Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Pelantikan pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO massa khidmat 2021 – 2026

    Pelantikan pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO massa khidmat 2021 – 2026

    Sorbansantri.com –prosesi pelantikan pengurus MWCNU jetis periode 2021-2026 di aula kantor kebanggaan warga jetis yang berlantai dua itu di laksanakan dua hari, hari pertama jum’at (05/03/2021) di isi Khotmil Qur’an dan doa bersama, puncak acara hari sabtu (06/03/2021) di mulai jam 09:20wib.

    Sebelum pembaitan peserta dan undangan bersama sama menyayikan lagu indonesia raya dan subanul waton.

    Proses baiat di pimpin langsung oleh ketua tanfidziyah PCNU KAB MOJOKERTO KH ABDUL ADZIM ALWI yang di dampingi oleh beberapa pengurus PCNU, nampak juga hadir pak camat jetis, kapolsek jetis, dhanramil jetis, anggota DPRD dari fraksi PKB, ketua ranting NU sekecamatan jetis, dan ketua banom serta lembaga seMWCNU jetis, nampak juga sekitar 15 personil BANSER yang ikut mengamankan jalannya acara.

    SORBANSANTRI.COM
    KH. ABDUL ADZIM ALWI bersama pengurus PCNU Kab Mojokerto

    Dalam sambutannya KH ABDUL ADZIM ALWI menghimbau kepada warga NU jetis terutama pengurus baik di jajaran MWCNU maupun ranting untuk menjaga kekompakan dan kerukunan dalam menjalankan organisasi.

    beliau juga menharapkan kepada semua pengurus untuk selalu bersemangat mengerakan organisasi dan jangan sampai kendor serta mengharapkan mengefaluasi progam progam dengan mengadakan musker minim 3 kali dalam satu periode.

    H. USAIL S.Pd.I selaku ketua terpilih mengharap dukungan dan doanya dari pengurus dan warga NU supaya bisa menjalankan amanah yang beliau emban, mudah mudahan bisa menjalankan organisasi kedepan lebih baik. (Dikin sorban)

  • Jelang konferancab PAC GP ANSOR JETIS BERZIAROH AULIYA’

    Jelang konferancab PAC GP ANSOR JETIS BERZIAROH AULIYA’

    Sorbansantri.com –Menjelang konferancab PAC GP ANSOR Jetis yang akan di laksanakan pada tgl 21 Maret 2021 nanti , sahabat sahabat Ansor melaksanakan ziaroh ke makam para Aulia Allah yang ada di Jawa timur(06/03/2021), dengan harapan bisa berdoa bersama di tempat yang mustajabah untuk kesuksesan acara konferancab dan kedepan lebih baik dan lebih baik lagi.

    SORBANSANTRI.COM
    Saat tahlil di makam maulana ishaq

    Sebanyak 30 sahabat di tambah 5 pengawal yaitu Banser yang dengan setia mendampingi sahabat Ansor di manapun berada . Acara tersebut juga di gunakan sebagai syukuran agar konferancab nanti berjalan sukses juga wujud keberhasilan dalam usaha mandiri untuk kemajuan Ansor ke depan .. Acara ziaroh diawali dari makam Syeh Maulana Ishak dan berakhir di makan maliyullah sunan Drajad ..

    SORBANSANTRI.COM
    Memasuki area makam sunan derajat

    Dalam sambutanya ketua PAC Gus IBNU QOHAR menyampaikan terima kasih atas kekompakan para sahabat sahabat dan berharab nantinya PAC GP ANSOR JETIS semakin sukses dalam berhikmad kepada organisasi dan bisa mandiri dari segi perekonomian.

    Selaku kordinator acara Gus ANSOR IBNU RIDHO S.Ag menyampaikan betapa pentingnya menziarahi para sesepuh dan para Aulia agar mendapat berkah. (Parman sorban)

  • JQH NU PAC JETIS di pelantikan pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO 2021 — 2026

    JQH NU PAC JETIS di pelantikan pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO 2021 — 2026

    Sorbansantri.com –Jamiyyatul qurro wal huffadz (JQH) mengawali prosesi acara pelantikan MWCNU JETIS MOJOKERTO dengan KHOTMIL QUR’AN, yang di mulai ba’da sholat jum’at di aula gedung kantor MWCNU JETIS(05/03/2021), setelah bulan kemarin di adakan konferensi dengan hasil H. USAIL S.Pd.I sebagai ketua tanfidziyah dan KH. SHOLIKIN S.Pd.I sebagai rois.

    Ketua JQH Ustadz SAMAN HUDI Al Hafidz saat di wawancarai team sorban menginformasikan bahwa KHOTMIL QUR’AN di adakan pada prosesi acara pelantikan ini barokahnya mudah mudahan pengurus yang akan di lantik bisa mengemban tugas dan membawa NU lebih baik, barokahnya juga kami tujukan kepada para pendiri NAHDLOTUL ULAMA dan ahli kubur sekecamatan jetis dan mudah mudahan acara pelantikan berjalan lancar

    SORBANSANTRI.COM
    Ustadz SAMAN HUDI Al Hafidz bersama jamaah JQH

    Masih menurut beliau JQH akan mengadakan kegiatan setiap bulan biar semua anggota bisa semakin semangat dan kompak.

    H. SUMARGI selaku ketua panitia ikut menginformasikan bahwa pelantikan periode ini kami awali dengan KHOTMIL QUR’AN setelah sholat jum’at, setelah itu akan di lanjutkan dengan dzikir bersama sekitar jam 21:00wib sampai dini hari, puncak acara di mulai sekitar jam 09:00wib besok pagi, semua peserta dan tamu undangan akan tetap mematuhi protokol kesehatan dan semua sudah di siapkan oleh panitia.

    SORBANSANTRI.COM
    H. SUMARGI ketua panitia bersama sahabatnya

    Untuk tamu undangan dari panitia, perwakilan pengurus PCNU KAB MOJOKERTO, MUSPIKA Kecamatan Jetis, DPRD dari fraksi PKB serta perwakilan BANOM dan LEMBAGA se MWCNU Jetis. (Dikin sorban)

  • BERDIRINYA ANSOR MOJOKERTO

    BERDIRINYA ANSOR MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    Tangan dingin Kyai Achyat Chalimy

    Kyai Achyat Chalimy, biasa dikenal dengan panggilan Abah Yat. Beliau adalah sosok yang selalu ada dalam denyut organisasi NU di Mojokerto. Sebagai santri Tebu Ireng, Achyat Chalimy langsung terlibat dalam kepengurusan Jam’iyah yang didirikan oleh gurunya, Mbah Hasyim Asy’ari. Abah Yat sangat disegani karena rendah hati.

    Lahir di Mojokerto pada tanggal 23 Maret 1918, Achyat sudah ditinggalkan ayahnya sejak dalam kandungan. H. Chalimy meninggalkan janin dalam kandungan Hj Marfuah ketika usia 6 bulan. Karena sudah tidak miliki ayah maka Achyat berdua dengan kakaknya, Aslan diasuh oleh ibunya.

    Pendidikan formal diterima di Volkschool Miji atau Sekolah Rakyat. Sekolah yang hanya diperuntukkan bagi orang pribumi itu dilaluinya hingga lulus tahun 1926. Meskipun berasal dari keluarga yang cukup mampu, seorang anak seperti Achyat tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Beliau tidak memiliki darah priyayi sebagai syarat meneruskan sekolahnya. Selanjutnya pendidikan pesantren menjadi pilihannya dengan mondok di Tebu Ireng Jombang. Tahun 1933, tujuh tahun kemudian pemuda Achyat meninggalkan pesantren Tebu Ireng.

    Jiwa sosial sudah tampak ketika ada di Tebu Ireng. Meskipun dikenal sebagai anak Yatim, Achyat senang memberi sedekah. Tidak jarang beliau mengundang kawan-kawannya untuk makan nasi liwet yang dimasaknya sendiri. Sikap semacam itu yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Kyai Achyat tidak pernah menonjolkan diri untuk tampil di depan. Peran sebagai “tukang masak” itu yang terus diperankan hingga akhir hayatnya.

    Jenjang organisasi pertama yang ditapaki Achyat adalah sebagai ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) Mojokerto. Pada tahun 1934 secara resmi ANO berdiri atas prakarsa Achyat bersama beberapa pemuda sekitar Mojokerto. Dengan memanfaatkan jaringan santri ANO Mojokerto cepat menyebar ke daerah lainnya di wilayah Mojokerto.

    Pada saat itu, daerah Mojokerto secara administratif terdiri dari empat wilayah kawedanan. ANO juga mengikuti pola tersebut saat membentuk kepengurusannya. Para pimpinan ANO kawedanan tercatat nama Moenasir, Munadi dan Mustaqim dari kawedanan Mojosari. Wilayah kawedanan Jabung dipimpin oleh Sofwan dan Abdul Halim. Mansyur Solikhi bersama Imam Mahdi memimpin ANO Mojokasri. Sementara dari Kawedanan Mojokerto dibawah kendali Achyat Chalimy, Ahmad Rifai dan Samsumadyan.

    Pada suatu hari para pemuda itu berkumpul di langgar panggung Kradenan. Mereka datang atas undangan Mahfudz sebagai tuan rumahnya. Pertemuan yang diawali dengan rujakan itu pada akhirnya menunjuk Achyat Chalimy selaku nahkoda organisasi pemuda yang baru berdiri tersebut.

    Perkembangan ANO Mojokerto dalam waktu relatif singkat dapat diterima kalangan pemuda. Kemampuan manajerial Achyat Chalimy mulai tampak dan diperhitungkan orang. Selain sikap kepemimpinan, beliau juga memiliki ketrampilan mengetik dengan menggunakan sepuluh jari. Kemampuan yang langka saat itu, karena kecepatannya menggunakan perangkat tulis itu Achyat sempat ditunjuk sebagai sekretaris Majelis Diskusi Pesantren Tebu Ireng yang dipimpin oleh Wahid Hasyim.

    Berawal dari keberhasilan membangun ANO tersebut, Achyat selanjutnya diminta menjadi sekretris di NU Mojokerto. Tahun 1938 terbentuk kepengurusan NU yang dipimpin oleh Kyai Zainal Alim dan Kyai Nawawi sebagai Rois dan wakil Rois Syuriah. Pada jajaran Tandfidziyah, Ketua :Kyai Achmad Dimyati, Sekretaris : Achyat Chalimy dan Kamad sebagai Bendahara.

    Sebelumnya, jajaran pimpinan NU Mojokerto yang terbentuk tahun 1928 dipimpin oleh Kyai Zainal Alim dan Kyai Nawawi selaku Syuriah. Tandfidziyah diketuai oleh Maslam, Sekretaris : Den Hafi, Bendahara : Kamad.

    Dengan ditunjuk sebagai sekretris NU maka praktis Achyat memimpin dua organisasi di NU tersebut. Posisi yang dipegang hingga Jepang datang.

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • KYAI NAWAWI YANG MENEPATI JANJI

    KYAI NAWAWI YANG MENEPATI JANJI

    SORBANSANTRI.COMKisah pemakaman Syuhada Kemerdekaan

    Selasa, 23 Agustus 1946, Mojokerto diliputi duka. Seorang syuhada telah tiada, pergi menghadap padanya. Keinginannya untuk gugur di medan perjuangan tercapai dan kepergiannya diiringi berjuta doa.

    Kyai Nawawi adalah Rois Syuriah NU Mojokerto kedua setelah meninggalnya Kyai Zainal Alim. Kyai berpostur kecil itu dikenal memiliki keberanian yang besar. Meskipun menduduki berbagai jabatan tetapi dia tidak pernah tinggal diam di garis belakang. Beliau lebih senang ikut bertempur di garis depan untuk memberi tauladan pada anak buahnya, para anggota Lasykar Sabilillah Mojokerto yang dipimpinnya.

    Kerap kali ulama asal Desa Kemantren Mojokerto itu berkata, “Kalau kalian kurang giat saya pimpin, kalian akan saya tinggal. Saya ingin bertemu bidadari di akhirat nanti..”. Kalimat yang beliau tunjukkan dengan menolak mundur ketika lawan mengepungnya di dusun Botokan Desa Plembungan Sukodono Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 22 Agustus 1946.

    Pada tubuhnya terdapat beberapa tusukan bayonet, salah satunya tepat di lehernya. Darah segar terus mengucur dari tubuhnya. Kyai pemberani itu memang menjadi incaran lawan. Dan hari itu, di belakang rumah H. Nur Hasan, jenazahnya diketemukan.

    Jasad Kyai Nawawi berhasil diselamatkan setelah pasukan pejuang membunuh semua pasukan lawan yang mengeroyok sang kyai. Pada hari itu juga jenazahnya dibawa pulang ke Mojokerto.

    Gugurnya Kyai Nawawi cepat menyebar di daerah asalnya. Ribuan orang sudah menyambut memenuhi halaman stasiun Mojokerto. Ketika diturunkan dari gerbong kereta api yang membawanya dari stasiun Tarik langsung disambut dengan Isak tangis kesedihan. Cucuran air mata yang berbaur dengan tetesan darah segar yang masih keluar saat Kyai Nawawi dibawa ke langgar Jagalan, rumahnya.

    Esok pagi, pemakaman sudah ditetapkan. Keluarga beliau memilih komplek pemakaman umum Losari Gedeg sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Tawaran untuk dimakamkan di Taman Bahagia Mojokerto, sekarang disebut Taman Makam Pahlawan Gajah Mada, ditolak dengan alasan pesan Kyai Nawawi yang ingin dimakamkan bersama warga lainnya. Ya, beliau ingin tetap bersama warga lainnya sebagai orang biasa.

    Proses pemakaman berlangsung haru. Ribuan pelayat berdatangan dari berbagai penjuru. Saat keranda diberangkatkan, pengiring berjejal di sepanjang jalanan dari rumah hingga komplek makam yang berjarak sekitar 2 kilo meter tersebut. Saking banyaknya orang, untuk masuk dan menyaksikan pemakaman pun sulit sekali.

    Upacara pemakaman dipimpin oleh Kyai Abdul Ghani, penghulu Mojokerto. Para pejabat pemerintahan dan komandan militer ikut menyaksikan untuk memberi penghormatan terakhir pada Kyai yang berprofesi sebagai tukang jahit tersebut. Dan ribuan orang menjadi saksi bahwa beliau adalah syuhada yang gugur membela negeri. Kyai Nawawi menepati janji sekaligus menunjukkan bagaimana melaksanakan Fatwa Jihad gurunya, Mbah Hasyim Asy’ari.

    Besarnya perhatian rakyat Mojokerto saat pemakaman berlangsung menunjukkan betapa beliau sangat dihormati. Sebagai tokoh penting kala itu, Kyai Nawawi tidak segan mendampingi langsung para pejuang republik bertempur di garis depan. Wafatnya beliau sedemikian heroik dengan tidak menyerah meski telah dikepung musuh. Pada akhirnya, seperti yang dinadzarkannya, Kyai Nawawi memenuhi takdirnya sebagai syuhada, syahid di medan laga

    Untuk mengenang jasa Kyai Nawawi dibuatlah monumen sederhana di lokasi gugurnya sang Syuhada. Monumen itu dibuat atas prakarsa Kyai Achyat Chalimy, Ketua NU Mojokerto yang sekaligus meresmikannya dengan menandatangani prasasti.

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • Yang terlupakan dan dilupakan oleh “Mereka Disana”

    Yang terlupakan dan dilupakan oleh “Mereka Disana”

    Infokom NU Mojokerto: Kami tetap ber-ziarah meskipun pengikut engkau tidak men-ziarahimu

    Karena kami tahu engkau pahlawan Bangsa yang sealiran,seaqidah dan seguru dengan maha guru Kami. Meskipun generasi pengikut engkau telah sedikit demi sedikit membelokan ajaran Aqidahmu. Semoga Engkau dikumpulkan dan dipertemukan dengan Maha guru kami ditempat yang sangat Mulia. AMIN….

    AL FATIHAH.

    By.Chisbulloh/Irul infokom

  • LOYALITAS “ANSOR” TANPA BATAS

    LOYALITAS “ANSOR” TANPA BATAS

    Infokom NU Mojokerto : Semangat dan loyalitas sahabat sahabat PAC GP Ansor Jetis Kab.Mojokerto di buktikan pada hari Sabtu,tgl 29 Febuari 2020,pukul 19.30wib. Karena di tengah tengah guyuran hujan sejak sore hari , belum lagi untuk menuju lokasi harus melewati perbukitan serta jalan nya licin dan terjal dan terkendali.

    Hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk mengumandangkan zdikir dan sholawat untuk menggapai Ridho Illahi. Bertempat di PP. Annur Ridhotilah yang berada di puncak bukit Jetis dan area terpencil yang dikelilingi sawah dan perkebunan itu berlangsung dengan meriah dan hikmat ..

    Dalam kesempatan itu tuan rumah yang juga pengasuh PP.Annur Ridhotilah yaitu KH Ahmad Jufri dalam sambutanya menyampaikan:”Saya sangat terharu terhadap semangat sahabat sahabat Ansor PAC Jetis dalam menghidupkan gerakan Ansor di wilayah Jetis dan mengingatkan betapa pentingnya jiwa memiliki organisasi” beliau melanjutkan sambutanya: “Jika di dalam jiwa sudah ada perasaan memiliki dan kemauan sendiri untuk berjuang insya Allah seberat apapun tugas dan tanggung jawab itu akan terasa ringan dan mudah”

    Arahan dan Sambutan KH.Ahmad Jufri

    SORBANSANTRI.COM

    Tidak mau kalah loyal dengan ANSOR,… Barisan Ansor Serbaguna(BANSER) juga turut mensupport dan mengawal dengan setia perjuangan Ahlisunnah Waljamaah ini . Benteng pertahanan Annahdliyah PAC Jetis yang di pimpin langsung kasatkoryon (Muhammad Isa) ini mengerahkan sebagian pasukan BANSER sekitar 25 personil, ini masih sebagian karena BANSER se Kec.Jetis lebih dari 100 personil.

    Suasana waktu mengaji khitab

    SORBANSANTRI.COM

    Adapun puncak acara di isi ceramah agama oleh Gus Muhammad Yasak dari Gresik Beliau menekankan “Penting nya ngaji,,,, tidak hanya ngaji Al-Qur’anul Karim saja tetapi juga ngaji Al-qur’an Kauniyah ( ngaji alam ) agar hidup menjadi lebih sempurna”yaitu memperbaiki hubungan dengan ALLAH dan hubungan dengan manuisia ( insan kamil ) ….

    Acara selesai pada pukul 24.00wib. kegiatan tersebut berjalan dengan Aman,Nyaman dan Terkendali karna dengan adanta BANSER..

    Infokom PAC Jetis.

    By : sahabat parman/Abah Alim/Irul infokom,

  • “TAHLIL KUBRO” MUSLIMAT NU SE KECAMATAN MOJOSARI

    “TAHLIL KUBRO” MUSLIMAT NU SE KECAMATAN MOJOSARI

    Infokom NU Mojokerto: Agenda kegiatan ibu2 MUSLIMAT PAC Mojosari yaitu “Tahlil Kubro Muslimat NU Se Kecamatan Mojosari” pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2020 pukul 07.00-12.30 wib di halaman SDN desa Awang Awang Kec.Mojosari

    Ibu2 MUSLIMAT NU PAC Mojosari yang sangat luar biasa.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    .

    Dimana kegiatan “Tahlil Kubro” ini sekaligus peresmian sekolah TK dan Paud DARMA WANITA PERTIWI. Yang langsung diresmikan oleh Bupati Kab.Mojokerto (Bp. Pungkasiadi).dikarenakan Bapak Bupati berhalangan tidak bisa hadir,maka beliau menunjuk Ibu Pungkasiadi (istri Bp.Pungkasiadi) untuk mewakili peresmian gedung TK dan Paud tersebu.pada pukul 09.00 ibu Pungkasiadi hadir disambut dengan Sholawat Nabi dan langsung meresmikan dengan memotong Pita di depan gedung sebagai bukti bahwa gedung tersebut telah Resmi dinyatakan Sah.

    Peresmian gedung TK dan Paud oleh ibu Pungkasiadi.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Tidak ketinggalan BANSER HUSADA (BASADA)) hadir dalam “Tahlil Kubro Muslimat NU PAC Mojosari” tersebut.dengan mengadakan pengobatan alternatif secara gratis. Pengobatan Gratis tersebut juga hadir dari pihak puskesmas Mojosari untuk membantu BANSER HUSADA.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Kesigapan BASADA dalam menangani Pasien dengan dibantu oleh pihak Puskesmas

    SORBANSANTRI.COM

    Acara selesai sekitar pukul 13.00wib dan kondisi serta situasi lokasi dan acara “Aman-Lancar-Terkendali” dengan adanya BANSER PAC MOJOSARI serta aparat Kepolisian,Satpol PP dan Linmas.

    BANSER PAC MOJOSARI

    SORBANSANTRI.COM

    Infokom PAC Mojosarii

    #By.irul Infokom:02/03/2020

  • Menurut Qonun Asasi NU, Wahabi Adalah Ahli Bid’ah

    Menurut Qonun Asasi NU, Wahabi Adalah Ahli Bid’ah

    InfokomBanserNU- Ahli Bid ’ah Dalam Qonun Asasi NU. NU dengan tegas menempatkan dirinya pada posisi “jalan kebenaran”. Hal ini dapat anda lihat di dalam Qonun Asasi NU sebagai berikut:

    Sementara itu segolongan orang yang terjun ke dalam lautan fitnah; memilih bid’ah dan bukan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang mukmin yang benar hanya terpaku. Maka para ahli bid’ah itu seenaknya memutar balikkan kebenaran , memunkarkan makruf dan memakrufkan kemunkaran.

    Mereka mengajak kepada kitab Allah, padahal sedikitpun mereka tidak bertolak dari sana.Mereka tidak berhenti sampai disitu, malahan mereka mendirikan perkumpulan pada perilaku mereka tersebut. Maka kesesatan semakin jauh. Orang-orang yang malang pada memasuki perkumpulan itu. Demikian penggalan kalimat dalam Qonun Asasi NU.

    Namun siapakah atau golongan manakah yang dimaksud sebagai ahli Bid’ah dalam Qonun Asasi NU tersebut? Mari kita merujuk pada salah satu kitab pedoman Ahlussunnah wal Jama’ah yang dikarang langsung oleh KH. Hasyim Asy’ari sendiri dalam kitabnya Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal 9:

    ﺯﻋﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ
    ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ، ﺣﺎﺻﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ
    ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺸﻬﺪ ﺇﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥ

    Menganggap dirinya (salafi wahabi) melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan. Padahal Allah maha mengetahui,
    bahwa mereka berbohong. (Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal 9

    ﻭ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﺭﺃﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺷﻴﺪ ﺭﺿﺎ
    ، ﻭﻳﺄﺧﺬﻭﻥ ﻣﻦ ﺑﺪﻋﺔ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺍﻟﻨﺠﺪﻱ
    ، ﻭﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭﺗﻼﻣﺬﻳﻪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻭ
    ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ

    Di antara mereka (sekte yang muncul pada kisaran tahun 1330 H.), terdapat juga kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Melaksanakan kebid’ahan Muhammad bin Abdul Wahhab al-najdy, Ahmad bin Taimiyah serta murid-murid Ibnul Qoyyim al-jauzy dan Abdul hadi

    ﻓﺤﺮﻣﻮﺍ ﻣﺎ ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻧﺪﺑﻪ ، ﻭﻫﻮ
    ﺍﻟﺴﻔﺮ ﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
    ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﺧﺎﻟﻔﻮﻫﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻭﻏﻴﺮﻩ

    Mereka mengaharamkan hal-hal yang telah disepakati oleh orang-orang Islam sebagai sebuah kesunnahan, seperti bepergian untuk menziarahi makam Rasulullah SAW serta berselisih dalam kesepakatan-kesepakatan lainnya.

    ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ : ﻭﺇﺫﺍ ﻻ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻧﻬﺎ ﺃﻱ
    ﺯﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻃﺎﻫﺔ ، ﻛﺎﻥ
    ﺫﻟﻚ ﻣﺤﺮﻣﺎ ﺑﻐﺠﻤﺎﻉ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ، ﻓﺼﺎﺭ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻣﻦ
    ﺍﻷﻣﺮ ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ ﺑﻪ

    Bahkan Ibnu Taimiyah menyatakan dalam Majmu’ Fataawa-nya, “……………… dengan demikian, karena berkeyakinan (yakni mengunjungi makam Rasulullah sebagai sebuah bentuk ketaatan), mereka telah jatuh pada keharaman yang telah disepakati oleh umat Muslim. Karenanya, keharaman adalah sesuatu yang mestinya ditinggalkan……………..”

    ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﺨﻴﺖ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ ﺍﻟﻤﻄﻴﻌﻲ
    ﻓﻲ ﺭﺳﺎﻟﺘﻪ ﺍﻟﻤﺴﻤﺎﺓ ﺗﻄﻬﻴﺮ ﺍﻟﻔﺆﺍﺩ ﻣﻦ ﺩﻧﺲ
    ﺍﻹﻋﺘﻘﺎﺩ : ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ ﻗﺪ ﺍﺑﺘﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺑﻜﺜﻴﺮ
    ﻣﻨﻬﻢ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ ، ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻭﺻﻤﺔ ﻭﺛﻠﻤﺔ ﻓﻲ
    ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻋﻀﻮﺍ ﻓﺎﺳﺪﺍ

    Al-Allamah Syeikh Muhammad Bakhit al-Hanafi Al-Muth’i menyatakan dalam kitabnya, Tathirul Fuad min danasil I’tiqood (Pembersihan hati dari Kotoran Keyakinan) bahwa, “kelompok ini sungguh menjadi cobaan berat bagi umat Muslim, baik salaf maupun kholaf. Mereka adalah duri “dalam daging/musuh dalam selimut” yang hanya merusak keutuhan Islam.

    ﻳﺠﺐ ﻗﻄﻌﻪ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻌﺪﻯ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ، ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻟﻤﺠﺬﻭﻡ
    ﻳﺠﺐ ﺍﻟﻔﺮﺍﺭ ﻣﻨﻬﻢ ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻓﺮﻳﻖ ﻳﻠﻌﺒﻮﻥ ﺑﺪﻳﻨﻬﻢ
    ﻳﺬﻣﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ

    Maka wajib menanggalkan/menjauhi (penyebaran) ajaran mereka agar yang lain tidak tertular. Mereka laksana penyandang Lepra yang mesti dijauhi. Mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama mereka. Hanya bisa menghina para ulama, baik salaf maupun kholaf.

    ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﺇﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺼﻮﻣﻴﻦ ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺗﻘﻠﻴﺪﻫﻢ
    ، ﻻ ﻓﺮﻕ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻭﺍﻷﻣﻮﺍﺕ ﻳﻄﻌﻨﻮﻥ
    ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻳﻠﻘﻮﻥ ﺍﻟﺸﺒﻬﺎﺕ ، ﻭﻳﺬﺭﻭﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻋﻴﻮﻥ
    ﺑﺼﺎﺋﺮ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ ، ﻟﺘﻌﻤﻰ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻋﻦ ﻋﻴﻮﺏ ﻫﺆﻻﺀ

    Mereka menyatakan, “para ulama bukanlah orang-orang yang terbebas dari dosa, maka tidaklah layak mengikuti mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.” Mereka menyebarkan (pandangan/asumsi) ini pada orang-orang bodoh agar tidak dapat mendeteksi kebodohan mereka.

    ﻭﻳﻘﺼﺪﻭﻥ ﺑﺬﻟﻚ ﺇﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﻌﺪﺍﻭﺓ ﻭﺍﻟﺒﻐﻀﺎﺀ ، ﺑﺨﻠﻮﻟﻬﻢ
    ﺍﻟﺠﻮ ﻭ ﻳﺴﻌﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻓﺴﺎﺩﺍ ، ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻋﻠﻰ
    ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ، ﻳﺰﻋﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ
    ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ، ﺣﺎﺻﻮﻥ
    ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ
    ﻳﺸﻬﺪ ﺇﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥ

    Maksud dari propaganda ini adalah munculnya permusuhan dan kericuhan. Dengan penguasaan atas jaringan teknologi mereka merusak tatanan masyarakat. Mereka menyebarkan kebohongan mengenai Allah, padahal mereka menyadari kebohongan tersebut. Menganggap dirinya melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan. Padahal Allah maha mengetahui, bahwa mereka berbohong.

    Nah demikianlah bahwa yang dimaksud Ahli Bid’ah dalam Qonun Asasi NU tersebut sudah jelas, yaitu sebuah ajaran Pada abad ke XII Masehi faham Ibnu Taimiyah yang disebarkan dalam bentuk pratek oleh Muhamad bin abdul
    wahab yang terkenal dengan sebutan WAHABI [1176-1257 M.] di najd dengan mendapat bantuan iparnya yaitu Raja Muhamad bin su’ud raja ke II yang menurunkan dinasti Su’udiyah di saudi arabiyah.

    Sebagaimana diketahui ayah Muhamad yang bernama Syeikh Abdul wahab adalah seorang ulama yang sholeh dari golongan ahlus sunnah wal jamaah. Begitu pula saudaranya Syeikh Sulaiman Al Qurdi dan Syeikh Muhamad Khayat Assundi dua ulama besar di madinah Pernah mengatakan “ALLAH AKAN MENYESATKAN ANAK INI SERTA ORANG YANG MENGIKUTI FAHAMNYA”.

    Di Mesir ajaran Ibnu Taimiyah ini disebar luaskan oleh Syeikh Muhammad Abduh [1849-1905 M] dan murid ABDUH yang bernama Muhamad Rasyid Ridlo. (red.abi)

  • TURBA PC ke-15 : Pentingnya Kerjasama dan Bersatu antara Ulama’ dan Umaro’

    TURBA PC ke-15 : Pentingnya Kerjasama dan Bersatu antara Ulama’ dan Umaro’

    Infokom NU Mojokerto : Di akhir2 TURBA PC GP ANSOR Kab.Mojokerto ini semakin menarik dan bermanfaat.dalam agenda TURBA PC yang ke-15 dari 16 agenda berada di PAC GP ANSOR Sooko pada hari Jum’at tanggal 28/02/2020 pukul 20.00wib-selesai bertempat di Mushola Nurul Iman dusun kepindon desa Japan-Sooko-Mojokerto.

    Selain yang hadir dari jajaran pengurus PC Ansor-Banser dan RA Kabupaten Mojokerto.yang paling menarik dalam TURBA ke-15 ini dengan dihadiri Bapak Salimudin (kepala desa Sooko) dan bapak Jamal (polo desa Japan). PAC GP ANSOR Sooko memberikan/memakaikan jas ANSOR kepada Bapak Kepala Desa dan Bapak polo Sebagai bukti penghormatan kepada beliau berdua karena selalu mendukung,mengawal dan memberi bantuan bila mana ANSOR PAC Sooko mengadakan kegiatan.

    Dihadiri oleh Bapak Lurah Sooko (Salimudin) pakai baju batik putih.

    SORBANSANTRI.COM

    Pak Lurah Sooko memberi sambutan singkat,dalam sambutanya mengatakan: “saya senang karena sudah beberapa kali desa Japan dijadikan tempat Kegiatan Sahabat2 GP Ansor PAC Sooko diantaranya beberapa minggu yg lalu di tempati kegiatan Rijalul Ansor PAC Sooko, yaitu di Masjid Al istiqomah dusun Sugihan desa Japan”

    Pemakaian jas ANSOR kepada Bapak Lurah Sooko dan Pak Polo Japan

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    ANSOR khususnya di PAC Sooko harus bersatu biar tambah kuat lahir maupun batin. Dan jangan sampai ada kelompok2 dari luar yang mau mengadu domba dan mau mengambil alih wilayah PAC Sooko ini.

    SORBANSANTRI.COM

    Antusias peserta TURBA yang hadir

    SORBANSANTRI.COM

    Acara berjalan dengan Aman,tertib dan lancar dengan hadirnya 100 lebih anggota ANSOR-BANSER dan RA.

    Foto bersama jajaran PC dan PAC

    SORBANSANTRI.COM

    Infokom PAC Sooko

    #By.Selamet/Irul infokom