Kategori: Opini dan Analisis

Artikel opini, analisis mendalam, dan editorial tentang berbagai topik yang relevan.

  • WAHABI PAHAMNYA HTI ORMASNYA DAN PKS PARTAINYA

    WAHABI PAHAMNYA HTI ORMASNYA DAN PKS PARTAINYA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Bukan fanatik ,tapi belajar dari fakta yang ada.
    1. Ngaku NU tapi alergi dgn Kiai Said. Secara demokratis, Kiai Said adalah pemimpin terpilih. Ini real. Fakta yg tdk bisa dipungkiri. Ditambah menuduh beliau Syiah, Liberal.Di saat yg sama diam2 ia jatuh hati pd Sugik, Felix, Baequni dll. Masya allah. Mesra sekali.
    2. Ngaku NU malah ngece-ngece Banser. Banser iki Banom NU kang.. Saya yakin, yang type begini belum pernah ikut MKNU, PKD, Makesta IPNU/IPPNU dan segala diklat kursus NU. Di matanya sih NU hanya sebatas tahlil dan Marhabanan.
    3. Ngaku NU tapi sepakat dgn orientasi HTI. Aneh banget. NU itu Nasionalis-Agamis, sedang HTI adalah Separatis atau golongan yang akan membuat negara baru dlm negara. Bodohnya lagi, ia percaya dgn isu dihembuskan HTI bhw NU disusupi PKI.Pdhl, PKI sdh dibumihanguskan Banser. Padahal, PKI & HTI di mata Konstitusi sama terlarangnya. Mereka ini teriak PKI kepada orang yang telah membumihanguskan PKI.
    4. Ngaku NU tapi tidak paham dengan komoditi bendera Tauhid yang dijadikan alat Politik menggunakan wajah agama. Ini asli korban HTI tingkat dewa.
    5. Ngaku NU selain anti Banser malah Pro FPI. FPI emang seneng ngaku NU, tapi NU bukan FPI.
    6. Ngaku NU tapi kasih embel-embel Lurus segala. Daridulu, NU sejak 1926 ya NU. Tidak ada itu lurus, bengkok, belak-belok, naik-turun.
    Kalau sampean gak tahu. Itu masih untung karena tidak kena beban taklif alias dima’fu, kalau sudah dikasih info kok masih ngeyel. Ya sakarepmu, pujare ira. Sampean bisa lihat sliweran di Medsos. Orang macam begini ya satu paket. Sama saja dari point 1-6 ya orangnya itu2 aja. (abi sorban)
  • Setiap Bidah Sesat?

    Setiap Bidah Sesat?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Setiap Bidah Sesat? Ya, karena hadisnya memang berbunyi Kullu bidatin dhalalah. Setiap Bid’ah adalah sesat. Tidak ada Bid’ah Hasanah atau bidah yang dianggap baik. Anda ikut Nabi apa ikut kyai? Kalau ikut Nabi setiap bidah adalah sesat. Hanya para kyai yang membagi ada Bid’ah Hasanah / terpuji dan Bid’ah Sayyiah / tercela.
    Itu menurut mereka. Nyatanya Syekh Bin Baz dan Syekh Ustaimin juga membagi Bid’ah Lughawiyah (secara bahasa) dan Bid’ah ‘Adiyah (secara tradisi). Ada juga yang membagi Bid’ah Diniyah (dalam agama) dan Bid’ah Dunyawiyah (dalam urusan dunia).
    Lho, ternyata mereka menerima pembagian Bid’ah versi ulama mereka dan menolak pembagian ulama kita. Ya kita tanyakan balik: “Ikut Nabi apa ikut para Syekh itu?”
    Kajiannya malam ini ini FB Aswaja Muda. (abi sorban)
    SUMBER KH MA’RUF KHOZIN
  • BERIKAN APRESIASI IJTIMA ULAMA KE-IV, PKS TERNYATA MENDUKUNG AGENDA KHILAFAH

    BERIKAN APRESIASI IJTIMA ULAMA KE-IV, PKS TERNYATA MENDUKUNG AGENDA KHILAFAH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada dasarnya memiliki ideologi yang mirip dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Mereka sama-sama setuju dengan konsep NKRI Bersyariah, yang notabene implementasi paham khilafah.

    Keyakinan bahwa PKS memiliki agenda yang sama dapat dilihat dari apresiasinya pada rekomendasi Ijtima Ulama ke-IV yang digelar oleh PA 212.

    Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman. Ia menaruh hormat atas terselenggaranya Ijtima Ulama yang ke-IV berikut dengan hasilnya.

    Dengan apresiasi tersebut, PKS sebenarnya sedang mencitrakan dirinya sebagai pendukung setia agenda ‘ulama’ versi mereka. Hal ini agar mereka mendapatkan dukungan suara dari PA 212 dan para kroni-kroninya pada Pemilu mendatang.

    Dengan bergabung, mereka berada di barisan yang sama untuk membenci pemerintahan Presiden Jokowi. PKS jelas ingin merangkul dan bekerja sama dengan para penyelenggara Ijtima Ulama, seperti PA 212, FPI dan HTI.

    Tujuan mereka bergabung itu hanya satu, yaitu demi menjatuhkan pemerintah dan mendirikan agenda mereka untuk menegakkan khilafah di Indonesia.

    Di sisi lain, apresiasi PKS di atas juga merupakan wujud nyata dukungan mereka agar ditegakkannya khilafah. Karena Ijtima Ulama ke-IV lalu sepakat untuk mewujudkan NKRI Bersyariah, atau kata lain, khilafah islamiyah.

    Inilah mengapa kita semakin hilang hormat kepada PKS. Mereka kini telah mengasong agenda khilafah dengan politik menebarkan propaganda, kebencian dan fitnah. (abi sorban)

    Jangan mau tertipu!

  • MENGENAL SAYAP POLITIK WAHABI

    MENGENAL SAYAP POLITIK WAHABI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril, mengungkap dalam sebuah tulisannya tentang riwayat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dua kelompok ini, dalam ulasan Gus Nuril, merupakan sayap politik dari kaum Wahabi di Indonesia.

    “PKS itu sayap politik Wahabi yang ditugaskan merebut pemerintahan lewat jalur demokrasi. Setelah PK yang digulirkan Suripto tidak laku. Lalu ada sayap HTI, ini merupakan pasukan pemukul yang bersiaga “jika kondisi sudah siap” dialah yang selama ini disebut sebagai sel tidurnya ISIS,” ungkap Gus Nuril.

    Diterangkan pula bahwa ISIS merupakan sempalan dari HTI. Dan HTI itu hasil kawin silang antara Ikhwanul Muslimin Turki dan Wahabi Arab. Diceritakan, ketika pertama kali masuk ke Indonesia, IM diterima oleh bidannya Habib Husein Al-Habsyi.

    “Dan oleh Habib Husein Al Habsyi yang di jaman Pak Harto dulu pernah ngebom Candi Borobudur, lalu dilahirkan organisasi politik. Mereka merencanakan menguasai Indonesia lewat berbagai jalur politik,” lanjutnya.

    Melalui jalur demokrasi, mereka kemudian masuk dan mendirikan Partai Keadilan, atau PK. Tetapi dalam pemilu demokrasi ternyata kurang mendapatkan sambutan, maka PK yang dipimpin oleh Nur Mahmudi, kemudian melakukan tiwi kromo menjadi PKS, yang dikomandoi oleh Hidayat Nur Wahid.

    Di bawah Hidayat Nur Wahid, PKS bisa menyusup ke kubu NU, bahkan keluarga Gus Sholahudin Wahid pun sudah mulai ada putranya yang masuk PKS. Belakangan, isu santer semakin kencang, ketika muktamar di Jombang, PKS dan konon Yusuf Kalla ikut mengarsiteki kubu Kang Prof DR KH Hasyim Muzadi dan Gus Sholah (Sholahudin Wahid Hasyim).

    Di samping sisi politik yang memasuki orbit demokrasi Indonesia, sehingga mampu memicu munculnya perda-perda syariah di mana-mana hingga mencapai ratusan Perda, kelompok Wahabi dan Ikhwanul Muslimin ini kemudian melahirkan kawin silang bernama HTI.

    “Kelompok ini sebenarnya memiliki makna mengerikan, yaitu hizbut artinya pasukan, barisan atau tentara, tahrir adalah pembersih atau pembebas. Jadi, HTI artinya tentara pembebas Indonesia,” jelasnya.

    Ya, lanjut Gus Nuril, mereka memiliki pandangan bangsa Islam di Nusantara ini dijajah oleh pemerintah Indonesia yang menggunakan dasar thogut sebagai bentuk azas-nya. Jadi Pancasila itu thogut alias setan. Pemimpinnya penjajah. Maka misi yang dibawanya adalah menjadi negara theologi alias Indonesia sebagai negara Islam dengan sistem khilafah yang wahabiyah.

    Group ini juga mengintrodusir kelompok militan tersembunyi yang selama ini menjadi pelahir teroris, yaitu kelompok yang mengklaim dirinya salafy. Padahal salafy itu sebenarnya adalah para ulama yang lahir setelah zaman nabi, yaitu yang terkenal sebagai “salafus sholeih”.

    “Nah, salafy yang ini lahir sekitar abad ke 20, atau bareng dengan kemerdekaan Arab Saudi sekitar tahun 1924-an. Mereka mengklaim sebagai kelompok salaf yang boleh mengkafirkan kelompok lain. Mereka menguasai perumahan-perumahan, kemudian dijadikan basis pertahanan,” terangnya kembali.

    Mereka tersembunyi dan susah dideteksi karena bergerombol dalam sebuah group perumahan tersendiri, mendirikan RT dan Rw sendiri. Kelompok ini sangat intens mendirikan sekolah sekolah dan pengajian-pengajian, mendirikan rumah rumah ngaji, dan menduduki masjid masjid,” sambungnya.

    Di samping kelompok salafi, lanjutnya lagi, juga ada yang bernama MTA, yang berpusat di Solo, dipimpin oleh Asukino atau Ahmad Sukino. Kelompok ini menawarkan kajian Quran dengan tafsir “sak wudele dewe” sehingga mengkafir-kafirkan sesama muslim.

    Di zaman Pak Harto, kelompok ini dengan kelompok radikal lainnya dikendalikan oleh tokoh TNI yang berpengaruh, yaitu Tripel S, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Syafri Samsudin dan Sudi Silalahi.

    Di bawah kendali mereka, pertumbuhan kelompok radikal itu dapat ditekan atau tidak mampu mengembangkan sayap. Namun justru di jaman pemerintahan SBY lah kelompok ini semakin mengembang di mana-mana.

    “Kelompok Wahabi ini juga menyusup dan ikut besar di pekarangan Muhammadiyah. Bahkan banyak guru guru Muhammadiyah yang menjadi PKS. Maka wajar kalau gerakan pemanasan makar 411, 313 atau 212, di dalamnya ada tokoh Amin Rais, ada Hidayat Nur Wahid,” pungkasnya. ( Adzamat Khan )

    #WaspadaTandukSyetanNajd_Wahabi

  • DNA BANSER ADALAH JIWA KEPERWIRAAN YANG DI WARISKAN SECARA TURUN TEMURUN

    DNA BANSER ADALAH JIWA KEPERWIRAAN YANG DI WARISKAN SECARA TURUN TEMURUN

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Banyak anggota Banser yang dalam DNA-nya mengalir genetika pengawal ulama. Artinya, jika ditelusuri, leluhur mereka ini dulunya anggota laskar Diponegoro yang berdiaspora di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika tidak, bisa dipastikan bapak maupun simbah mereka dulu pernah nderek (menyertai) kiainya bertempur dalam perang kemerdekaan. Ada jiwa keperwiraan yang diwariskan secara turun-temurun.

    Karena itu, meski Banser diolok-olok dan difitnah, sampai kapan pun tetap ada peminatnya karena memang punya suplier tetap.

    Meski terkadang lebih galak dibanding tentara betulan, tapi saya lebih sering menjumpainya bertingkah laku lucu tapi loyal, suka guyon tapi ikhlas mengabdi, sering membantu acara-acara keagamaan, dan kecintaannya terhadap para ulama.

    Lagi pula, saya melihat, sahabat-sahabat saya yang menuduh Banser sering membubarkan pengajian memang bukan dari kalangan penikmat pengajian ala NU. Yaitu, jenis pengajian yang dikemas kolosal, mengundang penceramah yang punya selera humor, jamaahnya duduk lesehan, dan diakhiri tengah malam. Di dalam arena pengajian inilah Banser menjadi bintangnya. Bertanggung jawab atas keamanan, kondisivitas massa, hingga bagian penyalur logistik. Sifatnya kerja bakti, mengabdi, tanpa bayaran. Bahkan, sering ikut iuran dan tekor.

    Jangan heran jika banyak kisah Banser yang unik, aneh-aneh, bahkan mengundang tawa.

    Misalnya, ketika warga Nahdliyyin hadir membludak dalam acara Istighosah Akbar II, 31 Mei 1998, kaum Muslimat NU tak mau ketinggalan. Mereka datang berombongan.

    Ketika ada Banser ganteng dan gagah ikut mengatur tertib parkir, ibu-ibu nyelutuk, “Wuih, Cak Bangser gagah yo, koyok tentara….”

    Giliran menjumpai tentara yang agak tambun sedang mengatur lalu lintas, ganti mereka nyelutuk, “Walah, tentara kok kayak Bangser…”

    Kalau tentara lagi apel akbar, biasanya akan ada inspeksi pasukan dari seorang jenderal sambil naik jip bak terbuka. Gagah berwibawa pokoknya.

    Nah, tampaknya para Banser nggak mau kalah sama tentara. Dalam sebuah apel akbar, Ketua Umum GP Ansor, saat itu H. Slamet Efendi Yusuf, didaulat melakukan inspeksi pasukan menggunakan jip.

    Jadilah saat itu Pak Slamet berdiri gagah di atas jip melakukan inspeksi ribuan Banser yang corak doreng-nya berbeda-beda itu. Wuih kerrreeeen! Aksi gaya para TNU alias Tentara Nahdlatul Ulama itu berjalan dengan lancar.

    Jip merangkak pelan dan pasti. Pak Slamet menatap pasukannya dengan meyakinkan.

    Sayang sekali, di tengah atraksi, tiba-tiba jipnya mogok.

    Lhah! Pak Ketum GP Ansor tetap di atas jip, dengan posisi siaga, sembari menunggu si sopir menyalakan mesin.

    Sayang, meski dicoba berkali-kali mesinnya nggak mau nyala.

    Para Banser sudah mulai mesam-mesem.

    Akhirnya Pak Slamet turun dari jip, dan memilih inspeksi jalan kaki sambil senyum-senyum.

    “Mangkane tah, nggak usah gaya-gaya,” kata Gus Dur terbahak-bahak saat mendengar cerita ini.

    Selain Gus Dur, Kiai Hasyim Muzadi adalah Sohibul Hikayah mengenai polah tingkah Banser yang unik dan lucu-lucu. Ketika keduanya meledek para Banser, objek candaan hanya bisa menyambut dengan tawa.

    Para kiai lain, silakan ditanya, pasti punya cerita soal Banser yang manusiawi. Banser bukan pekerjaan, sebagaimana digambarkan dalam film “Tanda Tanya”, melainkan pengabdian. Mereka percaya, dalam khidmah kepada ulama, umat, dan bangsa, ada barakah yang mengalir untuk dirinya dan keluarganya. Inilah yang mereka harapkan. Karena itu, ketika membersamai dan mengawal ulama, biasanya mereka juga ikhlas diledek.

    “Banser itu gayanya meyakinkan, sayang, rokoknya eceran,” demikian Kiai Hasyim Muzadi meledek. Adapun yang diledek malah terbahak-bahak.

    “Besok, Banser itu masuk surga terlebih dulu daripada kiainya,” kata Gus Muwafiq, dalam sebuah pengajiannya.

    “Kok bisa Gus?”

    “Jelas bisa, wong mereka bagian cek lokasi, kok!”

    Wallahu A’lam Bisshawab.

    Oleh Gus Rijal Mumazziq Z

    SUMBER PC GP ANSOR SIDOARJO

  • INGIN KUASAI INDONESIA? HARUS KUASAI NU DULU

    INGIN KUASAI INDONESIA? HARUS KUASAI NU DULU

    SORBANSANTRI.COM

    SEBERAPA HEBATKAH BANSER DAN NU ?

    Sebegitu hebatkah NU ?

    SORBAN SANTRI- Anda masih ingat rencana Israel mewujudkan Israel Raya ?
    Israel merencanakan sebuah imperium besar dengan memecah negara-negara lain menjadi negara-negara kecil yang harus tunduk dan menginduk padanya.
    Dengan dukungan Amerika dan Arab Saudi rencana yang tertuang dalam Dokumen Biden dan Yinon pada 1982 itupun sudah dijalankan sejak awal ’90-an.
    Untuk memecah negara target, mereka membidani lahirnya kelompok-kelompok teroris super kejam di negara-negara target seperti Boko Haram, Al Shabab, ISIS, El Nusra, Al-Qaeda dan jaringan-jaringannya yang ada di Filipina dan Indonesia.
    Mereka juga memfasilitasi lahirnya partai-partai maupun kelompok-kelompok yang berpotensi menjadi lawan bagi pemerintah yang sah.

    Singkat cerita ada beberapa negara yang diprediksi sulit ‘ditaklukkan’ karena beberapa hal diantaranya Iran, Tiongkok dan Indonesia.
    Iran identik dengan Syi’ah, Tiongkok identik dengan Komunis dan Indonesia ternyata identik dengan NU.

    Konspirasi mereka rajin menggoreng isu lewat kelompok dan parpol yang jadi agennya untuk membenturkan NU dengan Komunis dan Syi’ah.
    Seperti biasa Iran diprovokasi dengan isu kepemilikan senjata nuklir.
    Tiongkok digebuk dengan isu HAM dan provokasi terhadap Taiwan, Hongkong dan Tibet.

    Dan Indonesia..?
    Entah sudah berapa kali NU dibenturkan dengan Syi’ah maupun Komunis namun hasilnya tetap nihil.
    Gagal di NU mereka beralih ke Banser.
    Mereka berpikir pragmatis bahwa darah muda lebih mudah disulut daripada yang tua, itulah sebabnya mengapa akhir-akhir ini Banser sering dipancing dan diprovokasi.
    Masalah sepele yang melibatkan Banser seketika jadi isu nasional yang disiarkan mayoritas stasiun TV nasional serta dibahas para profesor seakan tak ada materi yang lebih bagus untuk dibahas.
    Semua itu mengindikasikan kalau masalah itu sudah dipersiapkan.

    Lantas seberapa hebatkah Banser dan NU..?

    Sebagai gambaran tewasnya Brigjen Qassem Soleimani salah satu panglima Iran yang diperbantukan pada pemerintah Suriah sebagai penasehat militer diduga sebagai langkah Amerika – Israel untuk memancing agar Iran membalas dendam hingga mereka mendapat legalitas untuk melakukan perang terbuka dan masuk ke Iran.
    Begitu juga ketika NU dan Banser diprovokasi mereka berharap timbul gesekan yang memicu kerusuhan massal bahkan sampai perang saudara dan militer mereka punya akses masuk ke Indonesia. (abi sorban)

    ITULAH hebatnya, Banser dan NU disejajarkan dengan Panglima salah satu negara yang ditakuti Israel dan AS

  • Ustaz Yang Selalu Haus Ilmu

    Ustaz Yang Selalu Haus Ilmu

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Saya bertemu dengan Ustaz Dr. Nasiri (Gusnas Elustaadh) saat beliau masih kuliah S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya sekitar 2008. Kala itu saya jadi tukang antar undangan acara Bahtsul Masail PCNU Surabaya. Ketua LBM, Ust Sadullah menyuruh saya mengantar ke daerah Jambangan, di sana ada ustaz masih muda alumni Sidogiri.

    Alhamdulillah sejak saat itu hubungan kami terus beriring naik, mulai sama-sama di LBM Surabaya, LBM PWNU Jatim dan Wakil Katib PCNU Surabaya. Bedanya dengan saya, beliau semangat sekali kuliah. Setamat S3 beliau bilang ke saya: “Saya bingung mau kuliah apalagi setelah ini. Andaikan ada S4 saya akan lanjutkan”. Memang belum ada S4, tapi kalau Z4 boleh lah, Ustaz hahaha.

    Tipikal Ustaz Nasiri yang tidak pernah berhenti mencari ilmu ini mengingatkan saya pada hadis:

    ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ – ﻳﻌﻨﻲ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” «ﻣﻨﻬﻮﻣﺎﻥ ﻻ ﻳﺸﺒﻊ ﻃﺎﻟﺒﻬﻤﺎ: ﻃﺎﻟﺐ ﻋﻠﻢ، ﻭﻃﺎﻟﺐ اﻟﺪﻧﻴﺎ» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ

    “Ada 2 orang yang tidak pernah berhenti kenyang, pencari ilmu dan pemburu dunia” (HR Thabrani dari Ibnu Mas’ud)

    Setelah lama tidak berjumpa Alhamdulillah pagi tadi dipertemukan dalam majelis ngaji Dhuha di kantor MWC NU Kec. Gubeng Surabaya. Sampai saat ini beliau istiqamah menjadi pengajar agama, dosen terbang di beberapa kampus dan sering kunjungan ke luar negeri. Berkah sedoyo Ustadzana. (abi-sorban)

    Sumber FB KH. MA’RUF KHOZIN

  • HTI SANGAT INGIN MENGHANCURKAN NU WALAU DENGAN BADAI FITNAH DAN KEBOHONGAN SEKALIPUN

    HTI SANGAT INGIN MENGHANCURKAN NU WALAU DENGAN BADAI FITNAH DAN KEBOHONGAN SEKALIPUN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Setelah dibubarkannya HTI (Benalu Negara) oleh Pemerintah,
    exs exs pemuja Khilafah Palsu itu pun merasa di injak kehormatannya, mereka kelojotan,
    Perjuangan dari pertengahan tahun 80 an datang ke Indonesia menyelinap menyebarkan paham khilafah palsu ke kampus2 dan anak2 muda labil Yang kosong bekal agama,
    hancur begitu sama oleh Penguasa,
    Mereka marah, mereka dendam dan bertekad menghancurkan Pemerintah atau siapa saja Yang didekati Pemerintah sah,

    Maka dibidiknya NU (Nahdlatul Ulama) NU difitnah, dihina,dicaci,dibusukkan namanya,
    Ulama ulama NU dihasud dituduh syiah, liberal tanpa bukti, dibusukan namanya pula dll.
    semua cara dihalalkan walau dengan cara cara iblis sekalipun,propaganda dimainkan
    Karena mereka tahu jika NU hancur mudah bagi mereka menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan Khilafah Tahririyah khayalan mereka,

    Mereka lupa bahwa Nahdlatul Ulama itu sudah sering berhadapan dengan Musuh dari dulu, mulai PKI,MASYUMI,DI,NII dll dan 32 tahun di kucilkan oleh Order Baru,tapi tetap berdiri kokoh sampai sekarang,.

    Mereka lupa juga bahwa NU adalah Organisasi pendidikan, sosial, budaya Yang telah diakui seluruh dunia bahkan mengibarkan bendera NU dinegara mana saja tidak ada Yang melarang, karena NU mengajarkan kebaikan,kedamaiam bagi siapa saja dan di negara mana saja,

    Berbeda dengan HTI Yang dilarang dimana mana dengan berbagai alasan :

    Berikut negara negara yang melarang Hizbut Tahrir:

    1. Mesir
      Dibubarkan: 1974
      Alasan: Terlibat upaya kudeta

    2. Suriah
      Dibubarkan: 1998
      Alasan: Dilarang melalui jalur ekstra yudisial

    3. Turki
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Organisasi teroris

    4. Rusia
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Organisasi teroris

    5. Jerman
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Penyebar propraganda kekerasan dan anti semit Yahudi

    6. Malaysia
      Dibubarkan: 2015
      Alasan: Dianggap kelompok menyimpang

    7. Yordania
      Dibubarkan: 1953
      Alasan: Mengancam kedaulatan negara

    8. Arab Saudi
      Dibubarkan: Era Abdulaziz
      Alasan: Ancaman negara

    9. Libya
      Dibubarkan: Era Moamar Khadafi
      Alasan: Organisasi yang menimbulkan keresahan

    10. Pakistan
      Dibubarkan: 2016
      Alasan: Dianggap ancaman negara

    11. Uzbekistan
      Dibubarkan: 1999
      Alasan: Menjadi dalang pengeboman di Tashkent

    12. Kirgistan
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Kelompok ekstrem

    13. Tajikistan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat aktivitas terorisme

    14. Kazakhstan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat terorisme

    15. China
      Dibubarkan: 2006
      Alasan: Melakukan kegiatan teror

    16. Bangladesh
      Dibubarkan: 2009
      Alasan: Terlibat aktivitas militan dan mengancam kedamaian

    17. Perancis
      Dibubarkan: –
      Alasan: Organisasi ilegal

    18. Spanyol
      Dibubarkan: 2008
      Alasan: Organisasi ilegal

    19. Tajikistan
      Dibubarkan: 2001
      Alasan: Sejumlah anggotanya dipenjara

    20. Tunisia
      Dibubarkan: –
      Alasan: Merusak ketertiban umum

    21. Indonesia
      Dibubarkan: 2017
      Alasan: Bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi, mengancam ketertiban masyarakat, dan membahayakan keutuhan negara.

    Jelas sudah bahwa mereka memang sangat berbahaya, mengancam keamanan negara,
    Memakai tameng Kalimat dan Asma Tuhan,
    Agama dijadikan benteng,
    karena mereka paham betul kalimat
    “JIKA KEPENTINGAN POLITIK DIBUNGKUS AGAMA,MAKA JIKA ADA YANG MELAWAN PASTI DITUDUH MELAWAN AGAMA”

    Oleh karena itu kita harus cerdas menyikapi kelicikan kelicikan,kebohongan kebohongan serta propaganda mereka…

    “UBK” (Ustadz Brama Kumbara)

  • Batalyon Gelatik Embrio Kodam Brawijaya

    Batalyon Gelatik Embrio Kodam Brawijaya

    SORBANSANTRI.COM

    Foto langka, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Romo KH. Mahrus Aly, Presiden Soekarno, Rais Aam PBNU KH. Achmad Shiddiq, dst.

    Cak Bram setelah sowan Mbah Yai Dimyathi Kaliwungu kemarin, dikisahkan sebuah momen saat Mbah Yai Mahrus Aly menghadiri undangan Presiden Soekarno ke Djakarta. Begitu Pak Presiden mengetahui kedatangan mobil yang membawa Mbah Mahrus Aly tiba, sang Presiden bergegas berlari untuk membukakan pintu mobil sang kiai.

    Hal ini dikarenakan sang Presiden mengetahui betul jasa Mbah Mahrus dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama di perang 10 November di Soerabaya. Dimana Mbah Mahrus memimpin batalyon Gelatik yang menjadi embrio dari Kodam Brawijaya.

    Jadi, NKRI ini adalah ijtihad dan jihad para kiai pendahulu kita.

    Hubbul Wathan Minal Iman

  • WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: Muhammad Anwar
    Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan
    18 Agustus 2020

    SORBAN SANTRI- Pagi ini saya agak terusik ketika melihat WA Grup yang sedikit menyinggung soal isu khilafah. Mengingat bahwa baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 kemarin membuat saya semakin bersemangat untuk mencerahkan sahabat dalam memahami apa itu Hizbut Tahrir Indonesia sehingga organisasi tersebut dibubarkan pada 2017 lalu. Oleh karena itu kita perlu tingkatkan kewaspadaan terkait apa rencana mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.

    Berdasarkan gambar di atas, ada 3 fase grand desain mengenai bagaimana khilafah ala HTI ini dijalankan. Namun sebelum kita bahas lebih jauh, mohon difahami kenapa saya sebutkan disini dengan ‘khilafah ala HTI’ dikarenakan secara global Ummat Islam di Indonesia bahkan di dunia sepakat dan diajarkan sejak kecil bahwa pada akhir zaman nanti akan berdiri tegak kembali khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang di pimpin oleh Imam Mahdi.

    Lalu muncul pertanyaan apakah HTI sudah mengetahui siapa Imam Mahdi atau hanya akal-akalannya saja?

    Paham tentang Imam Mahdi pada mulanya termasuk rekayasa dan strategi Syiah Imamiyah untuk mengimbangi kerajaan Bani Umayyah yang memerintah dengan penuh penindasan kepada pengikut Ali bin Abi Thalib pada waktu itu. Sementara menunggu munculnya Imam Mahdi, maka dunia ini dipimpin oleh tokoh-tokoh spiritual Syiah yang kasat mata (rijalul qhaib). Yang susunannya terdiri dari seorang Quthub atau Qhaus yang diberi nama Insan Kamil. Empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang Abdal, dua belas orang Nukaba’ dan tiga ratus orang Nujaba. Kerajaan batin itu yang dikendalikan oleh orang-orang kasat mata tersebut (rijalul qhaib) pada hakikatnya tidak ada. Itu hanya imajinasi orang Syiah, tidak bisa diterima oleh akal dan naql (Syara). Begitu pula dengan Imam Mahdi yang dalam masyarakat Jawa disebut Ratu Adil.

    Paham tentang adanya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda-tanda kiamat berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan berkuasa di seluruh dunia Islam.

    Imam as-Suyuthi pernah menyebutkan bahwa ciri-ciri al-Mahdi palsu adalah mereka membuat standar keimanan sendiri bahwa umat Islam yang mendukungnya sebagai mukmin dan yang menolak bergabung bersama mereka disebut kafir. Ciri lainnya, mereka berani membunuhi para ulama. (Lihat: Al-Suyuthi, Syarah Sunan Ibn Majah, [Karaci: Qadimi Kutb Khanah, t.t], j. 1, h. 300).

    SORBANSANTRI.COM

    Mari sekarang kita kaji lebih dalam mengenai 3 fase grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

    Fase 1 – Pembinaan
    Pada gambar tertulis bahwa dalam fase ini adalah membangun kepribadian Islam pada Kader Dakwah; Membentuk kader dan kelompok dakwah; Memperbanyak anggota dakwah.

    Lalu dibawahnya ditambahkan (untuk disama-samakan) seakan-akan mereka pada fase ini sama dengan fase Nabi Muhammad SAW di kala itu sebagai pembenaran. Dengab menulis “Rasulullah saw membina para shahabat di rumah Al Arqam Rasulullah saw mengajari para shahabat sholat dan membaca Al-Qur’an.

    Fase 2 – Interaksi Dengan Masyarakat
    Menanamkan ideologi ke tengah-tengah masyarakat; Menyerang seluruh keyakinan dan sistem masyarakat yang rusak; Mengungkap makar musuh-musuh Islam dan antek-anteknya.

    Di bawahnya juga ditambahkan korelasi dengan zaman Rasulullah SAW yaitu: “Rasulullah menyampaikan dakwah terang-terangan, menyerang keyakinan, dan sistem kufur, beserta pendukung-pendukungnya.

    Jika kita lihat kejadian baru-baru ini sepertinya mereka sudah dalam fase ini dimana belum lama terjadi di Solo pada Sabtu, 8 Agustus 2020 lalu sebuah penyerangan terhadap keluarga Habib Umar Assegaf yang sedang menggelar acara doa bersama menjelang pernikahan anaknya.

    Selain itu muncul lagi isu-isu terkait kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pemberian label
    antek-antek PKI apabila ada orang yang tidak sependapat dengan mereka. Kejadian-kejadian ini adalah rangkaian dari fase 2 ini setelah mereka telah menjalankan penanaman ideologi kepada Ummat Islam yang masih awwam dengan kampanye bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid.

    Sehingga membuat kekhawatiran bagi Ummat Islam awwam lainnya yang tidak sepaham dengan mereka dianggap ‘kafir’, ‘munafik’ dan benci Islam. Padahal yang mereka tolak adalah penyalahgunaan kalimat tauhid untuk memprovokasi dan memecah belah Ummat Islam.

    Hanya NU dan GP Ansor dengan BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang berani bersuara untuk memberikan pemahaman kepada Ummat Islam yang masih awwam agar tidak terprovokasi.

    Fase 3 – Pengambil Alihan Kekuasaan
    Ini adalah puncak dari grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yakni Menegakkan pemerintahan Islam dengan cara membai’at seseorang yang akan menduduki jabatan Khilafah; Menerapkan hukum Islam di dalam negeri dengan syamil dan kamil, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Lagi-lagi dimunculkan korelasi seperti saat Bait Aqabah II; Rasulullah menegakkan Daulah Islam di Madinah.

    Jadi sangatlah jelas mengapa Hizbut Tahrir di dunia di tolak dan dibubarkan sehingga menjadi organisasi terlarang dikarenakan tujuannya adalah membangun negara baru dengan sistem khilafah versinya sendiri. Selain itu mereka juga telah berulang kali gagal untuk mencapai tujuannya ini. Sedangkan Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia telah lama menjadi incaran mereka namun juga harus gagal kembali karena NU sebagai organisasi Islam terbesar masih setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga mengusulkan pada pemerintah untuk membubarkan organisasi yang bisa membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara ini.

    Maka sangat wajar apabila Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya difitnah dan dihajar habis-habisan oleh mereka agar menjadi lemah sehingga mereka mampu melaksanakan tujuannya untuk merebut kekuasaan.

    Namun mereka seperti tidak kehabisan cara, meskipun telah dibubarkan, mereka masih tetap bergerilya dikarenakan sudah mengakarnya pemahaman yang diberikan oleh mentor-mentor mereka seperti telah di cuci otaknya bahwa “wajib hukumnya menegakkan khilafah”.

    Dengan adanya pandemi COVID-19 ini menjadi peluang bagi mereka untuk memuluskan tujuannya tersebut. Ketika terjadi kekacauan, mereka akan dengan sangat mudah membuang badannya dengan jawaban ‘HTI Telah dibubarkan’ jika kekacauan yang mereka buat gagal total. Namun mereka akan membusungkan dada dan tampil paling depan ketika usahanya membuahkan hasil.

    Propaganda demi propaganda terus dilakukan dengan diskusi, aksi-aksi demo dan yang belum lama melalui pembuatan film. Belum lagi propaganda bahwa pandemi COVID-19 adalah sebuah rekayasa dan konspirasi global.

    Hizbut Tahrir jika ditelisik lebih mendalam memiliki kesamaan dengan Partai Komunis. Bedanya, Hizbut Tahrir menggunakan dalil-dalil agama sebagai pembenaran segala aktivitas mereka. Kesamaan mereka juga adalah penyebarluasan pemikiran lintas negara (transnasional / multinasional) dimana pemikiran – pemikiran tersebut sebagai kepanjangan tangan dari negara yang pertama kali mendirikan partai tersebut.

    Di Indonesia para penganut Komunisme pernah terdaftar menjadi sebuah partai dan ikut dalam pemilu dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Sedangkan Hizbut Tahrir Indonesia belum sempat mendaftar sebagai partai karena lebih dulu dibubarkan organisasinya oleh pemerintah.

    Oleh karena itu, apabila Hizbut Tahrir di Indonesia dibiarkan berkembang dan semakin pesat sehingga tujuannya tercapai, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar. Digantikan dengan sistem pemerintahan ‘khilafah ala HTI’ dimana akan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa sebagaimana yang telah terjadi di Iraq dan Syuriah.

    Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari bahaya apapun. Aaamiin (GP ANSOR JAK SEL)