking bumi kami keluarkan kalian sekali lagi (hari kebangkitan)
    Q.S. Toha 55
    Foto atas Ketua Tanfidziyyah dan Rois Syuriyyah PCNU Brebes beserta rombongan men-sholati KH. Nasrudin Tarsyudi Pengasuh PONPES AL FALAH MODERN Jatirokeh Brebes  (PC NU Brebes)
    Semoga khusnul khootimah, lahul faatihah…
  • ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Senin 31 Agustus 2020. SATKORYON BANSER KEC. PACET melaksanakan tugas dalam mengawal, Melayani dan mengamankan kegiatan haul ke VIII KH. Achmad Nur Ali pendiri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin Kec. Pacet Kab. Mojokerto. Pondok Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren pertama yang ada di kawasan Pacet Mojokerto, tepatnya di Dusun Pringwulung Desa Bendungan Jati Kec. Pacet Kab. Mojokerto.

    Acara yang dimulai malam hari itu, dihadiri KH. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) putra almarhum Gus Miek Lirboyo Ploso Kediri beserta Tokoh-tokoh Kiai, masyarakat dan tamu undangan. Banyaknya Tamu Undangan serta lokasi yang terletak di Jalan kampung maka, sangat dibutuhkan pengamanan, kesigapan dan pelayanan SATKORYON BANSER KEC. PACET pada acara tersebut misal; pengawalan kiai serta menyiapkan tempat parkir motor dan mobil.

    Kegiatan Haul tersebut diawali dengan Alunan Sholawat Nabi, Pembacaan Yasiin dan Tahlil, Sambutan, Mauidhoh khasanah dan ditutup dengan Do’a. Banyak sekali Taushiyah dari Gus Sabuth yang menekankan tentang moral, saling menghormati sesama makhluk “Memberi minum kepada anjing yang kehausan, maka disitulah Alloh SWT menurunkan ridlo-NYA” salah satu yang kami kutib dalam ceramah beliau.

    Mudah-mudahan Para kiai dan Ulama’ kita, diberikan panjang umur sehingga Masyarakat pada umumnya bisa memperoleh siraman qolbu sehingga bisa membimmbing kita dengan harapan memperoleh Ridlho Ilahi.. Aamiin Ya Robba’alamiin. (abi sorban)

  • DNA BANSER ADALAH JIWA KEPERWIRAAN YANG DI WARISKAN SECARA TURUN TEMURUN

    DNA BANSER ADALAH JIWA KEPERWIRAAN YANG DI WARISKAN SECARA TURUN TEMURUN

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Banyak anggota Banser yang dalam DNA-nya mengalir genetika pengawal ulama. Artinya, jika ditelusuri, leluhur mereka ini dulunya anggota laskar Diponegoro yang berdiaspora di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika tidak, bisa dipastikan bapak maupun simbah mereka dulu pernah nderek (menyertai) kiainya bertempur dalam perang kemerdekaan. Ada jiwa keperwiraan yang diwariskan secara turun-temurun.

    Karena itu, meski Banser diolok-olok dan difitnah, sampai kapan pun tetap ada peminatnya karena memang punya suplier tetap.

    Meski terkadang lebih galak dibanding tentara betulan, tapi saya lebih sering menjumpainya bertingkah laku lucu tapi loyal, suka guyon tapi ikhlas mengabdi, sering membantu acara-acara keagamaan, dan kecintaannya terhadap para ulama.

    Lagi pula, saya melihat, sahabat-sahabat saya yang menuduh Banser sering membubarkan pengajian memang bukan dari kalangan penikmat pengajian ala NU. Yaitu, jenis pengajian yang dikemas kolosal, mengundang penceramah yang punya selera humor, jamaahnya duduk lesehan, dan diakhiri tengah malam. Di dalam arena pengajian inilah Banser menjadi bintangnya. Bertanggung jawab atas keamanan, kondisivitas massa, hingga bagian penyalur logistik. Sifatnya kerja bakti, mengabdi, tanpa bayaran. Bahkan, sering ikut iuran dan tekor.

    Jangan heran jika banyak kisah Banser yang unik, aneh-aneh, bahkan mengundang tawa.

    Misalnya, ketika warga Nahdliyyin hadir membludak dalam acara Istighosah Akbar II, 31 Mei 1998, kaum Muslimat NU tak mau ketinggalan. Mereka datang berombongan.

    Ketika ada Banser ganteng dan gagah ikut mengatur tertib parkir, ibu-ibu nyelutuk, “Wuih, Cak Bangser gagah yo, koyok tentara….”

    Giliran menjumpai tentara yang agak tambun sedang mengatur lalu lintas, ganti mereka nyelutuk, “Walah, tentara kok kayak Bangser…”

    Kalau tentara lagi apel akbar, biasanya akan ada inspeksi pasukan dari seorang jenderal sambil naik jip bak terbuka. Gagah berwibawa pokoknya.

    Nah, tampaknya para Banser nggak mau kalah sama tentara. Dalam sebuah apel akbar, Ketua Umum GP Ansor, saat itu H. Slamet Efendi Yusuf, didaulat melakukan inspeksi pasukan menggunakan jip.

    Jadilah saat itu Pak Slamet berdiri gagah di atas jip melakukan inspeksi ribuan Banser yang corak doreng-nya berbeda-beda itu. Wuih kerrreeeen! Aksi gaya para TNU alias Tentara Nahdlatul Ulama itu berjalan dengan lancar.

    Jip merangkak pelan dan pasti. Pak Slamet menatap pasukannya dengan meyakinkan.

    Sayang sekali, di tengah atraksi, tiba-tiba jipnya mogok.

    Lhah! Pak Ketum GP Ansor tetap di atas jip, dengan posisi siaga, sembari menunggu si sopir menyalakan mesin.

    Sayang, meski dicoba berkali-kali mesinnya nggak mau nyala.

    Para Banser sudah mulai mesam-mesem.

    Akhirnya Pak Slamet turun dari jip, dan memilih inspeksi jalan kaki sambil senyum-senyum.

    “Mangkane tah, nggak usah gaya-gaya,” kata Gus Dur terbahak-bahak saat mendengar cerita ini.

    Selain Gus Dur, Kiai Hasyim Muzadi adalah Sohibul Hikayah mengenai polah tingkah Banser yang unik dan lucu-lucu. Ketika keduanya meledek para Banser, objek candaan hanya bisa menyambut dengan tawa.

    Para kiai lain, silakan ditanya, pasti punya cerita soal Banser yang manusiawi. Banser bukan pekerjaan, sebagaimana digambarkan dalam film “Tanda Tanya”, melainkan pengabdian. Mereka percaya, dalam khidmah kepada ulama, umat, dan bangsa, ada barakah yang mengalir untuk dirinya dan keluarganya. Inilah yang mereka harapkan. Karena itu, ketika membersamai dan mengawal ulama, biasanya mereka juga ikhlas diledek.

    “Banser itu gayanya meyakinkan, sayang, rokoknya eceran,” demikian Kiai Hasyim Muzadi meledek. Adapun yang diledek malah terbahak-bahak.

    “Besok, Banser itu masuk surga terlebih dulu daripada kiainya,” kata Gus Muwafiq, dalam sebuah pengajiannya.

    “Kok bisa Gus?”

    “Jelas bisa, wong mereka bagian cek lokasi, kok!”

    Wallahu A’lam Bisshawab.

    Oleh Gus Rijal Mumazziq Z

    SUMBER PC GP ANSOR SIDOARJO

  • JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kepala Staf Kepresidenan ( KSP) Jendral TNI( Purn) Moeldoko menilai, BANSER ANSOR SERBAGUNA ( BANSER) Ansor sangat layak menjadi komponen Pertahanan, sebab BANSER Ansor memiliki Struktur yang lengkap dari tingkat Pusat dan Daerah.

    Menurut Moeldoko, untuk menjadi Komponen Cadangan, Banser perlu dilatih lagi soal kedisiplinan Fisik dan mental, serta penggunaan Senjata.

    Moeldoko juga mengapresiasi program seperti Susbanpim untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.

    “Kalau di tentara ini ibarat Sesko, jadi saya baru tau BANSER juga punya Structure pelatihan yang sangat baik dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, ini menyiapkan pemimpin masa depan ,” tegas Moeldoko.

    Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jatim Irjen Luki Kasatkorwil BANSER Jatim M. Irsyad Yusuf, Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Kasatkornas BANSER Alfa Isnaeni, Sekjen GP Ansor Abdul Rachman, Ketua PW Ansor Jatim Syafiq Sauqi, Pejabat TNI & POLRI serta ribuan Kadet Ansor dan Banser.

    Sebelum memberikan arahan, Gus Yaqut sapaan akrab dari Ketum PP GP ANSOR Yaqut Cholil Qoumas, menyematkan Jaket Banser Kepada Moeldoko.

    Pada Kesempatan itu Moeldoko, meminta BANSER juga memberikan Kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

    Gus Yaqut menanggapi Moeldoko dikatakan, sebelum ada usulan UU Komponen Cadangan BANSER dari dulu juga sudah siap sebagai Komponen Cadangan.

    ” Tanpa ada UU pun BANSER sudah siap ketika ada gangguan terhadap Bangsa dan Negara ini, Banser pasti akan ikut terlibat dalam mempertahankan NKRI.
    Enggak usah ditanya lagi, Banser pasti dan sudah siap membantu jika itu dibutuhkan kapan saja dimana saja, ” tegas Gus Yaqut.

    Gus Yaqut mengatakan, Susbanpim V yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia ini salah satu bentuk kesopanan itu.

    Susbanpim ini adalah pendidikan BANSER tertinggi yang bertujuan mencetak pimpinan BANSER di masing- masing tingkatan dari Sabang Sampai Merauke.

    Kita selalu siapkan para pemimpin Banser agar Organisasi ini berjalan dengan baik dan profesional dalam menjawab dinamika yang menggelinding Secara Cepat sekali,” tegas Gus Yaqut. (ABI SORBAN)

    #BanserBerSatu
    #NUBerSatu

  • Ustaz Yang Selalu Haus Ilmu

    Ustaz Yang Selalu Haus Ilmu

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Saya bertemu dengan Ustaz Dr. Nasiri (Gusnas Elustaadh) saat beliau masih kuliah S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya sekitar 2008. Kala itu saya jadi tukang antar undangan acara Bahtsul Masail PCNU Surabaya. Ketua LBM, Ust Sadullah menyuruh saya mengantar ke daerah Jambangan, di sana ada ustaz masih muda alumni Sidogiri.

    Alhamdulillah sejak saat itu hubungan kami terus beriring naik, mulai sama-sama di LBM Surabaya, LBM PWNU Jatim dan Wakil Katib PCNU Surabaya. Bedanya dengan saya, beliau semangat sekali kuliah. Setamat S3 beliau bilang ke saya: “Saya bingung mau kuliah apalagi setelah ini. Andaikan ada S4 saya akan lanjutkan”. Memang belum ada S4, tapi kalau Z4 boleh lah, Ustaz hahaha.

    Tipikal Ustaz Nasiri yang tidak pernah berhenti mencari ilmu ini mengingatkan saya pada hadis:

    ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ – ﻳﻌﻨﻲ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” «ﻣﻨﻬﻮﻣﺎﻥ ﻻ ﻳﺸﺒﻊ ﻃﺎﻟﺒﻬﻤﺎ: ﻃﺎﻟﺐ ﻋﻠﻢ، ﻭﻃﺎﻟﺐ اﻟﺪﻧﻴﺎ» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ

    “Ada 2 orang yang tidak pernah berhenti kenyang, pencari ilmu dan pemburu dunia” (HR Thabrani dari Ibnu Mas’ud)

    Setelah lama tidak berjumpa Alhamdulillah pagi tadi dipertemukan dalam majelis ngaji Dhuha di kantor MWC NU Kec. Gubeng Surabaya. Sampai saat ini beliau istiqamah menjadi pengajar agama, dosen terbang di beberapa kampus dan sering kunjungan ke luar negeri. Berkah sedoyo Ustadzana. (abi-sorban)

    Sumber FB KH. MA’RUF KHOZIN