Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Semangat dan perjuangan ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging untuk menghadiri DIBA’ KUBRO dan PELANTIKAN PENGURUS RANTING FATAYAT NU se-Kec.Pungging pada hari Minggu pukul 08.00-selesai bertempat di Balai desa Balongmasin Kec.Pungging.patut dan harus kita acungkan 2 jempol kepada mereka.

    SORBANSANTRI.COM
    Semangat yang luar biasa dari ibu ibu Fatayat Kec.Pungging
    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut Hadir. Ibu Pungkasiadi (istri Bupati Mojokerto),Ketua Fatayat NU Kab.Mojokerto,Bapak Bambang W ( kepala desa Balongmasin) dan ribuan ibu2 Fatayat di seluruh Kec.Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Kehadiran ibu Pungkasiadi

    Acara tersebut mulai awal hingga akhir berjalan dengan aman dan nyaman, dengan adanya BANSER sebagai Garda terdepan NU mengamankan daalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER yang selalu siap sedia untuk NU

    #Infokom PAC Pungging

    #BY. Amirul M/irul

  • SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    Sorbansantri.com -Untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin kabupaten Mojokerto,Sahabat Boom Motoris (SBM) membuka peluang bisnis baru di gedung Nusantara Mart badan usaha milik MWC NU Kecamatan Ngoro Mojokerto yang bekerjasama dengan Ansor Ritail yang dipelopori oleh ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Moh Nasih.

              Dalam louncing kali ini Senin (15-2-21) secara resmi dibuka untuk umum dengan ditandai pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Adhim,dalam acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU serta Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Ngoro (KH. Marzuki,Ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro (Ahmad Saufi S.kom), seluruh ketua PAC GP Ansor se-kabupaten Mojokerto,perwakilan tokoh masyarakat NU,banom-banom NU dan hadir juga perwakilan dari PP GP Ansor (Sahabat Hasan Taufik) serta CEO Boom Motoris (Koko Shiong) beserta jajaran pengurus SBM Pusat.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

              Menurut keterangan dari Koko Shiong yang kami temui saat selesai acara, "<em>Maksud dan tujuan dibukanya SBM ini adalah untuk meningkatkan perekonomian kepada anggota Ansor - Banser dan untuk membuka peluang lapangan pekerjaan baru"</em>  menurutnya lagi dalam sambutannya "<em>saya berharap agar warga Ansor se-kabupaten Mojokerto bisa berkontribusi dan bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian kepada warga NU dengan cara membeli atau menyuplai barang yang ada di NUsantara mart ini</em>"
    
              Kabupaten Mojokerto menjadi SBM Yang ke-11 sebelumnya Yang Pertama dan ke-6 dinamakan Boom Motoris (BM), baru dinamakan Sahabat Boom Motoris (SBM) setelah kolaborasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor yang dipelopori oleh Gus Hasan Taufik, setelah berinteraksi dan berdiskusi
    

    baru terbentuklah SBM pertama yg ada di wilayah Magetan menempati urutan ke-7, SBM ke-8 Tulungagung, SBM 9 Jombang, SBM 10 Batang Jawa Tengah,dan rencananya akan di kembangkan lagi ke seluruh wilayah Jawa lebih lebih bisa ke seluruh Nusantara.

               Menurut Gus Hasan Taufik dalam sambutannya mengatakan "<em>Sahabat-sahabat yang mempunyai produk bisa menjual atau menitipkan ke SBM ini, nanti ketika jaringan distribusi sudah terbentuk maka produk dari sahabat akan kita distribusikan ke seluruh wilayah Mojokerto, dan bagi para sahabat yang tidak mempunyai tujuan ke rana usaha bisa menjadi karyawan marketing, nanti disana akan diajari dan di bimbing bagaimana cara pemasaran dan sebagainya</em>
    
                 Berdirinya SBM di kabupaten Mojokerto ini disambut dengan senang hati oleh semua masyarakat terutama yang hadir dalam acara tersebut,dengan harapan adanya SBM ini sebagai langkah awal  menuju kebangkitan perekonomian masyarakat Mojokerto umumnya dan Masyarakat Ngoro khususnya.
    
                 Acara terahir ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH SHOLEH Selaku dewan penasehat MWC NU kec ngoro.
    
                  Mudah-mudahan dengan adanya SBM ini bisa menjadikan perekonomian usaha yang amanah, di samping harganya yang lebih murah dibawah harga pasaran juga bisa menjadikan peluang bisnis baru bagi warga Nahdliyyin di wilayah kabupaten Mojokerto. (<strong><em>hasan-sorban</em></strong>)
    
  • TANPA MANTIQ, KITA LUMPUH NALAR BERJAMAAH

    TANPA MANTIQ, KITA LUMPUH NALAR BERJAMAAH

    InfokomBanserNU – Oleh Abu Zein Fardany Mayoritas kaum santri di Banua ini menganggap guna ilmu Mantiq untuk memahami isi kitab kuning. Bahkan seorang kenalan saya sendiri yang notabene pengasuh pesantren berpendapat demikian.
    Pendapat seperti inilah yang membuat kaum santri tertinggal jauh dalam dunia pemikiran.

    Ilmu Mantiq berguna untuk membangun struktur berfikir. Ibarat gedung, semua informasi atau pengetahuan yang kita dapat hanyalah bahan bangunan, tidak menjadi sebuah gedung bila tidak disusun sedemikian rupa oleh para tukang bangunan. Nah ilmu untuk menyusun bangunan ini adalah Ilmu Mantiq.

    Karenanya, sebanyak apapun bacaan seseorang, bila Ia tidak pandai dalam ber-Mantiq maka pengetahuannya hanya sebatas informasi. Tidak terstruktur dan tidak bisa menjadi sebuah naungan atau tempat berteduh. Pun juga sangat mudah digiring oleh orang yang menggunakan Mantiq namun secara menyimpang.

    Imam al-Ghazali, dalam salah satu bukunya, menegaskan bahwa orang yang tidak mempelajari ilmu Mantiq, kredibilitas keilmuannya patut dipertanyakan. Karena tanpa ilmu ini orang akan berpikir seenaknya, layaknya kaum sofis yang doyan membuat kerusuhan dan menyusahkan banyak orang.

    Sebagai contoh sederhana, kita tentu masih ingat dengan peristiwa Aksi Bela Islam. Saya tak bermaksud untuk mengungkit-ngungkit kembali kisah masa lalu itu. Tapi mari kita bayangkan, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk meletuskan peristiwa politis itu? Jawabannya tentu sangat banyak.

    Bahkan, selain ongkos material, moralitas kita juga hampir terkuras. Dinding-dinding media sosial penuh sesak dengan ujaran kebencian. Sesama Muslim saling menghujat, saling mengafirkan, bahkan saling ancam-mengancam.

    Apa sebab utama dari itu semua?
    Ya, itu semua sebenarnya bukan hanya gara-gara Ahok yang diduga menista agama. Tapi itu semua adalah kesalahan kita yang terburu-buru dalam menghakimi orang. Semua itu bermula dari ketidakmampuan kita untuk mendudukkan terlebih dahulu makna atau definisi yang tepat dari istilah yang kita perdebatkan saat itu.

    Ketika itu, seperti yang kita ketahui, kita semua berdebat keras seputar penistaan agama. Ahok adalah penista al-Quran, Penista Agama, musuh Islam dan sebagainya.
    Tapi, jika ada yang bertanya: Apa itu definsi penista Agama? Apa yang dimaksud musuh Islam? Apa yang dimaksud al-Quran? Apa perbedaan antara al-Quran dan penafsiran atas al-Quran? Kadang kita sendiri menjawab seenaknya.

    Pada akhirnya kita hanya berdebat mengenai sesuatu yang kita sendiri tidak mampu untuk memaknainya secara mendalam. Konsekuensinya, kita melihat potret kehidupan sosial yang tidak sehat. Alih-alih menampilkan wajah agama penuh rahmat, yang kita tampilkan justru adalah wajah agama yang mudah menaburkan kata-kata sesat serta laknat-melaknat.

    Nah, persis pada titik inilah ilmu mantiq itu diperlukan. Ilmu ini bukan saja memiliki kaitan erat dengan ilmu-ilmu yang lain, tapi juga memiliki relevansi yang kuat dalam konteks kehidupan sehari-hari kita.

    Termasuk juga, peristiwa menjelang Pilpres kemaren, di mana kita dijebak dengan istilah-istilah “Presiden Pilihan Ulama” dan semacamnya. Ini adalah bukti kegagalan kita dalam ber-Mantiq. Nalar kita lumpuh…!

    Parahnya… Ini terjadi bukan hanya pada kalangan awam, tapi juga pada kelas santri dan mereka yang kepalanya berlilit serban…!!!

    Apakah sudah sedemikian parah musibah yang menimpa umat Islam? Lumpuh nalar berjamaah dan dipimpin oleh imam?

    Innaa Lillah Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun…

    (red. Abi Infokom)

  • 4 SIFAT PILAR YANG HARUS DIJAGA ANSOR

    4 SIFAT PILAR YANG HARUS DIJAGA ANSOR

    InfokomBanserNU- Kegiatan TURBA yang diadakan di TPQ ANNUR Pacet Utara pada 14 Februari 2020, kali ini Ketua PC GP Ansor Mojokerto Gus Ali M Nasih memberikan penjelasan lengkap yang

    pertama mengenai pentingnya menjaga Amaliyah-amaliyah Annahdliyah dan Menjaga IDEOLOGI. Dan dalam ideologi itu ada Tawassuth, tidak liberal dan radikal. Hal ini didasari Firman Alloh SWT :

    وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

    Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143).

    Ada Tawazun Seimbang dalam menghadapi kehidupan termasuk dalam penggunaan Ijma’ dan Qiyas, dalam Firman Alloh SWT :

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25)

    I’tidal, Tegak dan lurus tidak mudah terprovokasi dan sifat Tasamuh, toleransi tidak individu dalam ideologi, menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama, Firman Alloh SWT :

    فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

    Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut. (QS. Thaha: 44)

    Yang kedua ansor banser harus mempunyai sifat Mu’adalah adil dan terbuka
    yang ketiga ansor banser harus mempunyai sifat Harakah gerakan selaras bersama sama dari hulu sampai hilir.
    dan yang terakhir ansor banser harus mempunyai sifat Ghiroh, semangat perjuangan dari hati dan jangan luntur.

    Hal ini penting dilakukan dan dijaga oleh ansor banser karena yang demikian itu sifat dari Ansor Banser. Kegiatan TURBA di PAC GP Ansor pacet berakhir pukul 00.00 wib.

    #infokombansernu #pcgpansormojokerto #pacgpansorpacet #turba2020 #ideologi
    (red.infokom)

  • Anatomi Radikalisme di Indonesia

    Anatomi Radikalisme di Indonesia

    Oleh M. Kholid Syeirazi. Sekjen ISNU Pusat

    Radikalisme ada pada semua agama, tetapi dalam Islam, radikalisme atau fundamentalisme terbukti memainkan peran politik terpenting sejak abad ke-18 (Barber, 1995: 206). Radikalisme dan fundamentalisme, sebagai istilah, sering bertukar tempat karena bermuara pada satu ide: menjalankan agama sampai ke akar-akarnya, mendasarkan seluruh aspek kehidupan kepada agama.

    Kaum fundamentalis Islam umumnya menganggap Islam adalah agama sempurna yang mencakup kerangka acuan semua aspek kehidupan—duniawi dan ukhrawi—mengatur manusia sejak dari cara makan, tidur, bersuci, beribadah, berniaga, hingga bernegara. Mereka menganggap aturan bernegara sama bakunya dengan ketentuan syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Ketentuan ibâdah dan siyâsah sama-sama tawqîfî (doktriner). Menjalankan rukun Islam tidak sah tanpa menegakkan kepemimpinan politik Islam. Persoalan politik dan nashbul imâmah, menurut mereka, termasuk pokok dan rukun agama
    (ركن من أركان الدين وأصل من أصوله)
    Meragukan apalagi mengabaikan nizâm Islâm berkonsekuensi membatalkan status keislaman seseorang.

    Tradisi takfir (memvonis orang lain kafir, red) bermula dari paham politik Khawarij yang memutlakkan pandangan politik-agama dan menggemakan jargon:
    لا حكم الا الله
    (tidak ada hukum selain hukum Allah).

    Dalam sejarah Islam, radikalisme bersumber dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah doktrin dan ideologi, faktor eksternal adalah imperialisme atau persepsi imperialisme dan ketidakadilan yang merundung umat Islam. Narasi ini akan menggali sumber internal radikalisme dengan melacak akar doktinernya pada paham salafi yang berkembang di Timur Tengah sejak abad ke-12 M dan mengeras menjadi ajaran salafi-jihadi pada abad ke-20 M. Pengaruh ideologi salafi dan salafi-jihadi meluas hingga ke Indonesia dan menjadi tantangan terhadap kemajemukan dan kelangsungan NKRI.

    Bahan Baku Radikalisme Secara internal, radikalisme bermuara dari doktrin kesempurnaan dan keserba-mencakupan Islam (شمولية الاسلام). Islam sempurna, karena itu tidak perlu ditambah dan dikurangi. Ajarannya mencakup semua, karena itu tidak perlu mencari tuntunan dari luar Islam. Contoh terbaik dari kesempurnaan Islam adalah praktik kehidupan generasi salafus shâlih. Mereka adalah tiga generasi terbaik dalam rentang tiga abad sejak zaman Nabi dan Sahabat, Tâbi’în, hingga Tâbiu’t Tâbi’în. Sahabat adalah mereka yang bertemu Nabi dan mengakui risalahnya. Tâbi’în adalah mereka yang tidak bertemu Nabi tetapi bertemu Sahabat. Tâbiu’t Tâbi’în adalah mereka yang tidak bertemu Nabi dan Sahabat tetapi bertemu dengan Tâbi’în. Nabi bersabda:
    خير الناس قرني، ثم الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم
    “Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian masa sesudah mereka, kemudian masa sesudah mereka.” (HR Bukhari-Muslim)

    Tercakup dalam masa itu adalah para pionir mazhab-mazhab fiqih Islam seperti Imam Hanafi (80 -148 H), Imam Maliki (93-179 H), Imam Syafi’i (150-204 H), dan Imam Hanbali (164-241 H) serta pemuka aliran teologi Islam Imam Abu Hasan al-Asyari (260-324 H).

    Sebenarnya seluruh golongan Islam yang mengakui dan mengikuti mazhab adalah salafi. Namun, belakangan, salafi merujuk kepada gerakan salafisme yang dilancarkan Ibn Taimiyah (661-728 H/1263-1328 M), pembela ortodoksi Islam yang paling keras. Bermazhab Hanbali dan cenderung tekstualis, Ibn Taimiyah adalah pemuka puritanisme Islam, sebuah paham absolutis yang tak kenal kompromi dalam beragama dan cenderung memandang realitas pluralis sebagai suatu bentuk kontaminasi atas kebenaran sejati (Abou El Fadl, 2007: 29). Ibn Taimiyah sangat menentang praktik keagamaan sufi dan tarekat yang dituding sarat bid’ah dan kemusyrikan.Dia juga menolak pemerintahan manusia (human rule) dan bahwa kepemimpinan politik harus berdasarkan syariah. Hidup di masa politik bergolak akibat invasi bangsa Tartar, pena Ibn Taimiyah setajam pedangnya. Fatwa-fatwa Ibn Taimiyah menjadi rujukan hampir seluruh kaum fundamentalis Muslim dan gerakan radikal jihadis kontemporer (Bonney, 2004: 111; Tibi, 1998: 38). Fatwa Ibn Taimiyah yang paling populer adalah fatwa Il-Yasiq. Fatwa Il-Yasiq (Vassa/Great Zasag Law) adalah hukum kompilasi Mongol yang dibuat Genghis Khan, diberlakukan oleh Mahmud Ghazan Khan (1271 – 1304 M), penguasa Mongol ke-7 yang telah masuk Islam di area Syam. Menurut Ibn Taimiyah, meskipun Muslim, Ghazan Khan tetap wajib diperangi karena memberlakukan selain hukum Allah. Kata Ibn Taimiyah (Ibn Katsir, 1988: 24):
    « إذا رأيتموني من ذلك الجانب وعلى رأسي مصحف فاقتلوني»
    “Jika kalian lihat aku di sisi pasukan Tartar, bunuhlah aku meskipun di atas kepalaku terdapat mushaf.”
    Fatwa Il-Yasiq ini terkenal dan menjadi rujukan kaum jihadis untuk memerangi setiap penguasa yang menolak mengadopsi hukum Islam, meskipun dia seorang Muslim. Namun, tidak seorang pun yang menerapkannya untuk menilai realitas masa kini hingga Abdus Salam Farag melakukannya (As-Siba’i, 2002: 8). Farag adalah pentolan Jama’ah Jihad Mesir yang mengotaki pembunuhan Presiden Anwar Sadat pada 1981.

    Ajaran Ibn Taimiyah menjadi gerakan revolusioner di tangan Muhammad ibn Abdul Wahhab (1115-1206 H/ 1701-1793 M). Beraliansi dengan Muhammad Ibn Saud(1710–1765 M), kepala suku Dir’iyah, Wahhabisme memulai aktivitas takfir berdarah untuk memurnikan tauhid dan ritual umat Islam. Pada era 1700-an, Wahhabisme melakukan serangkaian pembunuhan dan penjarahan di seluruh wilayah Arabia. Pada 1802, aliansi Saud-Wahhab menyerbu Karbala dan membunuh sebagian besar kaum Syiah serta merampas properti, senjata, baju, karpet, emas, perak, dan mushaf al-Qur’an (Algar, 2002: 23-25).


    Belasan tahun setelah wafatnya Ibn Abdul Wahhab, Wahhabisme masuk ke Tanah Air melalui tiga orang Minangkabau yang pulang haji pada 1803 M dan membawa ajaran salafi. Mereka adalah Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang. Mereka membentuk kaum Padri yang keras memerangi praktik bid’ah dan khurafat serta mengobarkan jihad melawan kaum Adat. Orang yang tak mau tunduk dibunuh, surau-suraunya diserang dan dibakar (Parlindungan, 2007). Perang saudara bergolak selama dua puluh tahun (1803-1823 M). Pada 1825, di bawah kepemimpinan Tunku Imam Bonjol, Kaum Padri dan Kaum Adat berkompromi dan menghasilkan semboyan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ajaran purifikasi muncul kembali dalam sejumlah ormas Islam yang dibentuk menjelang Indonesia merdeka yaitu Muhammadiyah (1912), Al-Irsyad (1914), dan Persis (1923). Dakwah mereka di satu sisi adalah memerangi TBC (tahayul, bid’ah, dan churafat) dan mewujudkan “Islam murni” sehingga bisa disebut salafi. Di sisi lain, mereka ingin umat Islam maju dan mengambil aspek tertentu dari kemajuan Barat sehingga disebut kaum modernis. Kiblatnya adalah gagasan-gagasan tajdid Islam Jamaludin al-Afghani (1838 – 1897 M), Muhammad Abduh (1849 – 1905 M), dan Rashid Rida (1865 – 1935 M).

    Gerakan reformisme Islam Abduh menimbulkan gelombang sekularisasi politik dan agama. Sejumlah murid Abduh, seperti Saad Zaghlul, mendirikan Partai Wafd yang berhaluan nasionalis sekuler. Alî Abd Râziq menulis buku Al-Islâm wa Ushûl al-Hukm yang mendukung langkah Ataturk menghapuskan Khilâfah dan menyatakan bahwa agama tidak berurusan dengan politik.

    Resah dengan gelombang sekulerisasi, Rashid Rida lantas “mewahabikan” kembali gerakan tajdid Abduh dan menghadirkan ulang Ahmad ibn Hanbal dan Ibn Taimiyah (Hanafi, 1989: 21). Pembelotan Rida terhadap tradisi reformatoris Abduh kelak menyiapkan jalan bagi lahirnya Al-Ikhwan al-Muslimûn(IM), induk organisasi militan yang didirikan muridnya, Hasan al-Banna, pada 1928.

    Kaum modernis Islam goncang di antara salafisme yang menuntut purifikasi dan modernisme yang mengakui segi positif kemajuan Barat. Di Indonesia, aspirasi mereka adalah formalisasi syariat Islam. Ini diperjuangkan oleh para tokohnya seperti Ahmad Hasan dan Muhammad Natsir (Persis) serta KH Agus Salim, Ki Bagus Hadikusuma, dan Abdul Kahar Muzakir (Muhammadiyah) yang gigih membela konsep negara Islam sepanjang tahun 1920-an hingga 1945. Gagasan ini juga didukung oleh KH A.Wahid Hasyim (NU) dan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Partai Syarikat Islam Indonesia/PSII) yang punya latar belakang keagamaan tradisional. Perjuangan ini berhasil melalui Piagam Jakarta 22 Juni 1945, tetapi tujuh kata berbunyi “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” itu berumur pendek: didrop sehari setelah Indonesia merdeka demi menghindari perpecahan dan keberatan dari rakyat Indonesia Timur.

    _Bersambung_

    (LDNU BANJAR)

  • ANSOR PACET – ANSOR KUAT

    ANSOR PACET – ANSOR KUAT

    Sorbansantri.com – GP Ansor sebagai salah satu banom NU terus berusaha untuk meningkatkan kualitas organisasi, baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang hingga tingkat PAC dan ranting. PAC GP Ansor Kecamatan Pacet pada Jum’at (12/02/2021), bertepatan dengan hari raya IMLEK serta awal masuknya bulan Rojab, telah sukses melaksanakan pelantikan pengurus dan lembaga PAC GP Ansor Kec. Pacet Kab. Mojokerto periode 2021-2023.

    Acara berlangsung sederhana dan dan tetap mentaati anjuran pemerintah untuk mentaati protokol covid-19. Hal itu nampak dalam tulisan yang terpampang di area pelantikan yang menghimbau kepada peserta dan undangan agar mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama prosesi pelantikan. Nampak hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan dari KORAMIL Pacet, ketua MWCNU kecamatan Pacet, ketua Fatayat, ketua Muslimat, dan perwakilan dari Banom serta lembaga-lembaga NU di kecamatan Pacet.

    Pelantikan pengurus PAC GP Ansor Pacet yang diadakan di Gedung Graha NU Pacet ini, sesuai dengan jadwal yang telah direncakan. Acara berjalan lancar dan hikmat mulai pukul 13:30 hingga selesai pada pukul 18:30.
    “Meski Covid 19 belum usai, kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada organisasi. Tentu dengan ketat mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Semoga di tangan Sahabat Huda (Ketua PAC baru) PAC GP Ansor Pacet semakin maju dan berkembang”, Kata Sahabat Mujibur Rohman, Ketua PAC GP Ansor Pacet periode 2018-2021.
    Saat memberikan sambutan, Ketua MWC NU Pacet berpesan agar ANSOR sebagai garda terdepan generasi muda NU selalu kompak, inovatif dan cerdas menyikapi banyaknya informasi hoax, mendidik masyarakat untuk pandai menggunakan teknologi informasi.
    Selesai prosesi pelantikan, acara diakhiri dengan doa kemudian dilanjutkan dengan acara tasyakuran potong tumpeng dan makan bersama. Ki-Sorban

  • IJAZAH “UMUM ” SURAT AL-FATIHAH DARI SIMBAH KH. ABDUL HAMID PASURUAN.

    IJAZAH “UMUM ” SURAT AL-FATIHAH DARI SIMBAH KH. ABDUL HAMID PASURUAN.

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh : yai Abi Husna
    wp.sorbansantri.com – Beberapa kali saya membuat status tentang ijazah ini, selalu dibagikan ratusan kali, begitu juga denga akun2 lainnya yg Copas selalu dibagikan banyak sekali, bahkan ada yg menggunggah di Youtube. Oleh karena itu saya berusaha mencari file aslinya yg ditanda tangani pengurus Ahli Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdhiyah (JATMAN) dgn setempel asli.
    Akhirnya bisa menemukan file aslinya setelah berbulan2 mencari diantara ribuan arsip Simbah KH. Mudhoffar Fatkhurrohman Kriyan Kalinyamatan Jepara yg pada waktu itu menjadi sekertaris JATMAN.
    Amalan ini saya terima dari Simbah KH. Mudhoffar dan beliau menerima dari Simbah KH. Abdul Hamid Pasuruan. Menurut buku biografi beliau “Percik-percik keteladan Kiai Hamid Pasuruan.” diterangkan beliau “mendapatkan langsung ” dari Syeh Abdul Qodir Al-Jailani. Lalu amalan ini kami jadikan wirid di acara Rutin Kenduri Syafa’at di PP. Nailun Najah Kriyan Kalinyamatan Jepara setiap malam Senin Kliwon.
    Menurut Simbah KH. Abdul Hamid, siapa orangnya yg membaca amalan tersebut secara istiqomah maka dia akan melihat keajaiban2 yang belum pernah terlihat”tersembunyi”.
    Simbah KH. Mudhoffar, menambahkan, siapa yg mengamalkan secara istiqomah maka ia akan diberi ilmu langsung dari Allah dan “tidak akan kehabisan”uang.
    Cara mengamalkan ijazah surat Al-Fatihah dari Simbah KH. Abdul Hamid, sebagai berikut:
    sesudah shalat Subuh 30x, sesudah Dluhur 25x, sesudah Asyar 20x, sesudah Maghrib 15x dan sesudah Isya, 10x, sehingga dalam satu hari berjumlah 100x dan jika ada kebutuhan yg sangat penting dan mendesak dibaca 100x setiap selesai shalat. Sebelum membaca Surat Al-Fatikah diawali dgn membaca ” Ala niyyatissyeh abdul qadir al-jailani radhiaallahu anhu”..lalu membaca Fatikhah sesuai hitungan.
    Alangkah lebih baiknya sebelum mengamalkan, membacakan Surat Al-Fatikhah dikhususkan kepada :
    1. Nabi Muhammad,
    2. Syah Abdul Qadir Jailani,
    3. KH. Abdul Hamid Pasuruan
    4. KH. Mudhoffar Fatkhurrohman.
     ( abi sorban)
  • PELATIHAN PAGAR NUSA RANTING PANDAN

    PELATIHAN PAGAR NUSA RANTING PANDAN

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto.InfokomBanserNU- “PAGAR NUSA adalah pagar NU dan Bangsa pagar nusa dibentuk pada tanggal 3 januari 1986 yang di dibentuk oleh KH.ABDULLAH MAKSUM JAUHARI di pondok pesantren Lirboyo Kediri ,jawa timur tujuan dibentuknya PAGAR NUSA adalah untuk membentengi para ulama dan kyai bangsa indonesia pada masa pemberontakan PKI”

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM

    Ora ono kemenangan tanpo pertolongan dari allah swt

    Pelatihan pagar nusa gasmi di pandan,pelatihan ini dibentuk oleh oleh romo Dedyriyanto asal nganjuk yang bertujuan untuk mengembangkan melestarikan pencak silat Nu untuk benteng para ulama dan kyai,pelatihan di pagar nusa tidak di ajarkan fisik”dan fisik namun di ajarkan kesopan tanggung jawab dan keagamaan itu penting dan tidak membedakan aliran”yang ada di pagar nusa,pelatihan di pandan di adakan pada hari selasa dan jum,at latian di mulai pukul 18.00malamdi tempat balai desa pandan arum,sebelum latian kita diajarkan untuk thawasul atau berdoa agar latian di beri barokah/manfaat ,untuk semua orang NU atau orang non muslim boleh ikut organisasi pagar nusa karena pagar nusa tidak membedakan satu sama lain

    #monggo dolor”seng kajenge tomot langsung ten balai desa pandan 😁

    (red.iksan)

  • Wajah Baru Kepengurusan Ansor  PAC Mojoanyar

    Wajah Baru Kepengurusan Ansor PAC Mojoanyar

    Sorbansantri.com – Wajah wajah baru terlihat dalam kepengurusan yang baru di jajaran PAC GP Ansor kecamatan Mojoanyar dalam pelantikan yang diadakan pada hari Kamis malam (11-02-2021) di gedung Aula kantor kecamatan Mojoanyar kabupaten Mojokerto.

    Ini adalah langkah baru dan langkah awal dalam kepengurusan yang dipimpin oleh Sahabat Muskhoiri sebagai ketua PAC terpilih Tahun (2020-2021),karna sudah lama sekali jajaran PAC Mojoanyar fakum.

    SORBANSANTRI.COM

    sambutan ketua PAC Sahabat Muskhoiri

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutannya Ketua PAC mengatakan “Ansor akan selalu bersinerji dengan Muspika,TNI dan Polri dalam menjaga serta melindungi keutuhan NKRI” lanjutnya… “Ansor akan bekerjasama dengan Banom Banom NU lainya untuk kemajuan dan keutuhan persatuan dan kesatuan di Kecamatan Mojoanyar.

    Yang menarik dalam acara pelantikan pengurus PAC Mojoanyar ini selain dihadiri Bapak Camat,Kapolsek,Koramil,Fatayat, IPNU serta Sahabat2 Ansor Banser adalah dengan Kehadirannya MUHAMMAD AL BARRA atau lebih kenal di sebut Gus Barra (Wakil Bupati terpilih kabupaten Mojokerto)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Prosesi Pembaiatan oleh Sekertaris Umum PC GP Ansor Mokhammad Yunus

    SORBANSANTRI.COM

    Sekertaris Umum PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto MOKHAMMAD YUNUS adalah yang membaiat dalam Pelantikan tersebut sebagai wakil dari ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Muhammad Nasih yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut.

    Sambutan Gus Barra dalam acara Pelantikan

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut tetap melakukan protokol Covid-19 (Menjaga Jarak,Memakai masker,Mencuci tangan) – Anwar sorban

  • Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Meneguhkan Khidmah organisasi, JQH NU Kab. Mojokerto Menggelar Konferensi

     

    Wisma NU – Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) adalah organisasi yang special, demikian kata Ustad Fatkhur Rahman, dalam sambutan Konferensi ke IV JQH NU Kab. Mojokerto di aula NU pada sabtu (8/02/20). Spesialnya, kata ketua JQH NU Kab. Mojokerto itu, dikarenakan organisasi ini dibentuk oleh ulama-ulama sepuh yang ahli di bidang al-Quran.

    “Pendiri JQH adalah ulama ulama sepuh. Para ulama pendiri JQH saat ini sudah banyak meninggal dunia. Tinggal satu yang masih hidup yakni KH. Basori Alwi. Semoga beliau dipanjangkan hidupnya sehingga bisa tetap membimbing kita semua” tukas Ustad Fatkhur Rahman.

    Ulama-ulama pendiri JQH dulu, tutur Laki-Laki alumnus Pesantren Ilmu Al-Quran Malang ini, pada tahun 1949 berkumpul di Masjid Ampel. Sebelum subuh mereka melantunkan Qiroah secara bergantian. Perkumpulan itu lambat laun menjadi banyak. Dan kemudian terdengar oleh KH. Wahid Hasyim yang kala itu sudah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Dan atas restu KH. Wahid Hasyim maka perkumpulan ulama ahli Quro’ itu kemudian menjadi Jamiyyatul Qurro wal Huffazh. Dan pada tahun 1959, Jammiyatul Qurro wal Huffazh secara resmi menjadi Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

    Hanya saja dalam perjalan selanjutnya, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Lembaga. Dan pada tahun 1999, melalui Muktamar NU di Lirboyo Kediri, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Badan Otonom lagi hingga sekarang.

    Perjalanan panjang itu, dengan jasa para muassis JQH, Ustad Fatkhur Rahman berharap agar kelak, pengurus selanjutnya di JQH NU Kab. Mojokerto, mampu mengemban tugas secara serius untuk memajukan organisasi.

    Senada dengan Ustad Fatkhur Rahman, KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kab. Mojokerto berharap agar kepengurusan JQH NU Kab. Mojokerto terus menata diri dan ikut bergeliat bersama dengan Banom-Banom lainnya. Kata alumnus Pondok Pesantren Al Falah Kediri itu, sesuai dengan AD/ART, Badan Otonom harus memiliki kepengurusan dari tingkat PC hingga Ranting.

    “Para penghafal Al-Quran di Jawa Timur itu, paling banyak ada di Mojokerto. Karenanya pengurus JQH harus memaksimalkan penghafal al-Quran yang banyak itu untuk membuat kepengurusan dari PC hingga Ranting” tukas KH. Abdul Adzim.

    Menanggapi seruan dari KH. Abdul Adzim agar JQH terus berbenah dalam struktur kepengurusannya, KH. M. Zainul Arifin, Ketua JQH Jawa Timur, mengapresiasi seruan itu. Dan JQH Propinsi juga akan membuat JQH Award agar struktur keorganisasian JQH di daerah daerah bisa berlomba memperbaiki diri. Hanya saja, kata KH. M. Zainul Arifin, JQH memerlukan dukungan dari elemen khususnya pemerintah, dalam hal ini pemerintah kabupaten Mojokerto. Ketua JQH Jawa Timur itu menyatakan selama ini, dibeberapa daerah dukungan pemerintah kurang maksimal terhadap para Quro’ dan Huffazh.

    Menanggapi tuntutan dari Ketua JQH NU Jawa Timur tersebut, Didik Khusnul Yaqin yang mewakili Bupati Mojokerto yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa selama ini pemerintah Kabupaten Mojokerto telah melakukan perhatian yang khusus kepada para penghafal al-Quran. Seperti mengundang waktu pergantian tahun baru baik tahun baru Masehi maupun tahun baru Hijriah. Juga pada saat haul Syekh Jumadil Kubro selalu melibatkan para penghafal al-Quran. Hanya saja, ia mengakui, bahwa perhatian untuk para Quro’ belum maksimal. Karenanya ini akan menjadi bahan musyawarah ke depannya, agar para Quro memperoleh perhatian yang semestinya.

    “Intinya kita mensuport pada JQH ini. Dan kita berharap JQH selain membaca dan menghafal al-Quran juga membantu masyarakat untuk mampu mengamalkan nilai nilai al-Quran” tukas mantan Camat Dawar Blandong itu. (Isno)