Tag: banser

  • Kenapa PANCASILA Harus Dikuatkan?

    Kenapa PANCASILA Harus Dikuatkan?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Setelah membaca dengan seksama RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), saya menangkap pesan yang mendalam di dalamnya untuk memantapkan PANCASILA sebagai satu-satunya ideologi dalam berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia.

    Pertanyaannya kenapa PANCASILA harus dikuatkan?
    Serbuan dan serangan ideologi dari luar yang salah satunya dimotori oleh HTI adalah yang melandasinya serta beberapa organisasi yang pernah terdeteksi menolak PANCASILA sebagai dasar ideologi.

    Terlepas dari beberapa kalimat, frasa di dalam pasal yang menimbulkan perdebatan, RUU HIP bagi saya (rakjat djelata) perlu untuk dilanjutkan. Beberapa ketidaksepahamam masih bisa dilakukan diskusi-diskusi dan jalan tengah. Hal tersebut karena di dalam RUU HIP ini juga syarat kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi KEADILAN SOSIAL, kewajiban usaha besar bermitra dengan koperasi, UMKM, usaha kecil dan juga dijaminnya kebebasan berserikat.

    Tidak saya ketemukan dalam pasal-pasal yang ada untuk mengganti ideologi Pancasila justru yang ada adalah menguatkan posisi ideologi Pancasila.
    Jadi sungguh sangatlah aneh ketika ada kelompok yang tidak mengakui ideologi Pancasila dan sekarang seolah-olah menjadi SANG PEMBELA. Gleeekkkk…!!

    Terkait dengan frasa “Ketuhanan yang berkebudayaan” sebaiknya merujuk kepada penjelasan yang diberikan bapak bangsa, Ir H. SOEKARNO.

    Jadi, mari berfikir adil sejak dari dalam fikiran. Jauhi ikut-ikutan tanpa upaya untuk mencari kebenaran. (Yusa Abdulloh Syah)

  • SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Support dan kasih semangat luar biasa untuk adik-adik IPNU / IPPNU Pacet yang diberikan oleh Keluarga Besar Ansor Banser Pacet Mojokerto di acara ngamen online yang ditayangkan di Youtube SorBan Santri dan Jejaring sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram. Kehadiran sahabat-sahabat Ansor Banser memberikan nuansa yang beda dalam pagelaran acara tersebut bahkan ada yang ikut berpartisipasi memainkan alat musik dikegiatan amal tersebut, yang diadakan di Halaman Gedung GrahaNU Pacet Mojokerto. Sabtu, 21 Juni 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan Ngamen Online Dalam Rangka Penggalangan Dana Sahabat Rio

    Tampak hadir adik-adik dari IPNU / IPPNU dan memanfaatkan momen Malam minggu dengan kegiatan yang positif, yaitu penggalangan dana untuk sahabat RIO yang saat ini lagi berjuang melawan penyakit LUPUS dan Kebocoran Ginjal. Dan hasil dari kegiatan tersebut, semuanya akan diserahkan ke sahabat RIO.

    Acara penggalangan dana dengan jalan ngamen online ini, rencananya bertahap dan kegiatan berikutnya insyaAlloh akan diadakan di Pada Tanggal 30 Juni 2020 di Kedai Nglaras Pacet Mojokerto, kata ketua IPNU/IPPNU Pacet sahabat Yusril. Dengan harapan dengan semua yang dihasilkan bisa meringankan beban sahabat RIO dan tentunya diharapkan lekas sembuh dan  bisa aktif lagi dalam kegiatan berbaur dengan sahabat-sahabat IPNU / IPPNU lainnya. (abi sorban)

  • Catatan ISTRI BANSER

    Catatan ISTRI BANSER

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – H-5 menjelang lebaran, Ndan Amir mudik bersama istri dan anaknya, tapi Ndan Amir hanya mengantar saja.

    Setelah bercengkerama sejenak dengan mertuanya, Ndan Amir segera mengenakan seragam Bansernya dan berpamitan kembali untuk melaksanakan pengamanan disebuah Posko Lebaran.

    Sepeninggal sang suami, orang tua istri heran bertanya :

    “kok suamimu pulang lagi ?”

    “iya pak, karena dia harus tugas lagi di Posko Lebaran.”

    “Memangnya tidak bisa libur ???”

    Tersenyum Istrinya menjawab : “nggak juga pak, dia kan terikat sumpah janji nya (#NAWAPRASETYA) dengan segala resikonya sudah siap to njeh..
    Monggo diunjuk kopinya pak…”

    “Terus suamimu nanti sahur dan buka makan apa ?”, tanya ayahnya sambil menuang kopi panas

    “Nggak usah kuatir, Dia bisa sendiri pak.”

    “Ck..ck..ck, padahal anak tetangga kita yang kerjanya merantau jauh-jauh bisa pulang ?!”

    Lagi-lagi tersenyum sang istri menjawab :

    “Pak….., Dia bukan BANSER pak…. Kalau dia BANSER pasti dia sedang tugas saat ini. Menantu bapak sedang melaksanakan tugas yang mulia. Membantu orang2 yang akan melaksanakan mudik lebaran pak.”

    Orang tua itu bertanya lagi dengan mata berkaca kaca :

    “kalau begitu kenapa kamu tidak mendampinginya dan mengurusnya disana ?”

    Dengan senyum lebar sang istri menjawab, :

    “Pak, saya pulang karena keinginan menantu Panjenengan Pak, katanya biar bisa kumpul dengan keluarga, supaya waktu lebaran bapak dan ibu tidak kesepian.
    Biarlah dia dan sahabat2nya yang merayakan lebaran dalam kesepian, jauh dari rumah, Kepanasan, kedinginan, capek, Mereka sudah siap dengan serba keterbatasannya, ikhlaskan saja dia menjalankan tugasnya pak. Mengamankan orang2 yang mau mudik lebaran, seperti saya yang akan mengunjungi keluarganya”.

    Lalu kedua ayah anak itu saling berangkulan…

    Dengan meneteskan air mata orang tua itu berkata, “besok sesudah sholat Idul fitri kamu pulang ya nak. Temani suamimu”.

    Kisah ini di dedikasikan buat Sahabat-sahabat Banser dan Unit BALANTAS
    Lindungi dan Layani Masyarakat dengan hati yanğ tulus ikhlas.(abi SORBAN)

  • Tokoh Agama Dunia Bingung pada NU

    Tokoh Agama Dunia Bingung pada NU

    SORBANSANTRI.COM
    Syeikh al-Bouthiy dan NU

    SORBAN SANTRI- Ketika KH Aunullah A’la Habib (Gus Aun) ke Yerussalem, Israel saat pertemuan tokoh-tokoh agama di dunia, kemudian ada keheranan dari yang hadir pada pertemuan tersebut.

    Mereka heran kenapa ada organisasi masyarakat Islam modelnya seperti NU. Warganya 90 juta (sekarang 100 juta lebih), punya militer seperti Banser waktu itu 5 juta (sekarang lebih), punya kumpulan pendekar yaitu Pagar Nusa yang jumlahnya jutaan. Tapi tidak pernah mau menguasai atau mengambil alih kepemimpinan di Indonesia. Mereka pun terheran-heran. Mereka heran, apa karena memang NU tidak tahu caranya atau bagaimana.

    Kemudian Gus Aun pun menjelaskan, bahwa orang-orang NU itu adalah murid-murid para ulama yang punya sanad keilmuan yang nyambung kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.

    Artinya, orang-orang NU belajar kepada ulama tidak pernah diajarkan untuk merebut kekuasaan, menguasai, bughot atau memberontak. Yang diajarkan oleh para kyai-kyai NU adalah bahwa orang-orang NU harus menjadi rahmat dan menebar kemanfaatan dan membantu Indonesia untuk lebih baik. Itu saja. Sekali lagi tidak ada dalam kamus NU untuk kudeta.

    Mereka pun masih belum paham dengan jawaban Gus Aun, dan mereka masih tetap bingung. Sebab, mau dijelaskan bagaimana pun, mereka tetap akan bingung dengan NU.

    Tapi itulah NU. Tidak ada di dunia ini ormas seperti NU yang tidak punya tujuan kudeta. Tidak ada.

    Begitulah NU. Maka bersyukur alhmadulillah karena NU telah dibimbing oleh ulama-ulama dan kiai-kiai yang senantiasa terus istiqamah, berkomitmen untuk NKRI.

    (KH Aunullah A’la Habib)

  • ANSOR BANSER ALABIO KALSEL BERSINERGI MELAKUKAN PENGGALANGAN DANA UNTUK MUSIBAH KEBAKARAN

    ANSOR BANSER ALABIO KALSEL BERSINERGI MELAKUKAN PENGGALANGAN DANA UNTUK MUSIBAH KEBAKARAN

    SORBANSANTRI.COM
    Ansor Banser Alabio

    BANSER SATKORWIL KALIMANTAN SELATAN- Jiwa, semangat, peduli tidak kenal lelah dilakukan oleh Ansor, Banser Balakar (Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran) Cabang Alabio Kalimantan Selatan. Upaya mereka dilakukan dengan cara memberikan motivasi pada warga yang terdampak dan melakukan penggalangan dana untuk warga Desa Banyu Tajun Hulu yang di timpa musibah kebakaran.

    SORBANSANTRI.COM
    Penggalangan dana oleh Ansor Banser Alabio Kalimantan Selatan

     

    Kegiatan penggalangan dana tersebut dilakukan 3 hari yang dimulai dari Tanggal 15-17 Juni 2020 dengan 3 titik lokasi, yaitu Jembatan H.Fakhrudin, Pasar Alabio dan Jalan Desa Sungai Sandung. Dengan harapan agar semua warga dan pengendara ikut apresiasi dengan jalan amal sebagai wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Dan mudah-mudahan semua dan apa saja yang sudah sahabat Ansor Banser Balakar mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT & mendapat keberkahan.Ungkap M.Said (ketua GP Ansor Alabio).

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Dari semua aktivitas dan kegiatan tersebut, tidak luput dari adanya koordinasi yang bagus antara Ketua PC GP Ansor Alabio M.Said dan Kasatkorcab Banser Alabio Rif’at. Dengan harapan kedepan agar marwah dalam berorganisasi yang membawa misi sebagai pasukan penjaga aqidah Ahlussunnah wal jama’ah, dapat apresiasi yang bagus untuk warga, negara dan agama. Sebagai salah satu syiar yang perlu dan harus dijaga.(Gusti FikRa Hidayatullah)

  • DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI

    Santri : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”
    Gus Dur : “Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang.”
    Santri : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya.”
    Santri : “Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?”
    Gus Dur : “Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi.”
    Santri : “Anti-aging gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Iya. Pokoknya kekal.”
    Santri : “Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya.”
    Gus Dur : “Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam.”
    Santri : “Maksudnya senior apa, Gus?”
    Gusdur : “Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa.”
    Santri : “Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?”
    Gus Dur : “Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam.”
    Santri : “Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini.”
    Gus Dur : “Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi.”
    Santri : “Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?”
    Gus Dur : “Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
    Santri : “Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi.”
    Santri : “Aneh.”
    Gus Dur : “Kok aneh? Apanya yang aneh?”
    Santri : “Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan.”
    Gus Dur : “Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat.”
    Santri : “Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak.”
    Santri : “Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?”
    Gus Dur : “Dua-duanya.”
    Santri : “Kok dua-duanya?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan.”
    Santri : “Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus.”
    Gus Dur : “Siapa bilang? Tentu saja berguna dong. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat.”
    Santri : “Ooh…”
    Gus Dur : “Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong.”
    Santri : “Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?”
    Gus Dur : “Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu.”
    Santri : “Masa sih, Gus?”
    Gus Dur : “Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok.”
    Santri : “Terus, kesalahan terbesar dia apa?”
    Gus Dur : “Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran.”
    Santri : “Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh.”
    Gus Dur : “Siapa? Ente?”
    Santri : “Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid’ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh.”
    Gus Dur : “Wah, persis Iblis tuh.”
    Santri : “Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya.”
    Gus Dur : “Siap mati, tapi tidak siap hidup.”
    Santri : “Bedanya apa, Gus?”
    Gus Dur : “Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama.”
    Santri : “Lho, kok begitu?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga.”
    Santri : “Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?”
    Gus Dur : “Pinter kamu, Kang!”
    Santri : “Santrinya siapa dulu dong? Gus Dur.”

    Sumber : Perpustakaan Universitas Menyan Indonesia (UMI)

  • Menjenguk Mantan Satkorcab BANSER Manado

    Menjenguk Mantan Satkorcab BANSER Manado

    SORBANSANTRI.COM

    Banser Satkorwil Kalsel– Kamis, 11 Juni 2020 Siang, kami menjenguk sahabat kami yang terbaring sakit sdr. Michael “KELO” Djamal ().
    Sakitnya agak unik, sdh krg lbh 1 tahun ybs mulai merasakan sesuatu yang tdk enak/sakit lalu melalukan pengobatan medis, namun semakin menjadi2 sakitnya dan dianggap sedikit aneh krn dokter tdk menemukan unsur penyakitnya, maka keluarga mencoba menempuh pengobatan alternatif (sdh beberapa jenis).
    Penyakit yang dialaminya adalah sdh krg lbh 4 bln badannya semakin menurun (kurus) tapi secar fisik tdk terlalu terasa sakit.
    Bahkan kedatangan kami kemarin, diterima oleh ayahnya dan ibu tiri yang dengan ikhlas dan tulus merawat ybs (kami bangga dgn ortunya), Kelo berbicara dan bahkan masih bisa bercanda artinya semangat hidupnya begitu kuat, secara fisik dia sakit tapi mentalnya sehat.
    Kami berbincang dgn Ayahnya bhw sdh seminggu ini ybs sdh mulai ada perubahan, makannya sdh lancar, diberikan minuman susu khusus (1 kaleng 700.000) dan madu itu saran dokter.
    Satu hal yang membuat saya terkejut, ketika kami akan pamit dan minta utk memanjatkan doa untuknya, justru dia meminta untuk memanjatkan doa untuk kami (Ka Ulyas boleh saya minta berdoa utk Ka Ulyas dan teman2? Kan doa orang sakit itu makbul kan kak, begitu yang dia sampaikan) Subhanallah, dgn kondisi sakit seperti itu dia tdk memimirkan utk dirinya tapi justru berpikir utk kebaikan dan kemaslahatan orang lain, maka karena itu permintaannya, yah kami persilahkan, dan dgn sedikit meneteskan air mata saya mendengarkan doanya yang luar biasa utk saya pribadi, kami semua yang datang dan untuk NU.
    Ya Allah, Engkau Maha Penyembuh, sembuhkanlah sahabat kami ini, hatinya begitu mulia.
    Allahumma rabbannas, ajhibil ba’sa, isfi anta safii la sifaa illa sifauka sifaan, laa yugadiru sakama.(ulyas taha)

  • Pemprov Jateng Apresiasi Kegiatan GP Ansor Membantu Tangani Covid-19

    Pemprov Jateng Apresiasi Kegiatan GP Ansor Membantu Tangani Covid-19

    SORBANSANTRI.COM
    Taj Yasin Maimoen Gerakan Pemuda Ansor

    cyberaswaja.online- Program Jogo Tonggo yang digagas Pemprov Jateng sangat diperlukan masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 seperti sekarang. Di beberapa daerah di Jateng masyarakat sudah menerapkan program Jogo Tonggo untuk menjaga masyarakat di bidang kesehatan, sosial, keamanan, ekonomi, dan sebagainya.

    Saya mengapresiasi kegiatan-kegiatan GP Ansor dalam upaya membantu menangani COVID-19. Saya berharap ini berlanjut dan alangkah baiknya apabila dilink-kan dengan program Jogo Tonggo yang ada di tingkat desa.

    Jogo Tonggo tidak hanya upaya penanganan COVID-19, namun juga merupakan bentuk mengembalikan ruh gotong royong dan saling membantu satu sama lain sebagai budaya asli bangsa Indonesia.

    Dalam Jogo Tonggo terdiri dari tenaga medis, Linmas, dari Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat. GP Ansor bisa bergabung di Jogo Tonggo sehingga program-programnya dapat lebih optimal. (red)
    #BersamaLawanCorona #GusYasin
    Taj Yasin Maimoen Gerakan Pemuda Ansor

  • HABIB LUTHFI ROADSHOW DI TEGAL, ANSOR-BANSER TURUT MENGAWAL

    HABIB LUTHFI ROADSHOW DI TEGAL, ANSOR-BANSER TURUT MENGAWAL

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Sabtu 6 Juni 2020 Kota Tegal mendapatkan keistimewaan tersendiri dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Hari itu, setidaknya 5 titik tempat dihadiri oleh salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut.

    Pondok Pesantren A.P.I di Muarareja asuhan Rois Syuriah PCNU Kota Tegal KH. Misbachul Musthofa menjadi jujugan pertama. Di sana Abah (demikian Beliau akrab disapa) bersilaturahmi dengan pimpinan dan kader-kader NU Kota Tegal.

    Sebagai bentuk penghormatan, puluhan anggota Ansor-Banser menggemakan lagu Syubbanul Wathon untuk menyambut kedatangan Abah.

    SORBANSANTRI.COM

    Dari Ponpes A.P.I Abah berkunjung ke Markas Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kota Tegal. Di sana beliau memberikan arahan dan semangat kepada prajurit TNI AL.

    Kunjungan dilanjutkan ke Komplek Balaikota untuk menemui ASN Pemkot Tegal yang telah menanti. Roadshow berakhir setelah Abah bersilaturahmi dengan anggota kepolisian di Mapolsek dan bertemu dengan anggota TNI AD di Markas Koramil.

    Ansor-Banser Kota Tegal turut terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sebagai organisasi kepemudaan NU, bersama Polresta Tegal, Ansor-Banser proaktif dalam penjemputan kedatangan Abah dan mendampingi perjalanan Abah di Kota Tegal. Bahkan, penjemputan dan pengawalan dari Ansor-Banser tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Tegal sahabat Sarwo Edi bersama Kasatkorcab Banser Kota Tegal Habib Husein. (GP ANSOR KOTA TEGAL)

    #gpansor_kotategal