Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • PENGURUS PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO BAHAS PROGRAM TAHUN 2020 DI GRAHA MWC. NU PACET

    PENGURUS PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO BAHAS PROGRAM TAHUN 2020 DI GRAHA MWC. NU PACET

    Acara yang dilaksanakan Ahad, 19 Januari 2020 di Graha MWC. NU Pacet Kab. Mojokerto, Pengurus PC GP Ansor Mojokerto mengadakan Pertemuan dengan jajaran pengurus PH dan Lembaga PC GP ANSOR, Kasatakorcab, Ketua dan Sekretaris PAC GP ANSOR, Ketua RA PAC,Kasatkoryon dan Setma Banser Se-Kab. Mojokerto.

    Acara yang dimulai pukul 17:00 WIB dan berakhir 01.00 WIB, membahas beberapa poin penting yang menentukan program dan langkah kedepan organisasi antara lain :

    1. Persiapan akhir dirosah kader ula
    2. Menyatukan komunikasi sesuai hasil pertemuan Infokom Banser
    3. Hasil PPK
    4. Persiapan Diklatsus
    5. Info pertemuan dengan PCNU
  • Rangkaian Kegiatan Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65 PAC IPNU IPPNU Pacet adakan Khotmil Qur’an

    Rangkaian Kegiatan Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65 PAC IPNU IPPNU Pacet adakan Khotmil Qur’an

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65, Senin (24/02/2020).

    Kegiatan khotmil Qur’an diselenggarakan di Graha MWC NU ini merupakan tindak lanjut dari intruksi PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto untuk mengadakan Khotmil Qur’an yang diselenggarakan serentak di seluruh PAC dan PKPT se-Kabupaten Mojokerto. dan kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan harlah IPNU ke 66 dan IPPNU ke 65 yang di selenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pacet.

    SORBANSANTRI.COM
    suasana khotmil Qur’an

    “Kegiatan ini memang berbeda dari kegiatan biasanya, kegiatan Khotmil Qur’an ini kami kemas secara sederhana, tetapi kami yakin bahwa kegiatan yang sederhana ini lebih efektif dan lebih bermanfaat bagi Anggota PAC IPNU IPPNU Pacet” tutur Halimatus Sya’diyah ketua PAC IPPNU Kecamatan Pacet.

    Halimah sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan hari lahir IPNU IPPNU ke 66 dan 65 yang puncaknya akan kami laksanakan kegiatan Do’a Bersama dan Ngaji Ke-NU-an yang akan diikuti oleh seluruh anggota IPNU IPPNU se-Kecamatan Pacet.

    Ketua PAC IPNU Kecamatan Pacet Yus Sahril Shobirin menambahkan “Selain untuk memperingati harlah IPNU IPPNU, kegiatan khotmil Qur’an ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada kita, bahwa sebagai Kader NU kita harus senantiasa melestarikan dan menjaga amaliyah – amaliyah NU yang ada seperti kegiatan khotmil Qur’an ini, walaupun terlihat sederhana tetapi akan lebih bermanfaat untuk kita”. (YSS-Red)

  • MAKAR….!! DI BALIK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

    MAKAR….!! DI BALIK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

    Oleh Ayik Heriansyah

    Sorbansantri.com – Amar ma’ruf nahi munkar suatu metode untuk menjaga kehidupan sosial politik agar tetap sesuai, selaras dan serasi dengan ajaran Islam. Amar ma’ruf nahi munkar bagian dari ajaran Islam. Siapa yang melaksanakannya mendapat ganjaran dari Allah swt. Oleh karena itu, agar diterima Allah swt amar ma’ruf nahi munkar harus benar dan baik sejak dari niat, tata cara sampai tujuan yang ingin dicapai.

    Kata Habib Umar al-Hafidz “Dalam berdakwah lakukan dengan cara yang baik dan lemah lembut. Begitu pula dalam memberantas atau mencegah kemunkaran, nahi munkar juga mesti dilakukan dengan cara yang ma’ruf pula. Bukan dengan cara yang munkar. Bukan dengan caci maki, dusta, khianat yang dengan cara tersebut berarti anda juga melakukan kemunkaran yang lain.” https://www.nu.or.id/post/read/111454/habib-umar–amar-ma-ruf-nahi-munkar–lakukan-dengan-cara-ma-ruf-.

    Sebelum melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seseorang harus meluruskan dan membersihkan niatnya dari segala sesuatu selain Allah swt, maksudnya, seseorang harus berniat melakukan amar ma’ruf nahi munkar semata-mata karena perintah Allah swt, bukan yang lain.

    Puncak dari amar ma’ruf nahi munkar adalah ditujukan kepada penguasa. Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as contoh terbaik dalam hal ini. Kedua Nabi as ini mendapat perintah dari Allah swt untuk mendatangi penguasa saat itu, Namrudz dan Fir’aun guna menyampaikan nasehat agar kembali kepada Allah swt.

    Kedua Nabi as ini melakukannya dengan cara-cara yang baik. Bukan ingin mencela, mencaci maki, menghina, menurunkan kehormatan dan wibawa serta bukan pula mau menjatuhkan kekuasaan Namrudz dan Fir’aun. Mereka tidak diperintahkan untuk merebut kekuasaan Namrudz dan Fir’aun.

    Amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as murni semata-mata karena perintah Allah swt. Tidak tersimpan motif makar di baliknya. Mereka Nabi Allah suri tauladan bagi para negarawan sejati. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar tanpa ambisi menjadi penguasa.

    Seorang negawaran sejati tidak mesti jadi penguasa. Bisa datang dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka peduli terhadap kondisi negaranya, cermin dari suasana hatinya yang penuh kasih sayang berkat limpahan anugerah kasih sayang Allah swt.

    Negarawan sejati dadanya lapang. Penuh harap akan rahmat Allah swt. Bagaimanapun terpuruknya negara, mereka tidak putus asa berusaha bangkit bersama. Dada mereka tidak sempit, jauh dari kebencian kepada penguasa. Karena mereka sadar, hanya Allah swt tempat bersandar, bukan amal mereka.

    Syaikh Ibnu ‘Athaillah mengawali hikmahnya di dalam kitab al-Hikam dengan untaian kalimat yang indah

    مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزَّ لــَـلِ

    “Di antara tanda-tanda bersandar kepada amal adalah berkurangnya rasa harap ketika terjadi kesalahan.”

    Negarawan sejati tidak pernah melepas akad bai’at taat kepada pemimpin yang mereka pilih dan angkat. Mereka memilih tetap bersabar sampai Allah swt menurunkan pertolongannya.

    Sebab, keluar dari ketaatan kepada pemerintah (menjadi khawarij), menuntut pemakzulan Presiden (makar) dan bertindak anarki (bughat), di antara bentuk-bentuk putus asa dari rahmat Allah swt. Walaupun dibungkus dengan istilah amar ma’ruf nahi munkar. Anwar-sorbar

  • Pengobatan Bekam “Gratis” oleh PAC GP ANSOR Jetis

    Pengobatan Bekam “Gratis” oleh PAC GP ANSOR Jetis

    Infokom PAC Jetis : Selain mahir di bidang sholawatan , PAC GP Ansor jetis mengembangkan kiprah dan manfaat ilmunya di tengah tengah masyarakat terutama jam’iyah Annahdliyah . Yaitu dengan menggelar acara bakti sosial berupa pengobatan secara gratis dengan tehnik BEKAM

    Abah Alim melakukan Bekam pada pasien

    SORBANSANTRI.COM

    Bertempat di masjid Al Amin dusun Pecuk desa Ngabar kec Jetis kab Mojokerto,Pada hari Senin tanggal 24/02/2020 pukul 14-00wib-16.00wib.Bekerjasama dengan MWC NU kec Jetis yang kebetulan bersamaan dengan acara majlis Lailatul Ijtima’. Tidak hanya warga sekitar tapi juga di ikuti oleh peserta dari luar desa Ngabar ..

    Antusiasme masyarakat tentang pengobatan alternatif Bekam

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Terapis bekam yang di Komandani oleh Rijalul Ansor (RA) Ranting Canggu ini juga di hadiri terapis dari pengurus Ansor daerah lain termasuk ada yang dari Kab.Sidoarjo .. Banyak peserta terapi pengobatan bekam yang merasakan beda badannya sebelum dan sesudah, “badan jadi lebih fresh dan nyaman setelah di bekam” kata salah satu pasien Bekam termasuk yang merasakan hal tersebut adalah peserta yang berasal dari desa Canggu .

    Karena Sebelum jam 14:00 wib banyak warga yang sudah hadir maka baksos kami mulai agak awal dan alhamdulillah yang semula kami jadwal sampai jam 16:00 tapi kami tunda sampai jam 17:00 wib harapan panitia mudah mudahan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan lebih banyak lagi yang akan menggunakan tehnik bekam ini untuk menjaga kesehatan nya ….

    Kordinator acara ini mengatakan “bahwa tehnik bekam ini sangat banyak sekali manfaatnya,diantaranya bisa membersihkan darah kotor yang ada di dalam tubuh sehingga peredaran darah menjadi lancar , juga bisa menurunkan kolesterol dan tekanan darah”..

    • Jika anda ingin sehat ala Rasulullah tidak ada salahnya untuk mencoba tehnik kesehatan Bekam ini

    PAC GP Ansor Jetis

    #By.Abah Alim/Irul infokom

  • AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB

    AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB

    InfokomBanserNU – RAJAB diambil dari kata “tarjib” yang berarti “pengagungan*”.
    Ada ulama juga mengatakan RAJAB artinya “Ashab” yang berarti “mengalir/menuang”, kenapa demikian karena di bulan RAJAB mengalirnya Rahmat Allah bagi orang-orang yang bertaubat.

    Ulama juga berkata, “Bulan rajab bulan untuk menanam, sya’ban untuk menyiram, ramadhan untuk memanen.

    InsyaAllaah 1 Rajab jatuh pada hari Selasa 25 Februari 2020, maka malam awal bulan rajab adalah hari senin malam selasa tanggal 01/Rajab/1441H.

    Diantara amalan yang baik dilakukan pada bulan Rajab (Bulan Haram/Mulia) :
    Puasa.
    Istighfar
    Do’a.
    Di anjurkan banyak do’a terutama pada malam pertama bulan rajab

    قال صلى الله عليه وسلم : خمس ليال لاترد فيه الدعاء: اول ليلة من رحب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر وليلة النحر.
    (اخرجه السيوطى رحمه الله تعالى فى الجامع)

    Di bulan rajab ini marilah kita menanam kebaikan sebanyak-banyaknya Bertaubat kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’aala dan meninggalkan maksiat agar kita mendapatkan Ridho-Nya

    1. Doa ketika masuk bulan Rajab

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ

    Artinya : “Yaa Allaah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban, serta perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan”.

    2. Berpuasa dibulan Rajab

    Fadhilahnya:
    قال رسول الله: من صام ثلا ثة ايام
    من شهر حرام كتب له ثواب عباده تسعمائة سنة
    Artinya, “Barangsiapa berpuasa dibulan haram selama tiga hari maka dituliskan baginya pahala ibadah sebanyak 900 tahun.”

    Fadilahnya yang lain :
    Barangsiapa yang berpuasa

    1 hari dalam keadaan beriman dan semata-mata karena Allah maka wajib baginya ridho Allaah,
    2 hari para penduduk langit dan bumi tidak bisa mensifatkan keutamaan dan kemuliaannya
    3 hari dijaga dari bala’ dunia dan akherat
    7 hari akan di tutup baginya 7 pintu neraka
    8 hari akan di bukakan baginya 8 pintu syurga,
    10 hari tidak akan meminta seseorang hamba suatu permintaan kecuali Allaah akan kabulkan doanya

    15 hari Allaah ampuni dosanya yang telah lalu, dan akan Allaah ganti keburukannya dengan kebaikan, dan Allaah tambah lagi pahalanya

    Lafadz Niat puasa sunnah rajab :

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    “Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allaah Ta’aala.”

    3, Membaca Istighfar.
    Doa dibaca pagi dan sore di bulan rajab (70×)*

    ّرب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ 70×

    Fadhilahnya : *” Barangsiapa yang membaca Istighfar sebanyak 70× dibulan RAJAB maka niscaya kulitnya tidak akan disentuh oleh Api Neraka.

    Ulama berkata, “Rajab adalah bulan untuk kita memperbanyak istighfar, sya’ban bulan untuk memperbanyak shalawat, ramadhan bulan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.”

    Maka dari itu perbanyaklah Istighfar dibulan yang mulia ini mintalah ampun kepadaNya.

    4. Doa dibaca antara Dzuhur dan Ashar dibulan rajab (70×)

    اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

    5. Dibaca pada 10 hari yang pertama bulan rajab (100×)

    سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ

    Dibaca pada 10 hari yang kedua bulan rajab (100×)

    سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ

    Dibaca pada 10 hari yang ketiga bulan rajab (100×)

    سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ

    6. Membaca “Sayyidul Istighfar” (3× Pagi dan Sore)

    اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت

    7. Membaca

    اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ × ٣٥

    (Dibaca 35× pada Hari Jum’at terakhir bulan Rajab saat Khotib diatas mimbar)

    (Amaliyah Ijazah Guru Mulia Al Habib Ahmad Bin Abu Bakar Bin Ali Bin Al Imamul Qutbh Ghoust Al Habib Abu Bakar Assegaf Gresik)

    Fadhilahnya
    “Barangsiapa yang mengamalkannya, maka tidak akan terputus uang di tangannya ditahun itu (diberi kejembaran rizki uang)”.
    8. Berdo’a
    قال رسول الله: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة اول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، ليلة الجمعة، ليلة الفطر، ليلة النحر

    Artinya, “Lima malam yang tidak ditolak didalamnya do’a awal malam Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, malam Idul Adha”.

    Sumber : Kitab Mukasyifatul Qulub, Kanzun Najah & Durratun Nasihin dll

  • Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

    Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

    Sorbansantri.com – Tidak semua orang Indonesia tahu apa itu Nahdlatul Ulama (NU). Ini tulisan singkat sejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

    Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama
    Hari lahir NU diperingati dua kali: 16 Rajab dan 31 Januari. Pertama berdasar kalender Hijriyah, kedua berdasar Masehi.

    Hari ini, 16 Rajab 1442 Hijriyah, adalah hari lahir organisasi Islam terbesar di Indonesia—dan dunia, Nahdlatul Ulama (NU). Tepat 98 tahun yang lalu dalam kelender hijriyah, dimotori duo KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, sejumlah kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Madura berkumpul di kediaman Kiai Wahab di Surabaya, menyepakati perkumpulan yang sebenarnya sudah memiliki embrio jauh sebelum itu.

    Beberapa tahun sebelumnya, sejumlah kiai yang kelak mendirikan NU telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Waton atau Kebangkitan Tanah Air (1916) serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar (1918). Kiai Wahab Chasbullah sebelumnya (1914) juga mendirikan kelompok diskusi yang ia namai Taswirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran. Nahdlatul Ulama tak lain adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya tersebut, namun dengan cakupan yang lebih luas.

    Pada awal 1920, Nusantara masih dikuasai penjajah Belanda. Rakyat masih miskin dan bodoh, karena sumber daya ekonomi dikuasai Belanda dan sekolah hanya diperuntukkan bagi kalangan priyayi yang direncanakan dan didesain untuk menjadi ambtenaar Belanda. Di desa-desa, rakyat jelata berkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.

    Didorong oleh realitas tersebut dan juga semangat mengamalkan ilmu yang didapat, kiai-kiai, kalangan muslim-tradisional terdidik yang tinggal di desa, mulai mendirikan pesantren untuk mendidik orang-orang desa dari buta aksara dan tuna pengetahuan. Sebagian besar yang diajarkan nilai-nilai agama, namun pada kenyataannya mereka yang nyantri belajar lebih dari itu. Dengan adanya pesantren, banyak warga desa yang sebelumnya tidak bisa baca tulis menjadi bisa baca tulis, namun dalam bentuk Arab pegon. Tapi dari situlah transformasi pengetahuan, wawasan dan literasi terjadi.

    Dengan makin banyaknya pesantren, masyarakat yang memeluk Islam juga makin banyak. Namun berbeda dengan kalangan pembaharu puritan yang mendorong pemurnian Islam dari tradisi-tradisi lokal yang dianggap bid’ah, kiai-kiai pesantren menerima dan mengasimilasikan tradisi lokal dengan nilai-nilai Islam. Sehingga warga pribumi Jawa tidak merasa tercerabut dari akarnya ketika memeluk dan mempraktekkan ajaran Islam.

    Namun tekanan kaum puritan yang mengatasnamakan kembali kepada Qur’an dan Hadist membuat banyak kiai merasa tidak nyaman. Tekanan terbesar terhadap kelompok pesantren terjadi ketika terjadi perubahan di Timur Tengah, yang mana Abdul Aziz bin Abdul Rahman atau dikenal dengan sebutan Ibnu Saud menguasai Mekah-Madinah. Ibnu Saud yang berpandangan Wahabi hendak menerapkan azas tunggal Wahabi dan memberangus madzhab-madzhab lain di dua tempat suci orang Islam tersebut dan ingin menghancurkan situs-situs peninggalan Nabi yang dianggap bisa menyeret pada kemusyrikan.

    Para kiai pesantren yang sebagian pernah belajar di Mekah-Madinah pun saling berkomunikasi dan membahas persoalan tersebut. Setelah lewat proses komunikasi yang panjang, KH Wahab Chasbullah beserta KH Hasyim Asy’ari mengundang sejumlah kiai untuk rapat di Surabaya, di kediaman Kiai Wahab. Di situ disepakati bahwa kiai-kiai hendak mengirim utusan untuk mengajukan keberatan kepada Raja Abdul Aziz. Pertemuan yang dikenal dengan istilah Komite Hijaz melahirkan sejumlah tuntutan, diantaranya:
    1. Meminta Raja Ibnu Saud untuk tetap memberikan kemerdekaan bermadzhab bagi umat Islam di Hijaz.
    2. Memohon agar tempat-tempat bersejarah peninggalan jaman Nabi tidak dihancurkan, termasuk makam puteri-puteri Nabi.
    3. Meminta agar biaya yang dikenakan kepada jemaah haji diumumkan ke publik dunia.

    Namun untuk bisa mengirimkan surat dan utusan ke Saudi, para kiai butuh payung organisasi. Maka dari itulah, diikuti kesadaran tentang pentingnya berjam’iyah sebagaimana disitir KH Hasyim Asy’ari di Mukadimah Qanun Asasi NU, maka para kiai tersebut menyepakati membentuk organisasi dengan nama Nahdlatul Ulama. Meski pembahasan tentang keberatan terkait kebijakan Ibnu Saud sudah dibahas saat pendirian NU pada 16 Rajab 1344 Hijriyah atau 31 Januari 1926, namun karena berbagai kendala delegasi ke Arab Saudi yang diwakili oleh KH Wahab Chasbullah serta Syaikh Ahmad Ghonaim Al-Mishri baru bisa berangkat 7 Mei 1928 atau 5 Syawal 1346 Hijriyah, dua setengah tahun setelah NU berdiri.

    Komite Hijaz boleh dikata adalah produk politik pertama Nahdlatul Ulama, yang menunjukkan semangat organisasi ini dalam memperjuangkan kebebasan bermadzhab dalam Islam. Dalam sejarahnya, NU memang tampil sebagai organisasi Islam moderat di Indonesia yang mampu menerima tradisi-tradisi lokal serta beradaptasi terhadap perubahan jaman. Di NU dikenal luas maqolah “Almuhafadhoh alal qodimis solih wal akhdu bil jadidil aslah” atau “Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

    NU juga dikenal sebagai organisasi yang tak mempertentangkan antara kebangsaan dan keislaman. Di Indonesia, menyadari kebhinekaan yang ada, NU menerima Pancasila dan tak menuntut syariat Islam diterapkan secara formal. Maka tak heran NU sering disebut salah satu soko guru negara-bangsa Indonesia.

    Sikap terbuka NU atas keragaman dan perbedaan tidak mengherankan, selain karena dipengaruhi budaya eklektik Nusantara juga karena NU memiliki prinsip tawasut (moderat), tasamuh (toleran) serta tawazun (proporsional) dalam menyikapi berbagai persoalan, baik sosial, politik maupun keagamaan. Prinsip ini mendasari dan sekaligus memagari NU sehingga tidak jatuh dalam sikap radikal atau ekstrem (tathorruf).

    Di NU, perdebatan dan perbedaan menjadi sesuatu yang biasa dan diterima, tak jarang dengan canda-tawa. Di forum-forum rapat atau bahtsul-masail NU, kiai-kiai bisa berdebat dengan sengit tapi ketika situasi sudah sangat panas maka ada saja yang melempar joke/guyonan yang membuat jamaah forum tertawa bersama.

    SORBANSANTRI.COM

    NU memang unik. Hari lahir NU juga terbilang unik. Karena tiap tahun Harlah NU diperingati dua kali, 16 Rajab serta 31 Januari. Peringatan pertama berdasar kalender hijriyah, peringatan kedua berdasar masehi. Berdasar dua penanggalan berbeda itu, umur NU jadinya juga berbeda.
    Jika berdasar hijriyah umur NU sudah 98 tahun, sedang jika menurut perhitungan masehi umur NU baru 95 tahun. Anwar Sorban

  • TURBA PC ke-9 : ANSOR NU adalah organisasi “Keramat”

    TURBA PC ke-9 : ANSOR NU adalah organisasi “Keramat”

    Infokom NU Mojokerto : “Ansor NU adalah organisasi Keramat,jadi jangan main2 dan dibuat mainan ANSOR NU” itu adalah sebagian kutipan sambutan dari Sekertaris PC GP ANSOR Kab.Mojokerto Sahabat YUNUS. lanjutnya lagi dalam sambutan.”Jangan khawatir dan jangan ragu Sahabat2 dalam ber-ANSOR, IngsaALLOH kehidupan kita dan semua keluarga kita nanti terjamin di dunia maupun di akhirat.

    Kebersaan PC dan PAC

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan Sekertaris PC dalam acara TURBA PC GP ANSOR Kab.Mojokerto ke-9 yang ada di PAC GP ANSOR Kec.Mojosari pada hari jum’at,tanggal 21/02/2020,pukul 20.00wib-selesai,bertempat di gedung Graha MWCNU Kec.Mojokerto sangat menyentuh hati dan sangat menginspirasi bagi Sahabat2 di PAC Mojosari.

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam TURBA tersebut hadir: Ketua dan Sekertaris PC,Kasatkorcab Banser dan Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Mojokerto.jhga hadir dari Banom NU yaitu adek2 IPNU dan IPPNU Kec.Mojosari.

    Dari kiri ke kanan Sahabat;Luqman Hakim’RA’,Yunus’Sekertaris’,Gus Ali’Ketua PC’,H.M Yunus Kastkorcab Banser

    Sahabat: Lukman Hakim RA,Yunus Sekertaris,Gus Ali Ketua PC,H.M Yunus Kastkorcab

    Merkipun acaranya sangat sederhana tapi berjalan sangat meriah,karena di selingi oleh GROUP SHOLAWAT dari adek2 IPNU dan IPPNU Kec.Mojokerto.

    Sholawat adek2 IPNU dan IPPNU

    SORBANSANTRI.COM

    Infokom PAC Mojosarii

    #By.IRUL Infokom // 23 February 2020

  • Baksos BANSER PAC Mojosari “Bukti” Memasyarakat dan Bermasyarakat

    Baksos BANSER PAC Mojosari “Bukti” Memasyarakat dan Bermasyarakat

    Infokom PAC Mojosarii; BANSER PAC GP ANSOR Kec.Mojosari mempunyai agenda Rutin tiap bulanya.seperti pada bulan Februari ini. BANSER PAC Mojosari pada hari Minggu tanggal 23 February 2020 pukul 07.00wib-selesai mengadakan agenda Baksos di masyarakat Kedunggempol Kec.Mojosari Kab.Mojokerto.Apel sebelum mulai BaksosSORBANSANTRI.COMDimana dalam Baksos ada 2 agenda,yaitu dari BANSER TANGGAP BENCANA “BAGANA” membersihkan rumput ilalang yang tumbuh subur di sekitaran kali Sadar dan BANSER HUSADA “BASADA” megadakan Baksos berupa pengobatan alternatif di Yayasan LPAY ROUDLOTUL AITAM di desa Kedung Gempol kec.Mojosari.SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COMBASADA dan BAGANA bersinergiSelain BANSER “BAGANA dan BASADA” di PAC Kec.Mojosari juga terbentuk BANSER “BALANTAS dan INFOKOM” yang selalu aktif dalam semua kegiatan kegiatan yang ada di wilayah Kec.Mojosari.Antusias dan tanggapan masyarakat yang sangat positif dalam giat Baksos ini. Masyarakat/penduduk sekitar berharap semoga baksos ini sering dilakukan di tiap2 desa/dusun di Kecamatan Mojosari#By.Agung/Irul PAC MojosariAntusiasme masyarakat yg hadirSORBANSANTRI.COM

  • “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”

    “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”

    Sorbansantri.com – “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”

    [ KETURUNAN WALI SONGO ]

    “Saya sering menyaksikan, bahwa para habaib yang baru datang dari Hadramaut Yaman, jauh sesudah para wali -9 wafat, mereka petentang petenteng, ngandalke marga mereka.”

    “Kalian itu siapa..?”
    “Apa jasa kalian di bumi Jawa ini..?”

    “Leluhur kalian (para Habaib/sayyid), datang dari Hadramaut ke Negeri ini, itu Jawa sudah banyak Islamnya, dan saat itu islam di Jawa sudah ada sejak ratusan tahun lamanya.”

    “Islam di Nusantara ini, berkah para wali Allah, keturunan Rosulullah dari marga Adzmat Khan.”

    “Artinya, kalian cuma nompo kepenak, tompo resik, tanpa susah payah, dakwah tinggal melanjutkan saja, karena susah dibukakan pintu dan jalan oleh Wali 9 Adzmat Khan, untuk kalian lewati.”

    “Untuk itu saya sangat bersedih jika, diantara kalian malah mencaci maki keturunan Wali 9 itu, apalagi sampai menganggap mereka itu bukan Dzuriyat Rosulullah.”

    “Kalian disini, cuma nggandul berkahe Wali 9 dan keturunan mereka.”

    “Jadi pesan saya kalian para Habaib/Sayyid dari Hadramaut, termasuk saya sendiri, jangan Adi Gang, Adi Gung, Adi Guno, ditanah yang bukan leluhur kita yang membangun.”

    “Kita wajib khidmah, ta’dhim, ngrungkebi, terhadap seluruh keturunan Wali 9 itu.”

    “Dan mereka masih saudara tua kita, mereka bersatu dalam marga Al Adzmat Khan, yang tersebar membaur dengan masyarakat asli negeri ini, bahkan Adzmat Khan banyak yang bersembunyi.”

    “Berhati hatilah dalam bergaul bersama mereka, karena sekali lagi mereka saudara yang lebih tua dari kita.”

    “Dan leluhur mereka lebih dahulu, membukakan pintu Rohmat Alloh di Tanah Nusantara ini, untuk warga asli dan juga untuk kita selaku saudara pendatang.”

    “Kita semua, yang bukan Al Adzmat Khan ditanah ini hanyalah Nggandul barokahe Wali 9 lan keturunan Wali 9.”

    “Kita sangat haram merendahkan mereka, untuk itu kita wajib hormat dan andap ashor kepada mereka.”

    “Kalau bicara dengan mereka, gunakanlah unggah ungguh Jawa yang baik dan benar gunakan bahasa kromo inggil khas Jawa.”

    “Kiranya itu yang dapat saya pesankan bagi kalian semua yang hadir disini.”

    “Semoga bermanfaat dan kalian tancapkan dalam dalam ke sanubari kalian, serta mengamalkanya dikehidupan kalian.” Ardi-Anwar Sorban
    .

  • 4 FONDASI NAHDLATUL ULAMA

    4 FONDASI NAHDLATUL ULAMA

    SORBANSANTRI.COM

    Banyak orang yang mengaku NU mengira bahwa menjadi NU itu sudah cukup dengan Qunut, Tahlil, Maulidan, Ziarah Kubur dan lain sejenisnya. Padahal, itu hanya sebagian kecil fondasi Ke-NU-an dari segi Amaliyah.
    Sebab, sejatinya menjadi Nahdlatul Ulama’ itu harus memiliki 4 (empat) fondasi utama. Yakni fondasi yang sudah diwariskan oleh para ulama’ pendiri NU.
    APA SAJA 4 (EMPAT) FONDASI ITU ?

    1. AMALIYAH
    Nahdlatul Ulama’ merupakan organisasi islam yang mengusung ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah. Yakni ideologi yang menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada Sunnah Nabi dan Para Sahabat. Dengan terdisiplin melalui sanad ilmu yang jelas, dengan ciri-ciri termudah :

    Bermadzhab pada salah satu Madzhab Fiqih yang 4 (empat) ; Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.
    Ber-akidah sesuai dengan akidah islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Disiplinannya sesuai dengan Manhaj Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi.
    Ber-tasawuf disiplinnya sebagaimana telah dirumuskan Imam Al-Ghazali dan Imam Junaidi Al-Baghdadi.
    Sehingga bisa dikatakan, bukan orang NU apabila amaliyahnya bukan amaliyah Ahlussunnah Wal Jam’ah. Apalagi bila sampai menyerang amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah, itu jelas bukan NU.

    2. FIKROH (Pemikiran)
    Dalam cara pandang atau berfikir, Nahdlatul Ulama’ senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep Tasammuh (toleran), Tawassuth (pertengahan), Tawazun (seimbang) dan Mu’addalah (adil).
    NU harus senantiasa teduh. Tidak condong pada pemikiran liberal, tidak pula pada radikal. Bersama konsep tersebut, orang NU sejatinya tidak akan mudah kagetan. Dan tidak akan terjebak pada jurang pemikiran yang kaku.
    Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa bukan NU apabila ada orang yang berfikir liberal, apalagi radikal. Orang yang melakukan aksi terorisme, meyimpan bom untuk melakukan kerusakan, mudah menyembelih orang (bahkan divideo) akibat pemikiran sadisnya, maka itu bukan cara berfikir orang NU.

    و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

    “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

    3. HAROKAH (Gerakan)

    Menjadi NU tentu harus bergerak sesuai dengan cara NU.
    Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural, maupun hanya sebagai kultural.
    Maka tidak dibenarkan, ada orang mengaku NU namun malah masuk dalam gerakan atau organisasi yang justru bertentangan dengan gerakan NU. Terlebih masuk gerakan yang ingin menghancurkan NU, maka hal demikian adalah celaka besar. Na’udzubillah.
    Sebagai contoh, ada orang mengaku NU namun masuk dalam gerakan / organisasi yang berafiliasi dengan saudara muslim kita, wahabi. Maka itu tidak dibenarkan. Sebab wahabi masuk dalam kategori gerakan radikalis, dan bukan bagian dari Ahlussunnah Wal Jama’ah. Wahabi bahkan ingin menghancurkan dan membinasakan faham Ahlussunnah Wal Jama’ah. Banyak amaliyah NU dituduh bid’ah, musyrik, sesat, dan bahkan diantaranya menyatakan halal untuk dibunuh. Di timur tengah, gerakan wahabi menjadi gerakan yang menciderai umat islam dunia.
    Sehingga, jika mengaku NU, tentu harus bergerak bersama NU. Bukan dalam gerakan lain yang membunuh NU.

    إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

    “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat” (HR. al Bukhary)

    4. GHIROH (Semangat)

    Untuk Nahdliyyin semua “Kuatkan hati kita, tetapkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT”.
    Kita yakini bahwa NU adalah rumah besar kita. Rumahnya para ulama’, kiyai, santri, dan bahkan seluruh masyarakat muslim Indonesia yang sebagian besarnya adalah masyarakat NU.
    Kita yakini bahwa kita lahir sebagai orang NU, tumbuh besar sebagai orang NU, dan akan mati sebagai orang NU. Jangan ada keraguan dalam hati kita untuk merawat NU dan menetapkannya.
    Kuatkan semangat kita..
    Ujian dan cobaan yang kita hadapi saat ini sangatlah berat..
    Berbagai fitnah dari luar maupun dari dalam sungguh kentara..
    Jangan sekali kita lari, bahkan mengabaikan perjuangan ini..
    Ini jihad kita..
    Ini rumah kita..

    يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

    “(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88).

    Segala yang baik harus kita pertahankan..
    Segala yang buruk mesti dibenahi, harus kita benahi..
    Karena ini rumah kita..
    Nahdlatul Ulama’..