Kategori: Opini dan Analisis

Artikel opini, analisis mendalam, dan editorial tentang berbagai topik yang relevan.

  • Kursi Punya Agama! Kabar Paling Absurd dalam Sejarah Bangsa Indonesia

    Kursi Punya Agama! Kabar Paling Absurd dalam Sejarah Bangsa Indonesia

    Halo Sahabat Sorban,

    wp.sorbansantri.com –  Jumpa lagi dengan kami di forum Rubik Sorban Santri ini, nah seperti biasa di kesempatan kali ini kami bakal nostalgia beberapa kasus paling absurd yang pernah ada di indonesia, bahkan mungkin jadi sejarah kocak, setidak nya itu menurut redaksi ya.

    Tapi sebelum berita yang redaksi Sorban Santri bakal jabar kan jelas tidak ada niatan apa apun, hanya sekedar anjir ternyata ada ya kayak gini di indonesia. jujur redaksi sorban malah miris dengan kasus tersebut. terlebih itu terkait keyakinan.

    Bukan malah menyatukan perbedaan malah makin memecah belah perbedaan. di tambah bukan malah memberi contoh yang baik tapi malah sebalik nya. Seperti beberapa kasus berikut, apa saja langsung saja ke TKP, cekidot:

    1. Ucapkan selamat natal lebih haram dari ucapkan selamat berzina

    SORBANSANTRI.COM

    Berita ini pernah cukup viral dan jadi berbincangan oleh banyak netizen, karena pernyataan dari seorang ustad bernama ustadz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A. yang lahir di Surabaya, pada tanggal 28 Oktober 1979.
    firanda sendiri adalah seorang da’i dan mubaligh di Indonesia yang menjadi penceramah tetap di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. yang disinyalir pengikut nya wahabi. Dimana Dirinya menyatakan kontra dengan ucapan selamat natal yang dilakukan Gus Dur karena dianggap lebih buruk ketimbang selamat berzina, dan menyebut dalam sebuah ceramah nya.
    ini gila sih, masak Cuma nyucapin selamat natal auto kafir, auto haram, auto dosa.mungkin bagi yang paham bisa tulis di kolom komentar.
    2. Tidak mau ceramah karena merasa kursi yang akan di duduki seperti miliki orang kristen
    SORBANSANTRI.COM
    dan yang terakhir ini yang paling absurd, dimana ada seorang ustad bernama Ustaz Yahya Waloni, saat hendak mealkukan ceramah tiba-tiba menganti kursi yang akan di duduki nya dengan kursi lain. ustad yahya merasa kursi tersebut sering di jumpai untuk ibada di greja untuk ibadah.
    kurang lebih dia ngomong seperti ini, “Supaya cepat saya ceramah, begini. Ini (sambil mengetuk-ngetuk meja) meja ini, kayu jati meja ini, mahal ini. Ini kayu jati. Angkat ini, kursi gereja ini. Ganti kursi Islam,” tukas Yahya.
    sontak berita ini cukup viral dan jadi bahan gorengan netizen, menilai aksi ustad tersebut berlebihan, salah satu netizen berucap”kapan kursi punya agama?”
    nah itu dia berita paling absurd dalam sejarah bangsa indoneisa menurut ane, menurut kalian giman geas, beri pandata kalian tetang berita-berita tersebut dengan opini menohok. jadi sekian dulu ya, terimakasih. (abi sorban)
  • TERPILIHNYA PEMIMPIN ANSOR KE DEPAN ADALAH BUAH DARI CARA PENGKADERAN KEMARIN

    TERPILIHNYA PEMIMPIN ANSOR KE DEPAN ADALAH BUAH DARI CARA PENGKADERAN KEMARIN

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM –
    Jiwa Ansor apalagi Banser itu penuh tekad bulat dalam pengabdian. Sungguh sangat disayangkan sebagai kader apalagi menjabat sebagai pimpinan ansor ditingkat pusat maupun ranting, itu mudah terbuai dengan janji serta mudah terlena dan terbawa arus suasana.

    Semisalnya PC GP Ansor kabupaten Mojokerto yang sebentar lagi akan melaksanakan kaderisasi pimpinan PC Kab. Mojokerto 2021. Akan ada banyak isu, banyak janji, banyak intrik menjelang Konferensi yang akan diadakan pada Minggu, 12 Desember 2021.

    Akan sangat disayangkan apabila Ansor Banser yang dari dulu terkenal solid dengan gerakan Satu Komando dan Maju Satu Barisannya, ternyata mudah terpecahkan karena intrik politik dan kepentingan sesaat. Jika hal ini terjadi maka, akan sangat bertolak belakang dengan jiwa ansor yang terkenal dengan Pagar Baja dalam gerakan, ternyata tidak segaung Mars Ansor nya.

    Pertanyaannya….! Lantas siapa yang siap untuk pemimpin Ansor selanjutnya? sebagai bentuk perwujudan suksesnya kaderisasi..?

    Pilihan yang mana yang seharusnya dipilih untuk Ansor ke depan..?

    Apakah ansor bisa dikalahkan dengan sesosok Dzuriah atau kedudukan..?

    Jawabnya ada di hati kita masing-masing sebagi kader murni ansor. Dan penulis sendiri yakin, kita akan menemukan jawabannya setelah kita kilas balik mulai pengkaderan sebelum kita masuk menjadi anggota ansor dan banser. Terlebih lagi kita banyak berbagi waktu keluarga ( istri dan anak ) kita dengan Ansor, karena cinta dan pengabdian kita terhadap ansor.

    Dan jika masih belum paham juga, silahkan dengar dan resapi Mars Ansor.

    Salam Satu Gerakan, Satu Komando, Satu Perasaan. Selamat berkonferensi sahabatku. (redaksi sorban santri).

  • ADAB DAN PROFIL SANTRI SEBELUM KONFERENSI

    ADAB DAN PROFIL SANTRI SEBELUM KONFERENSI

    SORBANSANTRI.COM
    Muhammad Mahbubulloh ( Gus Mahbub ) bakal calon pada Konferensi PC GP Ansor 2021

    wp.sorbansantri.com – Tinggal 5 hari lagi pesta demokrasi konferensi PC GP Ansor 2021 kab. Mojokerto digelar (12/12/21). Dan sudah ada beberapa calon yang siap untuk memimpin Ansor kab. Mojokerto kedepan salah satunya adalah Muhammad Mahbubulloh yang biasa disapa Gus Mahbub. Beliau sudah memastikan maju pada konferensi yang akan diadakan tanggal 12 Desember 2021 dan pada minggu pagi kemarin (5/12/2021) sudah sowan dan minta restu kepada Gus Ali selaku ketua PC GP Ansor kab. Mojokerto.

    Dalam pertemuan yang berlangsung di PP. Al-Istiqomah Mojokarang Dlanggu (5/12), banyak membahas tentang Ansor kab. Mojokerto ke depan “ semakin banyak calon pada konferensi kali ini, berarti kaderisasi Ansor di kab. Mojokerto berhasil ” kata Gus Ali M. Nasih (Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto).

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Mahbub sowan dan minta restu pada Gus Ali untuk maju dalam Konferensi PC GP Ansor Kab. Mojokerto 2021

    Gus Mahbub adalah putra dari KH. Mubayyin Syafi’i (pengasuh PP. Al Falah Pacet) yang sangat aktif dalam pergerakan NU sekaligus pembina serta Penasihat di PAC IPNU-IPPNU kec. Pacet. Sekarang beliau menjabat Sekretaris RMI-NU Kab. Mojokerto dan Anggota LBH PC GP Ansor kab. Mojokerto. Tahun 2018-2020 beliau pernah menjadi Wakil Bendahara PAC GP Ansor Kec. Pacet. Tahun 2014-2016 menjadi PJ. Ketua PAC IPNU kecamatan Pacet dan Lembaga Dakwah PC. IPNU kab. Mojokerto Tahun 2014-2016.

    Loyalitas beliau pada pergerakan NU khususnya kepemudaan seperti Ansor dan IPNU-IPPNU sudah tidak diragukan lagi dengan dimulainya ikut kaderisasi formal PKPNU Mojokerto 2014, PKD di Paciran Lamongan 2016, PKL di SMP Teknologi Informasi Al Hidayah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto 2021.

    Sedangkan prestasi beliau di kegiatan kepemudaan adalah pelopor eksisnya IPNU-IPPNU  serta perintis kaderisasi PAC GP Ansor disamping itu juga beliau merupakan penggerak serta perintis PAC Pagar Nusa di Kec. Pacet. Beliau berkontribusi besar pada media kebanggaan Infokom Banser Kab. Mojokerto yang sekarang ini lebih dikenal dengan Sorban Santri. Asal tahu saja, beliau yang menambahkan kata santri yang sebelumnya adalah SorBan (Ansor Banser) NU.(red sorban)

  • Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Pada sesi tanya jawab pelatihan perawatan jenazah oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, ada seorang Modin yang bertanya tentang pemulasaraan jenazah Non Muslim karena permintaan keluarga yang kebanyakan Muslim.

    Soal hubungan Muslim dan Non Muslim sudah ada ketentuan. Bila dalam hal ibadah dan akidah maka sudah jelas “Lakum Dinukum Wa Liya Din” (bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Namun bila hubungan interaksi sosial, jual beli, bertetangga, pertemanan dan sebagainya maka boleh sebagaimana Al-Mumtahanah 7.

    Merawat jenazah non muslim ini masuk ke ranah mana? Bagi ulama yang membawa ke ranah sosial tentu membolehkan, seperti yang dijelaskan dalam Fikih Syafi’iyah:

    ﻓﻲ ﻏﺴﻞ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻥ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﺩﻓﻨﻪ ﻭاﺗﺒﺎﻉ ﺟﻨﺎﺯﺗﻪ ﻭﻧﻘﻠﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﻨﺬﺭ ﻋﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺮﺃﻱ ﻭﺃﺑﻲ ﺛﻮﺭ ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻟﻴﺲ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﻻ ﺩﻓﻨﻪ

    Telah dijelaskan dalam Mazhab Syafi’i bahwa memandikan dan mengafani jenazah orang kafir serta mengantar ke kuburan adalah boleh. Ibnu Munzir mengutipnya dari pengikut rasional dan Abu Tsaur. Sementara menurut Malik dan Ahmad adalah tidak boleh (Al-Majmu’, 5/153). (KH ma’ruf Khozin)

  • DARI JALAN JONGKOK DAN MERAYAP, ERICK THOHIR IKUTI SELURUH RANGKAIAN PENDIDIKAN DI BANSER

    DARI JALAN JONGKOK DAN MERAYAP, ERICK THOHIR IKUTI SELURUH RANGKAIAN PENDIDIKAN DI BANSER

    SORBANSANTRI.COM
    Erick Thohir melakukan jalan jongkok dalam diklatsar di Sekolah Citra Alam, Jakarta

    wp.sorbansantri.com – “Ini suatu penghormatan luar biasa yang tidak terhingga buat saya karena bisa menjadi keluarga besar Banser,” kata Erick saat Penyegaran dan Pembaretan Banser Provinsi DKI Jakarta seperti dikutip dari rilis.

    Erick menyatakan kerap berdiskusi dengan keluarga besar Banser dalam meningkatkan dan menjaga Indonesia. Upaya itu merupakan tujuan mulia dan berguna bagi generasi mendatang. 

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Minggu (28/11). Erick mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar di Sekolah Citra Alam, Jakarta. 

    SORBANSANTRI.COM
    Menteri BUMN rela merayap untuk mengikuti pelatihan banser

    Banser, menurutnya,  selama ini telah berkomitmen untuk Indonesia dengan menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan. “Dengan keberagaman kita, perbedaan kita, itulah kekuatan kita. Bahkan itu masuk ke darah kita. Kita harus pastikan NKRI adalah harga mati,” kata Erick.

    Erick mengatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19, baik sektor kesehatan maupun ekonomi. Erick menyebut kolaborasi menjadi kekuatan dalam keluar dari krisis ini dan mampu menjadi pemenang.

    Oleh karena itu, Banser dinilai terus menggarap bagaimana masyarakat pada umumnya mendapatkan kesempatan untuk naik kelas. “Tidak hanya secara ekonomi, tapi naik kelas sebagai kebangsaan yang bersatu,” kata Erick. 

    Dalam acara tersebut, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser Hasan Basri Sagala bertindak sebagai pembina upacara saat melantik Erick. Tak berbeda dengan calon anggota lain, Erick pun menjalani sejumlah ujian seperti jalan jongkok, merayap, mencari baret, dan meneriakan yel-yel.(katadata sorban)

  • Apel pembukaan PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto 2021

    Apel pembukaan PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto 2021

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – 11 Nopember 2021. Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan ( PKL ) PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto difungsikan untuk mempersiapkan kader berkualitas yang nantinya dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
    “tanpa kaderisasi rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis“. kata Gus Ali Mohammad Nasih ( Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto)

    Kegiatan yang diadakan di SMP Teknologi Informasi Al Hidayah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini diikuti oleh 42 peserta yang telah lolos seleksi serta pilihan dari perwakilan seluruh PAC Ansor.

    SORBANSANTRI.COM
    Penyematan Tanda Peserta PKL PC Ansor Kab. Mojokerto 2021

    Untuk itu Ketua panitia PKL PC GP Ansor 2021 sahabat Ahnu Afandi, sangat optimis akan sukses dan tercapainya maksud dan tujuan pengkaderan ini.

    Melalui koordinasi yang baik antara panitia, pemateri dan peserta, diharapkan semua agenda kegiatan yang dilakukan selama 4 hari mulai tanggal 11-14 Nopember 2021, bisa dilaksanakan dengan maksimal. Pelaksaan PKL ini sudah dipersiapkan beberapa bulan sebelum kegiatan dan merupakan agenda yang wajib dilaksanakan oleh PC GP Ansor setiap 1 kali masa kepemimpinan.

    Ada yang special pada pelaksanaan PKL ditahun 2021 ini, yaitu ikutnya H. Muhammad Albarra, L.C., M. Hum (Gus Bara) Wakil Bupati kabupaten Mojokerto periode 2021-2025.

    Dan kebetulan di Tanggal 11 Nopember adalah Hari Ulang Tahun beliau sehingga menambah semarak acara pada waktu apel pembukaan PKL PC GP Ansor Kab. Mojokerto 2021.(abi sorban)

  • Dituduh Kafir 2 Sisi, Moderasi Islam Melalui Literasi Kitab Kuning

    Dituduh Kafir 2 Sisi, Moderasi Islam Melalui Literasi Kitab Kuning

    Oleh : KH. Ma’ruf Khozin

    wp.sorbansantri.com – Agak grogi juga berbicara di depan para pengasuh dan pengajar Madrasah Diniyah Formal (bertempat di STAI Al Fitrah, Kedinding Surabaya). Sebab intensitas memegang kitab lebih banyak beliau-beliau. Tapi karena saya sudah terbiasa baca perdebatan soal amalan-amalan yang dituduh syirik dan kafir jadinya malah bisa share pengalaman saja.

    Sesuai tema yang diamanatkan kepada saya ternyata cara memahami Islam dengan metode bermazhab dalam literasi kitab kuning sangat moderat. Sebab dari kitab-kitab bermazhab inilah kita mampu menjawab tuduhan kafir dan syirik kepada kita.

    Dua tema yang selalu menghunus tuduhan kafir. Pertama soal Amaliah seperti Tabarruk, Tawassul dan berdoa di kuburan.

    Padahal andaikan ini sebuah dosa menuduh kafir saja tidak boleh berdasarkan hadis berikut yang diperkuat banyak riwayat dari Sahabat:

    ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” «ﻛﻔﻮا ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﻻ ﺗﻜﻔﺮﻭﻫﻢ ﺑﺬﻧﺐ، ﻓﻤﻦ ﻛﻔﺮ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺇﻟﻰ اﻟﻜﻔﺮ ﺃﻗﺮﺏ» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ
    Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Jagalah dirimu terhadap orang yang membaca kalimat Tauhid, jangan kafirkan mereka karena sebuah dosa. Barangsiapa yang mengkafirkan orang yang membaca kalimat Tauhid maka dia sendiri yang lebih dekat dengan kekufuran” (HR Thabrani)

    Kedua soal sistem negara yang dianggap Thaghut, sistem kafir dan sebagainya. Kita sampaikan riwayat hadis berikut:

    قال رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم « يَأْتِى فِى آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الأَسْنَانِ ، سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، لاَ يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ

    Rasulullah Saw bersabda: “Akan datang di akhir zaman suatu kaum yang usianya masih muda-muda, bodoh-bodoh, mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah, mereka lepas dari Islam seperti panah lepas dari busurnya, dan iman mereka tidak melewati tenggorokannya” (HR al-Bukhari)

    Dari hadis ini dikomentari oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar:

    قَوْله ( يَقُولُونَ مِنْ قَوْل خَيْر الْبَرِيَّة ) أَيْ مِنْ الْقُرْآن … وَكَانَ أَوَّل كَلِمَة خَرَجُوا بِهَا قَوْلهمْ : لَا حَكَم إِلَّا اللَّه ، وَانْتَزَعُوهَا مِنْ الْقُرْآن وَحَمَلُوهَا عَلَى غَيْر مَحْمَلهَا .

    “Maksud Sabda Nabi Saw: ‘mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah’, yakni al-Quran. Dan kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah ‘Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah’. Mereka mengambilnya dari al-Quran dan meletakkannya tidak pada tempatnya” (Fath al-Bari 10/412)

    Sayangnya (masukan saja) para guru Diniyah hanya membuka kitab yang menjadi tugas mengajarnya saja. Andaikan ditambah dengan tema kitab lain akan semakin dahsyat.( abi sorban )

  • 3 Hari Menuju On Eternal Patrol

    3 Hari Menuju On Eternal Patrol

    Rabu, 24 April 2021 (02.30 WITA)

    “Ingat, satu kesalahan kecil saja yang kita lakukan bisa berakibat fatal. Periksa semua bagian dari yang terbesar hingga bagian yang terkecil. Bahkan satu ring baut saja yang terlepas bisa mengantarkan kapal selam ini menuju dasar laut. Faham?!”

    “Faham Komandan!”

    Suara lantang dari Letkol Laut Heri Oktavian mengawali apel yang dilakukan pada pagi buta diatas geladak kapal selam. Apel tersebut merupakan apel terakhir sebelum dilakukan penyelaman KRI Nanggala-402 pada latihan penembakan senjata strategis TNI AL 2021. Letkol Heri yang ditunjuk sebagai komandan KRI Nanggala mempimpin langsung penyelaman dalam rangka misi latihan tembak torpedo kepala perang.

    Tersisa waktu tiga puluh menit sebelum kapal selam Nanggala melakukan penyelaman. Lima puluh dua orang yang mengikuti misi bersama Letkol Heri sibuk mempersiapkan semuanya. Seluruh pasukan berada pada porsinya masing-masing. Mereka terbagi menjadi lima regu dimana masing-masing regu beranggotakan sepuluh hingga sebelas orang. Dibagian Kabin torpedo, Susanto yang dipercaya sebagai penanggung jawab teknis sedang sibuk memeriksa semua bagian sesuai intruksi yang diberikan oleh Letkol Heri. Semua terlihat baik-baik saja dan siap digunakan untuk melaksanakan misi, maka misi pun dimulai.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (03.00 WITA)

    “Lapor komandan, semua persiapan telah selesai dilakukan, KRI Nanggala-402 siap menjalankan misi, laporan selesai.”

    “Laksanakan!”

    “Siap laksanakan”

    Laporan tersebut menjadi penanda keberangkatan kapal Nanggala melakukan penyelamannya. Perlahan namun pasti kapal selam Nanggala mulai ditelan dinginnya air laut perairan Bali. Semua crew kapal langsung bergegas keposisi masing-masing untuk melaksanakan tugasnya. Dalam waktu singkat Letkol Heri sudah membawa kapal menuju kedalaman tiga belas meter, Titik ideal dimana peluncuran torpedo akan dilakukan. Dari atas kapal induk, para prajurit yang lain menyaksikan proses penyelaman Nanggala secara perlahan sembari berdoa semoga misi ini akan berhasil tanpa ada kendala.

    Peluncuran torpedo seharusnya dijadwalkan dilakukan pada pukul 03.46 WITA. Kapal induk sudah memberikan kepada KRI Nanggala untuk melakukan tembakan. Namun dari pengamatan para Rider tim penjejak, tidak ada respon apapun yang terlihat dari KRI Nanggala. Tim penjejak langsung memberikan laporan kepada kapal induk, Kapal induk pun tahu bahwa ada kejanggalan yang terjadi pada misi penyelaman kapal tersbut, Namun belum diketahui pasti apa penyebab KRI Nanggala tidak memberi respon. Semua masih berifikir positif mungkin penyebabnya hanyalah radar komunikasi yang bermasalah.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (03.30 WITA)

    “Izin melapor kondisi darudat, telah ditemukan retakan pada lambung kapal bagian kabin torpedo dengan diameter retakan 30cm. Air mulai masuk menggenangi kabin, kami regu empat masih mencoba menambal lubang tersebut.”

    Semua yang tengah berada diposisi masing-masing dikejutkan dengan teriakan bernada cemas dari susanto melalui walkie talkie yang tersambung ke sound pengeras suara. Hal itu membuat semua orang yang ada juga merasakan kecemasan yang dialami oleh susanto. Semuanya tau retakan sebesar itu sudah sangat mampu membawa KRI Nanggala pada kondisi terburuknya. Seketika semua ilmu yang dipelajari oleh para anggota selama belasan tahun lenyap begitu saja ditelan kegelisahan. Terlihat raut ketakutan dari wajah mereka semua, namun tidak dengan Letkol Heri sang komandan kapal.

    “Disini Komandan Heri, semuanya dengarkan intruksi saya dan laksanakan dengan baik. Regu lima silahkan keluar dari kabin generator, dan tutup pintu dengan knock ganda darurat, pastikan air yang ada pada kabin torpedo tidak sampai masuk kedalam ruang generator. Apapun yang terjadi generator harus tertap dalam keadaan menyala. Jika sudah langsung menuju kabin logistik dan bertemu dengan para anggota yang lain disana”

    “Siap laksanakan, intruksi diterima”

    “Regu empat cepat tinggalkan kabin torpedo menuju kabin logistik. Tunggu sampai regu lima berada disana. Regu tiga persiapkan diri, begitu regu lima dan regu empat sudah berada di kabin logistik, segera tutup pintu dengan knock ganda darurat. Sembari menunggu amankan semua perbekalan dan dokumen yang bisa diselamatkan menuju kabin utama.”

    “Siap laksanakan, regu tiga menerima perintah”

    Semua bahu membahu melaksanakan perintah yang diberikan oleh Letkol Heri. Kemudi diserahkan kepada Mayor Eko selaku wakil nahkoda. Mayor Eko ditugaskan membawa kapal kepermukaan dengan tetap menajaga kesetabilan kapal agar tidak melakukan gerakan maneuver mendadak. Letkol Heri sendiri langsung pergi ke ruangan pribadinya dan memanggil Letda Adhi untuk membahas kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

    Lettu Imam Adi adalah orang yang bertugas dibagian elektronika deteksi, semua seluk beluk tentang kapal ini telah ia ketahui. Lettu adi mempunyai perhitungan yang akurat yang bisa dipercaya sebagai pengambil kebijakan.

    Setelah berhadapan dengan Letkol Heri, Lettu adi langsung cekatan menjelaskan keadaan kapal secara detail. Dengan nada tergetar mencoba mengendalikan diri, ia mulai menjelaskan semuanya.

    “Saat ini air sudah mulai memasuki lambung kapal dibagian kabin torpedo. Ada waktu sekitar 7 jam untuk kabin torpedo benar-benar terisi air hingga penuh. Selama itu tekanan air menuju ruang generator masih bisa dikatan aman. Untuk kapal keluaran tahun 1980an seperti Nanggala ini, generator tidak akan mampu menyuplai tenaga baling-baling untuk bisa kembali naik ke permukaan dengan kondisi lambung tengah terisi air. Opsi yang paling bisa diambil adalah menghemat energi generator agar bisa digunakan untuk tetap memancarkan sonar agar kapal ini bisa ditemukan. ini juga bisa menambah ketersediaan oksigen di kapal ini menjadi lebih lama lagi. Tapi itu artinya kita harus mamatikan baling-baling dan membiarkan kapal ini tenggelam lebih dalam lagi. Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu bantuan dari permukaan datang. Bagaimana komandan, silahkan dipertimbangkan?”

    Letkol Heri hanya menatap dengan tatapan serius tanpa memberikan jawaban apapun. Perawakan gagahnya tak dapat menyembunyikan kebimbangan yang tergurat pada raut wajahnya. Sejenak Letkol Heri terdiam. Setelah menghela nafas panjang letkol heri berkata dengan nada berat dan suara lemas.

    “Yha sudah, jika memang itu yang terbaik mari kita lakukan. Semoga kita semua selalu dalam Rahman Rahimnya Tuhan yang maha Esa.”

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (05.15 WITA)

    Helikopter yang diterbangkan dari KRI I Gusti Ngurah Rai selama sekitar satu jam tidak mendapatkan hasil apapun, Citra deteksi visual yang dicari tak kunjung ditemukan. Jika mengikuti prosedur yang telah terjadwalkan seharusnya KRI Nanggala sudah kembali ke permukaan pada pukul 05.15 WITA. Namun Hingga helikopter mendarat, tak ada tanda-tanda kapal selam tersebut menampakkan dirinya.

    “Lakukan prosedur Sublook!”

    Perintah Kapten KRI I Gusti Ngurah Rai kepada semua pasukan. Itu artinya KRI Nanggala benar-benar tenggelam dan harus segera dilakukan tindakan penyelamatan. Semua berjibaku dengan waktu melakukan upaya pencarian dengan semua pasukan yang ada pada latihan tersebut. Kapal, Helikopter, Penyelam, semua tenaga yang ada dikerahkan untuk bisa sesegera mungkin menemukaan koordinat lokasi tenggelamnya kapal.

    Sekitar satu jam melakukan pencarian dengan tidak kunjung menemukan titik terang, akhirnya tepat pada pukul 06.46 WITA status ditingkatkan menjadi Submiss. Submiss diambil manakala sublook tak dapat memastikan keselamatan kapal selam yang hilang, tetapi masih diragukan apakah sudah tenggelam atau tidak karena buktinya belum ada. Pada fase submiss, pencarian skala penuh dilakukan.

    Mulai detik itu semua armada Angkatan Laut diterjunkan untuk membantu pencarian. Tak kurang dari enam belas kapal terlibat dalam pencarian Nanggala. Semuanya berjuang tanpa patah semangat mencoba mencari keberadaan kapal yang di juluki “Sang Monster Bawah Laut”

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (07.08 WITA)

    “Kira-kira sampai kapan oksigen yang kita punya dapat bertahan?”

    Letkol heri bertanya kepada Lettu Adi.

    “Jika generator listrik masih bisa terjaga dalam keadaan menyala, maka kita masih mempunyai cadangan oksigen selama 72 jam. Itu artinya kita bertahan hingga hari Sabtu jam 3 pagi.”

    Setelah mengucapkan terimakasih, Letkol Heri langsung pergi menuju ruang kendali untuk memonitor semua keadaan yang ada dalam kapal.

    Letkol Heri mulai melakukan monitoring kepada semua regu yang ada. Regu lima, empat, dan tiga sudah berhasil mengisolasi aliran air agar tidak merangsek masuk ke kabin lainnya.

    Selanjutnya semua orang yang ada di KRI Nanggala diberikan intruksi untuk langsung berkumpul menuju kabin utama. Bersamaan dengan itu, perlahan namun pasti Nanggala mulai turun lebih dalam lagi dan lagi.

    Di ruang kabin utama yang berukuran tak lebih dari 8 x 11 meter, berdesakan raut wajah putus asa dari semua orang yang ada disana. Semua sudah mempunyai asumsi tak akan ada yang bisa selamat dari kapal ini. Namun merek mencoba menghibur diri satu sama kain seakan tidak terjadi apa-apa.

    “Bagaimana ini ndan, anakku masih kecil-kecil”

    Celetuk salah seorang diantara mereka yang sudah tak bisa membohongi diri akan ketakutannya.

    “Kalau masih kecil yha dirawat sampai besar toh, Pertanyaanmu aneh aneh saja.

    Tenang saja Letkol Heri itu orang yang cerdas, kita semua pasti akan selamat. Kita tunggu saja sebentar, mungkin Letkol Heri masih memikirkan rencana.”

    Lettu Adi mencoba menenangkan. Selain dikenal karena pengetahuanya dalam hal kapal selam, Ia juga dikenal sebagai seorang motivator yang handal manakala memberi semangat rekan-rekannya ketika melaksanakan misi. Susanto terlihat begitu santai dan yakin bahwa mereka semua akan selamat. Bahkan ia masih sempat-sempatnya membagikan roti dan beberapa cemilan kecil kepada semua yang ada disana seakan tidak terjadi apa-apa.

    “Ayo ndan, sarapan ndan sarapan ndan! Mumpung masih pagi. Jarang-jarang loh kita bisa sarapan sepagi ini, biasanya sampek jam sebelas siang masih dijemur dilapangan”

    Melihat Lettu Adi yang begitu yakinnya bahwa semua baik-baik saja dan bahkan masih sempat-sempatnya membagikan makanan, membuat para anggota yang lain pun kembali mempunyai harapan. Mereka semua mulai memakan roti yang dibagikan dan bisa berbincang-bincang ringan.

    Muncul senyum simpul dari wajah susanto ketika melihat rekan-rekannya terpatik semangat sehingga sedikit tenang. Ia merasa senang kerena suasana kapal sudah tidak semencekam sebelumnya. Dalam senyumnya sebetulnya Lettu Adi menyembunyikan perasaan yang selama beberapa hari ini terus menghantuinya. Susanto teringat perbincangan terakhir bersama istri dan juga anaknya.

    ………………………………………….

    Senin, 19 April 2021 (11.05 WIB)

    “Enggak….! Enggak boleh! Pokoknya ayah gak boleh pergi”

    Teriak lantang dari aska, seorang bocah 2,5 tahun yang hendak melarang ayahnya Lettu Adi untuk berangkat bertugas dalam misi penyelaman bali. Bahkan azka mencoba mengunci sang ayah didalam kamar dan berusaha menutup pintu agar ayahnya tidak keluar dari dalam kamar.

    Astri sang istri hanya bisa tersenyum sembari merekam video anaknya yang terus menerus menangis melarang ayahnya untuk pergi bertugas. Padahal biasanya ketika dipamiti aska hanya biasa saja dan tak pernah melarang-larang seperti itu.

    “Mas, aska kok gitu banget ya sama kamu, padahal biasanya juga ditinggal biasa aja.”

    Ujar sang istri.

    “Yha mungkin dia masih kangen dek, aku kan jarang dirumah. Sekalinya dirumah paling yha Cuma sebentar-sebentar. Diusia aska yang menginjak umur 2,5 tahun ini, wajar kalau dia lagi seneng-senengnya nangkrot di ayahnya. Ini Cuma misi latihan kok dek, ndak akan lama.”

    “Emang berapa lama mas misinya?”

    “Ndak bisa dipastikan dek, tapi yang jelas waktu terlama penyelaman yang bisa dilakukan Cuma 3 hari. Kalau semuanya lancer ndak sampai sehari yha misi sudah selsai. Doakan saja semuanya lancer”

    “Amin mas…. Aku mau nidurin aska dulu, kamu hati-hati yhah mas!”

    “Iya dek, mas berangkat dulu. Jagain azka yang bener Assalamualaikum”

    “Waalaikum salam”

    Percakapan itu adalah percakapan singkat terakhir yang dilakukan Lettu Adi dengan istrinya Astri ketika hendak berangkat. Setelahnya Adi langsung berangkat menuju markas, disepanjang jalan Adi mendengarkan penyanyi kesukaannya Sujiwo Tedjo dengan hedset yang ia kenakan.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (08.32 WITA)

    Letkol Heri menyerahkan kemudi Nanggala kepada Mayor eko dan 2 orang nahkoda lainnya. kemudian ia berlalu menuju kabin utama menemui semua pasukan armadanya. Dalam sekejap sauna riuh yang ada dikabin utama seketika langsung hening lantaran kedatangannya. Dikondisi seperti itu wibawa Letkol heri masih terlihat gagah dan masih mempunyai kharsima dimata para bawahannya.

    “Selamat pagi”

    “Selamat pagi komandan”

    Semua menjawab serentak ucapan Letkol Heri, Semuanya kompak kecuali satu orang Lettu Adi.

    “Pagi pagi pagi Luar biasa….”

    Lettu adi jutru merespon dengan jawaban khas yel yel penyemangat ketika di pelatihan. Dan hal itu membuat Letkol Herri kembali mengulangi kalimatnya.

    “Selamat Pagi”

    “Pagi pagi pagi Luar biasa….”

    Kali ini semua kompak menjawab dengan teriakan semangat seperti yang dilakukan oleh Lettu Adi.

    “Itu Baru namanya prajurit. Disaat apapun juga, dalam kondisi apapun juga, tetap harus menjaga api semangat perjuangan para pahlawan terdahulu. Apakah semuanya dalam keadaan sehat dan lengkap?”

    “Siap lengkap Komandan”

    Letkol Heri kemudian mempersilahkan semuanya duduk sesantai mungkin karena ada hal yang perlu disampaikan dan harus ditangkap dengan baik oleh para angggota yang ada disana, kesalahan sekecil apapun akan membuat semua skema yang telah dirancang oleh Letkol Heri berantakan. Letkol Heri pun mulai menjelaskan.

    “Kita sekarang berada di kedalaman Dua ratus meter dan masih akan terus bertambah kedalamannya. Menurut data statistik kedalaman laut Bali berkisar antara Tujuh ratus hingga Sembilan ratusan meter. Saya mengambil kebijakan paling menguntungkan yang bisa kita dapatkan. Turbin baling-baling sengaja saya perintahkan untuk dimatikan. Hal itu akan memperpanjang durasi selam kita.”

    Kurang lebih Satu jam Letkol Heri menjelaskan semua rencananya, resiko yang dihapi, hingga kemungkinan terburuk yang akan dialami. Letkol heri memerintahkan beberapa pasukan menjadi pasukan penanda yang bertugas mengirimkan kode morse kepada pasukan yang ada di permukaan. Kode morse dikirimkan dengan memukul mukul tembok kapal menggunakan benda tumpul agar nantinya getarannya mampi ditangkap oleh para regu pencari yang menggunakan penangkap gelombang getaran.

    “Meskipun kapal ini mempunyai sonar tapi itu tidak lah cukup. Kita tetap harus memberikan kode bahwa kita masih dalam keadaan baik-baik saja. Setiap Empat puluh menit sekali kode morse itu harus terus menerus di kirimkan. Faham?”

    “Siap Faham Komandan”

    Kemudian Letkol Heri juga memerintahkan semua anggota untuk mengosongkan barang-barang yang ada di kabin logistik untuk dipindahkan ke kabin utama. Hal itu dilakukan guna menjaga bobot Nanggala agar tetap seimbang antara bagian belakang dan belakang. Karena jika nantinya masa air sudah memenuhi kabin bagian belakang, dan bobot bagian depan tidaklah sebanding dengan masa air, secara otomatis kapal akan mendongak keatas dan jomplang kebelakang.

    “Kita harus tetap menjaga posisi kapal agar tetap horizontal sampai ke dasar laut.”

    Letkol Heri juga memerintahkan semua anggota tetap menjaga kebugaran fisiknya agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan mereka masih dalam keadaan siap siaga. Langkah Lettu adi yang membagikan makanan kepada rekan-rekannya mendapat pujian dari Lettu Heri. Langkah itu dianggap tepat guna menjaga stamina dan tenaga para anggota sehingga jika waktunya sudah tiba tenaga itu mampu membantu mereka menyelamatkan diri manakala regu penyelamat telah menemukan KRI Manggala.

    “Apakah Ada yang ditanyakan?”

    “Mohon izin bertanya komandan, berapa lama kita harus menunggu rider pencari untuk bisa menemukan kita? Jika terlalu lama dikhawatirkan cadangan oksigen kita tidak cukup untuk menunggu selama itu. Jika diperbolehkan saya akan merangsek keluar dengan celah yang ada di dalam kabin torpedo. Saya akan berenang kepermukaan untuk mengirimkan koordinat lokasi dan mencari bantuan. Kemampuan berenang saya dapat diandalkan komandan.”

    Letda Susanto sang penanggung jawab teknis menawarkan diri untuk mencoba mencari bantuan ke permukaan.

    “Tidak perlu, saya tidak meragukan kemampuan berenangmu, tapi hal itu tidak akan berguna jika mengahapi tekanan pada kedalaman dua ratusan. Yang ada kamu akan terseret arus dan kembali kedalam lambung kapal, atau bahkan kemungkinan terburuk kamu akan terjebak pusaran hingga kehabisan nafas. Hal itu juga akan membahayakan rekan-rekanmu.”

    “Lantas apa yang bisa saya lakukan untuk membantu komandan? Saya siap mempertaruhkan nyawa jika memang dibutuhkan”

    Sembari tersenyum, Letkol Heri menepuk pundak Letda Susanto seraya berkata:

    “JIKA MEMANG ADA PRAJURIT YANG HARUS GUGUR DALAM MISI INI, MAKA HANYA AKU LAH ORANGNYA.”

    Semuanya menatap wajah berwibawa komandan dengan tatapan berkaca-kaca. Bahkan ada beberapa orang yang tak kuasa membendung air matanya.

    “Tapi tenanglah. Tidak aka ada yang gugur dalam misi ini. Semuanya akan selamat. Percayalah kepada komandanmu ini”

    Letkol Heri kembali berucap mantap dengan senyum sumringah khas yang ia miliki. Tak ada gurat ketakutan ataupun kegelisahan, yang ada hanya raut wajah optimis penuh keyakinan. Hal itupun langsung menyulut semua prajurit yang lain kembali bersemangat. Setelahnya Letkol Heri memimpin semua anggotanya untuk berdoa.

    Semuanya larut dalam keheningan. Semuanya khusu’ memanjatkan doa pengharapan sembari membayangkan wajah orang-orang yang dicintainya. Suasana begitu tenang tanpa ada suara sedikitpun. Tak ada suara apapun yang terdengar kecuali isak tangis sesenggukan yang sesekali menggemah dalam Kabin KRI Nanggala di bawah permukaan air laut yang kian lama kian gelap.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (10.58 WITA)
    “Komandan, air terlah memenuhi kabin torpedo. Raung logistik Sepertinya akan…” To be continued

    Tiga Hari Menuju On Eternal Patrol oleh : Muhammad Ani Ridhoi

  • Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Sorbansantri.com-Mojokerto-Menyikapi problematika dan dinamika kemasyarakatan ditengah masyarakat, Kapolsek Kecamatan Kutorejo AKP Hery Susanto, SH gelar silaturahmi di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Gus Hadi Prawiro Negoro, Senin (29/03/2021), hadir juga dalam silaturahmi tersebut Ketua MWC NU Kutorejo Abah Khasan, Ketua PAC GP Ansor Kutorejo Gus Saifuddin beserta jajarannya.

       Pertemuan yang berlangsung secara singkat tersebut, membahas mengenai dinamika kemasyarakatan yang terjadi akhir-akhir ini khususnya kejadian terorisme di Gereja Katedral-Makasar (28/03/2021) yang memakan beberapa korban.
    

    AKP Hery Susanto, SH mengajak kepada elemen masyarakat khususnya organisasi Nahdlatul Ulama yang memiliki basis besar di wilayah kutorejo untuk ikut serta dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) di wilayah Kecamatan Kutorejo.
    “Kami memohon dan mengajak secara bersama-sama kepada Pengurus NU untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di Kecamatan Kutorejo, karena NU memiliki peran penting di dalam masyarakat “, ujar Hery Susanto.
    “Selain itu, kita juga terus bekerjasama dalam mengantisipasi isu-isu yang berkembang saat ini, sehingga kondisi KAMTIBMAS yang ada di wilayah Kecamatan Kutorejo ini bisa kondusif ”, tambahnya.
    MWC NU Kutorejo, Abah Hasan Juga menyambut inisiatif baik dari penuturan Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto, SH dengan terus menjalin koordinasi dan komunikasi intens terkait hal tersebut.
    “Menyikapi isu-isu yang terjadi, insya Allah NU Kutorejo beserta GP Ansor, Banser siap untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo ”, ungkap Abah Hasan, Ketua MWC NU Kutorejo.

        Dalam kesempatan itu Gus Hadi Prawiro Negoro juga menuturkan akan pentingnya sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
    

    “Kita ini selalu siap kapanpun untuk membantu aparat keamanan/ kepolisian untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban yang ada di masyarakat ”, ungkap pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Simbaringin.
    “kesiapan kita ini karena bentuk kecintaan kita terhadap tanah air, kita dilahirkan disini, hidup disini, mati disini, kiamat juga disini, maka harus bagi kita terus merasa memiliki dan menjaga tanah air ini ”, tambah Gus Hadi menuturkan tentang Cinta Tanah Air.

    Komitmen untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo juga didukung oleh PAC GP Ansor Kutorejo dan Banser.
    “Kami dari PAC GP Ansor Kutorejo, Banser dan segenap jajaran berkomitmen untuk ikut serta mendukung langkah dari pak Kapolsek dalam menjaga KAMTIBMAS di Kutorejo dengan menginstruksikan kepada anggota Ansor maupun Banser untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ”, ungkap Gus Saifuddin Ketua PAC GP Ansor Kutorejo. (hr-Psg/Anwar Sorban)

  • MENYIKAPI CORONA Do’a Gus Baha’ yang disampaikan di PP Al Hikam Depok

    MENYIKAPI CORONA Do’a Gus Baha’ yang disampaikan di PP Al Hikam Depok

    SORBAN Infokom | 15 Maret 2020

    “Yang ada adalah nasib-nasiban”
    Kalau pas Allah pakai Ghafur-Nya, ya aman.
    Kalau pas Allah pakai ………-Nya, ya tidak aman.
    *Makanya di sini pentingnya doa :

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Ya Allah,
    Saya berlindung semoga dengan ridha-Mu saya terbebas dari benci-Mu, dan semoga dengan ampunan-Mu saya berlindung dari siksa-Mu, dan saya berlindung dengan dzat-Mu dari dzat-Mu (juga). (kita hanya bisa berlindung dari Allah dengan kekuatan Allah sendiri), Saya tidak bisa menghitung pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu sendiri.

    Itulah potongan pengajian yang diadakan di PP Al-Hikam Depok dalam menyikapi virus tersebut.

    (semoga kita semua dihindari dari virus tersebut… Aamiin Ya Rob’al’alamiin)

    (lebih…)