Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • WUJUD TOLERANSI, BANSER JAGA GEREJA PANTEKOSTA Di MOJOKERTO

    WUJUD TOLERANSI, BANSER JAGA GEREJA PANTEKOSTA Di MOJOKERTO

    Mojokerto, Cyberaswaja.online- GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) Mengerahkan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk menjaga Gereja selama perayaan NATAL 2019.

    “Menindaklanjuti Instruksi dari PP GP Ansor, kami menginstruksikan Banser di Wilayah Kabupaten Mojokerto, untuk siaga dan ikut membantu aparat keamanan mengamankan perayaan Natal,” Ujar Ketua PC GP Ansor Gus Ali M. Nasikh. 20/12/2019

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Komandan Bambang dua dar kiri Bersama pengurus Gereja PANTEKOSTA

    Diketahui salah satu di kecamatan Dlanggu, tepat di Gereja Pantekosta, Desa Sroyo tersebut, Banser bersama Pengurus Gereja hadir selama pelaksanaan Natal Berlangsung.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto : Komandan Sutikno tiga dari depan bersama Pengurus Gereja Pantekosta

    “Sesuai instruksi dari Panglima Tertinggi Kami yaitu Ketua PC GP Ansor Kab.Mojokerto, Siap satu komando hadir mengamankan Natal, karena menjaga Gereja bagi Banser adalah Menjaga Indonesia”, tegas salah satu pimpinan Banser Cabang Mojokerto sahabat Bambang.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: jamaah gereja Pantekosta malam Natal 2019
  • NATAL 2019 BANSER JAGA GEREJA BENTUK TOLERANSI

    NATAL 2019 BANSER JAGA GEREJA BENTUK TOLERANSI

    Mojokerto, Cyberasjawa.online- PIMPINAN ANAK CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR (GP ANSOR) KEC. KUTOREJO, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Banser Sebagai Kader Militannya GP Ansor menjalankan tugasnya sesuai instruksi Pimpinan Di Wilayahnya. Gereja yang beralamatkan Dusun Sambisari, Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo ini, Ramai dengan Kehadiran para Jamaahnya, tenang dan Khidmah menjalankan Natal 2019, Pengurus Gereja, Aparat Keamanan Setempat beserta BANSER turut hadir menjaga selama keamanan, ini merupakan wujud toleransi yang harus tetap dijaga. 25/22/19.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Banser bersama aparat keamanan di samping Gereja
    Kenyamanan saudara Umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal merupakan salah satu sikap GP ANSOR dalam menjaga Toleransi di Bumi Nusantara, melalui Pasukan Militannya yaitu BANSER mereka hadir menjaga NATAL 2019. (WakGenk/Infokom).
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: tugas pintu masuk Gereja dua Personel Banser
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Jamaah Umat Kristiani Natal 2019 Dalam Gerejs Kec.Kutorejo
  • AMANKAN NATAL, BANSER BIKIN ADEM

    AMANKAN NATAL, BANSER BIKIN ADEM

    Mojokerto, Cyberaswaja.online- Salam Satu Komando, merupakan Intruksi yang harus dilaksanakan sampai tingkat bawah. PIMPINAN ANAK CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR (GP ANSOR) KECAMATAN GONDANG, menurunkan Pasukan Militansinya yaitu BANSER untuk berperan menjaga dan mengamankan NATAL 2019. Menjaga gereja bagi Banser adalah menjaga Indonesia. Karena negeri besar ini dulu merdeka juga bukan hanya perjuangan umat muslim saja, tetapi semua kelompok termasuk. Ummat Kristiani. Tepat di Gereja BTHEL TABERNAKEL, Desa Jati Dukuh, pasukan militan Ansor yaitu BANSER bersama aparat keamanan, bahkan ada bapak kepala Desa Jati Dukuh juga hadir di Malam Natal 2019 tersebut. Bersama sama membangun Toleransi dalam beragama. “Malam Natal ini, mari kita tingkatkan Toleransi, Saling Menghormati, menjaga keamanan agar kondusif dan berjalan dengan baik”, ungkapnya Kades Jatidukuh bapak H. Zainul Arifin, dalam sambutanya. Kehadiran Banser tersebut membuat Jamaah Gereja dalam melaksanakan ibadahnya merasa Adem, bentuk Toleransi yang diberikan kepada ummat Kristiani ini, merupakan sikap Banser bawa kita saudara sebangsa dan setanah Air Indonesia, karena NKRI Harga mati, seyogyanya kita tetap menjaga seduluran dalam menjalankan ibadah walau berbeda agama. “Sesuai Instruksi dari Ketua PAC GP Ansor kami hadir menjalankan tugas, sebagai bentuk Toleransi beragama, daerah kami kondusif, dan jamaah gereja senang dan adem”. Tegas Anggota BAGANA Banser Kab.mojokerto Sahabat Amir. (WakGenk/Infokom).
    SORBANSANTRI.COM
    Foto:sambutan Kades Jati Dukuh BPK. H. Zainul Arifin
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: anggota Banser PAM Keamanan Depan Gereja
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Malamnl Natal 2019 Di Gereja Jatidukuh
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Banser bersama aparat keamanan Setempat
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: sahabat banserAmir BAGANA (Banser Tanggap Bencana) Kab.Mojokerto
  • BANSER JAGA GEREJA, NATAL 2019 WUJUD TOLERANSI

    BANSER JAGA GEREJA, NATAL 2019 WUJUD TOLERANSI

    Mojokerto, Cyberaswaja.online- Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Mojosari, menerjunkan BANSER untuk turut menjaga keamanan NATAL 2019. PAM Misa NATAL 2019 Di Gereja GKJW Wonokusomo Kecamatan Mojosari ini, dimulai pukul 07:00 sampai dengan 09:00 WIB, dengan kehadiran jamaah gereja kurang lebih 200 jamaah Ummat Kristiani.25/12/19 BANSER hadir sebagai Wujud Menjaga Toleransi beragama, bersama aparat keamanan setempat, kondisi aman dan terkendali selama proses berjalan.(wakgenk/Infokom)
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: dua dari depan sahabat Sucipto PAM Natal 2019
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: halaman Gereja GKJW Wonokusumo-Mojosari
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Banser dan aparat keamanan Di Gereja GKJW Wonokusomo-Mojosari
  • Simpatisan FPI berhasil diCiduk Polisi Karena Hina Guru Sekumpul di Media Sosial

    Simpatisan FPI berhasil diCiduk Polisi Karena Hina Guru Sekumpul di Media Sosial

    jakarta, wp.sorbansantri.com- Tim Direktorat Reserse KrIminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah membekuk salah satu simpatisan Front Pembela Islam (FPI) berinisial FA (30) pada Selasa (22/12).

    FA ditangkap karena diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian di media sosial.

    Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, FA ditangkap di Jalan Bukit Tinggi Kelurahan Beriwit Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Kalteng.

    “Pelaku ditangkap karena melakukan tindak pidana di bidang ITE dan memenuhi unsur SARA,” ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (23/12).

    Adapun pelanggaran ITE ini dilakukan pelaku melalui postingan melalui akun Instagram sry_mutmut_zee.

    Sementara itu, Dirreskrimsus Kombes Pasma Royce mengatakan pihaknya banyak menemukan postingan yang mengandung kebencian kepada pemerintah, masyarakat, bahkan salah satu ulama terkenal yaitu Abah Guru Sekumpul.

    “Dari hasil interograsi yang kami lakukan, diperoleh informasi bahwa FA ini adalah seorang simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI). Tidak hanya foto tetapi dalam bentuk video berikut captionnya mengandung kata-kata kebencian,” terangnya.

    Lanjut Pasma menerangkan, pelaku merupakan seorang warga yang tidak pernah bersosialisasi kelingkungan masyarakat tetapi media sosial merupakan tempatnya berkomunikasi selama ini.

    “Terbukti, dari seorang FA kami telah menemukan 35 akun dari sejumlah handphone yang dimilikinya,” terang dia.

    Atas perbuatannya, pelaku kini ditangkap dan dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

    “Ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun atau denda maksimal berjumlah Rp1 Miliar,” tandas dia.
    (sumber)

  • Cara Kadrun Bikin HOAX Muslim Uighur untuk Cari Donasi

    Cara Kadrun Bikin HOAX Muslim Uighur untuk Cari Donasi

    InfokomBanserNU- Netizen pemilik akun twitter @LuwitaEmilly878 kembali membongkar hoax yang dibikin dan disebar gerombolan kadal gurun (kadrun) tentang isu muslim Uighur yang digambarkan sedang di zalimi oleh pemerintah Cina.

    Dalam gambar hoax tersebut tampak gambar truk dengan narasi Cina membunuh muslim Uighur, padahal gambar aslinya itu adalah minuman yang tumpah dari botol yang pecah.

    “Kiriman bang @Dennysiregar7 Di facebook liat gmn kadrun bikin hoax ttg isu muslim uighur 😂 😂 pdhl yg bner tumpahan minuman dsar pekok bikin gorengan bwt cari donasi,” ujar @LuwitaEmilly878.

    Cuitan @LuwitaEmilly878 kemudian mendapat komentar dari pengguna twitter lainnya.

    @Dewata_01: Hahahaha dasar vangke, ntar ayam di potong di edit juga, dasar kadrun

    @Feryans14432158: Kadrun ini,selalu memanfaatkan situasi yang menguntungkan mereka,ada saja gerakannya untuk mempengaruhi dan menghasut rakyat Indonesia,Padahal banyak lagi hal hal baik yang bisa di buat,selain membuat Demo dan akhirnya membuat kerusuhan. (redaksi infokom ansor banser mojokerto)

  • HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG MEROBOHKAN BANYAK BANGUNAN DI DESA KETAWANG LAOK  SUMENEP

    HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG MEROBOHKAN BANYAK BANGUNAN DI DESA KETAWANG LAOK SUMENEP

    انا لله وانا اليه راجعون

    (Kamis, 19/12/19). Kejadian belangsung sekitar jam 12.00 WIB. Dari saking kencangnya angin bertiup hingga robobhkan beberapa rumah, warung kopi, kandang ayam, dan dapur warga.

    Tidak hanya itu saja tiang listrik juga tak karuan. Masih belum diketahui jumlah kerusakan di Desa Ketawang Laok ini, akan tetapi dari hasil pantauan, ada sekitar 6 unit rumah, 1 unit warung kopi yang berposisi disebelah selatan pertigaan Togur Mateh, dan beberapa kandang ayam petelur milik warga.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    M. Sabri salah seorang warga pemilik warung kopi mengatakan ia beserta istrinya sedang tidak di rumah, dan kejadian malang menimpa warung kopi yang ia rintis kurang lebih enam bulan terahir.

    “saya dan istri sedang pergi kondangan mas, tau-tau ada angin kencang dan merobohkan warung saya dan rumah warga yang lain,” Tegasnya.

    Tidak hanya itu, Azizah selaku purti dari M. Sabri terpental jauh dari depan warungnya hingga ke seberang jalan. Sementara kerugian yang ditanggung olehnya berkisar 40 sampai 50 juta rupiah.

    “Yang kasian anak saya mas dia dibawa angin hingga ketimur jalan ini, agak jauh.”

    “kira-kira kerugian saya untuk sekitar 40 jutaan lah mas, itu belum isi dagangan saya, kalau ditotal berkisar 50 jutaan lah.”

    Disisi lain, Sanin seorang peternak ayam telur memiliki nasib yang sama. Dua unit kandang ayamnya rubuh.

    “kandang ayam saya rubuh, teras rumah pula hancur, dan ini milik pak gani juga terasnya habis,” Jelasnya.

    Tiang listrik dan pohon besarpun tidak mau kalah saing berjatuhan ketanah, sekitar ada tiga dan satu buah pohon besar rubub sampai menutup jalan tanjakan sebelah utara Rumah Kepala Desa terpilih Ketawang Laok yang menjadi jalan utama masyarakat.

    Sementara disisi lain salah seorang warga yang bernama Hasi mengatakan kejadian ini adalah peringatan kepada masyarakat.

    “Hancur semuanya, inilah suatu peringatan untuk kita semua khusnya warga Desa ketawang laok, kecamatan guluk-guluk, kabupaten sumenep,” Katanya.

    Sementara pria 45 tahun ini menegaskan adalah sebuah pertanda karena menurutnya masyarakat Desa Ketawang Laok banyak yang kurang baik.

    “Ini pertanda sudah bahwa manusianya sudah banyak yang kuranganjar, kurang dzikir kepada Allah,” Tegasnya sebari membeltulkan genting diatas rumahnya.
    “dapur ambruk dan kandang ayam saya,” imbuh Hasi (RED SANTRI)

  • KISAH KH ABDURRAHMAN WAHID  GUS DUR  MEMBELA PARA HABAIB

    KISAH KH ABDURRAHMAN WAHID GUS DUR MEMBELA PARA HABAIB

    Infokom Ansor Banser NU- Bismillahirahmanirahim………. Tahun 1993, ada peristiwa terdasyat atas fitnah yang ditujukan kepada para Habib, yaitu sebuah statemen yang diucapkan oleh ketua MUI saat itu KH.Hasan Basri. Statemen itu di muat di surat kabar yg berbunyi

    “Tidak ada anak keturunan Rosululloh Saw di Indonesia bahkan di dunia, karena sudah dinyatakan terputus dikarenakan tidak adanya lagi keturunan Hasan dan Husen.”

    Mendengar itu Alhabib Muhammad al Habsy Kwitang (saat itu beliau sedang sakit) memerintahkan Alhabib Nauval bin Jindan untuk membela kehormatan anak cucu Rosululloh SAW.

    Apa daya Alhabib Nauval bin Jindan meski dari panggung ke panggung berceramah tidak meredakan kegaduhan. Akhirnya Gus Dur mendengar kegaduhan ini, pada saat Alhabib Nauval bin Jindan mengadakan ceramah di satu tempat, Gus Dur datang dan berinisiatif untuk bicara. Gus Dur dengan tegas mengatakan;

    “Hanya orang bodoh yang mengatakan batu permata di bilang batu koral dan yang paling bodoh batu permata kok dihargakan batu kerikil, mereka para cucunya Rosululloh SAW datang ke negeri ini merupakan karunia Tuhan yang terbesar dan hanya orang yang Kufur nikmat kalau tidak mau mensyukurinya.”

    Sejak pembelaan Gus Dur diucapkan dan diviralkan.seketika kegaduhan hilang dan Para Habib diindonesia merasa bersyukur kehormatannya dibela Gus Dur. Oleh sebab itu jangan pernah sakiti Gus Dur dan para Ulama NU yang menjaga keutuhan NKRI.

    Tapi kenapa sekarang banyak kalangan para Habaib dan ulama ulama yg lain mencaci Gus Dur dan menghujat NU
    Bahkan walaupun beliau sudah tiada masih aja yg menghujat beliau

    Kenapa NU difitnah kalau orang NU tidak menghormati para keturunan nabi

    Itu salah besar

    Allahumma Sholli a’la Sayyidina Muhammad wa ala alihi washobihi wasalim

    Jazzaakallaahu Khairan “Semoga Allah memberi kebaikan buat kalian semua.

    Salam Kopi Ireng

    Lahul Fatihah

  • BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Doc.PC GP Ansor Sidoarjo

    SIDOARJO — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sedang berkumpul di Sidoarjo. Tepatnya, dengan titel acara Banser Bersholawat Bersama TNI-Polri untuk Kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di GOR Sidoarjo, Sabtu 14 Desember 2019, malam ini.

    “Mencintai Indonesia lahir batin, menyejukkan dengan Sholawat Nabi,” tulis akun resmi Banser Jawa Timur.

    Banser sebagai elemen penting dalam Gerakan Pemuda Ansor belakangan cukup banyak mendapat tantangan. Namun, dinamika eksistensi Banser di tengah masyarakat selalu mendapat perhatian.

    Bahkan, Habib Ali Al Jufri berpesan khsusu kepada Banser NU: “Kalian Sekarang Sedang Jihad di Jalan Allah”.

    Habib Ali Al-Jufri dalam ceramahnya pada acara Ramah Tamah dan Bedah Buku “‘Al-Insaniyyah Qabla Tadayun’ karya Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, di UIN Walisongo Semarang, menyampaiakan rasa terima kasih kepada Banser NU yang telah menjaga keamamanan.

    Habib Ali Al Jufri, ulama asal Uni Emirat Arab ini, menyampaikan:

    “Terima kasih yang menjaga keamanan, yang berdiri di sini (Banser NU). Ini bukan cuma basa-basi saja. Apa yang niatnya jujur dari hati, yang kalian niatkan di dalam hati kalian, dan Allah mengetahui apa yang di hati. Di dalam pekerjaan yang kalian lagi lakukan sekarang ini, (yaitu) mengamankan manusia, menjaga bangsa dan negara, mencari ridhonya Allah, maka kalau niat seperti itu kamu sekarang sedang jihad di jalan Allah”.

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Maka semakin tinggi ketaqwaan, maka Allah akan mendidik kalian untuk menjaga yang lain. (Red) Sumber: https://pwnujatim.or.id/banser-bersholawat-di-gor-sidoarjo-bersama-tni-polri-untuk-kedamaian-nkri/

  • KEHANCURAN AKIBAT ADA ORANG ISLAM BERFIKIR TERTUTUP

    KEHANCURAN AKIBAT ADA ORANG ISLAM BERFIKIR TERTUTUP

    wp.sorbansantri.com – Masjid megah ini, mulai dibangun tahun 705 M, era dinasti Umayyah, pada masa kekuasaan Al-Walid bin Abdul Malik.
    Ia mendatangkan arsitek kenamaan dari Persia dan India, 200 seniman didatangkan dengan bantuan Bizantium dari Yunani untuk memperindah bagungan.

    Masjid yang dikenal dengan Masjid Umawi ini dipuji banyak kalangan atas keindahannya. Masjid ini hasil dari cara berfikir umat Islam yang terbuka, inklusi,
    وقد حشد له صنّاعاً من الفرس والهنود، وأوفد إمبراطور بيزنطة مئة فنان يوناني للمشاركة في التزيين
    Karya monumental lintas budaya antar bedua, dari ragam kepercayaan dan tradisi. Keindahan itu terjaga hingga beberapa tahun lalu, atau berusia tidak kurang hampir 13.5 Abad lamanya.
    Siapa yang menghancurkan? Orang Islam yang mempunyai cara berfikir tertutup, Ekslusif.
    Sekarang ada sekelompok orang, dari banyak fraksi dogmatis (Islam puritan, Islam fundameltis, teroris dll) berusaha membangun cara berfikir umat yang ekslusif.
    Dan kita harus melawan itu, kita tidak ingin masjid bersejarah, bangunan bersejarah, kubah-kubar orang wali yang kita muliakan, candi dan prasasti bersejarah bangsa ini hancur akibat umat Islam yang ekslusif ini semakin banyak dan semakin berkuasa. Kita tidak ingin tanah air kita seperti Aleppo.  (Ahmad Tsauri)