
Blog
-

Nama Gus Dur Diabadikan oleh Al-Azhar Kairo Mesir
wp.sorbansantri.com- Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), lahir di Jawa tahun 1360 H./1941, berasal dari keluarga yang taat beragama dan menjaga tradisi keislaman, setelah menyempurnakan pendidikan awalnya di Indonesia, pernah kuliah di Universitas al-Azhar, lalu kuliah lagi di Irak, kemudian ke Canada, amat mahir berbahasa Inggris dan Arab (bahkan lancar berbahasa Perancis), telah menjadi pribadi yang religius dan menjadi tokoh masyarakat terkemuka di Indonesia. Beliau dihormati oleh berjuta-juta rakyat Indonesia, menjadi pemimpin gerakan NU, sebuah organisasi sosial Islam terbesar di Indonesia.Saat saya baca Kitab Jamharatu A’lam al-Azhar al-Syarif yang terdiri dari 10 jilid tebal, saya menemukan nama dan riwayat amat singkat dari KH. Abdurrahman Wahid pada jilid 9 kitab tersebut. Namanya dicantumkan bersama dengan ratusan nama ulama besar (bukan “imam besar” ) alumni Universitas al-Azhar yang berasal dari seluruh dunia.Gus Dur jelas orang hebat dan amat berpengaruh, dan saya tidak pernah percaya jika ada “imam besar” Islam di Indonesia menghinanya sebagai orang yang buta mata buta hati. (Ahmad Ishomuddin) -

Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

wp.sorbansantri.com- Adzan merupakan panggilan bagi umat muslim sebagai penanda waktunya untuk menunaikan kewajiban salat fardu. adzan dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu.
Ketika seorang muslim mendengarkan adzan maka disunahkan untuk menjawab adzan tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin mengucapkan: “Hayya alash-shalah”, “Hayya alal-falah”, dan “Ashsalatu khairum minan-naum”.
Di Indonesia sendiri hampir setiap tempat hanya berjarak beberapa kilometer sudah ada masjid atau mushola, bahkan adzan bisa dikumandangkan secara bersamaan.
Ada hal yang menarik di Indonesia mengenai adzan, dimana, adzan adalah sebuah kumandang yang tidak akan pernah berhenti. Setiap daerah memiliki waktu adzan yang berbeda-beda. Sehingga suara ini akan terus berderu selama 24 jam tanpa henti.
“Wa anum minallhi wa raslih ilan-nsi yaumal-ajjil-akbari annallha bar`um minal-musyrikna wa rasluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa’lam annakum gairu mu’jizillh, wa basysyirillana kafar bi’abin alm.”
Artinya: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.
Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.
Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”
Berikut ini lafadz adzan:
Arab:
(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ
Latin:
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya ‘alashshalaah (2x)
Hayya ‘alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah
Kemudian, untuk lafadz adzan subuh ada kalimat yang ditambahkan, yakni
Arab: اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Latin: Ash-shalaatu khairum minan-nauum
Artinya: Sholat itu lebih baik dari pada tidur
dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya ‘alalfalaah
(abi sorban)
-

ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL
wp.sorbansantri.com- Dalam rangka meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa, Ansor sebagai bagian dari generasi muda yang mau tidak mau akan menjadi pewaris sejarah bangsa, sudah selayaknya hadir untuk ikut menata keutuhan negeri. Akan sangat menyebalkan bukan,, bila nanti warisan yang mesti dipegang itu berupa kerusakan yang butuh banyak membuang sumberdaya untuk memperbaikinya?Dalam kondisi mental dan fisik yang sedang di tempa berbagai kenyataan seperti saat ini, masyarakat mesti cerdas mengambil sikap, bukan diam pasrah terhadap tantangan pandemi maupun gonjang-ganjing politik yang makin membingungkan, ya membingungkan bagi yang tidak punya pegangan yang kuat, diam pasrah tergerus-bergerak berlebih bakal terberangus.Apel virtual cara terbaik mewakili kebersamaan, toh di jaman kekinian ruang dan waktu mestinya memang bukan lagi jadi halangan untuk terus bersama-sama berjuang. Ilmu dan teknologi telah memberi kemudahan, jangankan untuk hal-hal baik, untuk Kenakalan-kenakalan dan kejahatan saja sudah beralih model menjadi kenakalan virtual.Pembatasan dan jaga jarak mesti dilaksanakan, karena sejauh ini, hanya hal itu yang paling mudah untuk kita lakukan untuk melawan Covid-19, selebihnya percayakan kepada para ahli untuk menjalankan amanah yang semoga mereka senantiasa bisa dipercaya. Disisi lain pembatasan yang berakibat pada tergantikannya model komunikasi antar warga dari komunikasi nyata ke komunikasi maya, bukan tidak mungkin mengakibatkan distorsi informasi yang makin meningkat.Keringanan jari dan kemudahan menangkap informasi, akan jadi hal yang salah kaprah bila pada jalurnya terdapat oknum-oknum yang pandai menari, bukan di atas luka saja, tetapi juga menari untuk mengorek menyayat agar melahirkan luka. Menjaga garis komando secara penuh semoga menjadi cara terbaik untuk menghindari salah kaprah, bilapun nanti ada komando bergerak telah diturunkan, semua telah terbiasa siaga satu komando. (banser banyumas) -

Pulang dari Apel Kebangsaan, 2 Banser Cirebon Tangkap Jambret

Sahabat Agus dan Jakfar menangkap jambret daerah sumber wp.sorbansantri.com- Minggu, 29 November 2020. Ketangkasan banser kabupaten cirebon , patut diacungi jempol. Pasalnya Dua banser bernama agus dan jakfar dari satkoryon Plered kabupaten cirebon ini membantu kepolisian menangkap seorang jambret di daerah Sumber.(29/11)Dalam suasana hujan, keduanyanya sahabat agus dan jakfar pulang dari acara APEL KEBANGSAAN SECARA VIRTUAL di gedung PCNU kab. Cirebon, saat hendak pulang dari APEL KEBANGSAAN sahabat AGUS dan JAKFAR melihat polisi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penjambretan. Dan spontan sahabat banser melakukan pengejaran dan berhasil ditangkapnya jambret tersebut. Saat ini pelaku jambret sudah berhasil diamankan dan di bawa ke POLSEK setempat. (abi sorban) -

BULLSHIT PARA “PEMBELA” ISLAM
wp.sorbansantri.com- Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para “pembela” Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. Mereka semakin radikal. Radikalisme dalam hal ini dalam konteks pemikiran dan tindakan politik yang berlatar belakang agama. Karena itu potensi radikalisme ada di semua agama, bukan monopoli salah satu agama tertentu. Bahkan potensial pada setiap individu manusia.Pada kenyataannya, aksi-aksi bela Islam yang mereka gelar bullshit semata. Bullshit artinya omong kosong, tahi (kotoran) dan tipuan. Harry G Frankfurt pertama kali menyajikan bullshit sebagai sebuah teori pada artikelnya di jurnal Raritan Quaterly Review tahun 1986.Kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul On Bullshit pada tahun 2005. Menurutnya, bullshit adalah pembicaraan yang dimaksud untuk membujuk tanpa memperhatikan kebenaran. Berbeda dengan pembohong, yang peduli dengan kebenaran tapi menyembunyikannya.Bullshit yang paling Nampak di depan mata, adalah akhlak dan tutur kata mereka yang jauh dari ajaran Islam. Caci maki, umpat dan sumpah serapah meluncur dengan ringan dari mulut mereka. Sangat bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah Muhammad saw.Mereka menjadikan Islam sebagai alasan dalam bertindak radikal. Akibatnya nama Islam menjadi “fitnah” bagi Islam dan umatnya. Sedangkan hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan substansi dan tujuan Islam itu sendiri. Tentu saja merugikan dan memecah belah umat Islam, serta merusak citra baik Islam yang justru memicu lahirnya sikap islamofobhia.Mereka adalah bullshiter, tidak peduli apakah yang dikatakannya itu benar atau salah, dia hanya peduli, apakah pendengarnya bisa dibujuk atau tidak. Bullshitter tidak peduli apakah hal-hal yang dikatakannya itu menggambarkan realitas yang benar atau tidak. Dia hanya mengambilnya, membuatnya, sesuai dengan tujuannya.Aksi bela Islam mereka tidak ada hubungannya dengan kedalaman iman seseorang. Karena kedalaman iman seseorang terkait dengan kedekatan hatinya dengan Allah swt. Kedalaman iman ada dalam diri seseorang, ia bersifat imanen. Dari kedalaman iman memancar kesalehan pribadi.Pada hakekatnya tujuan beragama (Islam) hanyalah untuk mencari ridho Allah SWT, maka mutlak harus berangkat dari hati yang ridho atau ikhlas, guna mengenal dan mencintai, serta dicintai-Nya (makrifat).Kedalaman iman yang memancarkan kesalehan pribadi sesuai dengan substansi Islam tertuang dalam visi, “Menjadi rahmat bagi alam semesta” (Wama arsalnaka illa rahamatan lil’alamin), dan misi berupa tiga pilar agama, yaitu enam rukun iman (tauhid-aqidah), lima rukun Islam (syariat fiqih), dan puncaknya adalah rukun ihsan yaitu akhlaqul karimah.Ciri seseorang berakhlak karimah, memberi manfaat kepada orang lain. Orang merasa aman, nyaman dan damai bersamanya. Dari kesalehan pribadi menjadi kesalehan sosial.Menurut Evan Davis, bullshit sebagai ketidakpedulian atau tidak adanya perhatian terhadap kebenaran. Bullshit merupakan salah satu fitur dan kunci masuk ke budaya kontemporer yang merasuk segala aspek kehidupan sehari-hari dan politik.Bullshit adalah isi dan esensi post-truth, dimana emosi dianggap lebih penting ketimbang bukti dan fakta. Bullshit menjadi sarana komunikasi yang efektif.Sedangkan radikalisme bersifat politis. Motif dasar kaum radikal sesungguhnya adalah kekuasaan. Islam menjadi alat melegitimasi motif tersebut. Dalam paradigma kaum radikal, Islam akan tegak dengan kekuasaan politik. Sebab itu puncak kekuasaan harus diraih. Tanpa memegang tampuk kekuasaan, syariah Islam tidak bisa diterapkan.Karena itu pemaksaan keyakinan pada level ini akan mengganggu ketertiban masyarakat, keamanan dan ketahanan negara.Oleh Ayik Heriansyah -

Kitab Hikam Yang Sistematis

wp.sorbansantri.com– Mungkin tidak hanya saya saja yang merasa ‘janggal’ ketika ngaji Hikam, baik saat dulu di pondok atau sesudah boyong dari pondok. Kejanggalan itu adalah karena tanpa Bab dan mengapa tiba-tiba Imam Ibnu Athaillah langsung membahas Bab “Bertumpu Pada Amal Perbuatan Sendiri”, dilanjutkan pada Kalam Hikmah kedua yang tidak ada kaitannya dengan Kalam Hikmah pertama dan seterusnya.
Tentu saya manut saja dengan penjelasan para Kiai yang mengambil penjelasan dari beberapa Syarah Hikam. Inti Hikmahnya kita dapat, namun sistematika dan alur pembahasan belum kita peroleh, sebagaimana di zaman modern ini tidak mengenyampingkan metode pembahasan, karena akan lebih mudah dalam memahami secara runtut.
Kejanggalan saya terjawab oleh seorang ulama ahli hadis dari India yang juga pengamal ilmu Tasawuf, Syekh Al-Muttaqi Al-Hindi (975 H), pemilik kitab Kanzul Ummal yang memuat lebih dari 40.000 hadis dan Atsar.
Kalam Hikmah pertama dalam Al-Hikam ditata ulang oleh beliau dan ternyata diletakkan pada Kalam Hikmah ke 82 (lihat gambar) sesuai dengan sistematika Bab. Kalam Hikmah Ibnu Athaillah sebanyak 253 itu diramu ke dalam 30 Bab, akhirnya menjadi sangat mudah untuk dipahami. Tidak heran jika Syekh Al-Muttaqi Al-Hindi ini menamakan kitabnya tersebut:
النهج الاتم في تبويب الحكم
“Metode sempurna dalam menyusun bab-bab Kitab Al-Hikam”.Pensyarah kitab tersebut adalah seorang ulama dari Nusantara yang sudah tidak asing bagi para santri, Syekh Nawawi al-Bantani yang bergelar Penghulu Ulama Syafi’iyah di Makkah. Karekteristik penulisan kitab-kitab beliau selalu ringan, tidak panjang dikali lebar dan yang pasti setiap kesulitan pemahaman selalu terjawab. Syarah tersebut bernama Misbahu Dholam.
Lebih sempurna lagi, penahqiq kitab tersebut berhasil memberi catatan kaki yang komplit, hadis-hadis dicatatkan kitab induknya, perkataan ulama dicantumkan kitab dan halamannya seperti dari Risalah Qusyairi dan sebagainya.
Rupanya dedikasi menerbitkan karya-karya ulama NUsantara ini yang selalu diprioritaskan dari yayasan yang didirikan oleh Sohib saya Gus Nanal Ainal Fauz, Turots Ulama Nusantara. Jazakumullah Khoiron katsiron Ustadzana (wa bikron).
-

CUCI OTAK ALA FPI

sorbansanti.com- Ada semacam template yang dibuat oleh mereka untuk membantu orang-orang yang tidak bisa berpikir, agar bisa menjawab ketika panutan semu mereka dikritik.
Template yang beredar, “anakmu mau saya doakan seperti Nikita Mirzani atau seperti HRS”. Ada juga ” kalau punya anak cowok mau seperti baju loreng (jenderal Dudung) atau baju putih (H R)”.
Kalimat yang banyak dikopas dan di sebar di meme-meme itu cacat logika.
Pertama, menganggap ada manusia paripurna yang bersih dari kesalahan. Seakan satu orang bersih tanpa noda satu orang kotor tanpa kelebihan sama sekali.
Kedua, kalimat tersebut merupakan stigma, bahwa orang yang diperlawankan dengan idola mereka adalah orang brengsek. Jahat, anti Islam anti ulama. Perbandingan itu cara mereka mengaburkan keragaman fakta dan profil lengkap kedua sosok; ada kelebihan kekurangan, dan positif negatif dari kedua belah pihak. Dan tentu saja sangat manusiawi. Perbandingan itu untuk mengaburkan itu.
Ketiga, perbandingan itu menafikan karunia Allah yang sebar dalam berbagai lapangan kehidupan.
Dengan demikian perbandingan tersebut tidak relevan jika orang yang dianggap ulama (karena saya tidak menganggapnya begitu) dibandingkan dengan Tentara (jenderal TNI).
Karunia dan keutamaan yang Allah berikan bagi tentara misalnya,
(عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ). رواه الترمذي(1639) وأبو يعلى(4346)
“Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, pertama mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang terjaga karena menjaga (masyarakat) karena Allah”.Dalam Saheh Bukhari disebutkan,
وعن أبي عبس عبد الرحمن بن جبر –رضي الله عنه- أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال: (مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ) رواه البخاري (2811)
” Kaki seorang hamba (para tentara) yang kotor saat betugas karena Allah ia tidak akan tersentuh api neraka.ومن ذلك ما جاء عن أبي هريرة –رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- 🙁 لَا يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ فِي مُنْخُرَيْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ) رواه أحمد(7480) والنسائي(3107) وصححه ابن حبان (4607)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan
(رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ) رواه مسلم (1913)Menjaga batas terluar suatu wilayah sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan sholat sebulan penuh”.
Ibn Taimiyah menjelaskan menjaga negara (diperbatasan) lebih baik dari beribadah di 3 masjid utama (Mekah, Madinah dan Masjidil Aqsha).
قال ابن تيمية –رحمه الله تعالى-:” المرابطة بالثغور أفضل من المجاورة في المساجد الثلاثة كما نص على ذلك أئمة الإسلام عامة …، وهذا متفق عليه بين السلف، حتى قال أبو هريرة – رضي الله عنه – لأن أرابط ليلة في سبيل الله أحب إلي من أن أقوم ليلة القدر عند الحجر الأسود. وذلك أن الرباط من جنس الجهاد، وجنس الجهاد مقدم على جنس الحج”ا.هـ الفتاوى الكبرى 5/146
Jadi perbandingan profesi ulama dan tentara sangat tidak relevan. Jangan menganggap salah satu lebih dekat dan lebih baik disisi Allah.
Sebab baik ulama maupun tentara yang Allah nilai hati mereka bukan pakaian loreng atau putih. Saya ko sangat yakin, dibalik baju loreng ada wali-wali Allah yang tersembunyi. Wali Allah itu seperti Intel, ia melebur dalam semua bidang kehidupan.
Sebaliknya orang yang kita anggap ulama, tapi tiap hari memprovokasi (النمام melawan pemerintah yang sah (بغات), memfitnah (فتان).
Menurut ahlus sunah menentang pemimpin yang sah itu haram, walaupun dia dzalim ataupun fasiq. Itu juga alasan kenapa para sahabat membiarkan Yazid berkuasa dan tidak mendukung perlawanan Sayidina Husen terhadap Yazid.
Seperti disebutkan Ibn Taimiyah:
قال شيخ الاسلام ابن تيمية -رحمه الله- : “لعلَّه لا يكاد يعرف طائفةٌ خرجت على ذي سلطان إلاَّ وكان في خروجها من الفساد ما هو أعظم من الفساد الذي أزالته “
“Hampir dapat dipastikan ketika sekelompok orang melawan penguasa yang sah, akan menimbulkan kerusakan lebih besar daripada kerusakan yang dilakukan penguasa yang hendak mereka hilangkan”.
Mungkin bisa Anda cek negara-negara Timur Tengah untuk membuktikan kebenaran perkataan Ibn Taimiyah ini.
Intinya pertanyaan “apakah anda ingin punya anak seperti Nikita Mirzani atau H R” atau apakah Anda ingin anak anda seperti baju loreng atau putih adalah pertanyaan sangat menyesatkan.
Jawab saja, anak saya jadi apa saja yang penting diridhai Allah dan tidak jadi provokator. Karena dosa provokator dan melawan pemerintah yang sah adalah dosa dan kezaliman paling besar.
Tambahan catatan:
من عقائد أهل السنة والجماعة المتواترة : حُرْمَةُ الخروج أو التحريض على الحاكم المسلم لفسقه أو لظلمه
06 ذو الحجة 1439
من عقائد أهل السنة والجماعة المتواترة : حُرْمَةُ الخروج أو التحريض على الحاكم المسلم لفسقه أو لظلمهقال الحافظ ابن حجر – رحمه الله تعالى – في الفتح : (( وفي هذا الحديث جواب طاعة الإمام الذي انعقدت له البيعة، والمنع من الخروج عليه ولو جار في حكمه، وأنه لا ينخلع بالفسق )) ا ه
ونقل العلامة النووى -رحمه الله – الإجماع على ذلك فقال : ” واما الخروج عليهم وقتالهم فحرام باجماع المسلمين وإن كانوافسقة ظالمين وقد تظاهرت الاحاديث على ماذكرته وأجمع اهل السنه انه لا ينعزل السلطان بالفسق ” اه
وقال الامام ابن القيِّم -رحمه الله-: “الإنكار على الملوك والولاة بالخروج عليهم أساس كلِّ شرّ، وفتنةٌ إلى آخر الدهر “
وليعلم أنَّ التحريض على الحاكم المسلم ـ وإن كان فاسقا ـ صنعة الخوارج .
قال الحافظ ابن حجر رحمه الله واصفاً الخوارج القعدية : (والقعد الخوارج، كانوا لا يرون الحرب، بل ينكرون على أمراء الجور حسب الطاقة ويدعون إلى رأيهم ويزينون مع ذلك الخروج ويحسنونه) – تهذيب التهذيب 114 /8-








