Blog

  • Persiapan Hasta Pora Upacara Pernikahan Anggota Banser SATKORYON PACET

    Persiapan Hasta Pora Upacara Pernikahan Anggota Banser SATKORYON PACET

    SORBAN Infokom – Persiapan hasta pora anggota banser yang diadakan di Desa Wonokerto / Kramajetak Kecamatan Pacet, dilakukan oleh BANSER SATKORYON PACET pada hari Minggu, 22 Maret 2020 dipimpin oleh ketua PAC GP ANSOR PACET sahabat Mujibur rohman, Pentingnya upacara hasta pora ini adalah untuk menghormati anggota banser yang sedang melaksanakan hari yang berbahagia tersebut.

    Dimulai dari persiapan dan melakukan koordinasi dengan masing-masing bagaian tugas yang akan dilaksanakan. Ditempat yang sejuk sahabat Mujibur rohman memberikan arahan mulai dari awal sampai akhir upacara hasta pora. Persiapan ini dilakukan mulai pukul 12.00 wib.

    Acara hasta pora yang diadakan di desa wonokerto /kramajetak ini adalah lanjutan dari hasta pora kemarin yang diadakan di Dsn Sukorejo Desa Kemiri kec pacet Mojokerto. Yang mana momen tersebut adalah Pertama kali yang di adakan di PAC GP ANSOR PACET dan dilaksanakan dengan sukses lancar dalam tiap-tiap rangkaian acara hasta pora. (abi-infokom)

  • SUNGAI SURGA, PERJALANAN NABI MUHAMMAD SAW

    SUNGAI SURGA, PERJALANAN NABI MUHAMMAD SAW

    SORBAN INFOKOM –

    بسم الله الرحمن الرحيم…

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga pernah bersabda,

    “Pada malam perjalananku ke langit, diperlihatkan kepadaku semua surga. Maka aku melihat empat macam sungai:

    sungai air,

    sungai susu,

    sungai khamar,

    dan sungai madu jernih.

    Hal itu sebagimana disebutkan di dalam Al-Qur’an pada surat Muhammad ayat 15. Lalu aku bertanya kepada Jibril, ‘Darimana air itu bersumber dan kemana mengalirnya?’ Jibril menjawab, ‘Mengalir dari telaga al-Kautsar, tetapi aku belum mengetahui dari mana sumber dari air ini. Coba kutanyakan terlebih dahulu kepada Tuhanmu.’

    Kemudian datanglah malaikat dan berkata kepadaku, ‘Hai Rasulullah, pejamkanlah matamu.’ Tiba-tiba aku berada di dekat sebuah pohon, sedang di sisinya terdapat sebuah kubah – yang terdiri dari mutiara putih, sedangkan pintunya terdiri dari yaqut hijau dan kuncinya dari emas merah –

    Jika dunia beserta seluruh isinya diletakkan di atas kubah itu, maka dunia beserta isinya ini bagaikan burung yang hinggap di atas gunung, atau seperti telur yang diletakkan di atas gunung.

    Aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari bawah kubah itu. Ketika aku hendak kembali, malaikat itu berkata sekaligus mempersilahkan aku untuk memasukinya. Lalu aku bertanya, ‘Bagaimana aku bisa masuk sedangkan pintunya terkunci?’

    Malaikat tadi kemudian mengatakan: ‘Kuncinya berada di tanganmu. Yaitu lafal bismillaahir rahmaanir rahiim. Tiba-tiba pintu kubah yang tadinya tertutup kemudian terbuka lebar. Dan aku pun masuk ke dalamnya. Aku menyaksikan dari keempat sudut kubah tersebut mengalir keempat sungai yang tadi aku lihat dari luar.

    Ketika aku hendak pulang, malaikat tadi menunjukkan adanya tulisan bismillaahir rahmaanir rahiim tertulis di sudut atas masing-masing kubah itu. Aku menyaksikan bahwa sungai-sungai itu airnya bersumber dari lafal bismillaahir rahmaanir rahiim.

    Sungai air bersumber dari miim dari lafal bismillah. Sungai susu bersumber dari ha dari lafal Allah. Sungai khamar bersumber dari mim dari lafal ar-Rahman. Sedangkan sungai madu bersumber dari mim dari lafal ar-Rahim.

    Dengan menyaksikan secara langsung sumber sungai itu maka aku dapat mengetahui bahwa sumber-sumber sungai itu berasal dari lafal bismillaahir rahmaanir rahiim.

    Kemudian Allah berfirman: “Hai Muhammad, barangsiapa dari umatmu yang menyebut-Ku dengan nama-nama ini, akan Aku beri minum dari sungai-sungai ini.” (Dalam kitab Misykatul Anwar)

  • INI TULISAN YANG ADA DI TONGKAT NABI MUSA

    INI TULISAN YANG ADA DI TONGKAT NABI MUSA

    SORBAN Infokom

    بسم الله الرحمن الرحيم..

    Syekh Nawawi Banten menceritakan bahwa panjang tongkat Nabi Musa mencapai sepuluh hasta. Tongkat ini bercabang dua. Tongkat ini merupakan salah satu bentuk mukjizat yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Musa.

    Tongkat Nabi Musa ini tersebut di dalam Al-Qur’an. Awalnya tongkat hanya berfungsi sebagai tongkat penggembala biasa, yaitu menggiring kambing. Tetapi berkat kuasa Allah, tongkat ini memiliki banyak fungsi yang membantu Nabi Musa dalam menghadapi kedurhakaan umatnya.

    Konon, tongkat Nabi Musa ini dapat menyala di kegelapan. Tentu saja hal ini sangat membantu Nabi Musa dalam menempuh perjalanan di malam hari.

    Adapun catatan bijak tersebut terukir pada tongkat Nabi Musa. Catatan ini mengajarkan sikap wajar bagi penguasa, kaum ulama dan cendekia, orang kaya, dan orang miskin. Catatan itu secara lengkap dikutip oleh Syekh Nawawi Banten dalam Syarah Barzanji berikut ini:

    كل سلطان لا يعدل في سلطانه هو وفرعون سواء وكل عالم لا يعمل بعلمه هو وإبليس سواء وكل غني لا ينتفع بماله هو وقارون سواء وكل فقير لا يصبر على فقره هو والكلب سواء

    “Setiap penguasa yang tidak adil dalam kekuasaannya tiada bedanya dengan Fir’aun. Setiap ulama dan ilmuwan yang tidak mengamalkan ilmunya tiada bedanya dengan Iblis. Setiap orang kaya yang tidak bermanfaat hartanya (bagi orang lain dan dirinya) tiada bedanya dengan Qarun. Setiap orang miskin yang tidak sabar atas kemiskinannya tiada bedanya dengan anjing,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Madarijus Shu’ud ila Iktisa’il Burud, hal. 33).

    Semua catatan ini mendorong penguasa untuk bersikap adil, kaum terpelajar untuk tidak mengkhianati pengetahuannya, orang kaya untuk bersikap dermawan, dan orang miskin untuk bersikap sabar. Semua sikap proporsional itu diperlukan untuk menjaga kehidupan sosial dan politik yang sehat.

    Sikap sabar di sini tentu saja bukan dalam pengertian pasif. Anjuran sabar itu bukan berarti menuntut orang miskin berdiam diri. Mereka yang miskin harus bergerak aktif untuk memperbaiki nasibnya di tengah kesabaran.

    Yang jelas, sikap sabar di sini bermakna pengendalian diri agar tidak kalap di tengah kemiskinan.

    Wallahu A‘lam

    (kalam ulama’)

  • KETIKA VIRUS CORONA MEMBUNGKAM WAHABI

    KETIKA VIRUS CORONA MEMBUNGKAM WAHABI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN Infokom |

    Oleh Ayik Heriansyah

    Setelah menyaksikan pemerintah Arab Saudi memerintahkan agar masjid-masjid di Arab Saudi dikosongkan, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, masihkah kaum Wahabi di Indonesia menuduh NU sebagai kelompok ahlul bid’ah?! Setelah menyaksikan pemerintah Arab Saudi melarang umrah, thawaf dan sa’i, masihkah kaum Wahabi di Indonesia menuduh NU sebagai kelompok ahlul bid’ah?!

    Lalu setelah mendengar Menteri Urusan Agama Islam Arab Saudi memerintahkan shalat jenazah di kuburan, masihkah kaum Wahabi di Indonesia menuduh NU sebagai kelompok ahlul bid’ah?! Setelah negara Qatar dan Uni Emirat Arab menutup semua masjid, masihkah kaum Wahabi di Indonesia menuduh NU sebagai kelompok ahlul bid’ah?!

    Bukankah menutup masjid, melarang umrah, thawaf, sa’i dan menshalatkan jenazah di kuburan itu, bid’ah?! Bukankah Nabi saw, sahabat dan generasi salafus shalih tidak pernah melakukan hal yang demikian?! Mengapa kaum Wahabi di Indonesia diam seribu bahasa menyaksikan bid’ah terbesar yang dilakukan oleh negara-negara “sunnah” di Arab?! Atau Apakah kaum Wahabi di Indonesia tidak punya istilah syar’i untuk membenarkan bid’ah-bid’ah tersebut?

    Kemudian ketika mendengar Hai’ah Kibaril Ulama Arab Saudi, Ulama senior Al Azhar, lembaga fatwa Qatar, Kuwait, UEA, dan MUI, mengeluarkan fatwa agar mengganti shalat jum’at dengan shalat zhuhur, menghimbau agar masjid-masjid tidak menyelenggarakan shalat berjama’ah. Merenggangkan shaf shalat dengan jarak 1 – 4 meter. Membawa sajadah sendiri-sendiri. Membasuh tangan dengan cairan sanitizer setelah wudlu, masihkah kaum Wahabi mengatakan NU organisasinya ulama-ulama liberal?!

    Bukankah mengganti shalat jum’at dengan shalat zhuhur karena alasan kemashlahatan, menghimbau masjid-masjid tidak menyelenggarakan shalat berjama’ah, merenggangkan shaf shalat, membawa sajadah sendiri-sendiri dan membasuh tangan dengan cairan sanitizer setelah wudlu, itu semua pemikiran liberal?!

    Setelah pemerintah Italia mengerahkan daya upayanya melawan virus corona. Setelah Perdana Menteri Italia mengatakan semua langkah duniawi sudah dilakukan, dan berharap kepada langit untuk menghentikan wabah corona, masihkah kaum Wahabi di Indonesia mengatakan tradisi istighatsah, shalawatan dan tahlil yang diamalkan warga NU untuk mengetuk pintu langit, sebagai amalannya ahlul bid’ah?!

    Kaum Wahabi di Indonesia, diam seribu bahasa. Seolah-olah membenarkan bid’ah yang dilakukan negara Arab Saudi yang sebenarnya bid’ah hasanah karena mereka tidak mau mengakui kebenaran dan keberadaan bid’ah hasanah. Bid’ah yang sudah ada sejak zaman Nabi, sahabat dan salafus shalih.

    Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) mengatakan dalam kitab Fathul Bari :
    والتحقيق أنها أن كانت مما تندرج تحت مستحسن في الشرع فهي حسنة وأن كانت مما تندرج تحت مستقبح في الشرع فهي مستقبحة وإلا فهي منقسم المباح وقد تنقسم إلى الأحكام الخمسة
    Dan yang pasti bid’ah itu jika masuk di bawah yang dianggap baik dalam syara` maka ia adalah hasanah dan jika masuk di bawah yang dianggap buruk dalam syara maka ia adalah buruk dan jika tidak (tidak masuk dalam keduanya) maka ia bagian dari hal mubah dan bid’ah itu terbagi kepada hukum yang lima.

    Bahwa bid’ah hasanah itu ada dan syar’i. Tanpa disadari kaum Wahabi sendiri sudah mengamalkannya. Diakui atau tidak.

    Bandung, 20 Maret 2020

    (LDNU Banjar)

  • Selamat jalan KOMANDAN & SAHABAT KU

    Selamat jalan KOMANDAN & SAHABAT KU

    Infokom NU Mojokerto//Innalillahi Wainna ilaihi Rooji’uun…!! Komandan Satkornas Banser, sekaligus Wasekjen Bidang Hankam, Sahabat Ir.H.Alfa Isnaeni. Pada pukul 11.19wib dipanggil Gusti ALLOH SWT…..

    SORBANSANTRI.COM
    Husnul khotimah

    Seputar perjalanan Rombongan Jenazah Menuju ke Kab.Tulungagung : Sekitar pukul 15.00wib Jenazah Beliau Baru di lepas Oleh Ketum Ansor Gus Yaqut Colil Qoumas dari PBNU menuju Bandara Soekarno Hatta.
    Jam 17.00wib pesawat berangkat dari Bandara Sukarno Hatta Jakarta menuju Bandara Juanda Surabaya.
    Jam 18.30wib Tiba Bandara Juanda Surabaya dilanjut menuju kediaman Beliau Kab.Tulungagung
    Jam 21.30wib jenazah tiba di rumah duka Tulungagung.

    ALFA ISNAINI adalah salah satu sosok seorang pejuang sejati di organisasi kepemudaan NU,mulai dari pengurus IPNU,ketua PW GP ANSOR Jatim hingga dipercaya untuk menjadi seorang pemimpin BANSER Nasional (KASATKORNAS) sampai beliau meninggal. Lelaki yang berasal dari Kabupaten Tulungagung tepatnya di jalan Sentot Prawirodirjo No.09 gang Hakim RT.03/04 kelurahan Panggungrejo Kec.Tulungagung Kab.Tulungagung Prov.Jatim ini selalu siap dan tanggap apabila ada yang memohon kehadirannya disetiap kegiatan BANSER di seluruh INDONESIA.


    Selamat jalan Sahabat Alfa Isnaeni Kasatkornas Banser.
    Khusnul khatimah Ndan ALFA.

    Perjuangan-Khidmat dan Bakti jenengan kepada NU dan NKRI yang belum selesai biar kami yang melanjutkan Perjuangan Jenengan tersebu. Yang bisa membuat jenengan senang dan bahagia di sisi-NYA

    # By.choirul Infokom NU Mojokerto

  • “Totalitas dan Loyalitas”  NU Canggu-Jetis

    “Totalitas dan Loyalitas” NU Canggu-Jetis

    Infokom PAC Jetis:: Bukan NU Canggu namanya jika tidak ada gebrakan baru , setelah sukses mengadakan MDS , baksos , atraksi Pagar Nusa , kali ini di selah selah pelantikan Pengurus Anak Ranting Balongsono , NU Canggu kembali menunjukan kiprahnya mengibarkan bendera Ahlisunnah Waljamaah Annahdliyah.Kegiatan ini di laksanakan pada hari Senin tanggal 09/03/2020 pukul 19.00wib-selesai di Mushola Al-Iklas Balongsono desa Canggu-Jetis-Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    Pengurus dan Anggota NU Canggu

    Ide ide kader kader NU Canggu seperti tak pernah padam demi mencapai ridho ALLOH SWT .. Dengan balutan acara Lailatul ijtima ‘yang di mulai dari siang hari bakti sosial pengobatan bekam secara gratis yang di hadiri terapis bekam dari internal NU Canggu Ansor dan Banser Husada serta beberapa terapis dari ranting tetangga dengan jumlah puluhan pasien dari warga masyarakat sekitar ..

    Puncak acara pada malam hari di awali dengan sholat isyak berjamaah dilanjut sholat sholat sunah istighosah Mahallul Qiyam dengan di iringi group ISHARI ranting yang merupakan aset dari NU sendiri …. Adapun dalam sambutanya ketua ranting NU Canggu yakni Ust H Alim Sadikin menyampaikan “kiprah NU Canggu selama 7 bulan kepengurusanya bisa membentuk Lima pengurus Anak Ranting belum lagi banom banom nya serta berhasil menggerakkan coin NU yang fenomenal yaitu hampir enam juta per bulanya …”

    Adapun dalam ceramahnya KH Abd Adzim Alawi yang juga ketua PC NU kab mojokerto menekankan “kembali perlunya keyakian yang utuh / hakkul yakin dengan idielogi NU yaitu ajaran dan ajakan kebaikan yang khasanah bil hikmah sesuai perintah di Al Qur anul karim …” Lanjut beliau lagi “NU tidak hanya sekedar organisasi biasa karena NU pewaris para Nabi yang di rintis oleh mbah Hasyim Asy’ari dan jika ada pemilihan pengurus NU di semua jajaran maka kader NU tidak boleh menolak karena itu hakikatnya Mbah Hasim Asyari sendiri yang memilih ….”

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan Kyai Adhim

    Pelantikan pengurus Anak Ranting di pimpin langsung oleh ketua MWC NU H Khoirul Amin SE serta doa oleh Kyai Nur Aliman al Hafidz sebagai Muhktasyar MWC ….

    Wallahu a’ lam

    By : timkreatifNUcanggu/Irul infokom

  • Kiai Abbas Singa Jawa Barat

    Kiai Abbas Singa Jawa Barat

    SORBANSANTRI.COM

    Perang 10 November Melawan Belanda di Surabaya, Kiai Abbas Buntet Meledakkan Butiran Tasbih dan Menghancurkan Pesawat dengan Hempasan Selendang (Kiai-kiai sakti di tanah jawa)

    Inilah yang membuat para penjajah lari terbirit birit karna melihat sendiri karomah para wali di tanah jawa. Kala itu, 10 November di Surabaya Kiai Abbas ditunjuk menjadi komandan perang oleh Hadrotussyaikh. Hasyim Asyari. Bersama Kiai lainnya, dengan gagah Kiai Abbas membantai pasukan Belanda.

    Dahulu kaum santri lekat dengan sarung dan bakiak. Paket itu tak hanya untuk aktivitas sehari-hari para santri. Pada jaman penjajahan Belanda, bakiak juga dipakai santri untuk berperang.

    Hal ini dilakukan oleh komandan perang 10 November 1945 Kiai Abbas Abdul Jamil dari Pesantren Buntet Cirebon. Dalam pertempuran Surabaya yang tanggalnya diabadikan sebagai Hari Pahlawan itu, Kiai Abbas menggunakan bakiak menghadang hujan peluru Belanda.

    “Bakiak tersebut yang digunakan oleh Kiai Abbas untuk memimpin peperangan 10 November,” ujar penulis buku Kisah-kisah dari Buntet Pesantren, Munib Rowandi, Kamis (10/11/2016).

    Selain menggunakan bakiak, lanjutnya, ternyata Kiai Abbas juga menggunakan alu ( alat penumbuk padi ) dan tasbih untuk melawan para penjajah dalam peristiwa besar tersebut.

    Munib mendapatkan data peristiwa 10 November tersebut dari penuturan pengawal Kiai Abbas yang bernama Abdul Wahid. Seperti yang dituliskan oleh Abdul Wahid, Kiai Abbas memimpin perang 10 November dengan menggunakan bakiak yang dipegangnya sejak dari Cirebon.

    Dalam kisah yang didapatkan dari Abdul Wachid, diketahui Kiai Abbas berangkat dari Cirebon beserta kiai dan santri dengan menggunakan kereta api. Mereka singgah terlebih dahulu di kediaman Kiai Bisri di Rembang Jawa Tengah.

    Di tempat itulah, para kiai dari berbagai daerah yang berjumlah sekitar 15 orang melakukan musyawarah dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Surabaya dengan menggunakan mobil.

    Meski semangat arek-arek Suroboyo untuk menyerang tentara sekutu saat itu sudah kuat, namun mereka ditahan oleh Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Hasyim meminta masyarakat untuk terlebih dahulu menunggu kedatangan Kiai Abbas dari Pesantren Buntet Cirebon.

    Kiai Cholil Bisri pernah bercerita, bahwa Kiai Abbas mengibaskan sorbannya dan mengakibatkan pesawat terbang milik musuh hancur,” kata Munib.

    Kiai Abbas juga dibantu oleh beberapa Kiai lainnya yang juga memiliki karomah luar biasa, membuat penjajah lari ketakutan.

  • Amanah Kiai Sahal

    Amanah Kiai Sahal

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kiai Sahal Mahfudh menjadi Pemimpin Sidang dalam Muktamar NU di Yogyakarta tahun 1989. Di sampingnya Ada KH Ahmad Shiddiq (Rais Am Syuriyah PBNU) yang memakai sorban putih samping Bapak Menteri.

    Salah satu karakter utama Kiai Sahal adalah amanah. Amanah ini sifat para Nabi yang diteruskan oleh Ulama yang menjadi ahli Waris para Nabi yang bertugas menyampaikan Risalah Islam di muka bumi.

    Amanah dimaknai dengan bisa-dapat dipercaya. Orang yang amanah akan mencurahkan segala kemampuan (daya-upaya) untuk dapat melaksanakan amanah yang dipercayakan padanya.

    Amanah lahir dari sifat tanggungjawab penuh seseorang dalam melaksanakan tugas yang diemban. IA all-out dalam melaksanakan tugas sehingga lahir Prestasi Demi Prestasi yang mencengangkan Dan unpredictable.

    Urgensi sifat amanah dijelaskan dalam al-Quran Dan Hadis Nabi.

    والذين هم لامنتهم وعهدهم راعون

    Dan orang-orang yang Menjaga amanah-amanahnya Dan janjinya (QS. Al-Mu’minun 8)

    ان الله يأمركم أن تؤدوا الامانات الي أهلها

    Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu semua untuk melaksanakan amanah kepada yang berhak (QS. An-Nisa’ 85)

    لا ايمان لمن لا أمانة له ولا دين لمن لا عهد له

    Tidak dianggap Punya Iman bagi orang yang tidak bisa dipercaya Dan Tidak dianggap Punya Agama bagi orang yang tidak menepati janji (HR. Ahmad).

    اية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد اخلف وإذا ائتمن خان

    Tanda orang munafik Ada tiga, ketika berbicara bohong, ketika berjanji mengingkari, Dan ketika diberi amanah berkhianat (Muttafaqun Alaih).

    Dalam banyak tulisan, Kiai Sahal menjelaskan Salah satu sifat utama seorang Muslim adalah amanah. Kiai Sahal sering mengutip ayat dalam QS. Al-Qashash 28:26:

    ان خير من استأجرت القوي الأمين

    Sesungguhnya sebaik-baiknya orang yang kamu jadikan pekerja adalah orang yang kuat Dan dapat dipercaya (amanah).

    Kiai Sahal sering mengutip hadis:

    المؤمن القوي خير واحب الي الله من المؤمن الضعيف

    Orang mukmin yang kuat lebih baik Dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah (HR. Imam Muslim).

    Dalam konteks Islam, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi, orang Tidak boleh mencari atau memperebutkan amanah karena amanah hanya diberikan kepada orang yang benar-benar mampu melaksanakannya.

    Ingat hadis Nabi:

    اذا وسد الأمر الي غير أهله فانتظر الساعة

    Jika suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya (HR. Imam Bukhari).

    Namun, dalam waktu darurat, seperti Tidak Ada orang lain yang pantas memegang amanah, maka seseorang boleh mencalonkan Dan memperebutkan amanah, bukan Demi kepentingan pribadi (meraih kekuasaan), tapi Demi kepentingan Umum (tegaknya keadilan Dan kesejahteraan umat).

    Hal ini tersirat dalam QS. Yusuf 12:55:

    قال رب اجعلني علي خزائن الأرض اني حفيظ عليم

    Nabi Yusuf berkata: Wahai pemimpinku, jadikan aku Bendahara kekayaan bumi Mesir sesungguhnya aku orang yang bisa Menjaga Dan mengetahui.

    Permintaan Nabi Yusuf kepada Raja Mesir saat itu Tidak lepas dari realitas riil bahwa hanya Nabi Yusuf yang bisa melaksanakan amanah untuk mengatur Ekonomi bangsa Mesir. Fakta membuktikan, di tangan Nabi Yusuf, Ekonomi Mesir Jaya Dan menjadi rujukan negara-negara lain saat terjadi resesi-krisis global, khususnya dalam Hal pangan.

    Kiai Sahal Mahfudh

    Berbagai tanggungjawab yang diserahkan kepada Kiai Sahal membuktikan bahwa Kiai Sahal adalah orang yang amanah. Posisi sebagai Rais Am Syuriyah PBNU Dan Ketua Umum MUI Pusat Tidak mungkin diberikan kecuali kepada orang yang benar-benar sudah terbukti amanahnya dalam mengemban tanggungjawab besar.

    Beberapa indikator bahwa Kiai Sahal adalah pemimpin amanah adalah sebagai berikut:

    Pertama, saat pulang (bukan boyong) dari Pondok Sarang, Kiai Sahal tiba-tiba diserahi pamannya KH Abdullah Zain Salam Dan guru-guru untuk memimpin Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen, sebuah Madrasah yang dirintis kakeknya KH Abdussalam, yang berhasil melahirkan ulama-ulama besar.

    Kiai Sahal Tidak menolak amanah ini, tapi menerima amanah ini dengan penuh tanggungjawab.

    Ketika mengemban amanah sebagai Direktur PIM ini, Tidak terhitung terobosan positif yang diinisiasi Kiai Sahal. Berdirinya Aliyah, Madrasah Diniyah Ula Dan Wustha, Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putra-Putri (HSM-HISMAWATI), Taman Gizi HISMAWATI, Dan lain-lain sebagian terobosan Kiai Sahal.

    Kedua, ketika diserahi amanah menjadi Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah tahun 1982, Kiai Sahal menerima amanah ini, meskipun Rais Syuriyah sebelumnya (ketika Kiai Sahal menjadi Katib Syuriyah), yaitu KH Ahmad Kendal berkenan menjadi Wakil Rais untuk membimbing Kiai Sahal.

    Ketiga, ketika diserahi amanah jabatan Rektor INISNU (Institut Islam Nahdlatul Ulama) Jepara, Kiai Sahal melaksanakan amanah ini dengan penuh tanggungjawab meskipun tugas-tugas dalam skala Nasional Dan regional menumpuk. Tugas sebagai Rektor ini beliau emban sampai INISNU berubah menjadi UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama).

    Keempat, ketika diserahi memimpin Pondok Pesantren Maslakul Huda untuk melanjutkan kepemimpinan Ayahnya, KH Mahfudh Salam yang merintis Pondok ini, Kiai Sahal melaksanakan dengan sepenuh hati. Pondok Pesantren Maslakul Huda di bawah kepemimpinan Kiai Sahal tidak hanya bergerak di bidang pendidikan tafaqquh fiddin, tapi juga bergerak dalam pemberdayaan Ekonomi warga Kajen Dan sekitarnya.

    Kelima, ketika diserahi amanah sebagai Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Kiai Sahal menerimanya sampai Dua periode. Menurut sumber, di era kepemimpinan Kiai Sahal, MUI Jateng berhasil membangun Kantor karena kedisiplinan Kiai Sahal dalam menertibkan keuangan lembaga sehingga transparan Dan akuntabel.

    Keenam, ketika diamanahi tugas Maha Berat, yaitu Rais Am Syuriyah PBNU di Muktamar NU di Lirboyo tahun 1999, Kiai Sahal menerima amanah besar ini dengan penuh tanggungjawab. Beliau Tidak memanfaatkan posisi ini untuk kepentingan pribadi Dan kelompok. Justru beliau berjuang untuk kemajuan warga NU Dan bangsa secara keseluruhan. Maka wajar jika Kiai Sahal dipilih sebagai Rais Am Syuriyah PBNU tiga periode (sampai akhir hayat).

    Ketujuh, ketika diserahi amanah menjadi Ketua Umum MUI Pusat tahun 2000, beliau melaksanakan amanah besar ini dengan sungguh-sungguh. Maka wajar jika Kiai Sahal dipilih kembali menjadi Ketua Umum MUI sampai tiga periode (sampai akhir hayatnya). Di era kepemimpinan Kiai Sahal di MUI ini, berdiri Kantor MUI yang representatif.

    Tujuh bukti di atas menunjukkan amanah Kiai Sahal Mahfudh yang menjadi inspirasi Dan motivasi para santri untuk meneladaninya.

    فتشبهوا إن لم تكونوا مثلهم – ان التشبه بالرجال فلاح

    IPMAFA, Jumat, 11 Rajab 1441 – 6 Maret 2020

    Foto: Kiai Sahal Mahfudh menjadi Pemimpin Sidang dalam Muktamar NU di Yogyakarta tahun 1989. Di sampingnya Ada KH Ahmad Shiddiq (Rais Am Syuriyah PBNU) yang memakai sorban putih samping Bapak Menteri.

    Sumber: ULAMA & KIAI Nusantara

  • Diklat Satgas Anti Narkoba di Banyumas

    Diklat Satgas Anti Narkoba di Banyumas

    InfokomBanserNU- Sedikitnya 120 orang peserta dari berbagai kecamatan di Banyumas mengikuti Diklat Satgas Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Banyumas, di Aula Palawi Baturraden, Sabtu-Minggu (29/2-1/3).

    Kepala Baanar Banyumas, Suhardiman mengungkapkan, melalui kegiatan diklat dan pembentukan satgas anti narkoba ini, nantinya pengurus di setiap kecamatan bisa terbentuk. “Setelah dibentuknya kepengurusan di tingkat kecamatan, kedepan targetnya setiap desa terdapat Satgas Anti Narkoba,” terangnya.

    Kegiatan yag dilaksanakan selama dua hari kemarin peserta mendapat berbagai pemahaman, terkait pencegahan, penanggulangan, termasuk materi sosialisasi bahaya narkoba. Pengurus kecamatan nantinya juga akan melakukan pengkaderan di masing-masing wilayahnya.

    Adapun divisi berada di bawah pengurusan kecamatan yakni, bidang pencegahan, bidang sosialisasi dan pengkaderan, serta bidang advokasi. “Terkait advokasi, kami juga sudah melakukan penandatangannan pakta integritas, jika memang kedapatan ada yang bermain, maka kita juga tidak akan memberi pendampingan,” terangnya.

    Sebelum dilantik menjadi satgas, salah satu rencana tindak lanjut dari peserta yag sudah mengikuti diklat, nantinya mereka akan melakukan sosialisasi minimal 3 kali di wilayah masing-masing. “Setelah mereka melakukan kegiatan bersama masyarakat, maka baru kita kukuhkan sebagai satgas Anti Narkoba,” tambahnya.

    Adapun narasumber yang hadir dalam diklat kemarin yakni, Kapolresta Banyumas, Kabag Hukum Pemda Banyumas, BNN Banyumas, Komisi Perlindungan Aids (KPA) Banyumas, Kepala BAANAR Jateng Taufik Hidayat, dan Deputi Bidang Pemberdayaan BAANAR Jateng Dosen Undip Fahmi Arifianto.

    Lebih Lanjut diungkapkan, BAANAR kini juga sudah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, terkait dengan pencegahan dan penanggulangan narkoba. Hal mendasar yang menjadi urgensi terus dilakukannya sosialisasi dan pencegahan peredaran narkoba, yakni karena semakin canggihnya peredaran narkoba.