Blog

  • akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah  Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor

    akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor

    Infokom Ansor Banser – Sebuah akun dengan nama Aris Arisyiu Putra => https://www.facebook.com/aris.arisyiuputra telah melecehkan Ansor Banser dengan kata-kata kotor, yang diduga telah melanggar Pasal 45A ayat 2, pasal ini mengatur soal sebaran informasi yang bernada kebencian pada individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA. Pasal ini berbunyi:

    Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

    SORBANSANTRI.COM
    Ujaran Kebencian oleh pengguna Facebook

    akun tersebut benar-benar menantang dengan kata-kata Choirul Anwar,kcm,grobokan,masuk dari pertigaan gendingan desa boloh 100 mtr lewat rel sepur,OKE bos banser?

    Diharapkan kepada seluruh Ansor Banser untuk segera klarifikasi dan tanggap dengan kejadian tersebut.

    Record data sudah sebagian kami simpan. Beberapa cuplikan ujaran kebencian dapat dilihat di Fans Page Infokom Ansor Banser

  • PENGOBATAN GRATIS DAN RUQYAH

    PENGOBATAN GRATIS DAN RUQYAH

    GRAHA NU MWCNU PACET Rabu 11 Desember 2019 tidak terlihat seperti biasanya sangat ramai dan banyak orang, karena hari ini ada kegiatan Pengobatan gratis dan Ruqyah masal yang di laksanakan oleh MWCNU PACET melalui lembaganya NU CARE-LAZISNU.NU CARE-LAZISNU Pacet ini melaksanakan fungsi sosialnya untuk warga Lansia dan Dhuafa yang selama ini tidak mampu berobat. Kegiatan ini di dukung oleh semua Ranting NU, Banom dan semua Lembaga-lembaga yang ada di MWCNU Pacet.Peserta dari kegiatan ini adalah warga NU Lansia dan Dhuafa yg ada di masing-masing ranting NU, tiap-tiaap Ranting mengirimkan 6 orang peserta, total peserta yang tertangani adalah 120 org karena MWCNU Pacet terdiri dari 20 Ranting.Tim Medis yg hadir adalah dari Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Tim RUQYAH KYAI MOJO dari PCNU Kabupaten Mojokerto.Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut terutama keamanan dan perlengkapan di Back Up langsung oleh PAC GP ANSOR PACET beserta BANSER nya, Banser yg hadir dalam pengamanan ini sekitar 20 Personil.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • BANOM NU KECAMATAN PACET BERSATU

    BANOM NU KECAMATAN PACET BERSATU

    Masjid Darul Falah Desa Mojokembang Kecamatan Pacet, Ahad 08 Desember 2019 ratusan Ibu-ibu Warga Nahdliyin mengikuti Giat Rutin Diba’iyah dan Istighosah Kubro yang dipelopori oleh PAC FATAYAT NU & MUSLIMAT NU Kecamatan Pacet. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Camat Pacet, Pengurus Harian MWCNU Pacet, Tokok Agama, Tokoh Masyarakat & juga Perangkat Desa.

    Jalur yang extrim, naik turun, tikungan tajam, bahkan ada beberapa warga yang rela berjalan kaki dikarenakan takut dengan jalur tersebut, tapi tak sedikitpun melunturkan semangat mereka.

    Dibeberapa titik jalur extrim juga ada sahabat-sahabat Banser yang siaga mamantau Lalu lintas, dan juga ada yang bertugas mengatarkan jamaah ke lokasi.

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • Bagaimana tentang keindahan Allah Ta’ala ?

    Bagaimana tentang keindahan Allah Ta’ala ?

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Keindahan Allah tak bisa disifatkan, karena berbeda dengan segenap makhluk dan tidak menyerupai makhluk, Allah Ta’ala itu sangat Indah, dan akan semakin indah terasa, dengan hubungan batin kita yang semakin banyak meninggalkan larangannya dan mematuhinya,
    Dia ‘Azza wa Jalla akan mengalirkan cinta kepada hati hamba-Nya sehingga hamba-Nya mulai asyik pada Nya.

    Nah.. inilah sorga terindah sebelum mereka mengenal sorga, dan kelak mereka melihat keindahan Allah, dan Allah jadikan tempat tinggal mereka di sorga, dan sungguh jika disuruh memilih untuk tinggal di neraka namun boleh melihat keindahan Allah maka semua mereka akan meninggalkan sorga dan masuk ke neraka.

    Sebagaimana diriwayatkan ketika seorang hamba yang terakhir keluar dari neraka setelah mungkin ratusan ribu tahun dihancur leburkan di api neraka, setelah jutaan kali tubuhnya dihidupkan kembali dan disiksa, lalu ia dihadapkan pada Allah.., ia melihat Allah.., lalu Allah bertanya padanya, hambaku, berapa lama kau di api neraka?, hamba itu berkata : “aku tak pernah merasakan siksa neraka..”.
    kenapa?, hilang seluruh kepedihan neraka karena melihat keindahan Allah Ta’ala…

    Nah.., namun Allah menempatkan hamba hamba yang rindu pada-Nya adalah di sorga, maka mereka meminta sorga karena tahu sorga adalah tempat terdekat pada Allah, mereka mendambakan sorga karena itu tempat orang yang dicintai Allah, mereka mengharap sorga karena di sorga lah mereka akan sering berjumpa dan melihat Allah. (abi sorban)

  • Menteri Sosial Kembali Tertangkap KPK, Kesaktian Gus Dur Terbukti?

    Menteri Sosial Kembali Tertangkap KPK, Kesaktian Gus Dur Terbukti?

    SORBANSANTRI.COM

    Gitu aja kok repot…

    wp.sorbansantri.com- Publik politik tanah air pasti tidak asing dengan celetukan itu. Siapakah yang mempopulerkan ungkapan tersebut?
    Benar, Presiden Indonesia ke lima, Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau biasa disapa dengan Gus Dur.

    Gus Dur memang dikenal luas sebagai tokoh yang nyentrik. Tak jarang komentar dan statementnya mengundang kehebohan dan polemik. Tetapi dibalik pro kontranya, tak jarang dari apa yang diucapkannya ada benarnya juga.
    Dan saat-saat ini, ketika Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tertangkap KPK, salah satu ungkapan Sang Putra Kyai Haji Wahid Hasyim tersebut kembali menuai banyak perhatian. Ungkapan Gus Dur tentang Kementrian Sosial.
    Pada saat menjabat sebagai Presiden Indonesia tahun 1999 sampai dengan tahun 2001 dulu tokoh Nahdlatul Ulama kelahiran Jombang 7 September 1940 itu pernah membuat geger dengan membubarkan Departemen Sosial yang kini menjadi Kementerian Sosial. Alasan Gus Dur waktu itu karena Departemen Sosial korupsinya besar-besaran.

    “.. Karena departemen itu yang mestinya mengayomi rakyat ternyata korupsinya gede-gedean, sampai hari ini,” ujar Gus Dur dalam wawancara dengan Andi F Noya dalam program Kick Andy tahun 2008 lalu yang kembali viral (detik.com, 7 Desember 2020).

    Ya, apa yang disampaikan Gus Dur tersebut sedikit banyak memang tergambar pada kasus yang menjerat Menteri Sosial Kabinet Jokowi Jilid II, Juliari Peter Batubara, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka Minggu 6 Desember 2020. Sang Menteri dari PDI Perjuangan tersebut menjadi tersangka berkaitan dengan bantuan sosial Covid-19 wilayah Jabodetabek.

    Jika dicermati ulang apa yang dilakukan Menteri Juliari ini memang miris. Di saat – saat negara ini memerangi Covid – 19, Mensos malah terlibat korupsi berkaitan dengan bantuan sosial Corona. Dengan kasus ini bahkan ada suara-suara dari sementara pihak yang mengusulkan hukuman mati.

    Dan Juliari Batubara bukan satu-satunya Menteri Sosial yang terjerat KPK. Sebelumnya ada Idrus Marham dan Bachtiar Chamsyah pada posisi menteri yang sama yang berurusan dengan lembaga anti rasuah.

    Bachtiar Chamsyah adalah Menteri Sosial tahun 2001 – 2009, yaitu pada era Presiden Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK berkaitan dengan kasus pengadaan sarung, sapi dan mesin jahit. Ia divonis satu tahun delapan bulan dan denda 50 juta rupiah.

    Sedang Idrus Marham adalah Menteri Sosial era Jokowi Jilid I. Sang politikus Golkar ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial pada Januari 2018 menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang saat itu maju sebagai Calon Gubernur pada Pilkada Jatim.

    Namun sayang jabatan itu tak genap berusia delapan bulan. Pada bulan Agustus 2018 ia mundur sebagai Menteri Sosial karena tersangkut kasus berkaitan dengan pembangunan pembangkit listrik di PLTU Riau. Sang Mantan Sekjen Paartai Golkar tersebut akhirnya terkena hukuman dua tahun penjara dan denda 50 juta rupiah.

    Apa yang disampaikan Gus Dur seperti menemui kesahihannya. Dengan tertangkapnya Juliari Batubara, Idrus Marham dan Bachtiar Chamsyah, Kementrian sosial menyumbangkan Menteri terbanyak yang terjerat KPK sejak lembaga anti rasuah itu berdiri tahun 2003.

    Jika Kementrian ini tetap berdiri maka tugas besar
    Presiden Jokowi dan presiden-presiden RI selanjutnya untuk menempatkan orang-orang yang berintegritas pada Kementrian ini. Jika tidak Kementrian Sosial sebagai lembaga dengan korupsi gede-gedean seperti yang disematkan Gus Dur akan sangat dimungkin terus melekat dan terbawa. (abi sorban)

  • Tausiyah Habib Ali al-Jufri kepada Banser

    Tausiyah Habib Ali al-Jufri kepada Banser

    https://youtu.be/-e2_SEVPaz8
    Habib Ali al-Jufri

    Infokom Ansor Banser NU-Habib Ali al-Jufri kepada Banser “mata-mata yg tidak menangis di hari kiamat adalah mata mereka yg tidak tidur utk menjaga keamanan manusia” Lihat ekspresi pak Banser, saat mendengar tausiyah Habib Ali, tidak ada terdengar teriakan dan pekikan takbir, malah mewek sambil berdoa, kenapa?! Karena selama ini Banser menjaga keamanan, kemanusiaan, negara dan bangsa bukan untuk gagah-gagahan. Itu semua karena gerakan dr hati ruhani untuk melaksanakan perintah ulama-kiai.

  • Ceramah Gus Muwafiq Tak Rendahkan Nabi

    Ceramah Gus Muwafiq Tak Rendahkan Nabi

    Isi tausiyah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq di Purwodadi, Jawa Tengah beberapa waktu lalu dipermasalahkan sekelompok orang. Gus Muwafiq oleh orang-orang yang selama ini tak suka, dituduh dan dibully menghina Nabi Muhammad SAW. Padahal dalam dakwahnya Gus Muwafiq hanya cerita mengisahkan kisah kecil Rasul yang tak terurus, dan rembes (dekil, bahasa Jawa).

    Hal tersebut karena semasa kecil Kanjeng Nabi saat itu diurus sang kakek. Kehidupan Nabi semasa kecil memang dalam keadaan prihatin karena baginda Nabi semasa kecil sudah sebatang kara. Namun kisah Nabi ini dianggap sekelompok orang itu sebagai penghinaan.

    Kiai Muwafiq telah meminta maaf atas ucapannya. Namun banyak juga yang mendukung tausiyah Gus Muwafiq. Banyak postingan di media sosial yang tetap mendukung Gus Muwafiq dan tetap meminta ulama besar NU ini sabar dalam menghadapi cobaan. Salah satu yang mendukung dakwah Gus Muwafiq adalah Ulama besar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Futuhiyyah Mranggen Demak KH Hanief Muslih.

    SORBANSANTRI.COM

    Ulama kharismatik ini juga ikut urun rembug terkait ceramah KH Ahmad Muwafiq. Ia mendukung dan membenarkan apa yang diucapkan Kiai yang tinggal di Ponpes Jombor Yogyakarta ini.

    Berikut pandangan tokoh besar Ulama Jawa Tengah ini :

    Urun rembug, mudah-mudahan bisa menyadarkan kita, apakah Gus Muwafiq salah dalam kata-katanya yang menyebutkan Nabi Muhammad kecil pernah REMBES, atau sakit mata beliau.

    Di antara temen kita ada yang membully sedemikian rupa, sepertinya dia telah menjatuhkan martabat Nabi, menghina Nabi, dan ada yang menggolongkannya boleh dibunuh Wal-Iyadhu Billah.

    Terimakasih Gus Muwafiq, Antum telah banyak menyadarkan banyak orang untuk kembali ngaji kitab-kitab klasik, yang telah banyak ditinggalkan banyak orang pinter.

    Berikut kutipan nash-nash kitab yang menjelaskan bahwa, Nabi Muhammad kecil ketika umur 7 tahun, beliau sempat sakit mata yang sangat amat “Romadun Syadidun”, yang dimaknai oleh Gus Muwafiq dengan REMBES. Simak baik-baik berikut ini (ma’af tidak saya terjemah) :

    ومنها ما ذكره ابن الجوزي من أنه صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم أصابه رمد شديد سنة سبع من مولده فعولج في مكة فلم يفد العلاج فقيل لعبد المطلب إن في ناحية عكاظ راهبًا يعالج الأعين فركب إليه فناداه وديره مغلق فلم يجبه فتزلزل ديره حتى خاف أن يسقط عليه فخرج مبادرًا فقال يا عبد المطلب إن هذا الغلام نبي هذه الأمة ولو لم أخرج إليك لخرب على ديري فارجع به واحفظه لا يقتله بعض أهل الكتاب فعالجه وأعطاه ما يعالج به. وفي رواية أنّ الراهب
    أخرج صحيفة وجعل ينظر إليها وإلى رسول الله صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم ثم قال هو والله خاتم النبيين ثم قال يا عبد المطلب هذا رمد قال نعم قال إن دواءه معه خذ من ريقه وضعه على عينيه فأخذ عبد المطلب من ريقه صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم ووضعه على عينيه فبرئ لوقته.
    ثم قال الراهب يا عبد المطلب وتالله هذا الذي أقسم على الله به فأبرئ المرضى وأشفي الأعين من الرمد.
    [الكتاب: المنهل العذب المورود شرح سنن الإمام أبي داود – المؤلف: محمود محمد خطاب السبكي/ 9: 98-99]
    • وفي السنة السابعة من مولده صلى الله عليه وسلم استقل بكفالته جده عبد المطلب وفيها اصابه صلى الله عليه وسلم رمد شديد وفيها استسقى عبد المطلب وهو صلى الله عليه وسلم معه بسبب رؤيا دقيقة وفيها خرج عبد المطلب لتهنئة سيف بن ذي يزن الحميري بالملك [الكتاب : السيرة الحلبية في سيرة الأمين المأمون – المؤلف : علي بن برهان الدين الحلبي/ 3 : 487]
    • الباب الرابع فيما حصل له في سنة سبع من مولده
    • قال الحافظ أبو الفرج ابن الجوزي في (الوفا) في سنة سبع من مولده صلى الله عليه وسلم أصابه رمد شديد فعولج بمكة فلم يغن فقيل لعبد المطلب: إن في ناحية عكاظ راهبا يعالج الأعين فركب إليه فناداه وديره مغلق فلم يجبه فتزلزل ديره حتى كاد أن يسقط عليه فخرج مبادرا فقال: يا عبد المطلب إن هذا الغلام نبي هذه الأمة ولو لم أخرج إليك لخر علي ديرى فارجع به
    واحفظه لا يقتله بعض أهل الكتاب. ثم عالجه وأعطاه ما يعالج به. وألقي له المحبة في قلوب قومه وكل من يراه.
    عكاظ: بضم العين وآخره ظاء مشالة معجمة: مكان بقرب عرفات.
    [الكتاب : سبل الهدى والرشاد، في سيرة خير العباد، وذكر فضائله وأعلام نبوته وأفعاله وأحواله في المبدأ والمعاد – المؤلف : محمد بن يوسف الصالحي الشامي / 2:134]
    وكذا في سمط النجوم العوالي في أنباء الأوائل والتوالي لعبد الملك بن حسين بن عبد الملك العصامي المكي.

    #KamiBersamaGusMuwafiq
    #HubbulWathonMinalIman

    Dukungan bagi Gus Muwafiq tak hanya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Futuhiyyah Mranggen Demak KH Hanief Muslih. Tapi juga datang dari Ustaz Ahmad Fauzan Rofiq, M.Pd.I.

    Menurut Ustaz Ahmad Fauzan isi ceramah Gus Muwafiq yang dipermasalahkan ternyata memang ada dasarnya semua. Namun dengan hati besar Gus Muwafiq tetap berjiwa ksatria. Beliau tetap meminta maaf.

    “Kita meributkan soal agama, karena kebodohan kita sendiri, ilmu kita dangkal, ngajinya baru Tarikh terjemahan, tapi berani menghakimi kyai, sebut akun Facebook Nur Rokhim.

    Hasil penelusuran Ust. Ahmad Fauzan Rofiq, M.Pd.I, ada 3 narasi yang dianggap kontroversial dari ceramah Gus Muwaffiq. Namun menurut Ustaz Fauzan semua yang diucapkan Gus Muwafiq ada dasarnya dan referensi kitabnya sebagai berikut :

    1. “Nabi lahir biasa saja, tidak mengeluarkan sinar.”
      Faktanya: dalam kitab-kitab sirah memang tidak ada keterangan bahwa Nabi lahir sembari mengeluarkan sinar, yang terjadi sebenarnya adalah keadaan langit saat kelahiran beliau sangat terang benderang penuh cahaya.
      (Referensi : Kitab An-Ni’mat Al-Kubro alal Alam)
    2. “Tubuh Nabi saat masih kanak-kanak mrembes”
      Itu memang kondisi umum anak-anak pada masa itu.
      (Referensi : Kitab Ar-Rohiq al-Makhtum)
    3. “Nabi tidak begitu terurus ketika diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.”
      Maksudnya: kasih sayang dan pelayanan kakek tentu tak sehebat kasih sayang dan pelayanan orang tua sendiri. Jadi, bukan lantas dipahami “terlantar”.
      (Referensi : Kitab Al-Kamil fi al-Tarikh)

    Nabi Muhammad saat usia tujuh tahun masih dirawat kakeknya, Mata Beliau Kena Penyakit (REMBES)
    Setelah Kakeknya Wafat Dirawat Pamannya ABU THOLIB.
    (Referensi : Kitab Nurul Absor نور الأبصار في مناقب أل بيت النبي المختار)

    KESIMPULAN :
    Isi ceramah Gus Muwafiq tidak salah, apalagi menistakan Rosulullah, beliau hanya berusaha menjelasken dengan bahasa yg sederhana dan membumi di tempat ceramah saat itu di daerah Purwodadi Jawa tengah, Namun Akhlakul Karimah beliau tetap minta maaf.

    Semoga Gus Muwaffiq selalu dalam lindungan Allah. Swt. Amin.

    Ini kutipan dari Ustaz Fauzan : LINK

  • RAKERCAB GERAKAN PEMUDA ANSOR KECAMATAN DLANGGU

    RAKERCAB GERAKAN PEMUDA ANSOR KECAMATAN DLANGGU

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto melaksanakan Pelantikan Pengurus Badan Semi Otonomnya yaitu Lembaga Majelis Dzikir Dan Sholawat Rijalul Ansor, Jajaran Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser, Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah Ansor (LKMSA), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Serta Rapat Kerja.

    Pada agenda tersebut dilaksanakan dimulai hari Sabtu – Ahad 7-8 Desember 2019 bertempat di Padepokan Sawung Nalar Jl.Semeru Patok Picis Kecamatan Klakah Kabupaten Malang, di area Padepokan atau Pondokan model panggung kayu dengan suasana yang dingin sejuk tersebut juga tempat untuk rehabilitasi pemuda narkoba. Di pembukaan Pelantikan dan Rapat Kerja tersebut Sambutan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dlanggu Sahabat Ach. Charis menyampaikan bahwa Ruhnya sebuah kepengurusan organisasi adalah merencanakan dan menjalankan program kerja, kepada sahabat-sahabat pengurus yang baru saja saya dilantik dan sudah mengucapkan sumpah janji maka harus kita kerjakan apapun nantinya yang kita rencanakan dan diputuskan dipermusyawaratan ini, dihadiri juga dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kab.Mojokerto Sahabat Mokhamad Yunus pada sambutannya berpesan kita datang dengan berharap barokah dari para muassis Nahdlatul Ulama muassis GP Ansor yg mendirikan organisasi ini adalah dengan riyadloh ikhtiar tentunya tidak dengan asal-asalan sehingga sejarah membuktikan dari organisasi ini bisa kita sebut organisasi yang keramat. juga kita hadir disini ditempat yang mubarokah ini, maka berangkat kita berharap barokah ditempat yg barokah dengan menghasilkan yang barokah.

    Hasil dari beberapa rencana program kerja unggulan adalah Majelis dzikir dan kajian dan diskusi kitab kuning dengan kemasan Ngaji-Kaji sambil ngopi bareng bersama Rijalul Ansor dengan mendiskusikan peristiwa atau permasalahan terupdate yg terjadi disekitar kita dan ramai diperbincangkan di medsos dengan diskusi tanya jawab yang diurai atau dijawab dengan mengkaji dari kitab kuning dan sanad yang jelas. punpula dari lembaga perekonomian dan pelatihan memunculkan program iuran donatur dan dari anggota untuk dikumpulkan sebagai awal untuk modal usaha organisasi serta pelatihan budidaya ulat sutra yang tentu hasilnya nanti untuk pengembagan kewirausahaan anggota dan organisasi.
    Harapan besar bagi seluruh pengurus untuk masa khidmat PAC GP Ansor Kecamatan Dlanggu Kab.Mojokerto agar kegiatan dan rancangan program kerja ini bisa membawa manfaat khususnya untuk seluruh anggota GP Ansor , warga NU dan umumnya masyarakat. dan pada akhir kegiatan tersebut ditutup dengan doa oleh Gus Najib selaku Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Dlanggu.

    SORBANSANTRI.COM

  • Ajak ke Sorga dengan cara Neraka

    Ajak ke Sorga dengan cara Neraka

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – “Hari-hari ini kita menyaksikan banyak sekali orang-orang yang ingin mengajak ke surga tapi dengan cara neraka,” kata Gus Mus.

    Padahal jika mengikuti teladan Rasulullah SAW, amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan berlandaskan kasih sayang. Menurut Gus Mus, amar ma’ruf nahi munkar adalah manifestasi dari kasih sayang.

    “Orang tidak akan beramar makruf nahi munkar terhadap sesama kalau dia tidak menyayangi sesama itu. Tapi akhir-akhir ini lalu amar makruf nahi munkar tidak berlandas kasih sayang tapi banyak berlandas kebencian, dan itu salah memahami perilaku Rasulullah SAW,” kata pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.

    Tak lupa, Gus Mus berpesan agar para kiai dan ulama memberikan contoh dan teladan seperti Rasulullah SAW. Harapannya, hal ini bisa meluruskan kesalahan yang terjadi di masyarakat selama ini. Jika tidak bisa persis meniru perilaku Rasulullah paling tidak bisa mendekati.

    “Persis atau mendekati saja sulit, mendekati perilaku Rasulullah. Tapi, sedikit banyak kita berusaha, misalnya dari kasih sayang, kasih sayang ini saya kira mestinya semuanya bisa, kalau mempunyai hati dan sanubari,” kata Gus Mus

    (abi sorban)

  • Langkah Fraksi PKS terkait Pembunuhan 6 Anggota FPI

    Langkah Fraksi PKS terkait Pembunuhan 6 Anggota FPI

     

    SORBANSANTRI.COM

    jpnn.com, JAKARTA – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyesalkan adanya enam anggota FPI yang meninggal ditembak polisi. Fraksi PKS akan meminta DPR memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mendapatkan keterangan dan klarifikasi yang sejelas-jelasnya.

    Selain itu, Fraksi PKS juga meminta pemerintah untuk membentuk Tim Pencari Fakta Independen guna menjawab keraguan publik secara luas dan menjamin keadilan, transparansi, dan akuntabilitas penanganan kasus yang memprihatinkan semua pihak.

    “Korban jiwa dari anak bangsa adalah kerugian besar bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan dan tidak mencerminkan budaya hukum yang tertib dan damai,” kata Jazuli dalam keterangannya, Selasa (8/12).

    Menurut anggota Komisi I DPR ini, semua pihak harus menahan diri, terlebih aparat keamanan dituntut melakukan langkah-langkah sesuai hukum apalagi dalam penggunaan senjata harus benar-benar sesuai aturan dan SOP. Dalam perkembangannya, kasus ini menyimpan tanda tanya publik secara luas apalagi muncul dua versi informasi yang bertolak belakang antara versi kepolisian dan FPI.

    Ada simpang siur dan potensi pelanggaran seputar peristiwa tersebut hingga menyebabkan kematian enam orang anggota Laskar FPI. “Fraksi PKS mendapat banyak pertanyaan dan dorongan dari publik untuk mengawal kasus ini sehingga berjalan dalam koridor hukum yang transparan, adil dan akuntabel,” katanya.

    Dalam konteks ini, lanjut Jazuli, Fraksi PKS menyambut baik langkah FPI melaporkan kasus ini ke Komnas HAM.

    Fraksi PKS juga menyambut baik langkah Komnas HAM yang akan menginvestigasi kasus ini secara transparan dan objektif. Fraksi PKS sangat memahami munculnya sikap dan pandangan kritis dan objektif sejumlah lembaga masyarakat sipil yang turut mengawal kasus ini.

    “Kasus ini harus mendapatkan perhatian serius semua pihak karena juga mendapat sorotan internasional seperti dari lembaga Amnesty Internasional dan media-media internasional. Hal ini dinilai bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, kebebasan sipil dan hak asasi manusia di Indonesia,” tekan Jazuli.

    Karena itu, seluruh upaya untuk menghadirkan transparansi dan akuntabilitas penanganan kasus ini harus disambut baik oleh semua pihak. Khususnya aparat kepolisian yang memang dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum dengan pembuktian yang kuat. “Ini adalah ujian profesionalisme Polri dalam menangani suatu perkara sesuai dengan slogannya profesional, modern, dan terpercaya (promoter). Negara kita adalah negara hukum maka semua pihak harus tunduk dan patuh pada koridor hukum,” pungkas Jazuli.(tan/jpnn)

    sumber