
Pasal 106 KUHP
(sumber)
Artikel opini, analisis mendalam, dan editorial tentang berbagai topik yang relevan.

Infokom Banser MJK-19 tahun silam, tepatnya Desember tahun 2000, Sahabat Riyanto seorang Anggota Banser Kota Mojokerto mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan saudara-saudara umat Kristiani dalam Perayaan Misa Natal di Gereja Eben Haezer. Beliau meninggal akibat meledaknya bom yang diterorkan digereja tsb.
Apa yang dilakukan Alm. Riyanto merupakan tauladan bagi kita semua, bahwa kita adalah umat beragama yang hidup di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah kita, tidak boleh ada sekat hanya atas nama agama, suku, ras, dsb. Yang ada adalah INDONESIA.
Hari ini yang harus dilakukan tidak boleh hanya sekedar refleksi dan perenungan, akan tetapi aksi nyata untuk terus menghidupkan semangat Bhinneka Tungggal Ika ditengah-tengah upaya segelintir oknum yang menggerogoti dan mendistorsi kemajemukan yang menjadi identitas Indonesia.
Sebagai Kader Ansor khususnya, ini adalah amanah & tanggung jawab utama kita untuk mengejawantahkan cita-cita organisasi dalam dinamika ke-Indonesia-an. Apapun resiko, situasi, dan kondisinya kita tidak boleh mundur sedikitpun demi masa depan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Infokom Banser-Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengimbau warga nahdiyin di seluruh Tanah Air, sebaiknya tidak usah ikut reuni 212. Karena waktu penyeleggaraanya 2 Desember 2019 bersamaan dengan hari kerja.
“Lebih baik berkerja untuk keluarga daripada ikut hura-hura yang tidak jelas arahnya.
KH. Said Aqil Siroj mendengar informasi Reuni 212 yang akan digelar di Monas Jakarta akan dihadiri peserta dari Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Tambah repot, solawatan dan baca doa bersama keluarga di rumah lebih aman,” kata Said.
Tapi kalau ada warga NU yang nekad datang, disarankan atas nama pribadi, jangan membawa atribut NU.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid terpisah mengatakan, reuni 212 adalah hak bagi setiap warga untuk menghadiri acara itu, namun tak boleh membuat resah.
Wakil Menteri menyebut hukum pelaksanaan Reuni 212 oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 ialah mubah.
Namun Zainut menegaskan para ASN yang hendak mengikuti kegiatan itu wajib mendahulukan pekerjaan.
Sebab merujuk pada tanggal pelaksanaannya pada 2 Desember 2019 jatuh di hari Senin.
“Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” kata Zainut Tauhid.
“Karena pelaksanaan 212 hari kerja dan bagi ASN bekerja itu hukumnya wajib, maka sesuatu yang wajib tidak bisa diganti dengan yang mubah.
Jadi bagi ASN wajib mendahulukan pekerjaannya,”
Zainut menjelaskan, kegiatan yang bersifat mubah bisa mendatangkan nilai ibadah jika diisi dengan berbagai kegiatan.
Namun, jika sesuatu yang mubah diisi kegiatan yang buruk, itu bisa menyebabkan dosa.
Wakil Ketua Umum MUI itu memilih berprasangka baik.
Dia yakin Reuni 212 akan diisi berbagai kegiatan yang positif.
“Saya yakin Reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan,” ucap Zainut.
Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya menegaskan, Reuni 212 adalah hak warga negara.
Tidak bisa dilarang, asal tidak bertindak anarkis dan memancing keributan.




wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).
Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.
Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.
Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.
Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.
“Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.
Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.
Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.
Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.
Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.




sorbansanti.com- Ada semacam template yang dibuat oleh mereka untuk membantu orang-orang yang tidak bisa berpikir, agar bisa menjawab ketika panutan semu mereka dikritik.
Template yang beredar, “anakmu mau saya doakan seperti Nikita Mirzani atau seperti HRS”. Ada juga ” kalau punya anak cowok mau seperti baju loreng (jenderal Dudung) atau baju putih (H R)”.
Kalimat yang banyak dikopas dan di sebar di meme-meme itu cacat logika.
Pertama, menganggap ada manusia paripurna yang bersih dari kesalahan. Seakan satu orang bersih tanpa noda satu orang kotor tanpa kelebihan sama sekali.
Kedua, kalimat tersebut merupakan stigma, bahwa orang yang diperlawankan dengan idola mereka adalah orang brengsek. Jahat, anti Islam anti ulama. Perbandingan itu cara mereka mengaburkan keragaman fakta dan profil lengkap kedua sosok; ada kelebihan kekurangan, dan positif negatif dari kedua belah pihak. Dan tentu saja sangat manusiawi. Perbandingan itu untuk mengaburkan itu.
Ketiga, perbandingan itu menafikan karunia Allah yang sebar dalam berbagai lapangan kehidupan.
Dengan demikian perbandingan tersebut tidak relevan jika orang yang dianggap ulama (karena saya tidak menganggapnya begitu) dibandingkan dengan Tentara (jenderal TNI).
Karunia dan keutamaan yang Allah berikan bagi tentara misalnya,
(عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ). رواه الترمذي(1639) وأبو يعلى(4346)
“Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, pertama mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang terjaga karena menjaga (masyarakat) karena Allah”.
Dalam Saheh Bukhari disebutkan,
وعن أبي عبس عبد الرحمن بن جبر –رضي الله عنه- أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال: (مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ) رواه البخاري (2811)
” Kaki seorang hamba (para tentara) yang kotor saat betugas karena Allah ia tidak akan tersentuh api neraka.
ومن ذلك ما جاء عن أبي هريرة –رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- 🙁 لَا يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ فِي مُنْخُرَيْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ) رواه أحمد(7480) والنسائي(3107) وصححه ابن حبان (4607)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan
(رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ) رواه مسلم (1913)
Menjaga batas terluar suatu wilayah sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan sholat sebulan penuh”.
Ibn Taimiyah menjelaskan menjaga negara (diperbatasan) lebih baik dari beribadah di 3 masjid utama (Mekah, Madinah dan Masjidil Aqsha).
قال ابن تيمية –رحمه الله تعالى-:” المرابطة بالثغور أفضل من المجاورة في المساجد الثلاثة كما نص على ذلك أئمة الإسلام عامة …، وهذا متفق عليه بين السلف، حتى قال أبو هريرة – رضي الله عنه – لأن أرابط ليلة في سبيل الله أحب إلي من أن أقوم ليلة القدر عند الحجر الأسود. وذلك أن الرباط من جنس الجهاد، وجنس الجهاد مقدم على جنس الحج”ا.هـ الفتاوى الكبرى 5/146
Jadi perbandingan profesi ulama dan tentara sangat tidak relevan. Jangan menganggap salah satu lebih dekat dan lebih baik disisi Allah.
Sebab baik ulama maupun tentara yang Allah nilai hati mereka bukan pakaian loreng atau putih. Saya ko sangat yakin, dibalik baju loreng ada wali-wali Allah yang tersembunyi. Wali Allah itu seperti Intel, ia melebur dalam semua bidang kehidupan.
Sebaliknya orang yang kita anggap ulama, tapi tiap hari memprovokasi (النمام melawan pemerintah yang sah (بغات), memfitnah (فتان).
Menurut ahlus sunah menentang pemimpin yang sah itu haram, walaupun dia dzalim ataupun fasiq. Itu juga alasan kenapa para sahabat membiarkan Yazid berkuasa dan tidak mendukung perlawanan Sayidina Husen terhadap Yazid.
Seperti disebutkan Ibn Taimiyah:
قال شيخ الاسلام ابن تيمية -رحمه الله- : “لعلَّه لا يكاد يعرف طائفةٌ خرجت على ذي سلطان إلاَّ وكان في خروجها من الفساد ما هو أعظم من الفساد الذي أزالته “
“Hampir dapat dipastikan ketika sekelompok orang melawan penguasa yang sah, akan menimbulkan kerusakan lebih besar daripada kerusakan yang dilakukan penguasa yang hendak mereka hilangkan”.
Mungkin bisa Anda cek negara-negara Timur Tengah untuk membuktikan kebenaran perkataan Ibn Taimiyah ini.
Intinya pertanyaan “apakah anda ingin punya anak seperti Nikita Mirzani atau H R” atau apakah Anda ingin anak anda seperti baju loreng atau putih adalah pertanyaan sangat menyesatkan.
Jawab saja, anak saya jadi apa saja yang penting diridhai Allah dan tidak jadi provokator. Karena dosa provokator dan melawan pemerintah yang sah adalah dosa dan kezaliman paling besar.
Tambahan catatan:
من عقائد أهل السنة والجماعة المتواترة : حُرْمَةُ الخروج أو التحريض على الحاكم المسلم لفسقه أو لظلمه
06 ذو الحجة 1439
من عقائد أهل السنة والجماعة المتواترة : حُرْمَةُ الخروج أو التحريض على الحاكم المسلم لفسقه أو لظلمه
قال الحافظ ابن حجر – رحمه الله تعالى – في الفتح : (( وفي هذا الحديث جواب طاعة الإمام الذي انعقدت له البيعة، والمنع من الخروج عليه ولو جار في حكمه، وأنه لا ينخلع بالفسق )) ا ه
ونقل العلامة النووى -رحمه الله – الإجماع على ذلك فقال : ” واما الخروج عليهم وقتالهم فحرام باجماع المسلمين وإن كانوافسقة ظالمين وقد تظاهرت الاحاديث على ماذكرته وأجمع اهل السنه انه لا ينعزل السلطان بالفسق ” اه
وقال الامام ابن القيِّم -رحمه الله-: “الإنكار على الملوك والولاة بالخروج عليهم أساس كلِّ شرّ، وفتنةٌ إلى آخر الدهر “
وليعلم أنَّ التحريض على الحاكم المسلم ـ وإن كان فاسقا ـ صنعة الخوارج .
قال الحافظ ابن حجر رحمه الله واصفاً الخوارج القعدية : (والقعد الخوارج، كانوا لا يرون الحرب، بل ينكرون على أمراء الجور حسب الطاقة ويدعون إلى رأيهم ويزينون مع ذلك الخروج ويحسنونه) – تهذيب التهذيب 114 /8-