Penulis: Sorban Santri

  • DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI

    Santri : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”
    Gus Dur : “Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang.”
    Santri : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya.”
    Santri : “Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?”
    Gus Dur : “Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi.”
    Santri : “Anti-aging gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Iya. Pokoknya kekal.”
    Santri : “Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya.”
    Gus Dur : “Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam.”
    Santri : “Maksudnya senior apa, Gus?”
    Gusdur : “Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa.”
    Santri : “Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?”
    Gus Dur : “Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam.”
    Santri : “Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini.”
    Gus Dur : “Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi.”
    Santri : “Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?”
    Gus Dur : “Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
    Santri : “Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi.”
    Santri : “Aneh.”
    Gus Dur : “Kok aneh? Apanya yang aneh?”
    Santri : “Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan.”
    Gus Dur : “Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat.”
    Santri : “Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak.”
    Santri : “Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?”
    Gus Dur : “Dua-duanya.”
    Santri : “Kok dua-duanya?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan.”
    Santri : “Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus.”
    Gus Dur : “Siapa bilang? Tentu saja berguna dong. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat.”
    Santri : “Ooh…”
    Gus Dur : “Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong.”
    Santri : “Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?”
    Gus Dur : “Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu.”
    Santri : “Masa sih, Gus?”
    Gus Dur : “Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok.”
    Santri : “Terus, kesalahan terbesar dia apa?”
    Gus Dur : “Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran.”
    Santri : “Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh.”
    Gus Dur : “Siapa? Ente?”
    Santri : “Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid’ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh.”
    Gus Dur : “Wah, persis Iblis tuh.”
    Santri : “Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya.”
    Gus Dur : “Siap mati, tapi tidak siap hidup.”
    Santri : “Bedanya apa, Gus?”
    Gus Dur : “Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama.”
    Santri : “Lho, kok begitu?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga.”
    Santri : “Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?”
    Gus Dur : “Pinter kamu, Kang!”
    Santri : “Santrinya siapa dulu dong? Gus Dur.”

    Sumber : Perpustakaan Universitas Menyan Indonesia (UMI)

  • KYAI ABDUL HAQ, TOKOH ASWAJA IDOLA ZAMAN

    KYAI ABDUL HAQ, TOKOH ASWAJA IDOLA ZAMAN

    SORBANSANTRI.COM
    (Oleh ; Maemun Abdul Ghofur)
    SORBAN SANTRI- Pertama Saya mengaji pada beliau adalah tahun 2003 di Lirboyo. Saya ngaji ushul fiqh saat itu. Dan sekarang, alhamdulillah walaupun melalui medsos, Saya masih dapat melanjutkan belajar pada beliau.

    Tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang mencari sosok panutan dalam bertauhid. Di sini Saya sekaligus ingin berbagi pengalaman mengaji kepada beliau.

    Sepanjang mengikuti pengajian beliau yang disiarkan di Facèbook secara live, ada 3 kelebihan beliau yang selalu membuat saya ketagihan mengikutinya.

    1. Kekayaan Bahasa

    Bahasa Arab adalah bahasa yang kaya akan makna. Bahkan dari sekian banyaknya bahasa, Allah memilihnya sebagai ‘penerjemah’ untuk menyampaikan pesan kepada umat manusia. Sebagai santri tulen, Kang Abdul Haq memiliki segudang wawasan tentang ilmu bahasa Arab, keunggulan balaghoh dan kekayaan mufrodat. Kita bisa melihatnya ketika beliau menyampaikan sebuah dalil ataupun mengenalkan istilah. Terkadang dalam satu istilah beliau menerjemahkannya dengan beberapa pilihan bahasa sehingga penyimak seperti disuguhi ‘makanan’ mana yang ia mau.
    Beliau selalu menempatkan bahasa sesuai pada muqtadho-nya. Dengan keluasan wawasan, kekayaan bahasa dan pengetahuan riwayat yang valid, beliau selalu tepat dalam memilih kata untuk menerjemahkan uniknya bahasa Arab dengan tetap menyediakan kata yang murodif yang mungkin bisa lebih difahami.

    2. Kekayaan Maqolah

    Dalam menjelaskan kitab, beliau bukan hanya sekedar membantu menerjemahkan, namun juga memberi ta’liqot dan tidak jarang mengutip maqolah-maqolah dari luar kitab sehingga kitab yang kecil-pun terasa sekali kekayaan faidahnya. Cara beliau menjabarkan seperti sedang ‘menyuapi’ kita dengan tambahan ‘lauk-pauk’ yang gurih, sehingga kita disadarkan dari berbagai hal yang dulu mungkin pernah terlintas namun sudah terlupa. Metode seperti inilah yang membuat pengajian beliau tidak membosankan seperti yang umumnya kita temui dari pengajian-pengajian kitab kuning. Seakan-akan beliau mengajari kita cara yang benar dalam ber-turats.
    Beliau juga tidak pelit untuk menceritakan khilafiyah-khilafiyah secara detil berikut referensinya. Contohnya ketika beliau berbicara tentang ayat yang terakhir diturunkan, secara gamblang beliau terangkan berikut riwayat-riwayat valid yang dinukil. Lagi-lagi ini menyadarkan kita bahwa mengaji tidak cukup dengan membaca dan mengiyakan, namun juga harus kritis, rewel menyelidiki validitas riwayat dan terbuka dengan khilafiyah.

    3. Pengayom Aqidah

    Dalam ber-teologi, beliau tergolong guru yang bijak namun tegas. Tidak jarang beliau mengingatkan kesalahan-kesalahan kita dalam mengucapkan kata yang berkaitan dengan tauhid. Contohnya dalam menjelaskan kata “Al Qoyyum”, beliau menjelaskan makna Qoyyum sekaligus mengingatkan kita bahwa “Qayyum” itu nama/ sifat Allah yang tidak semestinya kita gunakan untuk memanggil seseorang bernama Abdul Qoyyum.

    Sebagai pentolan Aswaja, beliau juga tergolong kyai yang sangat mengayomi aqidah umatnya, terutama dari pemikiran-pemikiran yang bathil. Dalam pengajian-pengajiannya, Saya sering menyaksikan kelihaian beliau dalam mendemonstrasikan argumen burhani ketika membahas isu-isu khilafiyah dengan madzhab-madzhab yang dianggap keluar dari jalur Aswaja. Beliau tidak perlu ngotot, mengejek atau nyinyir dalam menelanjangi kebathilan maupun menunjukkan lemahnya argumentasi lawan. Kemahiran dan akhlak yang terkawinkan dalam diri beliau, menjadikannya sosok yang amat patut menjadi idola kaum Aswaja masa-kini.

    Semoga Allah panjangkan umurnya, berkahi halaqahnya dan juga murid-muridnya.
    (PCNU BREBES)

  • Menjenguk Mantan Satkorcab BANSER Manado

    Menjenguk Mantan Satkorcab BANSER Manado

    SORBANSANTRI.COM

    Banser Satkorwil Kalsel– Kamis, 11 Juni 2020 Siang, kami menjenguk sahabat kami yang terbaring sakit sdr. Michael “KELO” Djamal ().
    Sakitnya agak unik, sdh krg lbh 1 tahun ybs mulai merasakan sesuatu yang tdk enak/sakit lalu melalukan pengobatan medis, namun semakin menjadi2 sakitnya dan dianggap sedikit aneh krn dokter tdk menemukan unsur penyakitnya, maka keluarga mencoba menempuh pengobatan alternatif (sdh beberapa jenis).
    Penyakit yang dialaminya adalah sdh krg lbh 4 bln badannya semakin menurun (kurus) tapi secar fisik tdk terlalu terasa sakit.
    Bahkan kedatangan kami kemarin, diterima oleh ayahnya dan ibu tiri yang dengan ikhlas dan tulus merawat ybs (kami bangga dgn ortunya), Kelo berbicara dan bahkan masih bisa bercanda artinya semangat hidupnya begitu kuat, secara fisik dia sakit tapi mentalnya sehat.
    Kami berbincang dgn Ayahnya bhw sdh seminggu ini ybs sdh mulai ada perubahan, makannya sdh lancar, diberikan minuman susu khusus (1 kaleng 700.000) dan madu itu saran dokter.
    Satu hal yang membuat saya terkejut, ketika kami akan pamit dan minta utk memanjatkan doa untuknya, justru dia meminta untuk memanjatkan doa untuk kami (Ka Ulyas boleh saya minta berdoa utk Ka Ulyas dan teman2? Kan doa orang sakit itu makbul kan kak, begitu yang dia sampaikan) Subhanallah, dgn kondisi sakit seperti itu dia tdk memimirkan utk dirinya tapi justru berpikir utk kebaikan dan kemaslahatan orang lain, maka karena itu permintaannya, yah kami persilahkan, dan dgn sedikit meneteskan air mata saya mendengarkan doanya yang luar biasa utk saya pribadi, kami semua yang datang dan untuk NU.
    Ya Allah, Engkau Maha Penyembuh, sembuhkanlah sahabat kami ini, hatinya begitu mulia.
    Allahumma rabbannas, ajhibil ba’sa, isfi anta safii la sifaa illa sifauka sifaan, laa yugadiru sakama.(ulyas taha)

  • Tata Laksana Ibadah Selama Masa Wabah Penyakit

    Tata Laksana Ibadah Selama Masa Wabah Penyakit

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Seperti yang disampaikan oleh KH Afifuddin Muhajir (Rais Syuriyah PBNU dan Wakil Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo saat pengantar BahZOOMasail online, Ahad kemarin) bahwa kita wajib mematuhi Ulil Amri. Dalam kondisi saat ini ada 3, yaitu pemerintah, ahli fikih dan medis.

    Ketika kewajiban beragama seperti ibadah, baik Fardlu ain (kewajiban setiap individu) maupun Fardlu kifayah (kewajiban kolektif seperti merawat jenazah) ‘bertabrakan’ dengan kesehatan, maka pelaksanaan dalam agama dilakukan pada tahap di bawahnya. Bukan menjalankan agama dengan menerjang hal-hal yang membahayakan baik pada diri sendiri maupun orang lain.

    Gambar:
    1. Ngaji Online Pakai CloudX bersama Telkomsel
    2. Pihak berwenang, aparat dan medis, berusaha menyelamatkan kita dari penyakit menular. Gambar dari Gus Dokter Muhammad S Niam (Ketua Perhimpunan Dokter NU).

    (kh. ma’ruf khozin)

  • Kalam Indah Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani

    Kalam Indah Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani

    SORBANSANTRI.COM

    1. Siapa saja yang memiliki kitab wiridku, berarti ia telah mendapatkan ijazah (izin untuk mengamalkannya). Ijazah itu bukan dariku, tetapi langsung dari para pengarang wirid-wirid tersebut.
    2. Seharusnya seorang santri mempunyai bacaan wirid untuk menjaga dirinya dari kesesatan.
    3. Seharusnya seorang santri banyak beribadah, dengan tujuan menjaganya dari perbuatan maksiat dan untuk memperkuat hafalannya.
    4. Kunci segala rahasia bersumber pada bacaan shalawat kepada Rasulullah ShalAllahu ‘Alaihi Wasallama.
    5. Jadikanlah Shalawat kepada Rasulullah ShalAllahu ‘Alaihi Wasallama. senantiasa berada diantara dirimu dan munajatmu.
    6. Ketika kita memuji atau menyebut keutamaan seseorang, bukan berarti kita juga merendahkan pihak lain (yang tidak disebut).
    7. Tidak meremehkan santri, kecuali orang bodoh.
    8. Sikap patuh dan rendah hati yang dibarengi dengan sedikit ilmu itu lebih baik, dari pada sifat licik dan sombong yang dibarengi dengan banyaknya ilmu.
    9. Aku senang kepada santri yang berani, tetapi sopan.
    10. Orang alim tidak cukup dengan ilmunya saja, tetapi ia harus meiliki sifat bijaksana.
    11. Orang alim tidak cukup dengn ilmunya saja, tetapi ia harus memiliki akhlak yang baik.
    12. Orang alim harus memiliki dada yang lapang.
    13. Orang yang memiliki cakrawala ilmu yang luas, akan sedikit protes kepada orang lain.
    14. Akhlak lebih di dahulukan daripada ilmu.
    15. Aku terlebih dahulu mengajarkan akhlak dan moral, sebelum aku mengajarkan ilmu dan kitab.
    16. Ilmu masih bisa dicari, tetapi tidak demikian dengan khidmah (pengabdian).
    17. Amar makruf dan nahi munkar harus dilakukkan dengan sikap bijak, lembut, dan bertahap.
    18. Hendaknya tujuanmu adalah menyebarkan ilmu, bukan malah mengalihkan perhatian banyak orang kepada dirimu.
    19. Sebarkanlah ilmu tanpa harus memperdulikan apakah mereka menerimamu atau berpaling darimu.
    20. Ilmu tidak akan berkumpul dengan sifat sombong di dalam satu dada.
  • Sempat Viral, LAZISNU Brebes Nyambangi Kang Darmin yang Lagi Sakit Parah

    Sempat Viral, LAZISNU Brebes Nyambangi Kang Darmin yang Lagi Sakit Parah

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Pengurus LAZISNU Brebes Nyambangi Kang Darmin Sing Lagi Sakit Parah

    Setelah viral di beberapa media terkait Darsim Warga Desa Karangbandung Kecamatan Ketanggungan, dimana mengalami luka serius pada bagian kepala, hari ini Ketua PC NUCARE LAZISNU Kab. Brebes H. Wahib didampingi Ketua PCNU Kab. Brebes H. M. Aqaho dan Rois Syuriyah KH. Aminudin yang dikawal oleh Kader NU dan Banser PAC Ketanggungan menjenguk dan memberikan bantuan kepada Darsim.

    Bantuan Uang dan support doa dari para tokoh NU diharapkan menjadi obat baginya untuk tetap berupaya semaksimal mungkin.

    Bantuan berupa uang Rp 1 juta dari NUCARE Brebes dan dari PAC Muslimat NU Bulakamba Rp 1 juta, bantuan diterima oleh kakak ipar sdr. Darsim.

    Darsim ini adalah anak yatim piatu dengan luka serius pada otaknya, ia sangat butuh donasi kemanusiaan, begitu sepenggal berita di berbagai media, anak ini hidup dalam lingkungan yang serba pas-pasan, dengan kondisi tubuhnya tidak bisa mengangkat sendiri, dan harus dibantu oleh saudaranya saat berbaring atau duduk dikasurnya karena pernah jatuh akibat kecelakaan dari kendaraan roda dua dan luka serius pada otaknya, akhirnya harus dirawat beberapa kali di Rumah sakit agar sembuh sediakala.

    (kontributor : Wahib /BU )

  • DZIKIR PALING DAHSYAT LA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN

    DZIKIR PALING DAHSYAT LA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – 100 x sebelum / sesudah Sholat Dhuhur
    Dari Ali RA ia berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Saya mendengar Jibril mengatakan, “Barangsiapa yang mengatakan dari umatmu 100 x kalimat -La Ilaaha Illallah Malikul Haqqul Mubin- maka ia

    1. Aman dari kefakiran / kemiskinan
    2. Mendapat kekayaan
    3. Ketenangan / ketentraman di alam kubur
    4. Dibukakakan 8 pintu syurga
    5. Selamat dari siksa kubur
    6. Akan datang dunia dengan segala kemudahan
    7. Allah akan menciptakan setiap kalimat menjadi satu Malaikat yang bertasbih kepada Allah

    [Al Habib Umar Bin Hafidz حفظه الله تعالى]

  • KEUTAMAAN WANITA

    KEUTAMAAN WANITA

    SORBANSANTRI.COM

    1. doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali
    2. isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Qur’an.
    3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do’a suami yg memakan masakannya menjadi do’a yg diijabah.
    4. Isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1
    5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur
    6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200 x sholat khusu dan doanya di ijabah’ (fadilah wanita)
    7. burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.
    8. bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.
    9. bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.
    10. bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.
    11. wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.
    12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya”.
    13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.
    14. Apabila ia membaca pd hr pertama keluar haid “Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi” Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.
    15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.

    SUBHANALLAAH…btp sayang nya Allah Swt terhadap kaum wanita.

    Wallahu a’lam

    Semoga kita salah satu wanita yang disebutkan tersebut
    امین امین امین

    🍃 Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

  • IJAZAH DOA MEMBUKA PERKARA YANG TERTUTUP

    IJAZAH DOA MEMBUKA PERKARA YANG TERTUTUP

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi Solo dikenal seorang habib yang sangat tawadlu’ dan murah senyum. Siapa saja yang datang kepadanya, selalu sejuk hatinya sebab senyum Habib yang luar biasa. Belum mendapatkan ilmu dan nasehat saja, hati trasa bahagia apalagi kalau sudah mendapatkan ilmu dari Habib Anis, cucu Habib Ali penyusun Maulid Simtut Duror ini.
    .
    Habib Anis memberikan ijazah doa kepada kita agar bisa membuka perkara-perkatra yang masih tertutup.
    .
    Berikut ini doanya.
    يا رب صل علی محمد ، وافتح من الخير کل مغلق
    Ya Rabbi Shalli ‘Ala Muhammad Waftah minal Khairi kulla Mughlaq
    .
    “Wahai Tuhanku, Sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad. Dan bukalah setiap yang terkunci dari setiap kebaikan.”
    .
    Doa ini dibaca 10 kali setelah shalat Subuh dan shalat Ashar.
    .
    Kalau istiqamah membacanya, Insya Allah… Allah akan tampakkan baginya apa saja yang tertutup. Apakah itu berupa rizki, jodoh, kebaikan dan sebagainya.
    .
    Bagi yang hendak mengamalkan mari kirim fatiha dulu kpd rasulullah saw dan habib anis.
    Lalu ucapkan (QOBILTU)

    ilahadroti~nabiyil musthofa muhammad saw
    Wailahadroti~habib anis bin alwi al-habsyi
    AL-FATIHA~••••••••••••~`

    QOBILTU

    allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad annabiyil ummi wa’ala alaihi wasohbihi wasallim.(calon jenazah)

  • Hadis Harus Melewati Tahap Seleksi Ahli Fiqih

    Hadis Harus Melewati Tahap Seleksi Ahli Fiqih

    SORBANSANTRI.COM
    para ulama kita dahulu teramat sulit mengajarkan ilmu Islam dan mewariskan kepada kita yang sudah berjalan ribuan tahun akan ambyar dan hancur lebur dengan komentar seperti di atas ini

    SORBAN SANTRI- Orang-orang NU dan yang mengikuti sistem 4 madzhab tidak serta merta menerima hadis, kecuali hadis tersebut sudah diseleksi oleh ahli fikih dalam ijtihadnya. Mengapa?

    Dalil, baik ayat Al-Qur’an maupun hadis adakalanya memiliki redaksi umum dan khusus. Ada yang jangkauannya luas (mutlaq) dan terbatas (muqayyad). Ada yang hukumnya dihapus (mansukh) dan yang menghapus (nasikh). Siapa yang mengetahui dan menguasai ilmu ini? Ya ulama ahli fikih, khususnya 4 madzhab.

    Bedanya dengan ahli hadis? Ahli hadis itu menghafal redaksi atau teks hadis, mengetahui masing-masing nama perawi dan tingkatan jarh dan ta’dil (penilaian lemah atau terpercaya), menguasai kualitas hadis dari sahih, hasan, dhaif (ada 36 macam) hingga yang hadis palsu.

    Jadi ahli hadis itu ibaratnya adalah apoteker. Ahli fikih adalah dokternya. Understand? Kalau ada orang sakit parah apa ke dokter dulu atau langsung cari obat di apotik? Ya, ke dokter dulu. Demikian pula kalau ada permasalahan agama yang tahu dosis dalil untuk suatu permasalahan adalah ulama ahli fikih.

    Ahli Hadis Syekh Waki’ (129 H) bertanya kepada para muridnya: “Mana hadis yang lebih kalian senangi?

    1. Dari A’masy, dari Abu Wail dari Ibnu Mas’ud? (Jalur ahli hadis)

    2. Dari Sufyan, dari Mansur Ibrahim, dari Alqamah, dari Ibnu Mas’ud? (Jalur ahli fikih)”

    Murid-muridnya menjawab: “Kami lebih senang yang ke 1 (jalur ahli hadis)”

    Syekh Waki’ menjawab: “Jalur pertama adalah dari ahli hadis ke ahli hadis. Dan jalur kedua dari ahli fikih ke ahli fikih.” Beliau menyimpulkan:

    حَدِيثٌ يَتَدَاوَلُهُ الفُقَهَاءُ خَيْرٌ مِنْ حَدِيثٍ يَتَدَاوَلُهُ الشُّيُوخُ.

    “Hadis yang diriwayatkan dan dibahas oleh ahli fikih lebih baik dari pada hadis yang dikaji oleh ulama ahli hadis” (Al-Hafidz Ibnu Katsir, Al-Baits Al-Hatsits, 1/22)

    Ulama ahli hadis lainnya juga memperkuat:

    عَنْ عَلِيِّ بْنِ المَدِينِيِّ قَالَ: كَانَ حَدِيثُ الفُقَهَاءِ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ حَدِيثِ المَشْيَخَةِ

    Ali bin Al-Madini berkata: “Hadis yang dikaji ulama ahli fikih lebih mereka suka dari pada hadis para ahli hadis” (Ibnu Abi Hatim Al-Jarh wa Ta’dil 2/25). (KH.MA’RUF KHOZIN)