Tag: sorbansantri

  • KH. Muhammad Suhud; Kyai Militer Yang Terlupakan

    KH. Muhammad Suhud; Kyai Militer Yang Terlupakan

    SORBANSANTRI.COM

    Tidak banyak penulis sejarah peran santri dalam perang kemerdekaan yang mengulas panjang lebar tentang kiprah KH. Muhammad Suhud. Padahal begitu besar jasanya dalam membentuk dan melatih para santri sehingga siap berperang baik dalam Laskar Hizbullah maupun Sabilillah.

    KH. Muhammad Suhud lahir di Pare Kediri pada tanggal 1 Nopember 1926. Tanggal lahir ini, menurut Gus Yakub, putranya, tanggal lahirnya tidak sesuai, sebab karena urusan dengan pencalonannya menjadi anggota DPR, maka umurnya di-muda-kan. Kemungkinan juga, seperti orang dulu pada umumnya, tidak perduli dengan angka kelahiran. Sehingga ketika diera modern ditanya tentang angka kelahiran, maka akan dikira-kirakan. Apabila mengacu keterangan dari Gus Yakub, kalau umurnya KH. Muhammad Suhud itu “unda undi” dengan KH. Wahid Hasyim, berarti kelahirannya antara tahun 1915-1920. Ini setara pula dengan angka kelahiran dari sahabat sahabt Ansornya di Mojokerto seperti KH. Ahyat Chalimi, KH. Munasir Ali dan Mansur Solikhi yang lahir antara tahun 1915-1920.

    KH. Muhammad Suhud memiliki nasab yang bersambung ke jalur Mataram. Hal ini bisa dilacak disilsilah yang ditulis dalam buku Taman Solaya yang sekarang dikomandani oleh KH. Habib Mastur. Ayah dari KH. Muhammad Suhud adalah KH. Hasan Besari bin KH. Raden Khabib bin KH. Raden Muhammad bin Pangeran Hadi Ningrat Kerto Noto Agomo jejuluk KH. Raden Nur Qoyidi bin Sunan Kuning bin Sunan Mas bin Adipati Anom bin Aryo Prabu Adi bin Mas Rangsang bin Mas Jolang bin Sutowijoyo bin Ki Gede Pemanahan.

    KH. Muhammad Suhud kecil tinggal di Pare. Setelah tumbuh remaja, ia dibawa oleh orang tuanya tinggal di Sumobito. Di Sumobito ini, KH. Muhammad Suhud remaja belajar mengaji di Masjid Sumobito. Kemudian pada tahun 1930 ia melanjutkan nyantri di PP. Tebuireng. Di PP. Tebuireng ini, ia memperoleh pengalaman luar biasa. Ia selain dididik langsung oleh Hadratus Syeikh Hasim Asyari juga menjadi teman diskusi KH. Wahid Hasyim. Dari KH. Wahid Hasyim inilah KH. Muhammad Syuhud memperoleh ilmu organisasi dan ilmu sosial politik, yang kelak menjadi bekalnya dalam berpolitik pasca kemerdekaan.

    Ilmu organisasi dan ilmu sosial politik ini, diperoleh oleh KH. Muhammad Suhud dari KH. Wahid Hasyim, karena pada saat itu, tatkala KH. Wahid Hasyim pulang dari Mekkah, ia mengusulkan reformasi pada sistem pembelajaran yang ada di PP. Tebuireng. Dari bandongan ke sistem diskusi atau musyawarah. Bahkan dalam ilmu terapan, KH. Wahid Hasyim mengusulkan untuk membuat kursus-kursus yang sistematis dan memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang dibuat. KH. Wahid Hasyim juga mengusulkan agar perpustakaan di PP. Tebuireng, tidak hanya sekadar mengoleksi kitab kitab kuning, tetapi juga buku buku berbahasa Inggris, Belanda, melayu dan bahasa bahasa pengetahuan lainnya. Dan KH. Muhammad Suhud memperoleh keberkahan dengan kemajuan yang dialami oleh PP. Tebuireng pada masa itu.

    Selain di PP. Tebuireng, KH. Muhammad Suhud juga menimba ilmu diberbagai pesantren, seperti PP. Mojosari Nganjuk, PP. Siwalan-Sidoarjo, dan lain lain. Bahkan menurut Gus Yakub, KH. Muhammad Suhud juga pernah berguru kepada KH. Halim Majalengka. Di Majalengka inilah ia satu perguruan dengan Kyai Yazid, ahli bahasa dari Pare, yang kelak melahirkan seorang murid penggagas Kampung Inggris, Mr. Kalend.

    Karir KH. Muhammad Suhud dimulai di MI al Muhsinun Kauman. Ia menjadi Kepala Sekolah di Madrasah milik Nahdlatul Ulama bentukan KH. Zaenal Alim ini. Ia juga dipercaya oleh Hadratus Syekh Hasyim Asyari untuk mendirikan dan membina MI dibeberapa daerah. Biasanya Hadratus Syekh Hasyim Asyari setelah pranata disiapkan, akan mengirim santri untuk tinggal ditempat tersebut dan kemudian dijodohkan dengan gadis daerah tersebut. Sehingga kemudian ia mampu mengembangkan dan menyebarkan Islam di daerah tersebut.

    Kemampuan dalam dunia pendidikan semakin terasah, ketika pada tahun 1943, KH. Muhammad Suhud memperoleh kursus pelatihan Guru Agama di Jakarta selama tiga bulan. Dan pada tahun yang sama, KH. Muhammad Suhud juga mewakili Mojokerto ikut kursus pelatihan Kyai di Jakarta selama tiga bulan juga.

    Selain menjadi pengajar di MI al Mushinun, KH. Muhammad Suhud juga bergabung menjadi anggota Ansor Mojokerto pimpinan KH. Ahyat Chalimi. Di Ansor, ia berinteraksi secara intens dengan anggota Ansor seperti KH. Munasir Ali, Mansur Solikhi, Mulyadi, Ahmad Yatim dan lain sebagainya. Pada saat Masyumi menyetujui untuk mengirim santri santri bergabung dengan PETA, KH. Muhammad Suhud ikut bergabung. Ia dikirim untuk berlatih militer di Jatinegara dan Jakarta. Dan kemudian mengantarkannya memperoleh kedudukan sebagai Shodancho.

    Perlu diketahui, Struktur PETA terdiri atas 65 Daidan (batalyon) yang ada di Jawa dan 3 Daidan di Bali. Tiap Daidan beranggotakan 535 personil dipimpin Daidancho (komandan batalyon) pangkat setingkat mayor dibantu kepala staf berpangkat Chudancho. Setiap Daidan terdiri dari 4 Chudan yang dipimpin seorang Chudancho (komandan kompi) pangkat setingkat kapten. Tiap Chudan terdiri dari 3 shodan yang dipimpin seorang shodancho (komandan peleton) pangkat setingkat letnan. Tiap shodan terdiri dari 4 bundan yang dipimpin seorang bundancho (komandan regu) pangkat setingkat sersan.

    Pada saat yang sama, KH. Muhammad Suhud juga ikut tergabung dalam latihan militer di Cibarosa yang diperuntukkan untuk pembentukan Laskar Hizbullah. KH. Muhammad Suhud mewakili Mojokerto bersama dengan Mulyadi dan Ahmad Yatim.
    Ada cerita menarik saat ia dilatih tentara Jepang. Pemuda-pemuda yang dilatih tentara Jepang itu, pada suatu kali diadu dengan Sumo. Siapa yang kalah, dijamin meninggal dunia. Banyak para pemuda yang mengalami retak tubuhnya. Pada gilirannya, KH. Muhammad Suhud dihadapkan dengan Sumo. KH. Muhammad Suhud merapal Hizib Nawawi dan binasalah sumo itu. Tetapi tentara Jepang, segera mengirim Sumo lagi untuk bergulat dengannya. Sampai lima Sumo terpental. Dan sebelum tenaganya sendiri kehabisan, akhirnya KH. Muhammad Suhud membuat strategi, hanya bertahan hingga waktu lama.

    Selesai latihan di Cibarosa, KH. Muhammad Suhud mendapat mandat untuk melatih santri santri memiliki dasar-dasar berperang. Latihannya, kalau di Mojokerto di daerah Prajurit Kulon. Sedang kalau di Jombang, ditempatkan di Mojoagung.
    Dari alumni-alumni pelatihannya itulah, kemudian KH. Muhammad Suhud bersama pemimpin lainnya membentuk dan memperkuat pasukannya dalam beberapa kelompok. Yang masih muda dimasukkan ke dalam Laskar Hizbullah sedangkan yang sudah berumur dimasukkan ke dalam Sabilillah. Ada juga Laskar yang dibentuk oleh KH. Muhammad Suhud, yakni Laskar M. Laskar M ini terdiri dari para pencuri, perampok dan bandit. Mereka juga dilatih untuk melakukan aksi aksi mengacaukan. Bahkan mereka adalah spionase spionase handal yang kelak dipergunakan oleh tentara republic Indonesia untuk mendapatkan informasi selama perang revolusi.

    Ketika Laskar Hizbullah masuk ke dalam TKR, KH. Muhammad Suhud juga ikut bergabung. Dan karir kemiliterannya berakhir saat Indonesia telah merdeka secara bulat pada tahun 1950. Ia mengundurkan diri. Sepertinya alasannya seperti pada umumnya para santri, resolusi jihad hanya mengamanatkan untuk mengusir penjajah. Kala penjajah sudah tidak ada maka mengangkat senjata sudah tidak diperlukan lagi.

    Namun demikian, kata Gus Yakub, meskipun KH. Muhammad Suhud mulai fokus ke pesantrennya, Roudlotul Muttaqin Ngares, beliau masih tetap terus diintai oleh para militer, bahkan hendak dikaitkan dengan pemberontakan DI/TII. Dan pada akhirnya, KH. Muhammad Suhud memilih jalur politik untuk melawan berbagai upaya pelemahannya. Pada tahun 1955, ia menjadi DPRD dari jalur Partai NU. Dan kemudian saat orde baru, yang menuntut fusi partai Islam bergabung ke PPP, ia pun bergabung dengan partai yang menaungi umat Islam itu. Tetapi menjelang tahun 1980-an, berbagai intimidasi intimidasi kepada Kyai kerap dilakukan oleh pihak militer. Dan dengan ijtihad politiknya, KH. Muhammad Suhud bergabung dengan Golkar. Keputusan ini pernah mengantarkannya disidang oleh para Kyai. Tetapi dengan argumentasi strategi politiknya, maka para Kyai memahami keputusannya.

    Bahkan salah satu idenya, agar kiai NU bisa ada dimana mana, terwujud pasca NU melakukan gerakan khitoh. Wallahualam.

    Isno Woeng Sayun
    Ketua LTN NU Kab. Mojokerto

     

  • Wajah Baru Kepengurusan Ansor  PAC Mojoanyar

    Wajah Baru Kepengurusan Ansor PAC Mojoanyar

    Sorbansantri.com – Wajah wajah baru terlihat dalam kepengurusan yang baru di jajaran PAC GP Ansor kecamatan Mojoanyar dalam pelantikan yang diadakan pada hari Kamis malam (11-02-2021) di gedung Aula kantor kecamatan Mojoanyar kabupaten Mojokerto.

    Ini adalah langkah baru dan langkah awal dalam kepengurusan yang dipimpin oleh Sahabat Muskhoiri sebagai ketua PAC terpilih Tahun (2020-2021),karna sudah lama sekali jajaran PAC Mojoanyar fakum.

    SORBANSANTRI.COM

    sambutan ketua PAC Sahabat Muskhoiri

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutannya Ketua PAC mengatakan “Ansor akan selalu bersinerji dengan Muspika,TNI dan Polri dalam menjaga serta melindungi keutuhan NKRI” lanjutnya… “Ansor akan bekerjasama dengan Banom Banom NU lainya untuk kemajuan dan keutuhan persatuan dan kesatuan di Kecamatan Mojoanyar.

    Yang menarik dalam acara pelantikan pengurus PAC Mojoanyar ini selain dihadiri Bapak Camat,Kapolsek,Koramil,Fatayat, IPNU serta Sahabat2 Ansor Banser adalah dengan Kehadirannya MUHAMMAD AL BARRA atau lebih kenal di sebut Gus Barra (Wakil Bupati terpilih kabupaten Mojokerto)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Prosesi Pembaiatan oleh Sekertaris Umum PC GP Ansor Mokhammad Yunus

    SORBANSANTRI.COM

    Sekertaris Umum PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto MOKHAMMAD YUNUS adalah yang membaiat dalam Pelantikan tersebut sebagai wakil dari ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Muhammad Nasih yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut.

    Sambutan Gus Barra dalam acara Pelantikan

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut tetap melakukan protokol Covid-19 (Menjaga Jarak,Memakai masker,Mencuci tangan) – Anwar sorban

  • Meeting Terbatas dengan harapan dapat terus menjaga silaturahmi

    Meeting Terbatas dengan harapan dapat terus menjaga silaturahmi

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ansor Semarang, – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Semarang, Muhamad Hanif, M. Hum. atau yang biasa disapa Gus Hanif, menyapa Kader Ansor dalam kegiatan Meeting Terbatas di RM. Bawang putih Jambu, Rabu (10/02/2021) Sore.
    Kegiatan ini diikuti oleh Empat PAC Ansor yaitu PAC (Ambarawa, Bandungan, Sumowono,Jambu) dan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang.
    Gus Hanif mengatakan kegiatan ini salah satu cara untuk tetap dapat bersilaturahmi dengan Kader Ansor di tengah pandemi Covid-19.
    Lebih jauh Gus Hanif mengatakan, sengaja memilih menyapa kader secara Meeting Terbatas dengan harapan dapat terus menjaga silaturahmi sekaligus mendengar masukan terkait apa yang dapat dilakukan untuk membantu kader Ansor di tengah kesulitan di masa pandemi.
    “Kedepan, kami akan lakukan Road Show ini Meeting terbatas di seluruh PAC GP Ansor Kab. Semarang dengan lebih baik lagi. Terimakasih kepada semua yang sudah bergabung,” Ucapnya
    Acara ini menggunakan protokol kesehatan. (PC GP Ansor Semarang)
  • Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Meneguhkan Khidmah organisasi, JQH NU Kab. Mojokerto Menggelar Konferensi

     

    Wisma NU – Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) adalah organisasi yang special, demikian kata Ustad Fatkhur Rahman, dalam sambutan Konferensi ke IV JQH NU Kab. Mojokerto di aula NU pada sabtu (8/02/20). Spesialnya, kata ketua JQH NU Kab. Mojokerto itu, dikarenakan organisasi ini dibentuk oleh ulama-ulama sepuh yang ahli di bidang al-Quran.

    “Pendiri JQH adalah ulama ulama sepuh. Para ulama pendiri JQH saat ini sudah banyak meninggal dunia. Tinggal satu yang masih hidup yakni KH. Basori Alwi. Semoga beliau dipanjangkan hidupnya sehingga bisa tetap membimbing kita semua” tukas Ustad Fatkhur Rahman.

    Ulama-ulama pendiri JQH dulu, tutur Laki-Laki alumnus Pesantren Ilmu Al-Quran Malang ini, pada tahun 1949 berkumpul di Masjid Ampel. Sebelum subuh mereka melantunkan Qiroah secara bergantian. Perkumpulan itu lambat laun menjadi banyak. Dan kemudian terdengar oleh KH. Wahid Hasyim yang kala itu sudah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Dan atas restu KH. Wahid Hasyim maka perkumpulan ulama ahli Quro’ itu kemudian menjadi Jamiyyatul Qurro wal Huffazh. Dan pada tahun 1959, Jammiyatul Qurro wal Huffazh secara resmi menjadi Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

    Hanya saja dalam perjalan selanjutnya, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Lembaga. Dan pada tahun 1999, melalui Muktamar NU di Lirboyo Kediri, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Badan Otonom lagi hingga sekarang.

    Perjalanan panjang itu, dengan jasa para muassis JQH, Ustad Fatkhur Rahman berharap agar kelak, pengurus selanjutnya di JQH NU Kab. Mojokerto, mampu mengemban tugas secara serius untuk memajukan organisasi.

    Senada dengan Ustad Fatkhur Rahman, KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kab. Mojokerto berharap agar kepengurusan JQH NU Kab. Mojokerto terus menata diri dan ikut bergeliat bersama dengan Banom-Banom lainnya. Kata alumnus Pondok Pesantren Al Falah Kediri itu, sesuai dengan AD/ART, Badan Otonom harus memiliki kepengurusan dari tingkat PC hingga Ranting.

    “Para penghafal Al-Quran di Jawa Timur itu, paling banyak ada di Mojokerto. Karenanya pengurus JQH harus memaksimalkan penghafal al-Quran yang banyak itu untuk membuat kepengurusan dari PC hingga Ranting” tukas KH. Abdul Adzim.

    Menanggapi seruan dari KH. Abdul Adzim agar JQH terus berbenah dalam struktur kepengurusannya, KH. M. Zainul Arifin, Ketua JQH Jawa Timur, mengapresiasi seruan itu. Dan JQH Propinsi juga akan membuat JQH Award agar struktur keorganisasian JQH di daerah daerah bisa berlomba memperbaiki diri. Hanya saja, kata KH. M. Zainul Arifin, JQH memerlukan dukungan dari elemen khususnya pemerintah, dalam hal ini pemerintah kabupaten Mojokerto. Ketua JQH Jawa Timur itu menyatakan selama ini, dibeberapa daerah dukungan pemerintah kurang maksimal terhadap para Quro’ dan Huffazh.

    Menanggapi tuntutan dari Ketua JQH NU Jawa Timur tersebut, Didik Khusnul Yaqin yang mewakili Bupati Mojokerto yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa selama ini pemerintah Kabupaten Mojokerto telah melakukan perhatian yang khusus kepada para penghafal al-Quran. Seperti mengundang waktu pergantian tahun baru baik tahun baru Masehi maupun tahun baru Hijriah. Juga pada saat haul Syekh Jumadil Kubro selalu melibatkan para penghafal al-Quran. Hanya saja, ia mengakui, bahwa perhatian untuk para Quro’ belum maksimal. Karenanya ini akan menjadi bahan musyawarah ke depannya, agar para Quro memperoleh perhatian yang semestinya.

    “Intinya kita mensuport pada JQH ini. Dan kita berharap JQH selain membaca dan menghafal al-Quran juga membantu masyarakat untuk mampu mengamalkan nilai nilai al-Quran” tukas mantan Camat Dawar Blandong itu. (Isno)

  • Cara Mencitai Allah SWT

    Cara Mencitai Allah SWT

    InfokomBanserNU- Mencintai Allah SWT adalah menjadikan Allah SWT dan segala perintahnya sebagai prioritas utama dalam segala wujud kehidupan sehari-hari. Cinta kepada Allah SWT adalah cinta pada level tertinggi, mengalahkan segala bentuk cinta kepada manusia, termasuk kepada orang tua, istri, anak-anak, harta benda dan semuanya.

    Jangankan menjadikan yang selain Allah SWT itu lebih tinggi derajatnya dengan cinta kepada Allah, bahkan bila hanya sama dan sederajat saja, sudah dikatakan zalim oleh Allah.

    Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. QS. Al-Baqarah: 165)

    Apalagi bila menjadikan semua itu lebih kita cintai dari Allah, tentu lebih parah lagi. Allah menyebut mereka yang mencintai selain dirinya dengan tingkat kecintaan yang lebih tinggi dari mencintai Allah, mereka adalah orang fasiq.

    Katakanlah, “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah: 24)

    Tata Cara Mencintai Allah

    Cara mencintai Allah tentu harus sesuai dengan cara yang ditentukan Allah SWT. Bukan dengan cara mengarang-ngarang sendiri, apalagi menciptakan sendiri ritual-ritual aneh yang tidak ada dasarnya dari Allah SWT.

    Dan bentuk mencintai Allah SWT yang paling tepat adalah dengan cara mengikuti petunjuk dari Rasulullah SAW. Sebab beliau adalah petugas resmi yang diutus Allah SWT kepada umat manusia untuk mengajarkan bagaimana cara mewujudkan bentuk real sebuah cinta kepada-Nya.

    Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Ali Imran: 31)

    Apapun realisasi rasa cinta seseorang kepada Allah SWT, tetapi kalau sampai bertentangan dengan apa yang telah Rasulullah SAW ajarkan, maka pengungkapan bentuk cinta itu justru tertolak, bahkan malah melahirkan laknat dan siksa dari Allah.

    Sebab kedudukan Rasulullah SAW adalah sebagai utusan resmi satu-satunya dari Allah kepada seluruh manusia, bahkan kepada seluruh makhluk hidup yang ada. Maka apa pun yang beliau sampaikan, wajib kita ikuti dengan sepenuh hati. Sebaliknya, apapun yang dilaranganya, tentu saja wajib kita jauhi dari diri kita. Penegasan pernyataan ini disampaikan Allah langsung di dalam Al-Quran Al-Kariem.

    Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS. Al-Hasyr: 7)

    Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah menggambarkan sebuah pengibaratan tentang bentuk cinta kepada Allah. Beliau berkata bahwa cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya Dan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. (Raudlatul Muhibin, 409, Darush Shofa).

    Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

  • ANDI ISBANI MENYAMPAIKAN LPJ KEPENGURUSAN GP ANSOR PAC PURWOKERRO BARAT

    ANDI ISBANI MENYAMPAIKAN LPJ KEPENGURUSAN GP ANSOR PAC PURWOKERRO BARAT

    InfokomBanserNU- Konferensi Anak Cabang atau Konferancab yang merupakan majelis tertinggi permusyawaratan GP Ansor di tingkatan Anak Cabang digelar oleh kepengurusan GP Ansor Kecamatan Purwokerto Barat masa hidmat 2018-2020 sore ini di MI Maarif NU 02 Pasir Kidul Purwokerto Barat Kbupaten Banyumas.

    Tampak saking asyiknya berkegiatan, para peserta baru istirahat makan ketika jelang sholat ashar, dengan hidangan Ayam Penyet Surabaya di armada yang hadir ke lokasi. Setelah sholat ashar, kegiatan konferancab dilanjutkan dengan sidang LPJ Kepengurusan yang disampaikan oleh Sahabat Andi Isbani selaku ketua, yang telah habis masa tugasnya.

    Hujan lebat dan gemuruh petir mengiringi penyampaian LPJ yang dipandu oleh Sahabat H. Faisal Riza selaku Pimpinn Wilayah untuk korda Banyumas-Cilacap dengan didampingi oleh perwakilan pengurus cabang Sahabat M. Luqman.

    Hingga berita ini ditulis, sidang masih berjalan alot, belum tampak mengerucut antara diterima atau ditolaknya laporan pertanggungjawaban pengurus yang disampaikan oleh Andi Isbani beserta jajaran pengurus hariannya kepada peserta sidang.

    Kegiatan Konferancab yang dibuka oleh Sahabat Ahmad Zaenudin Masdar pada Ahad pagi ini, telah melewati beberapa sidang termasuk sidang komisi-komisi yang membahas berbagi hal terkait pergerakan Ansor di Kecamatan Purwokerto Barat kedepan.

    “Dengan mengusung tema -Menyongsong Peradaban yang Lebih Maju Bersama Generasi Muda NU-, konferncab kali ini kami harapkan dapat merealisasikan mimpi dan cita-cita kita bersama, bahwa pemuda sebagai pemegang sejarah di masa mendatang dapat ikut mengawali pertumbuhan peradaban baik yang sudah ada ini menjadi lebih baik lagi, dengan menyerap hal-hal baru yang baik yang mungkin muncul di zaman ini serta tetap melestarikan perihal lama yang baik” ungkap Andi di sela-sela persiapan sidang LPJ kepada tim ACM yang hadir ke lokasi sejak pagi.

    Kegiatan yang diikuti oleh 9 ranting dari 7 kelurahan di zona Kota Purwokerto Barat yang rencananya akan berlangsung hingga menjelang maghrib nanti, masih tampak hidmat diikuti oleh semua peserta. (ACM 1028 BMS)

  • 11 Februari Kelahiran 2 Ulama Besar Kalimantan Selatan

    11 Februari Kelahiran 2 Ulama Besar Kalimantan Selatan

    InfokomBanserNU- Ditanggal 11 Februari Ini Ada 2 Ulama Besar Kalimantan Selatan Tanggal Lahirnya Sama Akan Tetapi Tahunnya Berbeda,Yaitu Pertama Adalah Alhm.Guru DiSekumpuL(K.H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani/Abah Guru SekumpuL).
    Dan Yang Kedua Adalah Guru Ibad(K.H.Badruddin bin K.H.Ahmad Zaini).

    1- Sedikit Manaqib Alhm.Guru DiSekumpuL.
    11 Februari 1942 Adalah Kelahiran Ulama Besar Ditanah Banjar dan Juga Seorang Auliya Allah,Beliau Adalah Alhm.Guru DiSekumpuL(K.H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani).
    Beliau Adalah Dzurriyat Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLBanjari(Datu Kalampayan).Pangkat Beliau Sejak Kecil Sudah Diangkat Menjadi Wali Qutub.dan Beliau Mempunyai Kerajaan Tersendiri Didalam Surga.Yang Mengisi Kerajaan Beliau Adalah Orang Yang Beliau Pilih Tentunya Para Pecinta Beliau.


    Beliau Dilahirkan DiKampung Tunggul Irang Sebrang Martapura. Nama Ayah Beliau Adalah H.Abdul Ghani bin H.Abdul Manaf. Nama Ibu Beliau Adalah Hj.Masliyah binti H.Mulya. Dari Segi Keturunan,Kakek Beliau(H.Abdul Manaf)Adalah Dzurriyat Datu Kalampayan(Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLBanjari).
    Sedangkan Nenek Beliau(Salbiyah)Ada Garis Keturunan Dari Sunan Giri(Maulana Ainul Yaqin).
    Diantara Guru Beliau Adalah Paman Beliau Sendiri Yaitu Guru Semman Mulya dan Guru Bangil(Guru Syarwani Abdan). Nama Beliau Sewaktu KeciL Adalah Qusyairi.


    Beliau Mempunyai 2 Orang Putera Yang Bernama H.Muhammad Amin Badali dan H.Ahmad Hafi Badali.Mudah2an Keduanya Panjang Umur,Sehat Badan dan Dimudahkan Segala Urusan,,Aamiin.
    Alhm.Guru DiSekumpuL Wafat Pada Tanggal 9 Agustus 2005 Bertepatan Tanggal 05 Rajab 1426 H.
    Walaupun Beliau Sudah Meninggalkan Kita Semua Akan Tetapi Jasa2 Beliau Selalu Kita Kenang.
    Dan Ditanggal Kelahiran Beliau Ini Sepatutnya Kita Bersyukur Berharap Berkat dan Syafa’at Beliau Semoga Terkumpul Diakhirat Bersama Beliau Berkat Cinta Kepada Beliau.

    2-Sedikit Manaqib Guru Ibad.

    Nama beliau K.H.Badruddin bin K.H.Ahmad Zaini bin K.H.AbdurRahman bin H.Zainuddin bin AbdusShamad bin Abdullah aLbanjari. Orang Martapura biasa memanggil beliau Guru Ibad.

    Beliau dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1937 M/29 Dzulqo’dah 1355 H didesa Tunggul Irang Martapura.
    Ayah beliau bernama K.H.Ahmad Zaini,sedangkan Ibu beliau bernama Hj.Jannah.

    Diantara Guru2 beliau dikalimantan adalah

    1. K.H.Husein Qodri(Kakak Kandung Beliau)
    2. K.H.Muhammad Sya’rani Arif
    3. K.H.Muhammad Semman Mulya
    4. K.H.Muhammad Salim Ma’ruf

    K.H.Badruddin adalah orang yang pertama kali yang membawakan Maulid aLhabsy Simtudduror dikalimantan yang mana beliau dapat izin dari guru beliau,akan tetapi beliau menyerahkannya kepada K.H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani(alhm.guru disekumpul)untuk mengembangkannya kekalimantan khususnya kalimantan selatan sampai sekarang ini.

    Kyai Falaq Bogor pernah menyerahkan Selempang warna coklat kepada Guru Ibad.Kyai Falaq menyuruh Guru Ibad untuk mengurusi dipemerintahan.maka dari itu K.H.Badruddin sering menjabat dipemerintahan pada masa itu.

    K.H.Badruddin juga pernah memimpin pesantren darussalam martapura periode ke-7 tahun 1976-1992.
    Beliau wafat pada tanggal 23 Desember 1992/28 Jumadil Akhir 1413 H
    Beliau dimaqomkan dipemaqoman alkah keluarga didesa Tunggul Irang,Martapura berdampingan dengan Kakek,Ayah dan Saudara2nya.

    Mudah2an Berkat Rasulullah,Para Auliya dan Orang2 Sholeh,,Segala Dosa dan Kesalahan Dzohir Bathin Seumur Hidup Diampuni Allah,Qobul Segala Hajat,Selamat Dunia Akhirat,Husnul Khatimah dan Masuk Surga Bighoiri Hisaab,,Aamiin..!!!

    #K.H.Badruddin bin H.Ahmad Zaini
    #K.H.Muhammad Zaini bin H.Abdul Ghani

  • Rakerancab PAC GP ANSOR Kec.Mojosari

    Rakerancab PAC GP ANSOR Kec.Mojosari

    Infokom PAC Mojosari- Pada kepengurusan sahabat Taufikur Rohman sebagai ketua PAC GP ANSOR Kec.Mojosari massa khidmat tahun 2019-2021 dan untuk menyamakan visi-misi dalam pelaksanaan tugas di tiap2 lembaga,maka pada hari Minggu tanggal 9 Febuari 2020 pukul 08.00wib sampai selesai bertempat di gedung MWCNU Kec.Mojosari mengadakan Rakerancab (Rapat Kerja Anak Cabang) PAC GP ANSOR Kec.Mojosari yang ke-1

    SORBANSANTRI.COMKetua PC GP ANSOR Kab.Mojokerto memberi sambutan

    *Mengoptimalkan peran GP ANSOR di era Millenial* adalah TEMA dalam Rakerancab tersebut,yang hadiri oleh semua PH (Pengurus Harian) dan semua anggota Ansor beserta lembaga2 yg ada didalamnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Suasana Rakerancab di gedung mwcNU kec.Mojosari

    Dalam Rakerancab PAC GP ANSOR Kec.Mojosari juga dihadiri/mengundang Pengurus PC dan Banom NU antara lain: 1.Ketua PC GP ANSOR Kab.Mojokerto *Gus Ali M Nasih* 2.Sekertaris PC GP ANSOR Kab.Mojokerto Sahabat *Yunus* 3.Sahabat/rekan2 IPNU dan IPPNU Kec.Mojosari. 4.uga hadir dalam acara tersebut Bapak AMIRUDDIN anggota DPRD Kab.Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Bapak Amiruddin memberi sambutan

    By.irul infokom pac mojosari

    SORBANSANTRI.COM
    Peran aktif BAGANA dalam setiap kegiatan di PAC Mojosari
  • PERKARA YANG MEMBATALKAN WUDHU – PENYEBAB HADATS KECIL

    PERKARA YANG MEMBATALKAN WUDHU – PENYEBAB HADATS KECIL

    Kajian Fiqh untuk pemula, Kitab Matn Ghoyah Wat Taqrib.

    والذي ينقض الوضوء ستة أشياء ما خرج من السبيلين والنوم على غير هيئة المتمكن وزوال العقل بسكر أو مرض ولمس الرجل المرأة الأجنبية من غير حائل ومس فرج الآدمي بباطن الكف ومس حلقة دبره على الجديد.

    Artinya:
    Perkara yang membatalkan wudhu ada 6 (enam):
    1. Keluar sesuatu dari dua kemaluan (depan atau belakang).
    2. Tidur dalam keadaan tidak tetap.
    3. Hilang akal karena mabuk atau sakit.
    4. Sentuhan kulit laki-laki pada wanita bukan mahram tanpa penghalang.
    5. Menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan bagian dalam.
    6. Menyentuh kawasan sekitar anus (dubur) menurut qaul jadid.

    Penjelasan :
    1. Perkara-perkara yang membatalkan wudlu’ yang disebut juga dengan “sebab-sebab hadats”.
    2. Keluar sesuatu dari dua kemaluan maksudnya keluar sesuatu dari dua jalan yaitu qubul dan dubur-nya orang yang memiliki wudlu, yang hidup dan jelas -jenis kelaminnya-.
    3. Baik yang keluar itu adalah sesuatu yang biasa keluar (normal) seperti kencing dan tahi, atau jarang keluar seperti darah dan kerikil. Baik yang najis seperti contoh-contoh tersebut, ataupun yang suci seperti ulat (kermi : jawa). Kecuali sperma.
    4. Sperma yang keluar sebab mimpi yang dialami oleh orang yang memiliki wudlu’ yang tidur dengan menetapkan pantatnya di lantai, maka keluarnya sperma tersebut tidak membatalkan wudlu’.
    5. Seorang “khuntsa musykil” (tidak jelas jenis kelaminnya karena ganda) wudlu’nya hanya bisa batal sebab ada sesuatu yang keluar dari kedua farjinya secara keseluruhan. Tidak salah satunya saja.
    6. Pembatal yang kedua adalah tidur dengan keadaan tidak menetapkan pantat. Dengan bahasa “menetapkan pantat”, maka terkecuali kalau dia tidur dalam keadaan duduk yang tidak menetapkan pantat, tidur dalam keadaan berdiri atau tidur terlentang walaupun menetapkan pantatnya, maka membatalkan wudhu.
    7. Pembatal yang ketiga adalah hilangnya akal, maksudnya akalnya terkalahkan sebab mabuk, sakit, gila, epilepsi atau selainnya.
    8. Pembatal yang keempat adalah persentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan lain yang bukan mahram walaupun sudah meninggal dunia.
    9. Yang dikehendaki dengan laki-laki dan perempuan diatas adalah laki-laki dan perempuan yang telah mencapai batas syahwat secara ‘urf. Yaitu sudah mencapai usia yang biasanya sudah disukai oleh lawan jenis secara normal.
    10. Yang dikehendaki dengan mahram adalah wanita yang haram dinikah karena ikatan nasab, radla’ (sesusuan) atau ikatan mushaharah (pernikahan).
    11. Persentuhan yang membatalkan adalah persentuhan kulit tanpa penghalang. Seandainya terdapat penghalang di antara keduanya, maka tidak batal.
    12. Pembatal kelima menyentuh kemaluan anak Adam (manusia) dengan bagian dalam telapak tangan, baik kemaluannya sendiri atau orang lain, laki-laki atau perempuan, kecil atau besar, masih hidup ataupun sudah meninggal dunia.
    13. Pembatal keenam menyentuh lingkaran dubur anak Adam. Hal ini membatalkan menurut pendapat “qaul Jadid” (pendapat Imam Syafi’i yang baru). Sementara menurut qaul qadim (pendapat Imam Syafi’i yang lama), menyentuh lingkaran dubur anak Adam tidak membatalkan wudlu’.
    14. Dimaksud dengan lingkaran dubur (halqah) adalah tempat bertemunya lubang keluarnya kotoran. Dan yang dikehendaki dengan bagian dalam tangan adalah telapak tangan beserta bagian dalam jari-jari tangan.
    15. Dikecualikan dari bagian dalam tangan yaitu bagian luar dan pinggir tangan, ujung jemari dan bagian di antara jemari. Maka tidak sampai membatalkan wudlu’ sebab menyentuh dengan bagian-bagian tersebut.

    #NgajiFikih
    #KajianFikihPemula
    #MatnGhayahWatTaqrib
    #LDNUBanjar
    #AbuZeinFardany

  • SEKELAS QURAISH SHIHAB, DITUDUH SESAT?

    SEKELAS QURAISH SHIHAB, DITUDUH SESAT?

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh
    Asep Safa’at Siregar
    wp.sorbansantri.com – Sudah tidak asing bagi kita siapa M Quraish Shihab. Salah satu cendekiawan Muslim asli Indonesia. Karya spektakulernya diantara puluhan atau bahkan ratusan lainnya adalah Tafsir Al-Misbah.
    (Tafsir al-Misbah adalah sebuah tafsir al-Quran lengkap 30 Juz pertama dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Warna keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap rahasia makna ayat Allah SWT).
    Tapi bagi sebagian orang mengatakan bahwa beliau ini sesat, Syiah, liberal dsb bermodal potongan video YouTube dan narasi tulisan diberbagai medsos.
    Siapa yang menuduh itu?
    Mereka ustadz amatir. Mereka yang belajar agama otodidak. Mereka yang paling mementingkan penampilan. Atau bahkan mereka yang bergelar u-lama karena gamis dan serbannya. Mereka yang dinobatkan sebagai ustadz karena pandai ceramah. Mereka yang belajar agama dari google atau YouTube. Mereka semua yang bukan maqam-nya disitu.
    Maka jika sekelas Quraish Shihab saja mereka klaim sesat dengan penilaian subjektif semata, kita tidak akan heran bila sekarang ini banyak yang berani terang-terangan menghina atau menghujat para ulama kita.
    Mengkritik memang boleh saja, tapi yah… Lihat diri jugalah. Jangan sampai seorang guru bahasa Inggris mengoreksi Ahli Tafsir. Seorang alumni “pesantren kilat” berani mengatakan sesat orang yang bertahun-tahun di pesantren. (Ini permisalan saja, mohon maaf kepada guru 2 bahasa Inggris)
    Bukan berarti ahli tafsir dan alumni pesantren nihil salah, bukan. Tapi saya ingin mengatakan tidak pas, tidak cocok atau tidak layak.
    Jangan pula kita menuduh seseorang sesat hanya karena keluarganya tidak sesuai pemahaman kita. Misalnya Quraish Shihab dicemooh karena anaknya Najwa Shihab tidak memakai jilbab. Padahal masalah jilbab ada ikhtilaf dikalangan ulama dalam konteks kekinian.
    Andaikan saja, benar-benar ada anggota keluarga dari ulama yang sesat, kan tidak boleh juga kita meng-generalisasi Ulamanya (ayahnya) juga sesat.
    Apakah kita meragukan kenabian Nuh as karena anak dan istrinya ditenggelamkan Allah karena tidak mendapat hidayah??
    Sebaliknya, Apakah kita meragukan kerasulan Ibrahim as hanya karena ayahnya musyrik (penyembah dan produsen patung berhala)? (abi sorban)