Blog

  • SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Apalagi Sama Mereka Yang Punya Niat Aneh-Aneh Sama Negara…  Yah masih ingatkan? dengan Muktamar NU ke-29 tahun 1994 lalu di Cipasung, Tasikmalaya.
    Ketika itu Orde Baru berusaha mengkudeta NU dari tangan Gus Dur dengan membuat sosok tandingan bernama Abu Hasan.
    Namun Gus Dur secara heroik tetap berhasil memenangkan pemilihan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun berikutnya. Para ulama-pun “tetangisan” karena Gus Dur mampu melewati tekanan rezim Soeharto yang datang bertubi-tubi sejak bertahun sebelumnya.
    Beberapa surat kabar mengandaikan pertarungan ini seperti oplet melawan panser, dan oplet memenangkannya.
    Mohamad Sobary menangkap peristiwa dramatis itu dengan tulisan yang tak kalah sarkastisnya “Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu Hasan.”
    NU sejak dulu jadi sasaran untuk direbut, dipecah, jika perlu dihancurkan. Ini terjadi karena NU adalah tipikal “benda hidup yang mudah bergaul, tapi tidak mudah untuk digauli”, meminjam penerjemahan HB. Jassin dalam Zarathustra.
    NU adalah ganjalan bagi siapapun yang punya niat “aneh-aneh” terhadap bangsa ini. Banyak yang terkecoh – seolah gampangan, tapi ketika diajak berkhianat kepada Pancasila, NU tak mau kompromi.
    Karenanya sudah dengan berbagai cara NU berusaha dikebiri, sejak era PKI, HTI hingga era FPI.
    NU oleh kaum komunis bahkan disebut “Para Penyembah Tahayul”, oleh kaum Wahabi disebut “Para Penyembah Kuburan” dan berkali-kali Rizieq Shihab menyerang Ketua Umum NU sembari menghina dengan “membuta-butakan” Gus Dur.
    Tapi dasar NU, ia tak pernah bergeser. “Maqomnya” sebagai pengawal kemajemukan bangsa tetap terjaga istiqomah.
    Rumus paling sederhana adalah siapapun yang punya niat jahat dengan bangsa ini, pasti ingin melumpuhkan NU sebagai jurus awal.
    Dan itu dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh warga yang mengaku aqidah-nya sama. Janganlah mengira bahwa FPI amaliyah-nya berbeda dengan NU, termasuk mereka yang mengepung kediaman ibunda Mahfud MD kemarin – mereka sama, hanya niatan kepada bangsa ini berbeda.
    Kesetiaan Nahdlatul Ulama kepada negara ini tidak akan pernah berubah. Dan tidak akan pernah mengendur hanya karena stigma “receh” yang seringkali diarahkan pada NU.
    NU mungkin saja oplet, tapi pernah mengalahkan panser – mereka yang sekedar gerobak, harap berpikir ulang untuk bisa menghancurkan NU.
    Dan akhirnya, ternyata karomah para masyayih NU adalah salah satu senjata ampuh masih kuat & tegaknya NU.
    Alhamdulillaah… (PC NU BREBES)
  • MANUSIA MACAM INI TAK LAYAK BERADA DI NKRI

    MANUSIA MACAM INI TAK LAYAK BERADA DI NKRI

    SORBANSANTRI.COM


    Pasal 106 KUHP
    Makar (aanslag) yang dilakukan dengan niat hendak menaklukkan daerah negara sama sekali atau sebahagiannya ke bawah pemerintahan asing atau dengan maksud hendak memisahkan sebagian dari daerah itu, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

    Pasal 110. (1) Permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107, dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut. … berusaha mencegah, merintangi atau menggagalkan tindakan yang diadakan pemerintah untuk mencegah atau menindas pelaksanaan kejahatan.
    Indonesia melarang penistaan agama dalam KUHP-nya. Pasal 156(a) menyasar setiap orang yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia atau dengan maksud supaya orang tidak menganut agama apapun. Pelanggaran Pasal 156(a) dipidana penjara selama-lamanya lima tahun.[1][2]
    Pasal 207 KUHP berbunyi: barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. 6 Apr 2020
    Ini baru satu Video.
    Penistaan agama apakah hanya berlaku buat non muslim..??
    Kami semua merasa geram dan merasa tak tentram atas kelakuan Riziq Syihab Kita sebagai warga Indonesia berhak Hidup dengan kententraman kami NKRI yang selalu RUKUN dan DAMAI.
    Semenjak Riziq Syihab Kembali kita semua merasa tergannggu COVID _19 kini wilayah lainnya kembali Menjadi Zone merah. Termasuk daerah Pelosok yang lainnya gara-gara kecerobohannya bikin kerumunan yang seharusnya ditiadakan.
    Mohon pemerintah dan aparat secepatnya bisa bertindak tegas.
    (sumber)
  • DOA HABIB UMAR BIN HAFIDZ UNTUK HABIB THOHIR BIN ABDULAH AL KAFF TEGAL

    DOA HABIB UMAR BIN HAFIDZ UNTUK HABIB THOHIR BIN ABDULAH AL KAFF TEGAL

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Di waktu guru mulia habib Umar bin Muhammad bin hafidz doa takziyah untuk Habib Thohir bin Abdullah Alkaff tegal Dan di akhir kalimat beliau habib Umar mengatakan ” semoga Allah angkat Derajat ayahnya (hbb Thohir) Kakenya dan paman2 nya termasuk salah satu nya Al Qutb Al Habib Abdurahman bin Ahmad Alkaff” (salah satu dari guru habib Umar bin Muhammad bin hafidz).
    Jadi Habib Thohir adalah Keponakan dari Habib Abdurahman Alkaff, Kerena ayah habib Thohir, yakni Habib Abdullah Saudara dengan habib Abdurrahman bin Ahmad Alkaff Jeddah Dan juga masih saudara dengan kakek dari ustadz kita di dalwa habib Muhammad bin Abdul Qodir bin Husein bin Ahmad Alkaf.
    SORBANSANTRI.COM
    Jadi habib Abdullah(ayah habib Thohir)
    Habib Abdurrahman (Qutb Jeddah)
    Habib Husein(kakek dari habib Muhammad Alkaf)
    Semua masih keturunan dari Habib Ahmad bin Abdullah bin Ali bin Muhammad bin Ali alkaff
    Dan kebanyakan anak Cucu buyut dari habib Ahmad bin Abdullah Alkaff ini semua jadi Mubaligh dan wali
    Diantaranya
    -Habib Abdurrahman bin Ahmad Alkaff(guru nya para Habaib)
    -Habib Husein bin Ahmad Alkaff yang mana beliau punya cucu bernama Ustadz AlHabib Muhammad bin Abdul Qodir Bin Husein Alkaff
    -Habib Abdullah bin Ahmad Alkaff yang Punya 7 anak yang jadi Mubaligh seperti:
    • Habib Muhammad
    • Habib Muthohar
    • Habib Murtadho
    • Habib Thohir
    • Habib Hamid
    • Habib Ahmad
    • Habib Ali Zainal Abidin
    • IBN Abdullah bin Ahmad Alkaff
    • Habib Muhammad bin Ahmad Alkaff
    • Habib Umar Bin Ahmad Alkaff
    • Dll
    yang mana anak habib Ahmad bin Abdullah bin Ali bin Muhammad bin Ali Alkaff Semua tersebar di Jeddah,Yaman, Palembang,Tegal dll. SANAD QIRO’AT NUSANTARA
  • Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto

    Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto

    Penampilan setelah Apel Pembukaan Susbalan PCNU Kab. Mojokerto tahun 2018.
  • HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    Infokom Banser MJK-19 tahun silam, tepatnya Desember tahun 2000, Sahabat Riyanto seorang Anggota Banser Kota Mojokerto mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan saudara-saudara umat Kristiani dalam Perayaan Misa Natal di Gereja Eben Haezer. Beliau meninggal akibat meledaknya bom yang diterorkan digereja tsb.
    Apa yang dilakukan Alm. Riyanto merupakan tauladan bagi kita semua, bahwa kita adalah umat beragama yang hidup di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah kita, tidak boleh ada sekat hanya atas nama agama, suku, ras, dsb. Yang ada adalah INDONESIA.

    https://www.youtube.com/watch?v=6tyVB14OtYo

    Hari ini yang harus dilakukan tidak boleh hanya sekedar refleksi dan perenungan, akan tetapi aksi nyata untuk terus menghidupkan semangat Bhinneka Tungggal Ika ditengah-tengah upaya segelintir oknum yang menggerogoti dan mendistorsi kemajemukan yang menjadi identitas Indonesia.
    Sebagai Kader Ansor khususnya, ini adalah amanah & tanggung jawab utama kita untuk mengejawantahkan cita-cita organisasi dalam dinamika ke-Indonesia-an. Apapun resiko, situasi, dan kondisinya kita tidak boleh mundur sedikitpun demi masa depan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

    ( GUS IPUNG )

  • PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    Infokom Banser-Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengimbau warga nahdiyin di seluruh Tanah Air, sebaiknya tidak usah ikut reuni 212. Karena waktu penyeleggaraanya 2 Desember 2019 bersamaan dengan hari kerja.
    “Lebih baik berkerja untuk keluarga daripada ikut hura-hura yang tidak jelas arahnya.
    KH. Said Aqil Siroj mendengar informasi Reuni 212 yang akan digelar di Monas Jakarta akan dihadiri peserta dari Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
    “Tambah repot, solawatan dan baca doa bersama keluarga di rumah lebih aman,” kata Said.
    Tapi kalau ada warga NU yang nekad datang, disarankan atas nama pribadi, jangan membawa atribut NU.

    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid terpisah mengatakan, reuni 212 adalah hak bagi setiap warga untuk menghadiri acara itu, namun tak boleh membuat resah.
    Wakil Menteri menyebut hukum pelaksanaan Reuni 212 oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 ialah mubah.
    Namun Zainut menegaskan para ASN yang hendak mengikuti kegiatan itu wajib mendahulukan pekerjaan.
    Sebab merujuk pada tanggal pelaksanaannya pada 2 Desember 2019 jatuh di hari Senin.
    “Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” kata Zainut Tauhid.

    “Karena pelaksanaan 212 hari kerja dan bagi ASN bekerja itu hukumnya wajib, maka sesuatu yang wajib tidak bisa diganti dengan yang mubah.
    Jadi bagi ASN wajib mendahulukan pekerjaannya,”
    Zainut menjelaskan, kegiatan yang bersifat mubah bisa mendatangkan nilai ibadah jika diisi dengan berbagai kegiatan.
    Namun, jika sesuatu yang mubah diisi kegiatan yang buruk, itu bisa menyebabkan dosa.
    Wakil Ketua Umum MUI itu memilih berprasangka baik.
    Dia yakin Reuni 212 akan diisi berbagai kegiatan yang positif.
    “Saya yakin Reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan,” ucap Zainut.

    Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya menegaskan, Reuni 212 adalah hak warga negara.
    Tidak bisa dilarang, asal tidak bertindak anarkis dan memancing keributan.

    (sumber ansor kebon jeruk)

  • KISAH UNTUK PENCARI ILMU

    KISAH UNTUK PENCARI ILMU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Ada seorang santri dari Indonesia menuntut ilmu di Rubath Tarim pada zaman Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri. Setelah di sana 4 tahun, santri itu minta pulang. Dia pamit minta izin pulang kepada Habib Abdullah.
    “Habib, saya mau pulang saja.”
    “Lho, kenapa?” tanya beliau.
    “Bebal otak saya ini. Untuk menghafalkan
    setengah mati, tidak pantas saya menuntut ilmu, saya minta izin mau pulang.”
    Habib Abdullah berkata
    “Jangan dulu, sabar.”
    “Sudah Bib, saya sudah empat tahun bersabar, sudah tidak kuat, lebih baik saya menikah saja.”
    Lalu beliau berkata
    “Sebentar, saya mau mengetes dulu bagaimana kemampuanmu menuntut ilmu.”
    Santri itu menjawab
    “Sudah bib, saya menghafalkan setengah mati, tidak hafal- hafal.”
    Habib Abdullah kemudian masuk ke kamar, mengambil surat-surat untuk santri itu. Pada masa itu surat-surat dari Indonesia ketika sampai di Tarim tidak langsung diberikan.
    Surat tersebut tidak akan diberikan kecuali setelah santri itu menuntut ilmu selama 15 tahun.
    Kemudian Habib Abdullah menyerahkan
    seluruh surat itu kepadanya, kecuali satu surat.
    Setelah diterima, dibacalah surat-surat itu
    sampai selesai. Satu surat yang tersisa kemudian diserahkan.
    “Ini surat siapa?” tanya Habib.
    “Owh, itu surat ibu saya.”
    “Bacalah!”
    Santri itu menerima surat dengan perasaan senang, kemudian dibacanya sampai selesai.
    Saat membaca, kadang dia tersenyum sendiri, sesekali diam merenung, dan sesekali dia sedih.
    “Sudah kamu baca?” tanya beliau lagi.
    “Sudah ya habib.”
    “Berapa kali?” tanya beliau.
    “Satu kali ya habib.”
    “Tutup surat itu! Apa kata ibumu?”
    “Ibu saya berkata saya disuruh mencari ilmu yang bener, bapak sudah membeli mobil baru. Adik saya sudah diterima bekerja di sini, dan lain-lain.”
    Isi surat yang panjang itu dia berhasil
    menceritakannya dengan lancar dan lengkap.
    Tidak ada yang terlewatkan.
    “Baca satu kali kok hafal? Katanya bebal gak hafal-hafal, sekarang sekali baca kok langsung hafal dan bisa menyampaikan.” kata Habib dengan pandangan serius.
    Santri itu bingung tidak bisa menjawab. Dia menganggap selama ini dirinya adalah seorang yang bodoh dan tidak punya harapan. Sudah berusaha sekuat tenaga mempelajari ilmu agama, dia merasa gagal. Tetapi membaca surat
    ibunya satu kali saja, dia langsung paham dan hafal.
    Habib Abdullah akhirnya menjelaskan kenapa semua ini bisa terjadi. Beliau mengatakan:
    ﻷﻧﻚ ﻗﺮﺃﺕ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺃﻣﻚ ﺑﺎﻟﻔﺮﺡ ﻓﻠﻮ ﻗﺮﺃﺕ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻧﺒﻴﻚ
    ﺑﺎﻟﻔﺮﺡ
    ﻟﺤﻔﻈﺖ ﺑﺎﻟﺴﺮﻋﺔ
    “Sebab ketika engkau membaca surat dari ibumu itu dengan perasaan gembira. Ini ibumu, coba jika engkau membaca syariat Nabi Muhammad Saw dengan bahagia dan bangga, ini adalah Nabiku, niscaya engkau sekali baca pasti langsung hafal. ”
    Banyak saudara-saudara kita (atau malah kita sendiri) yang tanpa sadar mengalami yang dirasakan santri dalam kisah di atas.
    Jawabannya adalah rasa cinta. Kita tidak
    menyertakan perasaan itu saat membaca dan mempelajari sesuatu, sehingga kita merasa diri kita bodoh dan tidak punya harapan sukses.
    Banyak orang merasa bodoh dalam pelajaran, tetapi puluhan lagu-lagu cinta hafal di luar kepala. Padahal tidak mengatur waktu khusus untuk menghafalkannya.
    ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻓﺘﺢ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻓﺘﻮﺡ ﭐﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﻭﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﻓﻬﻢ ﺍﻟﻨﺒﻴـﻴﻦ ﻭﺇﻟﻬﺎﻡ
    ﭐﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
    ﺍﻟﻤﻘﺮﺑﻴﻦ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﻳﺂ ﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ
    (Habib Abdullah bin Umar Assyatiriy adalah ayahanda Habib Salim bin Abdullah Assyatiriy)
  • LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    Sorban santri.com –Tim NU Peduli Cilacap yang terdiri dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kembali menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), Kamis (3/12/2020).

    SORBANSANTRI.COM
    Antrian warga saat baksos

    Kegiatan kali ini bertempat di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Wilayah tersebut sebelumnya terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai.

    SORBANSANTRI.COM
    Tim dari LKNU saat memeriksa warga

    Oleh sebab itu, LKNU dan LAZISNU Cilacap berinisiatif mengadakan baksos di Desa Tarisi setelah sebelumnya juga mengadakan pengobatan gratis beserta bantuan di Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya yang juga sebelumnya terdampak banjir.

    “Ini sudah kewajiban LKNU untuk membantu masyarakat dalam pengobatan, apalagi sebelumnya wilayah tersebut terdampak banjir, sehingga yang dikhawatirkan timbul berbagai macam penyakit.” Ucap Basith Wahib dari LKNU Cilacap.

    Terpisah, Divisi Program NU Care-LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan kendaraan yang dimiliki LAZISNU, kendaraan tersebut membawa peralatan dan obat-obatan untuk pengobatan gratis.

    Bpk Kusdiono warga rt02 rw09 merasa sangat berterima kasih kepada seluruh jaringan yang terkait dengan adanya pengobatan gratis yang di ada oleh lembaga LKNU dan LAZISNU CILACAP, kegiatan baksos ini benar benar membantu warga dan menharapkan bisa di jadwalkan rutin tanpa menunggu adanya bencana melanda

    By: sodikin sorban

  • TEXT LIRIK BACAAN FAHTAZAL DAN MAHALLUL QIYAM

    TEXT LIRIK BACAAN FAHTAZAL DAN MAHALLUL QIYAM

    SORBANSANTRI.COM

    بِسمِ اللّهِ الرَّحمَنِ الرَّحِيمِ

    ﻓَﺎﻫْﺘَﺰَّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵُ ﻃَﺮَﺑًﺎ ﻭَﺍﺳْﺘِﺒْﺸَﺎﺭًﺍ

    ﻭَﺍﺯْﺩَﺍﺩَ ﺍﻟْﻜُﺮْﺳِﻲُّ ﻫَﻴْﺒَﺔً ﻭَﻭَﻗَﺎﺭًﺍ

    ﻭَﺍﻣْﺘَﻠَﺄَﺗِﺎﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕُ ﺃَﻧْﻮَﺍﺭًﺍ

    ﻭَﺿَﺠَّﺖِ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎٓﺋِﻜَﺔُ ﺗَﻬْﻠِﻴْﻠًﺎ ﻭَﺗَﻤْﺠِﻴْﺪًﺍ ﻭَﺍﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭًﺍ

    (ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺍْﻟﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ ﻭَﻻ ﺍِﻟﻪَ ﺍﻟّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮ)

     وَلَم تَزَل اُمُّهُ تَرَی اَنوَاعًامِن فَخرِهِ وَفَضلِهِ

     اِنئَ نِهَايَةِتَمَامِ حَملِهِ

     فَلَمَّااشتَدَّبِهَاالطَّلقُ بِاِذنِ رَبِّهِ الخَلقِ

     وَضَعَتِ الحَبِيبَ صَلَّی اللّهُ عَلَيَهِ وَسَلَّمَ سَا جِدًاشَاکِرًاحَامِدًاکَاَنَّهُ البَدرُفِی تَمَامِهِ

     (محل القيام) ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢ

    يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ 

    يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ 

    يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ 

    صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ 

    اَشْـرَقَ الْكَوْنُ ابْـتِـهَاجَــا 

    بِوُجُوْدِ الْمُصْطَفَى اَحْمَـدْ 

    وَلِاَهْلِ الْكَـوْنِ اُنْــــسٌ 

    وَسُرُوْرٌ قَـدْ تَـجَـدَّدْ 

    فَاطْـرَبُـوْا يَااَهْلَ الْمَثَانِـي 

    فَهَـزَارُ الْيُـمْنِ غَـرَّدْ 

    وَاسْتَضِيْؤُا بِجَمَالِ 

    فَاقَ فِى الْحُسْنِ تَفَرَّدْ 

    وَلَنَا الْـبُـشْرَى بِـسَـعْدٍ 

    مُسْـتَـمِرٍّ لَيـْـسَ يَنْـفَــدْ 

    حَيْثُ اُوْتِيْناَ عَطَاءَ 

    جَمَعَ الْفَخْرَالْمُؤَبَّدْ 

    فَلِرَبِّي كُلُّ حَمْدٍ 

    جَلَّ اَنْ يَحْصُرَهُ الْعَدْ 

    اِذْحَبَانَابِوُجُوْدِ 

    اَلْ مُصْطَفَى الْهَادِي مُحَمَّدْ 

    مَرْحَبًامَرْحَبًا يَانُوْرَالْعَيْنِ 

    مَرْحَبًامَرْحَبًاجَدَّ الْحُسَينِ 

    مَرْحَبًا يَارَسُوْلَ اللهِ اَهْلًا 

    مَرْحَبًا بِكَ اِنَّا بِكَ نُسْعَدْ 

    مَرْحَبًا وَبِجَاهِه يَااِلَهِي 

    مَرْحَبًاجُدْوَبَلِّغْ كُلَّ مَقْصَدْ 

    وَاهْدِنَانَهْجَ سَبِيْلِه 

    كَيْ بِهِ نُسْعَدْ وَنُرْشَدْ 

    رَبِّ بَلِّغْنَا بِجَاهِه 

    فِى جِوَارِه خَيْرَ مَقْعَدْ 

    وَصَلَاةُ اللهِ تَغْشَى 

    اَشْرَفَ الرُّسْلِ مُحَمَّدْ 

    وَسَــلَامٌ مُسْتَــمِرٌّ 

    كُلَّ حِيْنٍ يَـــتَــجَــدّدْ 

    صَلَّى اللهُ عَلىَ مُحَمَّد 

    صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم 

    رَبِّ فَااغْفِرْلِي ذُنُوْبِي 

    بِبَرْكَةِ الْهَادِي مُحَمَّد 

    رَبِّ فَاجْعَلْ مُجْتَمَعْنَا 

    غَايَتُه الْحُسْنُ الْخِتَامِ 

    وَاعْطِنَا مَاقَدْ سَأَلْنَا 

    مِنْ عَطَايَكَ الْجِسَامِ 

    وَاكْرِمِ الْاَراَحَ مِنَّا 

    بِلِقَاءِ خَيْرِ الْاَنَامِ 

    وَابْلِغِ الْمُخْتَارَ عَنَّا 

    مِنْ صَلَاةٍ وَسَلَامٍ

  • KH. Bahauddin Nur Salim Rais Syuriah PBNU

    KH. Bahauddin Nur Salim Rais Syuriah PBNU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Posisi apapun sama sekali bukan tujuan. Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak kenal juga tidak masalah. Tidak diakui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai.
    Mendapatkan penghormatan bukan berarti kesuksesan. Menghormati belum tentu karena betul-betul memiliki rasa hormat. Bisa aja orang yang menghormati kita karena takut, karena diharuskan, karena mereka bekerja untuk kita, mereka butuh sama kita atau supaya terlihat pantas saja.
    “Hidup Ndak usah dibuat sulit, nggak usah ruwet, asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang, serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup”. (red)