Penulis: Sorban Santri

  • KENAPA PARA SANTRI SUKA MENATA SANDAL KYAI-NYA?

    KENAPA PARA SANTRI SUKA MENATA SANDAL KYAI-NYA?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ngalap berkah dengan menata sandal sebenarnya bukan hal baru;
    التبرُّكُ بالنَّعلين من الوليِّ أفضلُ منه بغيرهما لأنهما يَحمِلانِ الجُثَّةَ كلَّها . ( الفوائد المختارة : ٥٧٠ )
    Ngalap berkah melalui sandal seorang wali lebih utama dari pada dengan selainnya. Karena sandal di gunakan untuk membawa jasad seutuhnya.
    Satu hal unik yang sudah menjadi tradisi para santri adalah mereka suka berebutan menata sandal kyainya. Menata sandal kyai adalah bentuk kepatuhan yang tulus dan keta’dziman kepada sosok guru atau kyai dan diyakini didalamnya ada keberkahan. Santri menyebutnya sebagai upaya ngalap berkah.
    Perbuatan menata sandal ini juga melibatkan dua ulama besar Indonesia, yaitu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari saat mereka bersama berguru pada Kyai Sholeh Darat Semarang. Keduanya selalu berebutan dan bersaing untuk dapat menata sandal kyainya.
    Tidak sampai disini, tradisi unik ini ternyata jg pernah ada di zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Di zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم ada seorang bocah berumur belasan tahun bernama Salman. Ia selalu datang lebih dulu ke Mesjid sebelum nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم datang.
    Setelah nabi Muhammad masuk mesjid, Salman kemudian bergegas merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah صلى الله عليه وسلم penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu.
    Suatu kali saat masuk Masjid, Rasulullah Saw sengaja bersembunyi untuk melihat siapa orang yang merapikan dan mengubah letak sandalnya. Saat itulah terlihat Salman yang melakukannya.
    Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم kemudian mendoakan Salman agar menjadi orang yang alim dalam ilmu Fiqh.
    Setelah dewasa dikalangan ulama Salman dikenal sebagai ahli Fiqh sesuai doa nabi terhadapnya. (abi sorban)
  • 7  Ucapan Sayyidina Ali Yang Sudah Terjadi  Sekarang

    7 Ucapan Sayyidina Ali Yang Sudah Terjadi Sekarang

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Sudah pernah dengar nama Ali Bin Abi Thalib? Beliau adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang sangat cerdas dan bahkan digelari babul ilmi (pintunya ilmu) oleh Nabi Muhammad. Oleh karena itulah setiap ucapan Ali bin Abi Thalib sellau menjadi bahan renungan bagi kita sekalian.
    Berikut ini beberapa prediksi yang pernah diucapkan oleh Ali bin Abi Thalib yang sebenarnya sudah menjadi kenyataan saat ini. Beliau pernah berucap, “Akan datang suatu zaman dimana aku sangat khawatir dizaman itu, yakni”
    1. Banyak orang baik tapi tak berakal
    2. Banyak orang fasih berbicara tapi perbuatannya lalai.
    3. Ada pelacur menjadi publik figur
    4. Ada ulama tapi tak memberikan tauladan yang baik.
    5. Banyak orang bodoh malah tidak tau diri
    6. Ada orang tertawa tapi hatinya berkarat.
    7. Dan keimanan nya hanya ada dalam pikiran, bukan dalam sanubari.
    Sumber: Prof. Ali Muhammad, Biografi Ali bin Abi Thalib,Pustaka Al-Kautsat, 2011.
  • WARGA SUMUT KEMBALI MELAKUKAN PELECEHAN TERHADAP KIAI

    WARGA SUMUT KEMBALI MELAKUKAN PELECEHAN TERHADAP KIAI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Pengunggah Foto KH Ma’aruf Amin-‘Kakek Sugiono’ Ditangkap, Begini Tampangnya
    Polisi menangkap penunggah foto Wakil Presiden Ma’ruf Amin disandingkan dengan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias ‘Kakek Sugiono’.

    SORBANSANTRI.COM
    Sulaiman Marpaung (37), Pengunggah Foto Ma’aruf Amin-‘Kakek Sugiono’
    Pelaku bernama Sulaiman Marpaung (37) merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat kecamatan. Informasi yang diperoleh, pelaku ditangkap di rumahnya di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Jumat (2/10/2020).
    Pelaku diketahui menggunakan akun Facebook Oliver Leaman S saat memposting kolase foto Ma’ruf dan ‘Kakek Sugiono‼️ Jangan kasih KENDOR ndan!!
    Dan JANGAN MATERAI 6000..SELESAI (abi sorban)
  • Dapatkah Sikat Gigi Menggeser Kedudukan Siwak?

    Dapatkah Sikat Gigi Menggeser Kedudukan Siwak?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Jemaah Masjid Wal Ashri Pertamina (Surabaya) menanyakan kitab Fikih dengan Sistematika Mazhab yang memiliki dalil Al-Qur’an dan Hadis maka saya jawab Kitab At-Tadzhib karya Syekh Mustofa Deeb Albougha dari Damaskus. Sekaligus dikaji secara runtut, tidak loncat-loncat atau tematik. Saya senang dengan inisiatif ini. Dan saya sajikan dalam bentuk powerpoint.
    Pada pertemuan ketiga ini di antaranya membahas Bab Siwak. Bicara soal Siwak mungkin anak-anak sekarang akan bertanya seperti apa sosok Siwak itu? Maklum, keberadaan Siwak makin menjauh dari lingkungan kita.
    Dulu, zaman orang melakukan ibadah haji di antara buah tangan yang diberikan kepada para tamu adalah Siwak. Dan saya menjumpai Abah saya memiliki banyak kayu Siwak, di kantong baju, di dekat sajadah biasa melakukan salat Rawatib dan di tempat pengimaman Salat yang diikat dengan tasbihnya. Cara membuatnya pun saya masih tahu.
    SORBANSANTRI.COM
    Hari ini orang-orang lebih memilih sikat gigi dan pasta gigi, lebih praktis memang. Tetapi apakah sikat gigi sudah memenuhi tujuan dari Siwak? Berikut penjelasan Syekh Mustofa Deeb Albougha:
    ﻭاﻟﺴﻮاﻙ: اﻵﻟﺔ اﻟﺘﻲ ﺗﺪﻟﻚ ﺑﻬﺎ اﻷﺳﻨﺎﻥ، ﻭﻳﻄﻠﻖ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻌﻞ، ﻭﺗﺤﺼﻞ اﻟﺴﻨﺔ ﺑﺎﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﻛﻞ ﺧﺸﻦ ﻳﺰﻳﻞ اﻟﻮﺳﺦ، ﻭﻋﻮﺩ اﻷﺭاﻙ اﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﺑﺎﻟﺴﻮاﻙ ﺃﻓﻀﻞ.
    “Siwak adalah alat untuk menggosok gigi, Siwak juga bermakna perbuatan. Siwak sudah diperoleh dengan setiap benda kasar yang dapat menghilangkan kotoran gigi. Dan menggunakan kayu Arok yang sudah dikenal dengan Siwak lebih utama”
    Intinya, sikat dan pasta gigi sudah memenuhi fungsi dan tujuan bersiwak. (abi sorban)
  • GP ANSOR CANGGU berbagi sembako di era pandemi covid-19

    GP ANSOR CANGGU berbagi sembako di era pandemi covid-19

    SORBAN JETIS:_Ancaman resesi global tidak menyurutkan semangat sahabat sahabat Ansor ranting Canggu dalam mewujudkan kepeduliannya terhadap sesama khususnya kaum duafa dan yatim piatu ..

    SORBANSANTRI.COM

    Pemberian uang saku untuk yatim

    Pendistribusian santunan kali ini sangat spesial karena meskipun dalam kondisi pandemi yang berimbas terhadap perekonomian dunia apalagi ancaman resesi global .

    Tidak hanya kepedulian yang kita tanamkan tetapi juga pembelajaran terhadap anak anak remaja penerus ahlisunnah wal jamaah di wilayah desa Canggu , bagaimana cara peduli terhadap sesama .. mereka kami ajak langsung terjun ke masyarakat melihat langsung kondisi kaum duafa yang butuh perhatian dari semua fihak ..

    Sehingga ketika mereka dewasa atau menjadi sukses nanti tidak akan lupa terhadap fakir miskin karena jiwa dan perasaan mereka sudah di asah dini ..

    Dari sekian banyak duafa yang menerima santunan ada yang tuna netra

    Santunan yang di laksanakan hari Senin , 5 Oktober 20 jam 19 .00 di awali dengan sholat berjamaah di masjid Al muttaqin di lanjutkan dengan pendistribusian santunan yang di kordinatori Gus Slamet dari Canggu permai dan alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sukses amiin .

    By: s.parman sorban

  • KEGEMBIRAAN NABI MUHAMMAD SAW

    KEGEMBIRAAN NABI MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dari Abdurrahman bin ‘Auf r.a : “Suatu hari aku mengikuti Nabi. Kulihat beliau memasuki kebun kurma. Tiba tiba beliau bersujud. Aku pun menunggu sujudnya yang lamâ sehingga aku khawatir beliau telah meninggal. Maka, aku datang menatapnya lekat lekat.

    Beliau langsung mengangkat kepala. ‘Ada apa, Abdurrahman?’
    ‘Wahai Rasulullah, kau letakkan kepalamu disini lamâ sekali, aku khawatir engkau telah meninggal.’ bahkan aku berkata dalam hati, ‘Aku tidak akan berjumpa lagi dengan Rasulullah.’
    Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Tadi ada utusan Allah mendatangiku. Ia berkata, “Maukah kau kuberitahu sebuah kabar gembira?” Allâh berkata: ‘Siapa bersholawat untukmu satu kali, Allah bersholawat untuknya sepuluh kali”
    Nabi bersujud dan meratakan dahinya yang mulia dengan tanah. Mengapa beliau melakukan itu ? Mengapa beliau segembira itu ? Gembira bukan karena beliau dikirimi sholawat. Beliau bergembira karena balasan yang Allâh berikan. Beliau gembira dengan sholawat yang Allah curahkan kepada kita.
    Ibnu Athoillah mengomentari hadits itu dengan ulasan yang menggetarkan hati kita:
    “Seandainya sepanjang hidup engkau melakukan amal keta’atan, lalu Allâh memberimu 1 sholawat saja, tentu 1 sholawat itu lebih berat daripada semua amal ketaatanmu selama hidup. Sebab, engkau bersholawat sesuai dengan kapasitas kemampuanmu, sementara Allah bersholawat sesuai dengan sifat Ketuhanan-Nya. Ini baru satu sholawat. Lalu, bagaimana jika Allah bersholawat untukmu sebanyak 10 kali atas setiap 1 kali sholawatmu atas Rasul?”
    ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ۚ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴﻤًﺎ
    “Sesungguhnya ALLAH dan Para Malaikat-Nya selalu bersholawat kepada Nabi (SAW), Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
    ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ
    (KALAM ULAMA’)
  • OLAH RAGA YANG BERNILAI PAHALA

    OLAH RAGA YANG BERNILAI PAHALA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ibnu al-Mubarak -rahimahullah- menyatakan:
    “Sungguh banyak suatu perbuatan baik yang (terlihat) kecil (pahalanya) yang (dengan) niat (mengharap ridha Allah) dapat membuat besar pahalanya. Dan sungguh banyak perbuatan baik (yang terlihat) besar (pahalanya) yang (dengan) niat (kurang ikhlas) dapat membuat kecil pahalanya.”
    Ketahuilah bahwa perbuatan baik itu harus disertai niat agar mendapatkan pahala.
    Jika tidak ada niat, maka perbuatan baik tersebut tidak mendapatkan pahala.
    Letak niat berada di hati.
    Contohnya:
    – Niat wudhu ketika awal membasuh wajah.
    – Niat shalat ketika takbiratul ihram, yaitu ketika mengucapkan lafazh Allaahu akbar.
    – Niat puasa (fardhu) ketika terbenam matahari sampai terbit fajar.
    Sedangkan perbuatan buruk tidak membutuhkan niat.
    – Orang yang mencuri mendapatkan dosa, meskipun dia tidak niat mencuri.
    – Orang yang membuka aib orang lain tanpa hak mendapatkan dosa, meskipun dia tidak niat ghibah.
    – Orang yang memukul orang lain dengan sengaja tanpa hak mendapatkan dosa, meskipun dia tidak niat memukul.
    Sedangkan perbuatan mubah akan mendapatkan pahala, jika diniatkan untuk ketaatan.
    – Orang yang makan akan mendapatkan pahala, jika diniatkan untuk ibadah.
    – Orang yang tidur akan mendapatkan pahala, jika diniatkan agar kuat beribadah.
    – Orang yang berolah raga akan mendapatkan pahala, jika diniatkan untuk menjaga kesehatan sehingga mudah beribadah.
    Semoga Allaah senantiasa memudahkan kita untuk menghadirkan niat ketika melakukan perbuatan baik, aamiin (PC NU BREBES)
  • INI 9 KOMANDAN PERANG YANG PERNAH DIMILIKI NU

    INI 9 KOMANDAN PERANG YANG PERNAH DIMILIKI NU

    SORBAN SANTRI- Kontribusi Nahdlatul Ulama dalam membebaskan bumi pertiwi dari penjajahan, tidak dapat ditanggalkan begitu saja dari alur sejarah kemerdekaan Indonesia. Hizbullah menjadi salah satu motor penggerak para pejuang kala itu. Dari pergolakan perjuangan inilah muncul nama-nama besar para komandan perang NU yang patut kita teladani bersama.

    1. KH. ZAINUL ARIFIN
    Postur tubuhnya yang tegap, gagah dan berparas tampan menguatkan profil dirinya sebagai seorang pejuang sejati. Pria kelahiran Barus, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada tahun 1909 ini memang identik dengan Hizbullah. Tampuk kepemimpinan organisasi ini juga pernah dijabatnya sejak awal Januari 1945. Sebagai seorang komandan dirinya selalu memberikan contoh yang baik kepada para bawahannya.Geliat perjuangannya memang tidak terekam jelas dalam sejarah. Namun, dengan diangkatnya Kiai Zainul sebagai Komandan Hizbullah menandakan dirinya berperan besar dalam pergulatan perjuangan NU melawan penjajah. Pria yang masih keturunan dari Raja Barus (Sutan Ramali Pohan bin Sutan Sahi Alain) ini juga telah banyak terkontribusi baik bagi NU maupun negara. Jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Kerja III (1962-1963) menjadi satu komitmen khusus kesetiaannya kepada negara. Di akhir hayatnya (2 Maret 1963) ia tercatat sebagai Pahlawan Nasional dan penyandang penghargaan Mahaputera dari pemerintah.

    2. KH. MASJKUR
    Lahir di Singosari, Malang, 1315 H/30 Desember 1900 M. Masa mudanya banyak ia habiskan untuk merantau dari pesantren ke pesantren. Pengembaraannya dimulai dari Pesantren Bungkuk di Singosari, berlanjut ke Pondok Sono, Siwalanpanji, Tebuireng hingga berguru kepada Syaikhona Cholil Bangkalan.

    Di masa-masa perjuangan revolusi pembebasan atas penjajahan, Kiai Masjkur aktif turut berjuang sebagai seorang pejuang. Tak ayal jabatan sebagai Ketua Markas Tertinggi Sabilillah (1945-1947) diamanahkan kepada dirinya. Dan di masa Mr. Amir Syarifuddin ia ditunjuk secara resmi untuk menjadi anggota Badan Pembela Pertahanan Negara.

    Banyak perjuangan lain yang ia tunjukkan demi mengabdi pada negara. Bahkan dirinya juga tercatat pernah menjabat sebagai seorang Menteri Agama hingga 4 kabinet. Pada 19 Desember 1992 dirinya harus berpulang ke Rahmatullah. Dan di waktu pemakaman itulah dirinya mendapat penghormatan secara militer, berkat jasa-jasanya yang besar terhadap negara.

    3. KH. MUNASIR ALI
    Dilahirkan di daerah Modopuro, Mojasari, Mojokerto pada 2 Maret 1919 dari seorang ayah bernama H. Ali yang merupakan seorang kepala desa yang dihormati di daerahnya. Selama perang kemerdekaan meletus Kiai Munasir aktif sebagai seorang pejuang dan berkarir di dunia kemiliteran.

    Karirnya dimulai dengan mengikuti latihan kemiliteran prajurit Jepang dengan masuk sebagai anggota penerangan Heiho. Aktif sebagai pasukan Hizbullah dengan menjadi Komandan Batalyon Condromowo dan turut andil dalam mendirikan Hizbullah Cabang Mojokerto. Dan ketika Hizbullah melebur ke dalam barisan TNI, Kiai Munasir juga terdaftar sebagai anggota aktif, hingga dirinya diangkat menjadi Komandan Batalyon 39 TNI AD.

    Di akhir hayatnya pada 1 Januari 2002 pelbagai penghargaan pernah diberikan kepadanya mulai dari Satya Lentjana peristiwa Perang Kemerdekaan I dan II, Bintang Gerilya dan lain sebagainya.

    4. KH. SULLAM SYAMSUN
    Dia adalah satu-satunya penyandang pangkat tertinggi kemiliteran dari para tokoh NU yang pernah aktif di sana. KH. Sullam Syamsun begitulah nama lengkapnya dilahirkan di Malang 29 April 1922.

    Pada masa karir keaktifannya di dunia kemiliteran pelbagai jabatan telah ia rengkuh mulai dari Komandan Kompi I merangkap Wakil Batalyon I Brigade IV Brawijaya, Komandan Keamanan Malang Kota, Komandan Batalyon 523, 514, Pa Teritorium V/Brawijaya dan pada tahun 1977 pensiun penuh dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI.

    5. KH. ISKANDAR SULAIMAN
    Terlahir dari nasab keturunan bangsawan yang kaya raya. Iskandar Sulaiman tak menampakkan sedikitpun raut kepongahan. Justru ia dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan.

    Selepas perjalanannya menimba ilmu di Pesantren Tebuireng, dengan kekayaannya digunakannya untuk memakmurkan masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan NU kepada masyarakat. Beberapa unit pendidikan seperti madrasah dan kegiatan penunjang lain turut didirikannya.

    Namun, karirnya tidak hanya berhenti sebagai seorang pengajar saja. Di masa menjelang dan setelah masa kemerdekaan ia aktif di dunia kemiliteran. Semangat nasionalisme selalu terpancar dari sosoknya. Perjuangan itu terus ia lakukan hingga pangkat terakhir yang pernah ia raih sebagai seorang kolonel.

    6. KH. HASYIM LATIEF
    Dilahirkan di daerah Sumobito, Jombang pada 17 Mei 1928. Nama lengkapnya ialah Hasyim Latief, ia dikenal sebagai seorang tokoh Hizbullah. Awal karirnya di Hizbullah ia mulai di kala ia berstatus sebagai peserta pada pelatihan opsir Hizbullah di Cibarusa, Bogor (1945) Se-Jawa dan Madura.

    Di saat Hizbullah Jombang didirikan, Kiai Hasyim Latief lansung menjabat sebagai seorang komandan latihan. Dan ketika kisaran tahun 1947 terjadi peleburan antara TNI dengan Hizbullah, ia masuk ke dalam resimen 293 dengan komandan Letkol KH. A. Wahib Wehab. Pangkat terakhimya yang ia panggul adalah Komandan Kompi I Yon Munasir. Sayang, perjuangannya harus terhenti pada Mei 2005, pada usia 77 tahun dirinya dipanggil Sang Khalik.

    7. KH. ZAINAL MUSTOFA
    Nama kecilnya adalah Hudaeni. Lahir dari keluarga petani berkecukupan, putra pasangan Nawapi dan Nyonya Ratmah, di kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna. Dikenal sebagai salah satu tokoh NU yang memiliki banyak pengikut (baik dari kalangan santri dan masyarakat) sekaligus getol dalam menyemangatkan gerakan perlawanan terhadap penjajahan.

    Ia selalu menyerang kebijakan politik kolonial Belanda yang kerap disampaikannya dalam ceramah dan khutbah-khutbahnya. Di masa penjajahan Jepang dirinya juga mengatur strategi perlawanan terhadap Jepang. Dengan semangat jihad membela kebenaran agama dan memperjuangkan bangsa, KH. Zaenal Mustafa merencanakan akan mengadakan perlawanan terhadap Jepang pada tanggal 25 Pebruari 1944 (1 Maulud 1363 H).

    Ia juga turut serta mengomandoi perlawanan terhadap Jepang di Sukamanah Tasikmalaya. Namun sayang perjuangannya harus berakhir di balik jeruji besi. Pesantren yang didirikannya harus ditutup oleh Jepang. Dan atas jasa-jasa itulah kini KH. Zainal Mustofa diangkat sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 064/TK/Tahun 1972.

    8. H. ABDUL MANAN WIJAYA
    Namanya cukup melegenda di wilayah Kotatif Batu. Itu karena namanya telah dijadikan sebagai nama jalan, tepatnya Jl. Manan Wijaya, yang membentang di sepanjang daerah Pujon. Nama aslinya Rumpoko, lahir di Pujon pada 1910. Ayahnya seorang mandor jalan. Manan Wijaya adalah alumni Pesantren Tebuireng Jombang.

    Ketika PETA dibentuk, ia langsung bergabung dengan kesatuan militer Jepang tersebut meski sebagai tentara aktif, namun sosok santri selalu tampak. Ia juga rutin berlangganan Suara NU dan Suara Ansor dari Surabaya.

    Setelah menjadi pembicara dalam rapat akbar di Tebuireng (1967) dan menyebut “Hamid Roesdi itu Ketua Ansor” ia diMabeskan hingga pensiun.
    Pensiun dengan pangkat terakhir Brigjen. Jenazah dimakamkan di Desa Sisir Kecamatan Batu, atas permintaan sendiri, karena tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

    9. HAMID ROESDI
    Nama Hamid Roesdi telah menjadi legenda pahlawan masyarakat Kota Malang, sama halnya nama Bung Tomo untuk masyarakat Surabaya. Bahkan nama Hamid Roesdi tidak hanya dijadikan sebagai nama jalan di pusat kota, tapi juga nama terminal di Kedungkandang. Patungnya juga dapat dilihat di Malang.

    Lahir di Sumbermanjing Kulon (Pagak) Malang Selatan pada 1917. Ia putera ke empat H. Umar Roesdi.

    Di masa penjajahan Jepang ia masuk pendidikan perwira Bo Ei Gyugun Kanku Kyokutai di Bogor, kemudian menjadi Cudancho PETA di Malang Syu Dai I Daidan (Dai I Cudan) yang berkedudukan di Glagah Aren Sumbermanjing.

    Awal 1947 diangkat sebagai komandan Resimen Infantri 38 Divisi VII Untung Suropati dan sebagai Komandan Pertahanan Daerah Malang berkedudukan di Pandaan Pasuruan. Pada waktu penumpasan PKI Muso (Madiun Affair) ia menjabat Komandan Komando Penumpasan PKI Muso di daerah Malang Selatan (Turen-Donomulyo).

    Menghadapi Clash II Belanda menjabat Komandan Sub Wherkreise I dan memimpin gerilya di daerah pendudukan Malang Timur dengan pangkat mayor. Pada 8 Maret 1949 ia gugur bersama pasukannya di daerah Wonokoyo, Kedungkandang pukul 03.00 dinihari. (abi sorban)

  • Pekikan Takbir Nasionalisme

    Pekikan Takbir Nasionalisme

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Pengabdian atas Pertiwi ini, tentu bukan hanya tentang pangkat dan jabatan saja, namun lebih dari itu, ini tentang Ketulusan dan Keikhlasan sebuah perjuangan.
    Bung Tomo yang kebetulan representasi dari NU dan para pahlawan pendahulu lainnya, adalah Patriot yang hingga kini masih sangat terasa gaung nasionalismenya, bung tomo dengan pasukan santri dan doa kyai, telah secara nyata turut serta memperjuangkan kemerdekaan NKRI tercinta ini.
    Kami selaku Nahdhiyin muda, sangat masih punya keyakinan yang begitu dalam, Bahwa sebagai generasi penerus, BANSER bersama elemen muda lainnya akan selalu bisa bersinergi untuk bahu membahu menjaga Negeri ini, dari rong-rongan kaum yang tak punya jiwa nasionalisme.
    Kita yaqini bersama, bahwa NU dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya, juga akan mampu menciptakan Generasi-Generasi selayaknya Bung Tomo atau Jendral Soedirman.
    Karena Generasi Sudirman dan Bung Tomo inilah, generasi yang Takbirnya Murni dari hati demi kesatuan BANSA, AGAMA dan NEGARA, bukanlah Takbir yang dipekikkan demi kepentingan politik sesaat…
    Dirgahayu ke-75 TNI. Semoga TNI makin kuat, makin kukuh, makin kompak, menjaga kedaulatan NKRI, dan semakin dicintai rakyat Indonesia.(mwc nu srumbung)
  • GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 02 Oktober 2020. Pertama kalinya kegiatan rutin kader penggerak NU di adakan di Kecamatan Pacet Mojokerto, tepatnya di Masjid Nurul Iman Pacet Nggapuk Pacet Mojokerto. yang bertujuan untuk membentengi serta menjaga IDEOLOGI bagi semua kader-kader NU dengan mengamalkan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB yang oleh KH. Adnan Anwar diperintah unuk di NASIONALKAN.

    SORBANSANTRI.COM
    pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROBTIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB di Masjid Nurul Iman Pacet Mojokerto

    Kegiatan yang dimulai ba’da isya’ tersebut, dihadiri oleh kader-kader yang pernah mengikuti pelatihan dan bimbingan dalam lembaga dan banom NU seperti PKPNU – MKNU – DTD – DIKLATSAR – PKD – DIKLATAMA – MAKESTA – LKD Fatayat- DLL. Uniknya dalam acara tersebut adalah banyaknya silaturrakhim antar kader dengan sedikit acara ceremonial karena kegiatan ini hanya ada 3 acara inti yaitu Tawassul, pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB dan Makhallul Qiyam selebihnya itu adalah acara silaturrokhin dan santai ngobrol sesama kader.

    Dan dalam tema serta pokok bahasan dalam kegiatan tersebut adalah NKRI Harga Mati… Nderek NU sak lawase (ikut NU selamanya). Tema ini sangat dikedepankan dalam kegiatan ini sebagai wadah dan pemantapan IDEOLOGI kader Agar mandiri dalam menjalani Berbangsa dan Bernegara, tetap berpegang teguh dalam IDEOLOGI ASWAJA NU.

    Semoga kita tetap kompak, semangat dalam ber NU, tidak goyah dalam menjalani cerita berbangsa dan bernegara. Bukan Kader NU dalam Kepentingan, Bukan Kader NU dalam Balas Budi, Bukan Kader NU yang Ragu-ragu, tetapi Sebagai Kader NU yang KOKOH. (abi sorban)

    BACAAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB