Kategori: Idiologi ASWAJA

Ideologi atau paham keagamaan dalam Islam yang menekankan pada pemahaman yang berdasarkan Al-Quran, Hadis, dan pemikiran para ulama salaf.

  • Puasa 6 Hari Bulan Syawal

    Puasa 6 Hari Bulan Syawal

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Syawal tahun ini terasa beda dari Syawal sebelumnya. Ada sebagian rumah di Surabaya yang tertulis di depan pagar rumah: “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Maaf tidak menerima tamu”. Ada lagi di status WA: “Untuk mengurangi penularan virus Corona maka pemberian uang unjung-unjung ditiadakan”, dan sebagainya.

    Dari pada sekedar di rumah online terus lebih baik dilanjutkan puasa Sunah 6 hari bulan Syawal. Sebulan saja mampu, in syaa Allah 6 hari juga mampu.

    ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺃَﻳُّﻮﺏَ اﻷَْﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: «ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺛُﻢَّ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺳِﺘًّﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ، ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺼِﻴَﺎﻡِ اﻟﺪَّﻫْﺮِ»

    Dari Abu Ayyub Al Ansori bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa bulan Ramadhan kemudian melanjutkan 6 hari puasa bulan Syawal maka seperti (pahala) puasa 1 tahun” (HR Muslim)

    1. Maksud Seperti Puasa 1 Tahun

    ﻗَﺎﻝَ اﻟْﻌُﻠَﻤَﺎءُ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻛَﺼِﻴَﺎﻡِ اﻟﺪَّﻫْﺮِ ﻷَِﻥَّ اﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻓَﺮَﻣَﻀَﺎﻥُ ﺑِﻌَﺸَﺮَﺓِ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﻭَاﻟﺴِّﺘَّﺔُ ﺑِﺸَﻬْﺮَﻳْﻦِ

    Ulama menjelaskan bahwa puasa tersebut seperti puasa 1 tahun sebab 1 kebaikan dilipatgandakan 10 kebaikan. Maka Ramadhan seperti 10 bulan dan 6 hari seperti 2 bulan” (Syarah Muslim 8/58)

    Penjelasan ini menurut Imam Nawawi berdasarkan hadis:

    ﻋَﻦْ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥَ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: «ﺻِﻴَﺎﻡُ ﺷَﻬْﺮِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺑِﻌَﺸَﺮَﺓِ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﻭَﺻِﻴَﺎﻡُ ﺳِﺘَّﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﺑﺸﻬﺮﻳﻦ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﺻِﻴَﺎﻡُ ﺳَﻨَﺔٍ»

    Dari Tsauban bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Puasa Ramadhan seperti 10 bulan. Dan puasa 6 hari bulan Syawal seperti 2 bulan. Itulah puasa 1 tahun” (HR Nasa’i)

    1. Boleh Berurutan Atau Dipisah

    ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻨَﺎ ﻭَاﻷَْﻓْﻀَﻞُ ﺃَﻥْ ﺗُﺼَﺎﻡَ اﻟﺴِّﺘَّﺔُ ﻣُﺘَﻮَاﻟِﻴَﺔً ﻋَﻘِﺐَ ﻳَﻮْﻡِ اﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻓَﺈِﻥْ ﻓَﺮَّﻗَﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺃَﺧَّﺮَﻫَﺎ ﻋَﻦْ ﺃَﻭَاﺋِﻞِ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻭَاﺧِﺮِﻩِ ﺣَﺼَﻠَﺖْ ﻓَﻀِﻴﻠَﺔُ اﻟْﻤُﺘَﺎﺑَﻌَﺔِ ﻷَِﻧَّﻪُ ﻳَﺼْﺪُﻕُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺗْﺒَﻌَﻪُ ﺳِﺘًّﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ

    Ulama Syafi’iyah berkata: “Yang utama adalah berpuasa 6 hari bulan Syawal secara terus menerus setelah Idul Fitri. Jika 6 hari tersebut dipisah-pisah atau diakhirkan dari hari awal-awal bulan Syawal maka tetap memperoleh pahala tersebut karena masih kategori meneruskan 6 hari bulan Syawal” (Syarah Muslim 8/58)

    1. Qadha’ Puasa Ramadhan bersama Puasa 6 Hari Bulan Syawal

    (ﺳُﺌِﻞَ) ﻋَﻦْ ﺷَﺨْﺺٍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺻَﻮْﻡٌ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﻗَﻀَﺎءٌ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﻫَﻞْ ﻳَﺤْﺼُﻞُ ﻟَﻪُ ﻗَﻀَﺎءُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﺛَﻮَاﺏُ ﺳِﺘَّﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﻭَﻫَﻞْ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﻘْﻞٌ؟

    Ar-Ramli ditanya tentang seseorang yang punya tanggungan puasa Ramadhan dan diqadla’ (ditunaikan) di bulan Syawal apakah dia mendapatkan pahala qadha’ dan pahala 6 hari bulan Syawal, apakah ada dalilnya?

    (ﻓَﺄَﺟَﺎﺏَ) ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﻳَﺤْﺼُﻞُ ﺑﺼﻮﻣﻪ ﻗَﻀَﺎءُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﺇِﻥْ ﻧَﻮَﻯ ﺑِﻪِ ﻏَﻴْﺮَﻩُ ﻭَﻳَﺤْﺼُﻞُ ﻟَﻪُ ﺛَﻮَاﺏُ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﻭَﻗَﺪْ ﺫَﻛَﺮَ اﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔَ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْ اﻟْﻤُﺘَﺄَﺧِّﺮِﻳﻦَ.

    Ar-Ramli menjawab: “Dia mendapatkan pahala qadha’ Ramadhan bersama puasa 6 Syawal, meskipun niat dengan lainnya. Dia juga tetap mendapatkan pahala 6 hari bulan Syawal. Masalah ini telah disampaikan oleh para ulama generasi akhir” (Fatawa Ar-Ramli 2/66) (abi sorban)

  • CUKUP ANAK SANTRI MELAWAN KAUM SALAFI WAHABI PORO KYAI DUDUK MANIS

    CUKUP ANAK SANTRI MELAWAN KAUM SALAFI WAHABI PORO KYAI DUDUK MANIS

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- 
    Ikhwan Salafi lagi di Private Santri NU

    RANGKUMAN ALUR DISKUSI ANTARA
    Nurul Lailatirrahmah DENGAN Putra Mandala Wangi

    TEMA DISKUSI : “TAHLILAN”

    Nurul Lailatirrahmah
    THREAD KHUSUS AKU SEDIAKAN

    UNTUK AKHY Putra Mandala Wangi

    Dalam salah satu postingannya akhy Putra Mandala Wangi menuliskan sebagaimana yg aku copy paste berikut ini :

    Putra Mandala Wangi
    Kemarin ada yg memberitau ana, katanya admin di group ini suka menantang debat ikhwan Salafi.

    Bila info tsb mmg bnr, ana mau mencoba melayaninya.

    Merespon postingan tersebut melalui thread ini aku bermaksud mengajak akhy Putra Mandala Wangi untuk berdiskusi di sini
    INGAT…..!!!
    Ajakan aku adalah untuk BERDISKUSI, bukan untuk BERDEBAT.

    SELANJUTNYA Kepada Akhy Putra Mandala Wangi aku persilahkan utk memilih dan menentukan terlebih dahulu , apa kira kira TEMA yg mau didiskusikan.

    CATATAN :
    Khusus utk akhy Putra Mandala Wangi. Selama berdiskusi dilarang keras menuliskan komentar di sub kolom .

    Untuk selain dari Akhy Putra Mandala Wangi, dimohon dengan sangat agar cukup untuk menyimak saja .

    Putra Mandala Wangi
    Kenapa ukhty arena dikusinya kok tidak di lapak yg tadi ana buat, kenapa kok harus dipindahkan di sini?

    Suka Balas · 8 jam

    Nurul Lailatirrahmah
    Alhamdulillah , akhy Putra Mandala Wangi sudah hadir.
    Soal kenapa kok thread diskusinya dipindahkan di sini dan tidak di threat yg akhy buat ???
    ALASANNYA :
    Berdasarkan pengalaman yg sudah sudah , WAHABI kalau kalah adu orgumentasi dalam suatu diskusi, biasanya postingan diskusi yg dibuatnya langsung dihapus.
    Nah utk menghindari agar lapak diskusinya tidak dihapus, maka aku pindahkan di sini
    Demikian klarifikasi .
    Ngomong ngomong apakah akhy Putra Mandala Wangi sudah siap utk memulai diskusinya???

    Suka Balas · 8 jam

    Putra Mandala Wangi
    Afwan ukhty, ana skrg masih sibu

    Suka Balas · 8 jam

    Nurul Lailatirrahmah
    Lantas siapnya kapan ya akhy Putra Mandala Wangi?

    Suka Balas · 8 jam

    Putra Mandala Wangi
    Nanti biar ana kabari

    Suka Balas · 8 jam

    Putra Mandala Wangi
    Ukhty Nurul Lailatirrahmah, skrg ana sudah siap utk berdiskusi.
    Apakah ukhty masih punya nyali berdiskusi dg ana?

    Suka· Balas · 7 jam

    Nurul Lailatirrahmah
    Alhamdulillah kalau akhy Putra Mandala Wangi sudah siap utk berdiskusi.
    Sekarang silahkan tentukan tema yg mau didiskusikan akhy …

    Suka Balas · 7 jam

    Putra Mandala Wangi
    Ketahuilah ukhty Nurul Lailatirrahmah, Bahwa Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata :

    كُنَّا نَرَى (وفِى رِوَايَةٍ : كُنَا نَعُدُّ) اْلاِجْتِمَاع اِلَى أَهلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ (بَعْدَ دَفْنِهِ) مِنَ الْنِّيَاحَةِ

    Apakah ukhty mengingkari perkataan Jarir bin Abdullah Al Bajaliy tersebut??
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Aku sama sekali tidak mengingkari Qoulnya Jarir bin Abdullah Al Bajaliy tersebut.
    Lantas apa masalahnya ya akhy Putra Mandala Wangi???
    Suka· Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Klu memang tidak menginkari mengapa ukhty kok masih melanggarnya dengan melakukan TAHLILAN???
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Akhy Putra Mandala Wangi, dalam Qoul yg akhy kutip tersebut tidak ada satu katapun yg menyebut tentang TAHLILAN .
    Lantas atas dasar apa akhy kok membelokkan qoul tsb ke masalah TAHLILAN?
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Sbnrnya ukhty Nurul Lailatirrahmah paham atau tidak terhadap maksud dari Qoul Jarir bin Abdullah Al Bajaliy tersebut??
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Aku sangat paham akhy .
    Jarir bin Abdullah Al Bajaliy mengatakan bahwa para shahabat Beliau memandang/menganggap bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap”
    PERTANYAANKU:
    Dari Qoul tsb klu mnrt akhy Putra Mandala Wangi di bagian mana yg membahas soal TAHLILAN???
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Bukankah TAHLILAN itu tempat kumpul kumpul dan makan makan yaa ukhty Nurul Lailatirrahmah???
    Jadi kalau berdasarkan Qoul tsb jelas TAHLILAN itu dilarang , karena bagian dari NIYAAHAH.
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Nah ….. di situlah letak kesalahan fatal akhy Putra Mandala Wangi dalam memahami dan memaknai Qoul tsb
    Selain itu kelihatannya akhy belum bisa membedakan antara TAHLILAN dengan MA’TAM.
    TAHLILAN bukanlah tempat kumpul kumpul dan makan makan sebagaimana yg akhy sangkakan. Tahlilan adalah tempat orang untuk mengamalkan perintah Rosululloh Saw yg isinya :
    1. Utk Bershodaqoh atas nama diri sendiri dan atas nama org yg telah meninggal dunia.
    2. Membacakan beberapa ayat AlQur’an .
    3. Membacakan beberapa kalimatut thoyyibah, seperti Sholawat Nabi , Tasbih, Tahmid. Istighfar , Tahlil
    4. Mendoakan dengan memohonkan rohmat dan ampunan Alloh terhadap orang yg telah meninggal dunia
    Adapun MA’TAM adalah tempat berkumpulnya beberapa orang utk melakukan NIYAAHAH.
    Jadi antara TAHLILAN dengan MA’TAM dan NIYAAHAH itu beda jauh makna dan pengertiannya akhy …
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    ‘Afwan Ukhty Nurul Lailatirrahmah, dalam komentar ukhty di atas mengatakan bahwa TAHLILAN adalah tempat orang untuk mengamalkan perintah Rosululloh Saw.
    Mana ada Rosulullah Saw memerintahkan tahglilan???
    Jangan mengada ada lah ukhty …
    Suka· Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Ada akhy ….
    Berikut ini aku kutipkan hadits Nabi yg memerintahkan TAHLILAN:

    ﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻋﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﻴﺖﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﻭﺫﻛﺮﺍﺳﺘﻮﺟﺐﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ

    ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺪﺍﺭﻣﻰ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺉ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ))

    ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﺗﺼﺪﻗﻮﺍﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻟﻮﺑﺸﺮﺑﺔ ماﺀﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻘﺪﺭﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﺒﺄﻳﺔ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﺍﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻓﺎﺩﻋﻮ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﻐﻔﺮﺓ ﻭﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﺍﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﺪﻛﻢ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ

    PERTANYAANKU :
    Akhy Putra Mandala Wangi kira kira mengimani hadits tersebut ataukah ju8stru akan mengingkarinya????
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    ‘Afwan ukhty Nurul Lailatirrahmah, bisakah ukhty tuliskan terjemah dari hadits yg ukhty kuti itu??
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Lhooo…… sebenarnya akhy Putra Mandala Wangi ini mau kembali kepada Al-Qur’an Hadits atau kembali ke TERJEMAH sih ?
    Suka· Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    ‘Afwan Ukhty, berhubung ana ada keperluan, ana ijin of dulu .
    Nanti disambung lagi .
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Nurul Lailatirrahmah Yg akhy maksudkan sbg “NANTI” tersebut kira kira kapan yaa akhy Putra Mandala Wangi???
    Satu jam lagikah ?
    Satu hari lagi kah?
    Satu minggu lagi kah ?
    Satu bulan lagi kah?
    Satu tahun lagi kah??
    Atau kapn????
    Coba lebih dipertegas lagi akhy ….
    Suka Balas · 7 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Baiklah Ukhty Nurul Lailatirrahmah. Ana sdh berhasil menterjemahkan hadits yg ukhty kutip di atas.
    “Barang siapa menolong mayyit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan dzikir, maka Alloh memastikan surga baginya.”
    “Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur’an, berdo’alah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, ﺗﻌﺎﻟﻰ الله telah berjanji akan mengabulkan do’a kalian.”
    Dari hadits tersebut bukankah juga tidak ada perintah dari Nabi utk mengadakan tahlilan ya ukhty???
    Suka Balas · 6 jam ·
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Nurul Lailatirrahmah Bener banget akhy Putra Mandala Wangi, dalam hadits tersebut memang tidak ada yg tertulis secara tekstual perintah mengadakan TAHLILAN .
    Tetapi perlu akhy pahami bahwa dalam TAHLILAN isinya adalah semua yg diperintahkan dalam hadits tsb .
    PERTANYAANKU:
    Akhy Putra Mandala Wangi kira kira mengimani hadits tersebut ataukah ju8stru akan mengingkarinya????
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Tetapi Ukhty Nurul Lailatirrahmah , bukankah yg namanya ibadah itu bersifat TAUQIF, yaitu terikat oleh Syarat, Rukun, Jumlah, Tempat, Waktu dan Tata caranya???
    Sementara yg namanya tahlilan itu lain daerah kan beda cara pelaksanaannya, lantas di mana letak sifat Tauqifnya?
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Aku sepakat dengan akhy Putra Mandala Wangi, bahwa yg namanya ibadah itu bersifat TAUQIF, yaitu sdh terikat segala sesuatunya .
    Yang jadi persolan sekarang :
    Sifat TAUQIF tersebut berlaku dalam ranah ibadah yg bagaimana dulu.
    Ini yg perlu kita paham
    Suk Balas · 6 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Yang namanya ibadah itu ya ibadah ukhty…….
    Jadi tidak perlu ditanyakan lagi tentang ranah ibadah yg mananya…..
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    He he he …….. Kelihatannya akhy Putra Mandala Wangi masih belum memahami bahwa yg namanya ibadah itu sangat banyak sekali jenisnya.
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Tdk usah sok pinter lah ukhty ……..
    Yg namanya ibadah itu adalah segala bentuk penghambaan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jadi gk usah dibagi bagi
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Bagini lho akhy Putra Mandala Wangi.
    Ibadah dalam Islam itu terbagi menjadi beberapa bagian , di antaranya:
    1. Ibadah MAHDHOH
    2. Ibadah GHOIRU MAHDHOH
    Ibadah MAHDHOH dibagi lagi menjadi dua, yaitu:
    a. Ibadah Mahdhoh Muqoyyat
    b. Ibadah Mahdhoh Muthlaqoh .
    Ibadah Mahdhoh Muqoyyat adalah jenis ibadah yg murni hubungannya antara seorang hamba dg Alloh Swt. yang
    dalam pelaksanaannya terikat oleh :
    = Adanya dalil qoth’i yg memerintahkannya
    = Adanya contoh dari Rosululloh Saw
    = Terikat oleh syarat, rukun , jumlah , tempat, waktu dan tata caranya .
    CONTOHNYA :
    Sholat, Puasa Romadlo, Zakat , Haji DLL…….
    Kemudian Ibadah Mahdhoh Muthlaqoh adalah jenis ibadah yg murni hubungannya antara seorang hamba dg Alloh Swt. Yang dalam pelaksanaannya :
    = Terikat oleh Adanya dalil ‘Am yg memerintahkannya
    = Tidak terikat oleh Adanya contoh dari Rosululloh Saw
    = Tidak Terikat oleh syarat, rukun , jumlah , tempat, waktu dan tata caranya .
    CONTOHNYA :
    Berdzikir, Berdo’a, Bersholawat, Membaca Al-Qur’an, Membaca Kalimatut Thoyyibah , DLL…….
    Adapun TAHLILAN masuk ke dalam ranah Ibadah Mahdhoh Muthlaqoh. Jadi Sifat Tauqifnya ibadah tersebut tdk berlaku dalam ibadah Mahdhoh Muthlaqoh…
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Ana kok tambah bingung ya ukhty Nurul Lailatirrahmah.
    Untuk sementara waktu tolong beri ana ruang utk berfikir dulu .
    Suka Balas · 6 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Silahkan akhy ….
    Tapi ngomong ngomong jeda waktu ruang utk berfikirnya berapa lama satau sampai kapan yaaa????
    Mohon kejelasannya akhy
    Suka Balas · 6 jam ·
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Ukhty Nurul Lailatirrahmah, masih bolehkah ana mengajukan beberapa pertanyaan yg msh mengganjal di pikiran ana?
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Silahkan akhy Putra Mandala Wangi.
    Mengajukan pertanyaan yg tidak mengganjalpun juga boleh kok
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    .Berdasarkan hadits tersebut , apakah tdk sia sia doa dari org lain ???
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Begini akhy Putra Mandala Wangi , dalam hadits yg akhy kutip tsb kalimat وَلَدٍ صَالِحٍsangat begitu jelas menggunakan kalimat ISIM NAKIROH, yaitu suatu kalimat yg menunjukkan pada sesuatu secara kesatuan yang tidak ditentukan atau sesuatu yg bersifat umum.
    Dengan penggunaan kalimat Isim Nakiroh pada kalimat WALADIN SHOOLIHIN tsb maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa ANAK SHOLIH yg dimaksud dalam hadits di atas tidak terbatas hanya ANAK KANDUNG SAJA tapi bi ma’na bisa anak didik, anak buah atau anak bani Adam yg muslim dan muslimah.
    Sesuai dengan Firman Alloh swt berikut ini:

    رَبَّنَا اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابِ.

    “Ya Tuhan kami! Berilah keampunan kepadaku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat).”
    Q.S: IBRAHIM, 14:41.

    وَالَّذِيْنَ جَاءُ وْا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالاِيْمَانِ.

    “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka itu akan berkata: Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami”. AL-HASYR, 59:10
    Dengan demikian penolakan terhadap amaliah TAHLILAN dengan dalih bahwa doa yg sampai hanya doa dari anak kandungnya yg sholih sj telah gugur dengan sendirinya.
    Demikian sekelumit penjelasan tentang WALADIN SHOOLIHIN YAD’ULAHU .dari hadits yg akhy ajukan
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Tetapi dalam Surat An-Najm ayat 38-39 Alloh berfirman sebagai berikut:.‎

    أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى (38) وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (39)

    Apakah tidak sia sia belaka walaupun dikirimin pahala sebesar gunung dari orang lain , ???
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Menanggapi Al-Qur’an Surat An-Najm ayat 38-39 yg akhy Putra Mandala Wangi ajukan, berikut ini aku kutipkan penafsiran Dr. Muhammad Bakar Ismail, seorang ahli fiqh kontemporer dari Mesir. Beliau menjelaskan sebagai berikut :

    وَلَا يَتَنَافَى هَذَا مَعَ قَوْلِهِ تَعَالَى فِى سُوْرَةِ النَّجْمِ وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلاَّمَاسَعَى فَإِنَّ هَذَا التَّطَوُّعَ يُعَدُّ مِنْ قَبِيْلِ سَعْيِهِ فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ بَارًا بِهِمْ فِى حَيَاتِهِ مَا تَرَحَّمُوْا عَلَيْهَ وَلَاتَطَوَّعُوْا مِنْ أَجْلِهِ فَهُوَ فِى الْحَقِيْقَةِ ثَمْرَةٌ مِنْ ثِمَارِ بِرِّهِ وَإِحْسَانِهِ (الفقه الوضح,ج: ١,ص: ٤٤٩)

    Suka· Balas · 5 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Putra Mandala Wangi Bisakah diberikan artinya ya Ukhty Nurul Lailatirrahmah?
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Jelas bisa doooong …….
    Ini arti dari tafsiran r. Muhammad Bakar Ismail yg aku kutipkan di atas:
    “Menghadiah pahala kepada orang yang telah mati itu tidak bertentangan dengan ayat وان ليس للإنسا الإماسعىkarena pada hakikatnya pahala yang dikirimkan kepada ahli kubur dimaksud merupakan bagian dari usahanya sendiri.
    Seandainya ia tidak berbuat baik ketika masih hidup, tentu tidak akan ada orang yang mengasihi dan menghadiahkan pahala untuknya. Karena itu sejatinya, apa yang dilakukan orang lain untuk orang yang telah meninggal dunia tersebut merupakan buah dari perbuatan baik yang dilakukan si mayit semasa hidupnya.”
    Demikian akhy Putra Mandala Wangi.
    Apa masih ada pertanyaan lagi akhy ?
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Tafsiran yg ukhty tulis itu hanya sekedar akal akalan ukhty saja ataukah memang ada Kitab yg menuliskannya ya Ukhty?
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Tafsir dari Dr. Muhammad Bakar Ismail tersebut termaktub dalam Kitab Al-Fiqh Al-Wadlih akhy ……
    Silahkan dibuka saja kalau punya Kitabnya dan bisa membacanya.
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Di Juz berapa dan halaman berapa ya Ukhty ???
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Di juz I, halaman 449 Akhy …….
    (Gayanya nanya Juz dan halaman segala )
    Apa masih ada yg mau ditanyakan lagi akhy Putra Mandala Wangi?
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Ada Ukhty , dan ini pertanyaan terakhir.:
    Kalau memang tahlilan itu disebut sbg sunnah Nabi , apakah ada satu saja riwayat kalau Nabi Saw mengadakan tahlilan ketika para istri , anak anaknya dan para sahabatnya meninggal dunia ?
    Suka Balas · 5 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Akhy Putra Mandala Wangi, akhy harus paham bahwa yang namanya SUNNAH Rosululloh Saw tidak hanya sebatas yg pernah dikerjakan oleh Kanjeng Nabi Muhammad Saw saja .
    Menurut ahli hadis, sunnah adalah:
    “Segala yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw., baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, maupun perjalanan hidupnya, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul Saw maupun sesudahnya.”
    Menurut ahli usul fikih, sunnah adalah:
    “Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw. selain al-Qur’an baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya yang pantas untuk dijadikan dalil bagi penetapan hukum syara’ (hukum agama).”
    Berikut ini beberapa macam Sunnah :
    1. Sunnah Qauliyah.
    Sunnah Qauliyah adalah bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw.
    Dengan kata lain Sunnah Qauliyah yaitu sunnah Nabi Saw. yang hanya berupa ucapannya saja baik dalam bentuk pernyataan, anjuran, perintah cegahan maupun larangan.
    Contoh sunnah qauliyah:
    Hadits tentang TAHLILAN sebagaimana yg sudah aku kutipkan jauh di atas.
    2. Kemudian Sunnah Fi’liyah.
    Sunnah fi’liyah adalah segala perbuatan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kualitas sunnah fi’liyah menduduki tingkat kedua setelah sunnah qauliyah. Sunnah fi’liyah juga dapat maknakan sunnah Nabi Saw. yang berupa perbuatan Nabi yang diberitakan oleh para sahabat.
    3. Kemudian Sunnah Taqririyah.
    Taqrir, yaitu keadaan Rosululloh Saw mendiamkan, tidak memberikan sanggahan terhadap suatu perkara yang dilakukan oleh sahabat berupa perkataan atau perbuatan, baik hal itu dilakukan di hadapan beliau atau tidak, namun beritanya sampai kepada beliau.
    PERTANYAANNYA:
    Jikalau yg disebut sbg SUNNAH NABI itu hanya sebatas yg dilakukan oleh Nabi Saw saja , lantas akan akhy buang ke mana SUNNAH QOULIYAHNYA dan SUNNAH TAQRIRIYAHNYA Kanjeng Nabi Muhammad Saw???
    Silahkan dijawab akhy .
    Suka Balas · 4 jam
    ==========
    Putra Mandala Wangi
    Maaf Ukhty Nurul Lailatirrahmah, berhubung waktu sdh larut malam ana mohon ijin utk istirahat dulu.
    Wassalaam .
    Suka Balas · 4 jam
    ==========
    Nurul Lailatirrahmah
    Akhy Mandala ini gimana sih …….
    Bukannya ngasih jawaban lha kok malah WASSALAAM .
    Wa’alaikumus salaam wr wb
    Suka Balas · 4 jam
    ===========
    Nurul Lailatirrahmah
    Dari alur diskusi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

    1. Amaliyah TAHLILAN murni perintah Al-Qur’an maupun Al-Hadits.

    2. Barang siapa yg membid’ah dlolalahkan amaliyah TAHLILAN , sesungguhnya merekalah pelaku BID’AH DLOLALAH yg sebenar benarnya , karena telah mengingkari perintah Alloh dan Rosululloh Saw.

    DISKUSI AKU NYATAKAN SELESAI
    Suka Balas · 4 jam
    ==========
    SELESAI

    Alamat Link Diskusinya

     

  • Ziarah Kubur dan Silaturahmi Setelah Shalat Id

    Ziarah Kubur dan Silaturahmi Setelah Shalat Id

    SORBANSANTRI.COM

    Imam Bukhari meriwayatkan dalam Sahihnya:

    ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ اﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ، ﻗَﺎﻝَ: «ﻛَﺎﻥَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﻋِﻴﺪٍ ﺧﺎﻟﻒ اﻟﻄﺮﻳﻖ»

    Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam jika berangkat (ke tempat shalat Id) maka pulangnya tidak melewati tempat awal berangkat (Sahih al-Bukhari No 986)

    Mengapa Nabi shalallahu alaihi wassallam melakukan hal tersebut? Para ulama memiliki penafsiran sendiri-sendiri seperti yang disampaikan oleh pensyarah Sahih al-Bukhari, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:

    ﻭَﻗَﺪِ اﺧْﺘُﻠِﻒَ ﻓِﻲ ﻣَﻌْﻨَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻗْﻮَاﻝٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓٍ اﺟْﺘَﻤَﻊَ ﻟِﻲ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ

    Para ulama beda pendapat tentang makna hadis di atas ke dalam banyak pendapat, yang terkumpul bagi saya lebih dari 20 pendapat

    ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟﻴﺰﻭﺭ ﺃَﻗَﺎﺭِﺑَﻪُ اﻷَْﺣْﻴَﺎءَ ﻭَاﻷَْﻣْﻮَاﺕَ ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟِﻴَﺼِﻞْ ﺭَﺣِﻤَﻪُ

    Ada yang mengatakan bahwa agar Nabi bisa menziarahi kerabatnya baik yang masih hidup atau sudah wafat. Ada juga yang berpendapat agar Nabi dapat melakukan silaturahmi (Fathul Bari 2/473)

    Apakah anjuran itu hanya bagi imam saja? Al-Hafidz mengutip dari Madzhab Syafi’i:

    ﻭَاﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ اﻷُْﻡِّ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ ﻟِﻹِْﻣَﺎﻡِ ﻭَاﻟْﻤَﺄْﻣُﻮﻡِ ﻭَﺑِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ اﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻴَّﺔِ

    Penjelasan yang ada dalam kitab Al-Umm bahwa anjuran tersebut berlaku bagi imam dan makmum. Pendapat ini juga disampaikan oleh kebanyakan Madzhab Syafi’iyah (Fathul Bari 2/472)

    •] Ini adalah dalil kita untuk ziarah kubur dan silaturahmi setelah hari raya dalam keadaan normal. Untuk saat ini kita cukup baca Yasin dari rumah, kita yakin pahalanya sampai. Untuk silaturahmi juga dari rumah, pakai alat telekomunikasi, telpon, video call dan sebagainya.

  • Gender Dan Poligami

    Gender Dan Poligami

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Isu gender bagi kalangan para santri terdiri dari 2 arus besar. Bagi para santri yang terus berkecimpung di pesantren dengan pegangan kitab kuning setiap harinya akan terlihat respon penolakannya, atau setidaknya kurang setuju. Sementara bagi arus kedua, para santri yang sudah aktif di lingkungan akademisi, pergerakan, bersentuhan dengan komunitas dan sosial yang beragam biasanya menerima isu gender ini.

    Arus kedua ini -dalam amatan saya- ada yang langsung menggugat bentuk patriarki dan penempatan wanita dalam kelas dua di beberapa literatur kitab. Namun ada pula yang lebih soft, tidak mendekonstruksi ‘doktrin’ kitab kuning namun mereinterpretasi (menafsirkan ulang) beberapa kitab rujukan tersebut dengan membandingkan dari penjelasan para ulama lain. Biasanya menggunakan tafsir ulama yang berbeda dalam penekanan sisi makna bahasa, atau dengan menggunakan pendekatan Ilmu Ushul Fiqh. Kyai Imam Nakhai yang kemarin menjadi narasumber bersama dengan saya dalam seminar nasional online adalah tipe yang soft ini. Saya memaklumi karena pangkat beliau sudah selevel Al-Ghazali, yakni di depannya sudah pakai “Imam”.

    Dalam penyampaian materi, kyai Imam Nakhai yang juga Dosen di Ma’had Ali Salafiyah Syafi’iyah Situbondo ini memaparkan beberapa dalil, menganalisa beberapa redaksi hadis, memposisikan mana dalil Am dan Khash, Mutlaq dan Muqayyad. Pada titik kesimpulan beliau katakan bahwa laki-laki dan perempuan pada sisi Insaniyah (kemanusiaan) dan Akromiyah (kemuliaan) adalah sama, sederajat. Namun pada sisi Afdlaliyah (keutamaan) terkadang laki-laki memiliki sifat keutamaan tersebut namun tidak menutup peluang bagi wanita untuk mencapai keutamaan tersebut.

    Saya didapuk oleh panitia menyampaikan materi seputar ibadah puasa dan hari raya di masa wabah ini. Jadi, saya hanya fokus dengan materi saya.

    Pada sesi tanya jawab hampir kebanyakan suara yang bertanya diwakili oleh kaum Adam dan bertanya tentang poligami. Beliau menjawab dengan jawaban yang sedikit mengejutkan awalnya, namun bisa dipahami di bagian akhir. Kata beliau poligami bukan ajaran Islam. Tapi ajaran umat terdahulu. Yang terdapat dalam Islam tentang poligami adalah mengatur dan memberi batasan.

    Tanpa diduga moderator menanyakan kepada saya soal poligigi ee poligami. Tentu saya terkejut. Saya menjawab dengan penjelasan yang terdapat dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’iyah:

    ﻭﻧﺪﺏ ﺇﻟﻰ اﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻭاﺣﺪﺓ ﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻮﺭ ﻭﺗﺮﻙ اﻟﻌﺪﻝ، ﻭﻫﺬا ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

    Dianjurkan menikah hanya 1 wanita saja, khawatir ada penyelewengan dan tidak adil. Kedua alasan ini tidak terdapat dalam diri Nabi shalallahu alaihi wasallam (Al-Majmu’ wa Takmilah 16/144)

    Di samping itu, redaksi dalam kitab-kitab Syafi’iyah biasanya ketika menjelaskan poligami menggunakan bahasa boleh (jawaz). Maka ada penuturan dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’i lainnya dijelaskan:

    ﺇﺫَا ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﻛَﺬَا ﻳُﻔْﻬَﻢُ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﺮْﻓًﺎ ﺃَﻥَّ ﺗﺮﻛﻪ ﺃﻭﻟﻰ

    “Jika ada redaksi ‘boleh melakukan ini’ maka dapat dipahami secara umum bahwa sebaiknya tidak dilakukan” (Bujairimi Khatib
    2/174) (kh. ma’ruf khozin)

  • BILAL UNTUK SHALAT IDUL FITHRI

    BILAL UNTUK SHALAT IDUL FITHRI

    SORBANSANTRI.COM

    1. Ketika shalat akan dimulai Bilal mengucapkan :

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ , لَا إلٰهَ إلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ
    اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
    صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ × ٢

    Shalatlah sunat ‘Idul Fithri 2 raka’at dengan berjama’ah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian.

    2. Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjama’ah. Setelah shalat selesai Bilal berdiri menghadap jama’ah lalu menguca

    يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ. اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ، وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ. أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

    Artinya : Wahai sekalian kaum Muslimin dan golongan kaum Mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah Hari ‘Idul Fithri (hari kembali suci), hari bahagia dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas Mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian (2 x). Perhatikanlah, semoga kalian dirahmati oleh Allah.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Artinya : Ya Allah, bberilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan, akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang pengasih. (red)

  • WAHABI BERTANYA, ASWAJA MENJAWAB

    WAHABI BERTANYA, ASWAJA MENJAWAB

    SORBANSANTRI.COM
    Bingung Sendirikan

    Pertanyaan dari salah seorang WAHABI :

    Kenapa kalian (ASWAJA) menolak ALLAH berada/bertempat di atas langit, tapi ketika berdo’a kalian tetap menghadap ke atas langit.?

    JAWABAN KAMI :

    ALLAH Ta’ala berfirman :

    وَفِي السَّمَاء رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

    Dan di Langit itu Rizki kalian dan sesuatu yang di janjikan bagi kalian.

    [QS. Adz-Dzariyat : 22]

    IMAM AN-NAWAWI Rahimahullah mengatakan :

    وَهُوَ الَّذِيْ إِذَا دَعَاهُ الدَّاعِيْ اِسْتَقْبَلَ السَّمَاءَ، كَمَا إِذَا صَلَّى الْمُصَلِّيْ اِسْتَقْبَلَ الْكَعْبَةَ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأَنَّهُ مُنْحَصِرٌ فِي السَّمَاءِ كَمَا أَنَّهُ لَيْسَ مُنْحَصِرًا فِيْ جِهَةِ الْكَعْبَةِ، بَلْ ذَلِكَ لِأن السَّمَاءَ قِبْلَةُ الدَّاعِيْنَ، كَمَا أَن الكعبةَ قِبْلَةُ الْمُصَلِّيْنَ

    Dan Dialah (ALLAH) yang apabila seseorang berdoa kepadanya, orang itu menghadap ke langit sebagaimana juga orang yang shalat dia menghadap ke Ka’bah, dan bukanlah hal itu menunjukan bahwa ALLAH berada di langit sebagaimana juga ALLAH tidak berada di arah Ka’bah.

    Akan tetapi hal itu dikarnakan bahwa langit adalah kiblat bagi orang-orang yang berdoa sebagaimana juga Ka’bah yang menjadi kiblat bagi orang-orang yang shalat.

    [Syarah Shahih Muslim : Jilid 5, Halaman 26, Cetakan ke 3, Tahun 1996 dari Darul Ma’rifah, Beirut Libanon].

    IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI Rahimahullah mengatakan :

    اَلسَّمَاءُ قِبْلَةُ الدُّعَاءِ كَمَا أَنَّ الْكَعْبَةَ قِبْلَةُ الصَّلَاةِ

    Langit adalah kiblat doa sebagaimana ka’bah yang menjadi kiblat shalat.
    .
    [Fathul Bari : Juz 2, Halaman 233]

    Jawaban diatas dikutip dari ucapan seorang bocah Madrasah Ibtida’iyah. [Sebut Saja Mawar]

    Wassalamualaikum

  • Kisah Dan Manfaat Surat Yasin Pada Ahli Kubur

    Kisah Dan Manfaat Surat Yasin Pada Ahli Kubur

    SORBANSANTRI.COM

    السلام عليكم ورحمة الله
    بسم الله والحمد لله اللهم صلى عل سيدنا محمد وعلى اله واصحا به

    Pertanyaan ;
    Adakah kisah sampainya bacaan yasin dan do’a² untuk arwah ? efeck dan respon para arwah itu bagaimana ?

    Jawaban
    Ada banyak sekali ,tapi kita ambil satu hikayat saja,
    Dari kitab : tahqiqul amal

    Dikabarkan dari al-Hasan bin al-Haitsam bahwa suatu ketika ia mendengar Abu Bakar al Athrusyi bin Abi Nashr bin At-Timar bercerita:

    Suatu masa ada seorang anak laki-laki yang selalu mendatangi kuburan ibunya setiap hari Jumat,
    Setiap kali berada di kubur ibunya, ia dengan khusyuk melantunkan Surat Yasin.

    dibacanya ayat-ayat Al-Quran itu dengan penuh khidmat, Sambil sesekali ketika menghentikan bacaan untuk mengambil napas, ia mengenang masa² indah dengan ibunya,

    Sungguh, pemandangan itu begitu memilukan,
    melihat seorang anak yang duduk terpekur sambil membaca Al-Quran di samping pusara ibunda tercintanya.

    Ketika ia telah selesai, ia kemudian berdoa:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku membagikan pahala membaca Surat Yasin ini. Maka jadikanlah bagian itu terhaturkan kepada para arwah yang bersemayam di pekuburan ini.”

    Seminggu kemudian, tepat di hari Jumat berikutnya, anak tersebut kembali melakukan rutinitas mingguannya itu. Mendatangi pusara ibunya, duduk dengan khusyuk, dan kemudian melantunkan Surat Yasin untuk dihadiahkan kepada ibundanya serta para arwah di pemakaman itu.

    Tiba-tiba saja saat ia hendak beranjak, datang seorang wanita yang bertanya kepadanya:

    “Apakah engkau adalah Fulan bin Fulanah?
    apakah engkau adalah putra dari ibu yang dikubur dalam kuburan ini?”

    “Ya,” jawab anak itu singkat.

    “Sesungguhnya aku memiliki anak perempuan yang telah meninggal, kemudian aku bermimpi bertemu dengannya. Dalam mimpi itu, kulihat ia sedang duduk-duduk di samping pusaranya.

    Kemudian aku bertanya padanya :’Gerangan apa yang membuatmu duduk di sini?’
    Ia lalu menjawab; ”Sesungguhnya Fulan bin Fulanah mendatangi kuburan ibunya, kemudian ia membaca Surat Yasin dan menghadiahkan pahala bacaannya kepada ibunya dan kami, para ahli kubur yang arwahnya bersemayam di pemakaman ini.
    Maka dari itulah, aku mendapatkan manfaatnya sehingga aku diampuni’.”
    قال النبى صلى الله عليه وسلم :
    من زار قبر ابويه او احد هما فى كل جمعة مرة غفر الله له وكان برا
    >Siapa yg ziarah ke kubur ibunya tiap jum’at ,maka diampuni baginya,dan dicatat sbg anak yg betbakti.

    Dari kitab ;;
    kitab Tahqiqul Amal fîmâ Yanfa’ul Mayyita Minal A’mâl

    Mu’allif : Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki al Hasani, halaman 60

    Wallohu a’lam bis showab
    Walhamdulillah

  • Mbah Maimoen Zubair: Menikahlah, Maka Engkau Mulia

    Mbah Maimoen Zubair: Menikahlah, Maka Engkau Mulia

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-  KH Maimoen Zubair ketika memberikan mauidhoh hasanah dalam pernikahan Muhammad Ladun Khobir (asal mbesuk Pasuruan) dengan Neng Athiya Rahmania binti KH M Aniq Muhammadun Pati (Kamis, 30 Agustus 2018) menyatakan:

    Pertama, menikah adalah syariat agama yang menjadi cara Allah memuliakan dan memperbaiki manusia. Allah ikut campur secara langsung memperbaiki manusia dalam pernikahan. Bahkan, Allah menikahkan langsung Nabi Adam dengan Siti Hawa dan Nabi Muhammad dengan istrinya.

    Bukti kemulian pernikahan disampaikan dalam Al Quran:

    واذ قلنا يا ادم اسكن انت وزوجك الجنة

    Dan tatkala kami berkata “Wahai Adam, berdomisililah kamu dan istrinya ke surga”.

    Nabi Adam masuk surga dengan Hawa sebagai bukti kemuliaan pernikahan. Dengan menikah, Allah memasukkan Adam dan istrinya ke dalam surga.

    Kedua, laki-laki harus menjadi suami yang lapang dan pengertian kepada istrinya. Perempuan jika punya kelebihan, cantik misalnya, maka justru memberikan kecukupan Rizki (ngrejekeni), meskipun banyak ngomelnya. Jika tidak sabar dengan istri yang suka ngomel, maka kawinlah dengan perempuan yang jelek.

    Ketiga, dalam doanya Kiai Maimoen mendoakan supaya pernikahan yang dilangsungkan terus berlangsung secara kontinu (استمرار) selama-lamanya sampai berjumpa kepada Allah di surga, tempat keabadian (حتي يلتقيا الي دار القرار).

    Tiga nasehat penting KH Maimoen Zubair di atas seyogianya diperhatikan dan dihayati benar-benar oleh kaum jomblo yang masih banyak pertimbangan yang memperlambat menikah. Jika diniati ittiba’i sunnatirrasul (mengikuti sunnah Nabi), maka keberkahan dan kemuliaan hidup akan digapai dunia-akhirat.

    امين يا رب العالمين .

    Oleh : Jamal Ma’mur Asmani, IPMAFA Pati

  • Dalil dan Penjelasan Mengusap Wajah Setelah Sholat

    Dalil dan Penjelasan Mengusap Wajah Setelah Sholat

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jika Belum Tahu Tentang Dalil Hadis Lebih Baik Jawab: “Saya Belum Tahu”

    Ustadz Salafi ini konon adalah lulusan S3 terbaik di masanya. Anehnya dalam rekaman pengajiannya ini beliau mengatakan tidak ada dalil hadis pada masalah:

    1. Mengusap wajah setelah shalat
    2. Mengusap wajah setelah berdoa
    3. Membalikkan tangan saat doa meminta perlindungan
    4. Bersalaman setelah shalat.

    Baik. Bismillah saya jawab satu-persatu dalil hadisnya.

    1. Hadis mengusap wajah setelah shalat

    ﻭَﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ: «ﺃَﻥَّ اﻟﻨَّﺒِﻲَّ – ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَا ﺻَﻠَّﻰ ﻭَﻓَﺮَﻍَ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻪِ ﻣَﺴَﺢَ ﺑﻴﻤﻴﻨﻪ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺳِﻪِ ﻭَﻗَﺎﻝَ: ” ﺑِﺴْﻢِ اﻟﻠَّﻪِ اﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ اﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ اﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ، اﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺫْﻫِﺐْ ﻋَﻨِّﻲ اﻟْﻬَﻢَّ ﻭَاﻟْﺤَﺰَﻥَ» “.

    Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam setelah selesai dari shalat maka beliau mengusap kepala dengan tangan kanan dan berdoa: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Allah, maha Rahman dan Rahim. Ya Allah hilangkan susah dan sedih dariku”

    ﻭَﻓِﻲ ﺭِﻭَاﻳَﺔٍ: «ﻣَﺴَﺢَ ﺟَﺒْﻬَﺘَﻪُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ اﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻓِﻴﻬَﺎ: ” اﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺫْﻫِﺐْ ﻋَﻨِّﻲ اﻟْﻬَﻢَّ ﻭَاﻟْﺤَﺰَﻥَ».

    Dalam riwayat lain Nabi mengusap kening/ dahi dan berdoa: “Ya Allah hilangkan susah dan sedih dariku”

    ﺭَﻭَاﻩُ اﻟﻄَّﺒَﺮَاﻧِﻲُّ ﻓِﻲ اﻷَْﻭْﺳَﻂِ، ﻭَاﻟْﺒَﺰَّاﺭُ ﺑِﻨَﺤْﻮِﻩِ ﺑِﺄَﺳَﺎﻧِﻴﺪَ، ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺯَﻳْﺪٌ اﻟْﻌَﻤِّﻲُّ، ﻭَﻗَﺪْ ﻭَﺛَّﻘَﻪُ ﻏَﻴْﺮُ ﻭَاﺣِﺪٍ، ﻭَﺿَﻌَّﻔَﻪُ اﻟْﺠُﻤْﻬُﻮﺭُ، ﻭَﺑَﻘِﻴَّﺔُ ﺭِﺟَﺎﻝِ ﺃَﺣَﺪِ ﺇِﺳْﻨَﺎﺩَﻱِ اﻟﻄَّﺒَﺮَاﻧِﻲِّ ﺛِﻘَﺎﺕٌ، ﻭَﻓِﻲ ﺑَﻌْﻀِﻬِﻢْ ﺧِﻼَﻑٌ.

    HR Thabrani dan Bazzar dengan beberapa sanad. Di dalamnya ada Zaid Al-Ammi, lebih dari 1 ulama menilai terpercaya dan kebanyakan ulama menilai dhaif. Perawi lain dari 2 sanad Thabrani adalah terpercaya, sebagiannya diperselisihkan.

    1. Hadis mengusap wajah setelah berdoa

    Syekh Abdullah Al-Faqih, sesama Salafi dan pengasuh Fatawa Syabkah Islamiah, menulis:

    ﻓﻘﺪ ﻭﺭﺩﺕ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ ﻣﺴﺢ اﻟﻮﺟﻪ ﺑﻌﺪ اﻟﺪﻋﺎء – ﺧﺎﺭﺝ اﻟﺼﻼﺓ- ﻛﻠﻬﺎ ﺿﻌﻴﻔﺔ، ﺇﻻ ﺃﻥ اﻟﺤﺎﻓﻆ اﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺃﺷﺎﺭ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻣﺠﻤﻮﻋﻬﺎ ﻳﺒﻠﻎ ﺩﺭﺟﺔ اﻟﺤﺴﻦ.

    Sungguh terdapat beberapa hadis tentang mengusap wajah setelah berdoa -di luar shalat- yang keseluruhannya dhaif. Namun menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar memberi isyarat secara akumulasi riwayat sampai pada derajat hadis Hasan (195/351)

    ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: “ﻓﺈﺫا ﻓﺮﻏﺖ ﻓﺎﻣﺴﺢ ﺑﻬﻤﺎ ﻭﺟﻬﻚ” ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ

    Diantaranya adalah sabda Nabi shalla Allahu alaihi wasallam: “Jika kalian selesai berdoa maka usaplah wajahmu dengan kedua tanganmu” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Saya tambahkan penjelasan dari Mufti Salafi, Syekh Utsaimin:

    ﻭﻣﻦ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻣﻦ ﻗﺎﻝ: ﺇﻥ اﻟﻤﺴﺢ ﺳﻨﺔ ﺑﻨﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ اﻟﻀﻌﻴﻔﺔ ﺇﺫا ﺗﻜﺎﺛﺮﺕ ﻗﻮﻯ ﺑﻌﻀﻬﺎ ﺑﻌﻀﺎً.

    Diantara para ulama ada yang mengatakan bahwa mengusap wajah adalah sunah. Berdasarkan bahwa jika ada hadis dhaif jika memiliki banyak riwayat maka saling menguatkan (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 14/100)

    1. Hadis membalikkan tangan saat doa meminta perlindungan

    ﻭَﻋَﻦْ ﺧَﻼَّﺩِ ﺑْﻦِ اﻟﺴَّﺎﺋِﺐِ اﻷَْﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ: «ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ – ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَا ﺳَﺄَﻝَ ﺟَﻌَﻞَ ﺑَﺎﻃِﻦَ ﻛَﻔَّﻴْﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ، ﻭَﺇِﺫَا اﺳﺘﻌﺎﺫ ﺟَﻌَﻞَ ﻇَﺎﻫِﺮَﻫُﻤَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ». ﺭَﻭَاﻩُ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﻣُﺮْﺳَﻼً، ﻭَﺇِﺳْﻨَﺎﺩُﻩُ ﺣَﺴَﻦٌ.

    Dari Khallad bin Saib Al Anshori bahwa jika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdoa maka Nabi arahkan telapak tangannya ke wajahnya. Jika Nabi meminta perlindungan maka bagian luar tangannya diarahkan ke wajahnya -dibalik-” (HR Ahmad secara Mursal, sanadnya Hasan)

    1. Hadis bersalaman setelah shalat

    Imam Nawawi pengarang kitab Sahih Muslim mengatakan bahwa bersalaman setelah shalat Subuh dan Ashar adalah Bid’ah yang diperbolehkan. Mana hadisnya? Ada 2 hadis. Para Sahabat setelah shalat berebut bersalaman dengan Nabi setelah Ashar (HR Bukhari). Dalam riwayat lain setelah Subuh (riwayat Ahmad). Berikut isi hadisnya, maaf sampai pegel tangan saya yang mau nerjemah:

    ﻋَﻦِ اﻟﺤَﻜَﻢِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﺟُﺤَﻴْﻔَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: «ﺧَﺮَﺝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﺎﻟﻬَﺎﺟِﺮَﺓِ ﺇِﻟَﻰ اﻟﺒَﻄْﺤَﺎءِ، ﻓَﺘَﻮَﺿَّﺄَ ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻈُّﻬْﺮَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَاﻟﻌَﺼْﺮَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻋَﻨَﺰَﺓٌ» ﻗَﺎﻝَ ﺷُﻌْﺒَﺔُ ﻭَﺯَاﺩَ ﻓِﻴﻪِ ﻋَﻮْﻥٌ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﺃَﺑِﻲ ﺟُﺤَﻴْﻔَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: «ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻤُﺮُّ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَاﺋِﻬَﺎ اﻟﻤَﺮْﺃَﺓُ، ﻭَﻗَﺎﻡَ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﻓَﺠَﻌَﻠُﻮا ﻳَﺄْﺧُﺬُﻭﻥَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻴَﻤْﺴَﺤُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ، ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄَﺧَﺬْﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓﻮﺿﻌﺘﻬﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻲ ﻓَﺈِﺫَا ﻫِﻲَ ﺃَﺑْﺮَﺩُ ﻣِﻦَ اﻟﺜَّﻠْﺞِ ﻭَﺃَﻃْﻴَﺐُ ﺭَاﺋِﺤَﺔً ﻣِﻦَ اﻟﻤِﺴْﻚِ» رواه البخاري

    ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻳَﺰِﻳﺪَ ﺑْﻦِ اﻷَْﺳْﻮَﺩِ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺠَﺠْﻨَﺎ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺣَﺠَّﺔَ اﻟْﻮَﺩَاﻉِ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺑِﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺻَﻼَﺓَ اﻟﺼُّﺒْﺢِ ﺃَﻭِ اﻟْﻔَﺠْﺮِ … ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺃَﺷَﺐُّ اﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺃَﺟْﻠَﺪُﻩُ. ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﺯِﻟْﺖُ ﺃَﺯْﺣَﻢُ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﺣَﺘَّﻰ ﻭَﺻَﻠْﺖُ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺄَﺧَﺬْﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓﻮﺿﻌﺘﻬﺎ ﺇِﻣَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻲ ﺃَﻭْ ﺻَﺪْﺭِﻱ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﻭَﺟَﺪْﺕُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﻃْﻴَﺐَ ﻭَﻻَ ﺃَﺑْﺮَﺩَ ﻣِﻦْ ﻳَﺪِ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ. رواه احمد

    •] sebagian bantahan telah dijawab oleh Sidi Syekh Munir Mahyudin Munir

    Penulis : KH.Ma’ruf Khozin ( Direktur Aswaja Center PWNU Jatim)

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=140339790901310&id=100047758703918

  • Zakat Fitrah Pakai Uang Ikut Madzhab Hanafi Tapi Ukuran Berasnya Ikut Madzhab Syafi’i. Apa Boleh?

    Zakat Fitrah Pakai Uang Ikut Madzhab Hanafi Tapi Ukuran Berasnya Ikut Madzhab Syafi’i. Apa Boleh?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN santri– Madzhab Fikih dalam Islam bagus semuanya. Tapi tidak boleh dicampur aduk. Sama seperti soto terasa nikmat, nasi goreng juga nyaman. Kalau dicampur? Ya ambyar. Demikian pula tata cara beragama kita memiliki aturan.

    Jika ikut pendapat madzhab Syafi’i kita berupaya konsisten mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok 2.7 kg. Tapi tidak boleh pakai uang.

    Yang membolehkan pakai uang adalah madzhab Hanafi. Tapi ukurannya adalah 3.8 kg dengan ketentuan menggunakan harga kurma, gandum atau anggur (karena Nabi shalallahu alaihi wasallam mengeluarkan zakat fitrah jenis ini). Silahkan lihat dan baca gambar di bawah. Memang agak mahal.

    Tapi namanya Ilmu Fikih tentu ada ruang khilafiyah. Silahkan lihat di FB Ustadz Nur Hasyim S Anam II yang membolehkan Talfiq menurut Madzhab Maliki, jika memang merasa berat dan sulit di masa penyebaran wabah ini. Misalnya sudah terlanjur transfer dll.(ustadz. Ma’ruf khozin)