Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • ESENSI KHITTAH NU Bagian 1

    ESENSI KHITTAH NU Bagian 1

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Muktamar NU 1984 adalah salah satu momen yang luar biasa, karena pada saat itu diputuskan Khittah NU, keputusan paling fenomenal dari jam’iyah mubarakah ini.

    Dalam momen-momen politik, mesti Khittah NU ini secara otomatis akan keluar. Ujug² kata Khittah menjadi sering di sampaikan oleh banyak pihak dengan tanpa harus memahami apa esensi Khittah itu sendiri.

    Formulasi rumusan Khittah NU di Situbondo ini sangat monumental karena menegaskan kembalinya NU sebagai jamiyah diniyah-ijtimaiyah. Rumusan ini mencakup pengertian Khittah NU, dasar-dasar paham keagamaan NU, sikap kemasyarakatan NU, perilaku yang dibentuk oleh dasar-dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU, ihtiar-ihtiar yang dilakukan NU, fungsi ulama di dalam jamiyah, dan hubungan NU dengan bangsa.
    Tetapi, dalam rangkaian formulasi Khittah ini yang sering di buat rujukan penyebutan kata ini hanya terbatas pada penegasan NU dalam ruang politik, yakni bahwa jam
    iyah secara orgnistoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatn manapun.
    Coba mari kita tashawwurkan (fikir/angen-angen) kata-kata ini untuk mencapai idrak (pemahaman yang tepat).

    Latar belakang munculnya Khittah, juga patut kita jadikan sebagai tambahan alur logis untuk memunculkan pemahaman tentang konsep ini ; Adalah keberadaan NU yang saat itu berfusi dalam salah satu parpol, yang di situ terkumpul berbagai macam aliran Islam. Kembali lagi NU merasakan pengerdilan seperti masa bergabung dalam MASYUMI, yang di sebut KH. Wahab Hasbullah dengan ukhuwah kusiriyah. Hal ini menyebabkan dakwah NU dibidang lainnya tidak maksimal.

    Keterlibatan NU dalam politik praktis sebagai parpol, juga di rasakan tidak efektif. KH. Wahid Hasyim adalah figur yang lebih awal yang menginginkan hal tersebut. Baginya, keterlibatan NU dalam gerakan politik, telah membuatnya melupakan diri pada persoalan-persoalan jamaah secara langsung.

    KH. Wahid Hasyim -sebagaimana di kutip Greg Fellay ; Ijtihad Politik Ulama : Sejarah NU 1952 – 1967- menyatakan : “saya sangat prihatin akan prospek politik yang mengalihkan NU dari tanggung jawab sosial dan keagamaannya sehingga ‘kepentingan umat tidak dilayani sebagaimana mestinya’.” (abi sorban)

    #Santri nderek Kyai
    #nderek kyai sampai mati
    #nujamaah-nujamiyah

  • Qiraat Langgam Jawa

    Qiraat Langgam Jawa

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Pada pengajian Maulid Nabi shalallahu alaihi wasallam semalam ada sesi tanya jawab, sayangnya yang bertanya kebanyakan para ustaz sehingga sebagian pertanyaan banyak mengarah kepada ilmu Balaghah dan Syair Arab, di antaranya ada pertanyaan: “Bagaimana hukum qiraat Langgam Jawa yang pernah ramai diperbincangkan?”.
    Karena saya bukan ahli di bidang ilmu Qira’ah, dulu saya pernah tanya kepada guru saya, KH Dzulhilmi Ghazali, Wakil Katib PWNU Jatim, Imam Besar Masjid Ampel dan salah satu Pimpinan di Jam’iyah Qurra’ wal Huffadz, beliau menjawab hukumnya makruh (tidak haram).
    Anjuran dalam membaca Al-Qur’an adalah dengan suara Arab, seperti dalam hadis:
    اﻗﺮءﻭا اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻠﺤﻮﻥ اﻟﻌﺮﺏ ﻭﺃﺻﻮاﺗﻬﺎ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﻟﺤﻮﻥ ﺃﻫﻞ اﻟﻜﺘﺎﺑﻴﻦ ﻭﺃﻫﻞ اﻟﻔﺴﻖ (ﻃﺲ ﻫﺐ) ﻋﻦ ﺣﺬﻳﻔﺔ.
    “Bacalah Al-Qur’an dengan suara Arab. Jauhilah oleh kalian suara (langgam cara baca) dua ahli kitab -Yahudi dan Nasrani- serta orang fasik” (HR Thabrani dan Baihaqi dari Hudzaifah)
    Namun menurut para ulama hadis ini dinilai dhaif. Penjelasan yang sama terdapat dalam kitab berikut:
    ﻭﻳﺸﺒﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﻳﻔﻌﻠﻪ اﻟﻘﺮاء ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻧﻨﺎ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻱ اﻟﻮﻋﺎﻅ ﻣﻦ اﻟﻠﺤﻮﻥ اﻟﻌﺠﻤﻴﺔ ﻓﻲ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﺎ ﻧﻬﻰ ﻋﻨﻪ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ –
    “Demikian halnya yang dilakukan para Qari’ di zaman kita saat ini di depan para penceramah dengan langgam selain Arab ketika membaca Al-Qur’an, seperti yang dilarang oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam” (Mirqat Al-Mafatih No hadis 2207). (abi sorban)
  • IMAM JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG MAULID NABI

    IMAM JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG MAULID NABI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- JAWABAN CERDAS SANG IMAM PENGHAFAL 100 RIBU HADITS, IMAM JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG MAULID NABI
    Pertanyaan :
    Apa hukum amalan maulid Nabi di bulan rabiul awal ? apakah yang demikian itu terpuji atau tercela ? yang mengamalkan dapat pahala atau tidak ?
    Jawaban :
    ﻋﻨﺪﻱ ﺃﻥ ﺃﺻﻞ ﻋﻤﻞ اﻟﻤﻮﻟﺪ اﻟﺬﻱ ﻫﻮ اﺟﺘﻤﺎﻉ اﻟﻨﺎﺱ ﻭﻗﺮاءﺓ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺭﻭاﻳﺔ اﻷﺧﺒﺎﺭ اﻟﻮاﺭﺩﺓ ﻓﻲ ﻣﺒﺪﺃ ﺃﻣﺮ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻣﺎ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﻣﻮﻟﺪﻩ ﻣﻦ اﻵﻳﺎﺕ، ثم ﻳﻤﺪ ﻟﻬﻢ ﺳﻤﺎﻁ ﻳﺄﻛﻠﻮﻧﻪ ﻭﻳﻨﺼﺮﻓﻮﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ – ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻉ اﻟﺤﺴﻨﺔ اﻟﺘﻲ ﻳﺜﺎﺏ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻈﻴﻢ ﻗﺪﺭ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﻔﺮﺡ ﻭاﻻﺳﺘﺒﺸﺎﺭ ﺑﻤﻮﻟﺪﻩ اﻟﺸﺮﻳﻒ،
    Menurutku, asal amalan maulid, yang mana yang demikian adalah berkumpulnya orang orang dan membaca surat yang mudah dari Al Qur’an dan riwayat khabar khabar yang warid di dalam permulaan sejarah Nabi Muhammad SAW dan apa apa yang terjadi di dalam hari kelahirannya dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kemudian diberikan untuk mereka hidangan makanan, mereka memakan dan mereka pulang tanpa ada tambahan dari yang demikian adalah sebagian dari bid’ah bid’ah hasanah yang mana diberi pahala atasnya orang yang mengadakannya, karena apa apa yang di dalamnya adalah mengagungkan derajat Nabi Muhammad SAW dan menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan dengan hari kelahiran nya yang mulia.
    Kitab Al Hawiy Lil Fatawiy. Imam Jalaluddin As Suyuthi
    Ustadz Abdurrachman Asy-Syafi’iy
    Majelis Ta’lim At Tahdzib
    (abi sorban)
  • WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

    WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Pada suatu hari Rasulullah saw ditemui oleh malaikat Jibril. Rasul bertanya “Ada apa wahai Jibril?”.
    Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah swt sedang mengobarkan nyala api Neraka dan seluruh malaikat amat ketakutan, mereka tidak tahu harus bagaimana,
    Untung aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah swt kepada alam semesta. Dengan alasan itu aku kesini, bertabaruk dengan cinta Allah kepada dirimu”.
    Rasulullah saw terdiam beberapa saat. Kemudian bertanya lagi, “Wahai Jibril, ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”.
    Jibril menjawab “Wahai Muhammad, Neraka itu bagaikan lubang-lubang yang terdiri dari 7 tingkat. Jarak antara satu lubang dengan yang lain ialah perjalanan 70 tahun. Lubang yang palingbawah adalah yang paling panas”.
    Nabi saw meneruskan pertanyaannya, “Lalu siapakah penghuni lubang-lubang neraka itu wahai Jibril?”.
    Jibril menjawab, “Lubang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik, lubang berikutnya untuk penyembah berhala, lalu untuk penyembah bintang dan matahari”.
    Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan neraka hingga lubang yang ke 5 tempatnya umat Yahudi dan yang ke 6 dihuni oleh umat Nasrani.Setelah menjelaskan penghuni 6 tingkatan Neraka,Jibril diam cukup lama.
    Rasulullah saw penasaran dan bertanya kembali, “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ke 7?”. Jibril diam saja tidak menjawab.
    Rasulullah saw mengulangi pertanyaannya, tapi Jibril tetap diam.
    Rasulullah saw tambah penasaran dan mendesak jibril agar dijawab pernyaannya.
    Akhirnya Jibril pun berkata, “Umatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan umatmu yang dimana sampai mereka mati belum sempat bertaubat”.
    Mendengar jawaban Jibril, Rasulullah saw langsung jatuh pingsan. Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda di atas pangkuannya.
    Tak berapa lama Rasulullah saw sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, dengan terisak-isak Rasulullah saw mempertegas pertanyaannya, “Wahai Jibril, apakah benar ada diantara umatku yg masuk neraka?”.
    Jibril mejawab“Benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat”.
    Setelah itu Rasulullah saw langsung menghadap kiblat dan sujud kepada Allah swt dalam isak tangisnya.
    Sesekali dengan suara pelan beliau membisikkan kata-kata “Ummati ya Rabb, ummati, ummati, ummati.
    Beliau saw tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat 3 hari 3 malam kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, barulah beliau bangkit untuk menjadi imam dan setelah itu kembali sujud lagi.
    Pada hari ke 3, Abu Bakar ra menyadari hal ini, beliau mengetuk pintu Rasulullah saw dan mengucapkan salam 3 kali, namun tidak ada jawaban.
    Abu Bakar ra sedih dan berseru di depanpintu Nabi saw, “ Apakah ada jalan untuk masuk kerumah Rasulullah”. Tetap tidak ada jawaban.
    Lalu beliau menangis dan melangkah pulang
    Di jalan beliau bertemu sahabat Umar ra, “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”.
    Abu Bakar ra menceritakan keadaan Rasulullah saw. Maka Umar ra pun melangkah menuju rumah Nabi saw dan terjadilah hal yang sama. Umar pun pulang dan menangis.
    Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi ra. Dengan terisak-isak Umar ra bercerita kepada Salman ra hingga membuat dia amat sedih, namun dia tidak berani mengulangi hal yang sama.
    Salman melangkah menuju rumah Fatimah ra dan menceritakan hal itu.
    Setengah berlari Fatimah ra menuju rumah Ayahnya saw dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
    Mendengar suara lembut putri tercinta, sejuklah dada Nabi saw. Rasullah saw bangkit dari sujud dan membuka pintu.
    Alangkah terkejutnya Fatimah ra melihat beliau yang amat kurus dan pucat.
    Fatimah memeluk beliau saw lalu menangis. “Wahai ayahanda, apa yang terjadi? mengapa engkau amat sedih seperti ini?”. Rasulullah saw kembali menangis dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Fatimah, belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih sedangkan Jibril mengatakan akan ada kelak diantara umatku yang akan masuk neraka”.
    Wahai sobat. . . .
    Cinta Nabi Muhammad SAW begitu besar kepada kita
    Lalu bagimana dengan cinta kita kepada Rasulullah Saw? 😭
    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
    Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad.
  • GP ANSOR CANGGU JETIS MOJOKERTO menebar virus sholawat

    GP ANSOR CANGGU JETIS MOJOKERTO menebar virus sholawat

    SORBAN JETIS ~Namanya saja gerakan pemuda , pantas jika tidak mengenal lelah dalam bergerak terutama dalam menebarkan virus solawat ke dalam masyarakat . Melalui kegiatan rutin nya yang juga merupakan program andalan GP ANSOR yaitu geliat Majlis Zdikir dan solawat sahabat sahabat GP ANSOR ranting Canggu mengajak masyarakat umumnya dan anak anak generasi muda khususnya untuk bersolawat bersama ..

    SORBANSANTRI.COM

    Grub al banjari saat bersholawat bersama

    Bertempat di musholah Baitul Mukmin dsn Kedungklinter acara tersebut berjalan hikmat dan sukses (24/10/20) dengan di ikuti oleh 5 group sholawat al banjari se desa Canggu dan di hadiri oleh tokoh tokoh agama serta tokoh NU .

    H KODIM selaku wakil tuan rumah sangat bersyukur sekali dan mensupport penuh dengan adanya acara majelis dzikir dan sholawat yang di adakan oleh sahabat sahabat GP ANSOR ranting canggu, beliau mengharapkan kegitan kegiatan seperti MDS ini jangan sampai berhenti dan harus teros di adakan dengan harapan para generasi muda NAHDLATUL ULAMA sebagai generasi penurus bisa menebarkan cinta kasih kepada nabi MUHAMMAD SAW

    Demikian juga ketua NU ranting Canggu H ALIM SODIKIN dalam sambutanya sangat berterima kasih kepada sahabat sahabat GP ANSOR ranting Canggu yang terus bergerak dengan semangat menghidupkan kegiatan NU baik melalui MDS dan santunan yatim piatu, dhuafa yang di lakukan rutin setiap bulan

    SORBANSANTRI.COM

    ketua NU CANGGU saat memberikan sambutan

    Satu satunya ketua NU ranting seMWCNU jetis yang berambut gondrong ini menitip pesan kepada seluruh kader NU di wilayah Canggu untuk menjaga ketertiban dan keamanan menjelang pesta demokrasi tahun ini . Beliau berharap jika ada perbedaan pilihan dalam pilkada nanti jangan sampai menimbulkan perpecahan dan permusuhan di antara Nahdliyin sehingga bisa merusak kebersamaan yang telah di bangun selama ini ..

    Sementara ketua PAC GP ANSOR jetis mojokerto Gus IBNU KOHAR menyampaikan MDS Rijalul Ansor Ranting merupakan ujung tombak dari kegiatan GP Ansor di tingkat Ranting dalam mencari Kader terbaik Ansor.

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO

    Harapan dari PAC GP ANSOR JETIS semoga kesuksesan dalam penyelenggaraan acara MDS RA Ranting bisa diteruskan ke tingkat MDS Rijalul Ansor PAC dalam pengerahan anggota, karena pasukan / Anggota PAC ada di tiap-tiap Ranting, semoga semua Ranting GP ANSOR di Kecamatan Jetis mojokerto bisa selalu Istiqomah dalam kegiatan positif ini (MDS) ila Yaumil qiyamah dan tentunya harapan kita mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi MUHAMMAD SAW.

    By: s.parman/ alim sorban

  • Gus Baha Jelaskan Kuatnya Ketauhidan Abdul Muthalib

    Gus Baha Jelaskan Kuatnya Ketauhidan Abdul Muthalib

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- “Saya cerita sedikit betapa Abdul Muthalib itu memiliki nalar katauhidan yang amat kuat,” katanya. Cerita ini, kata Gus Baha’, terjadi ketika Raja Abrahah hendak merobohkan Kakbah. Saat itu terjadi dialog antara keduanya dihadapan masing-masing pengikutnya. Seperti diketahui bahwa Abdul Muthaib adalah pembesar kaum Quraisy yang sangat berwibawa, maka Raja Abrahah pun menaruh segan kepadanya.
    “Saya datang ke sini (Kakbah-red) ingin merobohkan tempatmu, karena saya punya tempat ibadah kok kalian kencingi, kalian beraki,” kata Gus Baha menceritakan perkataan Abrahah. Sebelum itu, baik pasukan maupun harta kaum Quraisy telah ditawan oleh Abrahah. Dan ketika itu Abdul Muthalib menjawab dengan pernyataan yang membuat Abrahah kaget. Kakek Rasulullah itu tidak berusaha melawan Abrahah namun hanya meminta supaya hewan ternak dan apapun ditawan oleh Abrahah itu dikembalikan kepadanya.
    “Baik, saya tidak melarang kamu untuk merobohkan Kakbah, yang penting itu 100 onta milik saya kembalikan dulu,” ujar Gus Baha’ menirukan pernyataan Abdul Muthalib. Sontak, Abrahah pun mempertanyaan kewibawaan Abdul Muthalib yang terkenal sebagai pemimpin Quraisy. “Lo, kamu ini pemimpin bagaimana, ini Kakbah kan agamamu, mau tak robohkan kok tidak marah, malah meminta onta,” kata Abrahah seperti diceritakan Gus Baha’.
    “Saya jelas tahu kalau Kakbah ini ada yang punya (yaitu Allah-red), ya biar diurus sama yang punya. Kalau onta itu milik saya, ya harus jadi urusan saya, maka kembalikan ke saya,” jawab Abdul Muthalib. Akhirnya, keduanya pun setuju.
    Abrahah memenuhi permintaan Abdul Muthalib dan mendapatkan keinginannya untuk bisa merobohkan Kakbah.
    Pada saat itu lah, lanjut Gus Baha’, Abdul Muthalib bergumam tentang apa yang akan terjadi jika Baitullah itu akan dirobohkan. “Abdul Muthalib waktu itu hanya bilang, “Saya ingin lihat apa yang akan Engkau (Tuhan) lakukan jika Kakbahmu dirobohkan” lalu Abdul Muthalib mengajak para pengikutnya untuk naik ke gunung untuk menyaksikan balasan Tuhan kepada Abrahah,” jelas Gus Baha’.
    Setelah semuanya sepakat maka terjadilah peristiwa yang disebutkan dalam QS. Al-Fiil ayat 1 – 5 tersebut. Gus Baha’ lalu berpesan supaya jamaah yang hadir itu tidak usah sok-sokan memikirkan atau membela agama, sebab Islam sudah dijaga dengan sendirinya oleh Allah. “Kalau niatnya khidmah boleh, tapi jangan sampai sok memikirkan sendiri agama ini. Saya juga tidak rela kalau agama ini yang mikir sampeyan, ndak bakal terurus,” kelakar Gus Baha’ disambut gelak tawa jamaah.
    Gus Baha juga menyindir kelompok yang merasa sedang membela Islam kemudian bersikap ekstrim. Menurutnya, hal itu tidak tepat karena secara tidak langsung berarti tidak yakin dengan ketetapan Allah. Begitu pula dengan urusan hidayah, pahala dan dosa itu sudah merupakan hak prerogratif Allah untuk menentukan. “Itu sudah wilayah Allah.
    Apakah orang akan diampuni ataukah dilaknat, dan kita tidak bisa ikut campur. Makanya ini perlu saya utarakan, tidak usah sok memikirkan agama, apalagi sok membela. Yang penting perilakumu baik dan mengikuti akhlak Rasul saja itu sudah cukup,” . (JOKO GONDRONG)
  • TANDUK SETAN DARI NAJD ITU BUKAN IRAQ

    TANDUK SETAN DARI NAJD ITU BUKAN IRAQ

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Sebagian para pengikut wahabi merasa marah jika kita sebut bahwa Nejd tempat kelahiran Imam mereka adalah tempat keluarnya tanduk Syaitan dan tempat keluarnya khawarij, mereka beralasan bahwa Nedj yang di maksud Rasululah s.a.w adalah Iraq, karena negeri Iraq sumber dari kekacauan dan fitnah.
    Mari kita lihat sejauh mana kebenaran yang telah di sampaikan oleh pengikut wahabi yang terlalu fanatik dengan Imamnya Muhammad bin Abdul Wahab sehingga beliau hampir seperti nabi yang tidak salah dan khilaf, selain beliau tergolong salah dan sesat.
    Bahayanya daerah Najd berasal dari hadits Rasulullah s.a.w yang menceritakan keberkatan tanah , Yaman, dan Syam sebagaimana didalam hadisnya :
    ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ : ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﺷﺎﻣﻨﺎ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﻳﻤﻨﻨﺎ ” . ﻗﺎﻝ ﻭﻓﻲ ﻧﺠﺪﻧﺎ ؟ ﻗﺎﻝ : ” ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﺷﺄﻣﻨﺎ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﻳﻤﻨﻨﺎ، ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻭﻓﻲ ﻧﺠﺪﻧﺎ ؟ ﻓﺄﻇﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ : ” ﻫﻨﺎﻙ ﺍﻟﺰﻻﺯﻝ ﻭﺍﻟﻔﺘﻦ ﻭﺑﻬﺎ ﻳﻄﻠﻊ ﻗﺮﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ” ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﺑﺎﺏ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ”: ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ “ ﺭﻗﻢ 7094
    Artinya: Dari Ibnu Umar r.a berkata: Rasulullah s.a.w menyebutkan : ” Ya Allah berilah keberkatan kepada negeri Syam kami, berilah keberkatan kepada negeri Yaman kami, Berkata mereka : ” Pada Najd kami Ya Rasulullah “, berkata Rasulullah: Ya Allah berilah keberkatan kepada negeri Syam kami, berilah keberkatan kepada negeri Yaman kami, Berkata mereka : ” Pada Najd kami Ya Rasulullah “, Berkata Rasulullah : Disana terdapat kegoyangan ( aqidah ) dan fitnah, dan disanalah terbitnya tanduk Syaitan. ( H.R . Bukhari , kitab al-Fitan, bab Qulun Nabi s.a.w. al-Fitnah Min Qibla al-Masyriq, no : 7094 ).
    Dari hadis ini kita mengetahui bahwa Rasul telah mendo`akan negeri Syam dan Yaman, sebab itulah para sahabat berlomba-lomba untuk pindah ke negeri Yaman dan Syam.
    Kenapa Najd yang terdapat di hadis ini bukan negeri Iraq ? Adapun sebagai Jawabannya sebagai berikut :
    1. Negeri yang dido`akan Rasulullah adalah negeri-negeri yang telah masuk islam sebagian penduduknya, sebagian ahli Syam telah mendatangi Nabi s.a.w. dan mengucap kalimat dua Syahadah, penduduk Yaman mendatangi Rasul dan memeluk islam ketika itu, sementara penduduk daerah Iraq tidak ada yang datang ke hadapan Rasul, bahkan mereka masuk islam pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar bin Khatab ketika penaklukkan negara Farsi, sementra penduduk Najd ( tempat kelahiran pemimpin wahabi ) telah berbondong-bondong pergi ke Madinah untuk memeluk islam, bagaimana boleh didalam hadis menyebutkan kalimat ” di Nejd kami ” sementara Iraq belum jatuh ke tangan umat islam, dan masih di pegang oleh negara Farsi, ungkapan kami di sini memiliki dua makna : Yang pertama: Para sahabat yang bersama Rasul, dan mereka bermaksud bahwa ungkapan kami adalah makna kepemilikan Iraq, dan ini mustahil sebab Iraq belum jatuh ketangan umat Islam. Yang kedua: Utusan yang datang dari Najd, jikalau Najd itu Iraq, maka sesuatu yang mustahil sebab tidak ada riwayat yang mengatakan adanya utusan kaum yang datang dari Iraq, maka mestilah Nejd tersebut bahagian negara yang dikenal yaitu Riyahd dan sekelilingnya. Sementara kalimat ” kami ” pada negeri Syam, karena telah datang sebahagian utusan negeri Syam ke Madinah untuk memeluk islam dan di Syam terdapat Baitul Maqdis, dan tempat para nabi-nabi terdahulu.
    2. Rasul mengatakan bahwa Najd adalah tempat keluarnya tanduk syaiton, terlepas dari hakikat ataupun majaz, tapi yang dimaksud adalah orang yag membawa kesesatan dan fitnah bagi umat islam dan mereka tergolong dari orang – orang kafir, karena Syaitan pemimpin orang-orang kafir dan menyesatkan orang, ini sangat jauh sekali keadaannya dengan fitnah yang berlaku di Iraq, pembunuhan Imam Ali r.a di tangan orang-orang Khawarij suatu fitnah yang lebih kecil di bandingkan dengan fitnahnya Musailamah al-Kadzab yang berasal dari Yamamah Nejd ( Riyadh sekarang ), yang telah mengaku nabi dan membunuh puluhan para sahabat sehingga Umar bin Khatab menjadi sangat takut sekali akan habisnya penghafal al-Qur`an disebabkan serangan Musailamah, Musailamah dan pengikutnya tergolong orang-orang yang kafir dan menyesatkan orang lain, sementara orang-orang Khawarij masih dalam keadaaan islam sebagaimana didalam riwayat Ibnu Abbas dari Imam Ali di dalam Sohih Bukhari, tetapi mereka pelampau yang keluar dari batasan, demikiannya juga pandangan ulama ahlus Sunnah bahwa khawarij telakeluar dari jama`a tetapi tidak keluar dari islam, dengan demikian tahulah kita bahwa fitnah yang terdapat di Yamamah ( Najd ) lebih besar dari fitnah yang berada di Iraq, di Najd juga tedapat khawarij dan golongan Qaramithoh yang kafir.
    3. Kita mengetahui bahwa Iraq adalah negeri yang berkat juga, bukti keberkatan Iraq adalah pindahnya ulama-ulama besar dari golongan sahabat ke Iraq seperti Imam Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas`ud, Anas bin Malik, `Ammar bin Yasir, Hudzaifah bin Yaman, Sa`ad bin Abi Waqash, Imran bin Hushain, jikalau negeri Iraq tidak berkat bagaimana boleh para sahabat pindah ke Iraq berbondong-bondong. Di negeri Iraq pula terbitnya banyak ulama hadis dan mazhab ahlussunnah seperti mazhab Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Sufyan bin Uyaynah, timbulnya di baghdad ulama dan fakar-fakar qira`ah dan Nahu, berbeda dengan Najd Yamamah yang tidak terdapat sedikitpun para sahabat yang bermukim di situ bahkan para sahabat datang ke Najd Yamamah untuk memerangi orang kafir dan murtad pengikut Musailamah, bagaimana boleh kita katakan bahwa Iraq tempat yang terkutuk dan tidak berkat, sementara Iraq telah mengeluarkan jutaan ulama, kenapa wahabi mengikuti mazhab Hanbali sementara Imam Ahmad berasal dari Iraq.
    4. Iraq telah masyhur ketika zaman jahiliyah, jikalau Rasul bermaksud Iraq niscaya beliau akan sebutkan secara jelas dengan namanya khusus tetapi Rasul tidak menyebutkan Iraq bahkan menyebutkan Najd yang berarti bukan Iraq. Jiadi jika disebut dengan Najd maka di maksud adalah dalah Najd secara uruf yaitu daerah Yamamah , Dar`ah dan sekitarnya, karena kawasan ini juga dataran tinggi.
    5. Hadis Rasulullah s.a.w. yang berbunyi : ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﺴﺘﻘﺒﻞ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ ﻳﻘﻮﻝ : ” ﺃﻻ ﺇﻥ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻫﺎﻫﻨﺎ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﻳﻄﻠﻊ ﻗﺮﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ Artinya: Dari Ibnu Umar r.a. beliau mendengar Rasul bersabda dalam keadaan mengarah ke bahagian arah timur Madinah : ” Ingatlah bahwasanya fitnah datang dari sana dari tempat terbitnya tanduk syaitan. ( H.R .Bukhari no : 7093 ). Bahagian timur Madinah adalah Nejd ( bahagian Yamamah, Dir`ah, dll ) bukan Iraq, ini jelas kalau kita melihat peta, adapun para ulama yang menafsirkan timur tersebut ke arah Iraq telah tersalah dengan kenyataan dan ilmu zaman sekarang, karena timurnya Madinah bukan Iraq.
    6. Hadis Rasulullah s.a.w yang menyuruh penduduk Nejd agar berniat ihram dari Qarnu Manazil . ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ : ﺃﻣﺮ ﺭﺳﻮ ﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﺃﻥ ﻳﻬﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﻠﻴﻔﺔ، ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺸﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺤﻔﺔ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺠﺪ ﻣﻦ ﻗﺮﻥ ﺍﻟﻤﻨﺎﺯﻝ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺎﻟﻚ ، ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺤﺞ ﺑﺎﺏ ﻣﻮﺍﻗﺖ ﺍﻹﻫﻼﻝ Artinya: Dari Abdullah bin Umar r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. menyuruh penduduk Madinah berniat ihram dari Dzul- Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Nejd dari Qarn, Manazil. ( H.R. Malik , Kitab Hajj, bab Mawaqitu al-Ihlal no : 732 ). sementara lafaz didalam Sohih Bukhari ialah : ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ : ﻭﻗّﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺮﻧﺎ ﻷﻫﻞ ﻧﺠﺪ ، ﻭﺍﻟﺠﺤﻔﺔ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﺸﺎﻡ ﻭﺫﺍ ﺍﻟﺤﻠﻴﻔﺔ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ، ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﺑﻠﻐﻨﻲ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : : ﻭ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﻴﻤﻦ ﻳﻠﻤﻠﻢ ” ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﻓﻘﺎﻝ : ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﺮﺍﻕ ﻳﻮﻣﺌﺬ ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ . ﺭﻗﻢ : 7344 Artinya: Dari Ibnu Umar beliau berkata : Rasulullah telah menentukan miqat bagi ahli Najd di Qaran, Juhfah untuk penduduk Syam, Dzul Hulaifah untuk penduduk Madinah, , berkata Ibnu Umar : telah sampai kepadaku bahwa Nabi s.a.w. berkata: “Bagi penduduk Yaman dari Yalamlam”. kemudian disebutkan Iraq, berkata beliau : Ketika itu belum ada Iraq. ( H.R. Bukhari, no 7344 ). Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa yang di maksud Najd adalah daerah dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain-lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qarnu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang ).
    7. Adapun riwayat yang menggantikan Masyriq ( arah timur ) kepada Iraq, riwayat ini telah di obah dan tidak soheh, sebab kebanyakkan riwayat mengatakan Masyriq, adapun penafsiran Salim bin Abudullah bin Umar kepda Iraq adalah salah satu ijtihad beliau yang belum boleh dijadikan pegangan, sebab bukan dari penafsiran Rasulullah s.a.w.,sebagaimana beliau pernah berijtihad untuk melarang para wanita pergi shalat ke masjid sehingga ayah beliau Abdullah bin Umar marah tidak bercakapan dengan beliau sampai Abdullah bin Umar meninggal dunia.
    Tambahan:
    Diriwayatkan dari Uqbah bin Amr Abi Mas’ud ra, dia berkata: Rasulullah Saw menudingkan tangannya ke arah Yaman, dengan bersabda, “Iman yang kuat ada di sana (penduduk Yaman). Ketahuilah bahwa sifat kasar dan hati yang keras itu dimiliki oleh orang-orang yang sibuk mengurus onta dengan melalaikan agama (beliau sambil menuding ke arah timur) dan disanalah tempat munculnya dua tanduk setan”. ( H.R. Shahih Bukhari No. 3202)
    ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ ( ﺑﻴﺎﻥ ﺗﻠﺒﻴﺲ ﺍﻟﺠﻬﻤﻴﺔ ) ﺝ 1 / ﺹ 17 : ﻭ ﻗﺪ ( ﺗﻮﺍﺗﺮ ) ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺇﺧﺒﺎﺭﻩ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻭ ﺭﺃﺱ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ , ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ( ﻣﺸﺮﻕ ﻣﺪﻳﻨﺘﻪ ﻛﻨﺠﺪ ) . ﺍﻧﺘﻬﻰ . ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻣﺮﺟﻊ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻳﺴﻤﻲ ﺑﻠﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﻣﻄﻠﻌﺎ ﻟﻠﻔﺘﻨﺔ ﻭ ﺭﺃﺳﺎ ﻟﻠﻜﻔﺮ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺄﺗﻲ ﺃﺫﻧﺎﺑﻪ ﺑﻤﺌﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﻴﻦ
    Terjemah “Bebas ” :
    al Mujassim Ibnu Taimiyah dalam kitab karyanya berjudul Bayan Talbis al Jahmiyyah, j. 1, h. 17 menuliskan sebagai berikut:
    “Dan telah datang berita secara mutawatir dari Rasulullah yang memberitahukan bahwa FITNAH BESAR dan PANGKAL KEKUFURAN akan muncul dari arah timur.”
    Arah timur yang dimaksud oleh Rasulullah adalah arah timur dari tempat tinggal Rasulullah sendiri ,yaitu arah timur kota Madinah. Dan yang dimaksud adalah Nejd. Nejd adalah wilayah timur dari Kota Madinah.
    Ibnu Taimiyah adalah “imam besar” dan “referensi yang tidak dapat diganggu gugat” bagi kaum Wahabi. Ibnu Taimiyah menamakan Nejd; –wilayah tempat munculnya ajaran sesat wahabi yang dirintis oleh Muhammad bin Abdil Wahhab– sebagai tempat kedatangan FITNAH BESAR dan tempat PANGKAL KEKUFURAN. Ibnu Taimiyah telah menuliskan hal itu dalam karyanya di atas ratusan tahun sebelum kedatangan gerakan sesat Wahabi itu sendiri .Ironisnya, aqidah tasybih dan tajsim Ibnu Taimiyah kini menjadi “primadona tanpa tanding yang dipeluk erat” oleh kaum Wahabi Hadis Rasulullah s.a.w yang menyuruh penduduk Nejd agar berniat ihram dari Qarnu Manazil .
    ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ : ﺃﻣﺮ ﺭﺳﻮ ﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﺃﻥ ﻳﻬﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﻠﻴﻔﺔ، ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺸﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺤﻔﺔ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺠﺪ ﻣﻦ ﻗﺮﻥ ﺍﻟﻤﻨﺎﺯﻝ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺎﻟﻚ ، ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺤﺞ ﺑﺎﺏ ﻣﻮﺍﻗﺖ ﺍﻹﻫﻼﻝ
    Artinya: Dari Abdullah bin Umar r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. menyuruh penduduk Madinah berniat ihram dari Dzul- Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Nejd dari Qarn, Manazil. ( H.R. Malik , Kitab Hajj, bab Mawaqitu al-Ihlal no : 732 ).
    sementara lafaz didalam Sohih Bukhari ialah :
    ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ : ﻭﻗّﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺮﻧﺎ ﻷﻫﻞ ﻧﺠﺪ ، ﻭﺍﻟﺠﺤﻔﺔ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﺸﺎﻡ ﻭﺫﺍ ﺍﻟﺤﻠﻴﻔﺔ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ، ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﺑﻠﻐﻨﻲ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : : ﻭ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﻴﻤﻦ ﻳﻠﻤﻠﻢ ” ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﻓﻘﺎﻝ : ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﺮﺍﻕ ﻳﻮﻣﺌﺬ ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ . ﺭﻗﻢ : 7344
    Artinya: Dari Ibnu Umar beliau berkata : Rasulullah telah menentukan miqat bagi ahli Najd di Qaran, Juhfah untuk penduduk Syam, Dzul Hulaifah untuk penduduk Madinah, , berkata Ibnu Umar : telah sampai kepadaku bahwa Nabi s.a.w. berkata: “Bagi penduduk Yaman dari Yalamlam”. kemudian disebutkan Iraq, berkata beliau : Ketika itu belum ada Iraq. ( H.R. Bukhari, no 7344 ). Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa yang di maksud Najd adalah daerah dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain-lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qarnu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang ).
    Iraq telah masyhur ketika zaman jahiliyah, jikalau Rasul bermaksud Iraq niscaya beliau akan sebutkan secara jelas dengan namanya khusus tetapi Rasul tidak menyebutkan Iraq bahkan menyebutkan Najd yang berarti bukan Iraq. Jiadi jika disebut dengan Najd maka di maksud adalah dalah Najd secara uruf yaitu daerah Yamamah , Dar`ah dan sekitarnya, karena kawasan ini juga dataran tinggi.
    Wallohu A’lam (asnuter jabar)
  • MASJID AGUNG JAMI’ KOTA MALANG membaca QUNUT NAZILAH saat Pandemi covid-19

    MASJID AGUNG JAMI’ KOTA MALANG membaca QUNUT NAZILAH saat Pandemi covid-19

    SORBAN JETIS ~Masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG dengan bangunan megah dan mewah serta berhadapan langsung dengan alun alun kota malang yang di kelilingi pohon pohon besar membuat suasana masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG semakin bikin hati jamaahnya tentram dan tenang

    Di masa pandemi covid-19 ini masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG ada yang beda di saat melaksanakan sholat wajib, selain di laksanakan secara berjamaah takmir masjid juga membaca QUNUT NAZILAH serta menerapkan protokol kesehatan, menghimbau jamaah mencuci tangan sebelum masuk area masjid, memakai masker dan menjaga jarak saat melaksanakan sholat

    SORBANSANTRI.COM
    Ustadz MISBACHUL MUNIR di dampingi sesepuh dan jamaah

    Menurut keterangan ustadz MISBACHUL MUNIR salah satu imam besar masjid saat di temui team SORBAN mengatakan “selama pandemi covid-19 ini masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG selalu membaca QUNUT NAZILAH di saat sholat wajid dengan berjamaah, dan sudah kami lakukan sejak bulan maret serta akan teros kami lakukan sampai pandemi covid-19 benar benar selesai, dengan harapan kami pandemi covid-19 ini segera berakhir di seluruh dunia dan kita semua bisa beribadah dengan lebih tenang

    Ustadz MISBACHUL MUNIR juga menjelaskan QUNUT NAZILAH di lakukan apabila ada musibah besar yang menimpa manusia seperti kekeringan, kelaparan, di serang wabah penyakit dll, amaliyah ini banyak sekali hadits yang dapat di jadikan pedoman, beliau juga menyarankan generasi muda NU harus tau dasar hukum Qunut Nazilah (alim sorban)

  • Bolehkah Mencari Berkah Dari Selain Nabi?

    Bolehkah Mencari Berkah Dari Selain Nabi?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Aswaja NU Center Bojonegoro memiliki rutinitas penguatan ke-Aswajaan dengan mengkaji kitab Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Mafahim, secara tatap muka sebelum ada wabah menular. Besok akan memulai kajian lagi namun secara virtual dan meminta saya untuk membuka.
    Saya tidak bisa menolak karena saya ingin bertabarruk dalam ilmu ini dan saya akan membahas Bab Tabarruk pula. Sekedar catatan tambahan saya kutipkan dahulu dari Sahih al-Bukhari, ahli hadis bergelar Hafiz Ad-Dunya itu menulis:
    ﺑﺎﺏ ﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﻣﻦ ﺩﺭﻉ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻭﻋﺼﺎﻩ، ﻭﺳﻴﻔﻪ ﻭﻗﺪﺣﻪ، ﻭﺧﺎﺗﻤﻪ، ﻭﻣﺎ اﺳﺘﻌﻤﻞ اﻟﺨﻠﻔﺎء ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻣﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻗﺴﻤﺘﻪ، ﻭﻣﻦ ﺷﻌﺮﻩ، ﻭﻧﻌﻠﻪ، ﻭﺁﻧﻴﺘﻪ ﻣﻤﺎ ﻳﺘﺒﺮﻙ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺑﻌﺪ ﻭﻓﺎﺗﻪ
    “Bab tentang baju perang milik Nabi shalallahu alaihi wasallam, tongkatnya, pedangnya, wadah minumnya, cincinnya dan hal lain yang digunakan oleh para Khalifah sesudah Nabi yang tidak disebut dalam pembagiannya, juga rambut Nabi, sandalnya, wadahnya dan hal-hal yang DICARI KEBERKAHANNYA oleh para Sahabat dan lainnya sepeninggal Nabi”
    Karena dalil Tabarruk terlalu terang benderang maka Salafi berkilah: “Itu kan tabarruk dengan Nabi. Selain Nabi tidak boleh!”. Benarkah anggapan itu? Selengkapnya besok malam. Link Zoom saya sertakan dalam kolom komentar. (abi sorban)
  • MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ditengah maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia ini dirasakan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sudah banyak pemikiran yang sudah masuk dalam tubuh organisasi NU itu sendiri. Mengingat NU adalah organisasi yang besar maka, banyak pula permasahalan – permasalahan kecil yang berpotensi merusak marwah NU.

    Dalam peringatan hari santri 22 Oktober 2020, semua banom NU yang ada di Kecamatan Pacet Mojokerto seperti Fatayat, muslimat,IPNU,IPPNU,Pagar Nusa, Ansor Banser dll, berpumpul menjadi satu dengan tekat 1 komando Dalam Menjaga Ideologi Aswaja Annahdliyah. Sebagai penggerak kader, tentunya Ansor dan Banser kec.pacet mojokerto sangat bersemangat menyatukan semua kader NU sebagai perwujudan benteng yang kokoh dengan maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia khususnya kawasan Pacet Mojokerto dan sekitarnya.

    Selasa, 21 Oktober 2020, semua kader berkumpul di Gedung Ghara MWC NU Pacet untuk mengikuti acara peringatan hari santri 2020. Dimulai dari pengurus dan para kader berkumpul ± 200 kader yang menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dari pukul 18.30 wib dan selesai dini hari pukul 00.00 wib. Semuanya kompak dan semangat dalam mengikuti setiap tahapan acara seperti Pembacaan kitab Tarqiyatul Mujarrob Bilwaliyil Muqorrob, Makhallul Qiyam, dan Pembicara yang bertemakan PERAN KADER DALAM MENJAGA IDEOLOGI ASWAJA ANNAHDLIYAH.

    Harapan dari kegiatan ini adalah, menjaga marwah NU, memperkokoh Ideologi NU khususnya warga dan kader NU dikecamatan Pacet Mojokerto agar tidak mudah diporak porandakan oleh semua yang mengancam organisasi NU. Selain itu juga, kegiatan ini bermaksud untuk meluruskan lagi saudara-saudara kader NU yang lalai dalam berjuang dan berkhidmat di NU, sehingga benar-benar di akui menjadi santri oleh mbah hasyim asy’ari selaku pendiri organisasi terbesar di Dunia, yaitu Nahdlotul Ulama’.

    Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan ke 11 kali belum genap 1 bulan, yang dilaksanakan secara bergilir dari desa ke desa se Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. dan diharapkan bisa istiqomah dalam Giat Rutin Kader Penggerak NU. (abi sorban)