Kategori: Sejarah

studi tentang masa lalu, termasuk peristiwa, tokoh, budaya, dan perkembangan yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Studi sejarah mencakup penelitian, interpretasi, dan analisis terhadap sumber-sumber sejarah, seperti dokumen tertulis, artefak arkeologi, rekaman audio-visual, dan saksi mata. Tujuan dari studi sejarah adalah untuk memahami dan menggambarkan evolusi manusia, peradaban, kebudayaan, dan peristiwa yang membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.

  • Verifikasi Persyaratan Calon Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Dilakukan By Phone

    Verifikasi Persyaratan Calon Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Dilakukan By Phone

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Seperti lempar koin di pertandingan futsal yang diadakan di PC GP Ansor kab. Mojokerto. Pada konferensi pemilihan pimpinan ketua GP Ansor kab. Mojokerto kembali lagi melakukan spekulasi dalam kegiatan tersebut dengan melakukan by phone untuk melengkapi verifikasi dokumen persyaratan calon pimpinan Ansor di kab. Mojokerto.

    Hal ini dilakukan dikarenakan salah satu calon tidak bisa menunjukkan surat atau dokumentasi syarat-syarat maju dalam bursa calon ketua GP Ansor kab. Mojokerto pada waktu itu. Dan anehnya pimpinan sidang dari PW GP. Ansor Jawa Timur mengesahkan cara tersebut setelah melakukan negosiasi musyawarah dengan peserta sidang konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto.(12/12/21)

    Banyak peserta belum memahami materi yang akan dibahas dalam konfercab PC GP Ansor kab. Mojokerto yang diadakan di Gedung PCNU kab. Mojokerto. ” Saya harapkan materi itu sudah tersebar ke tangan saya sebagai bahan untuk dipelajari”. kata sahabat Ngateno salah satu peserta sidang konfercab PC GP Ansor tersebut.

    Minimnya pengetahuan tentang tatib khususnya kader Ansor dikhawatirkan sebagai salah satu kelemahan organisasi. Mengingat Ansor adalah BANOM NU yaitu organisasi besar dan selalu ada dalam garda terdepan mengawal NKRI dan Ulama’. Dan Ansor bukan organisasi yang abal-abal. (abi sorban)

  • ADAB DAN PROFIL SANTRI SEBELUM KONFERENSI

    ADAB DAN PROFIL SANTRI SEBELUM KONFERENSI

    SORBANSANTRI.COM
    Muhammad Mahbubulloh ( Gus Mahbub ) bakal calon pada Konferensi PC GP Ansor 2021

    wp.sorbansantri.com – Tinggal 5 hari lagi pesta demokrasi konferensi PC GP Ansor 2021 kab. Mojokerto digelar (12/12/21). Dan sudah ada beberapa calon yang siap untuk memimpin Ansor kab. Mojokerto kedepan salah satunya adalah Muhammad Mahbubulloh yang biasa disapa Gus Mahbub. Beliau sudah memastikan maju pada konferensi yang akan diadakan tanggal 12 Desember 2021 dan pada minggu pagi kemarin (5/12/2021) sudah sowan dan minta restu kepada Gus Ali selaku ketua PC GP Ansor kab. Mojokerto.

    Dalam pertemuan yang berlangsung di PP. Al-Istiqomah Mojokarang Dlanggu (5/12), banyak membahas tentang Ansor kab. Mojokerto ke depan “ semakin banyak calon pada konferensi kali ini, berarti kaderisasi Ansor di kab. Mojokerto berhasil ” kata Gus Ali M. Nasih (Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto).

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Mahbub sowan dan minta restu pada Gus Ali untuk maju dalam Konferensi PC GP Ansor Kab. Mojokerto 2021

    Gus Mahbub adalah putra dari KH. Mubayyin Syafi’i (pengasuh PP. Al Falah Pacet) yang sangat aktif dalam pergerakan NU sekaligus pembina serta Penasihat di PAC IPNU-IPPNU kec. Pacet. Sekarang beliau menjabat Sekretaris RMI-NU Kab. Mojokerto dan Anggota LBH PC GP Ansor kab. Mojokerto. Tahun 2018-2020 beliau pernah menjadi Wakil Bendahara PAC GP Ansor Kec. Pacet. Tahun 2014-2016 menjadi PJ. Ketua PAC IPNU kecamatan Pacet dan Lembaga Dakwah PC. IPNU kab. Mojokerto Tahun 2014-2016.

    Loyalitas beliau pada pergerakan NU khususnya kepemudaan seperti Ansor dan IPNU-IPPNU sudah tidak diragukan lagi dengan dimulainya ikut kaderisasi formal PKPNU Mojokerto 2014, PKD di Paciran Lamongan 2016, PKL di SMP Teknologi Informasi Al Hidayah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto 2021.

    Sedangkan prestasi beliau di kegiatan kepemudaan adalah pelopor eksisnya IPNU-IPPNU  serta perintis kaderisasi PAC GP Ansor disamping itu juga beliau merupakan penggerak serta perintis PAC Pagar Nusa di Kec. Pacet. Beliau berkontribusi besar pada media kebanggaan Infokom Banser Kab. Mojokerto yang sekarang ini lebih dikenal dengan Sorban Santri. Asal tahu saja, beliau yang menambahkan kata santri yang sebelumnya adalah SorBan (Ansor Banser) NU.(red sorban)

  • “Wagub Jatim Emil Dardak Hadir Di Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas Mojokerto”

    Sorban santri. Com – Pelaksanaan Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas digelar di Kediaman KH. Khusein Ilyas, Desa Karangnongko, Kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto pada Kamis malam (25/11/21). Acara Haul digelar secara online dan offline.

    Tampak hadir dalam acara peringatan Haul tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Dardak, Dr. KH. Syukron Jazilan, KH. Maksum Maulani, KH. Hambali, dan beberapa tamu undangan serta masyarakat sekitar.

    Mewakili tuan rumah, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan ucapan terima kasih kepada KH. Khusein Ilyas yang telah mempercayakan sambutan atas nama tuan rumah.

    Selanjutnya, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan bahwa acara Haul merupakan kegiatan yang sangat baik serta untuk meneladani para Masyayikh khususnya Mbah Ilyas. Karenanya ia mendukung diselenggarakannya Haul Haul Kyai Kyai lainya,Lebih lebih dengan cara alternatif model Haul seperti Haul nya Mbah Kiai Ilyas. Yakni secara online dan offline.

    “Dengan model haul ini, bisa dicontoh pada acara Haul-haul lainnya” terang Emil

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Dr. KH. Syukron Djazilan. Dan kemudian mauidoh hasanah oleh KH. Hambali. Dalam mauidoh hasanahnya KH. Hambali menjelaskan tentang keutamaan memiliki amal yang ikhlas. Dengan keikhlasan maka kehidupan kita akan ditata oleh Allah SWT.

    Akhir acara ditutup dengan bacaan do’a oleh KH. Maksum Maulani.

    (Anwar – Sorban)

    Tags sooko
    Navigasi pos

  • Berkah Sholawat Hutang Minggat

    Berkah Sholawat Hutang Minggat

    wp.sorbansantri.com – Nama KH Abdullah Faqih, tak lagi asing bagi masyarakat Indonesia. Semasa hidupnya, tokoh kelahiran Widang, Tuban pada 2 Mei 1932 ini dikenal sebagai panutan dan rujukan para ulama dan umara di nusantara.
    Putra dari Kiai KH Rofi’i Zahid dan Nyai Khodijah ini, mengembangkan Pesantren Langitan dan berhasil mencetak kader-kader ulama andal yang mumpuni di bidang agama.
    Di mata santrinya, Mbah Faqih, begitu akrab disapa, adalah sosok yang alim, wara’, dan mempunyai intuisi batin yang sangat kuat. Kedekatannya dengan para santri yang pernah belajar dan berinteraksi langsung dengan almarhum meninggalkan kesan mendalam.
    Salah satunya, kesan yang membekas hingga kini dalam ingatan Pengasuh Pondok pesantren Al-Falahiyyah Mlangi Yogyakarta, KH Rifki Agus Maksum. Kiai Rifki menceritakan kisahnya sambil menangis tersedu-sedu.
    Santr Mbah Faqih ini menangis karena teringat pengalamannya saat sowan kepada gurunya tersebut.
    Saat itu, kiai yang akrab dipanggil Gus Rifki ini mengalami masalah besar karena usaha ternak bebeknya bangkrut dan terlilit utang ke bank.
    Akhirnya, Gus Rifki sowan kepada Mbah Faqih untuk meminta petunjuk.
    “Waktu itu saya bangkrut. Terus saya sowan sama kiai, terus saya belum bicara apa-apa beliau sudah tahu kalau saya bangkrut,” ucapnya.
    Kemudian, Gus Rifki diberikan ijazah dua amalan shalawat oleh Mbah Faqih, yaitu bacaaan,
    Shalllahu ‘ala Muhahamad dan shallahu alaika ya Muhammad.
    Mbah Faqih menyuruhnya membaca dua shalawat itu setiap malam.
    “Baru 30 hari, masya Allah saya langsung dapat uang waktu itu 2005, saya dapat Rp 200 juta sehingga utang saya lunas. semua selesai,” katanya.
    Saat itu Mbah Faqih juga mengatakan kepada Gus Rifki bahwa jika mengamalkan shalawat tersebut secara istiqamah Gus Rifki akan berangkat naik haji. Perkataan Kiai Fakih itupun menjadi kenyataan.
    “Dan benar, pada 2005 saya dapat inayah, dan pada 2007 alhamdulillah saya haji. Jadi beliau makrifat betul, saya tahu betul itu,”. (pesantren online)
  • ANSOR BANSER kecamatan Mojosari Melaksanakan Upacara Bendera 17 Agustus Dengan Penuh Khidmat

    ANSOR BANSER kecamatan Mojosari Melaksanakan Upacara Bendera 17 Agustus Dengan Penuh Khidmat

    Sorbansantri.com – 17 Agustus 1945 merupakan Hari  Kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana pada waktu itu di bacakan Teks Proklamasi oleh Soekarno dan Hatta atas nama Bangsa Indonesia.

    Berbagai macam perlombaan tradisional di lombakan dari mulai Sabang sampai Merauke,serta tidak kalah semaraknya dengan berbagai macam perlombaan yaitu pelaksanaan Upacara Bendera Merah Putih yang di adakan di berbagai kalangan,mulai Masyarakat,lembaga pendidikan,Organisasi Masyarakat,Pegawai Negeri maupun Swasta,bahkan sampai tingkat kenegaraan.

    ANSOR BANSER kec.Mojosari adalah salah satu organisasi keagamaan dan masyarakat yang melaksanakan Upacara Bendera 17 Agustus 2021.meskipun pelaksanaannya tidak semeriah tahun tahun sebelumnya dikarenakan ada wabah Corona Covid-19. Tapi tetap tercermin sikap khidmat,cinta serta jiwa Nasional yang tinggi  sahabat sahabat ANSOR BANSER terlihat di acara upacara tersebut.

    Upacara Bendera 17 Agustus tersebut dilaksanakan pada Selasa pagi (07.00) yang bertempat di halaman sekolah MI Roudhotul Ulum Dusun Lontar Desa Kebondalem Kec.Mojosari Kab.Mojokerto.

    Sebagai Inspiktur Upacara dipimpin langsung oleh ketua PAC GP kec.Mojosari SAMSUL MA’ARIF dan sebagai Komandan Upacara Kepala Provost Banser kec.Mojosari sahabat SARWANDI.

    Dalam amanat Upacara SAMSUL MA’ARIF mengatakan tentang pentingnya menghormat dan menghargai jasa para Pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

    SAMSUL MA’ARIF mengatakan “Kita adalah penerus para Pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia,kita tidak ikut menumpahkan darah dan mengorbankan nyawa maka untuk itu,mari kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dari mereka yang mau merusak dan mengganggu Negara kita ini” melanjutkan dalam sambutanya “dimasa Pandemi Corona ini mari kita saling menjaga kesehatan diri kita dan orang lain biar kita semua terbebas dari Covid-19”

    Upacara berjalan dengan tertib dan lancar,setelah selesai diadakan do’a bersama untuk Negeri Indonesia tercinta ini.

    (Anwar-sorban)

  • Artikel Yang Sangat Ilmiah dan Logis : Kondisi Negeri Ini

    Artikel Yang Sangat Ilmiah dan Logis : Kondisi Negeri Ini

    Sorbansantri.

    1. Orang cuma sakit ginjal kok disebut Covid, diabetes disebut Covid, batuk pilek juga Covid? Kenapa semua penyakit setelah diswab jadi positif Covid? Apa RS sengaja mengcovidkan?

    Jawab (J) : Bukan sengaja meng-Covidkan. Tapi ada yang namanya Komorbid, alias penyakit lain yang timbul karena masuknya virus Covid. Virus Covid bukan cuma menyerang paru2, tapi menyerang daya tahan tubuh. Makanya orang yg punya penyakit bawaan jika terkena Covid akan makin parah penyakit bawaannya.

     

    1. Kenapa orang Covid kebanyakan meninggal di RS? Ga di jalan, di pasar, di rumah, dll?

    J: Nah sekarang banyak kan yang meninggal dalam masa Isoman. Artinya RS bukan penyebab Covid. Banyak yg meninggal di RS karena orang2 dgn kondisi kritis pasti dibawanya ke RS, ga mungkin dibawa ke pasar, kelurahan, dll. Kalau kondisi sudah kritis ya harapan hidup tinggal sedikit. Kalau orang kritis dibawa ke pasar, pasti meninggalnya di pasar juga. Kalaupun ada yg meninggal tiba-tiba di pasar, pasti ujungnya dibawanya ke RS buat diperiksa penyebab kematiannya. Intinya banyak yg meninggal di RS bukan berarti RS penyebab kematiannya.

     

    1. RS sengaja meng-Covidkan pasien supaya banyak untung

    J: Kalau RS sengaja Covidkan pasien demi untung, kok yang meninggal malah banyak Dokter dan Nakes? Bukankah itu merugikan RS sendiri? Memang benar ada oknum RS nakal yang memukul rata semua diagnosa dengan Covid, tapi jangan samakan semua RS seperti itu. Banyak Dokter dan Nakes yang gugur karena Covid, bukti bahwa RS pun sebenarnya kelabakan menangani Covid.

     

    1. Bukankah Covid bisa sembuh sendiri seperti yang dibilang Dr Terawan?

    J: Kalau imunitas kita baik, biarpun virus itu masuk ke badan kita, virus itu tidak akan mampu merusak. Kalau imunitas kita tetap bagus dalam jangka waktu lama, maka nggak akan sakit. HANYA YANG JADI MASALAH, APA KITA KONSISTEN MENJAGA DAYA TAHAN TUBUH KITA? Kalau daya tahan tubuh lagi jelek ketika virus sudah masuk, ya tinggal serang.

     

    1. Covid tidak berbahaya. Orang yang meninggal karena Covid tidak sampai 10% dari pengidapnya.

    J: Yang berbahaya bukan soal kematiannya, tapi penularannya. Virus ini lebih menular daripada flu. Kalau virus itu menular ke orang yang berimunitas bagus, ya bisa saja orang itu sembuh. Tapi bayangkan kalau virus itu menular ke lansia, anak anak, atau orang berpenyakit bawaan. Kan berbahaya bagi mereka semua.

     

    1. Singapura saja sekarang sudah menganggap Covid sebagai virus biasa, kenapa Indonesia tidak?

    J: Lain Singapura lain Indonesia. Mayoritas warga Singapur sudah vaksin, patuh pada protokol kesehatan, patuh anjuran pemerintah, dan jaga kebersihan. Makanya mereka sudah lebih ‘tenang’ sedikit. Kalau Indonesia, disuruh taat prokes malah ngeyel. Malah nuduh pemerintah yang negatif2. Giliran sakit malah nyalahin RS. Jenazah dibungkus sesuai protokol Covid aja dibuka lagi. Dikit2 demo bikin keramaian. Kurang bandel apa coba.

     

    1. Orang terinfeksi Covid meninggal bukan karena virusnya, tapi karena interaksi obatnya. Itu kata dokter LO

    J: Jangan hanya karena 1 dokter ngga percaya Covid, lalu langsung ditelan mentah2 infonya. Dokter itu sendiri bukan spesialis penyakit dalam dan bukan anggota IDI. Ngga ada jurnal ilmiah pendukung statemennya pula. Lagipula sudah banyak kasus orang meninggal karena Covid dalam keadaan isoman. Artinya mereka meninggal bukan karena obat2an dari RS. Kalau percaya sama omongan dr.LO, sebaiknya ikuti aja semua resep yang dia anjurkan di akun medsosnya. Contoh minum vit C 1 jam skali dan minum VCO beberapa kali. Yakin sembuh? Pikirkan dengan logika.

     

    1. Jangan takut virus karena hidup & mati takdir dari Tuhan YME

    J: Hidup dan mati memang kuasa Tuhan, tapi cara kita mati bisa juga berasal dari diri kita sendiri. Orang yang tidak pernah minum air putih meninggal karena gagal ginjal, orang yang menghadang truk meninggal karena tertabrak, dll. Tuhan sudah kasih hikmat, pengetahuan, tenaga, ya harusnya kita manfaatkan untuk melindungi diri kita dan menjaga kesehatan, bukan sengaja menantang virus. Menjaga kesehatan pun adalah wujud ibadah..

     

    Disadur dari beberapa artikel dr. Raehanul Bahren, M.Sc, Sp.PK

     

     

    Edisi copas..

  • MENGENANG WAFATNYA HADRATUSYECH KH. HASYIM ASY’ARI YANG WAFAT PADA TANGGAL 25 JULI 1947.

    MENGENANG WAFATNYA HADRATUSYECH KH. HASYIM ASY’ARI YANG WAFAT PADA TANGGAL 25 JULI 1947.

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Hadratusyech yang artinya “Maha Guru” menjadi gelar yang diberikan khususnya untuk orang yang benar-benar pantas mendapatkannya. Gelar ini berarti satu tingkat di atas gelar Syeikh
    Gelar hadratussyekh tersebut disandang beliau sejak dari Mekkah. Karena selain KH. Hasyim Asyari selain menguasai berbagai disiplin keilmuan Islam secara mendalam, juga hafal kitab-kitab babon hadits dari Kutubus Sittah yang meliputi Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bukhori Muslim, Sunan Abu Dawud, Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah.
    Dalam hal bermadzhab, beliau memandang sebagai masalah yang fundamental, guna memahami maksud sebenarnya yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Sebab tanpa mempelajari berbagai pendapat dari kalangan ulama-ulama besar khususnya Empat Imam Madzhab, yaitu Maliki, Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali, maka hanya akan menghasilkan pemutarbalikan pengertian dari ajaran Islam itu sendiri.
    Hadratussyekh wafat dengan warisan jasa yang luar biasa besar. Kelak amal jariyah perjuangan yang belum ia tuntaskan itu berlanjut dengan pergerakan nasional di mana-mana. Para kiai dan kader mudanya tidak surut memperjuangkan kemerdekaan tanah air yang amat mereka cintai. Dalam semangat Islam, mereka berkorban untuk Bumi Pertiwi.
    KH. Hasyim Ay’ari wafat, tapi tetap mewariskan darah juang kepada putra-putranya, yaitu KH. Wahid Hasyim, salah seorang perumus Pancasila dan Menteri Agama RI tiga kali. KH. Choliq Hasyim menjadi Daidanco (Komandan Batalyon Pembela Tanah Air, PETA,) KH. Yusuf Hasyim aktif di Laskar Hizbullah sebagai Komandan Kompi II. Salah seorang cucunya menjadi pejuang kemanusiaan dan demokrasi terdepan serta Presiden Indonesia, KH. Abdurahman Wahid.
    Dan kita sebagai santri dan penerus perjuangan beliau, sudah sepatutnya untuk menjaga, mengamalkan dan menyebarkan seluruh nilai, ajaran dan keteladanan KH. Hasyim Ay’ari. (abi sorban)
    MUDAHA-MUDAHAN ALLAH MENEMPATKAN KEDUDUKAN MULIA KEPADA BELIAU DAN KITA MUDAH-MUDAHAN DIAKUI SEBAGAI SANTRINYA. AAMIN.
    AL FATIHAH….
  • Tradisi KUPATAN pada Masyarakat JAWA Di Hari Ke-7 Di Bulan Syawal

    Tradisi KUPATAN pada Masyarakat JAWA Di Hari Ke-7 Di Bulan Syawal

    Sorbansantri.com- Mojokerto.Tradisi atau budaya orang Jawa khususnya jawa timur di hari ke-7 setelah Idul Fitri yaitu bancaan/syukuran ketupat dan lepet yang di bawa ke musholla dan masjid,orang Jawa menyebutnya RIYOYO KUPAT(Lebaran Ketupat). Dengan tujuan untuk bersedekah setelah merayakan kemenangan di bulan yang Fitri.

    Seperti yang ada di desa Pagerwojo kecamatan Perak kabupaten Jombang, tradisi ini sudah di lakukan sejak dulu dari turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang kita.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM
    Suasana Kupatan masyarakat di Desa Pagerwojo,Perak,Jombang

    SORBANSANTRI.COM

    Sejarah ketupat konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran Idul Fitri.

    Arti Kata Ketupat dalam filosofi Jawa,memiliki makna khusus.
    Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari : NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
    Ngaku Lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
    Laku Papat artinya EMPAT TINDAKAN.

    NGAKU LEPAT.
    Tradisi sungkeman menjadi implementasi Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

    LAKU PAPAT.
    1. LEBARAN.
    2. LUBERAN.
    3. LEBURAN.
    4. LABURAN.

    LEBARAN
    Sudah usai,
    menandakan berakhirnya waktu puasa.

    LUBERAN
    Meluber atau melimpah,
    ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
    Pengeluaran zakat fitrah.

    LEBURAN
    Sudah habis dan lebur.
    Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis
    karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

    LABURAN
    Berasal dari kata labur,
    dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
    maupun pemutih dinding.
    Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

    FILOSOFI KUPAT – LEPET
    KUPAT
    Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
    Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ).
    Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
    Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti
    KUPAT YANG DIBELAH,
    pasti isinya putih bersih,
    hati yang tanpa iri dan dengki.
    Kenapa?
    Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja’a nur).

    LEPET
    Lepet = silep kang rapet.
    Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
    Jadi setelah ngaku lepet,
    meminta maaf,
    menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,
    jangan diulang lagi,
    agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET. (Hasan sorban-Ngoro)

  • Kamus Sejarah Indonesia Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pedoman Sejarah di Indonesia”*_

    Kamus Sejarah Indonesia Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pedoman Sejarah di Indonesia”*_

    Siaran Pers !!
    Sikap Pesantren Tebuireng Terhadap Materi Kamus Sejarah Indonesia.

    Sorbansantri.com – JOMBANG–Berkenaan dengan beredarnya softcopy Kamus Sejarah Indonesia Jilid I (Nation Formation) dan Jilid II (Nation Building) yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pesantren Tebuireng Jombang merasa perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

    1. Naskah tersebut sama sekali tidak layak dijadikan rujukan bagi praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia, karena banyak berisi materi dan framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama, terutama peran Hadratus Syeikh KH.Mohammad Hasyim Asy’ari;

    2. Di antara framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama sebagaimana dimaksud dalam butir 1 (satu) di atas adalah tidak adanya lema Nahdlatul Ulama dan KH. Hasyim Asy’ari dalam Jilid I dan Jilid II Kamus Sejarah Indonesia tersebut;

    3. Jika dicermati lebih dalam, narasi yang dibangun dalam kedua jilid Kamus Sejarah Indonesia tersebut tidak sesuai dengan kenyataan sejarah, karena cenderung mengunggulkan organisasi tertentu dan mendiskreditkan organisasi yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa naskah tersebut tidak layak menjadi rujukan para praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia. Di luar itu, banyak kelemahan substansial dan redaksional yang harus dikoreksi dari konten Kamus Sejarah Indonesia tersebut;

    4. Sejarah sebuah bangsa sangat penting untuk membangun peradaban di masa yang akan datang. Tidak ada satu bangsa yang menjadi besar tanpa memahami dan mempelajari sejarah leluhurnya. Karena itu, penulisan sejarah yang jujur merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa;

    5. Berkenaan dengan hal-hal tersebut, Pesantren Tebuireng Jombang menuntut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menarik kembali naskah tersebut dan meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas kecerobohan dan kelalaian dalam penulisan kamus sejarah tersebut.

    Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi koreksi dan refleksi bagi kita semua.

    Tebuireng, 20 April 2021

    Nur Hidayat

    Humas Pesantren Tebuireng

    Anwar Sorban

  • Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    SORBAN Infokom –

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Setelah menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib terkenal sebagai seorang pemimpin yang adil. Dikisahkan pada suatu hari putri Ali bin Abi Thalib yang bernama Zainab keluar dengan memakai baju dan perhiasan yang mahal harganya. Melihat putrinya itu, Ali bertanya kepada Zainab, “Dari mana kalung ini? Siapa yang memberimu?”

    Sambil menahan rasa takut, Zainab menjawab, “Saya ambil dari Ibnu Abi Rafi, kepala baitul mal.”

    Sebagai khalifah yang adil, Ali lalu memanggil Ibnu Abi Rafi. Setelah Ibnu Abi Rafi datang, Ali dengan nada marah bertanya, “Siapa yang menyuruhmu memberikan kalung ini kepada putriku?”

    Ibnu Abi Rafi menjawab, “Saya hanya memberikan perhiasan itu kepada putrimu, itupun hanya dipinjam untuk 3 hari, setelah itu akan dikembalikan.”

    Ali tetap tidak setuju dan berkata, “Apakah putriku dapat meringankan siksa Allah kepadaku, dapat memikul dosa-dosaku di akhirat nanti?”

    “Tentu tidak, wahai Amirul Mukminin,” jawab Ibnu Abi Rafi.

    “Karena itu, sekarang juga ambil kalung itu dari putriku dan kembalikan ke baitul mal. Jangan engkau ulangi lagi perbuatan seperti itu.” perintah Khalifah Ali.

    Wallahu A’lam