Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • Rapat persiapan DTD PAC GP Ansor Kecamatan Jatirejo

    Rapat persiapan DTD PAC GP Ansor Kecamatan Jatirejo

    Rapat Koordinasi Panitia DTD PAC GP Ansor Jatirejo bersama jajaran Instruktur PC GP Ansor Kabupatem Mojokerto yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at sampai Minggu tanggal 20,22,23 Desember 2019 di Yayasan MI Sunan Ampel Desa Sumberagung Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

  • GP ANSOR SATU KOMANDO

    GP ANSOR SATU KOMANDO

    Cyberaswaja.online. Mojokerto Bergerak Kordinasi dengan panglima tertinggi Banser di 18 Kecamatan yang ada di kabupaten Mojokerto.Berkaitan dengan Marwah organisasi dan martabat organisasi pengurus dan anggota mengadakan Rutinan Konsolidasi.Bertempat di MWCNU PURI pada pukul 18:00 WIB kegiatan berlangsung lancar dan aman dengan kawalan beberapa Banser (13/12).”Konsolidasi ini dilakukan salah satunya berkaitan dengan HAUL Alm.Riyanto ke XIX agar satu Komando” Pinta PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali.Kordinasi tersebut dihadiri ketua GP ANSOR Se Kabupaten Mojokerto, Antara lain : PAC Pungging, PAC Trowulan, PAC Jatirejo, PAC Gondang, PAC pacet, PAC Dawa⁩rBlandong, PAC Puri, PAC Kutorejo⁩, PAC Ansor Mojosari, PAC Gedeg⁩, dan PAC Jetis. (WakGenk/Infokom)

  • Acara rutinan jamiyah sholawat Seribu Rebana

    Acara rutinan jamiyah sholawat Seribu Rebana

    NU Sentul- Acara rutinan jamiyah sholawat Seribu Rebana pada hari ini 14 Desember 2019 diselenggarakan Kabupaten Jombang Jawa Timur. Peserta dihadiri kira-kira 5000 jamaah dari berbagai daerah.

    Acara tersebut mengundang beberapa tamu khusus dari Camat kapolsek muspika tokoh agama tokoh masyarakat serta Jama’ah Sholawat dan selebihnya jamaah rutinan.

    GP ANSOR PAC TEMBELANG
    Banser Satkoryon Tembelang

    Tetep istiqomah berdzikir & bersholawat
    bersama rutinan Jam’iyah Sholawat
    SERIBU REBANA KAB.JOMBANG
    Di Balai Desa Pulogedang
    Tembelang Jombang

    Salah satu harapan dari NU Sentul dalam statusnya

    #SholualannabiMuhammad
    #SerbanJombang
    #SerbanTembelang
    #AnsorTembelang
    #BanserTembelang

  • Mengaku Saya Emosi! dan meminta maaf itu yang dikatakan pria kafir-kafirkan anggota banser

    Mengaku Saya Emosi! dan meminta maaf itu yang dikatakan pria kafir-kafirkan anggota banser

    Infokom Banser NU-Pria yang mengkafir-kafirkan dua anggota Banser berinisial H menyesal atas perbuatannya. Ia mengaku tak bisa menahan emosinya saat itu. Kini ia hanya bisa menyesali usai ditangkap polisi.ADVERTISEMENT“Saya menyesali atas perbuatan tersebut karena faktor keadaan emosi,” ucap pelaku di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (12/12).Dalam kesempatan itu, pelaku juga menuturkan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya dua anggota Banser yang ia persekusi dengan sebutan kafir. “Permintaan maaf saya terutama kepada masyarakat dan juga NU para ulama mohon maaf, dan saudara-saudara Banser dan GP Ansor,” kata dia.

    Sementara itu di lokasi yang sama, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, mengatakan pelaku ditangkap di sebuah padepokan di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 15.00 WIB pada Kamis (12/12).Bastoni menyebut, di tempat itu pelaku menyesali perbuatannya dan bertaubat serta menenangkan diri.“Dia di sana taubat dan menengankan diri,” kata Bastoni.

    Kasus persekusi anggota Banser
    Jumpa pers kasus persekusi anggota Banser di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan

    Dalam penangkapan itu polisi turut mengamankan sebuah ponsel seluler milik pelaku yang dijadikan untuk merekam aksi persekusi itu.ADVERTISEMENTKasus persekusi itu terjadi pada Selasa (10/12) di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan. H mengkafir-kafirkan dua anggota Banser bernama Wildan dan Eko. Keduanya merupakan anggota provost Banser Kota Depok. Saat itu, Wildan dan Eko dalam perjalanan menuju Ciledug. Di sana ada pengajian yang dihadiri salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU), Gus Muwafiq.

    Sumber : Kumparan

  • BANOM NU KECAMATAN PACET BERSATU

    BANOM NU KECAMATAN PACET BERSATU

    Masjid Darul Falah Desa Mojokembang Kecamatan Pacet, Ahad 08 Desember 2019 ratusan Ibu-ibu Warga Nahdliyin mengikuti Giat Rutin Diba’iyah dan Istighosah Kubro yang dipelopori oleh PAC FATAYAT NU & MUSLIMAT NU Kecamatan Pacet. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Camat Pacet, Pengurus Harian MWCNU Pacet, Tokok Agama, Tokoh Masyarakat & juga Perangkat Desa.

    Jalur yang extrim, naik turun, tikungan tajam, bahkan ada beberapa warga yang rela berjalan kaki dikarenakan takut dengan jalur tersebut, tapi tak sedikitpun melunturkan semangat mereka.

    Dibeberapa titik jalur extrim juga ada sahabat-sahabat Banser yang siaga mamantau Lalu lintas, dan juga ada yang bertugas mengatarkan jamaah ke lokasi.

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • RAKERCAB GERAKAN PEMUDA ANSOR KECAMATAN DLANGGU

    RAKERCAB GERAKAN PEMUDA ANSOR KECAMATAN DLANGGU

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto melaksanakan Pelantikan Pengurus Badan Semi Otonomnya yaitu Lembaga Majelis Dzikir Dan Sholawat Rijalul Ansor, Jajaran Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser, Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah Ansor (LKMSA), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Serta Rapat Kerja.

    Pada agenda tersebut dilaksanakan dimulai hari Sabtu – Ahad 7-8 Desember 2019 bertempat di Padepokan Sawung Nalar Jl.Semeru Patok Picis Kecamatan Klakah Kabupaten Malang, di area Padepokan atau Pondokan model panggung kayu dengan suasana yang dingin sejuk tersebut juga tempat untuk rehabilitasi pemuda narkoba. Di pembukaan Pelantikan dan Rapat Kerja tersebut Sambutan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dlanggu Sahabat Ach. Charis menyampaikan bahwa Ruhnya sebuah kepengurusan organisasi adalah merencanakan dan menjalankan program kerja, kepada sahabat-sahabat pengurus yang baru saja saya dilantik dan sudah mengucapkan sumpah janji maka harus kita kerjakan apapun nantinya yang kita rencanakan dan diputuskan dipermusyawaratan ini, dihadiri juga dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kab.Mojokerto Sahabat Mokhamad Yunus pada sambutannya berpesan kita datang dengan berharap barokah dari para muassis Nahdlatul Ulama muassis GP Ansor yg mendirikan organisasi ini adalah dengan riyadloh ikhtiar tentunya tidak dengan asal-asalan sehingga sejarah membuktikan dari organisasi ini bisa kita sebut organisasi yang keramat. juga kita hadir disini ditempat yang mubarokah ini, maka berangkat kita berharap barokah ditempat yg barokah dengan menghasilkan yang barokah.

    Hasil dari beberapa rencana program kerja unggulan adalah Majelis dzikir dan kajian dan diskusi kitab kuning dengan kemasan Ngaji-Kaji sambil ngopi bareng bersama Rijalul Ansor dengan mendiskusikan peristiwa atau permasalahan terupdate yg terjadi disekitar kita dan ramai diperbincangkan di medsos dengan diskusi tanya jawab yang diurai atau dijawab dengan mengkaji dari kitab kuning dan sanad yang jelas. punpula dari lembaga perekonomian dan pelatihan memunculkan program iuran donatur dan dari anggota untuk dikumpulkan sebagai awal untuk modal usaha organisasi serta pelatihan budidaya ulat sutra yang tentu hasilnya nanti untuk pengembagan kewirausahaan anggota dan organisasi.
    Harapan besar bagi seluruh pengurus untuk masa khidmat PAC GP Ansor Kecamatan Dlanggu Kab.Mojokerto agar kegiatan dan rancangan program kerja ini bisa membawa manfaat khususnya untuk seluruh anggota GP Ansor , warga NU dan umumnya masyarakat. dan pada akhir kegiatan tersebut ditutup dengan doa oleh Gus Najib selaku Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Dlanggu.

    SORBANSANTRI.COM

  • DI/TII Bunuh Kyai NU karena NU Bela NKRI tidak Bela Negara Islam

    DI/TII Bunuh Kyai NU karena NU Bela NKRI tidak Bela Negara Islam

    Ibnu Muljam kita dapati yg belajar agama namun bukan dari guru yg bersanad , bersambung ilmunya sampai Nabi SAW. Sehingga zaman nabi dan salaf pun mereka cendrung khawarij suka memberontak. Untungnya umumnya kyai bersanad ilmu agamanya, ini yg dibenci para khawarij. Berbeda dg ustadz2 Muhammadiyah dapat kita lihat punya semangat yg dekat dg ghirrah DI TII, khilafah HTIatau NII, akibat tidak bermadzhab dan tidak bersanad.

    Sepulang dari Bandung menuju Jakarta, Idham Chalid, Ketua I PBNU, menginap di Puncak. Tiba-tiba gerombolan DI/TII menembakinya dari arah perbukitan. Dia tiarap di kolong ranjang. Untungnya, segera datang bantuan tentara dari Cipanas. Kontak senjata berlangsung berjam-jam. Malam menjadi bising karena desingan peluru. Mereka lari menjelang subuh dengan menderita banyak korban jiwa dan luka-luka. Di pihak tentara juga ada yang terluka.

    Pengalaman lain yang dialami Idham ketika naik kereta api menuju Jawa Timur. Dia ditembaki gerombolan DI/TII antara Gambir dan Pegangsaan. Beruntung peluru hanya mengenai ujung kopiah ajudannya, H. Djumaksum. “Sasaran tembakan pastilah saya, menteri yang mengurusi keamanan,” kata Idham dalam biografinya, Tanggungjawab Politik NU dalam Sejarah.

    Dari 24 Maret 1956 hingga 9 April 1957, Idham menjabat Wakil Perdana Menteri merangkap Kepala Badan Keamanan. Salah satu perhatian utama Kabinet Ali Sastroamidjojo II itu adalah pemulihan keamanan dari DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

    “Tugas saya yang paling berat adalah menghadapi gerombolan yang membawa dalil-dalil agama Islam, yaitu Darul Islam Kartosuwiryo di Jawa Barat, Ibnu Hadjar di Kalimantan Selatan, Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan, dan Tengku Daud Beureueh di Aceh,” kata Idham.

    Menurut Idham, DI/TII merugikan Islam. Banyak umat Islam yang menjadi korban kekejaman mereka. Mungkin di Aceh tidak terjadi perbuatan seperti di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan di mana gerombolan DI/TII membakar madrasah dan masjid yang tidak sependapat dengan mereka.

    “NU yang dianggap sebagai pengkhianat Islam karena keluar dari Masjumi juga dianggap musuh utama DI/TII. Mereka menganggap NU membantu Republik Indonesia Kafir (RIK). Apalagi salah seorang ketuanya menjadi wakil perdana menteri yang memegang urusan keamanan. Beberapa orang pimpinan cabang NU di Jawa Barat dibakar rumahnya oleh DI/TII, bahkan ada yang ditembak mati. Suatu rapat NU pernah diserang mereka,” kata Idham.

    Sejarawan Cornelis van Dijk mengungkapkan bahwa pada Juli 1953 DI/TII melancarkan aksi serentak. Komandan DI/TII di Ciamis Selatan, Uchjan Effendi, memerintahkan pasukannya meningkatkan aksi untuk mengacaukan musuh. Mereka melakukan tindakan apa pun untuk membuat kekacauan.

    “Angkatan Kepolisian Negara Islam, misalnya, ditugaskan untuk menghukum warga yang tidak sepakat dengan Darul Islam. Uchjan juga memberikan perintah kepada masing-masing satuan Angkatan Kepolisian yang beroperasi pada tingkat kecamatan. Mereka ditugaskan untuk membunuh paling sedikit satu orang warga dan membakar paling sedikit lima bangunan yang didirikan pemerintah Republik dalam waktu dua minggu. Ancamannya, bila ada anggota yang gagal melakukan aksi ini akan dituntut secara hukum,” tulis Van Dijk dalam Darul Islam: Sebuah Pemberontakan.

    Dalam menghadapi DI/TII, Idham melibatkan para kiai. Dia membentuk KPK (Kiai-Kiai Pembantu Keamanan) yang diketuai KH Muslich dari Jakarta. Anggotanya ditunjuk satu orang dari masing-masing wilayah di mana terdapat DI/TII. Khusus untuk Jawa Barat sebagai daerah yang paling luas dikuasai DI/TII, KPK menunjuk dua orang wakil yaitu KH Dimyati (Ciparai) dan Moh. Marsid.

    Anggota KPK lainnya antara lain KH Baidowi Tafsir (Jakarta), KH Malik (Jawa Tengah), KH As’ad Syamsul Arifin (Jawa Timur), KH Ahmad Sanusi (Kalimantan), KH Zahri (Lampung), KH Jusuf Umar (Sumatra Selatan), KH Kahar Ma’ruf (Sumatra Tengah), Tengku Mohammad Ali Panglima Pulen (Aceh dan Sumatra Utara), dan KH Abdullah Joesoef (Sulawesi).

    “Mereka dengan sungguh-sungguh melaksanakan panggilan kewajibannya sebagai seorang Islam dan warga negara untuk berbicara dengan rakyat tentang kesadaran mematuhi ajaran agama dan hidup bernegara,” kata Idham.

    Mereka menghubungi para kiai di daerah masing-masing untuk menyampaikan kesadaran itu karena gangguan keamanan yang berlarut-larut merugikan negara dan rakyat. Mereka melakukan kegiatannya melalui pengajian atau kegiatan lainnya.

    Panglima-panglima militer di daerah gembira dengan adanya KPK. Dalam setiap peninjauan maupun operasi militer mereka selalu mengikutsertakan KPK. Di daerah yang berhasil dikuasai, sang kiai memberikan ceramah kepada rakyat. Mereka juga memberikan penyadaran kepada anggota gerombolan DI/TII yang menyerah.

    “Mereka sama sekali tidak diganjar dengan nilai penghasilan tertentu, tetapi hanya mendapat sekadar uang jalan dan uang saku,” kata Idham. “Jasa kiai-kiai pembantu keamanan tidak bisa saya lupakan.”

  • Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto

    Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto

    Penampilan setelah Apel Pembukaan Susbalan PCNU Kab. Mojokerto tahun 2018.
  • HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    Infokom Banser MJK-19 tahun silam, tepatnya Desember tahun 2000, Sahabat Riyanto seorang Anggota Banser Kota Mojokerto mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan saudara-saudara umat Kristiani dalam Perayaan Misa Natal di Gereja Eben Haezer. Beliau meninggal akibat meledaknya bom yang diterorkan digereja tsb.
    Apa yang dilakukan Alm. Riyanto merupakan tauladan bagi kita semua, bahwa kita adalah umat beragama yang hidup di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah kita, tidak boleh ada sekat hanya atas nama agama, suku, ras, dsb. Yang ada adalah INDONESIA.

    https://www.youtube.com/watch?v=6tyVB14OtYo

    Hari ini yang harus dilakukan tidak boleh hanya sekedar refleksi dan perenungan, akan tetapi aksi nyata untuk terus menghidupkan semangat Bhinneka Tungggal Ika ditengah-tengah upaya segelintir oknum yang menggerogoti dan mendistorsi kemajemukan yang menjadi identitas Indonesia.
    Sebagai Kader Ansor khususnya, ini adalah amanah & tanggung jawab utama kita untuk mengejawantahkan cita-cita organisasi dalam dinamika ke-Indonesia-an. Apapun resiko, situasi, dan kondisinya kita tidak boleh mundur sedikitpun demi masa depan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

    ( GUS IPUNG )

  • PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    Infokom Banser-Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengimbau warga nahdiyin di seluruh Tanah Air, sebaiknya tidak usah ikut reuni 212. Karena waktu penyeleggaraanya 2 Desember 2019 bersamaan dengan hari kerja.
    “Lebih baik berkerja untuk keluarga daripada ikut hura-hura yang tidak jelas arahnya.
    KH. Said Aqil Siroj mendengar informasi Reuni 212 yang akan digelar di Monas Jakarta akan dihadiri peserta dari Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
    “Tambah repot, solawatan dan baca doa bersama keluarga di rumah lebih aman,” kata Said.
    Tapi kalau ada warga NU yang nekad datang, disarankan atas nama pribadi, jangan membawa atribut NU.

    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid terpisah mengatakan, reuni 212 adalah hak bagi setiap warga untuk menghadiri acara itu, namun tak boleh membuat resah.
    Wakil Menteri menyebut hukum pelaksanaan Reuni 212 oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 ialah mubah.
    Namun Zainut menegaskan para ASN yang hendak mengikuti kegiatan itu wajib mendahulukan pekerjaan.
    Sebab merujuk pada tanggal pelaksanaannya pada 2 Desember 2019 jatuh di hari Senin.
    “Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” kata Zainut Tauhid.

    “Karena pelaksanaan 212 hari kerja dan bagi ASN bekerja itu hukumnya wajib, maka sesuatu yang wajib tidak bisa diganti dengan yang mubah.
    Jadi bagi ASN wajib mendahulukan pekerjaannya,”
    Zainut menjelaskan, kegiatan yang bersifat mubah bisa mendatangkan nilai ibadah jika diisi dengan berbagai kegiatan.
    Namun, jika sesuatu yang mubah diisi kegiatan yang buruk, itu bisa menyebabkan dosa.
    Wakil Ketua Umum MUI itu memilih berprasangka baik.
    Dia yakin Reuni 212 akan diisi berbagai kegiatan yang positif.
    “Saya yakin Reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan,” ucap Zainut.

    Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya menegaskan, Reuni 212 adalah hak warga negara.
    Tidak bisa dilarang, asal tidak bertindak anarkis dan memancing keributan.

    (sumber ansor kebon jeruk)