Tag: sorbansantri

  • Saya NU,Tapi NU nya Mbah Hasyim.,

    COPAS

    Hu – Ada warga NU yang suka membanggakan sebelah dengan terus menghujat kiai NU dan segala kebijakan para kiai besar di pengurus. Ia kemudian mengaku tidak bangga lagi dengan NU karena NU kini tidak sama lagi dengan NU zaman Mbah Hasyim Asyari. Beikut ini penjelasan strategi dakwah NU yang ditulis dalam bentuk dialog.

    “Aku malu jadi warga NU sekarang”.

    “Kenapa memangnya?”

    “NU sekarang tidak kayak NU zaman Mbah Hasyim dulu, sekarang NU disusupi Syiah, liberal, komunis bahkan sangat dekat dengan non muslim. Kalau Zamannya Mbah Hasyim kan masih murni, lurus, tidak disusupi macam-macam”.

    “Emang kamu pernah hidup dan merasakan NU di masa Mbah Hasyim?”

    “Nggak juga sih”.

    “Makanya jangan sok tahu dan termakan fitnah dan isu tidak benar”.

    “Kamu tahu kan Jepang itu penjajah yang menyembah matahari?”

    “Kalau itu tahu lah, kan banyak di tulis di buku sejarah”.

    “Kamu tahu nggak, NU nya Mbah Hasyim itu malah menginstruksikan santri-santri untuk latihan militer dengan Jepang. Bahkan Mbah Hasyim jadi Ketua Shumubu atau menteri agamanya Jepang. Padahal kan Jepang kafir, penjajah lagi. Dan ternyata NU nya Mbah Hasyim bisa kok bersikap kooperatif dengan Jepang”.

    “Masa Sih?”

    “Iya, Dan kamu tahu nggak kalau Mbah Wahab Hasbullah itu pernah dicap Kiai Komunis loh karena bersikap kooperatif dengan Bung Karno dalam Nasakom nya (berbeda dengan Masyumi yang memilih keluar)”.

    “Masa sih?”

    “Iya, itulah siyasah, strategi dakwah, lihatlah dampaknya, dengan kooperatif kepada Jepang akhirnya bangsa Indonesia dapat bertempur dengan baik dan akhirnya merdeka. Dengan kooperatif kepada Bung Karno yang dekat komunis akhirnya umat Islam terselamatkan dari bahaya komunis bahkan atas saran NU, akhirnya Bung Karno tidak jadi Membubarkan HMI”.

    “Gitu ya?”

    “Jadi NU Mbah Hasyim dan NU sekarang itu tetap sama, membela Islam dan Indonesia, bukan salah satunya, Islam saja atau Indonesia saja, Karena kalau membela salah satunya akan bisa memunculkan perang antar anak bangsa yang akhirnya ibadah jadi tidak nyaman dan selalui dihantui ketakutan”.

    “Oo gitu ya? Kalau begitu aku tidak malu lagi jadi NU, aku akan Bangga jadi NU”.

    “Makanya jangan percaya isu, fitnah atau hoax yang menjelekkan NU, belum apa-apa sudah nuduh macem-macem pada NU sekarang, kita nggak tahu yang sebenarnya, kita hanya tahu dari berita, medsos yang belum tentu benarnya, sebaiknya kita Husnudzon saja kepada penggede NU”.

    “Karena strategi NU ini mirip dengan strategi Nabi dalam berdakwah, kapan-kapan saja saya kasih tahu, sekarang ayo kerja, wes wayahe tandur”. Salam. Sorbansantri

  • KHILAFAH PROYEK GAGAL BUZZERS HTI

    KHILAFAH PROYEK GAGAL BUZZERS HTI

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh Ayik Heriansyah
    wp.sorbansantri.com – 10 tahun lalu terjadi demonstrasi besar-besaran di Kairo Mesir berhasil menurunkan Husni Mubarak dari kursi kepresidenan setelah ia menjadi presiden selama 30 tahun. Demo besar-besaran di Arab kala itu menjadi fenomena yang disebut dengan Arab Spring.
    Saya menonton di televisi berita-berita demonstrasi tresebut dari pesantren At-Taqwa Tanjung Pandan Belitung. Rumor yang berkembang, demonstrasi diorganisir dan diikuti oleh kelompok kiri dan Ikhwanul Muslimin. Hizbut Tahrir tidak tampak. Hanya ada foto orang sejumlah hitungan jari tangan yang membawa bendera Hizbut Tahrir di tengah lautan manusia.
    Awal 2011 saya masih tercatat sebagai anggota Hizbut Tahrir. Dalam benak saya, seharusnya, demo-demo besar tersebut diorganisir oleh Hizbut Tahrir Mesir dan lautan manusia di sana adalah para pendukung dan anggota Hizbut Tahrir. Karena Hizbut Tahrir masuk Mesir dibawa langsung oleh pendirinya Taqiyuddin an-Nabhani pada tahun 1950-an, sehingga massanya sudah banyak dan cukup untuk menggoyang kursi Presiden Mesir.
    Selama ini, kami diopinikan bahwa Hizbut Tahrir di Arab itu besar. Pendukung dan anggotanya banyak. Para pengurusnya sangat solid. Akan tetapi Hizbut Tahrir tidak dapat menunjukkan kebesarannya karena tekanan penguasa. Hizbut Tahrir tidak eksis di Arab bukan karena ajaran, doktrin, ide dan metode Hizbut Tahrir yang salah. Jadi, di Arab Hizbut Tahrir tidak ada masalah dengan pemikiran, tetapi politik penguasalah yang membuat mereka terlihat kecil.
    Fakta Arab Spiring membuka mata saya, bahwa sebenarnya Hizbut Tahrir di Arab memang ditolak karena pemikirannya, bukan karena tekanan penguasa. Di Arab berdiri kokoh kampus-kampus tua (yang telah melahirkan ratusan ribu ulama tersohor kelas dunia yang diakui kealiman, kejujuran dan ke-zuhud-annya. Tapi, mereka tidak menjadi pendukung dan anggota Hizbut Tahrir. Bahkan menjadi penentangnya. Sangat sulit jika mau dikatakan mereka menentang kebenaran dan penolak syariat Allah swt.
    Fakta yang sama juga terjadi di Indonesia. Di Indonesia, selama 23 tahun (1998 – 2021), Hizbut Tahrir leluasa menyebarkan paham di dunia maya dengan menggunakan berbagai macam nama website, blog dan akun media sosial. Aktivis HTI semuanya menjadi buzzers khilafah. Mereka aktif membagikan konten di media sosial yang merupakan ruang publik utama di era sekarang.
    Perilaku buzzers khilafah umumnya hanya mem-posting. Enggan menanggapi komentar, bantahan, kritik dan sanggahan netizen. Apalagi diajak adu argumen. Mereka menanggapinya dengan menyerang balik netizen, mengalihkan topik atau mem-posting konten baru, yang pada intinya mereka menghindar. Mengapa demikian? Karena konten yang disebarkan oleh buzzers khilafah bermuatan dis- dan mis-informasi.
    Ada tujuh dis- dan mis-informasi:
    1. Satire, yaitu, tidak ada niat untuk mengelabui tapi berpotensi merugikan.
    2. Konten yang menyesatkan, yaitu, penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu.
    3. Konten tiruan, yaitu, ketika sebuah sumber ditiru.
    4. Konten palsu, yaitu, ketika informasi 100% salah didesain untuk menipu.
    5. Koneksi yang salah, yaitu, ketika judul atau gambar tidak sesuai dengan konten.
    6. Konten yang salah, yaitu, ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.
    7. Konten yang dimanipulasi, yaitu, ketika gambar atau konten yang salah dimanipulasi untuk menipu. (MY. Alimi, 2018: 82).
    Mudah sekali bagi netizen mendeteksi dis- dan mis-informasi dari konten yang disebarkan oleh buzzers khilafah. Media sosial adalah ruang publik paling demokratis, independen dan netral saat ini. One man one voice. Setiap orang boleh menyatakan dan menyampaikan tentang dirinya ke orang lain tanpa batas selain batas moral dan hukum. Tidak ada batasan bagi nalar netizen, selain nalar netizen lain yang lebih akurat. Di media sosial nalar publik menjadi “hakim” yang imparsial.
    Ide khilafah yang diviralkan oleh buzzers HTI ditolak publik karena ide tersebut tidak akurat. Hujjah-nya lemah. Nalar publik sulit menerima khilafah sebagai solusi semua problematika umat manusia. Penolakan publik atas ide khilafah, bukan karena dibayar dan atas tekanan penguasa. Penolakan itu murni dari akal sehat netizen. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di Arab dan seluruh dunia. (abi sorban)
  • Karomah Habib Umar bin Hafidz Lolos Dari Kepungan Lawan

    Karomah Habib Umar bin Hafidz Lolos Dari Kepungan Lawan

     

    InfokomBanserNU- بسم الله الرحمن الرحيم Beliau Alhabib Quraisy Baharun adalah saudara dan teman sepondok Al Habib Husin Abu Bakar Ba’abud (Ro-Sho), dan menantu Al habib Musthofa bin Muhammad bin Thohir Ba’abud, Kediri. Selain aktif dalam berdakwah, mengasuh santri, memimpin Majelis, ternyata beliau juga ahli dalam harkah atau ilmu bela diri. Ada kisah menarik tentang beliau, ketika masih belajar di “Daarul Musthofa” asuhan Al Habib Umar bin Hafidz.

    Alkisah Suatu ketika guru beliau, yaitu Al Habib Umar bin hafidz diundang dalam sebuah acara “seminar” atau yang semisal sebagai nara sumber, untuk menyampaikan hujjah atau penjelasan terkait dengan amaliyah amaliyah Ahlussunnah wal jamaah, yang sering disebut oleh kelompok tertentu sebagai sebuah ajaran yang tidak ada tuntunan sunnah.

    Acara seminar dilaksanakan di dalam gedung tertutup dan jauh dari pantauan umum. Sebuah insiden (“sabotase” mungkin) terjadi di tengah tengah acara. Tiba tiba listrik padam, dan dalam suasana gelap gulita ini Al habib Umarpun tiba tiba diserang oleh para peserta seminar, yang mayoritas adalah kaum yang kurang sefaham dengan beliau. Beliau dipukul, di tendang, entahlah apa yang sedang bisa anda bayangkan, “na’uudzubillah…., na’uudzubillah”.

    Dan kabar inipun langsung terdengar oleh santri santri Darul Musthofa. Maka tanpa pikir panjang berangkatlah dua jawara pondok menuju lokasi, yaitu Alhabib Quraisy Baharun, Cirebon dan Al Habib Sholeh Al Jufri, Solo. Begitu sampai lokasi, beliau berdua nampak marah besar dan tidak sabar untuk masuk kedalam gedung, dimana guru mulia Al Habib Umar bin Hafifz sedang dalam bahaya. Alhabib Quraisy tidak berfikir untuk lapor Polisi, atau mengajak pasukan dari teman teman pondok, beliau justru berangkat sendiri dengan Al Habib Sholeh Al Jufri saja.

    Sebelum bisa menembus masuk kedalam gedung yang tertutup itu, beliau bertanya kepada seseorang (mungkin kepada supir dari Al Habib Umar) : “Apa benar, ada insiden, bahwa guru kita sekarang sedang dalam bahaya begini…., begitu….. di dalam sana…?” Dia menjawab : “Ya, benar, tadi guru kita menyampaikan materi ini itu, lalu tiba tiba ada suara seperti perdebatan hebat, lalu listrik padam, lalu para hadirin ramai ramai menghajar guru kita, dan insiden itupun masih berlangsung sampai sekarang”.

    Alhabib Quraisy : “Lalu, bagaimana keadaan guru kita…?”

    Dijawab : “Itu…., guru kita baik baik saja, tidak merasa disentuh oleh siapapun, beliau sedang istirahat, nyantai dalam mobil, dan entahlah…. siapa yang saat ini sedang dihajar, dipukuli didalam sana….”.

    Aku teringat ayat 157 surat An-nissa :

    ﻭَﻣَﺎ ﻗَﺘَﻠُﻮﻩُ ﻭَﻣَﺎ ﺻَﻠَﺒُﻮﻩُ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺷُﺒِّﻪَ ﻟَﻬُﻢْ .

    Subhaanallah…..

    (Kalam Ulama)

  • Menjadi NU itu Berat

    Menjadi NU itu Berat

    SORBANSANTRI.COM

    Berat karena harus bisa meredam fitnah, hujatan dan caci maki.

    Dari zaman Mbah Hasyim Asy’ari sampai Zaman Mbah Yai Said Aqil, terpaan anginnya setap semakin sencang dan pohonnyapun tetap semakin tinggi.

    Apa yang aneh di NU ?
    Ya..Banyak, termasuk para Kiyainya yang stylenya suka guyon dan aneh bin nyeleneh.
    Dan bagi warga Nahdliyyin tulen itu hal yang biasa saja. Tapi tidak untuk warga yang bukan NU apalagi mengaku-ngaku NU.

    Jadi, jangan heran kalau ada orang mengaku NU tetapi membenci para Kiyai NU, apalagi tidak mengakui institusi NU. Bisa dipastikan orang ini tak memahami NU. Kalaupun ada segolongan yang menggariskan NU dengan mistarnya, bisa dipastikan mereka adalah kelompok barisan sakit hati.

    Bagi warga Nahdliyyin ikut apa kata Kiyai adalah prinsip dan melanggar prinsip adalah kuwalat.

    Orang yang tak faham bisa bicara fanatik buta. Tapi kebutaan adalah fakta dan senjata ditengah gempuran faham-faham baru yang datang bermunculan merongrong kedamaian Negara. Diantaranya adalah faham radikal dan intoleran.

    Disini penulis bicara ngawur.
    Tetapi mencoba bicara jujur atas apa yang diucapkan Mbah Gus Dur, tahun 2005.

    Dawuh Mbah Gus Dur : “Anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Kita akan panen. Mereka akan kalah dengan anak muda kita”

    Maka kejujuran adalah milik Mbah Gus Dur.
    Dan hati yang jujur adalah yang mau menerima keberadaan Mbah Gus Dur

    Salam Pecinta Mbah Gus Dur, Sakinah

  • PC TURBA di PAC GP ANSOR Kec.Pungging

    PC TURBA di PAC GP ANSOR Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Agenda TURBA PC GP ANSOR Kab.Mojokerto yang ke-5 adalah di PAC GP ANSOR Kec.Pungging pada tanggal 16 Februari 2020 pukul 20.00wib-selesai di kantor mwcNU Kec.Pungging

    Yang mana dalam turba tersebut bertujuan untuk silaturrohmi dan untuk mempererat hubungan antara PC dan PAC ANSOR di jajaran Kab.Mojokerto. dalam agenda TURBA tersebut dihadiri ketua PC GP ANSOR,Sekertaris PC GP ANSOR,dan Kasatkorcab Banser Kab.Mojokerto beserta jajarannya.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto bersama ketua PC GP ANSOR Gus Ali

    Dalam acara tersebut ketua PAC GP ANSOR Kec.Pungging Adam Moh Hatta memberikan sambutan. ” Agenda Giat di PAC sangat banyak dan padat yang diadakan juga di masing2 Ranting. Dan agendan/even besar yang akan diadakan oleh PAC Pungging yaitu:di bulan Maret berupa Sholawatan Akbar dan di bulan April berupa pengajian Gus Muafik”

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan ketua PAC Adam Moh Hatta

    #Infokom NU Mojokerto 17/02/2020

    #By IRUL

  • Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Sorbansantri.com — LAZISNU MWCNU JETIS pada tahun 2020 sudah mulai bergerak memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar, lembaga amil zakat infaq dan shodaqohnya NU yang di ketua bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag ini awalnya bekerja sama dengan PC LAZISNU kab Mojokerto dengan menyantuni 105 yatim piatu dan dhuafa di desa canggu, mlirib, penompo dan sidorejo pada bulan juli

    SORBANSANTRI.COM
    Pengurus lazisnu mwcnu jetis bersama pc lazisnu mojokerto saat menyalurkan bantuan di desa canggu

    Menurut keterangan dari bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua menjelaskan MWC LAZISNU JETIS setiap bulan sudah menyantuni dan membagikan sembako kepada yatim piatu dhuafa, setelah bulan juli di 4 desa yaitu canggu, mlirib, penompo, sidorejo bulan agustus kita gerak di lakardowo, bulan semtember di desa jetis, bulan oktober kita menyantuni di desa bendung, november kita bekerja sama dengan yayasan KOPI GLADAK menyantuni di desa ngabar, bulan desember di desa parengan, bahkan pada bulan agustus ada rumah warga yang terbakar habis dan MWC LAZISNU JETIS juga berperan paling depan untuk membangunkan rumah sampai selesai

    SORBANSANTRI.COM
    Lazisnu mwcnu jetis dan pcnu kab mojokerto saat menyerahkan bantuan kepada korban rumah kebakaran

    Senada dengan ketuanya bapak ALIM SODIKIN selaku sekertaris menginfokan dari 16 desa di kecamatan Jetis sudah kami datangi 9 desa dan akan kami lanjutkan pada tahun ini, dana yang masuk pada tahun 2020 yang kita mulai dari bulan juli sekitar 60jt, ini sudah termasuk bantuan pembangunan rumah bu SAYUTI yang terkena bencana kebakaran di desa bendung, yang mana kami berkerja sama dengan PC LAZISNU Mojokerto, PW LAZISNU JATIM, BAZNAS, dan warga sekitar, semua dana yang masuk sudah kami salurkan.

    Mudah mudahan tahun 2021, kami bisa meningkatkan gerakan kami yang lebih bermanfaat kepada warga sekitar, dan mohon bantuan kepada semua banom dan lembaga untuk mendukung gerakan kami serta kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan zakat,infaq, shodakohnya kepada kami” kata bapak ALIM SODIKIN

    By: dikin sorban

  • Kisah Tulisan Tangan Syaikhona Kholil Yang Berusia 122 Tahun

    Kisah Tulisan Tangan Syaikhona Kholil Yang Berusia 122 Tahun

    InfokomBanserNU –

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Moh. Rowi Mancengan Modung Bangkalan adalah salah satu santri Syaichona Moh. Cholil yang beruntung mendapatkan kitab Alfiyah dari Sang Guru. Moh. Rowi muda awalnya mondok di Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo. Kesehariannya beliau sibukkan dengan mengaji berbagai macam kitab. Selain itu, beliau juga sering bertapa di waktu malam. Tempat pertapaannya agak aneh karena beliau selalu berendam di sungai yang ada di samping pondok, sambil berdzikir secara terus-menerus sampai Subuh menjelang.

    Suatu ketika di malam yang gelap dan dingin, beliau turun ke sungai seperti biasanya, berendam sambil berdzikir tiada henti. Dalam ke-khusyu’an-nya, tiba-tiba beliau tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu, beliau bertemu dengan seseorang berpakaian putih serta berwibawa, di atas sebuah bukit orang itu berkata, “Kalau kamu ingin alim ilmu Nahwu, datanglah ke pondok Demangan, belajarlah kepadaku!”.

    Moh. Rowi terbangun dari tidurnya, sekujur tubuhnya yang dingin kemudian terasa hangat dan gemetar. Segeralah beliau naik ke darat dan kembali ke kamarnya di pondok, sampai menjelang Subuh, Moh. Rowi sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena mimpi yang baru dialaminya terus membuatnya berpikir apa yang harus dilakukannya. Setelah berpikir lama, beliau akhirnya memutuskan untuk memenuhi perintah orang berwibawa itu yang dilihatnya dalam mimpi.

    Keesokan harinya, Moh. Rowi segera sowan kepada KH. Ya’qub (Pengasuh Pondok Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo saat itu) dan menceritakan mimpi yang dialaminya. Mendengar penuturan santri yang disayanginya itu, KH. Ya’qub langsung memerintahkan untuk segera melaksanakan petunjuk dalam mimpi itu. Setelah mendapatkan izin dari gurunya, Moh. Rowi segera menuju ke Demangan Bangkalan, tanpa pulang dulu ke rumahnya di Mancengan Modung. Sebelum ke pondok Demangan, dia mampir dulu ke rumah familinya yang ada di Bangkalan, untuk sekadar membersihkan tubuhnya dan melakukan persiapan untuk berangkat menuju Pondok Demangan.

    Setelah sampai di pondok Demangan, Moh. Rowi segera sowan kepada Syaichona Moh. Cholil. Namun belum sempat menyampaikan tujuannya untuk mondok, tiba-tiba Syaichona Moh. Cholil langsung mengusirnya, sehingga membuat Moh. Rowi langsung keluar karena ketakutan yang luar biasa. Tetapi dia sadar, bahwa ini adalah cara Syaichona Moh. Cholil untuk menguji kesungguhannya untuk mengaji dalam menuntut ilmu. Keesokan harinya dia kembali sowan lagi, namun Syaichona Moh. Cholil kembali mengusirnya, begitu seterusnya sampai beberapa hari.

    Moh. Rowi dengan sabar menerima ujian ini, sehingga dia tidak berani lagi untuk sowan ke Rowi segera sowan kepada Syaichona Moh. Cholil. Moh. Rowi bingung dan hanya bisa menunggu dan menunggu di luar komplek pesantren Demangan.

    Tibalah di hari keempat, Syaichona Moh. Cholil memerintahkan salah satu santri untuk mencari Moh. Rowi dan membawanya ke ndalem beliau. Bukan main gembiranya Moh. Rowi, segera saja dia langsung sowan kepada Syaichona Moh. Cholil. Sesampainya di ndalem, Syaichona menanyakan maksud kedatangannya ke pondok Demangan dan dengan penuh ta’dzhim Moh. Rowi menyampaikan keinginannya untuk mengaji kepada beliau.

    Syaichona Moh. Cholil kemudian berkata, “Saya menulis kitab Alfiyah dan akan saya jual sama kamu, ayo tawar harganya.” Tentu saja Moh. Rowi gembira luar biasa, tapi dia bingung mau menawar berapa karena Syaichona Moh. Cholil tidak menyebutkan berapa harganya. Namun karena diperintah oleh beliau, Moh. Rowi akhirnya berani mengajukan tawaran 100 duit sen. “Itu terlalu mahal, turunkan lagi,” dawuh Syaichona Moh. Cholil. Kemudian diturunkan 20, namun ditolak, diturunkan lagi 20-20, sampai akhirnya tinggal 20 duit sen dan disetujui oleh Syaichona Moh. Cholil.

    Setelah mendapatkan kitab Alfiyah tulisan tangan sang guru, Moh. Rowi gembira tiada tara, tiap waktu kitab itu selalu dibaca dan dipelajarinya, sampai menghafal seluruh isinya. Mengetahui hal tersebut, teman-teman santrinya berebutan untuk meminjamnya, sehingga kitab itu kemudian berpindah dari satu tangan santri ke tangan santri lainnya. Hal ini ternyata diketahui oleh Syaichona Moh. Cholil, sehingga suatu ketika beliau mendatangi kamar Moh. Rowi dan menanyakan tantang kitab Alfiyahnya. Dengan badan gemetar Moh. Rowi menyampaikan bahwa kitab itu dipinjam oleh teman-teman santri yang lain. Syaichona Moh. Cholil marah dan menyuruh Moh. Rowi untuk segera mengambil kembali kitabnya. Setelah kitab itu diambil dari temannya, segera kitab Alfiyah itu dihaturkan oleh Moh. Rowi kepada sang guru dan kemudian Syaichona Moh. Cholil menulis di bagian sampul kitab Alfiyah itu:

    الا يا مستعير الكتب دعني فان اعارتي للكتب عار
    فمحبوبي من الدنيا كتابي فهل ابصرت محبوبا يعار

    Ketika di kitab itu terdapat tulisan tangan oleh Syaichona Moh. Cholil, para santri tidak ada lagi yang berani meminjamnya.

    Setelah mengaji kepada Syaichona Moh. Cholil dengan kitab Alfiyahnya, Moh. Rowi menjadi seorang yang alim ilmu nahwu, hafal seluruh isinya dari awal sampai akhir, bahkan konon beliau juga bisa menghafal sekalipun dibalik dari bagian belakang ke bagian depan, persis seperti mimpi yang dialaminya waktu bertapa berendam di sungai Panji.

    Setelah KH. Moh. Rowi wafat, kitab Alfiyah tersebut diwariskan kepada putra tertuanya, KH. Tolhah Rowi yang juga merupakan santri Syaichona Moh. Cholil. KH. Tholhah inilah yang mendampingi Syaichona Moh. Cholil ketika menjelang detik-detik wafatnya beliau. Dari KH. Tholhah, kitab tersebut diwariskan kepada putranya KH. A. Shidiq Muslim dan kini diwariskan kepada Lora Ahmad Rowi Shidiq Muslim.

    Kitab tersebut sudah berusia 122 tahun lebih yang (terhitung dari tahun yang ditulis dibagian belakang kitab) dan kondisinya masih utuh dan tersimpan rapi di pondok Pesantren At-Tholhawiyyah Sumur Nangka Modung Bangkalan.

    Narasumber: Majelis Keluarga PP. At-Tholhawiyyah Sumur Nangka Ust. Toyyib Fawwas. Disarikan dari Majalah Aschal edisi 20.

    Wallahu A’lam

    (red. Abi Infokom)

  • Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Semangat dan perjuangan ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging untuk menghadiri DIBA’ KUBRO dan PELANTIKAN PENGURUS RANTING FATAYAT NU se-Kec.Pungging pada hari Minggu pukul 08.00-selesai bertempat di Balai desa Balongmasin Kec.Pungging.patut dan harus kita acungkan 2 jempol kepada mereka.

    SORBANSANTRI.COM
    Semangat yang luar biasa dari ibu ibu Fatayat Kec.Pungging
    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut Hadir. Ibu Pungkasiadi (istri Bupati Mojokerto),Ketua Fatayat NU Kab.Mojokerto,Bapak Bambang W ( kepala desa Balongmasin) dan ribuan ibu2 Fatayat di seluruh Kec.Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Kehadiran ibu Pungkasiadi

    Acara tersebut mulai awal hingga akhir berjalan dengan aman dan nyaman, dengan adanya BANSER sebagai Garda terdepan NU mengamankan daalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER yang selalu siap sedia untuk NU

    #Infokom PAC Pungging

    #BY. Amirul M/irul

  • Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    InfokomBanserNU- Jum’at 14 Februari 2020, Kegiatan TURBA yang diadakan di TPQ An-Nur Pacet Utara Mojokerto Kasatkorcab Kab Mojokerto sangat bersyukur karena di Mojokerto sekarang sudah ada ± 2500 Banser dan 19 kali pengadaan DTD serta 1 kali Susbalan pada masa khidmad tahun 2017-2021 yang bertujuan untuk kaderisasi.

    Kaderisasi itu sangat penting untuk kesinambungan antar generasi dan menghidupkan organisasi, dan beliau lebih bersyukur lagi karena di Mojokerto sekarang sudah ada 5 SATSUS yang sudah berjalan dengan sangat bagus dan insyaalloh akan ditambah lagi Satsus Balakar kata Kasatkorcab Kab. Mojokerto H. MOH YUNUS dalam kegiatan turba di PAC GP Ansor Pacet Mojokerto.

    H. Moh Yunus berpesan untuk masing-masing satkoryon banser agar bisa menghadirkan minimal 2 orang untuk tiap-tiap 3 satsus yang sebentar lagi akan diadakan pelatihan di Mojokerto.

    Beliau juga bercerita, dengan Basada telah sowan dan Ada pesan yang sangat penting dari KH. Khusain Ilyas tersebut yang disampaikan oleh Kasatkorcab H. Moh. Yunus untuk diteruskan kepada Banser khususnya di Mojokerto bahwa, ” Agar Banser ditakuti musuh yang menentang ASWAJA, Banser Harus berwibawa “. Dari kata- tersebut seharusnya para Banser harus lebih menjaga sikap islami dan belajar menghargai perbedaan.
    (red. Abi Infokom)

  • SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    Sorbansantri.com -Untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin kabupaten Mojokerto,Sahabat Boom Motoris (SBM) membuka peluang bisnis baru di gedung Nusantara Mart badan usaha milik MWC NU Kecamatan Ngoro Mojokerto yang bekerjasama dengan Ansor Ritail yang dipelopori oleh ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Moh Nasih.

              Dalam louncing kali ini Senin (15-2-21) secara resmi dibuka untuk umum dengan ditandai pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Adhim,dalam acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU serta Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Ngoro (KH. Marzuki,Ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro (Ahmad Saufi S.kom), seluruh ketua PAC GP Ansor se-kabupaten Mojokerto,perwakilan tokoh masyarakat NU,banom-banom NU dan hadir juga perwakilan dari PP GP Ansor (Sahabat Hasan Taufik) serta CEO Boom Motoris (Koko Shiong) beserta jajaran pengurus SBM Pusat.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

              Menurut keterangan dari Koko Shiong yang kami temui saat selesai acara, "<em>Maksud dan tujuan dibukanya SBM ini adalah untuk meningkatkan perekonomian kepada anggota Ansor - Banser dan untuk membuka peluang lapangan pekerjaan baru"</em>  menurutnya lagi dalam sambutannya "<em>saya berharap agar warga Ansor se-kabupaten Mojokerto bisa berkontribusi dan bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian kepada warga NU dengan cara membeli atau menyuplai barang yang ada di NUsantara mart ini</em>"
    
              Kabupaten Mojokerto menjadi SBM Yang ke-11 sebelumnya Yang Pertama dan ke-6 dinamakan Boom Motoris (BM), baru dinamakan Sahabat Boom Motoris (SBM) setelah kolaborasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor yang dipelopori oleh Gus Hasan Taufik, setelah berinteraksi dan berdiskusi
    

    baru terbentuklah SBM pertama yg ada di wilayah Magetan menempati urutan ke-7, SBM ke-8 Tulungagung, SBM 9 Jombang, SBM 10 Batang Jawa Tengah,dan rencananya akan di kembangkan lagi ke seluruh wilayah Jawa lebih lebih bisa ke seluruh Nusantara.

               Menurut Gus Hasan Taufik dalam sambutannya mengatakan "<em>Sahabat-sahabat yang mempunyai produk bisa menjual atau menitipkan ke SBM ini, nanti ketika jaringan distribusi sudah terbentuk maka produk dari sahabat akan kita distribusikan ke seluruh wilayah Mojokerto, dan bagi para sahabat yang tidak mempunyai tujuan ke rana usaha bisa menjadi karyawan marketing, nanti disana akan diajari dan di bimbing bagaimana cara pemasaran dan sebagainya</em>
    
                 Berdirinya SBM di kabupaten Mojokerto ini disambut dengan senang hati oleh semua masyarakat terutama yang hadir dalam acara tersebut,dengan harapan adanya SBM ini sebagai langkah awal  menuju kebangkitan perekonomian masyarakat Mojokerto umumnya dan Masyarakat Ngoro khususnya.
    
                 Acara terahir ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH SHOLEH Selaku dewan penasehat MWC NU kec ngoro.
    
                  Mudah-mudahan dengan adanya SBM ini bisa menjadikan perekonomian usaha yang amanah, di samping harganya yang lebih murah dibawah harga pasaran juga bisa menjadikan peluang bisnis baru bagi warga Nahdliyyin di wilayah kabupaten Mojokerto. (<strong><em>hasan-sorban</em></strong>)