Tag: sorban santri

  • GIAT SOSIAL BANOM NU TAMANSARI DI HARI SEJARAH 10 MUHARRAM 1442 H

    GIAT SOSIAL BANOM NU TAMANSARI DI HARI SEJARAH 10 MUHARRAM 1442 H

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Bertepatan dengan Hari yang mulia,Hari yang banyak sejarah dalam Umat Islam (Sabtu,29/08/2020 atau 10 Muharom 1442 H),kami Ansor Banser beserta IPNU-IPPNU,Fatayat Ranting Desa Tamansari melakukan kegiatan sosial untuk Berbagi dan Menyantuni Anak Yatim Piatu yang ada di Desa Tamansari.

    Sekitar Pukul 08.00 pagi hari,Perwakilan dari Banser bergegas mengirimkan bantuan Semen guna untuk pembangunan Gedung MWCNU Kecamatan Karanglewas.

    Dilanjut pemberian bantuan untuk pembangunan Masjid dan dilanjutkan dengan Santunan Anak Yatim Piatu yang diberikan oleh perwakilan dari Sahabat Ansor-Banser,Rekan IPNU-IPPNU,dan Fatayat Ranting Desa Tamansari langsung kerumah – rumah dan di salah satu TPQ yang ada di Desa Tamansari.

    Senyum bahagia dari Anak Yatim Piatu membuat bahagia kita semua. Tak ada rasa lelah untuk selalu berbuat kebaikan dan berbagi kepada yang membutuhkan.

    Terimakasih yang sebesar – besarnya kepada semua Donatur KOIN NU Desa Tamansari dan semua Pihak terutama Banom NU Tamansari yang telah ikut serta mensukseskan kegiatan hari ini.

    Semoga kita semua selalu mendapat Rahmat,Hidayah,dan keberkahan dan apa yang kita lakukan,apa yang kita berikan bisa bermanfaat untuk Masyarakat serta bisa mberkaih untuk semuanya. (SORBAN TAMANSARI)

    #NU
    #KOINNU
    #Ansormajusatubarisan
    #Banserbanyumas
    #Kitainisama
    #Ipnuippnu
    #Fatayatnu
    #Berbagi
    #Santunananakyatim
    #Muharram

  • SANTUNAN DAN SOSIALISASI KARTANU (KARTU TANDA ANGGOTA NAHDLOTUL ULAMA) DI MOJOKERTO

    SANTUNAN DAN SOSIALISASI KARTANU (KARTU TANDA ANGGOTA NAHDLOTUL ULAMA) DI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pacet menggelar Sosialisasi Pengadaan Ulang Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) yang sudah dijadwalkan oleh PCNU Kab. Mojokerto bertempat di Kantor MWCNU Pacet (GRAHA NU) dan dihadiri oleh Tim Sosialisi dari PCNU, Jajaran MWCNU Pacet, Pengurus Ranting NU juga Pimpinan Banom – Banom NU. Jum’at (28/08/2020).

    Pengadaan Ulang Kartanu adalah salah satu program PCNU Kab. Mojokerto yang harus segera direalisasikan, karena Kartanu yang sudah dipegang Warga NU se Kabupaten Mojokerto sudah habis masa berlakunya. Kartanu yang baru ini masa berlakunya beda dengan yang dulu hanya 5 tahun, untuk yang sekarang berlakunya seumur hidup.

    Sebagaimana tujuan awal, Kartanu menjadi basis database warga NU, juga merupakan kartu identitas yang dimiliki oleh setiap anggota NU, yang terus dikembangkan dalam rangka memudahkan warga NU dan juga sekaligus sebagai sebuah bentuk khidmat dan pelayanan keummatan.

    Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas sosialisasi saja, tapi juga disertai santunan anak yatim yang dihandle oleh NU Care – Lazisnu Pacet sebagai bentuk kepedulian NU yang diwakili oleh KH. Iskandar Munir (Rais Syuriyah MWCNU) untuk memberikan santunan tersebut. (gipho SORBAN)

  • JANTIKO DAN DZIKRUL GHOFILIN PADA PEMBUKAAN DAN PENEMPATAN PASAR RAKYAT KEMBANGSORE PACET

    JANTIKO DAN DZIKRUL GHOFILIN PADA PEMBUKAAN DAN PENEMPATAN PASAR RAKYAT KEMBANGSORE PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at 28 Agustus 2020. Acara Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin JANTIKO MANTAB, ini adalah undangan dari Kepala Desa Petak Bpk. SUPOYO dalam rangka pembukaan Pasar Sayur Mojo Kembang sore Pacet Mojokerto. Acara yg di laksanakan 2 Hari yg dimulai 27 agustus 2020 sampai 28 Agustus 2020 ini dilaksanakan Dengan standard protocol kesehatan seperti Panitia penyelenggara mempersiapkan termogun Dan tempat cuci tangan Dengan pemakaian masker bagi Tamu undangan yang hadir.

    Pengawalan Pelayanan Dan pengawalan SATKORYON BANSER PACET MOJOKERTO Dan linmas Desa Petak dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan majlis semaan alquran Dan dzikrul ghofilin jantiko mantab itu diperkirakan hadir 500 an Tamu yg HADIR, yang mengikuti acara tersebut yang tentu saja dibatasi dalam kegiatan tersebut. Acara Semaan Al-Qur’an ini berakhir pukul 16.00 wib yang dilanjut dengan sholat ashar di lokasi.

    Puluhan personnel satkoryon banser pacet Dan 5 linmas Desa petak dalam pengamanan tersebut. Hal tersebut sangat penting dilakukan karena di masa pandemi ini masih belum berakhir serta meningkatnya jumlah pasien yang terpapar covid-19 di Mojokerto. (abi sorban)

  • 500 AN BANSER LALU LINTAS LATIHAN BERSAMA (LATBER) BERSAMA POLRES MOJOKERTO

    500 AN BANSER LALU LINTAS LATIHAN BERSAMA (LATBER) BERSAMA POLRES MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Pelatihan bersama BALANTAS SATKORCAB MOJOKERTO diikuti oleh perwakilan masing-masing yang ada di Kabupaten Mojokerto.
    Kegiatan yang diadakan di gedung PCNU KAB. MOJOKERTO ini diikuti sekitar 500 an BANSER SATSUS BALANTAS. Terlihat hadir juga Corp Provost, BAGANA, BALANTAS, BASADA, Protokoler dan BIRO Infokom.

    Kegiatan LATBER (latihan bersama) yang diadakan Hari Minggu, 23 Agustus 2020 itu, diawali dengan Apel pembukaan LATBER SATSUS BALANTAS SATKORCAB BANSER Kab. Mojokerto pada pukul 09.00 wib yang mendatangkan POLRES MOJOKERTO untuk memberikan arahan 12 gerakan dalam ber lalulintas.

    Latihan Bersama tersebut dinilai sangat penting karena untuk mengenalkan dan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ke tiap-tiap SATSUS BALANTAS yang ada di tingkat PAC. Disamping itu, dengan adanya kerjasama dengan POLRES MOJOKERTO diharapkan adanya sinergi yang baik dan menghasilkan ketertiban dalam berlalulintas khususnya daerah Mojokerto.

    Acara pelatihan SATSUS BALANTAS bersama POLRES Mojokerto ini sudah di agendakan sudah lama dan sempat terhenti karena adanya pandemi wabah covid-19 yang sempat zona kuning di daerah Mojokerto. Tetapi dengan koordinasi yang rapi dan baik, tetap menjaga 1 Komando akhirnya kegiatan tersebut bisa dilaksanakan. (abi-sorban)

  • Foto Presiden RI di corat coret, Yayasan di Rembang Diluruk Banser

    Foto Presiden RI di corat coret, Yayasan di Rembang Diluruk Banser

    SORBANSANTRI.COM
    Rembang (WartaBromo.com) –
     Sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, diluruk Banser, Kamis (20/08/2020) pagi.

    Aksi tersebut dipicu dugaan penyebaran ideologi khilafah oleh yayasan tersebut. Selain itu, lembaga tersebut diduga menjadi bagian dari organisasi terlarang, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).

    Pantauan WartaBromo.com, puluhan anggota Banser itu berangkat beriringan dari Kecamatan Bangil dengan mengendarai sepeda motor.

    Sebelum ke Kalisat, rombongan yang dipimpin Ketua PC GP Anshor Bangil, Sa’ad Muafi lebih dulu mendatangi kediaman AH, di Rembang.

    Menurut Muafi, kedatangannya ke rumah AH itu terkait unggahannya di facebook. “Kami ingin bertabayun atas unggahannya di medos menjelek-jelekkan Habib Luthfi,” kata Muafi saat tiba di lokasi.

    Di rumah AH, Banser menemukan sejumlah simbol-simbol berupa bendera, poster, majalah, yang dicurigai mengarah ke ideologi khilafah.

    “Kami tabayyun dan dia mengaku bahwa di sini menjadi tempat penyebaran ideologi khilafah (HTI),” ujar Muafi.

    Setelah dari kediaman AH, Banser kemudian bergeser ke tempat yang diduga menjadi penyebaran ideologi khilafah. Yakni, sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat.

    Di sana, Banser menemukan foto presiden Joko Widodo dicoret-coret, kemudian tidak memiliki bendera merah putih, dan foto wakil presiden masih belum diganti.

    Bahkan, saat ditanya siapa nama wakil presiden, kepala sekolah bersangkutan pun tak hafal.

    Beberapa barang bukti itu pun langsung diamankan oleh polisi. Muafi juga telah melaporkan 2 orang ke polisi yang diduga menjadi aktor penyebaran ideologi khilafah di wilayah Kecamatan Rembang.

    “Yang kedua, saya nanti juga akan mengirim surat resmi ke Kemenag untuk mencabut izin sekolah. Karena mereka menyebarkan ideologi khilafah dengan berlindung di balik lembaga pendidikan,” tegas Muafi.

    Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan sudah menerima laporan dari Banser. Rofiq memastikan setelah ini polisi akan langsung memproses laporan tersebut.

    “Kami akan melakukan pemanggilan saksi-saksi awal dulu,” kata Rofiq. (tof/asd)

  • 21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam Rangka Memeriahkan perayaan HUT RI ke-75 Jajaran Ansor Banser, LPBI NU, Muslimat, Fatayat, Jam’iyah diba’ dan sholawat, Yayasan Darussalam Dsn Wonokerto Ds. Warugunung beserta Arkrak ( Arek Kramajetak) Bersinergi dan kerjasama dalam memeriahkan rangkaian Acara.

    Rabu, 19 Agustus 2020, Dusun Wonokerto / Kramajetak Desa Warugunung diramaikan dengan alunan Seni Banjari dari Kecamatan Pacet. Hal ini patut dibanggakan karena apresiasi warga yang luarbiasa juga merupakan hal yang positif dan diacungi jempol karena memperlihatkan bahwa Seni Albanjari sangat diminati oleh Pemuda Pemudi yang ada di kecamatan Pacet.

    Dalam acara itu ada beberapa rangkaian acara yang ada dalam kegiatan tersebut, yang dikemas menjadi satu yaitu:

    1.  Peringatan HUT RI KE 75
    2.  Peringatan tahun baru Hijriah 1442 H
    3.  Khotmil quran bil ghoib
    4.  Harlah jadwas (jam’iyah diba’ dan sholawat) ke-3
    5.  Gebyar seni

    Koordinasi rapi dari tingkat ranting sampai PAC baik itu lembaga dan banom yang ada dalam naungan NU, diharapkan bisa memperkuat tali Ukhuwah Islamiyah khususnya di kawasan Pacet Mojokerto. Sehingga memperkuat dan memperkokoh Amaliyah Annahdliyah di Pacet Mojokerto. (ABI SORBAN)

  • SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Adanya pemasangan banner yang bertuliskan dibawah komando IMAM BESAR HABIB RIZIQ SYIHAB telah ramai dan jadi perbincangan hangat di group facebook, group WA, dll, khususnya warga Mojokerto sendiri.

    Hal ini memang patut di pertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam pesan gambar dipemasangan umbul-umbul dan spanduk dari bahan banner tersebut. dan hanya bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB”.

    Komando untuk apa? untuk Perayaan apa? Calon Bupati tidak, CAGUB tidak, CAPRES juga tidak,? dan tidak adanya pesan dalam gambar tersebut. Jangan jangan ada beberapa oknum yang memang sengaja mencoba menggoyang ideologi di daerah Mojosari dan sekitarnya, Ungkap salah satu Netizen dalam komentarnya mengenai gambar HABIB RIZIEQ SYIHAB. Dan lebih aneh lagi hal ini di pasang pada waktu momen HUT RI ke-75 yang berlangsung tanggal 17 Agustus 2020.

    Pemasangan BANNER yang tidak jelas akan maksud dan tujuannya itu, dilakukan oleh orang yang belum jelas identitasnya, dari kelompok organisasi mana dan untuk apa. dan diduga tidak adanya perizinan dalam pemasangan banner tersebut.

    Adanya Banner yang bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB” itu sudah ada sejak 13 Agustus 2020 dan sudah terlihat di lampu merah perempatan pekukuhan mojosari, panjer dan lainnya.

    Hal ini patut dipertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam gambar tersebut, dan diharapkan agar masyarakat lebih waspada dengan adanya gerakan yang tidak jelas serta selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dalam memperoleh kejelasan. (abi sorban)

  • WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: Muhammad Anwar
    Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan
    18 Agustus 2020

    SORBAN SANTRI- Pagi ini saya agak terusik ketika melihat WA Grup yang sedikit menyinggung soal isu khilafah. Mengingat bahwa baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 kemarin membuat saya semakin bersemangat untuk mencerahkan sahabat dalam memahami apa itu Hizbut Tahrir Indonesia sehingga organisasi tersebut dibubarkan pada 2017 lalu. Oleh karena itu kita perlu tingkatkan kewaspadaan terkait apa rencana mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.

    Berdasarkan gambar di atas, ada 3 fase grand desain mengenai bagaimana khilafah ala HTI ini dijalankan. Namun sebelum kita bahas lebih jauh, mohon difahami kenapa saya sebutkan disini dengan ‘khilafah ala HTI’ dikarenakan secara global Ummat Islam di Indonesia bahkan di dunia sepakat dan diajarkan sejak kecil bahwa pada akhir zaman nanti akan berdiri tegak kembali khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang di pimpin oleh Imam Mahdi.

    Lalu muncul pertanyaan apakah HTI sudah mengetahui siapa Imam Mahdi atau hanya akal-akalannya saja?

    Paham tentang Imam Mahdi pada mulanya termasuk rekayasa dan strategi Syiah Imamiyah untuk mengimbangi kerajaan Bani Umayyah yang memerintah dengan penuh penindasan kepada pengikut Ali bin Abi Thalib pada waktu itu. Sementara menunggu munculnya Imam Mahdi, maka dunia ini dipimpin oleh tokoh-tokoh spiritual Syiah yang kasat mata (rijalul qhaib). Yang susunannya terdiri dari seorang Quthub atau Qhaus yang diberi nama Insan Kamil. Empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang Abdal, dua belas orang Nukaba’ dan tiga ratus orang Nujaba. Kerajaan batin itu yang dikendalikan oleh orang-orang kasat mata tersebut (rijalul qhaib) pada hakikatnya tidak ada. Itu hanya imajinasi orang Syiah, tidak bisa diterima oleh akal dan naql (Syara). Begitu pula dengan Imam Mahdi yang dalam masyarakat Jawa disebut Ratu Adil.

    Paham tentang adanya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda-tanda kiamat berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan berkuasa di seluruh dunia Islam.

    Imam as-Suyuthi pernah menyebutkan bahwa ciri-ciri al-Mahdi palsu adalah mereka membuat standar keimanan sendiri bahwa umat Islam yang mendukungnya sebagai mukmin dan yang menolak bergabung bersama mereka disebut kafir. Ciri lainnya, mereka berani membunuhi para ulama. (Lihat: Al-Suyuthi, Syarah Sunan Ibn Majah, [Karaci: Qadimi Kutb Khanah, t.t], j. 1, h. 300).

    SORBANSANTRI.COM

    Mari sekarang kita kaji lebih dalam mengenai 3 fase grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

    Fase 1 – Pembinaan
    Pada gambar tertulis bahwa dalam fase ini adalah membangun kepribadian Islam pada Kader Dakwah; Membentuk kader dan kelompok dakwah; Memperbanyak anggota dakwah.

    Lalu dibawahnya ditambahkan (untuk disama-samakan) seakan-akan mereka pada fase ini sama dengan fase Nabi Muhammad SAW di kala itu sebagai pembenaran. Dengab menulis “Rasulullah saw membina para shahabat di rumah Al Arqam Rasulullah saw mengajari para shahabat sholat dan membaca Al-Qur’an.

    Fase 2 – Interaksi Dengan Masyarakat
    Menanamkan ideologi ke tengah-tengah masyarakat; Menyerang seluruh keyakinan dan sistem masyarakat yang rusak; Mengungkap makar musuh-musuh Islam dan antek-anteknya.

    Di bawahnya juga ditambahkan korelasi dengan zaman Rasulullah SAW yaitu: “Rasulullah menyampaikan dakwah terang-terangan, menyerang keyakinan, dan sistem kufur, beserta pendukung-pendukungnya.

    Jika kita lihat kejadian baru-baru ini sepertinya mereka sudah dalam fase ini dimana belum lama terjadi di Solo pada Sabtu, 8 Agustus 2020 lalu sebuah penyerangan terhadap keluarga Habib Umar Assegaf yang sedang menggelar acara doa bersama menjelang pernikahan anaknya.

    Selain itu muncul lagi isu-isu terkait kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pemberian label
    antek-antek PKI apabila ada orang yang tidak sependapat dengan mereka. Kejadian-kejadian ini adalah rangkaian dari fase 2 ini setelah mereka telah menjalankan penanaman ideologi kepada Ummat Islam yang masih awwam dengan kampanye bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid.

    Sehingga membuat kekhawatiran bagi Ummat Islam awwam lainnya yang tidak sepaham dengan mereka dianggap ‘kafir’, ‘munafik’ dan benci Islam. Padahal yang mereka tolak adalah penyalahgunaan kalimat tauhid untuk memprovokasi dan memecah belah Ummat Islam.

    Hanya NU dan GP Ansor dengan BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang berani bersuara untuk memberikan pemahaman kepada Ummat Islam yang masih awwam agar tidak terprovokasi.

    Fase 3 – Pengambil Alihan Kekuasaan
    Ini adalah puncak dari grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yakni Menegakkan pemerintahan Islam dengan cara membai’at seseorang yang akan menduduki jabatan Khilafah; Menerapkan hukum Islam di dalam negeri dengan syamil dan kamil, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Lagi-lagi dimunculkan korelasi seperti saat Bait Aqabah II; Rasulullah menegakkan Daulah Islam di Madinah.

    Jadi sangatlah jelas mengapa Hizbut Tahrir di dunia di tolak dan dibubarkan sehingga menjadi organisasi terlarang dikarenakan tujuannya adalah membangun negara baru dengan sistem khilafah versinya sendiri. Selain itu mereka juga telah berulang kali gagal untuk mencapai tujuannya ini. Sedangkan Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia telah lama menjadi incaran mereka namun juga harus gagal kembali karena NU sebagai organisasi Islam terbesar masih setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga mengusulkan pada pemerintah untuk membubarkan organisasi yang bisa membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara ini.

    Maka sangat wajar apabila Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya difitnah dan dihajar habis-habisan oleh mereka agar menjadi lemah sehingga mereka mampu melaksanakan tujuannya untuk merebut kekuasaan.

    Namun mereka seperti tidak kehabisan cara, meskipun telah dibubarkan, mereka masih tetap bergerilya dikarenakan sudah mengakarnya pemahaman yang diberikan oleh mentor-mentor mereka seperti telah di cuci otaknya bahwa “wajib hukumnya menegakkan khilafah”.

    Dengan adanya pandemi COVID-19 ini menjadi peluang bagi mereka untuk memuluskan tujuannya tersebut. Ketika terjadi kekacauan, mereka akan dengan sangat mudah membuang badannya dengan jawaban ‘HTI Telah dibubarkan’ jika kekacauan yang mereka buat gagal total. Namun mereka akan membusungkan dada dan tampil paling depan ketika usahanya membuahkan hasil.

    Propaganda demi propaganda terus dilakukan dengan diskusi, aksi-aksi demo dan yang belum lama melalui pembuatan film. Belum lagi propaganda bahwa pandemi COVID-19 adalah sebuah rekayasa dan konspirasi global.

    Hizbut Tahrir jika ditelisik lebih mendalam memiliki kesamaan dengan Partai Komunis. Bedanya, Hizbut Tahrir menggunakan dalil-dalil agama sebagai pembenaran segala aktivitas mereka. Kesamaan mereka juga adalah penyebarluasan pemikiran lintas negara (transnasional / multinasional) dimana pemikiran – pemikiran tersebut sebagai kepanjangan tangan dari negara yang pertama kali mendirikan partai tersebut.

    Di Indonesia para penganut Komunisme pernah terdaftar menjadi sebuah partai dan ikut dalam pemilu dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Sedangkan Hizbut Tahrir Indonesia belum sempat mendaftar sebagai partai karena lebih dulu dibubarkan organisasinya oleh pemerintah.

    Oleh karena itu, apabila Hizbut Tahrir di Indonesia dibiarkan berkembang dan semakin pesat sehingga tujuannya tercapai, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar. Digantikan dengan sistem pemerintahan ‘khilafah ala HTI’ dimana akan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa sebagaimana yang telah terjadi di Iraq dan Syuriah.

    Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari bahaya apapun. Aaamiin (GP ANSOR JAK SEL)

  • PENGAMANAN DAN PENGAWALAN PARA KIAI OLEH SATKORYON BANSER DI PP FATCHUL ULUM PACET

    PENGAMANAN DAN PENGAWALAN PARA KIAI OLEH SATKORYON BANSER DI PP FATCHUL ULUM PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Selasa, 11 Agustus 2020, Koordinasi Kasatkoryon dengan jajarannya terkait acara tasyakuran walimatul ursy, yang diadakan di PP Fatchul Ulum Pacet. Diperkirakan akan banyak tamu undangan yang hadir dari berbagai macam kalangan Alumni, Santri, bahkan kiai.

    Sejak pukul 07.00 wib Anggota banser pacet sudah hadir dan langsung beraktivitas mengatur kendaraan yang akan banyak berdatangan dari tamu undangan. Kegiatan ini terbagi 2 ship siang pukul 07.00 – 15.00 wib dan malam 15.00 – 22.00 wib.

    SORBANSANTRI.COM
    Kh Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo Dan Mbah Husein Ilyas Karangnongko Mojokerto Hadir Dalam Acara Walimatul Ursy Di Pp. Fatchul Ulum Pacet

    Dalam acara Walimatul Ursy pernikahan Putri dan Putra KH. Muslihuddin Abbas selaku Pengasuh Pondok Pesantren Fatchul Ulum, KH. Agoes Ali Masyhuri memberikan Tausiah ada 4 Prinsip dalam Pernikahan.
    1. Kebebasan Memilih Jodoh
    2. Saling Memberi dan Menerima
    3. Mawaddah Warohmah yang semua itu bisa terwujud dengan nikah yang SAH secara agama dan negara.
    4. Memperlakukan istri dengan baik dan sopan
    Tampak hadir juga Mbah Kiai Husein Ilyas karang nongko Mojokerto dan kiai-kiai besar lainnya.

    SORBANSANTRI.COM

    Mengingat sakralnya acara tersebut maka Standart protokol kesehatan juga menjadi prioritas yang wajib didahulan seperti Pemakaian Masker dan Face Shild, pengecekan suhu tubuh dengan thermogun serta memberikan Hand sanitizer pada tiap-tiap tamu undangan yang masuk. Untuk itu Banser merasa bertanggung jawab dalam pengawalan dan pengamanan Kiai serta tamu undangan dalam acara tersebut.(abi SorBan)

  • Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    SORBANSANTRI.COM
    Photo sebagian Sahabat Banser Gringsing Batang yang dulu pernah diberangkatkan ke Tolikara Papua. #BanserNU

    SORBAN SANTRI- Kisah ini kami angkat kembali, meskipun pernah kami post beberapa tahun yang lalu tentang pemberangkatan anggota Banser ke Tolikara Papua, agar Banser muda tahu bahwa saat konflik dengan isue agama di Tolikara Papua, Banser lah yang datang ke sana dan ikut memulihkan kondisi sehingga Umat Muslim Tolikara bisa dengan aman melaksanakan Ibadah seperti sebelumnya. Kali ini, akan kami angkat kisah lain di balik keberhasilan tersebut.

    Cerita ini saya dengar langsung dari Kyai Faizin GZ Plelen Gringsing yang meminpin missi perdamaian ke Tolikara Papua.

    Berawal dari tawaran Satkornas Banser kepada beberapa Satkorcab yang siap diberangkatkan ke Tolikara untuk misi perdamaian terhadap konflik Sara yang berujung pembakaran masjid.

    Dari sekian satkorcab, ternyata Satkorcab Batang yang bersedia diberangkatkan. Meskipun dengan syarat yang berat, di antranya semua personel harus kebal senjata apapun dan ahli bela diri.

    Perjalanan diawali dari Batang menuju Jakarta untuk mendapat pembekalan dan breffing. Selanjutnya setelah dua kali penerbangan, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat yang sangat panjang.

    Begitu mendekati lokasi konflik, tiba-tiba pasukan Banser Batang yang berjumlah 15 orang itu dikepung oleh pasukan penduduk asli yang dibekingi pemberontak Papua. Dengan bersenjatakan panah, tombak dan golok, mereka siap menyerang rombongan banser yang berpakaian lengkap yang didampingi juru bicara atau pemandu dri orang asli Papua. Negosiasi panjang dilakukan dalam suasana sangat tegang dan mencekam.

    Tiba² naluri Banser muncul dari Kyai Faizin, dengan lantang beliau berteriak,
    “Kami pasukan Gus Dur.
    Datang kesini utk berdamai dengan saudara² Papua.”

    Begitu mendengar teriakan
    “Pasukan Gus Dur maka sang pimpinan pasukan suku asli itu bangkit dan berteriak,
    “Stop. Kita kedatangan saudara,
    Gus Dur saudara, Gus Dur saudara.”

    Maka, seketika semua pasukan pengepung itu meletakkan senjata dan maju merangkul dengan sangat akrab.”

    Banser begitu diterima oleh semua komponen di Tolikara. Hingga missi perdamaian berhasil dengan kesepakatan² kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik.

    Ketika pasukan Banser Batang hendak pulang, pakaian seragamnya dilucuti dan diminta oleh penduduk asli. Mereka ingin memakainya dan berminat menjadi anggota Banser.

    Demikianlah. Menurut Kyai Faizin, kita benar² meyakini kewalian *Gus Dur*. Sebab, meskipun telah tiada, nama besarnya masih bgitu berpengaruh dan ditakuti banyak pihak. Sehingga, wirid dan hizib yg telah diamalkan, kanuragan dan kesaktian yang telah disiapkan, tak jadi digunakan. Cukup dengan menyebut nama “Gus Dur”, semua bisa teratasi dan misi berjalan kancar.

    (Kisah saya dengar dari Kyai Faizin dan saya kembangkan dengan redaksi saya. Kurang lebihnya bisa dikonfirmasi langsung kepada Beliau)

    Sumber tulisan: Sodikin Rusydi, M. Ag. (Sahabat Ansor Reban Batang) tulisan asli dengan edit tanda baca seperlunya. (M. Wicaksono)