Penulis: Sorban Santri

  • Tradisi NU Menjadi Perekat Perdamaian Bangsa

    Tradisi NU Menjadi Perekat Perdamaian Bangsa

    InfokomBanserNU- Tradisi yang ada di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) sebetulnya memiliki andil besar dalam menjaga perdamaian di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Muludan yang di dalamnya terdapat beberapa hikmah sosial, seperti gotong royong, urunan, dan silaturahim antarmasyarakat. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kiai Jampang Muda saat mengisi ceramah agama dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad, Kamis (29/11). kegiatan berlangsung di Dusun Kareo, Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. “Alhamdulillah dengan adanya kegiatan Muludan ini kita bisa saling silaturahim satu sama lain karena terkadang masalah itu muncul disebabkan oleh kurangnya silaturahim kita dengan yang lain sehingga menimbulkan sikap saling curiga,” ujarnya di hapan ratusan jamaah yang memadati lokasi acara.

    Kiai Jampang menambahkan, begitu juga dengan kegiatan tahlilan yang digelar sampai tujuh hari berturut-turut, tradisi ini mempunyai hikmah tersendiri untuk orang yang masih hidup, di antaranya adalah silaturahim antarmasyarakat akan tetap terjaga. Belum lagi kegiatan istighotsah, manakiban, rajaban, dan tradisi NU lainnya. “Dengan adanya kegiatan-kegiatan itu masyarakat akan saling menyapa dan berkomunikasi dengan obrolan yang positif karena tidak mungkin dalam kegiatan keagamaan semacam itu akan berbicara hal yang tidak senonoh,” tambahnya. Oleh karena itu, lanjutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) berperan penting dalam menjaga perdamaian dalam negeri.

    Sebut saja salah satunya NU. Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terbesar di Indonesia ini hingga kini menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Ia kemudian mencontohkan, di beberapa negara Islam yang ada di wilayah Arab seolah kehilangan arah karena dilanda konflik saudara yang berkepanjangan dan tak kunjung usai. Sementara di Indonesia terlihat masih kondusif walaupun ada konflik horizontal namun hal itu masih bisa diatasi dengan baik. “Muassis NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pernah dawuh: Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman, dawuh ini menjadi pegangan kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di bumi pertiwi Indonesia,” tegasnya. Ditambahkan, dengan adanya rasa cinta kepada tanah air dan tumpah darah Indonesia akan mengesampingkan ego atau kepentingan pribadi maupun kelompok, karena tentu akan melihat kepentingan yang lebih luas, yaitu perdamaian dan kemasalahatan Indonesia.

    Hal ini menurut dia adalah karakter bangsa Indonesia yang sebenarnya yang jarang dimiliki oleh warga di negara lain. “Di sana memang ada nasionalisme, tapi nasionalismenya itu masih nasionalisme sekuler yang tidak dibalut dengan nilai-nilai keislaman,” ucapnya. Oleh karena itu, lanjutnya, ia meyakini bahwa ketika tidak menentunya perdamaian yang menimpa masyarakat Muslim di beberapa negara, maka NU diyakini akan menjadi ikon perdamaian dunia, indikatornya bisa dilihat dari banyaknya masyarakat dunia yang berkunjung ke PBNU untuk meminta pandangan dan arahan sesuai dengan prinsip yang dipegang oleh NU. “Saat ini sudah ada ratusan Pengurus Cabang Istimewa NU yang ada di belahan dunia, bahkan pengurus NU Afghanistan semuanya diisi oleh penduduk pribumi, para pengurus di ini tentu saja akan menyampaikan pesan damai kepada masyarakat dunia,” pungkasnya.

  • Si Mbah Kyai Moh. Mustofa, Kyai Dungdeng Anak Singokerto Asal Kedungsumur

    Si Mbah Kyai Moh. Mustofa, Kyai Dungdeng Anak Singokerto Asal Kedungsumur

    SORBANSANTRI.COM

    Canggu, selain memiliki jejak jejak sejarah Majapahit yang berlimpah, juga menyimpan sejarah agung seorang ulama yang pernah lahir di wilayah itu. Namanya Mustamin anaknya Singokerto, ki Lurah Kedungsumur Canggu Jetis Mojokerto. Di mulai dari kenakalan Mustamin saat masih muda. Ia berguru kanuragan dari berbagai guru. Tidak hanya ilmu putih, ilmu hitam pun ia serap. Dan yang menjadi cirinya kala itu, ilmu itu harus bisa dibuktikan. Cara membuktikannya dengan bertarung, mencuri, dan perbuatan asusila lainnya.

    Perbuatan Mustamin itu membuat banyak orang resah. Keamanan terganggu. Dan semua orang menjadi takut kepadanya. Akhirnya menggiring kepada para tokoh bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ki Lurah Singokerto pun hadir. Ia menjadi gundah gulana saat mengetahui bahwa anaknyalah yang ternyata berulah. Kepada peserta musyawarah itu Ki Lurah Singokerto berjanji akan menyelesaikannya sendiri terkait ulah anaknya. Pak Lurah pun pergi menemui anaknya, dan menanyakan tujuan dari keonaran yang ia perbuat. Dari percakapan antara bapak dan anak itu, akhirnya Ki Lurah Singokerto faham, bahwa anaknya ingin menjadi dungdeng (sakti). Dan Ki Lurah berjanji akan mencarikan guru yang hebat yang bisa membuat ia menjadi orang yang sakti mandraguna.

    Mustamin kemudian dibawa mondok ke Pondok Sidosermo -Surabaya. Pada saat itu yang menjadi pengasuh adalah KH. Baidlowi. Di Pondok Sidosermo itu Mustamin tidak diajar mengaji, tetapi hanya ditugasi menabuh beduk untuk sholat lima waktu. Karena Mustamin tidak pernah ngaji dan hanya menabuh beduk selama nyantri, maka ia sering diejek teman temannya, akan memperoleh ilmu apa kelak kalau nyantrinya hanya menabuh beduk saja. Tetapi dijawab oleh Mustamin, kalau yang ia perbuat hanya menaati perintah gurunya.

    Mustamin nyantri ke Pondok Sidosermo selama satu tahun. Setelah itu ia melanjutkan nyantri di daerah Pati. Di pondok Pati Jawa Tengah itu pun, ia tidak diajar ngaji oleh gurunya. Ia hanya ditugasi untuk menata dampar para santri yang hendak mengaji. Ia sendiri saat dimulai ngaji, selalu diusir oleh gurunya. Perlakuan gurunya itu membuat nestapa Mustamin. Ia pun nekat untuk ikut ngaji. Setiap Kyainya memberi ngaji kepada santri-santrinya, ia pun naik ke atas genting, mendengarkan isi pengajiannya. Hal itu dilakukan terus menerus. Tetapi pada suatu saat, ia tertidur. Dan kemudian terjatuh dari atap sampai ke bawah di depan pintu.

    Bertepatan pula sang Kyai telah selesai dan melangkahkan kaki ke pintu keluar. Sang Kyai kaget dan memarahi Mustamin. Mustamin meminta maaf. Ia mengaku melakukan itu semua karena ingin mengaji. Kyainya tetap memarahi dan mengusirnya sambil mengatakan, “Kalau begitu ilmuku ambil semua”

    Kata kata Kyai itu yang kemudian menjadi sebab ilmu laduni diperoleh oleh Mustamin. Mustamin memiliki ilmu tingkat tinggi. Ia pun pandai membaca kitab kuning. Perbendaharaan kitabnya pun begitu melimpah.

    Kata Ustad Nur Aliman, Ketua Takmir Masjid Al Mustofa yang saya temui, tentang ilmu laduni itu dan penguasaan teks Arab KH. Muh. Mustofa, dibuktikan dengan pengakuan santri santri KH. Muh. Mustofa sendiri yang pernah ngaji kitab kitab berbahasa Arab. Koleksi kitab dari perpustakaan peninggalan KH. Mustofa sendiri juga berjimbun. Bahkan KH. Muh. Mustofa sendiri juga memiliki karya kitab berbahasa Arab tentang Thoriqoh. Sayangnya Ustad Nur Aliman tidak menyimpannya.

    Setelah dari Pati, Mustamin nyantri ke Pondok di Jrebeng Krian Sidoarjo. Entah pondoknya namanya apa. Ustad Nur Aliman menyebut bahwa waktu itu yang menjadi pengasuhnya bernama KH. Dasuki. Dengan KH. Dasuki ini, Mustamin berbaiat thoriqot Naqsabandiyah Kholidiyah. Ada juga yang bilang kalau thoriqotnya adalah Naqsabandiyah Qodiriyah.

    Tetapi sebelum berbaiat, Mustamin memperoleh perlakuan mengenaskan dari santri santrinya KH. Dasuki. Ia tidak diperkenankan untuk tidur di Pondok. Pun di Masjid. Para santri pernah mendengar sepak terjang Mustamin sebelumnya. Konon, Mustamin, ketika mempelajari ilmu tertentu, pernah meminum darahnya anjing. Karena hal itulah, kemungkinan para santri itu menganggap Mustamin itu najis.

    Perlakuan para santri itu dihadapi dengan sabar. Mustamin kemudian tidur di lapangan.

    Saat KH. Dasuki hendak melaksanakan sholat malam, ia terkaget kaget melihat sinar silau yang menembus langit di tengah lapangan. Dan ternyata sinar itu berasal dari seseorang yang tidur di lapangan. Akhirnya KH. Dasuki menandai santri yang tidur itu dengan memberi tali pada sarungnya. Dan pada akhirnya KH. Dasuki siapa yang tubuhnya bersinar menembus langit itu.

    Selesai berguru ke KH. Dasuki, Mustamin pulang ke rumahnya. Kepada ayahnya ia meminta untuk dibuatkan Masjid. Dan permintaan itu dikabulkannya. Warga berduyun duyun ikut membangunkan Masjid. Dan di Masjid al Mustofa itulah Mustamin memulai dakwahnya. Ia mulai menerima santri.

    Ditengah kesibukannya mengajar ngaji para santrinya, ia merasa belum sempurna perjalanannya sebelum berangkat haji. Ia pun izin kepada ibunya, dan diberi izin untuk melaksanakan haji. Usai menjalankan ibadah haji itulah namanya berubah. Ia kemudian dikenal dengan nama KH. Muhammad Mustofa.

    Nama KH. Muhammad Mustofa semakin harum ditengah masyarakat. Banyak santri dari berbagai daerah ikut ngaji dan mengikuti thoriqohnya. Santrinya pun beragam macam. Maling maling celuring pun ditaklukan dan seketika berubah menjadi santrinya. Pun dengan orang orang sakti, mampu ditandinginya dan kemudian menjadi santrinya.

    Apabila kamisan, mungkin semacam khususiyah, dzikir khusus bagi pengikut thoriqoh, kata Ustad Nur Aliman menirukan salah satu santri KH. Muhammad Mustofa yang pernah ditemuinya, Masjid Al-Mustofa bagaikan pasar. Semua orang tumplek blek menjadi satu. Mereka ikut thoriqohan dan ngaji kepada KH. Muhammad Mustofa.

    Ada cerita menarik, ada salah satu santrinya yang berguru kepada KH. Muhammad Mustofa dengan tujuan ingin sakti. Kemudian oleh KH. Muhammad Mustofa, ia ditempatkan disebuah ruangan, semacam suluk, disuruh berdzikir dan riyadoh selama empat puluh hari. Selama riyadoh itu, ia dibukakan hijab hijabnya. Sampai selesai riyadohnya, ia kemudian menyatakan tidak ingin sakti lagi. Ia hanya ingin memandang Allah semata. Subhanallah.

    KH. Achyat Halimi dari pengakuan santri KH. Muhammad Mustofa, Mbah Aman, Sesepuh Masjid Tiban, menyatakan bahwa KH. Achyat Chalimi juga pernah menjadi santri KH. Muhammad Mustofa. Bahkan beberapa waktu pernah menggantikan posisi imam saat khususiyah.

    Pun Kyai Bajuri, si Mbah Kyai-nya IAI Uluwiyah Mojosari, juga tercatat sebagai santri dari KH. Muhammad Mustofa. Beliau belajar kanuragan dalam upaya ikut berjuang menghadapi Belanda.

    Bisa jadi pula, pejuang pejuang kemerdekaan, menjadikan KH. Muh. Mustofa sebagai jujugan selama perang kemerdekaan. Mengingat pada usia itu, KH. Muhammad Mustofa tergolong Kyai yang disepuhkan. Juga terkenal akan ke-dongdengan-nya.

    Ustad Nur Aliman menceritakan pengalamannya menemui santri santri KH. Muhammad Mustofa yang masih ada. Hampir saat ditemui dan menceritakan sosok KH. Muhammad Mustofa, rata rata menangis tersedu sedan. Ada rasa rindu yang menyeruak. Lidah seakan kelu untuk mengucapkan keagungan dari KH. Muhammad Mustofa.

    Satu dua ada yang dengan jelas bercerita. Seperti KH. Ach Qusyairi Mansur, generasi kedua dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Sawahan Mojosari. Saat KH. Muhammad Mustofa memiliki seorang anak. Sang Kyai memperoleh isyarah kalau anaknya akan kelak ketika besar akan menjadi nakal dan tidak memiliki jalan taubat. Karenanya KH. Muhammad Mustofa mengumpulkan para santri untuk berdoa kepada Allah dengan membacakan al-Fatihah agar Allah memberikan yang “terbaik” untuk anaknya. Kecuali KH. Ach Qusyairi Mansur. Ia tidak mau membaca al-Fatihah. Katanya setelah ketahuan dan ditanya oleh KH. Muhammad Mustofa, ia tidak tega kalau seorang anak didoakan meninggal dunia. Ia pun dihukum oleh KH. Mustofa dengan membaca Al Fatihah seribu kali. Usai membaca Al-Fatihah itu, KH. Mustofa mendoakannya menjadi Kyai. Dan terbukti kemudian ia menjadi Kyai besar.

    Dari peristiwa itu, pada akhirnya anak dari KH. Muhammad Mustofa itu memang benar benar meninggal dunia. KH. Muhammad Mustofa tidak memiki keturunan setelah itu. Dan ia pun tidak benar benar pula secara sareh menunjuk khalifah pengganti beliau. Sehingga sempat terjadi kevakuman dalam keberlanjutan throriqohnya. Namun dikemudian hari ada salah satu santrinya bermimpi dan diberi tongkat sebagai penanda estafet kepemimpinan berikutnya. Kata Ustad Nur Aliman, namanya Mustofa dan punya anak yang bernama Mustamin. Asal Sawahan Bangsal.

    Tercatat, KH. Muhammad Mustofa meninggal pada tanggal 27 September 1955. Makamnya berada dibelakang Masjid al Mustofa Canggu. Tiap tahun, khususnya pada bulan Saffar, peringatan Haul dilakukan. Pada saat haul inilah anak dan cucu cucu santrinya dulu masih berkumpul untuk memperingati Mbah Kyai Mustofa. Wallahu alam.

    Isno El Kayyis
    Ketua LTN NU Kab. Mojokerto

    Sumber Tulisan dari Wawancara dengan Ustad Nur Aliman di rumahnya, Desa Canggu, pada tanggal 21 Januari 2020. Ustad Nur Aliman saat ini adalah Ketua Takmir Masjid Al Mustofa. Beliau juga tercatat sebagai anggota Jamaah Qura wal Huffad NU Kab. Mojokerto.

  • SELAMAT HARI LAHIR NU KE-94

    SELAMAT HARI LAHIR NU KE-94

    SORBANSANTRI.COM

    Dibentuk di Surabaya pada 31 Januari 1926. Tercatat sebagai Badan Hukum (Rechtpersoon) pada 6 Pebruari 1930. Pada awalnya lambang organisasi NU tulisan Nahdlatoel Oelama masih menggunakan huruf latin, belum memakai huruf Arab seperti sekarang.

    Sumber: Joehan Nafiq

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • NGAJI GUS BAHA: Tips Memilih teman

    NGAJI GUS BAHA: Tips Memilih teman

    wp.sorbansantri.com – Saya selalu teringat pesan para ulama besar dari mulai Sayidina Ali sampai Imam Syafi’i, yg selalu disitir Gus Baha, tentang kawan: “Janganlah kamu berteman dengan orang yang tidak siap melihatmu berbuat salah.”
    Orang seperti itu tak layak dijadikan teman karena ia mengingkari fitrah manusia yaitu berbuat salah. Dan lebih berbahaya lagi, karena diam-diam, orang seperti itu punya rasa sombong Di mata orang seperti itu, ini salah. Itu salah. Tidak terbuka peluang bagi orang untuk memperbaiki diri. Pernah, seorang alim ditegur Tuhan karena berdoa agar dijauhkan dari kesalahan. Kata Tuhan, “Lha kalau kamu tidak berbuat salah, lalu di mana letak kehebatan sifat pengampun-Ku?”
    Sementara Nabi sendiri mensifati umatnya, dan melukiskan kebesaran Tuhan, salah satunya dalam bentuk betapa dhaifnya manusia dan betapa besarnya pengampunan Tuhan. Anak-cucu Adam itu senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baiknya mereka adalah yg lekas meminta ampunan.
    Ini berbeda sama sekali dengan orang Khawarij. Kaum ini sering mencap orang yg berbuat salah dan maksiat telah keluar dari Islam. Sementara Tuhan menyeru, sebanyak apapun kesalahan dan dosa hambaNya, jangan pernah berputus asa dari ampunan Tuhan. Aneh sekali kaum Khawarij ini yg justru ‘mengusir’ orang yg sudah masuk Islam hanya karena berbuat salah, sementara Tuhan selalu mengulurkan tangan agar orang yg berbuat salah tak berputus asa.
    Ada kisah orang alim yg selalu dijadikan contoh oleh Gus Baha dalam konteks ini. Beliau adalah Mbah Nafi’. Waktu sudah dianggap alim, oleh sesepuh dan guru-gurunya, Mbah Nafi’ diminta mengajar mengaji. Tapi beliau menolak karena takut salah.
    Akhirnya beliau diundang oleh guru-gurunya dan diberitahu: “Kamu keliru kalau tidak mau mengajar karena takut salah. Memangnya kamu itu siapa? Orang yang takut berbuat salah justru orang yang sombong. Kamu itu bukan nabi kok takut berbuat salah.” Semenjak itu Mbah Nafi’ mau mengajar. (abi sorban)
  • KUNJUNGAN KAPOLRES BARU MOJOKERTO DI GEDUNG PC NU MOJOKERTO

    KUNJUNGAN KAPOLRES BARU MOJOKERTO DI GEDUNG PC NU MOJOKERTO

    Cyberaswaja.online|Mojokerto.Kunjungan kapolres kab.Mojokerto baru AKBP FEBY D.P. HUTAGALUNG, S.I.K,. M.H ke kantor PCNU Kab.Mojokerto pada hari rabu, pukul 14.50 – 16.00 wib. Ditemui oleh Rois Syuriyah (KH.Jamzuri),ketua PCNU (KH.Abd.Adzim Alwi) beserta Jajaran Pengurus NU Kab.Mojokerto.


    Tidak ketinggalan dari Lembaga Ma’arif dan GP. Ansor sebagai perwakilan 14 Banom.
    Dari GP Ansor hadir ketua PC GP Ansor Gus Ali Moh.Nasih dan Wakil Ketua I sebagai Kasatkorcab Banser Kab.Mojokerto H.M.Yunus. (22/02/2020).

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kordinasi Di Gedung PC NU Kab.Mojokerto
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: dari Kanan: Ketua PC GP Ansor, Kapolres Mojokerto, Ketua PC NU Kab.Mojokerto

    Kunjungan Kapolres Kab.Mojokerto ke Kantor PCNU ini semakin menambah eratnya jalinan Persatuan dan Kesatuan antara Ulama’ dan Umaro’ khususnya Di Wilayah Kabupaten Mojokerto. Menjadikan Mojokerto Aman Tentram serta Damai. (irul/infokom)

    #Siapa kita…. NU

    #NKRI……Harga Mati

  • PKD PERDANA ANSOR BREBES DI AWAL TAHUN 2021

    PKD PERDANA ANSOR BREBES DI AWAL TAHUN 2021

    wp.sorbansantri.com -Mengawali tahun baru 2021 , pimpinan gerakan pemuda Ansor kabupaten Brebes mengelar agenda kaderisasi untuk calon anggota Ansor dan Banser kabupaten Brebes . Yang telah hampir 1 tahun di 2020 tidak ada kaderisasi di karenakan wabah pademi yang sedang menjangkit wilayah Indonesia , khususnya di kabupaten Brebes .

    Pada hari Sabtu ( 30/01) dilaksanakan pelatihan kepemimpinan dasar( pkd ) di PAC Ansor Brebes ,dan perdana di laksanakan di PAC kecamatan Brebes yang bertempat di madrasah ibtidaiyah iT desa pagejuang , kecamatan Brebes . Jumlah peserta yang mengikuti kaderisasi pkd ini sangat di batasi dengan jumlah 70 orang .

    kegiatan tersebut tidak lupa menerapkan protokol kesehatan yang saat ketat sesuai anjuran dari pemerintah . Ketua PC ansor brebes sahabat Ahmad munsif Marsudi secara langsung memberikan arahan dan membuka kegiatan tersebut dengan berlangsung 2 hari ke depan . Di hadiri oleh Gus Iqbal Tanjung ( ketua MDS rijalul Ansor kab.brebes. (corp banser nusantara)

  • SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    InfokomBanserNU- Snouck Hurgronje adalah mata2 imperialisme Belanda. Ia disusupkan utk menghancurkan kekuatan kaum pejuang yg mayoritas beragama Islam. Mengapa rakyat Indonesia sulit ditaklukkan?

    Snouck menemukan jawabannya. Tak lain dan tak bukan, kekuatan itu terletak pada semangat agamanya. Agama yang mengajarkan utk mencintai tanah air. Agama yg menyuntikkan dimensi jihad utk mengusir segala bentuk kolonialisme.

    Lalu Snouck mempelajar Islam. Budaya Islam. Tradisi Islam. Bahkan detail2 etos spiritualitas yg membuat bangsa Indonesia begitu gigih berjuang.

    Bukan berhenti di situ. Snouck pun mempelajari pangkal utama ajaran agama tsb. Ia hafal Al-Quran 30 juz. Ia juga mempelajari kitab2 hadits yg mu’tabarah, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kutubus sittah lainnya. Bahkan, Snouck hafal sebagian besar hadits2 tsb di luar kepala.

    Lalu apa tujuan Snouck? Tak lain adalah utk menghancurkan Islam dari dalam. Tanpa menafikan kekuatan dan perjuangan agama lain, tapi dengan menggerogoti kekuatan Islam, maka perjuangan rakyat Indonesia terhadap kolonial Belanda relatif akan lemah, dan akan mudah dihancurkan.

    Inilah yg disebut orientalisme. Mempelajari Islam bkn utk mendapatkan hidayah, melainkan utk menghancurkannya. Dengan begitu, menguasai Nusantara hanya soal waktu saja. Nusantara, akan dg mudah dikuasai.

    Zaman berubah musim pun berganti..

    Sekarang terbitlah Felix Siauw, sang muallaf yg baru sekitar th 2002 memeluk Islam. Felix tdk perlu menghafalkan Al quran dan mempelajari hadits scr detail layaknya Snouck. Itu butuh waktu lama.

    Dengan kemampuannya mengolah kata, Felix ibarat mercusuar. Ia segera mendapatkan simpati dan pengikut yg relatif banyak dari kalangan generasi muda islam berusia tanggung, anak2 muda yg blm mengenal banyak hal tentang agama. Anak remaja yg msh labil dan mencari jati diri.

    Tidak perlu waktu lama, Felix segera menjadi tokoh penting di lingkungan HTI. Ia pun segera memulai menjalankan misi propaganda pecah belah. Ia gelorakan ide khilafah yg sangat gila dan paling tdk masuk akal itu.

    Laju gerakan Felix seperti tak terbendung. Ia segera mengkampanyekan bhw nasionalisme itu tdk ada dalil dan dasarnya dlm Islam.

    Mafhum mukhalafahnya adalah, mencintai tanah air itu tdk penting. Yang penting adalah islam. Padahal negeri ini didirikan berdasarkan kesepakatan segenap komponen bangsa dan agama yg beragam. Semua bersatu dlm satu ikatan Nasional, Indonesia..!

    Sepintas gagasan itu benar. Tapi sangat menipu dan penuh kamuflase. Bagaimana dpt menegakkan Islam jika negara (state) dan bangsa (nation) hancur berantakan? Padahal Imam Al-Ghazsli pernah menyebut, pemerintahan negara dan misi kenabian ibarat saudara kembar.

    Saya yakin, Felix tahu persis, bhw jika Pancasila diganti, dan sistem khilafah berdiri di bumi Nusantara, maka sekeping tanah surga yg bernama Indonesia akan berubah menjadi neraka. Perang saudara akan terjadi. Papua, Makasar, Bali, Aceh, dst, akan segera memproklamasikan diri lepas dari Indonesia. Dan di atas pangkuan ibu pertiwi, akan menjadi ladang pembantaian. Sesama anak negeri akan saling memangsa..!

    Indonesia negeri damai, yg didirikan oleh para founding fathers dg genangan darah dan air mata, akan terkoyak dlm kepingan2 kecil. Indonesia pun, akan menjelma seperti kawasan Syiria, Irak, Afganistan, dan libiya, yg tak pernah bisa tidur dg nyenyak, dan tak sempat membangun mimpi masa depan, karena di daratan dan udara, terdengar desing peluru dan mesiu yg memekakkan telinga.

    Dengan begitu, ide2 Felix adalah mesin penghancur terhadap pemikiran para founding fathers negeri ini. Dasar2 keagamaan para ulama dan cendekiawan muslim, seperti Qurays Sihab, Gus Mus, Cak Nur, dicampakkan begitu saja.

    Sebagai seorang muallaf, Felix telah melampaui batas dan kapasitas intelektual pas-pasan yg ia miliki. Melalui medan dakwah, ia suntikkan virus perpecahan, benih2 anti nasionalisme, dst.

    Dengan congkak ia berani mengibaratkan pemerintahan Jokowi sbg rezim Firaun yg membunuh anak laki2, lantaran Jokowi menerbitkan Perppu Ormas, Felix telah memecah belah elemen bangsa, dan sesama umat.

    Pertanyaan besarnya adalah, misi apa gerangan yg dibawa Felix?

    Sama halnya misi Snouck Hurgronje yg baru diketahui 100 tahun kemudian, maka misi mendasar dari Felix tdk mudah utk diketahui saat ini. Tapi 100 tahun di kemudian hari, ketika keutuhan NKRI berhasil dicabik-cabik, ktk seluruh anak bangsa hanya bisa meratapi kekonyolannya, maka barulah sejarah akan mengetahui itu.

    Benturan antar peradaban seperti disinyalir oleh Huntington, bkn isapan jempol belaka. Itu memang nyata. Dan Indonesia, yg memiliki potensi kekuatan besar dunia setelah Cina, menjadi sasaran utama penghancuran.

    Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud yg beda? Entahlah.. Yang jelas, para pemilik suara lantang ‘anti china’ sangat ditunggu teriakan lantangnya ‘anti felix’.
    Mungkinkah itu terjadi?

    Wallahu A’lam..

  • TITIP PESAN UNTUK GP ANSOR KEC. PACET KEDEPAN

    TITIP PESAN UNTUK GP ANSOR KEC. PACET KEDEPAN

    Oleh imron rosyadi
    MENJAGA KESEIMBANGAN OLAH FIKIR DAN OLAH RAGA

    sorbanpeduli.com – Di era 2000 an, awal2 saya pulang ke kampung halaman, masih ingat betul di benak saya, kala itu ada konfrensi ancab gp Ansor Pacet di balai desa Pacet, beberapa hari sebelumnya beberapa senior gp Ansor, salah satunya almarhum Cak jito biasa dipanggil begitu, mendorong saya untuk maju bursa ketua PAC. Waktu itu juga nama saya tercatat di salah satu lembaga GP Ansor PC mojokerto, pernah mengikuti beberapa kali rapat koordinasi di PC, waktu itu ber home base di RSI sakinah.

    Waktu itu ada ke sedikit keinginan juga ingin mengabdikan ke PAC, sempat datang di Acara konfrensi itu, namun tidak masuk ke arena, karena bila masuk ke arena sama juga kami meng- iyakan diri bersedia maju bursa ketua PAC.
    Sebab setelah kami pertimbangkan dan berduskusi dg teman2 dekat kami, kala itu sangat tidak tepat timing nya bila bila berada di arena strategis GP Ansor. Karena kala itu kami menjadi ketua PAC PKB, sangat tidak mendidik bila merangkap jabatan, apalagi jabatan politis, meski PKB era itu terasa sebaga “banomnya NU”. Yg kedua, era itu adalah era olah fisik, yg lebih mengedepankan ke Banser an, nama GP Ansor, seakan tenggelam menjadi banomnya Banser. Kala itu Banser Mojokerto sangat terkenal secara Nasional dari sisi kualitas apalagi kuantitasnya, yg mengantarkan kader Ansor Mojokerto cak Muhid sebagai Satkorwil di era cak Rofik lalu Satkornas di era Ansor nya Gus Ipul, semoga saya tidak salah.

    Maka bila hari ini kita masih menemui kader-kader ansor senior kadang-kadang lemah dalam menempatkan posisi Banser, kita tidak bisa menyalahkan beliau-beliau itu, seperti kejadian Tempo hari.
    Diantara kelebihan GP Ansor masa lalu yg tangguh dalam olah fisik, punya sisi ketidak tangguhan dalam olah fikir.
    Bagaimanapun juga beliau2 adalah bagian dari tali sejarah, yg menjadikan Pacet tidak pernah jeda selalu punya kader Banser (Ansor). Yang Alhamdulillah sambung sampai hari ini dengan eranya Banser muda seperti
    Sahabat Ibad, Nuril, ngateno, #menolak duduk eh tunduk dkk.

    Sejarah masa lalu menjadi pelajaran bagi kader-kader Ansor masa kini, utamanya pengurus baru PAC Pacet. Olah fisik/ olah raga dg indikator kegiatan ke”banser” an yg dinamis, yg selalu siap menjaga kyai sampai mati dan banser akan masuk syurga lebih dulu kata Gus muwafiq, idealnya harus diimbangi dg olah fikir yg dpt diukur dg kegiatan Ansor, yg sarat dg forum2 diskusi, dialog kritis, pelatihan2 resmi n rutin n wajib semacam PKD dan jenjang atasnya, entah apa namanya sekarang, maupun pelatihan ke profesian semacam Wira usaha dsb. Warnai kabinet anda kedepan dg sahabat2 dari banyak kalangab, ada pengusaha muda, PNS muda, dosen muda, ajak semua bersinergi membangun Ansor yg hebat, seimbang olah fikir dan olah fisiknya

    Akhirnya selamat bekerja sahabat2 pengurus GP Ansor Pacet yg baru. JAS MERAH.. jangan melupakan sejarah… apalagi JAS IJO jangan melupakan cari bojo. (abi sorban)

  • SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    Snouck Hurgronje adalah mata2 imperialisme Belanda. Ia disusupkan utk menghancurkan kekuatan kaum pejuang yg mayoritas beragama Islam. Mengapa rakyat Indonesia sulit ditaklukkan?

    Snouck menemukan jawabannya. Tak lain dan tak bukan, kekuatan itu terletak pada semangat agamanya. Agama yang mengajarkan utk mencintai tanah air. Agama yg menyuntikkan dimensi jihad utk mengusir segala bentuk kolonialisme.

    Lalu Snouck mempelajar Islam. Budaya Islam. Tradisi Islam. Bahkan detail2 etos spiritualitas yg membuat bangsa Indonesia begitu gigih berjuang.

    Bukan berhenti di situ. Snouck pun mempelajari pangkal utama ajaran agama tsb. Ia hafal Al-Quran 30 juz. Ia juga mempelajari kitab2 hadits yg mu’tabarah, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kutubus sittah lainnya. Bahkan, Snouck hafal sebagian besar hadits2 tsb di luar kepala.

    Lalu apa tujuan Snouck? Tak lain adalah utk menghancurkan Islam dari dalam. Tanpa menafikan kekuatan dan perjuangan agama lain, tapi dengan menggerogoti kekuatan Islam, maka perjuangan rakyat Indonesia terhadap kolonial Belanda relatif akan lemah, dan akan mudah dihancurkan.

    Inilah yg disebut orientalisme. Mempelajari Islam bkn utk mendapatkan hidayah, melainkan utk menghancurkannya. Dengan begitu, menguasai Nusantara hanya soal waktu saja. Nusantara, akan dg mudah dikuasai.

    Zaman berubah musim pun berganti..

    Sekarang terbitlah Felix Siauw, sang muallaf yg baru sekitar th 2002 memeluk Islam. Felix tdk perlu menghafalkan Al quran dan mempelajari hadits scr detail layaknya Snouck. Itu butuh waktu lama.

    Dengan kemampuannya mengolah kata, Felix ibarat mercusuar. Ia segera mendapatkan simpati dan pengikut yg relatif banyak dari kalangan generasi muda islam berusia tanggung, anak2 muda yg blm mengenal banyak hal tentang agama. Anak remaja yg msh labil dan mencari jati diri.

    Tidak perlu waktu lama, Felix segera menjadi tokoh penting di lingkungan HTI. Ia pun segera memulai menjalankan misi propaganda pecah belah. Ia gelorakan ide khilafah yg sangat gila dan paling tdk masuk akal itu.

    Laju gerakan Felix seperti tak terbendung. Ia segera mengkampanyekan bhw nasionalisme itu tdk ada dalil dan dasarnya dlm Islam.

    Mafhum mukhalafahnya adalah, mencintai tanah air itu tdk penting. Yang penting adalah islam. Padahal negeri ini didirikan berdasarkan kesepakatan segenap komponen bangsa dan agama yg beragam. Semua bersatu dlm satu ikatan Nasional, Indonesia..!

    Sepintas gagasan itu benar. Tapi sangat menipu dan penuh kamuflase. Bagaimana dpt menegakkan Islam jika negara (state) dan bangsa (nation) hancur berantakan? Padahal Imam Al-Ghazsli pernah menyebut, pemerintahan negara dan misi kenabian ibarat saudara kembar.

    Saya yakin, Felix tahu persis, bhw jika Pancasila diganti, dan sistem khilafah berdiri di bumi Nusantara, maka sekeping tanah surga yg bernama Indonesia akan berubah menjadi neraka. Perang saudara akan terjadi. Papua, Makasar, Bali, Aceh, dst, akan segera memproklamasikan diri lepas dari Indonesia. Dan di atas pangkuan ibu pertiwi, akan menjadi ladang pembantaian. Sesama anak negeri akan saling memangsa..!

    Indonesia negeri damai, yg didirikan oleh para founding fathers dg genangan darah dan air mata, akan terkoyak dlm kepingan2 kecil. Indonesia pun, akan menjelma seperti kawasan Syiria, Irak, Afganistan, dan libiya, yg tak pernah bisa tidur dg nyenyak, dan tak sempat membangun mimpi masa depan, karena di daratan dan udara, terdengar desing peluru dan mesiu yg memekakkan telinga.

    Dengan begitu, ide2 Felix adalah mesin penghancur terhadap pemikiran para founding fathers negeri ini. Dasar2 keagamaan para ulama dan cendekiawan muslim, seperti Qurays Sihab, Gus Mus, Cak Nur, dicampakkan begitu saja.

    Sebagai seorang muallaf, Felix telah melampaui batas dan kapasitas intelektual pas-pasan yg ia miliki. Melalui medan dakwah, ia suntikkan virus perpecahan, benih2 anti nasionalisme, dst.

    Dengan congkak ia berani mengibaratkan pemerintahan Jokowi sbg rezim Firaun yg membunuh anak laki2, lantaran Jokowi menerbitkan Perppu Ormas, Felix telah memecah belah elemen bangsa, dan sesama umat.

    Pertanyaan besarnya adalah, misi apa gerangan yg dibawa Felix?

    Sama halnya misi Snouck Hurgronje yg baru diketahui 100 tahun kemudian, maka misi mendasar dari Felix tdk mudah utk diketahui saat ini. Tapi 100 tahun di kemudian hari, ketika keutuhan NKRI berhasil dicabik-cabik, ktk seluruh anak bangsa hanya bisa meratapi kekonyolannya, maka barulah sejarah akan mengetahui itu.

    Benturan antar peradaban seperti disinyalir oleh Huntington, bkn isapan jempol belaka. Itu memang nyata. Dan Indonesia, yg memiliki potensi kekuatan besar dunia setelah Cina, menjadi sasaran utama penghancuran.

    Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud yg beda? Entahlah.. Yang jelas, para pemilik suara lantang ‘anti china’ sangat ditunggu teriakan lantangnya ‘anti felix’.
    Mungkinkah itu terjadi?

    Wallahu A’lam..

  • Mereka Yang Menyimpang dari Ahlusunnah Waljamaah

    Mereka Yang Menyimpang dari Ahlusunnah Waljamaah

    Cyberaswaja.online| Sooko, Pada seminar Nasional dengan tema mengungkap Fakta pemalsuan, penyisipan dan penyelewengan kitab kitab Ulama Ahlusunnah waljamaah yang diselenggarakan oleh Yayasan Syahama bekerjasama dengan lembaga lembaga PCNU Kab. Mojokerto, H. Muhyidin Fatah, MA menyampaikan bahwa menjadi golongan Ahlusunnah wal jamaah merupakan anugerah yang patut disyukuri. Sebab golongan ini merupakan amanat dari hadis hadis Nabi yang bertebaran dalam berbagai riwayat. Dan juga merupakan golongan yang mayoritas dan para ulama telah bersepakat dengan keyakinan dari ahlusunnah waljamaah sendiri. Ia tidak mungkin sesat, sebab ia diikuti banyak ulama. Dan tidak mungkin mayoritas ulama bersepakat dalam kesesatan.

    FOTO: KETUA PC NU KAB.MOJOKERTO BESERTA JAJARAN PADA SEMINAR NASIONAL ASWAJA
    FOTO: KETUA PC NU Kab.Mojokerto bersama Pengurus dan Pantia 

    Faham-faham yang bersebrangan dengan Ahlusunnah Waljamaah itu, kata Ustad Muhyidin Fattah “seperti penyakit anjing gila. Yang menular cepat ke otak otak manusia. Dan betapa sulitnya menyadarkan orang orang yang terkena penyakit ini”.

    Diantara golongan yang menyimpang adalah kaum mujasimah yang menyatakan Allah itu berjisim. Mereka katakan Allah itu berjarak dan berukuran. Dan betapa sesatnya keyakinan ini.

    Faham-faham yang menyimpang itu sesungguhnya dimulai ketika Islam menyerang ke berbagai wilayah. Dan banyak diantara penduduk suatu wilayah itu yang kemudian masuk Islam. Tetapi orang orang mereka masih membawa keyakinannya. Dan diperparah lagi dengan lemahnya penguasaan bahasa Arab, sehingga ajaran Islam menjadi salah dipahami.

    Banyak faham faham menyimpang ini kemudian berkembang, bahkan menjadi gerakan gerakan masif. Gerakannya pun tak sekadar mengembangkan massanya tetapi juga menyelewengkan kitab-kitab Ahlusunnah Waljamaah. Dan dalam buku yang ditulis oleh Ustad Muhyidin Fattah MA, banyak mengungkap penyelewengan-penyelewengan itu dari berbagai kitab yang diterbitkan oleh penerbit penerbit wahabi.

    Sementara itu, KH. Maruf Khozin, Direktur Aswaja Center Jawa Timur menyampaikan “meskipun ada upaya upaya penghilangan jejak sejarah peran ulama salaf dan kehidupan salaf masa lalu dengan ragam tradisinya, tetapi bukti bukti sejarah ulama di masa silam tidak dapat dihilangkan begitu saja”.

    KH. Maruf Khozin mencontohkan makam para ulama yang memiliki kubah masa lalu di baqi. Beliau mengutip dawuh Al Hafidz Adz-Dzahabi:

    ﻭَﻣَﺎﺕَ ﺳَﻨَﺔَ اﺛْﻨَﺘَﻴْﻦِ ﻭَﺛَﻼَﺛِﻴْﻦَ ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﻭَﺩُﻓِﻦَ ﺑِﺎﻟﺒَﻘِﻴْﻊِ. ﻭَﻋﻠَﻰ ﻗَﺒْﺮِﻩِ اﻟﻴَﻮْﻡَ ﻗﺒﺔ ﻋﻈﻴﻤﺔ ﻣِﻦْ ﺑِﻨَﺎءِ ﺧُﻠَﻔَﺎءِ ﺁﻝِ اﻟﻌَﺒَّﺎﺱِ.

    Abbas bin Abdul Muthalib wafat pada 32 H. Dishalati oleh Utsman dan dimakamkan di Baqi’. Di atasnya ada Kubah besar yang dibangun oleh Para Khalifah Bani Abbasiyah (Siyar A’lam An-Nubala’ 3/401)

    Pentahqiq kitab tersebut yakni syekh Syuaib Al Arnauth menyatakan:

    هذا كان في عصر المؤلف أما الآن فلم يبق لها أثر

    “Kubah ini ada di masa Adz-Dzahabi (748 H). Sekarang sudah tidak ada bekasnya”

    Apakah makam yang dibangun dan memiliki kubah tidak sesuai dengan tuntutan Islam? KH. Khozin mengutip pendapat Syekh Sulaiman Al-Jamal:

    ﻭَﻣَﺤَﻞُّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ اﻟْﻤَﻴِّﺖُ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ اﻟﺼَّﻼَﺡِ ﻭَﻣِﻦْ ﺛَﻢَّ ﺟَﺎﺯَﺕْ اﻟْﻮَﺻِﻴَّﺔُ ﺑِﻌِﻤَﺎﺭَﺓِ ﻗﺒﻮﺭ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻟِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺇﺣْﻴَﺎءِ اﻟﺰِّﻳَﺎﺭَﺓِ ﻭَاﻟﺘَّﺒَﺮُّﻙِ اﻩـ. ﺣ ﻟ

    “Larangan membangun kuburan itu selama mayitnya bukan ulama. Jika makam ulama maka boleh wasiat membangun kuburan ulama, sebab hal itu dapat menghidupkan ziarah kubur dan mencari berkah dari Allah -Alhalabi-“ (Hasyiah Al Jamal 2/207)

    Selanjutnya KH. Maruf Khozin menyorot makam Nabi Muhammad yang pernah pula hendak dihancurkan kaum wahabi. Tetapi beruntung atas jasa KH. Wahab Hasbullah makam Nabi Muhammad masih ada dan seluruh umat Islam bisa berziarah di makam beliau. (Isno)

    penulis : ISNO

    editor : Infokom