Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Bagaimana tentang keindahan Allah Ta’ala ?

    Bagaimana tentang keindahan Allah Ta’ala ?

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Keindahan Allah tak bisa disifatkan, karena berbeda dengan segenap makhluk dan tidak menyerupai makhluk, Allah Ta’ala itu sangat Indah, dan akan semakin indah terasa, dengan hubungan batin kita yang semakin banyak meninggalkan larangannya dan mematuhinya,
    Dia ‘Azza wa Jalla akan mengalirkan cinta kepada hati hamba-Nya sehingga hamba-Nya mulai asyik pada Nya.

    Nah.. inilah sorga terindah sebelum mereka mengenal sorga, dan kelak mereka melihat keindahan Allah, dan Allah jadikan tempat tinggal mereka di sorga, dan sungguh jika disuruh memilih untuk tinggal di neraka namun boleh melihat keindahan Allah maka semua mereka akan meninggalkan sorga dan masuk ke neraka.

    Sebagaimana diriwayatkan ketika seorang hamba yang terakhir keluar dari neraka setelah mungkin ratusan ribu tahun dihancur leburkan di api neraka, setelah jutaan kali tubuhnya dihidupkan kembali dan disiksa, lalu ia dihadapkan pada Allah.., ia melihat Allah.., lalu Allah bertanya padanya, hambaku, berapa lama kau di api neraka?, hamba itu berkata : “aku tak pernah merasakan siksa neraka..”.
    kenapa?, hilang seluruh kepedihan neraka karena melihat keindahan Allah Ta’ala…

    Nah.., namun Allah menempatkan hamba hamba yang rindu pada-Nya adalah di sorga, maka mereka meminta sorga karena tahu sorga adalah tempat terdekat pada Allah, mereka mendambakan sorga karena itu tempat orang yang dicintai Allah, mereka mengharap sorga karena di sorga lah mereka akan sering berjumpa dan melihat Allah. (abi sorban)

  • Ajak ke Sorga dengan cara Neraka

    Ajak ke Sorga dengan cara Neraka

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – “Hari-hari ini kita menyaksikan banyak sekali orang-orang yang ingin mengajak ke surga tapi dengan cara neraka,” kata Gus Mus.

    Padahal jika mengikuti teladan Rasulullah SAW, amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan berlandaskan kasih sayang. Menurut Gus Mus, amar ma’ruf nahi munkar adalah manifestasi dari kasih sayang.

    “Orang tidak akan beramar makruf nahi munkar terhadap sesama kalau dia tidak menyayangi sesama itu. Tapi akhir-akhir ini lalu amar makruf nahi munkar tidak berlandas kasih sayang tapi banyak berlandas kebencian, dan itu salah memahami perilaku Rasulullah SAW,” kata pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.

    Tak lupa, Gus Mus berpesan agar para kiai dan ulama memberikan contoh dan teladan seperti Rasulullah SAW. Harapannya, hal ini bisa meluruskan kesalahan yang terjadi di masyarakat selama ini. Jika tidak bisa persis meniru perilaku Rasulullah paling tidak bisa mendekati.

    “Persis atau mendekati saja sulit, mendekati perilaku Rasulullah. Tapi, sedikit banyak kita berusaha, misalnya dari kasih sayang, kasih sayang ini saya kira mestinya semuanya bisa, kalau mempunyai hati dan sanubari,” kata Gus Mus

    (abi sorban)

  • SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Apalagi Sama Mereka Yang Punya Niat Aneh-Aneh Sama Negara…  Yah masih ingatkan? dengan Muktamar NU ke-29 tahun 1994 lalu di Cipasung, Tasikmalaya.
    Ketika itu Orde Baru berusaha mengkudeta NU dari tangan Gus Dur dengan membuat sosok tandingan bernama Abu Hasan.
    Namun Gus Dur secara heroik tetap berhasil memenangkan pemilihan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun berikutnya. Para ulama-pun “tetangisan” karena Gus Dur mampu melewati tekanan rezim Soeharto yang datang bertubi-tubi sejak bertahun sebelumnya.
    Beberapa surat kabar mengandaikan pertarungan ini seperti oplet melawan panser, dan oplet memenangkannya.
    Mohamad Sobary menangkap peristiwa dramatis itu dengan tulisan yang tak kalah sarkastisnya “Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu Hasan.”
    NU sejak dulu jadi sasaran untuk direbut, dipecah, jika perlu dihancurkan. Ini terjadi karena NU adalah tipikal “benda hidup yang mudah bergaul, tapi tidak mudah untuk digauli”, meminjam penerjemahan HB. Jassin dalam Zarathustra.
    NU adalah ganjalan bagi siapapun yang punya niat “aneh-aneh” terhadap bangsa ini. Banyak yang terkecoh – seolah gampangan, tapi ketika diajak berkhianat kepada Pancasila, NU tak mau kompromi.
    Karenanya sudah dengan berbagai cara NU berusaha dikebiri, sejak era PKI, HTI hingga era FPI.
    NU oleh kaum komunis bahkan disebut “Para Penyembah Tahayul”, oleh kaum Wahabi disebut “Para Penyembah Kuburan” dan berkali-kali Rizieq Shihab menyerang Ketua Umum NU sembari menghina dengan “membuta-butakan” Gus Dur.
    Tapi dasar NU, ia tak pernah bergeser. “Maqomnya” sebagai pengawal kemajemukan bangsa tetap terjaga istiqomah.
    Rumus paling sederhana adalah siapapun yang punya niat jahat dengan bangsa ini, pasti ingin melumpuhkan NU sebagai jurus awal.
    Dan itu dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh warga yang mengaku aqidah-nya sama. Janganlah mengira bahwa FPI amaliyah-nya berbeda dengan NU, termasuk mereka yang mengepung kediaman ibunda Mahfud MD kemarin – mereka sama, hanya niatan kepada bangsa ini berbeda.
    Kesetiaan Nahdlatul Ulama kepada negara ini tidak akan pernah berubah. Dan tidak akan pernah mengendur hanya karena stigma “receh” yang seringkali diarahkan pada NU.
    NU mungkin saja oplet, tapi pernah mengalahkan panser – mereka yang sekedar gerobak, harap berpikir ulang untuk bisa menghancurkan NU.
    Dan akhirnya, ternyata karomah para masyayih NU adalah salah satu senjata ampuh masih kuat & tegaknya NU.
    Alhamdulillaah… (PC NU BREBES)
  • LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    Sorban santri.com –Tim NU Peduli Cilacap yang terdiri dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kembali menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), Kamis (3/12/2020).

    SORBANSANTRI.COM
    Antrian warga saat baksos

    Kegiatan kali ini bertempat di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Wilayah tersebut sebelumnya terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai.

    SORBANSANTRI.COM
    Tim dari LKNU saat memeriksa warga

    Oleh sebab itu, LKNU dan LAZISNU Cilacap berinisiatif mengadakan baksos di Desa Tarisi setelah sebelumnya juga mengadakan pengobatan gratis beserta bantuan di Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya yang juga sebelumnya terdampak banjir.

    “Ini sudah kewajiban LKNU untuk membantu masyarakat dalam pengobatan, apalagi sebelumnya wilayah tersebut terdampak banjir, sehingga yang dikhawatirkan timbul berbagai macam penyakit.” Ucap Basith Wahib dari LKNU Cilacap.

    Terpisah, Divisi Program NU Care-LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan kendaraan yang dimiliki LAZISNU, kendaraan tersebut membawa peralatan dan obat-obatan untuk pengobatan gratis.

    Bpk Kusdiono warga rt02 rw09 merasa sangat berterima kasih kepada seluruh jaringan yang terkait dengan adanya pengobatan gratis yang di ada oleh lembaga LKNU dan LAZISNU CILACAP, kegiatan baksos ini benar benar membantu warga dan menharapkan bisa di jadwalkan rutin tanpa menunggu adanya bencana melanda

    By: sodikin sorban

  • TEXT LIRIK BACAAN FAHTAZAL DAN MAHALLUL QIYAM

    TEXT LIRIK BACAAN FAHTAZAL DAN MAHALLUL QIYAM

    SORBANSANTRI.COM

    بِسمِ اللّهِ الرَّحمَنِ الرَّحِيمِ

    ﻓَﺎﻫْﺘَﺰَّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵُ ﻃَﺮَﺑًﺎ ﻭَﺍﺳْﺘِﺒْﺸَﺎﺭًﺍ

    ﻭَﺍﺯْﺩَﺍﺩَ ﺍﻟْﻜُﺮْﺳِﻲُّ ﻫَﻴْﺒَﺔً ﻭَﻭَﻗَﺎﺭًﺍ

    ﻭَﺍﻣْﺘَﻠَﺄَﺗِﺎﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕُ ﺃَﻧْﻮَﺍﺭًﺍ

    ﻭَﺿَﺠَّﺖِ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎٓﺋِﻜَﺔُ ﺗَﻬْﻠِﻴْﻠًﺎ ﻭَﺗَﻤْﺠِﻴْﺪًﺍ ﻭَﺍﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭًﺍ

    (ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺍْﻟﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ ﻭَﻻ ﺍِﻟﻪَ ﺍﻟّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮ)

     وَلَم تَزَل اُمُّهُ تَرَی اَنوَاعًامِن فَخرِهِ وَفَضلِهِ

     اِنئَ نِهَايَةِتَمَامِ حَملِهِ

     فَلَمَّااشتَدَّبِهَاالطَّلقُ بِاِذنِ رَبِّهِ الخَلقِ

     وَضَعَتِ الحَبِيبَ صَلَّی اللّهُ عَلَيَهِ وَسَلَّمَ سَا جِدًاشَاکِرًاحَامِدًاکَاَنَّهُ البَدرُفِی تَمَامِهِ

     (محل القيام) ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢ

    يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ 

    يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ 

    يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ 

    صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ 

    اَشْـرَقَ الْكَوْنُ ابْـتِـهَاجَــا 

    بِوُجُوْدِ الْمُصْطَفَى اَحْمَـدْ 

    وَلِاَهْلِ الْكَـوْنِ اُنْــــسٌ 

    وَسُرُوْرٌ قَـدْ تَـجَـدَّدْ 

    فَاطْـرَبُـوْا يَااَهْلَ الْمَثَانِـي 

    فَهَـزَارُ الْيُـمْنِ غَـرَّدْ 

    وَاسْتَضِيْؤُا بِجَمَالِ 

    فَاقَ فِى الْحُسْنِ تَفَرَّدْ 

    وَلَنَا الْـبُـشْرَى بِـسَـعْدٍ 

    مُسْـتَـمِرٍّ لَيـْـسَ يَنْـفَــدْ 

    حَيْثُ اُوْتِيْناَ عَطَاءَ 

    جَمَعَ الْفَخْرَالْمُؤَبَّدْ 

    فَلِرَبِّي كُلُّ حَمْدٍ 

    جَلَّ اَنْ يَحْصُرَهُ الْعَدْ 

    اِذْحَبَانَابِوُجُوْدِ 

    اَلْ مُصْطَفَى الْهَادِي مُحَمَّدْ 

    مَرْحَبًامَرْحَبًا يَانُوْرَالْعَيْنِ 

    مَرْحَبًامَرْحَبًاجَدَّ الْحُسَينِ 

    مَرْحَبًا يَارَسُوْلَ اللهِ اَهْلًا 

    مَرْحَبًا بِكَ اِنَّا بِكَ نُسْعَدْ 

    مَرْحَبًا وَبِجَاهِه يَااِلَهِي 

    مَرْحَبًاجُدْوَبَلِّغْ كُلَّ مَقْصَدْ 

    وَاهْدِنَانَهْجَ سَبِيْلِه 

    كَيْ بِهِ نُسْعَدْ وَنُرْشَدْ 

    رَبِّ بَلِّغْنَا بِجَاهِه 

    فِى جِوَارِه خَيْرَ مَقْعَدْ 

    وَصَلَاةُ اللهِ تَغْشَى 

    اَشْرَفَ الرُّسْلِ مُحَمَّدْ 

    وَسَــلَامٌ مُسْتَــمِرٌّ 

    كُلَّ حِيْنٍ يَـــتَــجَــدّدْ 

    صَلَّى اللهُ عَلىَ مُحَمَّد 

    صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم 

    رَبِّ فَااغْفِرْلِي ذُنُوْبِي 

    بِبَرْكَةِ الْهَادِي مُحَمَّد 

    رَبِّ فَاجْعَلْ مُجْتَمَعْنَا 

    غَايَتُه الْحُسْنُ الْخِتَامِ 

    وَاعْطِنَا مَاقَدْ سَأَلْنَا 

    مِنْ عَطَايَكَ الْجِسَامِ 

    وَاكْرِمِ الْاَراَحَ مِنَّا 

    بِلِقَاءِ خَيْرِ الْاَنَامِ 

    وَابْلِغِ الْمُخْتَارَ عَنَّا 

    مِنْ صَلَاةٍ وَسَلَامٍ

  • Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Shalawat Nariyah merupakan salah satu shalawat yang mustajab. Shalawat ini juga diyakini para ahli sebagai kunci gudang yang mumpuni. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundah dan Jabir, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:“Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”

    Oleh karena itu, maka tak heran apabila shalawat Nariyah sering dilantunkan oleh umat muslim. Pasalnya bacaan shalawat ini diyakini memiliki banyak keutamaan. Lantas apa saja manfaat membaca shalawat Nariyah? Simak beberapa manfaatnya berikut ini.

    1. Dibukakan Pintu Rezeki
    2. Dikabulkan Hajatnya
    3. Dimudahkan Urusannya
    4. Dihindarkan dari Bahaya

    Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

  • Selamat hari Jumat

    Selamat hari Jumat

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Mari tingkatkan terus manfaat umur kita untuk bisa membantu orang lain. Minimal tidak memberatkan pekerjaan orang lain. InsyaAllah dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang tidak terduga. Senyum itu ibadah, marah itu mudah. Tapi, sabar itu lebih indah.”*

    Selamat menunaikan ibadah Shalat Jum’at

    Sesuai Waktu Daerah Masing – Masing…

    Pada hari Jum’at, Allah mensyari’atkan untuk shalat Jum’at,

    Hukum shalat Jum’at adalah wajib dengan dasar Al Qur’an firman Allah,Surat Al Jum’ah ayat 9.

    • يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Jum’ah:9)(Red)

  • Aqidah, Syariah, Fikih dan Akhlah/Tasawuf. dalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

    Aqidah, Syariah, Fikih dan Akhlah/Tasawuf. dalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Jika dakwah terlalu mengedepankan Aqidah dengan mengabaikan yang lain maka kecenderungan bagi da’i tersebut adalah mengafir-kafirkan. Jika Fikihnya yang terlalu menonjol maka akan menyesat-sesatkan. Jika terlalu dominan pada Tasawuf akan memiliki kecenderungan pembiaran sambil mengira akan ada perubahan.
    Maka yang tepat adalah keseimbangan 3 hal tersebut. Jika ada penyimpangan dari umat maka akan dibimbing dengan kesantunan, kasih sayang, etika dan sebagainya.
    Kita lihat saat Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Fir’aun -Raja yang mengaku Tuhan-, maka Allah berfirman:
    ‎فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
    “Maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Ţāhā: 44).
    Imam Al-Qurthubi menyelaraskan dengan keadaan kita saat ini dalam berdakwah:
    ‎ﻓﺎﻟﻘﺎﺋﻞ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ، ﻭاﻟﻔﺎﺟﺮ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﺧﺒﺚ ﻣﻦ ﻓﺮﻋﻮﻥ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮﻫﻤﺎ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺎﻟﻠﻴﻦ ﻣﻌﻪ.
    Kita tidak lebih mulia dari pada Nabi Musa dan Nabi Harun. Orang yang kita dakwahi tidak lebih buruk dari pada Fir’aun, padahal Allah memerintahkan kepada kedua Nabi tersebut untuk berkata lembut kepada Fir’aun.
    ‎ﻭﻗﺎﻝ ﻃﻠﺤﺔ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﻗﻠﺖ ﻟﻌﻄﺎء ﺇﻧﻚ ﺭﺟﻞ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻙ ﻧﺎﺱ ﺫﻭﻭ ﺃﻫﻮاء ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ، ﻭﺃﻧﺎ ﺭﺟﻞ ﻓﻲ ﺣﺪﺓ ﻓﺄﻗﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺑﻌﺾ اﻟﻘﻮﻝ اﻟﻐﻠﻴﻆ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻻ ﺗﻔﻌﻞ! ﻳﻘﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:” ﻭﻗﻮﻟﻮا ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺣﺴﻨﺎ”. ﻓﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻵﻳﺔ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭاﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺎﻟﺤﻨﻴﻔﻲ
    Talhah bin Umar berkata kepada Atha’: “Kamu dikelilingi banyak orang yang berbeda keinginan. Sementara saya orang yang tegas. Saya berkata kepada mereka dengan kata-kata yang kasar”. Atha’ berkata: “Jangan lakukan itu! Allah berfirman: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Al-Baqarah 83). Dalam ayat ini diperintah berkata yang baik kepada Yahudi dan Nasrani, apalagi sesama Muslim (Tafsir al-Qurtubi 2/16)
  • Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

    Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

     

    SORBANSANTRI.COM

    Pamekasan, NU Online Jatim

    wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).

    Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.

    Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.

    Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

    Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.

    “Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.

    Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.

    Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.

    Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.

    Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.

  • Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

    Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Adzan merupakan panggilan bagi umat muslim sebagai penanda waktunya untuk menunaikan kewajiban salat fardu. adzan dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu.

    Ketika seorang muslim mendengarkan adzan maka disunahkan untuk menjawab adzan tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin mengucapkan: “Hayya alash-shalah”, “Hayya alal-falah”, dan “Ashsalatu khairum minan-naum”.

    Di Indonesia sendiri hampir setiap tempat hanya berjarak beberapa kilometer sudah ada masjid atau mushola, bahkan adzan bisa dikumandangkan secara bersamaan.

    Ada hal yang menarik di Indonesia mengenai adzan, dimana, adzan adalah sebuah kumandang yang tidak akan pernah berhenti. Setiap daerah memiliki waktu adzan yang berbeda-beda. Sehingga suara ini akan terus berderu selama 24 jam tanpa henti.

    “Wa anum minallhi wa raslih ilan-nsi yaumal-ajjil-akbari annallha bar`um minal-musyrikna wa rasluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa’lam annakum gairu mu’jizillh, wa basysyirillana kafar bi’abin alm.”

    Artinya: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.

    Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.

    Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

    Berikut ini lafadz adzan:

    Arab:

    (٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

    (٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

    (٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

    (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

    (١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

    (١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

     

    Latin:

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

    Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

    Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

    Hayya ‘alashshalaah (2x)

    Hayya ‘alalfalaah. (2x)

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

    Laa ilaaha illallaah (1x)

    Artinya :

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah

    Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

    Marilah Sholat

    Marilah menuju kepada kejayaan

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Tiada Tuhan selain Allah

    Kemudian, untuk lafadz adzan subuh ada kalimat yang ditambahkan, yakni

    Arab: اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

    Latin: Ash-shalaatu khairum minan-nauum

    Artinya: Sholat itu lebih baik dari pada tidur

    dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya ‘alalfalaah

    (abi sorban)