Tag: sorbansantri

  • HUKUM SHOLAT FARDHU BERJAMA’AH

    HUKUM SHOLAT FARDHU BERJAMA’AH

    InfokomBanserNU- Hukum Shalat berjama’ah disyari’atkan/diturunkan di Madinah, pelaksanaan Shalat berjama’ah paling tidak dapat dilakukan sekurang-kurangnya oleh seorang imam dan seorang makmum.

    Urutan Tingkatan keutamaan shalat berjama’ah ada 7:

    1. Shalat Jum’at
    2. Shalat Subuh hari Jum’at
    3. Shalat Subuh selain hari Jum’at
    4. Shalat Isya’
    5. Shalat Ashar
    6. Shalat Dhuhur
    7. Shalat Maghrib

    Jama’ah Shalat dihukumi sunah muakkad (sangat ditekankan) pada shalat fardlu yang lima waktu dalam keadaan Ada’ (Tunai tidak Qodlo’) sebagaimana dikatakan dalam hadits muttafaq ‘alaih:
    صلاة الجماعة افضل من صلاة الفذ بسبع و عشرين درجة
    artinya: “Shalat jama’ah melebihi di atas shalat sendirian sejauh 27 derajat.”

    Kelebihan seperti yang disebutkan oleh hadits ini, menunjukkan adanya hukum “sunah” saja (bukan wajib)

    Walaupun demikian, Keterangan diatas akan menjadi berbeda apabila dengan disertai adanya tujuan syi’ar, terkait adanya tujuan ini, Imam An-Nawawy berkata: “yang lebih shahih, adalah bahwa berjama’ah shalat itu hukumnya Fardlu Kifayah bagi kaum laki-laki yang baligh, merdeka, serta bermukim, untuk shalat Ada’ (Tunai) saja, dan hukum Fardlu Kifayah ini dimaksudkan agar dapat menambah syi’ar islam ditempat mana saja shalat berjama’ah itu dilaksanakan, oleh karenanya bagi kaum laki-laki makruh meninggalkannya.”

    Pelaksanaan shalat fardlu 5 waktu secara berjamaah dengan hukum Fardlu Kifayah ini berbeda dengan jama’ah Shalat Jum’at, berjama’ah dalam shalat jum’at hukumnya adalah Fardlu ‘Ain.

    Berjama’ah shalat fardlu yang dikerjakan di Masjid bagi kaum laki-laki lebih utama dibandingkan di rumah.

    Hal ini juga bersesuaian dengan hadist yang menerangkan keunggulan pelaksanaan shalat secara berjama’ah bagi laki-laki lebih utama dibandingkan shalat sendirian di rumahnya, Nabi Muhammad SAW. Bersabda:
    صلاة الرجل مع الجماعة خير من الصلاة أربعين سنة في بيته منفردا
    Artinya: “Shalatnya seorang laki-laki secara berjama’ah adalah lebih utama daripada shalatnya sendirian dirumahnya selama empat puluh tahun”

    Adapun sedikit dari beberapa keutamaan shalat lima waktu yang dikerjakan secara berjama’ah seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

    1. Tidak akan ditimpa kemiskinan di dunia
    2. Allah ta’ala menghapus siksa kubur dari dirinya
    3. Akan diberi kitab catatan amalanya dari sebelah kanannya
    4. Akan melewati sirat (Titian diatas Neraka) laksana kilat yang menyambar
    5. Allah Ta’ala memasukkannya ke dalam syurga tanpa dihisab dan di azab.

    Demikian sekelumit pembahasan mengenai Shalat Jama’ah, semoga artikel ini bisa menjadi tambahan bekal pengetahuan kajian seputar ubudiyah kita, seterusnya marilah bersama-sama perbaiki shalat kita, giatkan shalat berjama’ah, ramaikan masjid dan musholla kita, kelak disamping shalat fardlu akan terjaga, dengan Ridlo-Nya kita akan meraih keutamaan shalat berjama’ah, Amin ya robbal alamin.

    #shalatberjama‘ah #keutamaanshalatberjama‘ah #keutamaanjama‘ah #jama‘ah #idaroh #imaroh #ri‘ayah #media #trending #ltmnu

    Referensi:
    Fathul Qorib Mujib
    Fathul Muin
    Durrotun Nasihin

    (red.abitsani)

  • Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    InfokomBanserNU-  Hajjaj bin Yusuf adalah panglima perang paling kejam dari Bani Umayyah. Ia telah membunuh 120 ribu nyawa. Tetapi kali ini, ia ingin mengeksekusi seorang ulama besar tabi’in yang terkenal zuhud dan tak takut mati. Sa’id bin Jabir. Hajjaj tidak mau langsung membunuh Sa’id. Ia ingin merekayasa sebuah persidangan yang bisa membuktikan bahwa Sa’id bersalah dan karenanya harus dieksekusi. Sebelumnya, Sa’id bersama sejumlah ulama terlibat pemberontakan atas kezaliman Hajjaj.

    Pemberontakan itu kemudian dipatahkan Hajjaj dengan cara-caranya yang licik, lalu tokoh-tokohnya ditangkap.
    “Siapa namamu?” pertanyaan pertama terlontar dari mulut Hajjaj di depan persidangan hari itu.
    “Sa’id bin Jubair”
    “Tidak. Namamu adalah Syaqiy bin Kusair,” timpal Hajjaj bermaksud merendahkannya. Syaqiy bin Kusair artinya adalah orang celaka anak orang yang rusak. Maknanya adalah kebalikan dari Sa’id bin Jubair yang berarti orang bahagia putra orang yang membetulkan hal-hal rusak.
    “Ayahku tentu lebih tahu namaku daripada dirimu,” jawaban tenang Sa’id bin Jubair ini membuat kondisi Hajjaj terbalik. Bukannya merasa berhasil merendahkan, ia malah terasa disindir bodoh.
    “Kamu celaka, ayahmu juga celaka,” Hajjaj mulai gusar.
    “Hal yang belum terjadi tak mungkin engkau mengetahui. Sebab hanya Allah yang Maha Mengetahui,” jawab Sa’id bin Jubair. Lagi-lagi, Hajjaj semakin tersulut emosinya.
    “Kalau begitu, aku akan mengganti siksaan untukmu dengan api yang berkobar-kobar” ancamnya.
    “Seandainya aku percaya bahwa api itu milikmu, tentu aku tidak akan menyembah tuhan selainmu” serangan emosional kalimat demi kalimat terus dipatahkan Sa’id bin Jubair. Sebaliknya, Hajjaj semakin marah dan gusar. Ia mencari cara bagaimana agar Sa’id bisa dijebak dengan pertanyaan yang kontroversial.
    “Apa yang kau ketahui tentang Muhammad?” pertanyaan ini sebenarnya tidak pantas ditujukan kepada ulama tabi’in sekaliber Sa’id. Tetapi Sa’id tetap menjawabnya dengan tenang, sementara Hajjaj merencanakan pertanyaan berikutnya setelah pertanyaan ini terjawab.
    “Muhammad adalah Rasulullah, Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam”
    “Bagaimana pendapatmu tentang Ali, apakah ia masuk surga atau masuk neraka?” Hajjaj adalah panglima perang yang tunduk pada para khalifah Bani Marwan, bagian dari kekhilafahan Bani Umayyah. Di zaman itu, sosok Ali adalah fenomena tersendiri yang menjadi diskusi kontroversial bagi penguasa dan rakyatnya. Hajjaj berharap Sa’id terjebak dengan pertanyaan ini dan kemudian ia segera bisa dieksekusi. Namun, ia sangat marah dengan jawaban yang membuatnya kalah telak.
    “Jika engkau masuk surga, pasti engkau akan tahu siapa saja orang-orang yang masuk surga” jawab Sa’id, membuat darah Hajjaj makin mendidih.
    “Bagaimana pendapatmu tentang para khalifah?” Kini Hajjaj berharap Sa’id tidak bisa lari dari pertanyaan ini.
    “Aku tidak berwenang menilai mereka,” lagi-lagi jawaban Sa’id adalah jawaban yang diplomatis. Dan ini makin membuat Hajjaj geram sekaligus mati langkah. Tanya jawab di pengadilan itu terus berlangsung hingga beberapa lama. Hingga akhirnya, meskipun tidak ada kesimpulan tegas bahwa Sa’id bersalah, Hajjaj tetap mengeksekusinya.
    “Pilih cara pembunuhan apa yang kamu inginkan dariku?” pertanyaan pamungkas itu akhirnya keluar dari mulut Hajjaj.
    “Justru engkaulah yang harus memilih untuk dirimu sendiri wahai musuh Allah. Demi Allah, jika engkau hari ini membunuhku dengan suatu cara, aku akan membunuhmu dengan cara yang sama di akhirat nanti”
    Ulama yang mulia ini kemudian digiring ke tempat eksekusi. Di sana ia disembelih. Namun sebelum ia menghadap Allah, ia sempat berdoa: “Ya Allah, Jangan berikan kesempatan kepada Hajjaj untuk menghukum seorangpun setelah kematianku.”

    Doa itu menggetarkan langit. Langsung diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak lama kemudian, Hajjaj dihantui ketakutan. Ia sering mengigau. Tidurnya tak bisa lelap. Seperti ada Sa’id yang mencengkeram tenggorokannya. Dan ketika ia terjaga, ia terngiang-ngiang nama Sa’id. Hajjaj sudah seperti orang gila. Hajjaj jadi sering berteriak-teriak: “Wahai orang-orang, ada apa dengan Sa’id bin Jubair? Mengapa setiap kali aku akan tidur, Sa’id mencengkeram tenggorokanku?”
    Akhirnya, lima belas hari setelah wafatnya Sa’id, Hajjaj pun meninggal. Meninggal dalam kondisi terhina. Meninggal seperti meninggalnya orang gila.

    *Disarikan dari buku Al Ulama’ fii Wajhit Tughyan (Bukan Ulama Biasa)

     karya *Prof. Dr. Muhammad Rajab Al Bayyumi

  • SATUKAN LANGKAH DAN PERSEPSI KERJA, PC LTMNU TEMANGGUNGGUNG ADAKAN RAPAT SOSIALISASI SINGKAT DENGAN PENGURUS MWC

    SATUKAN LANGKAH DAN PERSEPSI KERJA, PC LTMNU TEMANGGUNGGUNG ADAKAN RAPAT SOSIALISASI SINGKAT DENGAN PENGURUS MWC

    InfokomBanserNU- Ahad, 2 Februari 2020. Pengurus Cabang LTMNU Temanggung yang belum lama ini dilantik, mengadakan sosialisasi singkat program LTMNU Ke Beberapa Pengurus MWCNU Temanggung.

    Kali pertama MWC yang menerima Sosialisasi adalah Pengurus MWC Tretep dan MWC Jumo, yang dalam waktu dekat akan berlanjut ke beberapa pengurus MWC se-Kabupaten Temanggung.

    Beberapa pihak terkait yang hadir pada Pertemuan ini adalah dewan Syuriyah, Tanfidziyah, Pengurus LTMNU MWC dan sebagian Pengurus LTM Ranting.

    Di dalam pertemuan yang begitu antusias ini, Sembari ramah tamah, pada acara inti satu persatu perwakilan dari masing-masing Devisi pengurus Cabang LTMNU menyampaikan sosialisasi terkait tugas pokok dan fungsi masing- masing devisi dan beberapa program kegiatan masa hidmah 2019/2024. Harapanya Masing-Masing devisi pengurus MWC sampai Ranting akan bertambah tahu dan paham akan tugas dan fungsinya menjadi pengurus, mengingat tahun 2019 lalu adalah tahun purna hidmah periode 2015/2019 yang sekarang beralih ke-pengurus yang baru. setelah mengikuti sosialisasi ini, pengurus yang baru mempunyai persepsi dan langkah yang sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lembaga LTMNU sehingga rencana program kegiatan periode 2019/2024 dapat berjalan dan terealisasi dengan baik.
    #riayah #idaroh #imaroh #media #pcltmnu #pltmnumwc

    (Team media PC Ltmnu Temanggung)

  • KEKUATAN MUNARMAN FPI-ISIS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK

    KEKUATAN MUNARMAN FPI-ISIS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Jokowi sejak lama telah memetakan kekuatan FPI, pasca pembubaran HTI. Kakuatan FPI sejatinya bukan pada pion tukang obat Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang juga pendukung ISIS. Kekuatan organisasi teroris FPI ada pada Munarman, selain Sobri Lubis.
    Bagi Jokowi, untuk menghancurkan FPI, setelah HTI harus dilakukan structural changes di dalam tubuh organisasi penegak hukum: pemotongan generasi, setelah sukses masa Tito Karnavian. Kini ada pada Listyo Sigit Prabowo. Dan, dukungan masyarakat yang dipimpin Nikita Mirzani. Momentum yang disebut Now or never untuk menghancurkan FPI.
    Bahkan MRS dengan bukti aliran dana PPATK, dengan penggalangan dana dari luar negeri, untuk mendukung kegiatan kampanye penghancuran Indonesia, pendongkelan pemerintahan sah Jokowi-Ma’ruf. MRS dapat dipastikan akan menikmati dinginnya dinding penjara lebih lama.
    Proxy pendukung lainnya ada pada pentolan MUI seperti Tengku Zulkarnaen dan gerakan 212 dan HTI yang meski berbeda platform ideologi berbeda, namun bersatu melawan pemerintah. Ujungnya adalah men-suriahkan Indonesia. MUI selalu berada pada posisi mencari arah angina, termasuk ketika menjungkalkan Ahok.
    Sampai saat ini Jokowi paham betul Munarman tetap tidak bisa ditangkap. Pasalnya adalah Munarman bukan hanya pentolan organisasi teroris FPI. Dia adalah anggota proxy tertinggi ISIS di Indonesia yang terkait dengan organisasi teroris seperti JAD dan organisasi teroris Majelis Mujahidin Indonesia Timur. Kekuatan Munarman ini berakar lama. Sejak 2008.
    Sepak terjang paling kentara dimulai ketika Munarman jadi Panglima Komando Laskar Islam. Kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam ada dalam komando Munarman. Saking kuatnya Munarman, bahkan SBY pun dibuat tidak berkutik.
    Munarman mengancam akan menggulingkan SBY jika berani membubarkan FPI. SBY mencium kaki Munarman dan semakin membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu. Buktinya adalah transfer dana yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding.

    (lebih…)

  • Sikap Rasulullah Menghadapi Pemimpin Kaum Munafik

    Sikap Rasulullah Menghadapi Pemimpin Kaum Munafik

    InfokomBanserNU- Abdullah bin Ubay bin Salul dikenal sebagai gembong kaum munafik. Dia begitu dengki dan membeci Nabi Muhammad karena menganggapnya sebagai penghalang dirinya untuk menjadi penguasa Madinah. Iya, semula Abdullah bin Ubay direncanakan akan diangkat sebagai tokoh dan penguasa Madinah karena menjadi salah satu tokoh yang berhasil meredam ketegangan antara kabilah Aus dan Khazraj.

    Namun setelah Nabi Muhammad datang ke Madinah, pengaruh Abdullah bin Salul menjadi pudar. Hingga akhirnya Nabi-lah yang menjadi pemimpin Kota Madinah. Karena itulah, Abdullah bin Ubay menaruh kebencian dan kedengkian terhadap Nabi Muhammad

    Abdullah bin Ubay kemudian masuk Islam, sebagaimana kabilah Aus dan kabilah Khazraj lainnya, setelah Nabi Muhammad tiba di Madinah. Namun, dia hanya berpura-pura menjadi pengikut Nabi Muhammad. Sejatinya, dia memendam kebencian dan permusuhan terhadap Nabi. Tidak seperti umumnya musuh Nabi, seperti keterangan dalam buku Para Penentang Muhammad saw. (Misran dan Armansyah, 2018), Abdullah bin Ubay memusuhi Nabi Muhammad dengan cara-cara halus dan konspiratif. Ia kerap kali menghasut, memfitnah, dan mengadu domba antara satu sahabat dengan yang lainnya –bahkan dengan Nabi Muhammad sendiri.

    Diantara bukti kemunafikan Abdullah bin Ubay adalah melakukan propaganda dan mengajak mundur 300 pasukan diri dari pasukan Nabi Muhammad saat Perang Uhud, menyebarkan fitnah keji bahwa Sayyidah Aisyah telah melakukan serong dengan Shafwan (hadits al-ifki), berkonspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad dalam Perang Dzatu Riqa, memerintahkan budaknya untuk melacurkan diri, dan lainnya.

    Kisah Abdullah bin Ubay berbeda dengan anak-anaknya. Mereka semua masuk Islam dan menjadi sahabat Nabi Muhammad yang setia. Hubab atau Abdullah adalah salah satu anak Abdullah bin Ubay yang paling menonjol. Ia ikut dalam Perang Badar, Uhud, dan lainnya.

    Suatu ketika Hubab atau Abdullah sangat kesal dengan kemunafikan bapaknya, Abdullah bin Ubay. Sehingga Hubab atau Abdullah meminta izin Rasulullah untuk memenggal kepala bapaknya itu. Namun, Rasulullah melarangnya dan menyuruh Hubab atau Abdullah untuk tetap berbuat baik kepada bapaknya.

    “Kalau engkau bermaksud membunuhnya, maka perintahkanlah aku yang melakukannya, nanti kuantar kepalanya kepadamu,” kata Hubab atau Abdullah.

    “Tidak, kita akan tetap bergaul baik dengannya selama dia masih hidup bersama kita,” jawab Nabi Muhammad.

    Dalam kesempatan lain, merujuk buku Membaca Sirah Nabi Muhammad Dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih (M Quraish Shihab, 2018), Abdullah bin Ubay menyebarkan propagranda dan api kebencian terhadap kaum Muhajir di hadapan kelompoknya. Kata Abdullah bin Ubay, kaum Muhajir telah membenci penduduk Madinah dan banyak dari mereka yang bermukim di Kota Madinah.

    “Demi Allah, kita dengan mereka tidak lain kecuali seperti ungkapan, ‘Engkau menggemukkan anjingmu, lalu dia menerkammu.’ Demi Allah, kalau kita kembali ke Madinah, pastilah orang-orang mulia akan mengusir orang-orang hina,” kata Abdullah bin Salul kepada kelompoknya.

    Perkataan Abdullah bin Ubay itu didengar Zaid bin Arqam. Zaid kemudian menyampaikan informasi itu kepada pamannya, dan pamannya melanjutkannya kepada Nabi Muhammad. Mendengar hal itu, Sayyidina Umar bin Khattab yang saat itu bersama Nabi Muhammad meminta izin agar diperbolehkan membunuh Abdullah bin Ubay. Nabi menolak permintaan Sayyidina Umar tersebut.

    “Bagaimana kalau orang berkata ‘Muhammad membunuh sahabatnya?’ Tidak,” kata Nabi Muhammad menjawab permintaan Sayyidina Umar.

    Abdullah bin Ubay kemudian datang menghadap Nabi Muhammad, setelah mendengar bahwa Nabi mengetahui ucapannya itu. Ia mengelak telah mengucapkan hal demikian. Di hadapan Nabi, Abdullah bin Ubay bahkan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah mengucapkan hal itu. Ia berdalih, Zaid lah yang salah dengar ucapannya.

    Tidak lama setelah kejadian itu, Nabi Muhammad menerima wahyu Al-Qur’an Surat al-Munafiqun ayat 8-10. Dengan turunnya ayat ini, maka Allah membenarkan kabar yang disampaikan Zaid bin Arqam dan menunjukkan kemunafikan Abdullah bin Ubay.

    (red.abi)

  • HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    InfokomBanserNU- Pasca jatuhnya ISIS di Suriah, gelombang pengungsi semakin banyak yang memasuki wilayah sekitar Suriah, seperti Turki. Perlahan keluarga yang dulunya hidup dalam naungan khilafah ISIS mencari tempat perlindungan baru.

    Tak terkecuali warga negara Indonesia yang sempat berdatangan ke Suriah dengan dalih jihad. Berdasarkan data ICSR sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, mengungkapkan dari total 700-an sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah, sekitar 113 orang adalah perempuan dan 100 orang adalah anak-anak.

    Dari angka itu, sekitar 54 perempuan dan 60 anak terdeteksi telah kembali ke Indonesia. Total yang kembali pulang ke Indonesia (returnee) antara 183 hingga 300 orang. Hampir di setiap kamp pengungsian, terdapat warga negara Indoensia, seperti wilayah pengungsian al-Hol. Di sana, sebanyak 50 WNI mengungsi menunggu nasib yang belum jelas.

    Namun keberadaan para WNI di ISIS tidak jarang membuat mereka menyesal. Ternyata system khilafah tidak seindah jualannya. Kata syair lagu dangdut, “Surga yang engkau Janjikan, Neraka yang kau berikan”.
    Betapa tidak, hidup di wilayah perang tidak ada enaknya. Tiap hari yang terdengar hanya desingan peluru dan bom. Hidup pun tidak menentu, apakah hari ini nyawa melayang atau masih bertahan.

    Makanya, penyesalan WNI yang ada di Suriah tidak terbendung lagi. Pilihan satu satunya mereka saat ini adalah bagaimana bisa kembali ke Indonesia. Tapi nampaknya Pemerintah Indoensia tidak semudah itu akan mengembalikan dan menerima eks kombatan ISIS beserta keluarga.

    Beragam suara penolakan dari masyarakat tanah air. Bagi yang menolak, kombatan ISIS yang balik ke Indonesia akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
    Tidak ada jaminan mereka akan menyebarkan faham khilafah ISIS yang akan membahayakan masyarakat Indonesia. Katanya, Mereka telah memilih untuk hengkang dari NKRI artinya sudah siap untuk melepas warga negaranya dan bergabung ke ISIS sebagai system hidupnya.
    Kelompok afiliasi ISIS di Indonesia saja sudah cukup meresahkan, apatah lagi jika kombatan tersebut kembali.

    Sementara Pemerintah sendiri masih pikir-pikir untuk memulangkan mereka. Kendati ada semacam lampu hijau dari para pengambil kebijakan. Kepala BNPT, Suhardi Alius berpendapat bahwa tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak simpatisan ISIS yang ingin kembali ke Indonesia.

    Demikian juga Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa negara siap mengembalikan mereka asal berjanji untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Salah satu alasan atau pembenaran negara dalam menerima kembali WNI yang terlunta-lunta di Suriah adalah adanya pergeseran pola pikir dari mereka. Pengalaman derita yang telah mereka dapatkan selama di Suriah cukup menjadi pembelajaran untuk sadar bahwa hidup di Indonesia sangat damai dan nyaman.

    Namun apa pun itu, kita berharap agar Pemerintah Indoensia cermat dalam mengambil keputusan. Sebab dua hal yang harus dipastikan oleh negara jika memutuskan untuk memulangkan WNI dari Suriah.
    Pertama, bagaimana memastikan ideology mereka untuk bisa kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI.
    Kedua, memberikan skema penerimaan dari masyarakat. Sebab, masyarakat tentu akan sulit menerima mereka. Stigma sebagai teroris akan selalu melekat.
    Yang kasihan adalah keluarga para kombatan, anak dan istri mereka yang masih punya masa depan dan cita-cita.

    KESIMPULAN

    1. ISIS adalah pecahan dari kelompok al-Qaeda, yang jauh lebih ekstrim dan sadis dalam melakukan  pembunuhan dari kelompok al-Qaeda lainnya.
    2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
    3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun prilaku.
    4. Segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
    5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS. Wallahu mustaan

    (SANTRI NU INDONESIA)

    #GMNUCyberTeam

  • SOEKARNO DIMATA ALI KHAMEINI

    SOEKARNO DIMATA ALI KHAMEINI

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Dalam buku “Book Art of Humanism Religius Iran”, Tokoh negara Iran, Ali Khamenei ( Sayyid ‘Alî Hossaynî Khâmene’î) yang pernah menjabat presiden Iran dua periode 1981-1989 dan menjabat sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran menggantikan Ayatullah Khomeini sejak tahun 1989, bercerita tentang sebuah pengalaman beliau ketika berada dalam tahanan (Rezim Syah Pahlevi) ketika masa perjuangan revousi Iran.
    Ali Khamanei dipenjarakan dalam satu sel bersama seorang komunis dari partai Baats (atau sekarang disebut sosialis loyalis). Ali Khamenei datang mendekati tahanan tersebut, lalu mengucapkan salam tapi tahanan tersebut enggan berbicara pada Ali Khamenei dan tidak membalas salamnya.
    Tanpa mengacuhkan sikap tak acuh dari lawan bicaranya, Ali Khamenei bertanya;
    “Apa anda seorang komunis dari partai revolusi Baats?”
    Orang tersebut tetap diam. Mengetahui bahwa lawan bicaranya adalah seorang anggota Partai Baats yang berhaluan sosialis-komunis, Ali Khamenei mengungkapkan sebuah pertanyaan lagi,
    “Apakah anda mengenal Soekarno bapak revolusi kemerdekaan Indonesia, yang memiliki falsafah Pancasila?”
    Mendengar nama Soekarno yang disebut, orang tersebut akhirnya menjawab,
    ”Ya saya kenal dengan beliau. Ada beberapa buku beliau yang saya miliki ketika saya di Rusia dan saya pernah ketemu beliau di Rusia.”
    *“Siapa Soekarno itu dimata anda?”*
    Orang tersebut pun menjawab, bahwa Soekarno adalah bapak pertama yang menciptakan negara humanis sosialis, tanpa dasar agama sebagai pilar, tanpa liberalis sebagai acuan kata.
    *“Anda salah,* ujar Ali Khamenei,
    “Bahwa Soekarno memang betul bapak humanisme sosialis, tapi Soekarno bukanlah seorang komunis dan negara beliau tidak berdasarkan agama, tapi negara beliau berdasarkan Ketuhanan dimana semua manusia wajib berTuhan sebagai “Dasar Kebangsaan”. Tanpa dasar Ketuhanan itu manusia bagaikan robot yang tidak bisa hidup dengan merdeka.”
    Ali Khamene’i melanjutkan;
    “Saya memiliki buku Pancasila dari seorang Indonesia yang berziarah ke Iran dan belajar serta berdagang di sana. Walau kami bertahun -tahun menerjemahkannya, tapi kami tetap semangat untuk menjadikan Iran sebagai negara “Humanisme” agama, dimana semua agama saling membangun negara Iran tanpa ada perseteruan di sana.”
    Orang tersebut diam sejenak, tanpa ia sadari ia mengeluarkan air matanya & berkata kepada Ali Khamenei,
    “kelak kalau saya keluar dari penjara saya akan datang kerumah anda dan meminjam buku-buku Soekarno itu, karena sangat penting jika Iran dijadikan negara yang berdasarkan humanisme agama di mana semua manusia dari berbagai golongan Iran saling membangun negaranya.”
    Siapakah ia yang diajak bicara oleh Ali Khamanei itu…..???
    Beliau adalah “Abolhasan Bani Sadr” presiden pertama di Iran pasca revolusi dan beliau adalah salah seorang inisiator yang membentuk negara Iran sebagai “negara humanisme agama”, dimana Iran pasca revolusi semua agama dan tradisi menjadi satu saling bahu-membahu membangun negaranya dibawah naungan sistem politik “wilayatul faqih”.
    Iran setelah 34 tahun pasca revolusi, belum pernah terjadi gesekan antar agama, baik agama Zoroaster, Yahudi, Nasrani, Baha’i maupun Islam Sunni dan Syi’ah.
    Bahkan dalam konstitusi Iran, agama-agama minoritas tersebut mendapatkan jatah gratis perwakilan di parlemen Iran. Semua agama, semua golongan diberikan kesempatan dan ruang untuk sama-sama membangun Negara Iran yang berbasis humanisme agama.
    Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki Soekarno sebagai “Founding Father” Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan falsafah “Pancasila sebagai dasar negara kita” harus berbangga.
    Ternyata nun di sana di belahan dunia Barat Asia, di tanah Persia. Tokoh-tokoh yang menjadi bagian penting dari revolusi Islam Iran ternyata menjadikan Soekarno dan Pancasila sebagai salah satu “inspirasi perjuangan” dan konsep negara yang akan mereka bangun nantinya.
    Ini fakta sakti nya konsep Pancasila dan menjadikan Indonesia yang humanis.  (Ansor Restu)
  • NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    Cyberaswaja.online|Jetis. Pengkaderan dan  Regenerasi ditindak lanjuti GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat (Majlis Dzikir dan Sholawat) MDS tingkat ranting yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Perum Canggu Permai pada Rabu Malam berjalan dengan hikmat , meriah dan sukses yang di hadiri oleh kurang lebih 200 (dua ratus) jamaah termasuk 4 group banjari dari Canggu. 5/02/2020.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Rutin Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat

    Pelaksanaan Kegiatan MDS kali ini juga untuk menunjukkan bahwa masjid Al Muttaqin masjidnya warga NU bukan yang selama ini di tengarai banyak pihak bahwa masjid Al Muttaqin tempat paham paham tertentu yang tidak sesuai dengan Pancasila .

    “kita harus memagari/membentengi anak anak kita generasi muda dari paham paham yang radikal. Dan menjadikan Masjid Al Muttaqin sebagai tempat atau basisnya paham ahlisunnah wal jamaah. Ucapnya Alim selaku ketua RW 04 ini.

    Kegiatan rutinan ini disambut baik dan didukung oleh Tamir masjid, “pentingnya ajaran ahlussunnah wal jamaah khususnya ajaran Mbah Hasim dan siap menjadikan masjid Al Muttaqin menjadi sentral siar Islam Aswaja”. Ucapnya Ketua Tamir Masjid Al-Muttaqin .

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat

    Rutinan yang dilaksanakan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor mengembangkan ke gerenasi selanjutnya, agar amaliyah-amaliyah NU tetap terjaga dan diamalkan.

    “Kita bertekad terus memperjuangkan serta memperkenalkan Amaliyah NU kepada Generasi Muda baik di wilayah Canggu dan juga Perumahan Permai Canggu melalui kegiatan GP ANSOR”. Tegas Gus Darto selaku Ketua Ranting GP Ansor Canggu.

     

    Kegiatan Rutinan GP ANSOR melalui lembaga Majlis Dzikir dan Solawat ini, tidak hanya pembacaan sholawat, namun dilaksankan Program dengan memberikan Santunan Kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, pada kesempataan kali ini, diberikan 17 (tujuh belas) anak Yatim Piatu serta 9 (sembilan) Kaum Dhuafa dengan bentuk pembagian  sembako.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO : GP Ansor Ranting Canggu Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto: Ketua Ranting NU Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Ta’mir Masjid Al-Muttaqin berbagi bersama anak yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Rijalul Ansor Canggu berbagi bersama anak yatim 

    Bersholawat dan saling berbagi bersama ini kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa mendapatkan dukungan oleh ketua Ranting NU Canggu, kegiatan rutin bulanan GP ANSOR ini melalui Lembaga Majlis Dzikir Dan Sholawat mari kita laksanakan, sebagai Wujud menjaga amaliyah NU serta berdo’a demi kedamaian NKRI.

    “kita selaku bapaknya Ansor, mendukung penuh kegiatan ini, ada santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, kita tanamkan kepada generasi selanjutnya agar tetap dipertahankan melalui program GP ANSOR ini, insya Allah pada kegiatan selanjutnya kita tambah dengan menambah wawasan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diisi oleh kyai”. Ucapnya Abah Alim, selaku Ketua Ranting NU Canggu.

    Rutinan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini, juga berjalan tertib dan aman dengan kawalan dan keamanan BANSER Canggu dalam pelaksanaan tugasnya, sebagai Garda Terdepan ketika dilapangan. (wg/Infokom).

    nb: mohon maaf apabila ada penulisan nama dan gelar.

  • Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com pada hari sabtu tepat pukul 15.00 sore (6-2-2021) pac ipnu ippnu Kec. Ngoro Kab. Mojokerto mengadakan acara MAKESTA (Masa kesetiaan Anggota) yang bertempat di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Sabilillah Watusari Wotanmas Jedong Kec. Ngoro Kab. mojokerto.

    Acara pembukaan ini dihadiri oleh para delegasi perwakilan dari pimpinan ranting ipnu – ippnu se kecamatan Ngoro juga delegasi perwakilan dari santri pondok pesantren dan siswa madrasah aliyah, tampak hadir juga para tamu undangan dari Rois Syuriah mwc nu kecamatan Ngoro KH. Marzuki Nur dan juga Kyai Soleh selaku dewan Pembina mwc nu Kecamatan Ngoro, ketua Pac Gp Ansor Kec. Ngoro sahabat saufi, S.Kom juga beserta jajaran pengurus Pon-pes Sabilillah dan para tamu undangan lainnya.

    Menurut ketua pac ipnu Kecamatan Ngoro
    rekan Ainurrofiq dalam sambutannya mengatakan bahwa sebenarnya acara ini sudah diagendakan sejak lama tapi berhubung ada pandemi covid 19 semua kegiatan ditiadakan oleh pemerintah pusat sehingga acara makesta ini sempat tertunda Beberapa bulan, akan tetapi alhamdulillah untuk kali ini acara bisa dilaksanakan tapi dengan jumlah peserta yang dibatasi kisaran antara 25-30 orang saja dan harus mengikuti sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, masih menurut Ainur beliau berpesan kepada para peserta agar dalam mengikuti acara ini bisa semaksimal mungkin dan secara sungguh-sungguh sampai selesai agar ilmu yang disampaikan oleh setiap para pemateri bisa merasuk di dalam hati, dan ketika berjuang di masyarakat sudah mempunyai bekal ilmu yang diperoleh selama mengikuti makesta ini.
    Hal Senada disampaikan oleh ketua pac ippnu Ngoro rekanita Fauzia Intan mengatakan dengan diadakannya acara makesta ini bertujuan agar para rekan dan rekanita sebelum bergabung di organisasi bisa mengetahui tentang dasar-dasar apa saja yang harus dipelajari di organisasi ke ipnu-ippnu an dan bisa tertanam jiwa loyalitas yang penuh sebelum berjuang di masyarakat, pada kali ini acara MAKESTA bertemakan cinta Agama dan Negeri, artinya bagi para anggota selain diwajibkan cinta kepada agama juga wajib mencintai negeri tercinta ini sesuai amanat bangsa NKRI Harga Mati, rencana acara ini diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 6 sampai 7 Januari 2021, materi yang akan diberikan kepada para peserta meliputi ke ipnu-ippnu, ke Aswaja an, Amaliah NU, ke organisasian, kepemimpinan dan lain-lain.

    harapan dari para panitia agar para peserta setelah mengikuti acara ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi mereka harus tetap belajar di jenjang-jenjang selanjutnya juga harus melaksanakan kegiatan di ranting masing-masing.

    semoga acara pada hari ini bisa berjalan dengan lancar dan mendapat ilmu yang bermanfaat, tetap belajar berjuang dan bertaqwa. (Hasan_sorban)

  • BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    InfokomBanserNU- Pagi hari cuaca mendung dan sebagian berkabut, Banser tanggap bencana berkoordinasi
    dengan ketua Tagana untuk mendirikan Dapur umum untuk memasak nasi bungus ± 1200 bungkus dan membantu evakuasi warga terdampak dilokasi banjir diwilayah Kec. Sooko Kab. Mojokerto. Banjir Luapan Sungai Avour Watudakon terjadi di 2 Dusun yaitu Dusun. Tempuran dan Dusun Bekucuk. Banjir ini terjadi hari Minggu, 02 Februari 2020 dini hari tepat pada pukul  06.00 WIB.

    Adapun berbagai tempat yang telah terendam banjir diwilayah tersebut yaitu:
    Di Wilayah Dusun.Tempuran:

    • Di Jalan Dusun Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 50 cm
    • Halaman Balai Desa Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 40 – 50 cm
    • Fasum 1 gereja tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Fasum Sdn Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Dan dibeberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 20 – 40 cm 63KK(209 jiwa)

    Di Wilayah Dusun. Bekucuk:

    • Di Jalan Dusun Bekucuk tergenang air dengan ketinggian ± 50 – 55 cm
    • Dan di beberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 35 – 50 cm 4KK (1822 jiwa)

    Di Area Persawahan/Lahan:

    Dusun Tempuran
    -Lahan Padi 11 Ha
    -Lahan Tebu 20 Ha

    Dusun Bekucuk
    -Lahan Padi 40 Ha
    -Lahan Tebu 5 Ha

    Selanjutnya Banser tanggap bencana melakukan distribusi nasi bungkus kepada warga terdampak banjir bersama TAGANA dan Karang Taruna setempat.

    (RED.ABI)