Suara Jatim Post – Sebagai bentuk apresiasi, Rambo Garudo, selaku Direktur RS Kamar Medika, yang juga Bendahara GP Ansor Kota Mojokerto, memberikan tali asih berupa Berobat Gratis seumur hidup bagi keluarga mendiang Riyanto. Sabtu (19/12).
Hal itu diserahkan saat pelaksanaan Haul Akbar Riyanto ke -19 didampingi Walikota beserta Forkompinda Kota Mojokerto.
RS Kamar Medika akan membantu memberikan pelayanan kesehatan kedua orang tua riyanto sesuai dengan standar RS. Meliputi rawat inap juga rawat jalan, karena usia kedua orang tua riyanto yang tidak lagi muda, tentu akan membutuhkan perhatian khususnya dalam hal kesehatan,”kata dr Rambo Garudo ketika dimintai keterangan oleh kontributor www.suarajatimpost.com
Ia melanjutkan, pihaknya telah datang ke rumah mendiang Riyanto dan banyak diskusi dengan keluarga.
Penyakit yang umum diderita pada orang tua biasanya darah tinggi, diabetes/kencing manis, linu sendi, dll. Walaupun kita semua berharap kesehatan kedua orang tua Riyanto ini terus membaik sampai nanti, tidak ada salahnya kita mempersiapkan hal hal yg tidak kita duga,”tambahnya.
Seperti diketahui, Riyanto merupakan anggota Banser yang Wafat mengorbankan dirinya dalam menyelamatkan jemaah Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) 19 tahun silam.
wp.sorbansantri.com – Ternyata tiba juga saatnya Muhammad Rizieq Shihab (MRS) untuk bertekuk lutut, setelah selama ini dia dengan gagah nya mencaci maki Presiden, TNI, POLRI, ulama NU dan siapa saja tanpa ada rasa takut nya, seakan akan negara ini milik dia.
Tapi apa sebenarnya yg membuat MRS merasa percaya diri….???.
Sebenarnya MRS ini hanyalah sebuah wayang, ada dalang di belakang layar yg memainkan nya, dia merasa para dalang ini bisa mem backup nya, itu dibuktikan nya ketika dia kabur ke Arab Saudi, pada saat itu MRS status nya sudah tersangka, namun pihak kepolisian tidak mampu mengembalikan nya ke Indonesia.
Para dalang inilah yg membiayai hidup MRS 3,5 tahun di Arab Saudi. Apa penting nya MRS ini bagi para dalang itu..???
Hal ini sebenarnya erat kaitannya dengan pilpres 2024.
Pada pilpres yang akan datang sudah pasti akan ada suksesi kepemimpinan, karena Jokowi tidak bisa maju lagi.
Para dalang ini sedang mempersiapkan Anies maju sebagai capres dan Gatot Nurmantyo sebagai cawapres.
Untuk mewujudkan itu mereka akan memainkan politik identitas, politisasi agama, disinilah peran MRS sangat dibutuhkan.
Seperti kita ketahui peran MRS sangat dominan ketika memenangkan Anis jadi gubernur DKI jakarta.
Siapa dalang di belakang layar itu….??? (imam turmudi)
wp.sorbansantri.com –Logika 6 orang disebut syuhada itu hanya bisa masuk kedalam pikiran orang yang selama 6 tahun (2014-2020) menganggap ada presiden keturunan PKI, dzalim, anti Islam, anti ulama, mengkriminalisasi ulama.
Logika yang mereka bangun (sebenarnya tidak pakai nalar sih) melawan Firaunnya Indonesia (Jokowi) itu adalah jihad. Karena dalam benak mereka Jokowi lebih lalim dari Firaun (tulisan Felix kan begitu).
Dan orang-orang yang wafat ini jadi modal sosial untuk meningkatkan soliditas kelompok mereka. Mereka berhasil mengumpulkan sumbangan miliaran rupiah untuk 6 keluarga yang wafat.
Masjid-masjid basis mereka juga memasang baliho, dengan narasi 6 syuhada. Wahabi Jawa yang melakukan wahabisasi melalui budaya Jawa (seperti di masjid Jogja itu) dengan peristiwa tol km 50 itu tidak bisa menyembunyikan lagi identitasnya.
Kalau masjid secara kolektif menyebut 6 orang yang membantu kabur dari panggilan polisi disebut jihad, maka secara jelas dan terang mereka radikal dan secara diam-diam mendukung bentuk terorisme ekstrim. Coba cek pengurus masjidnya pernah gak mengecam aksi terorisme di tanah air? Saya pastikan tidak pernah.
Melalui kontestasi perebutan jamaah dengan cara wahabisasi ala budaya Jawa (wayang, Walisongo, sejarah Indonesia) dan dakwah Habib muda dikalangan warga NU lalu setelah masanya banyak berteriak lantang mendukung perjuangan HR, yang jadi korban warga NU.
Kultur Nahdliyin secara halus dihabisi Wahabi baik Wahabi konvensional ataupun Wahabi Jawa dan dihabisi perlahan oleh Habib-Habib muda, yang terakhir ini karena kesamaan akidah, madzhab fikih lebih mudah diterima, dan tanpa sadar tiba-tiba warga NU ini jadi pendukung model Islam seperti HR; anti pemerintah dengan modal slogan ” NKRI Bersyariah”, padahal agenda sebenarnya penguasaan politik negara.
Wahabisasi ala Jawa itu misalnya ngotot ada keterlibatan janisari Turki Usmani dalam perang Jawa yang dikobarkan Pangeran diPonegoro.
Dari dulu saya lebih muak pada Wahabi seperti ini daripada Wahabi konvensional, sebab Wahabi seperti ini banyak mendulang simpati warga NU. Dan perlahan warga ini masuk kedalam kolam mereka tanpa mereka sadari.
Mereka itu parasit-parasit yang memperuncing perseteruan FP* versus NU. Dengan ngompori, dan memainkan media sedemikian rupa. Dan mereka juga yang menganggap mati dalam pembangkangan terhadap negara adalah mati syahid. Kan bahaya. (ahmad sauri)
Infokom Banser NU- Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang agung nan luhur budi pekertinya. Tak ada sesiapa yang menyangkalnya. Namun, tak sedikit yang kerap lupa bahwa Nabi Muhammad juga memiliki sifat jaiz sebagaimana layaknya manusia pada umumnya. . Gus Baha dalam suatu pengajiannya pernah menceritakan Nabi Muhammad SAW pernah lupa. Hal itu terjadi saat shalat zuhur. Ketika itu, Nabi hanya melaksanakan shalat zuhur dua rakaat dan langsung menyelesaikan ibadahnya. . Para pun sahabat bertanya-tanya. Mereka segan ingin bertanya kepada sosok panutan penuh kharisma itu. “Tidak ada yang berani bilang ke Nabi,” kata Gus Baha. . Namun, tetiba Dzul Yadain mendekati Nabi dan menanyakan peristiwa langka itu. Ia bertanya apakah hal tersebut baru atau bagaimana. Nabi pun terkejut ketika hal itu disampaikan dan langsung kembali ke pengimaman. . Nabi mengonfirmasi kepada para jamaah apa hal yang disampaikan Dzul Yadain benar. Para sahabat pun mengiyakannya. “Naam ya Rasulullah. Tadi engkau shalat zuhur hanya dua rakaat,” kata para sahabat. . Lalu, Nabi pun, jelas Gus Baha, langsung bertakbir lagi dan menuntaskan shalat zuhurnya dua rakaat lagi hingga salam tahiyat akhir. . Menurut Gus Baha, lupa bagi Nabi adalah hal lumrah mengingat ia memiliki sifat jaiz sebagaimana manusia biasa pernah lupa. “Nabi tuh gak apa-apa lupa. Wong bukan Tuhan. Yang gak boleh lupa tuh Tuhan,” tegas Rais Syuriyah PBNU itu. . Gus Baha’ juga menceritakan bahwa Nabi pernah suatu pagi menanyakan makanan kepada Sayidah Aisyah. Istri Nabi itu menjawab tidak ada. . “Ya udah saya puasa saja,” kata Gus Baha menirukan respon Nabi ketika mendengar jawaban istrinya. . Saat waktu mulai beranjak siang, Nabi kembali bertanya makanan kepada Sayidah Aisyah. Kali itu, putri Sayidina Abu Bakar al-Shiddiq itu menjawab ada. “Ya sudah saya makan saja,” ujar Gus Baha menyampaikan respons Nabi kepada Aisyah. . Gus Baha juga menyampaikan bahwa kelupaan Nabi itu agar menjadi sunnah. “Saya ini tidak pernah lupa. Tapi saya diberi lupa supaya menjadi sunnah,” pungkas Gus Baha menerjemahkan pernyataan Nabi tentang kelupaannya.
1. Yang mempunyai kesempitan di hatinya,was was ( ragu ragu ) dan kurang semangat dalam melakukan amal soleh, hendaknya setiap selesai solat fardlu meletakkan telapak tangan kanan tepat di dada kiri (jantung) sambil membaca :
Maka Alloh akan menambahkan ketaqwaan, dilapangkankan dadanya, dimudahkan segala urusanya, hutang hutang nya akan cepat lunas, rizkinya akan bertambah.
3. Jika ingin terjaga atau terhindar dari gangguan semua mahluk (gangguan dhohir dan batin), hendaknya membaca 4 surat setiap pagi dan sore:
wp.sorbansantri.com- Publik politik tanah air pasti tidak asing dengan celetukan itu. Siapakah yang mempopulerkan ungkapan tersebut?
Benar, Presiden Indonesia ke lima, Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau biasa disapa dengan Gus Dur.
Gus Dur memang dikenal luas sebagai tokoh yang nyentrik. Tak jarang komentar dan statementnya mengundang kehebohan dan polemik. Tetapi dibalik pro kontranya, tak jarang dari apa yang diucapkannya ada benarnya juga.
Dan saat-saat ini, ketika Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tertangkap KPK, salah satu ungkapan Sang Putra Kyai Haji Wahid Hasyim tersebut kembali menuai banyak perhatian. Ungkapan Gus Dur tentang Kementrian Sosial.
Pada saat menjabat sebagai Presiden Indonesia tahun 1999 sampai dengan tahun 2001 dulu tokoh Nahdlatul Ulama kelahiran Jombang 7 September 1940 itu pernah membuat geger dengan membubarkan Departemen Sosial yang kini menjadi Kementerian Sosial. Alasan Gus Dur waktu itu karena Departemen Sosial korupsinya besar-besaran.
“.. Karena departemen itu yang mestinya mengayomi rakyat ternyata korupsinya gede-gedean, sampai hari ini,” ujar Gus Dur dalam wawancara dengan Andi F Noya dalam program Kick Andy tahun 2008 lalu yang kembali viral (detik.com, 7 Desember 2020).
Ya, apa yang disampaikan Gus Dur tersebut sedikit banyak memang tergambar pada kasus yang menjerat Menteri Sosial Kabinet Jokowi Jilid II, Juliari Peter Batubara, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka Minggu 6 Desember 2020. Sang Menteri dari PDI Perjuangan tersebut menjadi tersangka berkaitan dengan bantuan sosial Covid-19 wilayah Jabodetabek.
Jika dicermati ulang apa yang dilakukan Menteri Juliari ini memang miris. Di saat – saat negara ini memerangi Covid – 19, Mensos malah terlibat korupsi berkaitan dengan bantuan sosial Corona. Dengan kasus ini bahkan ada suara-suara dari sementara pihak yang mengusulkan hukuman mati.
Dan Juliari Batubara bukan satu-satunya Menteri Sosial yang terjerat KPK. Sebelumnya ada Idrus Marham dan Bachtiar Chamsyah pada posisi menteri yang sama yang berurusan dengan lembaga anti rasuah.
Bachtiar Chamsyah adalah Menteri Sosial tahun 2001 – 2009, yaitu pada era Presiden Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK berkaitan dengan kasus pengadaan sarung, sapi dan mesin jahit. Ia divonis satu tahun delapan bulan dan denda 50 juta rupiah.
Sedang Idrus Marham adalah Menteri Sosial era Jokowi Jilid I. Sang politikus Golkar ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial pada Januari 2018 menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang saat itu maju sebagai Calon Gubernur pada Pilkada Jatim.
Namun sayang jabatan itu tak genap berusia delapan bulan. Pada bulan Agustus 2018 ia mundur sebagai Menteri Sosial karena tersangkut kasus berkaitan dengan pembangunan pembangkit listrik di PLTU Riau. Sang Mantan Sekjen Paartai Golkar tersebut akhirnya terkena hukuman dua tahun penjara dan denda 50 juta rupiah.
Apa yang disampaikan Gus Dur seperti menemui kesahihannya. Dengan tertangkapnya Juliari Batubara, Idrus Marham dan Bachtiar Chamsyah, Kementrian sosial menyumbangkan Menteri terbanyak yang terjerat KPK sejak lembaga anti rasuah itu berdiri tahun 2003.
Jika Kementrian ini tetap berdiri maka tugas besar
Presiden Jokowi dan presiden-presiden RI selanjutnya untuk menempatkan orang-orang yang berintegritas pada Kementrian ini. Jika tidak Kementrian Sosial sebagai lembaga dengan korupsi gede-gedean seperti yang disematkan Gus Dur akan sangat dimungkin terus melekat dan terbawa. (abi sorban)
Infokom Ansor Banser NU-Habib Ali al-Jufri kepada Banser “mata-mata yg tidak menangis di hari kiamat adalah mata mereka yg tidak tidur utk menjaga keamanan manusia” Lihat ekspresi pak Banser, saat mendengar tausiyah Habib Ali, tidak ada terdengar teriakan dan pekikan takbir, malah mewek sambil berdoa, kenapa?! Karena selama ini Banser menjaga keamanan, kemanusiaan, negara dan bangsa bukan untuk gagah-gagahan. Itu semua karena gerakan dr hati ruhani untuk melaksanakan perintah ulama-kiai.
Isi tausiyah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq di Purwodadi, Jawa Tengah beberapa waktu lalu dipermasalahkan sekelompok orang. Gus Muwafiq oleh orang-orang yang selama ini tak suka, dituduh dan dibully menghina Nabi Muhammad SAW. Padahal dalam dakwahnya Gus Muwafiq hanya cerita mengisahkan kisah kecil Rasul yang tak terurus, dan rembes (dekil, bahasa Jawa).
Hal tersebut karena semasa kecil Kanjeng Nabi saat itu diurus sang kakek. Kehidupan Nabi semasa kecil memang dalam keadaan prihatin karena baginda Nabi semasa kecil sudah sebatang kara. Namun kisah Nabi ini dianggap sekelompok orang itu sebagai penghinaan.
Kiai Muwafiq telah meminta maaf atas ucapannya. Namun banyak juga yang mendukung tausiyah Gus Muwafiq. Banyak postingan di media sosial yang tetap mendukung Gus Muwafiq dan tetap meminta ulama besar NU ini sabar dalam menghadapi cobaan. Salah satu yang mendukung dakwah Gus Muwafiq adalah Ulama besar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Futuhiyyah Mranggen Demak KH Hanief Muslih.
Ulama kharismatik ini juga ikut urun rembug terkait ceramah KH Ahmad Muwafiq. Ia mendukung dan membenarkan apa yang diucapkan Kiai yang tinggal di Ponpes Jombor Yogyakarta ini.
Berikut pandangan tokoh besar Ulama Jawa Tengah ini :
Urun rembug, mudah-mudahan bisa menyadarkan kita, apakah Gus Muwafiq salah dalam kata-katanya yang menyebutkan Nabi Muhammad kecil pernah REMBES, atau sakit mata beliau.
Di antara temen kita ada yang membully sedemikian rupa, sepertinya dia telah menjatuhkan martabat Nabi, menghina Nabi, dan ada yang menggolongkannya boleh dibunuh Wal-Iyadhu Billah.
Terimakasih Gus Muwafiq, Antum telah banyak menyadarkan banyak orang untuk kembali ngaji kitab-kitab klasik, yang telah banyak ditinggalkan banyak orang pinter.
Berikut kutipan nash-nash kitab yang menjelaskan bahwa, Nabi Muhammad kecil ketika umur 7 tahun, beliau sempat sakit mata yang sangat amat “Romadun Syadidun”, yang dimaknai oleh Gus Muwafiq dengan REMBES. Simak baik-baik berikut ini (ma’af tidak saya terjemah) :
ومنها ما ذكره ابن الجوزي من أنه صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم أصابه رمد شديد سنة سبع من مولده فعولج في مكة فلم يفد العلاج فقيل لعبد المطلب إن في ناحية عكاظ راهبًا يعالج الأعين فركب إليه فناداه وديره مغلق فلم يجبه فتزلزل ديره حتى خاف أن يسقط عليه فخرج مبادرًا فقال يا عبد المطلب إن هذا الغلام نبي هذه الأمة ولو لم أخرج إليك لخرب على ديري فارجع به واحفظه لا يقتله بعض أهل الكتاب فعالجه وأعطاه ما يعالج به. وفي رواية أنّ الراهب أخرج صحيفة وجعل ينظر إليها وإلى رسول الله صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم ثم قال هو والله خاتم النبيين ثم قال يا عبد المطلب هذا رمد قال نعم قال إن دواءه معه خذ من ريقه وضعه على عينيه فأخذ عبد المطلب من ريقه صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم ووضعه على عينيه فبرئ لوقته. ثم قال الراهب يا عبد المطلب وتالله هذا الذي أقسم على الله به فأبرئ المرضى وأشفي الأعين من الرمد. [الكتاب: المنهل العذب المورود شرح سنن الإمام أبي داود – المؤلف: محمود محمد خطاب السبكي/ 9: 98-99] • وفي السنة السابعة من مولده صلى الله عليه وسلم استقل بكفالته جده عبد المطلب وفيها اصابه صلى الله عليه وسلم رمد شديد وفيها استسقى عبد المطلب وهو صلى الله عليه وسلم معه بسبب رؤيا دقيقة وفيها خرج عبد المطلب لتهنئة سيف بن ذي يزن الحميري بالملك [الكتاب : السيرة الحلبية في سيرة الأمين المأمون – المؤلف : علي بن برهان الدين الحلبي/ 3 : 487] • الباب الرابع فيما حصل له في سنة سبع من مولده • قال الحافظ أبو الفرج ابن الجوزي في (الوفا) في سنة سبع من مولده صلى الله عليه وسلم أصابه رمد شديد فعولج بمكة فلم يغن فقيل لعبد المطلب: إن في ناحية عكاظ راهبا يعالج الأعين فركب إليه فناداه وديره مغلق فلم يجبه فتزلزل ديره حتى كاد أن يسقط عليه فخرج مبادرا فقال: يا عبد المطلب إن هذا الغلام نبي هذه الأمة ولو لم أخرج إليك لخر علي ديرى فارجع به واحفظه لا يقتله بعض أهل الكتاب. ثم عالجه وأعطاه ما يعالج به. وألقي له المحبة في قلوب قومه وكل من يراه. عكاظ: بضم العين وآخره ظاء مشالة معجمة: مكان بقرب عرفات. [الكتاب : سبل الهدى والرشاد، في سيرة خير العباد، وذكر فضائله وأعلام نبوته وأفعاله وأحواله في المبدأ والمعاد – المؤلف : محمد بن يوسف الصالحي الشامي / 2:134] وكذا في سمط النجوم العوالي في أنباء الأوائل والتوالي لعبد الملك بن حسين بن عبد الملك العصامي المكي.
#KamiBersamaGusMuwafiq #HubbulWathonMinalIman
Dukungan bagi Gus Muwafiq tak hanya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Futuhiyyah Mranggen Demak KH Hanief Muslih. Tapi juga datang dari Ustaz Ahmad Fauzan Rofiq, M.Pd.I.
Menurut Ustaz Ahmad Fauzan isi ceramah Gus Muwafiq yang dipermasalahkan ternyata memang ada dasarnya semua. Namun dengan hati besar Gus Muwafiq tetap berjiwa ksatria. Beliau tetap meminta maaf.
“Kita meributkan soal agama, karena kebodohan kita sendiri, ilmu kita dangkal, ngajinya baru Tarikh terjemahan, tapi berani menghakimi kyai, sebut akun Facebook Nur Rokhim.
Hasil penelusuran Ust. Ahmad Fauzan Rofiq, M.Pd.I, ada 3 narasi yang dianggap kontroversial dari ceramah Gus Muwaffiq. Namun menurut Ustaz Fauzan semua yang diucapkan Gus Muwafiq ada dasarnya dan referensi kitabnya sebagai berikut :
“Nabi lahir biasa saja, tidak mengeluarkan sinar.” Faktanya: dalam kitab-kitab sirah memang tidak ada keterangan bahwa Nabi lahir sembari mengeluarkan sinar, yang terjadi sebenarnya adalah keadaan langit saat kelahiran beliau sangat terang benderang penuh cahaya. (Referensi : Kitab An-Ni’mat Al-Kubro alal Alam)
“Tubuh Nabi saat masih kanak-kanak mrembes” Itu memang kondisi umum anak-anak pada masa itu. (Referensi : Kitab Ar-Rohiq al-Makhtum)
“Nabi tidak begitu terurus ketika diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.” Maksudnya: kasih sayang dan pelayanan kakek tentu tak sehebat kasih sayang dan pelayanan orang tua sendiri. Jadi, bukan lantas dipahami “terlantar”. (Referensi : Kitab Al-Kamil fi al-Tarikh)
Nabi Muhammad saat usia tujuh tahun masih dirawat kakeknya, Mata Beliau Kena Penyakit (REMBES) Setelah Kakeknya Wafat Dirawat Pamannya ABU THOLIB. (Referensi : Kitab Nurul Absor نور الأبصار في مناقب أل بيت النبي المختار)
KESIMPULAN : Isi ceramah Gus Muwafiq tidak salah, apalagi menistakan Rosulullah, beliau hanya berusaha menjelasken dengan bahasa yg sederhana dan membumi di tempat ceramah saat itu di daerah Purwodadi Jawa tengah, Namun Akhlakul Karimah beliau tetap minta maaf.
Semoga Gus Muwaffiq selalu dalam lindungan Allah. Swt. Amin.
wp.sorbansantri.com – “Hari-hari ini kita menyaksikan banyak sekali orang-orang yang ingin mengajak ke surga tapi dengan cara neraka,” kata Gus Mus.
Padahal jika mengikuti teladan Rasulullah SAW, amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan berlandaskan kasih sayang. Menurut Gus Mus, amar ma’ruf nahi munkar adalah manifestasi dari kasih sayang.
“Orang tidak akan beramar makruf nahi munkar terhadap sesama kalau dia tidak menyayangi sesama itu. Tapi akhir-akhir ini lalu amar makruf nahi munkar tidak berlandas kasih sayang tapi banyak berlandas kebencian, dan itu salah memahami perilaku Rasulullah SAW,” kata pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.
Tak lupa, Gus Mus berpesan agar para kiai dan ulama memberikan contoh dan teladan seperti Rasulullah SAW. Harapannya, hal ini bisa meluruskan kesalahan yang terjadi di masyarakat selama ini. Jika tidak bisa persis meniru perilaku Rasulullah paling tidak bisa mendekati.
“Persis atau mendekati saja sulit, mendekati perilaku Rasulullah. Tapi, sedikit banyak kita berusaha, misalnya dari kasih sayang, kasih sayang ini saya kira mestinya semuanya bisa, kalau mempunyai hati dan sanubari,” kata Gus Mus
Ahmad saefuddin _Belakangan kita sering melihat di berbagai media massa, orang yang mengaku berjuang menegakkan agamanya dengan cara yang cenderung mengancam dan menakut-nakuti kelompok lain yang berbeda. Mereka melakukannya karena merasa itu bagian dari dakwah. Apakah dakwah dengan cara-cara seperti ini dianjurkan dan sesuai dengan strategi dakwah Nabi? Cara paling mudah untuk menjawabnya adalah dengan membandingkan dengan akhlak Nabi Muhammad selama ia hidup.
Jauh sebelum mendapat wahyu kenabian dari langit, masyarakat Mekah sudah mengenal Nabi Muhammad sebagai pribadi yang mengesankan.
Salah satu buktinya adalah gelar Alamin (orang yang dipercaya) yang disematkan kepadanya. Gelar ini didapatkannya ketika berhasil meredakan sebuah perselisihan di kalangan kaum Quraisy.
Akhlak terpuji secara konsisten dicontohkan Nabi ketika sudah menjadi rasul, bahkan sampai akhir hayat.
Terkait hal ini bahkan dengan gamblang ia katakan, “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.
Banyak contoh yang bisa kita dapatkan dari kisah hidup Nabi sehari-hari.
Mulai dari caranya bersikap kepada para sahabat, sikap kepada orang yang berbeda agama, bahkan sikap kepada para pembencinya.
Bekal kepribadian yang memikat inilah yang secara natural menjadi bagian dari strategi dakwah Nabi.
Ada sebuah cerita populer tentang seseorang yang begitu membenci Nabi Muhammad, sampai setiap hari ia melempari Nabi dengan kotoran.
Tapi ketika orang itu sakit, Nabi adalah orang pertama yang menjenguknya.
Karena perlakuan Nabi yang begitu manusiawi, orang itu memutuskan untuk memeluk Islam.
Kepada para sahabatnya Nabi dikenal sebagai sosok yang bersahabat, bisa berkelakar di saat-saat tertentu, dan tak ingin lebih dihormati lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya.
Tapi pada saat yang diperlukan, ia bisa bersikap tegas pada sahabatnya, seperti pada kasus Mu’adz bin Jabal.
Mu’adz ditegur Nabi karena membaca surat yang panjang (Albaqarah) saat mengimami shalat Isya, sementara di antara makmum ada yang tidak punya banyak waktu dan ada juga yang kelelahan.
Nabi menganjurkan agar melihat kondisi para makmum lebih dulu sebelum memilih ayat yang dibaca.
Ada juga kisah tentang pengemis buta yang selalu menghina Nabi Muhammad setiap hari. Ia tidak tahu bahwa Nabi yang selalu dihinanya adalah orang yang menyuapi setiap hari. Sampai ketika Nabi wafat dan kebiasaan menyuapi ini diteruskan Abu Bakar Shidiq, pengemis itu baru tahu bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Nabi.
Memang kita juga tahu Nabi berkali-kali terlibat peperangan dengan kelompok Quraisy.
Tapi ini dilakukan untuk mempertahankan diri saat tak ada pilihan lain, bukan sebagai praktik dakwah.
Peperangan terjadi biasanya karena kelompok lawan lebih dulu menyerang, atau menyudutkan posisi kelompok muslim. Misalnya saat kaum Quraisy memberlakukan embargo perdagangan pada kelompok muslim.
Salah satu kemenangan Nabi yang paling dihormati justru adalah peristiwa pembebasan kota Mekah (Fathu Makkah) yang dilakukan tanpa pertempuran.
Saat itu Nabi memutuskan kembali ke Mekah setelah 10 tahun di Madinah dan sudah memiliki kekuatan yang besar.
Mekah ditaklukkan dengan damai, tanpa setetes darah pun tumpah.
Kunci keberhasilan Nabi Muhammad dalam berdakwah adalah akhlaq terpuji.
Kita melihat pribadi Nabi Muhammad yang ramah dan bukan pendendam.
Dia tidak berdakwah dengan kekuatan fisik, atau dengan menakut-nakuti orang, baik di saat masih menjadi minoritas, maupun ketika sudah menjadi mayoritas.
Untuk belajar cara berdakwah, mari kita ingat lagi akhlak mulia dan strategi dakwah Nabi Muhammad.