
ketika umat nasrani menjaga masjid di New Zeland minhum pun berkata “subhanalloh, salut,kagum, kita teloransi


ketika umat nasrani menjaga masjid di New Zeland minhum pun berkata “subhanalloh, salut,kagum, kita teloransi


SORBAN SANTRI- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ yang berperan sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama’khususnya yang berkaitan dengan bidang dakwah yang menganut faham ahlussunnah wal jamaah Kab. Mojokerto, menyelenggarakan acara JIHAD (ngaJIaHADan) di Masjid “Riyadlus Sholikhin” Dusun Paras Desa Kembang Belor Kec. Pacet Kab. Mojokerto.
Acara JIHAD tersebut dihadiri 1600 Jama’ah serta tamu Undangan yang berasal dari Kabupaten Mojokerto. Satkoryon Banser Pacet menurunkan 20 an BALANTAS dalam acara yang digelar di Masjid “Riyadlus Sholikhin” Paras Kembang Belor.

Adapun kajian yang diperoleh dalam acara pengajian ahadan (JIHAD) adalah:
Semoga kegiatan LDNU dalam acara Ngaji Ahadan (JIHAD) dapat istiqomah dan menjadi sumber ilmu serta silaturrokhim antar jama’ah dan kiai di Kabupaten Mojokerto. Aamiin Ya Robbal’alamiin… (abi SORBAN)


SORBAN SANTRI- Kali ini PC GP Ansor Kab. Mojokerto mengadakan DTD ( DIKLATSAR + PKD) yang pertamakali diadakan dimasa Pademi covid-19. tepatnya di Dusun Pamotan Desa Bening Kecamatan Gondang Kab. Mojokerto. Sebanyak 77 peserta dan 8 perwakilan banser mojokerto kota yang ikut dalam DTD ( DIKLATSAR + PKD) yang berasal dari berbagai daerah.
Diklat Ansor Banser yang di mulai Hari Jum’at – Minggu, Tanggal 4 – 6 September 2020 itu menanamkan materi-materi dasar yang ada di kegiatan Ansor dan Banser seperti Keaswajaan, Keansoran, kebanseran, baris berbaris, lalulintas, dan penanganan bencana yang diharapkan jadi bekal awal sebagai Ansor dan Banser.
Caraka malam yang diadakan di Hari Minggu dini hari itu dimulai pukul 00.00 wib sampai 06.00 wib dengan rute jalan dari Dusun Sukomangu Dusun Wewe Dusun Bening Dusun Urung-urung, dusun Bacem, Dusun Pamotan dan terakhir Balai Desa Bening. Dalam kegiatan caraka malam, fokus berfikir, mental dan kekuatan peserta benar-benar diuji setelah mendapatkan materi dan pelatihan yang dimulai sejak pertamakali dimulai.
perwakilan satsus BASADA ( banser husada ), BALANTAS (banser lalulintas),BAGANA (banser tanggap bencana) hadir dan siap mengawal dalam acara caraka malam yang diadakan saat DTD gondang. Dengan permulaan Apel dan Intruksi dari Kasatkorcab Banser Mojokerto H. Moh Yunus dan Ketua GP Ansor Kab. Mojokerto Gus Ali Muhammad Nasih, semua personil mendengarkan dengan seksama agar acara caraka malam tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. (abi sorban)


SORBAN SANTRI – Banser itu.. Nggak seperti orang biasa nak.
Jangan dulu mimpi jadi Banser, kalo kamu masih takut disakiti.
Jangan ingin jadi banser, kalo masih takut difitnah.
Jangan ngarep jadi banser, kalo masih takut kehilangan waktu bersama keluarga yg kamu cinta.
Banser itu kadang ga boleh sakit, supaya bisa tetap ada untuk sesama.
Banser harus tahan ngantuk, agar orang lain bisa tidur lebih nyenyak.
Banser harus makan seadanya karena nggak ada bayarannya.
Banser harus siap menyabung nyawa bela agama, bangsa dan negerinya.
Dalam darah Banser itu mengalir jiwa ksatria sejak perang kemerdekaan hingga revolusi 65.
Walopun setelah merdeka mereka digencet segencet-gencetnya, mereka tak pernah menyerah.
Tak kenal lelah dan keluh kesah..
Sekali melangkah pantang menyerah..
Lalu mengapa ayah jadi Banser?
Karena Ayah berharap, amal ibadah ayah yg sedikit dan jauh dari sempurna ini, Bisa ditambal dengan khidmat kepada ulama, agama dan bangsa.
Jangan lupa nak, Indonesia adalah warisan perjuangan para Ulama yang harus dijaga, hubbul wathon minal iman, dan itu harus dibuktikan.
Kapan Ayah pensiun jadi Banser?
Banser itu panggilan jiwa Nak,
Sekalipun ayah nanti berhenti memakai seragam Banser, bila Agama dan negara memanggil, ayah akan kembali ke tengah-tengah mereka.
Berapa sih gaji banser Ayah?
Gaji ayah adalah melihatmu tetap sehat dan tersenyum karena Ayah hanya punya sedikit waktu menemanimu.
Gaji Ayah adalah melihat orang yang ayah tolong tersenyum.
Gaji ayah adalah melihat para Ulama tersenyum dan berdoa Smoga Allah Ridho dan Rasul menyafa’ati kita semua.
Tidak ada yang lebih berharga dari itu.
Kalo Ayah terus menolong orang lain siapa yang menolong Ayah?
Allah SWT Nak, Kanjeng Nabi Saw. doa para Ulama, doa kamu dan orang yang ayah tolong adalah obat dan penguat kesehatan Ayah
Nak, Bila kamu nanti besar, jadilah orang yang berguna, nggak harus jadi Banser.
Tapi kalo kamu mau jadi Banser, jagalah niatmu, kesehatanmu, kewajibanmu dan jagalah sumpah setiamu.
Ayah pasti bangga padamu.. (abi SORBAN)


SORBAN SANTRI – Senin 31 Agustus 2020. SATKORYON BANSER KEC. PACET melaksanakan tugas dalam mengawal, Melayani dan mengamankan kegiatan haul ke VIII KH. Achmad Nur Ali pendiri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin Kec. Pacet Kab. Mojokerto. Pondok Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren pertama yang ada di kawasan Pacet Mojokerto, tepatnya di Dusun Pringwulung Desa Bendungan Jati Kec. Pacet Kab. Mojokerto.
Acara yang dimulai malam hari itu, dihadiri KH. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) putra almarhum Gus Miek Lirboyo Ploso Kediri beserta Tokoh-tokoh Kiai, masyarakat dan tamu undangan. Banyaknya Tamu Undangan serta lokasi yang terletak di Jalan kampung maka, sangat dibutuhkan pengamanan, kesigapan dan pelayanan SATKORYON BANSER KEC. PACET pada acara tersebut misal; pengawalan kiai serta menyiapkan tempat parkir motor dan mobil.
Kegiatan Haul tersebut diawali dengan Alunan Sholawat Nabi, Pembacaan Yasiin dan Tahlil, Sambutan, Mauidhoh khasanah dan ditutup dengan Do’a. Banyak sekali Taushiyah dari Gus Sabuth yang menekankan tentang moral, saling menghormati sesama makhluk “Memberi minum kepada anjing yang kehausan, maka disitulah Alloh SWT menurunkan ridlo-NYA” salah satu yang kami kutib dalam ceramah beliau.
Mudah-mudahan Para kiai dan Ulama’ kita, diberikan panjang umur sehingga Masyarakat pada umumnya bisa memperoleh siraman qolbu sehingga bisa membimmbing kita dengan harapan memperoleh Ridlho Ilahi.. Aamiin Ya Robba’alamiin. (abi sorban)


SORBAN SANTRI- Banyak anggota Banser yang dalam DNA-nya mengalir genetika pengawal ulama. Artinya, jika ditelusuri, leluhur mereka ini dulunya anggota laskar Diponegoro yang berdiaspora di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika tidak, bisa dipastikan bapak maupun simbah mereka dulu pernah nderek (menyertai) kiainya bertempur dalam perang kemerdekaan. Ada jiwa keperwiraan yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, meski Banser diolok-olok dan difitnah, sampai kapan pun tetap ada peminatnya karena memang punya suplier tetap.
Meski terkadang lebih galak dibanding tentara betulan, tapi saya lebih sering menjumpainya bertingkah laku lucu tapi loyal, suka guyon tapi ikhlas mengabdi, sering membantu acara-acara keagamaan, dan kecintaannya terhadap para ulama.
Lagi pula, saya melihat, sahabat-sahabat saya yang menuduh Banser sering membubarkan pengajian memang bukan dari kalangan penikmat pengajian ala NU. Yaitu, jenis pengajian yang dikemas kolosal, mengundang penceramah yang punya selera humor, jamaahnya duduk lesehan, dan diakhiri tengah malam. Di dalam arena pengajian inilah Banser menjadi bintangnya. Bertanggung jawab atas keamanan, kondisivitas massa, hingga bagian penyalur logistik. Sifatnya kerja bakti, mengabdi, tanpa bayaran. Bahkan, sering ikut iuran dan tekor.
Jangan heran jika banyak kisah Banser yang unik, aneh-aneh, bahkan mengundang tawa.
Misalnya, ketika warga Nahdliyyin hadir membludak dalam acara Istighosah Akbar II, 31 Mei 1998, kaum Muslimat NU tak mau ketinggalan. Mereka datang berombongan.
Ketika ada Banser ganteng dan gagah ikut mengatur tertib parkir, ibu-ibu nyelutuk, “Wuih, Cak Bangser gagah yo, koyok tentara….”
Giliran menjumpai tentara yang agak tambun sedang mengatur lalu lintas, ganti mereka nyelutuk, “Walah, tentara kok kayak Bangser…”
Kalau tentara lagi apel akbar, biasanya akan ada inspeksi pasukan dari seorang jenderal sambil naik jip bak terbuka. Gagah berwibawa pokoknya.
Nah, tampaknya para Banser nggak mau kalah sama tentara. Dalam sebuah apel akbar, Ketua Umum GP Ansor, saat itu H. Slamet Efendi Yusuf, didaulat melakukan inspeksi pasukan menggunakan jip.
Jadilah saat itu Pak Slamet berdiri gagah di atas jip melakukan inspeksi ribuan Banser yang corak doreng-nya berbeda-beda itu. Wuih kerrreeeen! Aksi gaya para TNU alias Tentara Nahdlatul Ulama itu berjalan dengan lancar.
Jip merangkak pelan dan pasti. Pak Slamet menatap pasukannya dengan meyakinkan.
Sayang sekali, di tengah atraksi, tiba-tiba jipnya mogok.
Lhah! Pak Ketum GP Ansor tetap di atas jip, dengan posisi siaga, sembari menunggu si sopir menyalakan mesin.
Sayang, meski dicoba berkali-kali mesinnya nggak mau nyala.
Para Banser sudah mulai mesam-mesem.
Akhirnya Pak Slamet turun dari jip, dan memilih inspeksi jalan kaki sambil senyum-senyum.
“Mangkane tah, nggak usah gaya-gaya,” kata Gus Dur terbahak-bahak saat mendengar cerita ini.
Selain Gus Dur, Kiai Hasyim Muzadi adalah Sohibul Hikayah mengenai polah tingkah Banser yang unik dan lucu-lucu. Ketika keduanya meledek para Banser, objek candaan hanya bisa menyambut dengan tawa.
Para kiai lain, silakan ditanya, pasti punya cerita soal Banser yang manusiawi. Banser bukan pekerjaan, sebagaimana digambarkan dalam film “Tanda Tanya”, melainkan pengabdian. Mereka percaya, dalam khidmah kepada ulama, umat, dan bangsa, ada barakah yang mengalir untuk dirinya dan keluarganya. Inilah yang mereka harapkan. Karena itu, ketika membersamai dan mengawal ulama, biasanya mereka juga ikhlas diledek.
“Banser itu gayanya meyakinkan, sayang, rokoknya eceran,” demikian Kiai Hasyim Muzadi meledek. Adapun yang diledek malah terbahak-bahak.
“Besok, Banser itu masuk surga terlebih dulu daripada kiainya,” kata Gus Muwafiq, dalam sebuah pengajiannya.
“Kok bisa Gus?”
“Jelas bisa, wong mereka bagian cek lokasi, kok!”
Wallahu A’lam Bisshawab.
Oleh Gus Rijal Mumazziq Z


SORBAN SANTRI- Kepala Staf Kepresidenan ( KSP) Jendral TNI( Purn) Moeldoko menilai, BANSER ANSOR SERBAGUNA ( BANSER) Ansor sangat layak menjadi komponen Pertahanan, sebab BANSER Ansor memiliki Struktur yang lengkap dari tingkat Pusat dan Daerah.
Menurut Moeldoko, untuk menjadi Komponen Cadangan, Banser perlu dilatih lagi soal kedisiplinan Fisik dan mental, serta penggunaan Senjata.
Moeldoko juga mengapresiasi program seperti Susbanpim untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.
“Kalau di tentara ini ibarat Sesko, jadi saya baru tau BANSER juga punya Structure pelatihan yang sangat baik dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, ini menyiapkan pemimpin masa depan ,” tegas Moeldoko.
Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jatim Irjen Luki Kasatkorwil BANSER Jatim M. Irsyad Yusuf, Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Kasatkornas BANSER Alfa Isnaeni, Sekjen GP Ansor Abdul Rachman, Ketua PW Ansor Jatim Syafiq Sauqi, Pejabat TNI & POLRI serta ribuan Kadet Ansor dan Banser.
Sebelum memberikan arahan, Gus Yaqut sapaan akrab dari Ketum PP GP ANSOR Yaqut Cholil Qoumas, menyematkan Jaket Banser Kepada Moeldoko.
Pada Kesempatan itu Moeldoko, meminta BANSER juga memberikan Kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan Bangsa dan Negara.
Gus Yaqut menanggapi Moeldoko dikatakan, sebelum ada usulan UU Komponen Cadangan BANSER dari dulu juga sudah siap sebagai Komponen Cadangan.
” Tanpa ada UU pun BANSER sudah siap ketika ada gangguan terhadap Bangsa dan Negara ini, Banser pasti akan ikut terlibat dalam mempertahankan NKRI.
Enggak usah ditanya lagi, Banser pasti dan sudah siap membantu jika itu dibutuhkan kapan saja dimana saja, ” tegas Gus Yaqut.
Gus Yaqut mengatakan, Susbanpim V yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia ini salah satu bentuk kesopanan itu.
Susbanpim ini adalah pendidikan BANSER tertinggi yang bertujuan mencetak pimpinan BANSER di masing- masing tingkatan dari Sabang Sampai Merauke.
Kita selalu siapkan para pemimpin Banser agar Organisasi ini berjalan dengan baik dan profesional dalam menjawab dinamika yang menggelinding Secara Cepat sekali,” tegas Gus Yaqut. (ABI SORBAN)


SEBERAPA HEBATKAH BANSER DAN NU ?
Sebegitu hebatkah NU ?
SORBAN SANTRI- Anda masih ingat rencana Israel mewujudkan Israel Raya ?
Israel merencanakan sebuah imperium besar dengan memecah negara-negara lain menjadi negara-negara kecil yang harus tunduk dan menginduk padanya.
Dengan dukungan Amerika dan Arab Saudi rencana yang tertuang dalam Dokumen Biden dan Yinon pada 1982 itupun sudah dijalankan sejak awal ’90-an.
Untuk memecah negara target, mereka membidani lahirnya kelompok-kelompok teroris super kejam di negara-negara target seperti Boko Haram, Al Shabab, ISIS, El Nusra, Al-Qaeda dan jaringan-jaringannya yang ada di Filipina dan Indonesia.
Mereka juga memfasilitasi lahirnya partai-partai maupun kelompok-kelompok yang berpotensi menjadi lawan bagi pemerintah yang sah.
Singkat cerita ada beberapa negara yang diprediksi sulit ‘ditaklukkan’ karena beberapa hal diantaranya Iran, Tiongkok dan Indonesia.
Iran identik dengan Syi’ah, Tiongkok identik dengan Komunis dan Indonesia ternyata identik dengan NU.
Konspirasi mereka rajin menggoreng isu lewat kelompok dan parpol yang jadi agennya untuk membenturkan NU dengan Komunis dan Syi’ah.
Seperti biasa Iran diprovokasi dengan isu kepemilikan senjata nuklir.
Tiongkok digebuk dengan isu HAM dan provokasi terhadap Taiwan, Hongkong dan Tibet.
Dan Indonesia..?
Entah sudah berapa kali NU dibenturkan dengan Syi’ah maupun Komunis namun hasilnya tetap nihil.
Gagal di NU mereka beralih ke Banser.
Mereka berpikir pragmatis bahwa darah muda lebih mudah disulut daripada yang tua, itulah sebabnya mengapa akhir-akhir ini Banser sering dipancing dan diprovokasi.
Masalah sepele yang melibatkan Banser seketika jadi isu nasional yang disiarkan mayoritas stasiun TV nasional serta dibahas para profesor seakan tak ada materi yang lebih bagus untuk dibahas.
Semua itu mengindikasikan kalau masalah itu sudah dipersiapkan.
Lantas seberapa hebatkah Banser dan NU..?
Sebagai gambaran tewasnya Brigjen Qassem Soleimani salah satu panglima Iran yang diperbantukan pada pemerintah Suriah sebagai penasehat militer diduga sebagai langkah Amerika – Israel untuk memancing agar Iran membalas dendam hingga mereka mendapat legalitas untuk melakukan perang terbuka dan masuk ke Iran.
Begitu juga ketika NU dan Banser diprovokasi mereka berharap timbul gesekan yang memicu kerusuhan massal bahkan sampai perang saudara dan militer mereka punya akses masuk ke Indonesia. (abi sorban)
ITULAH hebatnya, Banser dan NU disejajarkan dengan Panglima salah satu negara yang ditakuti Israel dan AS


SORBAN SANTRI – Setelah dibubarkannya HTI (Benalu Negara) oleh Pemerintah,
exs exs pemuja Khilafah Palsu itu pun merasa di injak kehormatannya, mereka kelojotan,
Perjuangan dari pertengahan tahun 80 an datang ke Indonesia menyelinap menyebarkan paham khilafah palsu ke kampus2 dan anak2 muda labil Yang kosong bekal agama,
hancur begitu sama oleh Penguasa,
Mereka marah, mereka dendam dan bertekad menghancurkan Pemerintah atau siapa saja Yang didekati Pemerintah sah,
Maka dibidiknya NU (Nahdlatul Ulama) NU difitnah, dihina,dicaci,dibusukkan namanya,
Ulama ulama NU dihasud dituduh syiah, liberal tanpa bukti, dibusukan namanya pula dll.
semua cara dihalalkan walau dengan cara cara iblis sekalipun,propaganda dimainkan
Karena mereka tahu jika NU hancur mudah bagi mereka menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan Khilafah Tahririyah khayalan mereka,
Mereka lupa bahwa Nahdlatul Ulama itu sudah sering berhadapan dengan Musuh dari dulu, mulai PKI,MASYUMI,DI,NII dll dan 32 tahun di kucilkan oleh Order Baru,tapi tetap berdiri kokoh sampai sekarang,.
Mereka lupa juga bahwa NU adalah Organisasi pendidikan, sosial, budaya Yang telah diakui seluruh dunia bahkan mengibarkan bendera NU dinegara mana saja tidak ada Yang melarang, karena NU mengajarkan kebaikan,kedamaiam bagi siapa saja dan di negara mana saja,
Berbeda dengan HTI Yang dilarang dimana mana dengan berbagai alasan :
Berikut negara negara yang melarang Hizbut Tahrir:
Suriah
Dibubarkan: 1998
Alasan: Dilarang melalui jalur ekstra yudisial
Turki
Dibubarkan: 2004
Alasan: Organisasi teroris
Rusia
Dibubarkan: 2003
Alasan: Organisasi teroris
Jerman
Dibubarkan: 2003
Alasan: Penyebar propraganda kekerasan dan anti semit Yahudi
Malaysia
Dibubarkan: 2015
Alasan: Dianggap kelompok menyimpang
Yordania
Dibubarkan: 1953
Alasan: Mengancam kedaulatan negara
Arab Saudi
Dibubarkan: Era Abdulaziz
Alasan: Ancaman negara
Libya
Dibubarkan: Era Moamar Khadafi
Alasan: Organisasi yang menimbulkan keresahan
Pakistan
Dibubarkan: 2016
Alasan: Dianggap ancaman negara
Uzbekistan
Dibubarkan: 1999
Alasan: Menjadi dalang pengeboman di Tashkent
Kirgistan
Dibubarkan: 2004
Alasan: Kelompok ekstrem
Tajikistan
Dibubarkan: 2005
Alasan: Terlibat aktivitas terorisme
Kazakhstan
Dibubarkan: 2005
Alasan: Terlibat terorisme
China
Dibubarkan: 2006
Alasan: Melakukan kegiatan teror
Bangladesh
Dibubarkan: 2009
Alasan: Terlibat aktivitas militan dan mengancam kedamaian
Perancis
Dibubarkan: –
Alasan: Organisasi ilegal
Spanyol
Dibubarkan: 2008
Alasan: Organisasi ilegal
Tajikistan
Dibubarkan: 2001
Alasan: Sejumlah anggotanya dipenjara
Tunisia
Dibubarkan: –
Alasan: Merusak ketertiban umum
Indonesia
Dibubarkan: 2017
Alasan: Bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi, mengancam ketertiban masyarakat, dan membahayakan keutuhan negara.
Jelas sudah bahwa mereka memang sangat berbahaya, mengancam keamanan negara,
Memakai tameng Kalimat dan Asma Tuhan,
Agama dijadikan benteng,
karena mereka paham betul kalimat
“JIKA KEPENTINGAN POLITIK DIBUNGKUS AGAMA,MAKA JIKA ADA YANG MELAWAN PASTI DITUDUH MELAWAN AGAMA”
Oleh karena itu kita harus cerdas menyikapi kelicikan kelicikan,kebohongan kebohongan serta propaganda mereka…
“UBK” (Ustadz Brama Kumbara)


SORBAN SANTRI- Buat yang senengnya tanya dalil-dalil, maka ini bisa sekedar menjadi bacaan sambil minum kopi malam ini. Tentang Dalil BANSER Jagain Gereja. Baiklah kita mulai.
“Al mu’minu man aminahu an-nasu ‘ala dima’ihim wa amwalihim,” atau yang artinya kurang lebih seperti ini, “seorang Mukmin itu adalah orang yang manusia lainnya merasa aman atas darah dan harta mereka.” Inilah pesan nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dan Imam Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah.
Jadi, seorang mukmin itu (atas keimanannya) menjadikan manusia di sekitarnya merasa aman. Bukan sebaliknya, atas nama keimanan justru membuat orang lain merasa terusik, merasa terancam, atau malah terteror. Kalau begitu, berarti imanmu tak aman.
Bukan juga atas keimanan, justru nyawa orang lain merasa terancam, apalagi atas nama iman, malah berani persekusi kelompok lain, mengancam dan/atau bahkan melakukan pembunuhan kepada orang lain. Apa artinya, imanmu tak membuat orang lain merasa aman, apalagi nyaman.
Makanya, ketika ada BANSER menjaga gereja untuk membantu mengamankan umat Kristiani merayakan natal adalah hal yang sudah benar dan tepat. Dalilnya banyak, tapi kalau sampean mau baca. Kalau ngga ya adanya pasti nyalahin teruuuss.
Pertama, Al-Jashahsh dalam kitabnya yang berjudul Ahkam al-Qur’an berpendapat bahwa tempat-tempat ibadah non muslim tidak boleh dihancurkan, ketika mereka berada dalam sebuah ikatan perjanjian bersama (kenegeraan dan kebangsaan).
Kedua, Al-Akhfasy juga berpendapat demikian. Bahwa tempat ibadah non muslim tidak boleh dihancurkan, dan harus diberikan perlindungan total, termasuk hak-haknya dalam menjalankan aktivitas keagamaannya, juga harus dijamin.
Ketiga, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Kitab Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, juga berpendapat demikian. Menurutnya Allah telah memelihara tempat-tempat ibadah non muslim itu dengan perantara kaum muslimin, sebagaimana Allah juga telah menjaga keselamatan para Pendeta. Pendapat ini disandarkan atas pendapat Ibn Abbas.
Masih ada lagi? Ada.
Nabi Muhammad malah lebih dahsyat lagi, ketika beliau tidak hanya melindungi kaum Nasrani dan Yahudi tapi juga memberikan kesempatan kepada kaum Nasrani dari Najran yang berjumlah 60 orang untuk melaksanakan kebaktian di Masjid Nabawi.
Kisahnya ada di dalam kitab at-Tabaqat karya Ibnu Sa’d. dikisahkan bahwa suatu ketika datang utusan Nasrani dari Najran berjumlah 60 orang ke Madinah untuk menemui Nabi. Nabi pun menyambut mereka di Masjid Nabawi. Sekali lagi, di Masjid Nabawi.
Dan menariknya, ketika waktu kebaktian tiba, maka mereka melakukan kebaktian di masjid. sekali lagi, di Masjid. Ya tentu saja Masjid Nabawi, bukan lainnya. Apa para Sahabat tidak marah? Tentu saja para sahabat berusaha untuk melarang mereka. Namun apakah Nabi melarang mereka beribadah di Masjid Nabawi? Tidak. Nabi memerintahkan kepada para Sahabatnya: da’uhum: ‘biarkanlah mereka’.
Peristiwa bersejarah tentang toleransi itu terjadi pada hari minggu setelah ashar tahun 10 Hijriah. Dan kisah ini juga tercantum dalam beberapa babon kitab sejarah seperti Tarikh al-Umam wa al-Muluk, Sirah Ibn Hisyam, dan juga Sirah Ibn Ishaq.
Makanya, ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, ia selalu memerintahkan kepada komandan pasukan perangnya untuk tidak merobohkan tempat ibadah agama apapun. Kata Al-Hindi, juga termasuk pendeta.
Masih ada? Banyak. Silahkan cari sendiri.
Kalau Sampean masih ribut terus masalah BANSER jaga gereja, ya kebangeten. Termasuk yang ribut-ribut larangan mengucapkan Selamat Natal karena takut akidahnya rusak. Ya ngga usah diucapin, tinggal ditulis saja, “SELAMAT MERAYAKAN NATAL BAGI SAHABAT-SAHABAT YANG MERAYAKAN.”
Kalau masih ada yang ngeyel, “ngucapin selamat natal itu haram!!!” Jawab saja, “Ya, karena menurut kalian ngucapin Selamat Natal itu haram, makanya ngga tak ucapin kok, tak tulis.” Hehee…
BANSER….. JOSSSS….