Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • HARLAH NU ke-94 OLEH MWCNU PACET MOJOKERTO

    HARLAH NU ke-94 OLEH MWCNU PACET MOJOKERTO

    InfokomBanserNU- Peringatan HARLAH NU ke 94 Tahun 1026-2020 H memberikan nuansa lain di Bumi Pacet Mojokerto. Dengan bertemakan “Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia”. Deretan pengurus MWCNU Pacet Mojokerto hadir dalam peringatan Harlah NU ke-94 tersebut. 

    Acara yang diadakan Hari Jum’at 31 Januari 2020, dihadiri oleh semua jajaran pengurus MWCNU PACET MOJOKERTO serta warga dan didukung oleh banom-banom NU seperti Ansor Banser IPNU IPPNU FATAYAT MUSLIMAT Pacet, menambah semarak dengan suasana hikmat dalam tiap-tiap jalannya acara, yang dimulai dari Mars Ansor Lagu Indonesia Raya dan Gema Sholawat oleh anggota Ansor Banser Pacet.

    Hadir juga KH. ISKANDAR MUNIR sebagai Ro’is Suriah MWCNU PACET MOJOKERTO memimpin pembacaan Istighosah Dzikir yang dilanjut dengan Al Banjari dari sahabat Ansor dan Banser.

    SORBANSANTRI.COM
    RO’IS SURIAH MWCNU PACET MOJOKERTO – KH. ISKANDAR MUNIR

    Dalam acara HARLAH tersebut disisipkan perjalanan panjang sejarah NU di Pacet Mojokerto, yang dimulai dari slide foto dan video tentang NU di Pacet yang di pandu oleh Ustadz AGUS SANTOSO selaku sekretaris MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    SEKRETARIS MWCNU PACET MOJOKERTO – USTADZ AGUS SANTOSO

    Penyelamatan aset yang ada di Pacet harus segera diselamatkan seperti Masjid Musholla Pendidikan dan lainnya. Karena selama ini hanya memakai atasnama pribadi, tujuannya dari itu semua biar mudah mengkondisikan aset serta mengamankan waqof yang dapat dikelola penuh memakai atasnama MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    KETUA MWCNU PACET MOJOKERTO – H. M. YUSUF. S.Pd

    Acara tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 wib dengan penutup Do’a oleh KH. Abdul Jamil yang dilanjutkan dengan ramah tamah berupa makan tumpeng. 

    Mengingat pentingnya acara tersebut, dalam menegakkan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, SATSUS BALANTAS ( Banser Lalu Lintas ) Pacet, mengawal jalannya lalu lintas demi keselamatan dan kelancaran Acara Harlah NU ke-94 di Gedung Graha NU Pacet Mojokerto. (red-AbiTsani)

  • Tradisi NU Menjadi Perekat Perdamaian Bangsa

    Tradisi NU Menjadi Perekat Perdamaian Bangsa

    InfokomBanserNU- Tradisi yang ada di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) sebetulnya memiliki andil besar dalam menjaga perdamaian di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Muludan yang di dalamnya terdapat beberapa hikmah sosial, seperti gotong royong, urunan, dan silaturahim antarmasyarakat. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kiai Jampang Muda saat mengisi ceramah agama dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad, Kamis (29/11). kegiatan berlangsung di Dusun Kareo, Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. “Alhamdulillah dengan adanya kegiatan Muludan ini kita bisa saling silaturahim satu sama lain karena terkadang masalah itu muncul disebabkan oleh kurangnya silaturahim kita dengan yang lain sehingga menimbulkan sikap saling curiga,” ujarnya di hapan ratusan jamaah yang memadati lokasi acara.

    Kiai Jampang menambahkan, begitu juga dengan kegiatan tahlilan yang digelar sampai tujuh hari berturut-turut, tradisi ini mempunyai hikmah tersendiri untuk orang yang masih hidup, di antaranya adalah silaturahim antarmasyarakat akan tetap terjaga. Belum lagi kegiatan istighotsah, manakiban, rajaban, dan tradisi NU lainnya. “Dengan adanya kegiatan-kegiatan itu masyarakat akan saling menyapa dan berkomunikasi dengan obrolan yang positif karena tidak mungkin dalam kegiatan keagamaan semacam itu akan berbicara hal yang tidak senonoh,” tambahnya. Oleh karena itu, lanjutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) berperan penting dalam menjaga perdamaian dalam negeri.

    Sebut saja salah satunya NU. Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terbesar di Indonesia ini hingga kini menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Ia kemudian mencontohkan, di beberapa negara Islam yang ada di wilayah Arab seolah kehilangan arah karena dilanda konflik saudara yang berkepanjangan dan tak kunjung usai. Sementara di Indonesia terlihat masih kondusif walaupun ada konflik horizontal namun hal itu masih bisa diatasi dengan baik. “Muassis NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pernah dawuh: Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman, dawuh ini menjadi pegangan kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di bumi pertiwi Indonesia,” tegasnya. Ditambahkan, dengan adanya rasa cinta kepada tanah air dan tumpah darah Indonesia akan mengesampingkan ego atau kepentingan pribadi maupun kelompok, karena tentu akan melihat kepentingan yang lebih luas, yaitu perdamaian dan kemasalahatan Indonesia.

    Hal ini menurut dia adalah karakter bangsa Indonesia yang sebenarnya yang jarang dimiliki oleh warga di negara lain. “Di sana memang ada nasionalisme, tapi nasionalismenya itu masih nasionalisme sekuler yang tidak dibalut dengan nilai-nilai keislaman,” ucapnya. Oleh karena itu, lanjutnya, ia meyakini bahwa ketika tidak menentunya perdamaian yang menimpa masyarakat Muslim di beberapa negara, maka NU diyakini akan menjadi ikon perdamaian dunia, indikatornya bisa dilihat dari banyaknya masyarakat dunia yang berkunjung ke PBNU untuk meminta pandangan dan arahan sesuai dengan prinsip yang dipegang oleh NU. “Saat ini sudah ada ratusan Pengurus Cabang Istimewa NU yang ada di belahan dunia, bahkan pengurus NU Afghanistan semuanya diisi oleh penduduk pribumi, para pengurus di ini tentu saja akan menyampaikan pesan damai kepada masyarakat dunia,” pungkasnya.

  • SELAMAT HARI LAHIR NU KE-94

    SELAMAT HARI LAHIR NU KE-94

    SORBANSANTRI.COM

    Dibentuk di Surabaya pada 31 Januari 1926. Tercatat sebagai Badan Hukum (Rechtpersoon) pada 6 Pebruari 1930. Pada awalnya lambang organisasi NU tulisan Nahdlatoel Oelama masih menggunakan huruf latin, belum memakai huruf Arab seperti sekarang.

    Sumber: Joehan Nafiq

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • NGAJI GUS BAHA: Tips Memilih teman

    NGAJI GUS BAHA: Tips Memilih teman

    wp.sorbansantri.com – Saya selalu teringat pesan para ulama besar dari mulai Sayidina Ali sampai Imam Syafi’i, yg selalu disitir Gus Baha, tentang kawan: “Janganlah kamu berteman dengan orang yang tidak siap melihatmu berbuat salah.”
    Orang seperti itu tak layak dijadikan teman karena ia mengingkari fitrah manusia yaitu berbuat salah. Dan lebih berbahaya lagi, karena diam-diam, orang seperti itu punya rasa sombong Di mata orang seperti itu, ini salah. Itu salah. Tidak terbuka peluang bagi orang untuk memperbaiki diri. Pernah, seorang alim ditegur Tuhan karena berdoa agar dijauhkan dari kesalahan. Kata Tuhan, “Lha kalau kamu tidak berbuat salah, lalu di mana letak kehebatan sifat pengampun-Ku?”
    Sementara Nabi sendiri mensifati umatnya, dan melukiskan kebesaran Tuhan, salah satunya dalam bentuk betapa dhaifnya manusia dan betapa besarnya pengampunan Tuhan. Anak-cucu Adam itu senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baiknya mereka adalah yg lekas meminta ampunan.
    Ini berbeda sama sekali dengan orang Khawarij. Kaum ini sering mencap orang yg berbuat salah dan maksiat telah keluar dari Islam. Sementara Tuhan menyeru, sebanyak apapun kesalahan dan dosa hambaNya, jangan pernah berputus asa dari ampunan Tuhan. Aneh sekali kaum Khawarij ini yg justru ‘mengusir’ orang yg sudah masuk Islam hanya karena berbuat salah, sementara Tuhan selalu mengulurkan tangan agar orang yg berbuat salah tak berputus asa.
    Ada kisah orang alim yg selalu dijadikan contoh oleh Gus Baha dalam konteks ini. Beliau adalah Mbah Nafi’. Waktu sudah dianggap alim, oleh sesepuh dan guru-gurunya, Mbah Nafi’ diminta mengajar mengaji. Tapi beliau menolak karena takut salah.
    Akhirnya beliau diundang oleh guru-gurunya dan diberitahu: “Kamu keliru kalau tidak mau mengajar karena takut salah. Memangnya kamu itu siapa? Orang yang takut berbuat salah justru orang yang sombong. Kamu itu bukan nabi kok takut berbuat salah.” Semenjak itu Mbah Nafi’ mau mengajar. (abi sorban)
  • KUNJUNGAN KAPOLRES BARU MOJOKERTO DI GEDUNG PC NU MOJOKERTO

    KUNJUNGAN KAPOLRES BARU MOJOKERTO DI GEDUNG PC NU MOJOKERTO

    Cyberaswaja.online|Mojokerto.Kunjungan kapolres kab.Mojokerto baru AKBP FEBY D.P. HUTAGALUNG, S.I.K,. M.H ke kantor PCNU Kab.Mojokerto pada hari rabu, pukul 14.50 – 16.00 wib. Ditemui oleh Rois Syuriyah (KH.Jamzuri),ketua PCNU (KH.Abd.Adzim Alwi) beserta Jajaran Pengurus NU Kab.Mojokerto.


    Tidak ketinggalan dari Lembaga Ma’arif dan GP. Ansor sebagai perwakilan 14 Banom.
    Dari GP Ansor hadir ketua PC GP Ansor Gus Ali Moh.Nasih dan Wakil Ketua I sebagai Kasatkorcab Banser Kab.Mojokerto H.M.Yunus. (22/02/2020).

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kordinasi Di Gedung PC NU Kab.Mojokerto
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: dari Kanan: Ketua PC GP Ansor, Kapolres Mojokerto, Ketua PC NU Kab.Mojokerto

    Kunjungan Kapolres Kab.Mojokerto ke Kantor PCNU ini semakin menambah eratnya jalinan Persatuan dan Kesatuan antara Ulama’ dan Umaro’ khususnya Di Wilayah Kabupaten Mojokerto. Menjadikan Mojokerto Aman Tentram serta Damai. (irul/infokom)

    #Siapa kita…. NU

    #NKRI……Harga Mati

  • MUKTAMAR NU KE-14 DI MAGELANG

    MUKTAMAR NU KE-14 DI MAGELANG

    SORBANSANTRI.COM

    Kemandirian organisasi kaum sarungan

    Selalu ada sisi menarik dari perjalanan organisasi NU. Ketika Muktamar NU ke-13 dilaksanakan di Menes, Banten tahun 1938, diputuskan bahwa Muktamar selanjutnya akan digelar di Magelang pada tahun berikutnya. Muktamar NU pada zaman itu memang dilaksanakan setiap tahun.

    Yang menarik, pengambilan tempat di Magelang menjadi aneh karena saat diputuskan, di Magelang belum terbentuk kepengurusan NU. Terlebih lagi, Magelang dikenal pusat konsentrasi penyebaran Kristen di tanah Jawa. Setelah penangkapan Pangeran Diponegoro di Magelang yang menandai berakhirnya Java Oorlog (perang Jawa), diketahui banyak ulama yang pindah dari wilayah Bagelen itu. Pindahnya para ulama dan kyai dari Magelang tentu membuat api Islam meredup. Sebaliknya penyebaran agama Nasrani semakin pesat.

    Dalam buku Berangkat Dari Pesantren, KH. Saifudin Zuhri menyebutkan, usulan Magelang sebagai lokasi pertemuan akbar NU se-Hindia Belanda dilakukan oleh RH Muhtar, Konsul NU Banyumas. Saat menyampaikan usulan, beliau tidak menyebutkan bahwa di Magelang belum ada pengurus NU. Seandainya kondisi itu disampaikan, tentu ditolak muktamirin.

    Sebagai konsekwensi usulannya, Konsul NU Banyumas atau Jawa Tengah bagian Selatan, segera turun meratakan jalan menuju muktamar Magelang. Satu persatu para Ulama didatangi dengan dibantu ketua NU Cabang Purworejo dan Temanggung. Dengan mendekati para tokoh yang ternyata masih keturunan orang-orang yang pernah berjuang bersama Diponegoro, usaha itu membuahkan hasil.

    Hasilnya, organisasi NU Magelang dibentuk pada bulan Mei 1939, atau 3 bulan sebelum pelaksanaan Muktamar. Tulang punggung berdirinya NU disana adalah Kyai R Hadi Alwi dan KH Fathoni dari pesantren Tonoboyo. Ada juga nama H Kodri yang menjabat lurah Kauman Magelang dan anaknya, Abdulwahab, seorang pengusaha. Di samping itu terdapat KH Baidlowi, imam Masjid Jami’ Magelang dan Kyai Moh Siraj, guru ngaji di Wates. Mereka mendapat dukungan dari Mbah Dalhar dari pesantren Watucongol.

    Berkat perjuangan mereka, gairah umat Islam bisa dibangkitkan. Beberapa hari sebelum pelaksanaan, sumbangan berupa barang dan bahan makanan berdatangan. Rakyat memikul beras, sayuran, kayu bakar, menuntun kambing atau membawa beberapa ekor ayam mendatangi panitia muktamar di Hotel Semarang yang lokasinya ada di kampung Pacinan Magelang. Seluruh sumbangan itu kemudian dibacakan dalam pembukaan muktamar.

    Muktamar itu sendiri dilaksanakan pada tanggal 1-7 Juli dengan peserta sebanyak 358 utusan syuriah, 123 tanfidziyah, dan 33 perwakilan barisan ansor NU. Pembukaan dilakukan dengan dihadiri oleh 2000 orang dari peserta, tamu undangan dan panitia. Undangan yang datang antara lain dari perwakilan Muhammadiyah, Jong Islaminten Bond (JIB), GIA, PII, Wal Fajri Jogja dan lain-lain.

    Keputusan penting yang dihasilkan adalah rekomendasi yang mendesak agar aturan guru (guru ordonansi) 1925 dicabut dan juga menghapus subsidi pemerintah Hindia Belanda kepada semua agama. Kebijakan ordonansi guru, semacam sertifikasi oleh pemerintah kolonial memang merugikan lembaga pendidikan milik NU. Karena kebanyakan gurunya lukisan pesantren yang tidak memiliki ijazah formal. Mereka yang tidak memiliki ijazah formal yang disertifikasi tidak boleh melakukan kegiatan mengajar. Sementara subsidi pendidikan juga senada, dimana yang banyak dibantu adalah lembaga pendidikan non-muslim. Keputusan bidang organisasi adalah mengesahkan Pandu NU, Muslimat, dan departeman Ma’arif yang dipimpin oleh KH Wahid Hasyim.

    Hasil keputusan lain yang ditetapkan adalah mengenai kedudukan penghulu, masalah pembacaan qunut Nazilah, soal sembahyang dalam perjalanan kereta api serta masalah hukum agama lainnya. Ikut dibahas pula persoalan pemisahan tanah makam bagi orang muslim dan non muslim.

    Masalah luar negeri juga ikut dibicarakan, yaitu soal bantuan dan penggalangan dana bagi perjuangan Palestina. Termasuk menjadi topik diskusi adalah soal import barang dari Jepang yang saat itu sedang melakukan ekspansi dagang dengan sistem dumping.

    Muktamar kemudian ditutup dalam sebuah rapat umum di Lapangan Tidar Magelang. Tercatat lebih dari 50 ribu orang hadir pada kegiatan yang dipimpin oleh Zainul Arifin, Konsul NU Jawa Barat. Beberapa orang kyai menyampaikan pidato di hadapan warga yang hadir, antara lain, KH. Wahab Hasbullah, KH. Abdul Karim Pasuruan, KH. R. Asnawi Kudus, KH. Mustaqim, KH. Abdul Manap Surabaya, S. Abdullah Gathmyr, dan KH. Hasjim Asy’ari. Sementara pembacaan do’a dipimpin oleh KH. Kholil Lasem.

    Sekarang dapat kita bayangkan sebuah kepanitiaan baru dibentuk 3 bulan menjelang kegiatan. Panitia itu harus bertanggung jawab atas seluruh akomodasi selama seminggu penuh. Kemampuan panitia untuk mengorganisir semua potensi yang dimiliki merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan Muktamar. Dan itu mampu dilakukan oleh sebuah organisasi bernama NU Magelang.

    Dari kisah penyelenggaraan Muktamar tersebut dapat ditarik pelajaran tentang kemandirian organisasi NU. Warga NU dengan ikhlas memberikan bantuan harta bendanya demi suksesnya Muktamar tersebut.

    Sumber : Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • KH. SYA’RONI KUDUS MINTA IJAZAH AGAR NAIK HAJI KEPADA KH. BISRI MUSTOFA

    KH. SYA’RONI KUDUS MINTA IJAZAH AGAR NAIK HAJI KEPADA KH. BISRI MUSTOFA

    wp.sorbansantri.com – Suatu hari di tahun 1960-an, KH M Sya’roni Ahmadi mengadu kepada gurunya, KH Bisri Musthofa, ayahanda Gus Mus, tentang keinginan berangkat ke tanah suci yang belum juga terpenuhi. Singkat cerita, KH Bisri Musthofa memberikan trik khusus kepada murid kesayangannya itu supaya keinginan untuk beribadah ke tanah suci segera terwujud .
    KH. Sya’roni pun segera mengamalkan apa yang dipesankan oleh sang guru. Singkat kata, setelah istiqamah menjalankan ijazah dari sang guru. Tak terduga, atas karunia Allah, datanglah rezeki min haitsu laa yahtasib. Lantaran itulah KH. Sya’roni akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. KH. Sya’roni lantas mengajak kita, masyarakat muslim secara umum turut juga melaksanakan ijazah tersebut .
    Ijazahnya antara lain :
    1. Sholat Tahajud setiap malam, cukup 2 rakaat saja membaca surat Al-kaafirun dan Al-Ikhlas
    2. Setelah salam membaca wirid istighfar 70X, sholawat Nabi 100X serta lafal “Ya Syakuur” 1000X .
  • Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Cyberaswaja.online | Sooko. Halaman parkir penuh dan Aula PCNU Kab Mojokerto ramai, dilangsungkan Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gusdur dengan tema “KEBUDAYAAN MELESTARIKAN KEMANUSIAAN”. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 wib tersebut, dihadiri Tokoh lintas Agama, diantaranya Walikota Mojokerto, BUPATI Mojokerto, KAPOLRES Kabupaten Mojokerto, DANDIM dan Seluruh ORMAS serta Lintas Komunitas. 25/01/2020.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade oleh Ning Alisa Wahid

    Acara tersebut sangat penting bagi bangsa dan negara mengingat dari pribadi GUS Dur yang selalu dirindukan dan menjadi marwah NU sebagai satu-satunya ormas yang sudah tidak diragukan lagi dengan Politik Kebangsaannya, sebagai pemersatu bangsa yang berbeda-beda dan merupakan elemen penting dalam berdirinya suatu bangsa.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Pengurus PC NU bersama jajaran Forkopimda Mojokerto pada Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Peserta Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade

    Dengan pemateri semua tokoh lintas agama se Kabupaten Mojokerto, keistimewaan acara ini turut juga dihadiri Neng Alisa Wahid, beliau menyampaikan pesan dan kesan, serta bercerita tentang kisah kehidupan almarhum Gus Dur perihal Kebangsaan dan Bernegara. (red-fio)

  • KADERISASI ANSOR DENGAN DIROSAH KADER ULA DI NGORO

    KADERISASI ANSOR DENGAN DIROSAH KADER ULA DI NGORO

    Cyberaswaja.online | Ngoro. PIMPINAN ANAK CABANG (PAC) GP ANSOR NGORO, pertama kalinya melaksanakan DIROSAH KADER ULA angkatan ke dua, di Ponpes SABILILLAH desa Jedong Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. 

    Untuk Memperkuat pemahaman Ahlusunnah Waljamaah (ASWAJA) di kalangan anak muda NU, seiring Perkembangan zaman Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto memberikan intruksi kepada ketua GP ANSOR masing-masing kecamatan untuk mengirimkan kader-kader terbaiknya mengikuti DIROSAH KADER ULA. (24/01/2020)

    Foto:kiri Ketua PAC GP ANSOR NGORO, baju Putih; Bpk, DR, Didik Khusnul Yaqin,
    Foto:kiri Ketua PAC GP ANSOR NGORO, baju Putih; Bpk, DR, Didik Khusnul Yaqin.

    “Kegiatan pelaksanaan ini nantinya mampu Memunculkn da’i-da’i muda dari kader Rijalul Ansor, serta Memanfaatkan media sosial untuk berdakwa dengan model moderat untuk membentengi dari model dakwa Ekstrim-radikal, Memunculkan Tabib-Tabib muda dari kader Rijalul Ansor untuk pengobatan alternatif dan Ruqyah metode Tibbun Nabawi, serta Metode kajian Inteljen dan membentuk benteng Ediologi Aswaja NU dan NKRI”, Tegas Ahmad Surotin ketua PAC GP ANSOR Ngoro dua periode ini.

    Foto; Kanan, Gus Mualimin (ASNUTER PC NU), tengah; Ketua PC GP ANSOR, kiri; Santoso Pengurus Harian PC GP ANSOR
    Foto; Kanan Coklat, Gus Mualimin (ASNUTER PC NU), tengah; Gus ALi Ketua PC GP ANSOR, kiri; Santoso Pengurus Harian PC GP ANSOR

    Foto: Hijau: Ketua PC GP ANSOR, Putih; Ketua RIJALUL ANSOR PC GP ANSOR
    Foto: kiri Hijau: Ketua PC GP ANSOR Gus Ali Bersama Ketua RIJALUL ANSOR PC GP ANSOR Gus Lutfi Hakim (kanan Putih)

    Sebanyak 120 peserta ikut dalam kegiatan DIROSAH KADER ULA ini, perwakilan dari berbagai kecamatan seluruh kabupaten Mojokerto, akan menginap selama tiga hari dua malam, untuk menerima materi selama kegiatan berlangsung. 

    Foto: Kanan; Ketua PC GP ANSOR bersama DR. DIDIK KHUSNUL YAQIN (putih)
    Foto: Kanan; Ketua PC GP ANSOR bersama DR. DIDIK KHUSNUL YAQIN (putih kiri)

    Pada Kesempatan Selanjutnya sambutan Pimpinan Cabang “Alhamdulilah pada sore ini kita bisa bertemu ditempat yang penuh barokah ini, Kami perlu sampaikan bahwa pertama kali kami menjabat PC GP Ansor, dan pertama kali kami mengawali DTD banser juga disini, dan alhamdulillah pada tanggal 24 kita Adakan Dirosah Kader Ula angkatan ke-2 ini. Yang mana Dirosah Kader Ula merupakan Pendidikan bagi kader kader ansor, yang di dalamnya adalah dari kyai kyai muda, gus gus dari ponpes, karena mereka masih berdarah muda, darah yang disalurkan pada gerakan pemuda ansor, ingat Ansor hari ini adalah NU masa depan”. Tegas Ketua PC GP ANSOR, Gus Ali Moh.Nasikh. 

    FOTO: Kasatkorcab Banser bersama Jajarannya
    FOTO: Kasatkorcab Banser bersama Jajarannya

    Selama kegiatan, tidak terlepas dari Kawalan Banser sebagai Garda Terdepan Mejaga NKRI yang menurunkan semua Biro-Bironya yang ada di jajaran Satkorcab Banser kabupaten Mojokerto, agar kegiatan berjalan Aman lancar sesuai dengan Jadwal yang telah ditetapkan panitia. (gp/infokom)

  • ALASAN INGGRIS MELINDUNGI HT, IM DAN AHMADIYAH

    ALASAN INGGRIS MELINDUNGI HT, IM DAN AHMADIYAH

    Oleh Ayik Heriansyah

    wp.sorbansantri.com – Tidak banyak yang tahu kalau pusat gerakan Hizbut Tahrir dunia ada di negara Inggris, negara yang jelas tidak memakai sistem khilafah. Selain HT, pusat pergerakan Ikhwanul Muslimin (IM) dan Ahmadiyah juga ada di London, Inggris. Mengapa?

    Alasan-alasan Inggris melindungi gerakan-gerakan Islam yang di negeri asalnya ditolak habis, Inggris punya kepentingan politik global untuk membuat gerakan-gerakan Islam yang mereka lindungi sebagai kekuatan penyeimbang, oposisi, atau pengacau bagi dominasi dan kepentingan rival utamanya, yakni Amerika.

    Inggris saudara tua Amerika yang pernah menjadi negara Super Power. Inggris menyimpan ambisi untuk mengembalikan supremasi Pax Britanica. Namun terhalang oleh kekuatan Amerika.

    Tapi Inggris tidak menunjukkan secara terbuka rivalitasnya kepada Amerika. Karena bagaimana pun, Amerika adalah saudara se-bangsa dan sekutu yang baik.

    Inggris memandang gerakan/organisasi Islam tersebut bisa dijadikan proxi untuk menghantam negara lawan di negeri-negeri muslim dengan kompensasi mengizinkan London menjadi pusat dari gerakan-gerakan tersebut. (abi sorban)