Kategori: Kajian

kegiatan atau program yang bertujuan untuk mendalami dan memahami ajaran Islam secara lebih mendalam. Kajian Islam sering kali dilakukan dalam bentuk diskusi, pelatihan, seminar, atau ceramah yang dipimpin oleh ulama, cendekiawan Islam, atau tokoh agama lainnya. Materi kajian Islam dapat mencakup berbagai topik, seperti tafsir Al-Quran, hadis, fiqih, akhlak, sejarah Islam, dan pemikiran-pemikiran Islam kontemporer. Tujuan dari kajian Islam adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keimanan umat Islam serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang ajaran dan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan modern.

  • KEADILAN DAN KELALIMAN

    KEADILAN DAN KELALIMAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tak lama setelah menduduki kawasan Anatolia, Timur Lenk mengundangi para ulama di kawasan itu. Setiap ulama beroleh pertanyaan yang sama:

    “Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal.”

    Beberapa ulama telah jatuh menjadi korban kejahatan Timur Lenk ini. Dan akhirnya, tibalah waktunya Nasrudin diundang. Ini adalah perjumpaan resmi Nasrudin yang pertama dengan Timur Lenk. Timur Lenk kembali bertanya dengan angkuh :

    “Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal.”

    Dan dengan menenangkan diri, Nasrudin menjawab :

    “Sesungguhnya, kamilah, para penduduk di sini, yang merupakan orang-orang lalim dan abai. Sedangkan Anda adalah pedang keadilan yang diturunkan Allah yang Maha Adil kepada kami.”

    Setelah berpikir sejenak, Timur Lenk mengakui kecerdikan jawaban itu. Maka untuk sementara para ulama terbebas dari kejahatan Timur Lenk lebih lanjut.

    TIMUR LENK DI AKHIRAT

    Timur Lenk meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya.

    “Nasrudin! Menurutmu, di manakah tempatku di akhirat, menurut kepercayaanmu ? Apakah aku ditempatkan bersama orang-orang yang mulia atau yang hina ?”

    Bukan Nasrudin kalau ia tak dapat menjawab pertanyaan ‘semudah’ ini.

    “Raja penakluk seperti Anda,” jawab Nasrudin, “Insya Allah akan ditempatkan bersama raja-raja dan tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah.”

    Timur Lenk benar-benar puas dan gembira. “Betulkah itu, Nasrudin ?”

    “Tentu,” kata Nasrudin dengan mantap. “Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama Fir’aun dari Mesir, raja Namrudz dari Babilon, kaisar Nero dari Romawi, dan juga Jenghis Khan.”

    Entah mengapa, Timur Lenk masih juga gembira mendengar jawaban itu.(abi-sorban)

  • Tiba-Tiba Mata Saya Bisa Melihat Lagi

    Tiba-Tiba Mata Saya Bisa Melihat Lagi

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Di Majelis Dzikir Manakib Syaikh Abdul Qodir Jailani ra, KH Achmad Muzakky Syah bercerita, “Ketika itu di rumah saya sedang banyak tamu baik laki-laki dan perempuan. Tamu laki-laki berada di teras rumah dan tamu perempuan ada di dalam rumah. Ada seorang nenek yg berada di tempat tamu laki-laki di teras rumah sehingga saya suruh nenek tersebut masuk kedalam rumah, “nek, masuk nek ke dalam”

    “Tidak bisa melihat kiai” jawab nenek tersebut
    “iya nek masuk aja kedalam, tamu perempuan di dalam”
    “saya gak bisa melihat kiai” jawab nenek
    “Ya sudah, sembuh, sembuh”
    Akhirnya nenek tersebut diantar masuk ke dalam rumah.

    Beberapa hari kemudian nenek ini bertamu ke kiai ingin tasyakuran menyembelih kambing.
    “Tasyakuran untuk apa nek”
    “Sebenarnya saya ini sudah 8 bulanan tidak bisa melihat kiai, kemarin waktu kiai menyuruh saya masuk rumah kiai bilang ‘sembuh, sembuh’. Nah alhamdulillah kiai tidak lama setelah itu dirumah tiba-tiba mata saya bisa melihat lagi kiai”
    “Semua itu karena berkah karomah Syaikh Abdul Qodir Jailani ra” (Al-Qodiri)

  • Khatib Pegang Tongkat

    Khatib Pegang Tongkat

    SORBAN SANTRI– Memegang tongkat saat khutbah hari raya adalah dianjurkan dalam Madzhab Syafi’iyah, berdasarkan riwayat:

    ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﺇِﻟَﻰ اﻟْﻌِﻴﺪَﻳْﻦِ ﻣَﺎﺷِﻴًﺎ ﻭَﻳَﺮْﺟِﻊُ ﻣَﺎﺷِﻴًﺎ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳُﻜَﺒِّﺮُ ﺑَﻴْﻦَ ﺃﺿﻌﺎﻑ اﻟْﺨُﻄْﺒَﺔِ ﻭَﻳُﻜْﺜِﺮُ اﻟﺘَّﻜْﺒِﻴﺮَ ﻓِﻲ اﻟْﺨُﻄْﺒَﺔِ ﻭَﻳَﺨْﻄُﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺼًﺎ

    Nabi shalallahu alaihi wasallam keluar menuju tempat shalat Id berjalan kaki. Pulang juga berjalan. Nabi memperbanyak takbir di sela-sela Khutbah. Dan Nabi juga memperbanyak Takbir dalam Khutbah. Ketika Khutbah Nabi memegang tongkat (HR Al-Hakim, Thabrani dan Baihaqi)

    Di Bab Jum’at atau hari raya Imam Syafi’i menganjurkan pakai tongkat. Bagaimana bila tidak ada tongkat?

    (ﻗَﺎﻝَ اﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲُّ) : ﻭَﺃُﺣِﺐُّ ﻟِﻜُﻞِّ ﻣَﻦْ ﺧَﻄَﺐَ ﺃَﻱَّ ﺧُﻄْﺒَﺔٍ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﺘَﻤِﺪَ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻲْءٍ

    “Asy-Syaafi’i berkata: Aku senang bagi setiap Khatib, Khutbah apapun, untuk memegang sesuatu” (Al-Umm 1/272)

    “Sesuatu” boleh tombak, boleh pancing, boleh senapan tembak (gun), boleh kayu, stick billiar pun boleh.

    •] Shalat Id di rumah dan khutbah Saudara Muslim di Negeri Jiran tetap memegang tongkat, yang penting benda panjang, apapun itu.
    •] Khotib Indonesia pakai bedil

    (kh.ma’ruf khozin)

  • Puasa 6 Hari Bulan Syawal

    Puasa 6 Hari Bulan Syawal

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Syawal tahun ini terasa beda dari Syawal sebelumnya. Ada sebagian rumah di Surabaya yang tertulis di depan pagar rumah: “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Maaf tidak menerima tamu”. Ada lagi di status WA: “Untuk mengurangi penularan virus Corona maka pemberian uang unjung-unjung ditiadakan”, dan sebagainya.

    Dari pada sekedar di rumah online terus lebih baik dilanjutkan puasa Sunah 6 hari bulan Syawal. Sebulan saja mampu, in syaa Allah 6 hari juga mampu.

    ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺃَﻳُّﻮﺏَ اﻷَْﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: «ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺛُﻢَّ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺳِﺘًّﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ، ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺼِﻴَﺎﻡِ اﻟﺪَّﻫْﺮِ»

    Dari Abu Ayyub Al Ansori bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa bulan Ramadhan kemudian melanjutkan 6 hari puasa bulan Syawal maka seperti (pahala) puasa 1 tahun” (HR Muslim)

    1. Maksud Seperti Puasa 1 Tahun

    ﻗَﺎﻝَ اﻟْﻌُﻠَﻤَﺎءُ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻛَﺼِﻴَﺎﻡِ اﻟﺪَّﻫْﺮِ ﻷَِﻥَّ اﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻓَﺮَﻣَﻀَﺎﻥُ ﺑِﻌَﺸَﺮَﺓِ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﻭَاﻟﺴِّﺘَّﺔُ ﺑِﺸَﻬْﺮَﻳْﻦِ

    Ulama menjelaskan bahwa puasa tersebut seperti puasa 1 tahun sebab 1 kebaikan dilipatgandakan 10 kebaikan. Maka Ramadhan seperti 10 bulan dan 6 hari seperti 2 bulan” (Syarah Muslim 8/58)

    Penjelasan ini menurut Imam Nawawi berdasarkan hadis:

    ﻋَﻦْ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥَ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: «ﺻِﻴَﺎﻡُ ﺷَﻬْﺮِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺑِﻌَﺸَﺮَﺓِ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﻭَﺻِﻴَﺎﻡُ ﺳِﺘَّﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﺑﺸﻬﺮﻳﻦ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﺻِﻴَﺎﻡُ ﺳَﻨَﺔٍ»

    Dari Tsauban bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Puasa Ramadhan seperti 10 bulan. Dan puasa 6 hari bulan Syawal seperti 2 bulan. Itulah puasa 1 tahun” (HR Nasa’i)

    1. Boleh Berurutan Atau Dipisah

    ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻨَﺎ ﻭَاﻷَْﻓْﻀَﻞُ ﺃَﻥْ ﺗُﺼَﺎﻡَ اﻟﺴِّﺘَّﺔُ ﻣُﺘَﻮَاﻟِﻴَﺔً ﻋَﻘِﺐَ ﻳَﻮْﻡِ اﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻓَﺈِﻥْ ﻓَﺮَّﻗَﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺃَﺧَّﺮَﻫَﺎ ﻋَﻦْ ﺃَﻭَاﺋِﻞِ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻭَاﺧِﺮِﻩِ ﺣَﺼَﻠَﺖْ ﻓَﻀِﻴﻠَﺔُ اﻟْﻤُﺘَﺎﺑَﻌَﺔِ ﻷَِﻧَّﻪُ ﻳَﺼْﺪُﻕُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺗْﺒَﻌَﻪُ ﺳِﺘًّﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ

    Ulama Syafi’iyah berkata: “Yang utama adalah berpuasa 6 hari bulan Syawal secara terus menerus setelah Idul Fitri. Jika 6 hari tersebut dipisah-pisah atau diakhirkan dari hari awal-awal bulan Syawal maka tetap memperoleh pahala tersebut karena masih kategori meneruskan 6 hari bulan Syawal” (Syarah Muslim 8/58)

    1. Qadha’ Puasa Ramadhan bersama Puasa 6 Hari Bulan Syawal

    (ﺳُﺌِﻞَ) ﻋَﻦْ ﺷَﺨْﺺٍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺻَﻮْﻡٌ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﻗَﻀَﺎءٌ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﻫَﻞْ ﻳَﺤْﺼُﻞُ ﻟَﻪُ ﻗَﻀَﺎءُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﺛَﻮَاﺏُ ﺳِﺘَّﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﻭَﻫَﻞْ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﻘْﻞٌ؟

    Ar-Ramli ditanya tentang seseorang yang punya tanggungan puasa Ramadhan dan diqadla’ (ditunaikan) di bulan Syawal apakah dia mendapatkan pahala qadha’ dan pahala 6 hari bulan Syawal, apakah ada dalilnya?

    (ﻓَﺄَﺟَﺎﺏَ) ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﻳَﺤْﺼُﻞُ ﺑﺼﻮﻣﻪ ﻗَﻀَﺎءُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﺇِﻥْ ﻧَﻮَﻯ ﺑِﻪِ ﻏَﻴْﺮَﻩُ ﻭَﻳَﺤْﺼُﻞُ ﻟَﻪُ ﺛَﻮَاﺏُ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّاﻝٍ ﻭَﻗَﺪْ ﺫَﻛَﺮَ اﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔَ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْ اﻟْﻤُﺘَﺄَﺧِّﺮِﻳﻦَ.

    Ar-Ramli menjawab: “Dia mendapatkan pahala qadha’ Ramadhan bersama puasa 6 Syawal, meskipun niat dengan lainnya. Dia juga tetap mendapatkan pahala 6 hari bulan Syawal. Masalah ini telah disampaikan oleh para ulama generasi akhir” (Fatawa Ar-Ramli 2/66) (abi sorban)

  • Ziarah Kubur dan Silaturahmi Setelah Shalat Id

    Ziarah Kubur dan Silaturahmi Setelah Shalat Id

    SORBANSANTRI.COM

    Imam Bukhari meriwayatkan dalam Sahihnya:

    ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ اﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ، ﻗَﺎﻝَ: «ﻛَﺎﻥَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﻋِﻴﺪٍ ﺧﺎﻟﻒ اﻟﻄﺮﻳﻖ»

    Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam jika berangkat (ke tempat shalat Id) maka pulangnya tidak melewati tempat awal berangkat (Sahih al-Bukhari No 986)

    Mengapa Nabi shalallahu alaihi wassallam melakukan hal tersebut? Para ulama memiliki penafsiran sendiri-sendiri seperti yang disampaikan oleh pensyarah Sahih al-Bukhari, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:

    ﻭَﻗَﺪِ اﺧْﺘُﻠِﻒَ ﻓِﻲ ﻣَﻌْﻨَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻗْﻮَاﻝٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓٍ اﺟْﺘَﻤَﻊَ ﻟِﻲ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ

    Para ulama beda pendapat tentang makna hadis di atas ke dalam banyak pendapat, yang terkumpul bagi saya lebih dari 20 pendapat

    ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟﻴﺰﻭﺭ ﺃَﻗَﺎﺭِﺑَﻪُ اﻷَْﺣْﻴَﺎءَ ﻭَاﻷَْﻣْﻮَاﺕَ ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟِﻴَﺼِﻞْ ﺭَﺣِﻤَﻪُ

    Ada yang mengatakan bahwa agar Nabi bisa menziarahi kerabatnya baik yang masih hidup atau sudah wafat. Ada juga yang berpendapat agar Nabi dapat melakukan silaturahmi (Fathul Bari 2/473)

    Apakah anjuran itu hanya bagi imam saja? Al-Hafidz mengutip dari Madzhab Syafi’i:

    ﻭَاﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ اﻷُْﻡِّ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ ﻟِﻹِْﻣَﺎﻡِ ﻭَاﻟْﻤَﺄْﻣُﻮﻡِ ﻭَﺑِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ اﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻴَّﺔِ

    Penjelasan yang ada dalam kitab Al-Umm bahwa anjuran tersebut berlaku bagi imam dan makmum. Pendapat ini juga disampaikan oleh kebanyakan Madzhab Syafi’iyah (Fathul Bari 2/472)

    •] Ini adalah dalil kita untuk ziarah kubur dan silaturahmi setelah hari raya dalam keadaan normal. Untuk saat ini kita cukup baca Yasin dari rumah, kita yakin pahalanya sampai. Untuk silaturahmi juga dari rumah, pakai alat telekomunikasi, telpon, video call dan sebagainya.

  • ZAKAT KEPADA HABAIB

    ZAKAT KEPADA HABAIB

    SORBANSANTRI.COM

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya mau bertanya, apakah sah kalau saya menyerahkan zakat saya kepada seorang Habaib yang sekaligus guru saya?. Karena sering dikatakan dalam kajian Fiqih Zakat, bahwa Ahlul Bait Rasulullah Saw adalah golongan yang tidak bisa menerima zakat. Apa yang mendasari rumusan tersebut?. Terimakasih.

    Zuhroh U, -Surabaya.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memberikan zakat kepada Ahlul Bait (keluarga dan keturunan Rasulullah Saw) yang berasal dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib.

    Pendapat pertama, menyatakan bahwa Ahlul Bait tidak sah menerima zakat dengan berdasarkan hadis:

    إِنَّ هَذِهِ الصَّدَقَاتَ إِنَّمَا هِيَ أَوْسَاخُ النَّاسِ وَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِمُحَمَّدٍ وَلَا لِآلِ مُحَمَّدٍ
    “Sesungguhnya zakat ini adalah kotoran dari manusia. Dan sesungguhnya itu tidak halal bagi Muhammad dan keluarga Muhammad,” (HR. Muslim).

    إِنَّ لَكُمْ فِيْ خُمُسِ الْخُمُسِ مَا يُغْنِيْكُمْ
    “Sesungguhnya bagi kalian (Ahlul Bait) mendapatkan dari Khumusul Khumus (seperlima dari lima bagian harta rampasan perang). Bagian yang telah mencukupi kalian,” (HR. Ibnu Abi Hatim).

    Pendapat kedua, menyatakan bahwa Ahlul Bait dapat menerima zakat. Pendapat ini berargumen bahwa salah satu alasan Ahlul Bait tidak bisa menerima zakat adalah karena telah tercukupi dengan seperlima dari lima bagian harta rampasan perang (Ghanimah). Sementara untuk saat ini, tidak ada sediktpun hasil rampasan perang yang diserahkan kepada Ahlul Bait. Dengan demikian, memberikan zakat kepada mereka hukumnya sah. Pendapat ini pun dinyatakan oleh beberapa ulama besar madzhab Syafi’i seperti Imam Al-Ustukhry, Imam Al-Harowi dan diamalkan oleh Al-Fakhrur Rozi.

    Namun sebagai catatan, syekh Ba’asyan pernah mengatakan demikian, “Sebaiknya bagi yang menyerahkan zakat kepada Ahlul Bait menjelaskan bahwa harta yang diberikan adalah bagian zakat. Sebab mungkin saja mereka menolak karena bersikap wirai atau hati-hati”.[]waAllahu a’lam

    Referensi:

    Bughyah Al-Mustarsyidin, hal 106-107, cet. Al-Haromain.

    Syarah Al-Yaqut An-Nafis, hal 292.

    Majmu’ Syarh Al-Muhaddzab, VI/227.

    Taqrirat As-Sadidah, hal 427.

    Hasyiyah al-Bajuri, I/285, cet. al-Haromain.

  • Cerita Sebenarnya Sosok Samson Betawi ( di kutip dari cerita zaman Nabi Muhammad SAW.)

    Cerita Sebenarnya Sosok Samson Betawi ( di kutip dari cerita zaman Nabi Muhammad SAW.)

    SORBANSANTRI.COM
    Benyamin Sueb_ Samson Betawi

    SORBAN SANTRI- Perlu kalian semua ketahui asal dari mula cerita syamson betawi yang kita kenal selama ini sebagai manusia yang punya kekuatan super versi suku betawi ternyata aslinya diambil dari cerita Syam’un versi Zaman sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW Yang mana ini sebagai salah satu asal mula turunnya surat AlQodar berikut cerita dari Syamson versi Zaman Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lest go..

    Pada Zaman Dahulu Malaikat jibril becerita kepada Nabi Muhammad SAW tentang seorang hamba pada masa bani isro’il yang bernama syamsul al ghozi . Dia telah berperang melawan orang orang kafir selama 1000 bulan dengan hanya bersenjata sehelai rambut jenggot unta. Meskipun hanya dengan senjata tersebut, syam’un bisa membunuh begitu banyak musuh hanya dengan satu sabetan saja. Perlawanan Syam’ un dengan orang orang kafir mampu berjalan setiap hari selama 1000 bulan ( 83 tahun 4 bulan).tidak ada seorang pun dari kaum kaum kafir yang mampu mengalahkan syam’un.

    Lalu mereka meminta bantuan kepada istri syam’un yang juga kafir, untuk membunuh suaminya,
    Ketika syam’un tidur istrinya mengikat dia kua kuat, dan beralasan sekedar bergurau. namun saat terbangun syam’un dapat melepas tali pengikatnya. peristiwa ini terjadi berulang ulang. Hingga akhirnya syam’un memberitahukan pada istrinya bahwa ia hny dpat dikalahkan dengan rambutnya sendiri yang panjang.setelah mengetahui ini, istri memotong delapan utas rambut kepala syam’un. Yang mana ditalikan kepada syam’un ke tangan dan kakinya.

    Ketika terbangun syam’un tidak bisa melepas ikatan rambutnya, lantas dia dibawa oleh kaum kafir ke suatu bangunan untuk dibantai. Kemudian syam’un berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan supaya bangunan itu merobohi kaum kafir termasuk istrinya. pemintaan syam’un dikabulkan dan ia selamat. sesudah peistiwa itu ia sempat beribadah 1000 bulan lagi. Malam hari shalat malam, siang harinya berpuasa hingga akhirnya mati syahid di medan perang melawan orang orang kafir.

    Mendengar cerita syam’un para sahabat Nabi SAW menangis karena terharu dan tertarik. Kemudian Allah swt menyuruh malaikat jibril turun membawa surat Al Qodar ini kepada nabi Muhammad. Allah memberi keistimwaan berupa satu malam lailatu qodar pada nabi Muhammad dan umatnya yang beribadah pada malam
    itu lebih utama dari pada ibadah 1000 bulan.

    Sumber ( Kitab Durotunnashihin )

  • Islam Hadir Bukan untuk “meng-Arab-kan” Bangsa, Bahasa, dan Budaya

    Islam Hadir Bukan untuk “meng-Arab-kan” Bangsa, Bahasa, dan Budaya

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Islam ada bukan untuk mengubah ucapan “sampurasun” atau “selamat pagi/siang” atau “good morning” atau “Syalom” dan lain sebagainya menjadi “assalamu’alaikum”. Seperti ucapan selamat yang lain, “assalamu’alaikum” juga sama: baik kaum Muslim maupun non-Muslim yang berbahasa Arab akan mengucapkan “kalimat perdamaian” ini. Para kolegaku yang non-Muslim tiap hari bilang “salamu’alaikam-salamu’alaikum”.

    Karena itu jika ada sejumlah kelompok non-Muslim yang “alergi” dengan kalimat “salam damai” ini karena dipandang sebagai “ucapan selamatnya orang Islam” sama lucunya dengan sejumlah kelompok Muslim yang bernafsu ingin mengganti semua ucapan salam dalam bahasa lokal menjadi “assalamu’alikum” karena dipandang “lebih Islami”. Tidak ada hubungannya antara “assalamu’alaikum” dengan “identitas keislaman”.

    Islam hadir bukan untuk “meng-Arab-kan” bangsa, bahasa dan budaya lain: mengubah ayah/bunda, bapak/ibu, bapake/simboke dan lain sebagainya menjadi “abi/umi”, mengganti saudara/saudari menjadi ikhwan/akhwat atau akhi/ukhti dan lain sebagainya. Kehadiran Islam tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlak dan moralitas manusia, agar kaum Muslim menjadi “Muhammad-Muhammad kecil” yang mampu membawa perubahan positif, rahmat dan kedamaian bagi semua umat manusia dan alam raya ini.

    Apalah artinya fasih berbahasa Arab, jika kefasihan itu kalian gunakan untuk mencaci-maki bahasa lain dan menebar kebencian terhadap orang dan budaya lain; apalah artinya pandai berdalil jika dalil itu kau gunakan untuk memfitnah dan menyebarkan kekerasan kepada orang lain; apalah artinya berjidat hitam jika otak dan perilaku kalian hitam-legam sehitam jidat kalian;

    Apalah artinya berjenggot panjang jika keburukan dan kejahatan kalian sama dengan jenggot kalian yang menjuntai itu; dan apalah artinya berpakaian meniru-niru Nabi Muhammad SAW, jika ternyata pikiran dan tindakan kalian seperti “begundal tengik” Abu Jahal wa ala alihi wa ashhabihi ajma’in. (red)

  • Gender Dan Poligami

    Gender Dan Poligami

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Isu gender bagi kalangan para santri terdiri dari 2 arus besar. Bagi para santri yang terus berkecimpung di pesantren dengan pegangan kitab kuning setiap harinya akan terlihat respon penolakannya, atau setidaknya kurang setuju. Sementara bagi arus kedua, para santri yang sudah aktif di lingkungan akademisi, pergerakan, bersentuhan dengan komunitas dan sosial yang beragam biasanya menerima isu gender ini.

    Arus kedua ini -dalam amatan saya- ada yang langsung menggugat bentuk patriarki dan penempatan wanita dalam kelas dua di beberapa literatur kitab. Namun ada pula yang lebih soft, tidak mendekonstruksi ‘doktrin’ kitab kuning namun mereinterpretasi (menafsirkan ulang) beberapa kitab rujukan tersebut dengan membandingkan dari penjelasan para ulama lain. Biasanya menggunakan tafsir ulama yang berbeda dalam penekanan sisi makna bahasa, atau dengan menggunakan pendekatan Ilmu Ushul Fiqh. Kyai Imam Nakhai yang kemarin menjadi narasumber bersama dengan saya dalam seminar nasional online adalah tipe yang soft ini. Saya memaklumi karena pangkat beliau sudah selevel Al-Ghazali, yakni di depannya sudah pakai “Imam”.

    Dalam penyampaian materi, kyai Imam Nakhai yang juga Dosen di Ma’had Ali Salafiyah Syafi’iyah Situbondo ini memaparkan beberapa dalil, menganalisa beberapa redaksi hadis, memposisikan mana dalil Am dan Khash, Mutlaq dan Muqayyad. Pada titik kesimpulan beliau katakan bahwa laki-laki dan perempuan pada sisi Insaniyah (kemanusiaan) dan Akromiyah (kemuliaan) adalah sama, sederajat. Namun pada sisi Afdlaliyah (keutamaan) terkadang laki-laki memiliki sifat keutamaan tersebut namun tidak menutup peluang bagi wanita untuk mencapai keutamaan tersebut.

    Saya didapuk oleh panitia menyampaikan materi seputar ibadah puasa dan hari raya di masa wabah ini. Jadi, saya hanya fokus dengan materi saya.

    Pada sesi tanya jawab hampir kebanyakan suara yang bertanya diwakili oleh kaum Adam dan bertanya tentang poligami. Beliau menjawab dengan jawaban yang sedikit mengejutkan awalnya, namun bisa dipahami di bagian akhir. Kata beliau poligami bukan ajaran Islam. Tapi ajaran umat terdahulu. Yang terdapat dalam Islam tentang poligami adalah mengatur dan memberi batasan.

    Tanpa diduga moderator menanyakan kepada saya soal poligigi ee poligami. Tentu saya terkejut. Saya menjawab dengan penjelasan yang terdapat dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’iyah:

    ﻭﻧﺪﺏ ﺇﻟﻰ اﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻭاﺣﺪﺓ ﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻮﺭ ﻭﺗﺮﻙ اﻟﻌﺪﻝ، ﻭﻫﺬا ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

    Dianjurkan menikah hanya 1 wanita saja, khawatir ada penyelewengan dan tidak adil. Kedua alasan ini tidak terdapat dalam diri Nabi shalallahu alaihi wasallam (Al-Majmu’ wa Takmilah 16/144)

    Di samping itu, redaksi dalam kitab-kitab Syafi’iyah biasanya ketika menjelaskan poligami menggunakan bahasa boleh (jawaz). Maka ada penuturan dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’i lainnya dijelaskan:

    ﺇﺫَا ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﻛَﺬَا ﻳُﻔْﻬَﻢُ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﺮْﻓًﺎ ﺃَﻥَّ ﺗﺮﻛﻪ ﺃﻭﻟﻰ

    “Jika ada redaksi ‘boleh melakukan ini’ maka dapat dipahami secara umum bahwa sebaiknya tidak dilakukan” (Bujairimi Khatib
    2/174) (kh. ma’ruf khozin)

  • Hukum Menghadiri Undangan Tak Punya Uang

    Hukum Menghadiri Undangan Tak Punya Uang

    SORBANSANTRI.COM

    بسم الله الرحمن الرحيم

    SORBAN SANTRI- Menghadiri Undangan hajatan hukumnya wajib, terkadang sehari sampe 3 tempat, sedangkan uang tak punya,
    1) apa boleh hadir tanpa bawa uang amplop?
    2) apakah uang hasil sumbangan hajatan harus dikembalikan dikemudian hari (ketika sipolan pesta?)

    Jawaban
    1) wajib hadir walaupun tdk punya uang, dan boleh tidak membawa uang amplop.
    ☝️ Syarat wajib menhadiri :
    ¹ hubungan tetangga ² teman ³ kerabat ⁴ ke-ilmu-an,kebaikan dll.
    Kalo tak kenal, boleh tdk hadir.

    2) uang amplop tidak wajib dikembalikan, krn bukan hutang, melainkan Hibah(pemberian).
    Kecuali sudah ada kesepakatan untuk dikembalikan.

    Dalil ( liat poto > h.qulyubi\i.tholibin \h.jamal))
    Maknanya
    “Pendapat Yg lebih tampak harta² yg ditradisikan dlm pesta² adalah hibah bukan piutang meskipun ditradisikan dimasyarakat untuk dikembalikan.”

    di kitab at-Tuhfah
    “Pendapat Yang lebih tampak harta-harta yang ditradisikan dalam pesta² adalah hibah dan tidak berpengaruh kebiasaan yang berlaku dimasyarakat selama tidak terdapati pernyataan semacam ‘ambillah…!!
    (ia niati menghutangkan dan disepakati oleh pemilik pesta atau ahli warisnya)

    Kesimpulan :
    sebesar apapun sumbangan hajatan yg diterima, itu adalah hibah\ pemberian,Bukan hutang,

    Wallohu a’lam bisshowab
    Walhamdulillah