Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • KEDUNG KLINTER LOMBA ADZAN SAMBUT BULAN ROMADHON

    KEDUNG KLINTER LOMBA ADZAN SAMBUT BULAN ROMADHON

    Sorbansantri.com – Anak ranting NAHDLATUL ULAMA Kedung Klinter Canggu Jetis Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Romadhan mengadakan lomba adzan pada hari sabtu (10/04/2021) bertempat di mushola BAITUL MU’MIN dusun Kedung Klinter, yang di ikuti oleh 38 peserta, acara di mulai setelah ba’da sholat isya’.

    Gus MUNIF selaku panitia menginformasikan kegiatan ini selain menyambut bulan romadhon dari panitia mengharapkan ada kader muadin sebagai generasi penerus oleh karena itu peserta kami batasi dari usia 8 tahun sampai 12 tahun serta kami juga mengharapkan anak anak terbiasa dan percaya diri di atas panggung.

    SORBANSANTRI.COM

    Untuk lomba kali ini panitia melibatkan 4 dewan juri yaitu Ustadza SAUDAH, Ustadza INUN, Abah BAGIO, Abah KHODIM, dengan penilaian dewan juri yang profesianal akhirnya memutuskan ananda NIJAM sebagai peserta terbaik, di ikuti ananda AFAM sebagai juara 2 , untuk juara 3 di raih ananda FAKRI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM

    Ketua anak ranting NU Gus SUTONO menyantakan sangat senang dengan antusias anak anak untuk mengikuti lomba adzan ini, mudah mudahan anak anak menjadi anak yang sholeh dan bisa meneruskan perjuangan para muazis NAHDLATUL ULAMA.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus MUNIF bersama pengurus anak ranting NU Kedung Klinter

    Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membantu acara kali ini, semoga ALLOH SWT membalas dengan berlipat ganda, insyaalloh anak ranting NU Kedung Klinter akan membuat kegiatan kegiatan yang bisa membawa kemanfaatan bagi kita semua.

    Untuk kegiaran kali ini ketua ranting NU Bapak H. ALIM (Gus KOPI GLADAK) sangat bangga dengan gerakan gerakan anak ranting yang bertujuan untuk menebar kemanfaatan.

    “Kedung klinter luar biasa, dan saya yakin semua anak ranting yang ada di canggu mempunyai potensi yang masih terpendam dan perlu di munculkan” kata beliau sambil mengepalkan tangan. (Dikin sorban)

  • Merajut kebersamaan MWCNU JETIS beserta LEMBAGA dan BANOM Ziaroh wali jatim

    Merajut kebersamaan MWCNU JETIS beserta LEMBAGA dan BANOM Ziaroh wali jatim

    Sorbansantri.com — setelah pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO di lantik awal bulan maret kemarin, seluruh pengurus MWCNU dan perwakilan BANOM, LEMBAGA, melakukan ziarah ke makam pengurus MWCNU yang telah tiada dan di lanjut ziaroh wali 9 jawa timur pada hari kamis (01/04/2021)

    SORBANSANTRI.COM

    Sekitar 130 jamaah berkumpul di MI FATHUL ULUM desa KUPANG dengan mengendarai 2 bus dan 2 mini bus, jam 14:00 semua kendaraan di berangkatkan

    H. USAIL S.Pd.i selaku ketua tanfidyah MWC NU Jetis menginformasikan bahwa kegiatan ziaroh kali ini di ikuti oleh pengurus dan perwakilan dari LEMBAGA, BANOM seMWCNU JETIS dengan harapan bisa merajut ukhuwah diantara sesama pengurus baik Banom, lembaga beserta jajaran di semua tingkatannya, selain itu kami juga mengharapkan untuk menyamakan misi untuk maju ke depan.

    SORBANSANTRI.COM
    Saat jamaah berziarah

    Beliau juga sempat berkata dengan tegas “perjuangan NU yang tidak lain adalah Li i’laai kalimatillah orep-orep tinggalane poro kyai, berjuang bersama, maju terus, semangat menyongsong 100 tahun Nahdlatul Ulama, maju 1 abad NU semakin bermartabat dan bermanfaat”

    Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih kepada bapak2 Pengurus Ranting NU, PAC MUSLIMAT, PAC FATAYAT, PAC GP ANSOR , BANSER, PAC IPNU/IPPNU dan LEMBAGA MWCNU, utamanya Bpk. HADI FATHUR ROHMAN dan Bpk H. EDI IKHWANTO atas peran setianya dlm acara GIAT ZIARAH
    Semoga menjadi wasilah diakuinya panjenengan sedoyo menjadi santyinya para muassis NU dan santrinya mbah Hasyim Asy’ri yg dido’a kan sugih dunyo akhirat, tentrem rumah tanggae, Barokah anak putune dan khusnul khotimah.

    SORBANSANTRI.COM
    H. MASLIHUL AMIN ketua LESBUMI MWCNU JETIS

    H MASLIHUL AMIN selaku ketua LESBUMI MWCNU JETIS menyampaikan pendapatnya ke team sorban “acara ziaroh kali ini menguatkan kembali rasa kebersamaan, persatuan dan ghirroh ke NU an yg semakin tinggi, serta meneladani perjuangan para pendahulu, terutama para wali 9 di tanah jawa khususnya, sehingga kami selaku pengurus MWCNU, BANOM, LEMBAGA tidak pernah mengenal halangan dan rintangan serta maju teros tanpa lelah” kata beliau sambil mengepalkan tangan. (Dikin sorban)

  • *PENGAJIAN UMUM DAN PERESMIAN MUSHOLLA AS-SHOHEH DESA SEDATI KEC NGORO KAB MOJOKERTO*

    *PENGAJIAN UMUM DAN PERESMIAN MUSHOLLA AS-SHOHEH DESA SEDATI KEC NGORO KAB MOJOKERTO*

    Sorbansantri.com-Demi meningkatkan keimanan dalam hal ibadah warga Desa Sedati RT 04/05 merenofasi tempat ibadah (Mushola As-Shoheh) yang direhap total sehingga tampak menjadi bangunan yang mewah, dengan tujuan agar para jama’ah bisa menjadi nyaman dan bersemangat dalam beribadah apalagi sebentar lagi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan biasa para warga pada antusias berbondong bondong untuk melaksanakan ibadah sholat Taraweh.

      Tepat hari Rabu malam (31/3) Mushollah As-Shoheh di resmikan dan Di wakaf kan kepada warga lingkungan sekitar musholla, yang awalnya milik perseorangan kini sudah menjadi milik warga umum.
    
        Tampak hadir dalam acara pengajian ini para Kyai kyai NU banom NU, jajaran pemerintahan desa sedati khususnya pak Lurah, Kyai Nur Wahid pimpinan yayasan pondok Masyitoh juga kyai Nurul Huda dari bangil Pasuruan sebagai pembicara atau Mauidhotul Hasanah.
    
          Menurut panitia pelaksana kyai Abdul Manaf mengatakan "<em>sengaja musholla ini di rehab secara total agar para jama'ah bisa melaksanakan ibadah sholat  lebih khusu' </em>lagi karena tempatnya sudah tampak mewah dan memadai tidak seperti bangunan yang sebelumnya, masih menurut kyai Manaf beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada para semua pihak yang ikut mensukseskan acara ini.
    
         Sambutan yang kedua disampaikan oleh kepala desa Sedati Bapak Alwi mengatakan "<em>kita wajib merasa bersyukur sudah mempunyai bangunan musholla yang bagus mudah2an dengan adanya musholah ini kita bisa semakin tekun untuk beribadah kepada Allah apalagi musholla ini sudah di wakaf kan kepada warga jadi mari kita pergunakan untuk beribadah secara khusu"'</em>, sebelum acara pengajian di mulai kepala desa Sedati membuka acara meresmikan musholla tersebut.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

        Memasuki acara inti pengajian umum yang disampaikan oleh Al-Mukarramah Kyai Nurul Huda dari Pasuruan dalam Mauidhotul menerangkan tetang "<em>pentingnya kita bersyukur kepada Allah dalam keadaan apapun dan di manapun terutama bisa melaksanakan ibadah secara aman dan nyaman tidak seperti di negara lain yang sedang di landa konflik"</em>
    
          Tepat pukul 22.00 acara selesai dan di tutup dengan doa yang di pimpin oleh Kyai Abdul Wahid Rozak. (<em>Hasan-Anwar Sorban</em>)
    
  • Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Sorbansantri.com-Mojokerto-Menyikapi problematika dan dinamika kemasyarakatan ditengah masyarakat, Kapolsek Kecamatan Kutorejo AKP Hery Susanto, SH gelar silaturahmi di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Gus Hadi Prawiro Negoro, Senin (29/03/2021), hadir juga dalam silaturahmi tersebut Ketua MWC NU Kutorejo Abah Khasan, Ketua PAC GP Ansor Kutorejo Gus Saifuddin beserta jajarannya.

       Pertemuan yang berlangsung secara singkat tersebut, membahas mengenai dinamika kemasyarakatan yang terjadi akhir-akhir ini khususnya kejadian terorisme di Gereja Katedral-Makasar (28/03/2021) yang memakan beberapa korban.
    

    AKP Hery Susanto, SH mengajak kepada elemen masyarakat khususnya organisasi Nahdlatul Ulama yang memiliki basis besar di wilayah kutorejo untuk ikut serta dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) di wilayah Kecamatan Kutorejo.
    Kami memohon dan mengajak secara bersama-sama kepada Pengurus NU untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di Kecamatan Kutorejo, karena NU memiliki peran penting di dalam masyarakat “, ujar Hery Susanto.
    Selain itu, kita juga terus bekerjasama dalam mengantisipasi isu-isu yang berkembang saat ini, sehingga kondisi KAMTIBMAS yang ada di wilayah Kecamatan Kutorejo ini bisa kondusif ”, tambahnya.
    MWC NU Kutorejo, Abah Hasan Juga menyambut inisiatif baik dari penuturan Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto, SH dengan terus menjalin koordinasi dan komunikasi intens terkait hal tersebut.
    Menyikapi isu-isu yang terjadi, insya Allah NU Kutorejo beserta GP Ansor, Banser siap untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo ”, ungkap Abah Hasan, Ketua MWC NU Kutorejo.

        Dalam kesempatan itu Gus Hadi Prawiro Negoro juga menuturkan akan pentingnya sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
    

    Kita ini selalu siap kapanpun untuk membantu aparat keamanan/ kepolisian untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban yang ada di masyarakat ”, ungkap pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Simbaringin.
    kesiapan kita ini karena bentuk kecintaan kita terhadap tanah air, kita dilahirkan disini, hidup disini, mati disini, kiamat juga disini, maka harus bagi kita terus merasa memiliki dan menjaga tanah air ini ”, tambah Gus Hadi menuturkan tentang Cinta Tanah Air.

    Komitmen untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo juga didukung oleh PAC GP Ansor Kutorejo dan Banser.
    Kami dari PAC GP Ansor Kutorejo, Banser dan segenap jajaran berkomitmen untuk ikut serta mendukung langkah dari pak Kapolsek dalam menjaga KAMTIBMAS di Kutorejo dengan menginstruksikan kepada anggota Ansor maupun Banser untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ”, ungkap Gus Saifuddin Ketua PAC GP Ansor Kutorejo. (hr-Psg/Anwar Sorban)

  • DAKWAH ULAMA ASWAJA

    DAKWAH ULAMA ASWAJA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: KH. Ma’ruf Khozin.

    wp.sorbansantri.com – Ajaran Islam terdiri dari Aqidah, Syariah/ Fikih dan Akhlah/ Tasawuf. Ini adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

    Jika dakwah terlalu mengedepankan Aqidah dengan mengabaikan yang lain maka kecenderungan bagi da’i tersebut adalah mengafir-kafirkan. Jika Fikihnya yang terlalu menonjol maka akan menyesat-sesatkan. Jika terlalu dominan pada Tasawuf akan memiliki kecenderungan pembiaran sambil mengira akan ada perubahan.

    Maka yang tepat adalah keseimbangan 3 hal tersebut. Jika ada penyimpangan dari umat maka akan dibimbing dengan kesantunan, kasih sayang, etika dan sebagainya.

    Kita lihat saat Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Fir’aun -Raja yang mengaku Tuhan-, maka Allah berfirman:

    ‎فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

    “Maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Ţāhā: 44).

    Imam Al-Qurthubi menyelaraskan dengan keadaan kita saat ini dalam berdakwah:

    ‎ﻓﺎﻟﻘﺎﺋﻞ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ، ﻭاﻟﻔﺎﺟﺮ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﺧﺒﺚ ﻣﻦ ﻓﺮﻋﻮﻥ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮﻫﻤﺎ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺎﻟﻠﻴﻦ ﻣﻌﻪ.

    Kita tidak lebih mulia dari pada Nabi Musa dan Nabi Harun. Orang yang kita dakwahi tidak lebih buruk dari pada Fir’aun, padahal Allah memerintahkan kepada kedua Nabi tersebut untuk berkata lembut kepada Fir’aun.

    ‎ﻭﻗﺎﻝ ﻃﻠﺤﺔ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﻗﻠﺖ ﻟﻌﻄﺎء ﺇﻧﻚ ﺭﺟﻞ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻙ ﻧﺎﺱ ﺫﻭﻭ ﺃﻫﻮاء ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ، ﻭﺃﻧﺎ ﺭﺟﻞ ﻓﻲ ﺣﺪﺓ ﻓﺄﻗﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺑﻌﺾ اﻟﻘﻮﻝ اﻟﻐﻠﻴﻆ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻻ ﺗﻔﻌﻞ! ﻳﻘﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:” ﻭﻗﻮﻟﻮا ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺣﺴﻨﺎ”. ﻓﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻵﻳﺔ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭاﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺎﻟﺤﻨﻴﻔﻲ

    Talhah bin Umar berkata kepada Atha’: “Kamu dikelilingi banyak orang yang berbeda keinginan. Sementara saya orang yang tegas. Saya berkata kepada mereka dengan kata-kata yang kasar”. Atha’ berkata: “Jangan lakukan itu! Allah berfirman: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Al-Baqarah 83). Dalam ayat ini diperintah berkata yang baik kepada Yahudi dan Nasrani, apalagi sesama Muslim (Tafsir Al-Qurthubi 2/16). (abi sorban)

  • PEMBUNUHAN2 ATAS PERINTAH IBN ABDUL WAHAB

    PEMBUNUHAN2 ATAS PERINTAH IBN ABDUL WAHAB

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ibnu Abd Wahab sendiri lahir tahun 1703 M di Najd sebelah timur Madinah sekarang utara Riyadh.
    حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا وكيع عن عكرمة بن عمار عن سالم عن ابن عمر قال خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم من بيت عائشة فقال رأس الكفر من ههنا من حيث يطلع قرن الشيطان يعني المشرق
    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah yg berkata telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ikrimah bin ‘Ammar dari Salim dari Ibnu Umar yg berkata “Rasulullah keluar dari pintu rumah Aisyah dan berkata “sumber kekafiran datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan yaitu timur.
    (HR. Muslim).
    Dalam perjalanan sejarahnya kakak kandung ibnu Abdul Wahab yakni: “Sulaiman bin Abd Wahab mengkritik dan menolak secara panjang lebar tentang pemikiran adik kandungnya tersebut dalam kitab “as sawaiq al ilahiyah fi ar rad al wahabiyah (petir tuhan untuk wahabiyah). Adakah kakak kandung yang “kurang kenal tobi’at adik kandungnya”?
    Ekstremisitas pemikiran Wahabi dipicu oleh pemahaman yg mengacu bunyi harfiah teks al Qur’an maupun Hadits, menjadikan mereka kaum tekstualis, sehingga Wahabiyah sangat anti urf (tradisi), menolak tahlil, maulid Nabi Saw, barzanji, manaqib, dan sebagainya.
    Pemahaman tekstualis ala Wahabi pada akhirnya mengeklusi dan memandang orang² di luar Wahabi sebagai orang kafir dan keluar dari Islam.
    Mereka lupa bahwa keselamatan yg sejati tidak ditunjukkan dengan klaim² Wahabi tersebut, melainkan dengan cara beragama yg ikhlas, tulus dan tunduk sepenuhnya pada Allah Swt.
    Kekuasaan dakwah keagamaan Wahabi ditopang oleh kekuasaan Ibnu Saud (raja Saudi pertama) yg saat itu menjadi penguasa Najd. Ibnu Saud sendiri adalah seorang politikus yg cerdas yg hanya memanfaatkan dukungan Wahabi, demi untuk meraih kepentingan politiknya belaka.
    Ibnu Saud misalnya meminta kompensasi jaminan Ibnu Abdul Wahab agar tidak mengganggu kebiasaannya mengumpulkan upeti tahunan dari penduduk Dir’iyyah.
    Koalisipun dibangun secara permanen untuk meneguhkan keduanya. Jika sebelum bergabung dengan kekuasaan, Ibnu Abdul Wahab telah melakukan kekerasan dengan membid’ahkan dan mengkafirkan orang di luar mereka, maka ketika kekuasaan Ibnu Saud menopangnya, Ibnu Abdul Wahab sontak melakukan kekerasan untuk menghabisi orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.
    Pada tahun 1746 M, koalisi Ibnu Abdul Wahab dan Ibnu Saud memproklamirkan jihad melawan siapapun yg berbeda pemahaman tauhid dengan mereka.
    Mereka tak segan-segan menyerang yg tidak sepaham dengan tuduhan syirik, murtad dan kafir.
    Setiap muslim yg tidak sepaham dengan mereka dianggap murtad, yg oleh karenanya, boleh dan bahkan wajib diperangi.
    Sementara, predikat muslim menurut Wahabi, hanya merujuk secara eklusif pada pengikut Wahabi, sebagaimana dijelaskan dalam *kitab Unwan al Majd fi Tarikh an-Najd*.
    Tahun 1802 M Wahabi menyerang Karbala dan membunuh mayoritas penduduknya yg mereka temui baik di pasar maupun di rumah, termasuk anak² & wanita.
    Tak lama kemudian, yaitu tahun 1805 M Wahabi merebut kota Madinah. Satu tahun berikutnya, Wahabi pun menguasai kota Mekah.
    Di dua kota ini, Wahabi mendudukinya selama 6 tahun. Para ulama dipaksa sumpah setia dalam todongan senjata.
    Pembantaian demi pembantaian pun dimulai. Wahabi pun melakukan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan bersejarah dan pekuburan, pembakaran buku-buku selain al Qur’an dan Hadits, pembacaan puisi Barzanji.
    Tercatat dalam sejarah, Wahabi selalu menggunakan jalan kekerasan baik secara doktrinal, kultural maupun sosial.
    Misalnya, dalam penaklukan jazirah Arab hingga tahun 1920-an, lebih dari 400 ribu umat Islam telah dibunuh dan dieksekusi secara publik, termasuk anak² & wanita.
    Ketika berkuasa di Hijaz, Wahabi menyembelih Syaikh Abdullah Zawawi, guru para ulama Madzhab Syafii, meskipun umur beliau sudah 90 tahun. Di sini, setidaknya kita melihat dua hal tipologi Wahabi yg senantiasa memaksakan kehendak pemikirannya.
    Pertama, ketika belum memiliki kekuatan fisik dan militer, Wahabi melakukan kekerasan secara doktrinal dan psikologis dengan menyerang siapapun yg berbeda dengan mereka sebagai murtad, musyrik dan kafir.
    Kedua, setelah mereka memiliki kekuatan fisik dan militer, tuduha² tersebut dilanjutkan dengan kekerasan fisik dan bahkan pembunuhan.
    Ironisnya, Wahabi ini menyebut apa yg dilakukannya sebagai dakwah dan amar maruf nahi mungkar yg menjadi intisari ajaran Islam???
    Membanjirnya buku² Wahabi di Toko Buku akhir-akhir ini, adalah merupakan teror dan jalan kekerasan yg ditempuh kaum Wahabi secara doktrinal, intelektual dan sekaligus psikologis terhadap umat Islam di Indonesia. Wahabi Indonesia yg merasa masih lemah saat ini menilai bahwa cara efektif yg bisa dilakukan adalah dengan membid’ahkan, memurtadkan, memusyrikkan dan mengkafirkan orang yg berada di luar mereka.
    Jumlah mereka yg minoritas hanya memungkinkan mereka untuk melakukan jalan tersebut di tengah² kran “demokrasi” yg dibuka lebar-lebar untuk mereka.
    Saya yakin jika suatu saat nanti kaum Wahabi di negeri ini memiliki kekuasaan yg berlebih dan kekuatan militer di negeri ini, mereka akan mengulang lagi sejarah , menggunakan cara-cara kekerasan dengan pembantaian dan pembunuhan terhadap sesama muslim yg tidak satu paham dengan mereka.
    Tercatat dalam sahih Buhari, Muslim, Rasulullah berdoa :
    “Ya Allah, berikan kami berkat dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: “Dan dari Najd, wahai Rasulullah”, baginda berdoa lagi: “Ya Allah, berikan kami keberkatan dalam negara Syam dan Yaman”, dan pada yg ketiga kalinya baginda bersabda: “Di sana (Najd-Riyadh sekarang) akan ada kegoncangan fitnah, serta di sana akan muncul tanduk syaitan.”. Dalam riwayat lain dinyatakan, dua tanduk syaitan.
    (Tarikh an Najd).
    Ada usaha “pembodohan” tarikh (sejarah) oleh orang² wahabiyah melalui medsos, dengan menisbatkan kelompok Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum disebut Wahbiyyah sebagai Wahabiyyah.
    Padahal Wahbiyah yg dinisbatkan kepada pendirinya yaitu Abdullah bin Wahbi ar-Raasibi (38 H), jika ditulis dengan bahasa Arab huruf Ha’nya tanpa alif dan disukun (اْلوَهْبِيَّةُ) sedangkan Wahhabiyyah jika ditulis dengan bahasa Arab, huruf Ha’nya disambung dengan alif sedangkan yg ditasydid huruf Ha’nya (الوَهَّابِيَّةُ), memiliki perbedaan yg sangat jauh baik sisi penulisan, bacaan, atau pun pada nisbah dan ajarannya.
    Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun disebutkan :
    “ Dan konon Yazid (khalifah penganti Muawiyyah) telah berhasil menghinakan kaum Khawarij dan menstabilkan kondisi Negara, maka negaranya menjadi tenang penuh hari-hari tentram dan suka di dalam ketenangan Abdul Wahhab bin Rustum yg termasuk kalangan Wahbiyyah “
    Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis yang juga dijadikan hujjah oleh kaum Wahhabi dalam memanipulasi istilah Wahbiyyah ini yaitu Al-FIrak Fii Syimal Afriqiya, yg ditulis oleh Al Faradbil (1945 M) menyebutkan sebagai berikut :
    “ Dan sungguh mereka dsebut Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, sebagai pimpinan Khawarij ”
    Dari sini jelas bahwa Wahbiyyah atau Wahbiyyin nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar Rasibi yg juga ajarannya diikuti oleh Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka Wahbiyyah bukan dinisbatkan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum ini melainkan nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar-Rasibi dan kelompoknya disebut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah…
    والله اعلم (abi sorban)
  • LBM PCNU SURAKARTA OPEN RECRUTMEN PERUMUS, MUSOHHIH, PENGURUS DAN TIM AHLI

    LBM PCNU SURAKARTA OPEN RECRUTMEN PERUMUS, MUSOHHIH, PENGURUS DAN TIM AHLI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam rangka membuka kesempatan kepada muslimin muslimat untuk berkhidmah ke Nahdlatul Ulama maka Lembaga Bahtsul Masail PCNU Surakarta dibawah pimpinan Kyai Ahmad Muhamad Mustain Nasoha mengadakan Open Recruitment Kepengurusan dengan formasi
    1. Perumus dan Musohhih
    2. Pengurus LBM Cabang dan MWC
    3. Tim Ahli.

    Gelaran Open Recruitmen ini dilaunching bersamaan dilaksanakannya Bahtsul Masail Kubro PCNU Surakarta ke 16 di Masjid Hamzah bin Abdul Mutolib Banjarsari, Surakarta pada Jumat, 19 Maret 2021.

    Dalam penjelasannya Ketua LBM PCNU Kota Surakarta yang akrab dipanggil Gus Mustain ini menyampaikan bahwa Rekruitmen ini terbuka untuk umum. Siapapun boleh dan bisa mendaftar asalkan memenuhi syarat.

    Adapun syarat-syarat pendaftar adalah sebagai berikut:

    1. PERUMUS/MUSOHIH LBM
    Syarat :
    – Memiliki Sanad / Ijazah Kitab Mahalli atau Kitab Fathul Wahhab atau Setingakatnya
    – Pernah ikut PKPNU atau jika belum, berkomitmen akan mengikuti PKPNU secepatnya
    – Lulus Seleksi Ujian berupa Nahwu, Sorof, dan Fiqih

    2. PENGURUS LBM Cabang
    Syarat :
    – Memiliki Sanad / Ijazah Kitab Fathul Qorib atau Fathul Muin atau Kitab Busyrol Karim atau Kitab Setingkatnya
    – Pernah ikut PKPNU atau jika belum, berkomitmen akan mengikuti PKPNU secepatnya
    – Lulus Seleksi Ujian berupa Nahwu, Sorof, dan Fiqih

    3. TIM AHLI
    Bidang yang dibutuhkan:
    Ahli Kesehatan ( Dokter, Dokter Spesialis, Apoteker dan lain lain ), Ahli Hukum Tata Negara, Pidana, Perdata, Acara dan Administrasi Negara, Ahli Kelautan dan Geologi, Ahli Psikiater dan Psikolog, Ahli Ekonomi, Ahli Fisika, Ahli Arsitektur, Ahli Pertanian, ahli Teknik, Ahli Astronomi, dan Ahli Antropologi.

    Syarat Tim Ahli:
    – Memiliki Ijazah sesuai bidang keahlian masing-masing
    – Pernah ikut PKPNU atau jika belum, berkomitmen akan mengikuti PKPNU secepatnya
    – Lulus wawancara

    Pendaftaran :
    25 Maret – 25 Mei 2020

    Bagi yang ingin mendaftarkan diri bisa menghubungi Ustadz Rahmad Al Bazzar 085640508723.

    Semoga kita semua diakui sebagai Santri KH. Muhammad Hasyim Asyari.

    (Muladi Mahardika ( Sekretaris LBM PCNU Surakarta )

  • Laiatul Ijtima’ : Membangkitkan Ashobiyyah/ fanatisme ke-NU-an

    Laiatul Ijtima’ : Membangkitkan Ashobiyyah/ fanatisme ke-NU-an

    Sorbansantri.com – Rabu Pahing (17/03/2021) Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
    menyelengarakan acara Lailatul Ijtima’ bertempat di Musholla Ihya’ Ulumuddin
    Ledok – Mojojejer – Pesanggrahan kec.Kutorejo, Mojokerto yang dihadiri oleh para pengurus ranting NU
    Pesanggrahan beserta jajaran dan banom-banom NU dan masyarakat sekitar.
    Gema sholawat Nabi Muhammad SAW mengawali Kegiatan Lailatul ijtima’ sebagai
    pembuka yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah,
    sholat-sholat sunnah, pembacaan Rotibul Haddad, pemberian santunan hasil donasi
    Koin NU dan diakhiri dengan pengajian.

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutan acara oleh Ustadz Nursalim,
    Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
    mengapresiasi kegiatan yang berlangsung setiap Rabu pahing tersebut.
    Lailatul Ijtima ini, alhamdulillah telah berjalan istiqomah selama sekian tahun tanpa putus, hal yang demikian harus terus dilanjutkan untuk menjadi wadah bagi para Nahdhiyyin di wilayah Pesanggrahan ”, ujar Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan.
    santunan yang diberikan kepada para Dhuafa’ dan yatim piatu diperoleh dari
    pengumpulan Koin NU yang tiap bulannya diambilkan dari para donator koin (masyarakat pesanggrahan), yang manfaatnya juga bisa langsung dirasakan”, ujarnya menegaskan tentang program koin NU.

    Program Koin NU Pesanggrahan menjadi wadah para donatur untuk bisa berbagi
    kepada para kaum dhuafa dan yatim piatu. Program yang sudah berjalan 3 tahunan ini memberikan manfaat buat seluruh warga yang membutuhkan.
    pada malam hari ini, santunan dari koin NU diberikan untuk 15 orang penerima (dhuafa dan yatim piatu), semoga bisa bermafaat buat yang menerima ” ujar Abah Munadi, Ketua Upzis NU care Ranting Pesanggrahan.

    Dalam pengajian yang dipandu oleh Gus Zamroni Umar juga mengatakan
    bahwa Program Koin NU ini
    merupakan skema gotong royong
    untuk berbagi kemanfaatan buat
    orang yang membutuhkan.
    “Ketika niku didamel skema gotong
    royong, mongko arto niki manfaati
    dumateng tiyang liyane. Wonten
    huququ jiwar sing saget kita lepas. NU
    niku lek disonggo sareng-sareng, alhamdulillah yakin, bakal manfaati kanggene tiang katah (ketika (koin NU) ini dibuat dengan skema gotong royong, maka harta itu
    bisa manfaat untuk orang lain, ada hak-hak tetangga yang bisa kita lepas. NU itu kalau ditopang bersama, alhamdulillah yakin akan memberikan manfaat buat orang
    banyak) ”, kata Gus Zamroni Umar memberikan penjelasan dan motivasi untuk Koin NU.

    Selain membahas mengenai program koin NU, Gus Zamroni juga menegaskan tentang pentingnya kegiatan lailatul Ijtima’ dan kefanatikan terhadap NU.
    “setiap lailatul Ijtima’ ngeten niki dikei ngaji kitab Bidayatul Hidayah lan kajian keNU-an, niki penting, niki dalam rangka membangkitkan ashobiyah kito,
    membangkitkan fanatisme kito (setiap lailatul ijtima’ seperti ini diberikan pengajian
    kitab bidayatul hidayah dan kajian ke-NU-an, ini penting, ini dalam rangka membangkitkan ashobiyah, membangkitkan kefanatikan kita)”, tuturnya.
    “syeikh Ibnu Kholdun dawuh ngeten, Innama da’watut diniyyatu bighoiri
    ashobiyyatin la tatimmu, anging mestine dakwah keagamaan tanpo ashobiyyah/fanatisme iku ora sampurno, dadi dakwah agomo niku kedah wonten fanatike (syeikh ibnu Kholdun menyampaikan bahwa dakwah tanpa fanatisme itu tidak sempurna, jadi dakwah keagamaan itu harus ada fatiknya) ”, imbuhnya menegaskan akan pentingnya dalam dakwah keagamaan.
    (hr_NU Pesanggrahan – Sorban)

  • Fakta Mengejutkan Tentang Tahlilan yang Dianggap Haram Oleh Salafi Wahabi

    Fakta Mengejutkan Tentang Tahlilan yang Dianggap Haram Oleh Salafi Wahabi

    SORBAN Infokom | Dari sejak kemunculannya di bumi Nusantara Indonesia, Salafi-Wahabi paling demen mengumbar vonis atas haramnya (bid’ah) tahlilan. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa tindakannya itu terlalu berlebihan yang bisa berakibat merusak Islam. Bagaimana tidak, bukankah itu berarti Salafi-Wahabi dan pengikut-pengikutnya mengharamkan yang halal atas tahlilan? Bahkan saking rusaknya pemahaman mereka terhadap Islam, mereka tak segan-segan pamer slogan batil: “Pelacur Lebih Mulia daripada Orang-orang Bertahlil (tahlilan). “

    SORBANSANTRI.COM
    7 hari wafatnya KH. Abdulah Faqih Pengasuh Pondok Pesantren Langitan dirangkai dengan susunan acara Khotmil Quran bilghoib serta Pembacaan surat yasin dan surat Al Muluk dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil

    Bahkan demi memperkuat vonis Salafi-Wahabi atas haramnya tahlilan, mereka dengan gegabah membayar seorang Ustadz dari Pulau Bali untuk membuat klaim bahwa tahlilan adalah tradisi Hindu. Hanya orang-orang bodoh yang bisa dikibuli oleh trik-trik dan rekayasa kebohongan Salafi-Wahabi. Cara membantah klaim tersebut cukup kita ajukan pertanyaan kepada para pemeluk agama Hindu: “Sejak Kapan di agama Hindu Ada Tradisi Tahlilan?”. Pastilah mereka para pemeluk agama Hindu akan bengong karena tidak kenal apa itu tahlilan. (abi-infokom)

  • TAHLILAN 7 HARI TRADISI PARA SAHABAT NABI SAW DAN TABI’IN

    TAHLILAN 7 HARI TRADISI PARA SAHABAT NABI SAW DAN TABI’IN

    SORBAN Infokom | Siapa bilang budaya bersedekah dengan menghidangkan makanan selama mitung dino (tujuh hari) atau empat puluh hari pasca kematian itu budaya hindu ?

    Di Indonesia ini banyak adat istiadat orang kuno yang dilestarikan masyarakat. Semisal Megangan, pelepasan anak ayam, siraman penganten, pitingan jodo, duduk-duduk di rumah duka dan lainnya. Akan tetapi bukan berarti setiap adat istiadat atau tradisi orang kuno itu tidak boleh atau haram dilakukan oleh seorang muslim.

    Tidak semua budaya itu lantas diharamkan, bahkan Rasulullah Saw sendiri mengadopsi tradisi puasa ‘Asyura yang sebelumnya dilakukan oleh orang Yahudi yang memperingati hari kemenangannya Nabi Musa dengan berpuasa. Syare’at telah memberikan batasannya sebagaimana dijelaskan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib saat ditanya tentang maksud kalimat “ Bergaullah kepada masyarakat dengan perilaku yang baik “, maka beliau menjawab: “Yang dimaksud perkara yang baik dalam hadits tersebut adalah :

    هو موافقة الناس في كل شيئ ما عدا المعاصي

    “ Beradaptasi dengan masyarakat dalam segala hal selain maksyiat “. Tradisi atau budaya yang diharamkan adalah yang menyalahi aqidah dan amaliah syare’at atau hukum Islam.

    Telah banyak beredar dari kalangan salafi wahhabi yang menyatakan bahwa tradisi tahlilan sampai tujuh hari diadopsi dari adat kepercayaan agama Hindu. Benarkah anggapan dan asumsi mereka ini?
    Sungguh anggapan mereka salah besar dan vonis yang tidak berdasar sama sekali. Justru ternyata tradisi tahlilan selama tujuh hari dengan menghidangkan makanan, merupakan tradisi para sahabat Nabi Muhammad Saw dan para tabi’in.

    Perhatikan dalil-dalilnya berikut ini :

    Imam Suyuthi Rahimahullah dalam kitab Al-Hawi li al-Fatawi-nya mengtakan :

    قال طاووس : ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

    “ Thowus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “.

    Sementara dalam riwayat lain :

    عن عبيد بن عمير قال : يفتن رجلان مؤمن ومنافق, فاما المؤمن فيفتن سبعا واماالمنافق فيفتن اربعين صباحا

    “ Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari “.

    Dalam menjelaskan dua atsar tersebut imam Suyuthi menyatakan bahwa dari sisi riwayat, para perawi atsar Thowus termasuk kategori perawi hadits-hadits shohih.
    Thowus yang wafat tahun 110 H sendiri dikenal sebagai salah seorang generasi pertama ulama negeri Yaman dan pemuka para tabi’in yang sempat menjumpai lima puluh orang sahabat Nabi Saw. Sedangkan Ubaid bin Umair yang wafat tahun 78 H yang dimaksud adalah al-Laitsi yaitu seorang ahli mauidhoh hasanah pertama di kota Makkah dalam masa pemerintahan Umar bin Khoththob Ra.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Menurut imam Muslim beliau dilahirkan di zaman Nabi Saw bahkan menurut versi lain disebutkan bahwa beliau sempat melihat Nabi Saw. Maka berdasarkan pendapat ini beliau termasuk salah seorang sahabat Nabi Saw.

    Sementara bila ditinjau dalam sisi diroyahnya, sebgaimana kaidah yang diakui ulama ushul dan ulama hadits bahwa: “Setiap riwayat seorang sahabat Nabi Saw yang ma ruwiya mimma la al-majalla ar-ra’yi fiih (yang tidak bisa diijtihadi), semisal alam barzakh dan akherat, maka itu hukumnya adalah Marfu’ (riwayat yang sampai pada Nabi Saw), bukan Mauquf (riwayat yang terhenti pada sahabat dan tidak sampai kepada Nabi Saw).

    Menurut ulama ushul dan hadits, makna ucapan Thowus ;

    ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

    berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “, adalah para sahabat Nabi Saw telah melakukannya dan dilihat serta diakui keabsahannya oleh Nabi Saw sendiri.

    (al-Hawi) li al-Fatawi, juz III hlm. 266-273, Imam As-Suyuthi).

    Maka tradisi bersedekah selama mitung dino / tujuh hari atau empat puluh hari pasca kematian, merupakan warisan budaya dari para tabi’in dan sahabat Nabi Saw, bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh beliau Nabi Muhammad Saw.

    (Ibnu Abdillah Al-Katibiy)