Kategori: Opini dan Analisis

Artikel opini, analisis mendalam, dan editorial tentang berbagai topik yang relevan.

  • THARIQAH

    THARIQAH

    SORBANSANTRI.COM
    Keterangan foto: KH. Sholeh Bahruddin Ngalah Pasuruan, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan, dan KH. Sholeh Qasim Sidoarjo).

    wp.sorbansantri.com- “Tiyang lek sampun thariqah, teng pundi-pundi panggonan, bah teng masjid, teng tegal, pasar, dalan, sekolah lan teng pundi mawon kedah dzikir. Ngelampai pendamelan nopo kemawon nggeh kedah dzikir (mlaku, ngadek, lungguh, meneng, ngomong, kedah dibarengi dzikir teng manah). Niku asmane Wuquf Qalbi: dzikir Allah, Allah, Allah, mboten leren-leren, terus-menerus teng njero ati.”

    (Orang kalau sudah berthariqah, di mana saja ia berada, entah di masjid, kebun, pasar, sekolah dan dimanapun harus dzikir. Melakukan kegiatan apa saja juga harus dzikir (berjalan, berdiri, duduk, diam, berbicara, harus dibarengi dzikir di hati). Itu disebut dengan Wuquf Qalbi: dzikir Allah, Allah, Allah, tiada henti, terus-menerus di dalam hati.

    “Lek sampun saget ngoten, lha niku lho jenenge wes iso topo (bertapa) dek njero pasar. Lha nek enggal saget dzikir ne’ wancine sepi-sepi tok, tapi nek kondisi rame ical dzikire, niku jenengan namung saget topo teng alas thok, tapi mboten saget topo teng tengah pasar. Nggeh topo wonten tengah pasar niki sing paling abbbooodt.”

    (Kalau sudah demikian, itulah yang dimaksud orang yang mampu bertapa di dalam pasar. Jika hanya bisa berdzikir di dalam kesunyian saja, sedangkan jika dalam kondisi ramai dzikirnya hilang, itu disebut hanya bisa bertapa di dalam hutan. Nah bertapa di tengah-tengah pasar inilah yang sangat berat).

    “Dene menawi wonten tiyang ingkang sampun tumut thariqah lan sampun gadah maqom, tapi klakuane awon. Niku mpun disalahaken thariqahe, balek sing salah tiyange.”

    (Adapun jika ada orang yang sudah berthariqah dan sudah memiliki maqam (derajat tertentu) tapi perilakunya buruk, yang disalahkan jangan thariqahnya melainkan orangnya).

    “Sami kados agama Islam, nggeh ngoten. Menawi wonten tiyang Islam kok ngelampai maksiat utawi keawonan, empun Islame sing disalahaken, kranten Islam ngoten sampun sae, balek umate sing salah.”

    (Sama halnya dengan Islam. Jika ada orang Islam namun suka berbuat maksiat dan keburukan, jangan salahkan Islamnya. Karena Islam itu sudah baik, hanya saja terkadang umat/penganutnya yang masih salah).

    Dawuh Romo Kyai Sholeh Bahruddin saat pengajian Selosoan, sekitar 2006 silam. Dialihbahasakan Jawa ke Indonesia dari Fp: Ngalah Community. (red)

  • Habib Hasan Mulachela Prihatin Ada Kalangan Habaib yang Omong Kasar dan Jorok saat Maulid Nabi

    Habib Hasan Mulachela Prihatin Ada Kalangan Habaib yang Omong Kasar dan Jorok saat Maulid Nabi

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- “Memuliakan Nabi Muhammad itu dengan kebaikan dan keteladanan. Kalau dengan provokasi dan kata-kata kotor itu justru malah mengotori kebesaran Nabi. Keturunan Rasulullah itu menyejukkan, bukan memanaskan umat,”
    Adalah Habib Hasan Mulachela, tokoh Habaib nasional dan ulama nusantara asal Solo, menegaskan, merasa prihatin adanya provokasi serta kata kasar dan jorok dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal itu menurutnya sangat bertentangan dengan akhlak Rasulullah.
    “Rasulullah itu lembut dan santun akhlaknya. Beliau tidak pernah berkata kasar. Apalagi berkata provokatif,” ucap Hasan Mulachela, yang juga keturunan Nabi Muhammad SAW ini.
    Karenanya, ia sangat menyesalkan jika ada ulama, bahkan habib sesama keturunan Nabi Muhammad yang tidak sesuai dengan akhlah kakek buyutnya itu.
    “Memuliakan Nabi Muhammad itu dengan kebaikan dan keteladanan. Kalau dengan provokasi dan kata-kata kotor itu juatru malah mengotori kebesaran Nabi. Keturunan Rasulullah itu menyejukkan, bukan memanaskan umat,” tutur Habib Hasan.
    Habib Hasan juga merasa sedih saat ada habib yang justru menjadikan peringatan Maulid Nabi dengan cara begitu. Bagi dia, memperingati Maulid Nabi itu dengan kebaikan. Misalnya berbagi kepada fakir miskin dan dhuafa.
    “Kalau Hasan Mulachela menghormati dan memperingati Maulid Nabi dengan berbagi beras ratusan ton dan uang pada fakir miskin. Itu untuk memuliakan dan memperingati Maulid Rasul. Ini artinya memuliakan. Tapi ada orang lain memuliakan Maulid Nabi dengan kata-kata kotor, piye ngunu iku,” katanya.
    Ia pun menyitir hadits yang diriwayatkan Tirmidzi bahwa kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lalu, sambung dia, hadits lain riwayat Al Baihaqi menyebut bahwa Rasulullah Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
    “Sudah jelas kan. Yang utama adalah akhlak. Dan akhlak itu yang paling sederhana dilihat dan rasakan adalah kata-kata dan ucapannya,” tutur Habib Hasan.
    Karenanya, sekali lagi Habib Hasan Mulachela minta pada para habaib untuk menjaga lisannya sesuai ajaran kakek buyutnya, Nabi Muhammad SAW. “Itu juga salah satu cara memuliakan ajaran beliau, yakni Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” pesan Habib Hasan. (han)
  • Maheer At-Thuwailibi Keterlaluan Singgung Habib Lutfi

    Maheer At-Thuwailibi Keterlaluan Singgung Habib Lutfi

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Habib Luthfi yang saya tahu, tak pernah mengujar kebencian kepada siapapun, jangankan caci maki, menyindir personal pun tak ada.
    Ceramah beliau selalu ajakan agar kita bersatu, jangan terpecah belah, jaga persatuan dan kesatuan bangsa, rawat NKRI dan Pancasila. Tapi pengusung khilafah begitu sangat membenci beliau? Tak jarang beliau selalu dihina dan dicaci maki oleh kelompok ini contohnya oleh si soni eranata ini.
    Ketika Habib yang getol bela Negara, bela kesatuan dan persatuan bangsa dihinakan, tak terdengar istilah bela Habib dari kubu yang paling gencar merasa paling bela agama bahkan imam besarnya seorang Habib.
    Berbeda jika Habib dr golongan mereka terkena kasus penganiayaan dan terjerat hukum, mereka paling keras berteriak ‘kriminalisasi ulama/habib’ ‘rezim zolim’ dll.
    Aneh.. Dasar pembajak agama!!!! (abi sorban)
  • Kyai Samsuri,Eks Pasukan Diponegoro di Gunung Kebo Trenggalek

    Kyai Samsuri,Eks Pasukan Diponegoro di Gunung Kebo Trenggalek

    SORBANSANTRI.COM

    Sorban Santri– Diantara pasukan Diponegoro yang lari ke Trenggalek adalah Kyai Samsuri (kiri, surban putih), yang menetap di utara Gunung Kebo. Kyai Samsuri dianugerahi umur panjang. Meski tidak diketahui dengan pasti tanggal kelahirannya, namun ketika wafat pada 1976, anak cucunya memastikan bahwa usianya kurang lebih 220 tahun. Tidak heran jika banyak masyarakat Trenggalek, terutama yang usia paruh baya, yang sempat ”menangi” dengan kiai jaduk ini.

    Semasa hidupnya, kyai yang mempunyai tradisi menyembelih kerbau tiap Jum’at Kliwon ini menjadi rujukan mayarakat. Mulai dari masalah pribadi seperti rizki, jodoh, hingga keturunan, hingga persoalan pemerintahan.

    Menurut penuturan keturunannya, awalnya Kyai Samsuri memulai berdakwah di daerah Gunung Kebo (Sambirejo, Trenggalek) bersama dua karibnya yang juga bekas pasukan Diponegoro. Keduanya adalah Kyai Abdullah Hafidz atau yang dikenal dengan Mbah Jenggot dan Eyang Kamdi. Pada perkembangannya, untuk makin meluaskan dakwah, Mbah Jenggot sedikit bergeser ke utara, ke sebelah utara Sungai Ngasinan, sedangkan Eyang Kamdi bergeser ke selatan.

    Pada 1910, Kyai Samsuri mendirikan masjid yang juga dimaksudkan untuk sarana mengaji masyarakat sekitar. Pada perkembangannya, seiring kedatangan santri dari luar, maka didirikan pula bangunan pondok. Pondok tersebut dinamakan Pondok Gunung Kebo.

    Satu dasawarsa paska kewafatannya, tepatnya pada tahun 1988, dakwahnya diteruskan oleh cucunya yang bernama Misni (1942–2001). Kyai Misni yang mewarisi kealiman dan kejadukan kakeknya ini kemudian menamai pesantrennya dengan Hidayatul Mubtadiien, tabarrukan kepada Pondok Hidayatul Mubtadiien Lirboyo. Ini karena memang Kyai Misni merupakan alumni Lirboyo.

    Kyai Misni wafat pada tahun 2001 ketika melaksanakan haji, saat proses haji wada’. Jenazahnya dimakamkan di Ma’la (kurang lebih 3 meter dari maqbarah Sayyidah Siti Khadijah).

    Saat ini, Pondok Gunung Kebo —begitu orang lebih mengenal— diasuh oleh KH. Miftahul Hakim Ahmad (Gus Hakim), putra pertama Kyai Misni.

    Meski kegiatan mengaji madrasah terus berjalan, namun, sekarang, Pondok Gunung Kebo lebih dikenal sebagai tempat pemondokan dan pengobatan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), yang merupakan unit baru yang diasuh putra kedua, Muhammad Ali Wafa (Gus Muh).(androw dzulfikar)

    #samsuri
    #misni
    #gunungkebo
    #pasukandiponegoro

  • Habib Ali al-Jufri: Mereka Bukan Menggambar Nabi, Tapi Menggambar Perbuatan Muslim yang Bertentangan dengan Ajaran Nabi

    Habib Ali al-Jufri: Mereka Bukan Menggambar Nabi, Tapi Menggambar Perbuatan Muslim yang Bertentangan dengan Ajaran Nabi

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Habib Ali al-Jufri memberikan tanggapan terkait salah satu tabloid di Perancis yang dianggap telah menghina Islam dengan menggambar nabi. Bukan marah dan memaki-maki sebagaimana beberapa orang, Habib Ali justru introspeksi diri.

    Menurut Habib Ali al-Jufri, orang yang menggambar nabi sejatinya mereka bukan menggambar nabi, melainkan menggambar perbuatan kita yang tidak seperti ajaran dan akhlak nabi.

    “Duhai Rasulullah, orang-orang bodoh yang menggambarmu, sejatinya bukan menggambarmu, melainkan menggambar apa yang mereka lihat pada diri kami, yang bertentangan dengan ajaran yang engkau bawa,” tutur Habib Ali al-Jufri dikutip dari Bincangsyariah.com.

    “Dulu pada saat kami belajar, jika kami mendatangi seorang yang alim, kami lebih senang belajar adabnya dulu daripada ilmunya” -Imam Az-Zuhri pic.twitter.com/jEOGw4bskR

    Akhlak Habib Ali al-Jufri ini mungkin perlu kita tiru. Saat ada orang yang kita anggap menistakan Islam atau menghina Nabi, jangan lantas kita marah kepada mereka. Siapa tahu, mereka berbuat demikian karena perbuatan kita yang membuat Islam terlihat rendah di mata pemeluk agama lain. Siapa tahu, mereka berbuat demikian karena melihat amal keseharian kita yang bertentangan dengan ajaran Islam dan akhlak nabi yang ramah dan damai. Kita tentu perlu introspeksi diri.

    Pernyataan Habib Ali al-Jufri ini juga senada dengan tausiyah Habib Umar bin Hafidz, yang juga merupakan guru beliau. Menurut Habib Umar, perbuatan semacam ini merupakan tindakan orang-orang bodoh yang tidak mengenal Islam dengan baik dan benar. Hal ini tentu menjadi PR bagi seluruh umat Islam untuk menebarkan citra Islam yang baik kepada semua orang. Kita bisa menganalkan ajaran Islam yang baik dan ramah melalui akhlak dan keseharian kita.

    Berbagai perbuatan kita yang dirasa malah menambah buruk citra Islam perlu kita hindari. Walaupun masih ada beberapa muslim yang suka marah-marah, mencaci maki, menghalalkan kekerasan, sejatinya bukan itu ajaran Islam.

    Kita perlu mengenal lebih banyak ajaran Nabi dengan memperhatikan akhlak beliau yang mulia. Satu hal yang paling penting sebagai cerminan akhlak nabi adalah pemaaf. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Nabi SAW pernah dilempari batu dan dihina saat berdakwah di Thaif. Nabi bisa saja membalas mereka, namun itu diurungkan. Nabi malah memilih untuk berdoa agar mereka diampuni oleh Allah SWT.

    Semoga kita selalu menjadi pemuja dan pembela nabi dengan mengamalkan akhlak beliau yang mulia. Amin. (abi sorban)

  • LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

    LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Senin, 9 November 2020 Perwakilan LBM NU Surakarta berangkat menuju Pondok Pesantren Luhur Mangkang Dondong Semarang untuk mengikuti Bahtsul Masail tingkat PWNU membahas beberapa masalah.

    LBM NU Solo mengirim 8 kader terbaiknya dalam Bahsul Masail, adapun delegasinya adalah

    1. Kyai AM Mustain Nasoha selaku Ketua LBM NU Surakarta dan Ketua Delegasi
    2. KH. Sofwan Fauzi
    3. Kyai Muslihin Solihin
    4. Ust. Rahmad Al Bazzar
    5. Ust. Rifan Adi Nugraha, S.H.
    6. Ust. Alif Adi Saputra, S. Kes.
    7. Ust. Muhammad Hafidz
    8. Ust. Setyawan Purnomo, S.Pd.

    Delegasi akan dibagi dalam 2 komisi:

    1. Komisi Maudluiyyah yang diketuai oleh Kyai AM. Mustain Nasoha membahas 2 masalah :

    1. Apa dlabith umum dalam menentukan shighat termasuk sharih dan kinayah.
    2. Apa dlabith dalam menentukan shighat termasuk sharih dan kinayah secara khusus dalam
      nadzar, udlhiyah, nikah, cerai, dhihar.

    2. Komisi Waqiiyah yang diketuai Kyai Muslihin Solihin ( Perumus LBM NU Surakarta ) yang akan membahas tentang bagaimana Pandangan Fiqih mengenai Syakhsiyah Maknawiyah Iktibariyah. Dan sahkah tasharrufnya.

    Romo Kyai Mustain Nasoha mengatakan bahwa LBM NU Solo sebelum berangkat telah melakukan pertemuan pertemuan internal unruk membahas 2 masalah tersebut, menurut beliau 2 masalah yang dibahas oleh PWNU Jawa Tengah ini sangat penting sekali. Agar masyarakat dalam masalah tersebut tidak melakukan pelanggaran dalam syariat.

    Dan beliau juga mengatakan bahwa kami senantiasa menunggu masyarakat. Jika ada masalah-masalah Fiqih atau Masalah Keseharian yang tidak terpecahkan dan diketahui hukumnya bisa bertanya kepada LBM NU Surakarta, bisa datang langsung ke Kantor PCNU Surakarta atau melalui kontak Humasnya 05868181006 ( Ust. Alif Adi Saputra ). (abi sorban)

  • Bumikan Jiwa Nasionalisme dan Hadirkan Islam Sejuk, IPNU IPPNU Bersama IPM & PII Gelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta

    Bumikan Jiwa Nasionalisme dan Hadirkan Islam Sejuk, IPNU IPPNU Bersama IPM & PII Gelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta

    SORBANSANTRI.COM

     

    SORBAN SANTRI- RABU 29 Oktober 2020 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Surakarta (IPNU & IPPNU) bersama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM ) Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta.
    Deklarasi diikuti sebanyak 200 kader penggerak IPNU, IPPNU, IPM dan PII bertempat di Hotel Syahid Jaya dengan mengangkat tema ‘Mengobarkan semangat Nasionalis Pelajar Islam Surakarta”, sekaligus memperingati hari  Sumpah Pemuda.

    Dalam sambutanya Ruzain, selaku ketua panitia menyampaikan, diadakannya deklarasi untuk menjaga dan mempererat ukhwah islamiyah antar pelajar islam di Kota Surakarta.
    Dari berbagai latar belakang Pelajar Islam Surakarta mamph bersatu dan berkomitmen untuk merawat persatuan kesatuan, memperkuat jiwa nasionalisme, serta menjaga prinsip dalam beragama, berbangsa dan bernegara.
    Hadir pada acara deklarasi Walikota Kota Surakarta, anggota DPRD Kota Surakarta, jajaran TNI – POLRI, perwakilan dari  PCNU Kota Surakarta dan PDM.

    SORBANSANTRI.COM
    Dalam sambutannya KH. Sugeng Nur Cholis mewakili PCNU Kota Surakarta menyampaikan,  penting membangun persatuan dan kesatuan untuk memupuk kebersamaan di ranah pemuda Islam.
    Kecerdasan pemuda  bukan hanya dari segi intelektual tetapi juga spiritualnya.
    Deklarasi Pelajar Islam Surakarta bertujuan.

    1. Merawat dan mempererat Ukhwah islamiyah dikalangan Pelajar Islam Surakarta serta memperkuat jiwa Nasionalisme.
    2. Menguatkan Falsafah Pancasila yang di Jiwai Ketuhanan yang Maha Esa serta melindungi ideologi yang bertentangan dengan Ideologi NKRI.
    3. Merawat dan memperkuat prinsip-prinsip Agama dalam Berbangsa dan Bernegara.
    4. Mencegah segala penyalahgunaan Narkoba dan perilaku pergaulan bebas serta Bullying dikalangan pelajar
    5. Mencegah penyebaran HOAX dan penggunaan isu SARA untuk kepentingan pilkada dan berbagai bentuk pemilihan lainnya demi kenyamanan, keamanan dan ketentraman di Masyarakat.

    Acara ditutup oleh Tausyiah  Gus Mustain Nasoha Al Hafidz dari Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyu dan Surakarta. Dalam tausyiahnya Gus Mustain menerangkan, Pemuda sekarang adalah pemuda pemimpin masa depan, sebagai pemuda harus berbangga diri dan bersyukur karena diciptakan mulia dimata Allah SWT. Ditangan pemudalah masa depan bangsa Indonesia, ditangan pemuda juga perintah kejayaan dari umat, dan dikakinya pemudalah kemajuan suatu bangsa dititipkan oleh Allah SWT.

    Sebagai generasi penerus, pemuda Harus bersemangat dalam belajar dan harus berilmu dalam suatu kondisi apapun. Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme tertinggi hendaknya tertanam dalam didalam hati para pemuda. Karena Mencintai Tanah Air adalah kewajiban setiap warga negara sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muahmmad SAW dimana beliau sangat mencintai Negaranya dan rela berkorban untuk bangsanya sebagaimana dikatakan Syekh Ismail Haqqi Al Hanafi Al Kholwati dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan dan beberapa tafsir yang lain. Kemudian Gus Mustain juga memesankan bahwa Syekh Abdul Qodir Audah menekankan dalam Kitabnya Tasyriul Jina’i Al Islam menekankan tentang pentingnya setiap warga negara khususnya pemuda untuk memastikan Tegaknya Hukum dan keadilan dinegaranya. (abi sorban)

  • Mahfud MD Sebut Kepulangan Habib Rizieq Ingin Dengan Terhormat

    Mahfud MD Sebut Kepulangan Habib Rizieq Ingin Dengan Terhormat

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-  Dilansir dari laman YouTube CokroTV, Mahfud menyebutkan bahwa pemerintah Arab Saudi akan melakukan deportasi terhadap Habib Rizieq karena telah melakukan pelanggaran imigrasi.

    Hal demikian diungkapkan Mahfud MD saat melakukan wawancara dengan Ade Armando selaku dosen Universitas Indonesia (UI).

    “Dia itu (Habib Rizieq) akan dideportasi karena apa? karena telah melakukan pelanggaran imigrasi,” ujar Mahfud MD dikutip pada Rabu, 4 November 2020.

    Mahfud menyebutkan bahwa Habib Rizieq memang ingin pulang ke Indonesia tetapi tidak mau dideportasi.

    “Dia ingin pulang dengan terhormat. Nah silakan saja urus begitu, itu kan urusan dia dengan Pemerintah Arab Saudi, bukan urusan kita,” lanjut Mahfud.

    Lebih lanjut, Ade Armando menanyakan mengenai pelanggaran imigrasi apa yang telah dilakukan habib Rizieq.

    “Overstay,” jawab Mahfud.

    Ade melanjutkan pertanyaan mengenai pernahkah pemerintah Indonesia menghubungi Pemerintah Arab Saudi agar Rizieq tidak pulan ke Indonesia.

    “Selama jadi menteri, tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu, saya juga tanya ke kanan ke kiri, ke BIN, Polisi, Kementerian Luar Negeri, ndak ada yang begitu,” terang Mahfud.

    Selanjutnya, Mahfud juga mengungkapkan bahwa habib Rizieq pernah dicekal oleh pemerintah Arab saudi karena dinilai telah menghimpun uang politik secara ilegal. Namun, pada kenyataannya dugaan demikian tidak terbukti sehingga pencekalan Habib Rizieq dicabut.

    “Sekarang ken menjadi bukti bahwa dulu dicekalnya itu bukan karena pemerintah Indonesia, tapi karena dugaan pelanggaran hukum pidana yang kemudian dicabut karena dugaan tersebut tidak benar,” jelas Mahfud MD.

    Pada kesempatan lain, dilansir dari YouTube FrontTV Habib Rizieq telah menyatakan kepulangan dirinya dari Arab Saudi.

    Terbang melalui pesawat Arabia Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV816 pada Senin 9 November 2020 dan tiba di tanah air pada keesokan harinya tanggal 10 November 2020.

    Habib Rizieq menegaskan pula bahwa kepulangannya ialah murni hasil dari pihaknya bersama pengurus FPI yang melobi pemerintah Arab Saudi.

    “Jika nanti ada siapapun dari pemerintah Indonesia baik dalam negeri ataupun luar negeri yang mengaku ikut membantu melobi pemerintah Saudi Aarabia dalam kepulangan saya ini, maka saya nyatakan tegas ini bohong besar, itu hoaks,” tegasnya. (sumber jurnal presisi)

  • YANG MENGHINA AGAMAMU, TIDAK MERUSAK AGAMAMU, YANG MERUSAK AGAMAMU JUSTRU PERILAKU MU

    YANG MENGHINA AGAMAMU, TIDAK MERUSAK AGAMAMU, YANG MERUSAK AGAMAMU JUSTRU PERILAKU MU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Jika ada yg menghina agamamu, perlukah bereaksi yg sangat2 berlebihan, bereaksi yg sangat sadis seperti memenggal kepala orang tsb dan membunuh yg lainnya yg tdk berdosa ? Justru perilaku yg seperti ini bukan perilaku orang yg beragama yg dijiwanya ada Tuhan, justru perilaku yg seperti ini akan berbalik menyerang menghantam agama sendiri dan disamaratakan karena ketidaktahuan, bahwa perilaku yg seperti itu akan dinilai bahwa agama ini adalah benar agama kekerasan dan menakutkan dan akhirnya yg merusak agamamu justru perilaku mu.
    Dan akhirnya benarlah apa yg dikatakan Imam Ali bin Abi Thalib : ” Musuh islam bukanlah agama Nasrani dan Yahudi melainkan kebodohan umat islam itu sendiri “.
    Jika ada yg mengkritik agamamu, maka janganlah cepat2 diteriaki penistaan agama, lalu marah, ngamuk dan demo, tetapi bercerminlah, introspeksilah, koreksilah diri sendiri, jangan merasa yg paling benar, berlakulah bijak, mungkin bisa jadi semua yg dikritiknya itu benar, bahwa selama ini beragama rajin beribadah tapi tidak mengenal Tuhan itu sendiri, sibukan Tuhan tapi melupakan kemanusiaan, maka berterimakasihlah dan perbaikilah maka dgn demikian agamamu akan semakin dihormati. Mereka akan menilai perilakumu dan perilakumu itu akan mencerminkan kualitas diri dan agamamu dan yang merusak agamamu justru perilakumu.
     Tuhan tidak perlu dibela, Dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil. ( Gus Dur )
    Sibuk membela Tuhan, memprovokasi utk melakukan pembunuhan dgn judul membela agama, membunuh atas nama agama tetapi melupakan kemanusiaan, sama sekali melupakan kemanusiaan dan hanya sibukan Tuhan, saya berani pastikan yg seperti ini Tuhan tidak akan suka, Tuhan sangat benci manusia yg seperti ini, bangga membunuh atas nama agama yg diperintahkan Tuhan kata mereka, sebaliknya Tuhan sendiri tidak pernah memerintahkan yg seperti itu, sebab semua itu mereka telah menjadi Tuhan.
    Agama tertinggi adalah kemanusiaan dan belalah mereka yg diperlakukan tidak adil, belalah saudara2 kita yg lain agama yg dilarang beribadah dan mendirikan tempat ibadah, belalah minoritas tertindas.
    Sucikan nama Tuhanmu, jangan takbir untuk perpecahan. ( Prof.KH.Quraish Shihab )
    Sibukan Tuhan tetapi melupakan kemanusiaan, memekikan nama Tuhan tetapi untuk perpecahan, untuk memprovokasi, mempolitisasi, mengadu domba dan memecah belah, untuk kejahatan kemanusiaan, Tuhan diperalat atas nama kepentingan. Bersihkan hati, bersihkan nama Tuhan, jika Tuhan telah bersemayam didlm hati maka tertanamlah inti agama, bahwa hakikat/inti agama adalah kemanusiaan.
    Jangan hanya berhenti mencintai agama, tapi agamakanlah cinta . ( Gus Dur )
    Jika orang2 muslim, Yahudi, kristen dan orang2 dari agama lain memahami agama mereka dengan baik, maka akan ada satu agama, agama cinta dan kedamaian dan belas kasihan. ( Syekh Muhammad Said Al Jamal )
    (sorban santri)
  • IJAZAH DARI SYEKH ‘AUN BIN MUIN AL QODDUMIY

    IJAZAH DARI SYEKH ‘AUN BIN MUIN AL QODDUMIY

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Istighfar mendatangkan berbagai macam karunia dari ALLAH SWT. Para Habaib dan sholihin terdahulu terbiasa melazimkan istighfar tdk kurang dari 12.000 X dlm 1 hari, dari mereka ada yg memiliki tingkatan lebih sehingga mampu membaca istighfar sebanyak 70.000 X / hari, maka akan mendapatkan rahasia istighfar, bersih jiwanya, tidak ada lagi hijab / penghalang antara hamba tsb dengan Robb Nya.
    Syech ‘Aun menjabarkan jika mereka berdoa, maka sebelum mereka meminta ini itu, maka ALLAH sdh menjawab LABBAIK, apa yg ada dibenak kalian dan apa yg tidak kalian bayangkan akan diqobulkan oleh ALLAH SWT.
    ALLAH akan menurunkan Rahmat Nya sampai bertubi-tubi. Di Al Qur’an di sebutkan, bukan hanya harta (Maal) akan tetapi harta-harta (Amwaal), yg berarti bukan hanya menginginkan harta, tetapi menginginkan anak, rumah, keluarga yg sakinah, mawaddah, rohmah, dilapangkan dadanya, bersih jiwanya dari segala dosa, akan dihilangkan rasa takut / khawatir dlm diri kita, menjadi org yg tegar, hilang kegelisahan nya, dan akan diberikan rezeki dari arah yg tdk di sangka”.
    Kemudian lebih lanjut Syech ‘Aun menjelaskan jika turun bala’ (musibah) maka mereka akan terhindar sesuai dgn firman ALLAH : “Allah tidak akan menurunkan bala’ kepada orang2 yg ber istighfar”. (QS. HUD)
    Lalu Beliau Syech ‘Aun mengajarkan agar kita hiasi diri kita setiap saat dgn bersholawat kpd Rasulullah SAW, maka ALLAH SWT akan mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya, kehidupan menjadi bahagia, tenang, bertambah nur dalam hati.
    Kemudian meningkat kepada TAJALLI, yaitu dgn memperbanyak membaca Tahlil, maka akan merontokkan lintasan2 jelek yg sering terbersit dihati kita. Tahlil sebagaimana untuk charge nya hati, dan nanti di Mahsyar akan keluar cahaya dari orang2 yg melazimkan bacaan tahlil ini.
    Di akhir ceramahnya Beliau bertanya kepada jamaah yg hadir, “apakah kalian siap, untuk dikerjakan setiap hari?”. Lalu Beliau Syech ‘Aun memberi ijazah, agar melazimkan setiap hari yaitu:

    1. Istighfar 100X (Astaghfirullah)

    2. Sholawat 100X (Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad)

    3. Tahlil 100X (Laa ilaha illalloh)

    Ini untuk awalnya, jika nanti sdh terbiasa maka bisa ditambah sendiri menjadi 200, 300 dst semampunya tak terbatas. Insyaallah akan merubah keadaan antum semua menjadi lebih baik, akan antum lihat keajaiban hati yg akan terjadi, pintu2 menuju Allah yg tertutup akan terbuka lebar.
    Kemudian Syech ‘Aun bin Muin Al Qoddumiy mengucapkan : “lakumul ijazah”
    Silahkan jawab qobiltu / qobilna ijazah
    Wallahu a’lam insyaallah bermanfaat.
    (Dikutip dari ceramah Beliau Syech ‘Aun dan diterjemahkan oleh Habib Alwi bin Ali Al Habsyi di masjid Jami Assegaf Solo).
    Allahuma sholii ‘alaa sayyidina muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa salim (abi sorban)