Tag: sorbansantri

  • Gus Dur dan Malaikat Pencabut Nyawa

    Gus Dur dan Malaikat Pencabut Nyawa

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ada satu cerita, suatu ketika Gus Dur di rawat di RS Gatot Subroto. Menjelang malam tiba-tiba Gus Dur minta pindah rumah sakit. Permintaan itu disampaikan ke Kirun, Budayawan Jawa Timur yang kebetulan ikut menemani Gus Dur. Kirun pun menghubungi Putri Gus Dur, Mbak Yeni Wahid. Singkat cerita akhirnya Gus Dur pindah ke RS MMC (Metropolitan Medical Center).

    Pagi hari sekitar jam 8, Gus Dur meminta Kirun menghubungi pihak RS Gatot Subroto untuk menanyakan apa yang terjadi di rumah sakit itu pasca Gus Dur pindah. Kirun pun akhirnya menghubungi rumah sakit.

    “Anu Gus, setelah njenengan pindah semalam ada 4 pasien yang berdekatan dengan Gus Dur meninggal dunia lewat jam 12 malam,” kata Kirun laporan ke Gus Dur.

    “Makanya aku minta pindah rumah sakit. Sudah dari Magrib tadi aku liat malaikat seliweran di Gatot Subroto. Aku takut malaikat salah ngambil, nanti malah aku yang diambil malaikat,” jawab Gus Dur. Kirun pun terdiam. Geleng-geleng kepala dan lantas tertawa.

    Ilahadroti KH. Abdurrahman Wahid bin KH. Wahid Hasyim bin Hadrotussyekh KH. Hasyim Asyari, alfatihah. (IKHBAR ISLAM)

    Oleh Ren Muhammad via @alif__id
    #UlamaNusantara

  • Isi Kitab Karya Mbah Hasyim Asy’ari Yang Di Temukan Di Jagalempeni Wanasari Brebes

    Isi Kitab Karya Mbah Hasyim Asy’ari Yang Di Temukan Di Jagalempeni Wanasari Brebes

    SORBANSANTRI.COM
    Foto Gus Sholah dalam acara sambutan diacara LBM PCNU Brebes yang ke-2 Di Rubath Al Musyarraf Al Musyarrof Penggarutan Bumiayu
    SORBAN SANTRI- Yah itulah kitab beliau yang berjudul RISALAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH, diantara isinya adalah:
    (kitab bisa dilihat di sini [irp posts=”2133″ name=”PERPUSTAKAAN”]
    Di antara penyebab muncul dan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam Islam menurut KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah:
    1. Tidak menguasai seluk beluk bahasa Arab yang sesuai dengan zaman turunnya wahyu dan juga tidak menguasai berbagai gaya bahasa (Asälïb) dalam bahasa Arab. Mbah Hasyim Asy^ari menegaskan bahwa sekian banyak orang tersesat dari jalan yang benar (aqidah & pemikirannya sesat) dikarenakan mengikuti pemahaman orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai gaya bahasa dalam bahasa arab.  Beliau menyatakan: “Al Ashmu^i meriwayatkan dari al Khalïl dari Abü ^Amr ibn al ^Ala-‘, ia berkata: “أَكْثَرُ مَنْ تَزَنْدَقَ بِالعِرَاقِ لِجَهْلِهِمْ بِالعَرَبِـيَّةِ”. “Kebanyakan orang yang menjadi kafir zindik di Irak disebabkan kebodohan mereka tentang bahasa Arab.”
    2. Tidak Memiliki Perangkat Keilmuan yang Cukup Ketika menjelaskan kewajiban bermadzhab bagi orang awam, Mbah Häsyim Asy^ari menjelaskan bahwa pemahaman orang awam tidak diperhitungkan sama sekali, selama tidak sesuai dengan pemahaman para ulama yang mu’tabar (Ahlul Haqq al Akäbir al Akhyär).

    [irp]

    Karena sesungguhnya timbulnya masalah bukan berada pada teks-teks al Qur’an ataupun hadits-hadits yang shahih, melainkan terletak pada pemahaman yang keliru (bodoh bergaya mampu) terhadap teks-teks tersebut.
    Oleh karenanya, setiap ahli bid^ah dan orang yang tersesat-pun mengaku memahami ajaran-ajaran mereka yang batil dari al Kitab dan as-Sunnah.
    Demikian penting kaedah ini untuk diikuti dan diamalkan, sehingga Mbah Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa seseorang yang bukan mujtahid mutlak diharuskan bertaklid (mengikuti) kepada salah satu madzhab empat dan tidak boleh memahami sendiri dan beristidläl (mengambil hukum) langsung dari ayat-ayat al Qur’an dan hadits-hadits Nabi.
    [irp]
    Oleh karenanya, mari warga NU berhati-hatilah dalam memilih guru, ketahuilah kebenaran (carilah ilmu) dari guru yang tsiqoh, mumpuni (pemahamannya sohih) dan bersanad jelas, terlebih dalam mengaji tentang aqidah.
    Tiadalah kegiatan yang lebih mulia dibanding dengan mengaji, mengaji dan mengaji.
    (KH. Muhammad Häsyim Asy^ari –rohimahuLlöh–, Risälah Ahl as-Sunnah wa al-Jamä^ah fi Hadïts al-Mawtä wa Asyräth as-Sä^ah wa Bayän Mafhüm as-Sunnah wa al-Bid^ah, hlm. 13) (pcnu brebes)
  • MAKAN DARI SISA TAMU

    MAKAN DARI SISA TAMU

    SORBANSANTRI.COM
    Ket Foto : Kesedihan tersirat pada wajah beliau, pasca wafatnya Hubabah Sakinah.
    SORBAN SANTRI- Jangan heran, jika ada orang bertamu ke rumah Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Hampir pasti akan disuguhi yg enak-enak, karna Abuya (panggilan khusus dari santri beliau) sangat menghormati tamunya (ikrom dluyuf).
    Suatu ketika, beberapa ustadz dari Indonesia sedang ada rauhah (semacam pertemuan sederhana) di rumah Abuya Habib Abdullah, dan biasanya diakhiri dengan makan-makan. Setelah selesai makan, ada beberapa ustadz yg membantu bersih-bersih sisa-sisa makanan (karna biasanya para putra Abuya sendiri yg bersih-bersih).
    Dikumpulkanlah nampan-nampan bekas makan, begitu juga sisa-sisa makanan ditaruh dalam satu plastik, ketika hendak dibuang ke tempat sampah, tiba-tiba ada putra Abuya yg berseloroh :
    “La tarmihi, al-walid ba yaz’al” (Jangan dibuang! Abi nanti bakal marah).
    “Leh?” (Loh, kenapa?) Tanya salah satu ustadz.
    “Nanti akan kami kumpulkan sisa-sisa makanan itu, kami taruh di kulkas, dan besok dipanaskan kembali untuk kami makan.” Jawab putra Abuya santai.
    Seketika ustadz tersebut termenung, sontak malu dan mau menangis. Bagaiamana tidak? Bekas sisa-sisa makan, yg biasa dibuang, tapi disimpan dan dimakan kembali oleh keluarga Abuya?
    Allaaaah, bagaimana kehidupan kita kawan?😭
    Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Rektor dengan puluhan ribu mahasiswa, yang tak pernah mengambil gaji. Semua harta beliau diinfakkan untuk kampus, rumah sempit masih menyewa dan berpindah-pindah, bahkan terakhir ini-pun rumah hanya dipinjami, tak punya mobil pribadi, karena jika punya kendaraan, beliau selalu jual untuk keperluan kampus.
    Seluruh hidup beliau diwakafkan untuk dakwah di jalan Allah.
    Oleh Kyai Noor Salikin Al-Farouq
  • Indonesia Tertutup Propaganda HTI

    Indonesia Tertutup Propaganda HTI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- HTI di Indonesia jangan dikasih ruang gerak untuk menyampaikan suaranya. Yang notabene sudah jelas tidak sesuai dengan falsafah Pancasila dan Haluan Negara. Dengan ide khilafahnya, mereka berusaha memasuki sistem pemerintahan dengan cara atasnama agama dan masuk ke partai politik. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada dengan propaganda yang dilakukan HTI seperti isu PKI, kriminalisasi ulama’, Mengajarkan sistem pemerintahan bahkan meyakini bahwa Pancasila itu thoghut.

    Berikut negara-negara yang melarang Hizbut Tahrir:

    1. Mesir
      Dibubarkan: 1974
      Alasan: Terlibat upaya kudeta
    2. Suriah
      Dibubarkan: 1998
      Alasan: Dilarang melalui jalur ekstra yudisial
    3. Turki
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Organisasi teroris
    4. Rusia
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Organisasi teroris
    5. Jerman
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Penyebar propraganda kekerasan dan anti semit Yahudi
    6. Malaysia
      Dibubarkan: 2015
      Alasan: Dianggap kelompok menyimpang
    7. Yordania
      Dibubarkan: 1953
      Alasan: Mengancam kedaulatan negara
    8. Arab Saudi
      Dibubarkan: Era Abdulaziz
      Alasan: Ancaman negara
    9. Libya
      Dibubarkan: Era Moamar Khadafi
      Alasan: Organisasi yang menimbulkan keresahan
    10. Pakistan
      Dibubarkan: 2016
      Alasan: Dianggap ancaman negara
    11. Uzbekistan
      Dibubarkan: 1999
      Alasan: Menjadi dalang pengeboman di Tashkent
    12. Kirgistan
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Kelompok ekstrem
    13. Tajikistan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat aktivitas terorisme
    14. Kazakhstan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat terorisme
    15. China
      Dibubarkan: 2006
      Alasan: Melakukan kegiatan teror
    16. Bangladesh
      Dibubarkan: 2009
      Alasan: Terlibat aktivitas militan dan mengancam kedamaian
    17. Perancis
      Dibubarkan: –
      Alasan: Organisasi ilegal
    18. Spanyol
      Dibubarkan: 2008
      Alasan: Organisasi ilegal
    19. Tajikistan
      Dibubarkan: 2001
      Alasan: Sejumlah anggotanya dipenjara
    20. Tunisia
      Dibubarkan: –
      Alasan: Merusak ketertiban umum
    21. Indonesia
      Dibubarkan: 2017
      Alasan: Bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi, mengancam ketertiban masyarakat, dan membahayakan keutuhan negara.

    HTI Bubar!! Tegas Menag: Gak Ada Main Khilafah-khilafah Lagi !
    “HTI sudah dibubarkan. Sistem politik khilafah tertolak di Indonesia. Sebab, pendiri bangsa telah bersepakat untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Menag dalam keterangan tertulisnya. (abi sorban)

  • Setiap Bidah Sesat?

    Setiap Bidah Sesat?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Setiap Bidah Sesat? Ya, karena hadisnya memang berbunyi Kullu bidatin dhalalah. Setiap Bid’ah adalah sesat. Tidak ada Bid’ah Hasanah atau bidah yang dianggap baik. Anda ikut Nabi apa ikut kyai? Kalau ikut Nabi setiap bidah adalah sesat. Hanya para kyai yang membagi ada Bid’ah Hasanah / terpuji dan Bid’ah Sayyiah / tercela.
    Itu menurut mereka. Nyatanya Syekh Bin Baz dan Syekh Ustaimin juga membagi Bid’ah Lughawiyah (secara bahasa) dan Bid’ah ‘Adiyah (secara tradisi). Ada juga yang membagi Bid’ah Diniyah (dalam agama) dan Bid’ah Dunyawiyah (dalam urusan dunia).
    Lho, ternyata mereka menerima pembagian Bid’ah versi ulama mereka dan menolak pembagian ulama kita. Ya kita tanyakan balik: “Ikut Nabi apa ikut para Syekh itu?”
    Kajiannya malam ini ini FB Aswaja Muda. (abi sorban)
    SUMBER KH MA’RUF KHOZIN
  • DIMANAKAH POSISI MUI SAAT INI?

    DIMANAKAH POSISI MUI SAAT INI?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Kehadiran majelis Ulama Indonesia dirasakan sudah patut dipertanyakan lagi, sebab sudah ada kementrian agama yg menjadi wadah lintas agamanya, sedangkan Ormas2 Islam yg berbeda mazhabnya sudah ada sejak dahulu.
    Sebut saja PBNU dan Muhammadiyah atau Persis dan lain sebagainya, ditengarai sering terjadi salah penafsiran antara MUI dengan induk ormas2 Islam yang ada, maka sebaiknya keberadaannya patut ditinjau ulang dan dipertanyakan lagi, bahwa mereka sesungguhnya mewakili kelompok yang mana, dan dari unsur apa?
    Pada dasarnya, sesuai dengan tugasnya, MUI membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya.
    Mantan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini menyatakan tidak semua pihak mendukung keberadaan MUI. Ada juga yang tidak menghendaki MUI berperan penting dalam kehidupan bangsa, termasuk dalam urusan politik.
    “Di negeri ini ada kelompok yang sangat mendukung keberadaan dan kinerja MUI, tetapi ada pula kelompok yang tidak menginginkan MUI eksis,” kata Hajriyanto. Yang pernah dipercaya menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1993 – 1998 itu.
    Senada dengan itu, bahkan Almarhum Gus Dur juga pernah berpendapat, organisasi ulama tersebut sudah terbiasa mengeluarkan fatwa secara serampangan, terutama terkait dengan fatwa aliran sesat. “Makanya, MUI bubarin sajalah kalau caranya begini. MUI kan hanya satu dari sekian ormas Islam. Oleh karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat. Karena hal itu bisa membuat kesalahpahaman semakin melebar,” katanya. Bagi Gus Dur, sikap MUI semacam itu ikut memicu timbulnya radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.
    Bahkan kebijakan MUI sdh tidak lagi sejalan dengan PBNU sbgmn yg disampaikan Ketua Umumnya yaitu KH. Said Aqil Siradj, Sehingga ancaman mundurnya sekjen MUI ini dirasakan bertolak belakang dengan pemberlakuan sertifikasi bagi penceramah yang dikeluarkan kementrian agama, yang tentunya didukung oleh para Ormas islam besar yang ada. Penulis : Andi Salim
  • PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ini adalah pesantren Siti Dhumillah yang terletak di kampung cijeruk tajurhalang bogor, selama ini Depok dan bogor menjadi pusat pengikut wahhabi itu efek dari menjamurnya pendatang dari timur tengah yang bermukim di bogor, salah satunya di kawasan megamendung bogor, disini sempat viral karna mencuatnya kasus kawin kontrak hingga prostitusi syariah, selama ini bogor menjadi salah satu daerah paling banyak yang berpaham wahhabi, banyak teman-teman menilai ini karna banyak masyarakat yang masih islam abangan, NU, Muhammadiyah sudah jelas memiliki amaliyah dan struktur kepengurusan, juga memiliki kepentingan bagi masyarakat dan negara, disini banyak sekali ustadz-ustadz dadakan, banyak sekali habib-habib palsu, majelis-majelis tanpa guru yang di danai para wahhabi.
    Banyak sekali pesantren NU disini, di kota maupun di pelosok daerah, dari jonggol, hingga ke pedalaman perbatasan sukabumi dan Cianjur, tetapi masih kurang menunjukkan identitas ke-NU an nya, dan tidak sengaja ternyata saya berteman dengan salah seorang kyai yang memiliki kepengurusan pesantren Siti Dhumillah ini, pesantren ini GRATIS, Pesantren ini memasang puluhan bendera NU di halaman depan, menunjukkan kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari Pejuang Pendidikan masyarakat berbasis Nahdlatul Ulama, dalam hati kami seolah berkata, “ya itulah panji kami, berwarna hijau berlambang tali jagat” kami tidak takut, kami tidak gentar, termasuk pada mereka yang kerap bertakbir tapi untuk tindakan yang brutal, bengis,
    Jayalah NU, Jayalah Nusantaraku…!
    – Haddi VJB
  • Makna Azaliy dan Abadiy

    Makna Azaliy dan Abadiy


    SORBAN SANTRI-
    Kajian Aqidah Aswaja

    • Azaliy itu semakna dengan al qodiim / al Qidam yang bermakna tak bermula atau tak memiliki permulaan, hanya Allah-lah yang azaliy alias qodiim
    • Azaliy bukan bermakna zaman azaliy sebagaimana banyak orang keliru memaknainya
    • Abadiy itu semakna dengan dengan al Baqo’ yang bermakna kekal abadi tak mengalami rusak, berubah dan tak mengalami sirna, Allah Tuhan kita bersifat abadiy/ al baqo’
    • Kalau dikatakan surga dan neraka itu kekal abadiy maka jawablah bahwa keduanya kekal abadiy karena dikehendaki kekal oleh Allah ta’ala dan keduanya mesti memiliki permulaan dudalam wujudnya (tidak azaliy)
    • Dan kita ummat manusia tak lah memiliki sifat azaliy/ al qodiim tak juga memiliki sifat abadiy / al baqo’
    Allah berfirman:
    منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
    Maknanya:
    Saking bumi kami menciptakan kalian, lan ing bumi kami kembalikan kalian lan saking bumi kami keluarkan kalian sekali lagi (hari kebangkitan)
    Q.S. Toha 55
    Foto atas Ketua Tanfidziyyah dan Rois Syuriyyah PCNU Brebes beserta rombongan men-sholati KH. Nasrudin Tarsyudi Pengasuh PONPES AL FALAH MODERN Jatirokeh Brebes  (PC NU Brebes)
    Semoga khusnul khootimah, lahul faatihah…
  • Layakkah Kita Ikuti Kata-Kata Ulama Gadungan Seperti Tengku Zulkarnain?

    Layakkah Kita Ikuti Kata-Kata Ulama Gadungan Seperti Tengku Zulkarnain?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Baru-baru ini, wacana mengenai pembubaran Front Pembela Islam (FPI) menguat di masyarakat. Seturut dengan itu, beberapa pihak pun memberikan respon.

    Diantara mereka yang terus menerus membela FPI adalah Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnaen.

    Ia menganggap FPI ini adalah aset bangsa Indonesia, oleh karenanya sudah selayaknya diberikan surat keterangan terdaftar oleh pemerintah.

    Mendengari itu, apakah kita lantas percaya? Mengingat rekam jejak Tengku Zulkarnain sendiri yang banyak cacatnya.

    Bagaimana tidak, meskipun mengaku sebagai ulama, banyak kelakuan Tengku Zulkarnain yang tidak terpuji. Bahkan dia kerap membuat pernyataan kontroversial yang terbukti salah di masyarakat.

    Ada beberapa kasus yang menunjukan Tengku Zulkarnain tak pantas disebut ulama. Diantaranya,

    Pertama, Tengku Zulkarnain memfitnah bahwa pemerintah telah membuat pasal yang akan melegalkan perzinahan. Dalam Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), Ustadz Tengku mengatakan pemerintah akan menyediakan kondom bagi pemuda atau pelajar yang ingin melakukan zina.

    Hal ini jelas keliru dan fitnah karena dalam RUU tersebut tidak ada pasal sebagaimana diucapkan Ustadz Tengku Dzulkarnain.

    Kedua, Januari lalu, Tengku Zulkarnain menyebarkan hoaks tentang tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos. Fitnah yang disebarkan Ustadz Tengku Dzulkarnain belakangan terbukti tidak benar.

    Setelah diklarifikasi, Ustadz Tengku menyebut cuitannya di twitter sebagai permintaan klarifikasi.

    Ketiga, sering mengungkapkan ujaran kebencian di media sosial. Sebagai wakil dari MUI, seharusnya Tengku Zulkarnain bisa memberikan teladan dengan mengeluarkan perkataan yang baik dan tidak asal bicara.

    Keempat, Tengku Zulkarnain sering salah dalam memberikan pengajian agama. Beberapa kesalahan itu di antaranya, salah mentashrif kata “kafir”.

    Kemudian menyebut bahwa tembakau berasal dari kencing iblis. Setelah dilakukan analisa, ternyata hadis yang digunakan adalah hadis palsu atau hadis tertolak. Sebagai ulama seharusnya, Ustadz Tengku bisa lebih berhati-hati bicara agama.

    Setelah beberapa kasus di atas, sekarang Tengku Zulkarnain membela mati-matian FPI agar lepas dari tuntutan masyarakat agar dibubarkan. Ini mungkin akan menjadi kesalahannya untuk kesekian kali.

    Ia sesumbar mau ikut mendampingi FPI yang jelas-jelas menjadi ormas radikal dan anarkis.

    Wajar saja ia berlaku demikian, karena sejatinya dia menjadi bagian dari kelompok pembenci pemerintahan Presiden Jokowi. Sehingga sangat wajar bila ingin terlihat sebagai pahlawan FPI yang berada di garis terdepan melawan Pemerintah.

    Itulah kelakuan Tengku Zulkarnain, seorang bermulut kasar dan berkelakuan bejat namun mengaku sebagai ulama.(abi sorban)
    (SUMBER KOLAM NALAR)

  • GUS DUR IKU ALIM ALIME WONG PALING ALIM JAMAN IKI

    GUS DUR IKU ALIM ALIME WONG PALING ALIM JAMAN IKI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Sejak masih remaja, nama Gus Dur mulai akrab. Namun, pengetahuan Shuniyya hanya sebatas bahwa Gus Dur adalah cucu Hadlrotusy Syaikh Hasyim Asy’arie, pendiri NU. Dan saat itu dikenal sebagai orang yang kritis berani melawan pemerintahan Orde Baru yang dikenal otoriter. Akibatnya, banyak berita miring tentang figur Gus Dur.
    Sering sekali Shuniyya dibuat kebingungan bagaimana bisa perilaku seorang Gus, keturunan darah biru “premium edition” pesantren bisa aneh dan nyleneh. Tidak pernah ada contoh seperti itu sebelumnya. Namun, Shuniyya hanya bisa diam saja. Hingga akhirnya beliau KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden Indonesia.
    Sebagai Presiden, tentu saja menjadi sorotan publik. Segala perilaku, gerak, apalagi statemen beliau selalu saja bisa kita ikuti dimana-mana. Melihat hal ini, lama-lama Shuniyya merasa tidak nyaman. Akhirnya, bertanya kepada guru Shuniyya, Simbah Kyai Iskandar Jogja almarhum (wafat tahun 2007).
    “Mbah, Gus Dur itu kan Kyai, tapi kok perilakunya seperti itu ya, aneh tur nganeh-anehi,”
    Mbah Yai Is tersenyum. Beliau menjawab, “Aslinya, Gus Dur itu tidak aneh. Kita saja yang tidak nutut ilmunya, sehingga memandang beliau aneh…. Seandainya orang seperti simbah ini ada seribu, diikat dikumpulkan jadi satu, ilmunya tidak ada sekuku hitamnya Gus Dur… Gus Dur iku alim-alime wong paling alim jaman iki,”
    Shuniyya kaget setengah mati mendengar jawaban ini. Rasa malu dan kagum bercampur jadi satu. Penasaran juga, dan entah kenapa, menjadi sebuah kerinduan untuk bisa langsung bermuwajahah dengan Gus Dur. Saat itu juga, Shuniyya mohon doa dan restu dari Mbah Yai supaya bisa bertemu dengan Gus Dur dan belajar dari beliau.
    Doa Mbah Yai Is dikabulkan Gusti Allah. Tahun 2001 beberapa bulan setelah beliau tidak menjadi Presiden, pada suatu acara di Jogja, Shuniyya berhasil ketemu Gus Dur. Subhanallah… Tidak ada kata yang bisa melukiskan kebahagiaan waktu itu. bertemu dengan sealim-alimnya manusia paling alim di jaman ini.
    Pertemuan dengan Gus Dur menjadi lebih instensif setelah Shuniyya hijrah ke Jakarta pada bulan Mei 2005 hingga berangkatnya beliau ke rofiqul a’la pada 30 Desember 2009.
    Walau sekejap pertemuan itu, namun tali rasa yang dijalin, sebagai guru, orangtua,kekasih, pecinta Gus Dur tidak akan pudar dan cerita ini akan Shuniyya turunkan kepada anak cucu.
    Berangkatnya Gus Dur ke rofiqul a’la menjadi ayat dan hikmah yang luar biasa. Yakni, terjalinnya silaturahim dengan keluarga, murid dan pecinta beliau di seantero dunia… (Syarif Hidayatulloh Al Dadapani)
    I Love u mbah Wali Gus Dur
    Ila ruhi Mbah Wali Gus Dur wa zawjatihi wa dzurriyahitihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi ya Allah… wa muhibbihi ya Allah … wa muhibbihi ya Allah… syaiun lillahi lana wa lahumul Fatihah…
    Shuniyya Ruhama