Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Kalimat Azan sudah pakem diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Kalau pun ada Sahabat Bilal menambah Azan saat Subuh itupun karena Nabi masih hidup dan menyetujui.
    ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ اﻷﺫاﻥ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ ﺧﻴﺮ اﻟﻌﻤﻞ
    Makruh mengucapkan dalam azan “Mari menuju pada amal terbaik”
    ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻟﻢ ﺗﺜﺒﺖ ﻫﺬﻩ اﻟﻠﻔﻈﺔ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﻜﺮﻩ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ اﻻﺫاﻥ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
    Al-Baihaqi berkata: “Tidak ada riwayat Sahih redaksi ini dari Nabi shalallahu alaihi wasallam. Kami tidak suka dengan tambahan dalam azan” (Al-Majmu’ 3/98)

    Di zaman Nabi sudah ada jihad, apa Nabi pernah memasukkan kata Jihad dalam Azan? Kalau mau Jihad mbok ya dibekali dengan ilmu dulu… (abi sorban).
    sumber KH. Mafruf Khozin
  • Kitab Hikam Yang Sistematis

    Kitab Hikam Yang Sistematis

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com– Mungkin tidak hanya saya saja yang merasa ‘janggal’ ketika ngaji Hikam, baik saat dulu di pondok atau sesudah boyong dari pondok. Kejanggalan itu adalah karena tanpa Bab dan mengapa tiba-tiba Imam Ibnu Athaillah langsung membahas Bab “Bertumpu Pada Amal Perbuatan Sendiri”, dilanjutkan pada Kalam Hikmah kedua yang tidak ada kaitannya dengan Kalam Hikmah pertama dan seterusnya.

    Tentu saya manut saja dengan penjelasan para Kiai yang mengambil penjelasan dari beberapa Syarah Hikam. Inti Hikmahnya kita dapat, namun sistematika dan alur pembahasan belum kita peroleh, sebagaimana di zaman modern ini tidak mengenyampingkan metode pembahasan, karena akan lebih mudah dalam memahami secara runtut.

    Kejanggalan saya terjawab oleh seorang ulama ahli hadis dari India yang juga pengamal ilmu Tasawuf, Syekh Al-Muttaqi Al-Hindi (975 H), pemilik kitab Kanzul Ummal yang memuat lebih dari 40.000 hadis dan Atsar.

    Kalam Hikmah pertama dalam Al-Hikam ditata ulang oleh beliau dan ternyata diletakkan pada Kalam Hikmah ke 82 (lihat gambar) sesuai dengan sistematika Bab. Kalam Hikmah Ibnu Athaillah sebanyak 253 itu diramu ke dalam 30 Bab, akhirnya menjadi sangat mudah untuk dipahami. Tidak heran jika Syekh Al-Muttaqi Al-Hindi ini menamakan kitabnya tersebut:

    النهج الاتم في تبويب الحكم
    “Metode sempurna dalam menyusun bab-bab Kitab Al-Hikam”.

    Pensyarah kitab tersebut adalah seorang ulama dari Nusantara yang sudah tidak asing bagi para santri, Syekh Nawawi al-Bantani yang bergelar Penghulu Ulama Syafi’iyah di Makkah. Karekteristik penulisan kitab-kitab beliau selalu ringan, tidak panjang dikali lebar dan yang pasti setiap kesulitan pemahaman selalu terjawab. Syarah tersebut bernama Misbahu Dholam.

    Lebih sempurna lagi, penahqiq kitab tersebut berhasil memberi catatan kaki yang komplit, hadis-hadis dicatatkan kitab induknya, perkataan ulama dicantumkan kitab dan halamannya seperti dari Risalah Qusyairi dan sebagainya.

    Rupanya dedikasi menerbitkan karya-karya ulama NUsantara ini yang selalu diprioritaskan dari yayasan yang didirikan oleh Sohib saya Gus Nanal Ainal Fauz, Turots Ulama Nusantara. Jazakumullah Khoiron katsiron Ustadzana (wa bikron).

  • KOPI GLADAK CANGGU MEMPERINGATI MAULID NABI DENGAN MENYANTUNI DAN MEMBAGIKAN SEMBAKO

    KOPI GLADAK CANGGU MEMPERINGATI MAULID NABI DENGAN MENYANTUNI DAN MEMBAGIKAN SEMBAKO

    SORBAN SANTRI — majelis dzikir yaa HAYYUU yaa QOYYUM KOPI GLADAK yang beralamatkan di desa Canggu Jetis Mojokerto mengadakan peringatan maulid nabi MUHAMMAD SAW (24/11/2020) dengan menyantuni dan berbagi sembako kepada 100 yatim piatu, fakir miskin dan dhuafa serta membangun sebuah rumah warga yang tidak mampu

    SORBANSANTRI.COM
    Santunan yatim piatu

    Gus ALIM selaku pengasuh saat di temui redaksi SORBAN SANTRI menerangkan bahwa peringatan maulid tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, yang semula KOPI GLADAK hanya mengadakan pengajian umum tahun ini di tambah dengan menyantuni dan membagikan sembako kepada 100 yatim piatu, fakir miskin dan dhuafa serta membiayai pembangunan rumah warga yang tidak mampu, untuk santunan yatim piatu di lakukan pagi hari sekitar jam 09:00, majelis mengundang 20 yatim piatu dan di hadiri oleh ketua RT dan RW setempat, untuk yang 80 kita antar ke rumah masing masing.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus ALIM saat memberikan sambutan santunan yatim piatu

    Untuk siang hari jamaah KOPI GLADAK mengisi kegiatan dengan khotmil QUR’AN dengan tujuan mendoakan jamaah, donatur, anak yatim piatu, fakir miskin dan dhuafa yang di santuni serta seluruh ahli khuburnya mendapatkan barokah dan syafaat Baginda nabi MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM
    Khotmil Qur’an

    Saat redaksi SORBAN SANTRI hadir setelah sholat isya’ masih berlangsung pengajian umum dengan menhadirkan mubaliq dari Mojokerto sendiri yaitu Gus ROFIK dengan pengawalan BANSER JETIS, untuk pembangunan rumah Gus ALIM menginformasikan akan di laksanakan tgl 26 November 2020, beliau juga mengatakan ” untuk biaya pembangunan rumah selain dari jamaah dan donatur juga ikut mendukung komunitas Saudara Facebook Jempol (SFJ) serta Alumni Mts Malik Ibrahim 94 (AMMI94) bahkan warga sekitar pun banyak yang ikut membantu”

    SORBANSANTRI.COM
    Gus ROFIK di dampingi BANSER
    SORBANSANTRI.COM
    Gus ALIM bersama komunitas SFJ saudara facebook jempol

    Harapan kami dari majelis semoga beban mereka semua bisa agak ringan meskipun bantuan yang kami berikan tidak sebegitu banyak

    By: Sodikin sorban

  • Pesta Demokrasi bagi warga NU adalah Perang IDEOLOGI

    Pesta Demokrasi bagi warga NU adalah Perang IDEOLOGI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Urusan PILKADA bukan hanya memilih sahabat, sosok atau pemimpin tapi ada 1 hal yang pokok yang sangat penting dalam pesta demokrasi!! apa itu?, yaitu sesuatu yang sangat mendasar dan sering kita lalaikan bahkan ada yang mengabaiakan hanya untuk kepentingan sesaat atau tahunan yaitu IDEOLOGI.

    Banyak yang belum memahami susahnya mempertahankan IDEOLOGI apalagi mendirikan IDEOLOGI suatu negara ditempuh dengan banyak pengorbanan dari darah sampai nyawa menjadi taruhan.

    Untuk itu, bagi warga Nahdliyin khususnya. Jangan sampai IDEOLOGI ASWAJA NU ini disepelekan, apalagi dimanfaatkan untuk kepentingan tahunan. Hanya memperoleh janji manis dan tipu daya paslon PILKADA, kita taruhkan IDEOLOGI ASWAJA. Ingat !! menciptakan ideologi itu dengan pertaruhan nama besar dan nyawa.

    Kita warga Nahdliyin seharusnya lebih merapatkan barisan dengan adanya momen pilkada serentak yang akan di adakan pada Hari Rabu 9 Desember 2020. Jangan sampai ada celah ideologi yang jelas-jelas bersebrangan dengan ASWAJA NU masuk dalam barisan.

    Lantas dengan cara apa dan bagaimana agar susah ditembus? jawabannya adalah mau atau tidaknya kita ada dalam barisan NU dengan 1 komando para kiai yang sudah jelas statusnya di struktur organisasi NU. 1 komando dari pusat sampai bawah,rapatkan barisan jangan sampai ada celah. bersambung…

    #NKRI_harga_MATI #santri_nderek_kiai #sorbansantri

    oleh : (abi sorban)

  • EMPIRISME SOSIAL KURIPANSARI: KAJIAN “STUDENT NAHDLIYYIN”

    EMPIRISME SOSIAL KURIPANSARI: KAJIAN “STUDENT NAHDLIYYIN”

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM- Kearifan lokal dan kebeneran kontekstual dalam tataran kehidupan manusia mulai merambah dewasa, tak ada yang menolak keabsahan momentum itu sekalipun antar individu banyak yang bersinggungan rasa, contoh saja pada ranting yang selama ini dipandang kebaikannya dimata konsumen ghibah, disitu banyak mengandung unsur anion dan kation molekul arif dan naïf, hal ini dibuktikan pada saat ranting baru terbentuk dua tahun lalu, tepatnya 18 Maret 2018 banyak yang men-support kehadiran para Pelajar Ranting dan bahkan masyarakat setempat menampakkan tangannya saat berteplok-teplok (tidak ada yang bersinggungan secara Nampak).

    Namun kian kedua mulailah Nampak perubahan hasil tangan bersama ini, banyak masyarakat yang meras risih jika mendengar kata pelajar NU saja, mulai dari yang beralasan pelajar NU didikannya kurang matang, dan hanya membahas perkumpulan antara lelaki dan wanita di usia pelajar. Banyak para pelajar yang kerjaannya membuang-buang waktu sampai lupa tugas pokok di rumah masing-masing, proposal yang bertebaran dimana-mana saat menjelang PHBI, dan bahkan tak segan-segan bersikap sentimen kepada kawan-kawan sejawatnya dikampung yang tidak ikut organisasi hanya karena sungkan, seolah para pelajar itu memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada yang lainnya. Sementara itu etika yang tumbuh dari gerak dan lisan, baik secara implisit maupun eksplisit para pelajar menggiring kawan sejawat yang ikut andil didalamnya semakin terperosok dalam gelamor fanatis.

    Sifat fanatis disini tidak saya imbuhi –tif sebab tak semuanya ternodai sifat, boleh jadi prosentasenya dibawah saparuh dari jumlah total. Maka dari itu terkadang sebutan rekan rekanita pula yang menjatuhkan pamor mereka dalam tataran usia pelajar, namun perlu kita garisbawahi bahwa ini hanya wacana masyhur yang tumbuh di tembok sosial Kuripansari.

    ENIGMA WACANA
    Cobalah merenung sejenak, seorang pelajar yang notabenenya masih meminta-minta uang saku pada orang tuanya masih angkuh berbagi kebaikan dalam berorganisasi, padahal dalam Islam sudah jelas dalih sosial seperti;
    Tafsir Al-Muyassar
    اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ،  لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ ، وَمَنْ كَانَ فِـيْ حَاجَةِ أَخِيْهِ ، كَانَ اللهُ فِيْ حَاجَتِهِ ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ ، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًـا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَة.
    Artinya; “Seorang Muslim adalah saudara orang Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya diganggu orang lain (bahkan ia wajib menolong dan membelanya).”

    Dari hadis tersebut menjelaskan bahwa orang Islam antara satu dengan yang lain itu dipandang sebagai saudara. Sehingga satu sama lain tidak boleh saling menganiaya. Dan jika kita mendapati seseorang dalam penderitaan ataupun mendapat musibah, hendaknya kita membantunya untuk meringankan penderitaan yang sedang ia alami. Sebagai mu’min sejati, hendaklah merasa bahwa dirinya tidak hidup sendiri,karena teman-teman sesama muslim akan membantu dan mendukungnya baik sedang dalam keadaan senang maupun susah.

    Afirmasi otentik dari Q.S Al-Hujurat ayat 10
    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون
    Artinya; “(Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

    Sudah jelas bahwa dalam suatu ekosistem maupun populasi makhluk memiliki etika dalam memanusiakan manusia. Sepertihalnya studi kasus empiris yang pernah dialami oleh rekan-rekanita kuripansari (sebut saja Rizkillah, Yusril, Nanang, Alpindang, Hendra, Hasan, Lelly, Dian, Jihan, Intan, Nopret, dsb). Mereka merupakan salah satu kader yang pernah merasakan dinamika naik turunnya tangga, mulai dari cibiran konyol, motifatif, menjatuhkan, dan lebihparahnya khianat dari teman sejawat. Hal tersebut bukan malah menurunkan muru’ah mereka, melainkan sebaliknya derajat mereka mulai dapat sorotan. Saya yakin itu masih permulaan.

    PERADABAN SINGKAT
    Sentiment pun disikapi dalam memandang orang yang takpunya bakat lebih atas dirinya, padahal segala bentuk bakat organisingnya timbul dari belajar bersama kawan sejawat organisasi. Kemudian pertentangan keluarga, hal fatal ini timbul boleh jadi setelah ataupun sebelum dua hal sebelumnya muncul, sejatinya organisasi memang sangat penting untuk belajar bersosial dan beradaptasi hablu minan nash, namun realitanya keluarga sendiri mangkrak tak terpedulikan kemakmurannya, tidak mungkinah suatu pelajar akan belajar secara intens dan absolute, pada akhirnya nanti akan jelas bahwa segalanya akan kembali kepada keluarga.

    Sudah kian 31 bulan telah mereka lalui sebagai pelajar Nahdliyyin, terhitung semenjak dideklarasikannya IPNU-IPPNU tahun 2018, kini sudah waktunya melahirkan generasi neo. Neo disini dimaksud bahwa pembaharu zaman-zaman adalah kader baru, yang dimana kader terbentuk ini nantinya akan membina rumah tangga baru di dalam masyarakat majemuk. Kita tahu pula bahwa masyarakat majemuk Kuripansari yang notabenenya terdiri dari 6 dusun yang tiap dusunnya punya karakteristik istimewa.

    Katakanlah dusun Sumbergayam yang sebenarnya semangat mengadakan kegiatan, hanya saja terkendala dengan gesekan wacana tetanggan. Keduanya ialah Kandangan, amat semangat kader putrinya jika dibandingkan dengan pelajar puteranya, kita tahu juga bahwa di Kandangan pula hari inilah yang memiliki top global kader terbanyak se Kuripansari, wajar saja secara kuantitas jumlah KK di sana memang paling banyak di Kelurahan. Hanya saja terkendala transport dan geografi yang kurang mendukung di pelbagai kegiatan. Kedungpeluk adalah ketiganya, yang merupakan dusun tersering mendapatkan sorotan struktural, sebut saja IYA. Memang kebiasaan santri selalu melakat di dusun ini, sehingga sejarah mencatat kampung ini sebagai kampong yang nyantrik dan fanatic agama, (dulu).

    Barangkali sekarang beda, walaupun beberapa sumber suara burung menerangkan bahwa muharrik NU mayoritas lahir di dusun tersebut. Lanjut ke Kahuripan atau biasa dipanggil Kuripan, dusun yang menjadi pusat kajian dan kegiatan ini ternyata masih belum masuk kategori kader tanak, jika dibandingkan dengan dusun yang lain, dusun ini hanya memiliki 3 kader militan dan receh. Hebatnya di dusun Kuripanlah yang mengalami gerakan besar dalam pengelolaan event ranting.

    Untuk panjunan dan binatur, sengaja tak memberikan kesan, karna bagian ini kami rasa kurang dari pelbagai macam aspek. Untuk memangkas fenomena antropologi ini perlu berjilid-jilid memerhatikan esensinya. Esensi ialah suatu hakikat hal yang pokok dalam disiplin ilmu filsafat. Esensi yang dimaksud yakni segala bentuk kejadian manusia ataupun kausa manusia dalam menjalani hidup selalu memiliki motif, disitulah motif akan terbentuk dengan komoditas masing-masing individu pelajar Nahdliyyin, baik horizontal maupun vertikal.

    EFEKTIFITAS TEORI
    Banyak masyarakat yang tahu bahwa 2020 ini merupakan catatan besar revolusi sejarah dari modern menuju post modern. Sehingga mengusung pula perubahan pola gerakan organisasi di pelbagai klaster masyarakat. Sebagai contoh IPNU IPPNU di massa berdirinya tahun 1954 dan 1955, kala itu organisasi yang pro kontra dengan kader lanjutan masyumi dan beberapa ormas lainnya mengalami dilematis akut. Antara memposisikan sebagai santri pengabdi ataupun santri pembela, lambat laun mengalami perubahan mulai nama dan ditambah lagi sisi administrasinya (lihat sejarah perkembangan IPNU-IPPNU), pun diperkukuh demi kesatuan ideologi “nderek kiyahi”. Sehingga sampai detik ini saya yakin bahwa kelemahan organisasi santri kolektif dan kompetitif ini dapat ditutupi dengan teori Clifford Greetz.

    Dalam bukunya Daniel L. Pals, Greetz menceritakan bahwa kebutuhan organisasi religi abad 20 kemarin terlalu fokus pada peletakkan posisi organisasi diantara teoritikus yang dibahas dalam karangan budaya spiritual, sehingga menurut pandangan masyarakat majemuk, organisasi ini terlalu kolot dan tak bermartabat dihadapan bangsa pemeluk Pancasila. Sebagai solusinya pemuka ataupun pegiat ormas ini harus menawarkan konsepsi sebagai tokoh antropologi interpretative di abad 21.

    Sedang menurut Emil Durkheim, jika berbicara soal religi basis masa lebih tepat mensubordinasikan religi hanya sebatas “implikasi logis” dari terciptanya struktur masyarakat. Senada dengan hal itu Karl Marx menjastifikasi madzab atau kepercayaan hari ini menjadi kaca mata kuda bagi para pecandu pengikutnya.
    Titik tolak aksipoma (pernyataan yang diterima tanpa bukti) seseorang yang memposisikan teori organisasi adalah dengan menempatkan karya-karyanya dibarengi dengan aktualisasi logis. Karena adanya pemikiran primitif menimbulkan rangsangan ekstase pada kebutuhannya akan candu organisasi. Sedang kebutuhan teori haruslah tetap konsisten dengan instruksi hierarkis masing-masing organisasi, sepertihalnya efektifitas PR Kuripansari menahan problematika atasnya (PAC dst). Lain daripada hal itu, dilihat dari argumentasi alumni tak selalu dapat dianggap sebagai kegagalan, hanya saja dari sudut pandang ini akan menimbulkan paradigma pembanding untuk kekayaan dinamika organisasi.

    KONKLUSI
    Sebagai seorang pengamat organisasi Nahdliyyin yang baik, seharusnya seorang kader lebih mendahulukan toleransi, dan meninggalkan obyektifitas lingkup keluarga. Seperti ujar Abdur Rahman Wahid dalam skripsi Wahyu Setiawan (mhs. UIN Lampung/pengamat pemikiran Gus Dur), yakni segi-segi toleransi meliputi; 1) mengakui hak setiap orang, 2) saling menghormati keyakinan setiap orang, 3) agree in disagreement “setuju dalam perbedaan”, 4) saling mengerti dalam pelbagai kondisi sosial. Hal ini dapat diterapkan di ormas basis religi “IPNU-IPPNU”, sebab nilai tasammuh (toleransi) yang dibawa dapat mendorong potensi basis massa dan mensublim cibiran akut sosial.(rizkillah ipnu pacet)

  • THARIQAH

    THARIQAH

    SORBANSANTRI.COM
    Keterangan foto: KH. Sholeh Bahruddin Ngalah Pasuruan, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan, dan KH. Sholeh Qasim Sidoarjo).

    wp.sorbansantri.com- “Tiyang lek sampun thariqah, teng pundi-pundi panggonan, bah teng masjid, teng tegal, pasar, dalan, sekolah lan teng pundi mawon kedah dzikir. Ngelampai pendamelan nopo kemawon nggeh kedah dzikir (mlaku, ngadek, lungguh, meneng, ngomong, kedah dibarengi dzikir teng manah). Niku asmane Wuquf Qalbi: dzikir Allah, Allah, Allah, mboten leren-leren, terus-menerus teng njero ati.”

    (Orang kalau sudah berthariqah, di mana saja ia berada, entah di masjid, kebun, pasar, sekolah dan dimanapun harus dzikir. Melakukan kegiatan apa saja juga harus dzikir (berjalan, berdiri, duduk, diam, berbicara, harus dibarengi dzikir di hati). Itu disebut dengan Wuquf Qalbi: dzikir Allah, Allah, Allah, tiada henti, terus-menerus di dalam hati.

    “Lek sampun saget ngoten, lha niku lho jenenge wes iso topo (bertapa) dek njero pasar. Lha nek enggal saget dzikir ne’ wancine sepi-sepi tok, tapi nek kondisi rame ical dzikire, niku jenengan namung saget topo teng alas thok, tapi mboten saget topo teng tengah pasar. Nggeh topo wonten tengah pasar niki sing paling abbbooodt.”

    (Kalau sudah demikian, itulah yang dimaksud orang yang mampu bertapa di dalam pasar. Jika hanya bisa berdzikir di dalam kesunyian saja, sedangkan jika dalam kondisi ramai dzikirnya hilang, itu disebut hanya bisa bertapa di dalam hutan. Nah bertapa di tengah-tengah pasar inilah yang sangat berat).

    “Dene menawi wonten tiyang ingkang sampun tumut thariqah lan sampun gadah maqom, tapi klakuane awon. Niku mpun disalahaken thariqahe, balek sing salah tiyange.”

    (Adapun jika ada orang yang sudah berthariqah dan sudah memiliki maqam (derajat tertentu) tapi perilakunya buruk, yang disalahkan jangan thariqahnya melainkan orangnya).

    “Sami kados agama Islam, nggeh ngoten. Menawi wonten tiyang Islam kok ngelampai maksiat utawi keawonan, empun Islame sing disalahaken, kranten Islam ngoten sampun sae, balek umate sing salah.”

    (Sama halnya dengan Islam. Jika ada orang Islam namun suka berbuat maksiat dan keburukan, jangan salahkan Islamnya. Karena Islam itu sudah baik, hanya saja terkadang umat/penganutnya yang masih salah).

    Dawuh Romo Kyai Sholeh Bahruddin saat pengajian Selosoan, sekitar 2006 silam. Dialihbahasakan Jawa ke Indonesia dari Fp: Ngalah Community. (red)

  • RAJIN SHALAT TAPI DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG TIDAK SHALAT

    RAJIN SHALAT TAPI DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG TIDAK SHALAT

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Al-Habib Ahmad bin Umar bin Smith mengatakan yang maknanya adalah seperti ini:

    Apakah hukum orang yang gemar menyambung silaturahim dengan memberikan bantuan, hubungan baik, dan penghiburan akan tetapi ia tidak pernah menanyakan kepada mereka bagaimana keadaan agama, mereka tidak pula mengajarkan agama kepada mereka?

    Apakah ia akan dikumpulkan di hari Kiamat bersama dengan orang yang menyambung silaturahim atau bersama orang yang memutus silaturahim?

    Tanyalah kepada ulama mengenai ini sehingga kalian tidak tertipu dalam masalah ini.

    Syeikh Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitabnya at-Tanwir mengatakan bahwa, “Orang yang shalat dan menjaga shalat, akan tetapi ia memiliki keluarga yang tidak shalat, tidak memerintahkan mereka untuk shalat, tidak pula menegur atau mengucilkan mereka maka ia tidak akan dikumpulkan bersama orang-orang yang shalat, kelak ia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang meninggalkan shalat. Walaupun ia selalu shalat di awal waktu, berjamaah dan di shaf pertama.

    Maka tegakkanlah perintah Allah di kalangan keluarga kalian, seretlah mereka ke surga. Jika tidak, mereka yang akan menyeretmu ke neraka.
    .
    [ Kitab Majmu’ Kalam Habib Ahmad bin Umar bin Smith hal. 258 ]

  • Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin

    Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin

    SORBANSANTRI.COM
    Mohammad Morsy, Presiden Mesir hasil pemilu demokrasi setelah kejatuhan rezim Husni Mubarok. Morsyi kemudian di kudeta militer Mesir karena dituduh mereka ingin mensyariahkan Islam seluruh Mesir dengan partainya yaitu ‘Ikhwanul Muslimin’ tanpa mengindahkan golongan minoritas dan meninggalkan militer

    SORBAN SANTRI- Jakarta – Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan–cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera–memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah. Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.

    Latar belakang Hilmi sebagai anak Panglima Militer Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, menurut Yusuf, juga sudah diketahui banyak pendiri PK lainnya ketika itu. Hilmi mengenal Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air. Yusuf juga mengaku bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hilmi itu. Karena itulah, di awal masa perkembangannya, PKS banyak dibantu gerakan persaudaraan muslim itu. “Ketika pertama kali ikut Pemilu 1999 lalu, kami juga disokong secara pendanaan dari Timur Tengah,” kata Yusuf. Jumlahnya, kata Yusuf, sampai lebih dari 90 persen. (abi sorban)

    sumber

  • ISYARAT SANG KYAI -bag 1-

    ISYARAT SANG KYAI -bag 1-

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Para kyai, yang ‘alim ‘allamah dan wira’i senantiasa di kuasakan oleh Allah untuk menjaga jam’iyah kita tercinta, Nahdlatul Ulama.

    Beliau-beliau yang seperti di sampaikan dalam Al-Qur’an, sudah mencapai tingkatan : la takhafuu lawmata laaim ; tidak takut akan cacian manusia.

    Salah satu dari sekian banyak ulama di NU, adalah : KH. Anwar Manshur, Rais Syuriyah PWNU JATIM saat ini, kyai -yang menurut kami- sangat alim, allamah dan sangat wira’i.

    Beliau ini dalam setiap event pilihan, baik pemilu legislatif atau pilihan jabatan politik -semenjak reformasi- istiqamah untuk memberikan isyarat pilihan kepada para santri, Muhibbin dan Nahdliyyin pada umumnya.

    Tentu ini berdampak banyak hal pada beliau ; pujian, sanjungan, dan bahkan cacian dan makian juga pernah beliau rasakan.

    Banyak juga alumni dari pesantren asuhan beliau, pernah mengeluh atau tepatnya ngeman terhadap sikap beliau dalam setiap event pemilihan politik, yang bisa jadi akan memberi efek negatif pada Sang Kyai.

    Beliau tetap keukeuh dengan prinsip beliau ini, dan di setiap event pilihan politik bisa di pastikan beliau akan selalu memberikan isyarat pilihan beliau pada masyarakat luas.

    Teringat dawuh Gus Dur ; “Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba yang amatiran”. (abi SORBAN)

    #santri nderek kyai
    #nderek kyai sampai mati
    #nu jama’ah – NU jam’iyah

  • ESENSI KHITTAH NU -bag 2-

    ESENSI KHITTAH NU -bag 2-

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- KH. Wahid Hasyim (Ayahanda Gus Dur) adalah tokoh pertama yang menyuarakan Khittah. Dan ini di pahami dengan benar oleh penerus sanad keilmuan beliau , yakni KH. Ahmad Shiddiq. Beliau inilah yang memformulasikan konsepsi Khittah NU bersama Gus Dur, putra KH. Wahid Hasyim.

    NU TIDAK KEMANA², TAPI ADA DI MANA².
    Ungkapan ini sangat terkenal di awal era pemberlakuan Khittah (Pemilu 1987). Ungkapan ini sebenarnya segaris dengan gerakan yang digagas oleh tokoh-tokoh NU saat itu, yakni ; PENGGEMBOSAN PPP.

    Sebuah ungkapan, seyogyanya kita pahami makna yang tak tertulis. Satu contoh ; “Islam kami adalah Islam tanpa sekat, tanpa memperhatikan golongan”
    Ungkapan ini, sebenarnya ingin menghilangkan sekat golongan, melepas sekat madzhab dan mengajak semua orang Islam untuk masuk ke dalam golongan mereka.

    NU yang sejak tahun 1972 – 1984 berfusi di dalam sebuah partai, dengan ungkapan tersebut, NU membebaskan Nahdliyin untuk memilih, tentu dengan maksud utama adalah menghabiskan kekuatan partai tersebut, yang tidak “memperhatikan NU”

    Kalau di cermati dalam perjalanan sejarah, ungkapan NU TIDAK KEMANA-MANA, TAPI ADA DI MANA-MANA ini tidak lagi di dengungkan saat reformasi datang, pada tahun 1998. (abi sorban)

    #santri nderek kyai
    #nderek kyai sampai mati
    #nujamaah-nujamiyah