Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Rois Syuriah NU Mojokerto pertama

    Rois Syuriah NU Mojokerto pertama

    KYAI ZAINAL ALIM SURONATAN

    Tidak banyak kisah yang terungkap tentang sosok Kyai Zainal Alim. Ulama yang ditunjuk sebagai Rois Syuriah NU Mojokerto itu wafat tanpa meninggalkan keturunan. Makamnya di komplek pemakaman Losari tidak terawat dengan baik. Dari berbagai penelusuran hanya sedikit yang bisa didapatkan.

    Kyai Zainal Alim berasal dari daerah Sidayu Gresik. Kota kecil di pesisir laut Jawa itu merupakan salah satu pusat perkembangan agama Islam. Beberapa keturunan Arab yang berprofesi sebagai saudagar menetap disana. Dari salah satu keturunan Arab itulah Kyai Zainal Alim dilahirkan.

    Layaknya keturunan Arab, Kyai Zainal Alim berpostur tinggi besar dengan warna kulit kuning mendapatkan didikan ilmu agama yang mumpuni. Beliau kemudian pindah ke Mojokerto bersama istrinya untuk mengembangkan usahanya. Tempat yang dipilih adalah kampung Suronatan, sebuah kampung yang terletak di tepi kali Brantas.

    Seperti umumnya orang Arab, Kyai Zainal Alim juga berprofesi sebagai pedagang. Setiap harinya berniaga di pasar Tanjung yang dibangun oleh Gemeente Mojokerto untuk menggantikan pasar Pahing. Barang yang dijual berupa pakaian, sarung dan kopyah. Profesi yang digelutinya memberi kehidupan yang layak bagi keluarga Kyai Zainal Alim.

    Sebuah langgar kemudian didirikan dekat rumahnya yang dikenal sebagai Langgar Zainal Alim atau langgar Suronatan. Langgar yang bergaya Jawa itu digunakan tempat mengaji anak-anak di sekitarnya. Kegiatan ngaji yang semakin lama semakin berkembang dengan jumlah santri yang terus bertambah.

    Sebagai pendidik, Kyai Zainal Alim ternyata berpikir jauh ke depan. Melihat banyaknya anak yang datang ke langgar Suronatan, beliau berkeinginan untuk memberi bekal ilmu yang lebih. Setidaknya ilmu berhitung ala sekolah model Belanda harus diberikan pada santri-santri disana. Keinginan itu untuk mengimbangi pendidikan sekolah sekuler yang didirikan penjajah Belanda.

    Ide itu ternyata disambut baik oleh koleganya di NU Mojokerto. Pada akhirnya disepakati berdirinya Madrasah Ibtidaiyah NU yang bertempat di langgar Kyai Zainal Alim. Madrasah itu yang menjadi embrio MI Al Muhsinun yang hingga sekarang berdiri di komplek Masjid Agung Kauman.

    Ketokohan Kyai Zainal Alim sangat dihormati oleh kalangan Kyai Mojokerto. Hal itu terbukti ketika dibentuk organisasi NU di Mojokerto pada tahun 1928. Para ulama sepakat menunjuk beliau sebagai figur sentral organisasi yang didirikan oleh Kyai Hasyim Asy’ari tersebut. NU yang biasa dipimpin oleh pengasuh pesantren ternyata berbeda penerapannya di Mojokerto. Kyai Zainal Alim tidak memiliki pesantren, hanya mengajar ngaji di langgarnya saja. Pada saat itu sudah ada beberapa pesantren seperti Pesantren Besuk, Kemlagi dan Karangsari Sooko, yang sudah lama berdiri. Namun para kyai menyerahkan jabatan tertinggi organisasi pada Kyai Zainal Alim. Kemungkinan karena faktor ketokohan yang membuat beliau dipercaya memimpin NU Mojokerto.

    Dalam menjalankan roda organisasi NU, Kyai Zainal Alim berpartner dengan Kyai Nawawi Jagalan. Duet itu mirip dengan kolaborasi Kyai Hasyim dan Kyai Wahab Hasbullah. Kyai Zainal Alim sosok yang tenang, sedangkan Kyai Nawawi figur yang dinamis dengan mobilitas tinggi.

    Belum ada data pasti kapan Kyai Zainal Alim wafat. Nama beliau tidak lagi terdengar ketika Jepang datang. Saat pergantian kekuasaan itu kendali NU Mojokerto sudah beralih ke tangan Kyai Nawawi. Besar kemungkinan Rois Syuriah NU Mojokerto meninggal antara tahun 1942-1943.

    Atas petunjuk H. Ghumson, mantan aktivis GP Ansor tahun 1960-an, makam Kyai Zainal Alim dapat diketemukan.

    Saat ini makam Kyai Zainal terlihat tidak terawat. Sebuah nisan tua tanpa tulisan terpasang pada pusaranya. Karena tidak memiliki keturunan dan tidak ada tulisan penanda sehingga tidak banyak orang mengetahuinya. Sebagai tokoh pendiri NU Mojokerto, maka selayaknya para penerusnya memberi perhatian terhadap makam beliau tersebut.

    Jika mau serius menelusuri masih ada kemungkinan kisah Kyai Zainal Alim bisa didapati. Selain menggali di sekitar Suronatan bisa juga melacaknya ke Sidayu, tempat kelahirannya.

    SORBANSANTRI.COM
  • BAB AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    BAB AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    wp.sorbansantri.com – Kita sering mendengar kta Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) tp tak jarang tdk mengerti apa artinya..

    Mari kita bahas perkataan ttg Aswaja.

    1. Ahlu: keluarga, golongan atau pengikut.
    2. Sunnah: sesuatu yang bersumber dari Rasulullah baik ucapan, tindakan maupun pengakuan dari Rasulullah.

    Knp kita hrs berpegang teguh pada alquran dan AS sunnah… Inilah jawabannya:

    لقد تركت فيكم امرين لن تضلوا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله (رواه مالك)

    ” Sesungguhnya aku telah tinggalkan 2 perkara utkmu kamu tdk akan sesat selama kamu semua berpegang teguh kepada keduanya yakni al Quran dan AS sunnah”

    1. WA: huruf athof yg py makna ma’iyah atau yg biasa disebut wawu ma’iyah yg artinya beserta atau bersama.
    2. Al jama’ah: kumpulan atau kelompok para sahabat nabi, tabi’in dan tabi’in tabi’in.

    Kenapa kita hrs berkelompok atau berjamaah.. Tentu dalil ini sbg jwbn orang2 yg koar2 g usah NU²an yg penting Islam

    Sabda Nabi:

    من اراد بحبوحة الجنة فيلزم الجماعة (رواه الترمذي)

    ” Barangsiapa yg ingin mendapatkan kehidupan yg Damai di surfa, maka hendaklah ia mengikuti al jamaah (kelompok yg menjaga kebersamaan dan menebar kasih sayang)”.

    Jadi bila digabung semuanya maka Aswaja artinya adalah orang² atau golongan yang selalu setia mengikuti & berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW sbgmn yg dipraktekkan, di laksanakan dan diajarin para sahabat, para tabi’in dan tabi’it tabi’in.

     

    Aswaja itu dalam hal aqidah, fiqih dan tasawuf mengikuti ulama salaf yakni salafussalih bukan ulama selfi apalagi ulama saleb.

     

    NU didirikan oleh para ulama atau kyai yang basicnya adalah jebolan pondok pesantren. Pondok Pesantren adalah tradisi warisan wali 9 dan tradisi wali 9 adalah tradisi ahlusSunnah waljamaah.

     

    Jadi jagan heran bila NU itu sangat menghormati tradisi/kearifan lokal negeri ini, krn NU menganggap bahwa adat/tradisi suatu negeri sbg ciri khas /pengenal sebuah negeri.

     

    Faham Aswaja yg di motori oleh NU dan Muhammadiyah pada awalnya adalah menangkal masuknya gerakan pembaharuan dalam Islam yg tak segan2 mengatakan musyrik, bid’ah sesat pd tradisi kita dan tidak segan² pl mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan golongannya..

     

    Siapa mereka…???

    Jawabnya Wahabi…

    Faham Wahabi sebelum lahirnya NU dan MD sangat mempengaruhi kehidupan bangsa ini, faham tersebut didengungkan oleh pendiri SI (syarikat Islam) yaitu HOS Cokroaminoto dg dibantu oleh leluhur salah satu gubernur di negeri ini.

     

    Kalau orang benci NU atau MD serta memiliki ciri2 anti adat budaya negeri ini serta mudah mengkafirkan orang lain maka dpt dipastikan org, golongan atau kelompok trsbt adalah Wahabi atau Wahabi KW.. Yang sedang berkamuflase…

    Org yg peduli dg NU dan mau mengurusi NU maka akan dianggap santrinya mbah Hasyim dan akn didoakan supaya bs masuk syurga..

    Klo yg doain itu waliyullah… Knp kita tdk bersemangat utk berjuang melalui panji NU…???? (abi sorban)

    Siapa kita???

    Aswaja

    Pancasila???

    Jaya

    NKRI???

    Harga mati

  • Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

    Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Disaat Rasulullah SAW duduk dengan para sahabat dimasjid tiba-tiba datanglah seorang yahudi yg langsung menghampirinya, dan menarik sorban  beliau hingga Nabi SAW tercekik, lalu dikendorkan agar Nabi SAW dapat berbicara..hal tersebut dilakukan yahudi  didepan para sahabat. 

    Lalu Nabi SAW berkata ; 

    “ada apa wahai yahudi? 

    yahudi bersuara keras dengan mengatakan ;

    “anda harus membayar pinjaman yg anda pinjam dari saya wahai muhammad ..

    Nabi SAW  menjawab; “bukankah belum waktunya dan kesepakatannya masih beberapa minggu saya membayarnya ?..tetapi yahudi tetap memaksa harus dibayar saat itu juga. 

    Kemudian Umar bin khathab ra berkata ; “yaa Rasulullah izinkan saya menebas leher yahudi ini..

    Lalu Nabi SAW berkata ; “diamlah sebentar wahai Umar dan pergilah ke baitul’maal dan ambillah 20 sak kurma untuk membayar hutang yahudi ini, dan tambahkan 20 sak lagi untuknya wahai Umar..”

    Lalu Umar berkata ; “yaa Rasulullah 20 sak untuk membayar hutang yahudi ini dan yg 20 sak lagi untuk apa anda berikan kepadanya..?

    Nabi  SAW berkata; ” 20 sak untuk membayar hutang yahudi ini dan 20 sak lagi untuk membayar karena kau telah menakuti yahudi ini karena ingin menebas leher yahudi ini.. 

    Nabi  SAW tidak  menghukum yahudi itu,tetapi menghukum Umar r.a, karena menakutinya dengan membayar dengan 20 sak..kemudian Umar pergi dan memberikan 20 sak pertama kepada yahudi,dan ketika ingin memberikan 20 sak lagi yahudi tersebut menolaknya dan menyuruh Umar meletakannya..namun Umar mengatakan ini adalah perintah Nabi SAW

    Lalu yahudi itu berkata ; 

    “Tidak perlu wahai Umar, ketahuilah sebenarnya aku datang bukan tujuan menagih hutang yg belum waktunya dan tidak mungkin aku berani datang ke Nabi kalian dan mencekiknya didepan kalian itu berarti aku sama saja  menyerahkan nyawaku.. dan aku datang untuk membuktikan yg mana semua ciri2 Nabi kalian dan prilakunya yg sudah tertera dikitab kami semua ada padanya..”

    “Dan hanya satu yg belum aku buktikan yaitu tentang rasa kasih sayangnya,dan hari ini aku membuktikan bahwa rasa kasih sayangnya beliau telah mengalahkan emosinya.. maka aku ucapkan dihadapanmu wahai Umar ‘Asyhadu an laa ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah.. “

    Rasa sayangnya Nabi SAW telah membuat seorang yahudi beriman kepadanya..dan akhlak mulia beliau telah mengalahkan segalanya….Masyaa Allah. (abi-sorban)

     اللهم صل على سيدنا محمد و على آله وصحبه  وسلم

  • Pembukaan rutinan senin wage DZIKRUL GHOFILIN “mengingat disaat lupa” Wilayah Mojokerto

    Pembukaan rutinan senin wage DZIKRUL GHOFILIN “mengingat disaat lupa” Wilayah Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Dari kiri Gus Feri, Gus Sabuth dan KH. Mubayyin syafi’i

    wp.sorbansantri.com – Senin 14 Desember 2020. Didalam melaksanakan amaliyah apalagi yang sudah menjadi rutinitas bagi jamaah warga Nahdliyin, merupakan tantangan tersendiri bagi Ansor Banser disaat masa pandemi covid-19 ini. Mulai dari penjagaan pengamanan dan mengatur jalannya acara harus disertai dengan protokol kesehatan mulai dari memakai masker dan jaga jarak.

    SORBANSANTRI.COM
    Satkoryon Banser Pacet dalam Pengawalan DZIKRUL GHOFILIN

    Pembukaan yang diadakan di PP Al Falah Pacet Mojokerto ini sekaligus pemantapan koordinator  kegiatan DZIKRUL GHOFILIN untuk wilayah Mojokerto. Pada giat kali ini undangan hanya dibatasi 100 orang dikarenakan wabah corona belum berakhir.(14/12).

    Gus Sabuth hadir pada pukul 19.00 Wib dengan Pengawalan banser satkoryon Pacet yang dalam giat pembukaan serta rutinan DZIKRUL GHOFILIN ini mengerahkan 20 personel banser dalam mengawal kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Ketua PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO sahabat Mujiburrohman

    Ada tiga orang Kyai yang ikut merumuskan atau meramu bacaan dalam Dzikrul Ghafilin, yaitu KH. Abdul Hamid bin Abdullah (Pasuruan), KH. Achmad Siddiq (Jember) dan KH. Hamim Jazuli (Gus Miek, Kediri). Malah menurut Gus Miek ada tiga lagi tokoh yang memiliki andil dalam wirid Dizkrul Ghafilin yaitu Mbah Kiai Dalhar (Gunung Priung Muntilan magelang), Mbah Kiai Mundzir (Banjar Kidul Kediri) dan Mbah Kiai Hamid (Banjar Agung, Magelang).

    Harapan dan tujuan akan Diadakannya koordinator DZIKRUL GHOFILIN di Mojokerto adalah menjadi stimulun untuk selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT, Yang Maha Kuasa. (abi SORBAN)

  • Perantara Cinta

    Perantara Cinta

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Beruntunglah jiwa yang mencintai Yang Maha sempurna.., Allah.., hadirin hadirat telah Allah jadikan alam semesta ini sedikit mengenalkan keindahan Allah kepada kita, mengenalkan kesempurnaan Allah, mengundang kecintaan kita kepada Allah, menghantarkan kerinduan kita kepada Allah.
    Jadilah setiap nafas kita menghantarkan kita kepada keindahan Allah, Allah menciptakan suatu makhluk yang juga menghantar kita kepada mahabbatullah yaitu Sayyidina Muhammad saw yang dengan melihat wajah beliau saw sampailah kita kepada khusyu, yang dengan mengikuti gerak-gerik dan tuntunan beliau saw sampailah kita kepada kesempurnaan iman.

    Hadirin-hadirat, (beliau saw adalah) manusia yang sempurna diciptakan oleh Allah sebagai lambang kesempurnaan Allah, untuk menghantarkan kita kepada kecintaan kepada Allah, untuk menghantarkan kita kepada kerinduan kepada Allah, Allah jadikan alam semesta ini cermin dan lambang keindahanNya, dan Allah jadikan satu makhluk yang paling cepat menghantar kita kepada keridhaan Allah Sayyidina Muhammad saw.

    Namun Masih muncul pertanyaan : “seandainya kita bisa cinta kepada Allah dengan ingat kepada Nabi Muhammad saw hati-hati itu syirik”. Padahal jika kita melihat bulan purnama lalu kita rindu kepada Allah, jadilah bulan purnama itu yang menjadi perantara antara cinta kita dengan Allah, Ketika kita melihat kenikmatan yang datang kepada kita barangkali berupa anak keturunan atau berupa harta atau berupa kedudukan atau berupa hal-hal yang bersifat duniawi bila itu menghantarkan cinta kita kepada Allah jadilah ia perantara menuju kecintaan kita kepada Allah. Demikian Allah jadikan sedemikian banyak perantara di alam semesta untuk menghantarkan kita kehadiratNya , dan Allah ciptakan perantara yang terindah kepada Allah (adalah) Sayyidina Muhammad saw.

    Sebagaimana diriwayatkan didalam Shahihain Bukhari dan Muslim ketika Rasul saw Mi’raj kelangit dan malaikat menjawab “wani’malmajii’u jaa’………………..”, setiap malaikat itu berkata : “semulia-mulia yang datang telah datang”, ucapan ini disetiap langit sampai ke langit yang ketujuh. Disambut dan dimuliakan oleh penduduk langit daripada para malaikat . Tentunya disambut dan dicintai oleh jiwa mukminin-mukminat dan para Nabi karena beliau juga teriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika malam Isra’ wal Mi’raj disambut oleh para Nabi. Mereka memuji Sang Nabi “Marhaban Yaa Akhi Shalih wa waladun shalih………..” disambut oleh Nabi Adam as “selamat datang wahai saudaraku yang shaleh, wahai anakku yang shaleh”. Demikian para Nabi terus menyambut beliau saw hingga semua Nabi diperintah oleh Allah menyambut Rasulullah Muhammad saw, beruntunglah jiwa yang mencintai Nabi Muhammad saw karena cinta kita kepada Sang Nabi, lambang cinta kita kepada Allah.

    Diriwayatkan didalam buku yang paling Shahih yaitu Shahih Bukhari. Para sahabat mengambil tangan Rasul dan mereka mengusapkannya diwajah mereka, semulia-mulia tangan dan semulia-mulia wajah yang disentuh oleh telapak tangan Sang Nabi. Kenapa mereka berbuat demikian? Apakah mereka tidak mengenal tauhid? Apakah mereka keterlaluan dalam islam? Sungguh mereka yang lebih memahami tauhid karena mereka murid-murid Rasulullah saw. Seandainya ini mungkar maka Rasul akan mengatakan mungkar jangan kalian perbuat sekali lagi hal seperti ini. Dan Rasul berdiam memahami cinta dari para sahabat, cinta mereka untuk mengusapkan wajah mereka dengan tangan Nabi saw. Maka berkata perawi hadits ini “kuambil pula tangan Sang Nabi dan ketika ku genggam tangannya lebih dingin daripada salju dan lebih wangi daripada misk”.

    Hadirin-hadirat kita lihat kenapa Allah swt membuat sempurna Sang Nabi demikian hal. Tidak ada manusia yang keringatnya dibikin wangi oleh Allah terkecuali Nabi Muhammad saw, kita bertanya kenapa wahai Allah Kau perbuat seperti ini? Sehingga para sahabat menyaksikan didalam riwayat mutawatir bahkan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa tangan beliau lebih wangi dan kulit beliau lebih wangi dari bau minyak misk. Minyak misk adalah minyak wangi termahal didunia, menunjukkan hadirin-hadirat Allah sudah mewangikan tubuh Sang Nabi ketika beliau saw lahir.

    dan sungguh Rasul saw bersabda “bershalawatlah kalian dimanapun kalian berada, sungguh shalawat kalian disampaikan kepadaku saw”. Demikian hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, majelis mulia kita di malam mulia ini tentunya dipenuhi pembahasan agar kita lebih mengenal idola kita Nabi kita Muhammad Rasulullah saw. (abi sorban)

  • PEMBERONTAK TETAPLAH PEMBERONTAK WALAU BERTOPENG AGAMA

    PEMBERONTAK TETAPLAH PEMBERONTAK WALAU BERTOPENG AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com – Siapa di antara kamu yang berani mendebat dan menyalahkan Sayyidina Ali dengan ayat:

    ومن يقتل مؤمنا متعمدا فجزاؤه جهنم

    “Barangsiapa membunuh orang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka Jahanam”

    Apakah kamu berani berkata “Ali telah membunuh orang mukmin, Ali pasti masuk neraka Jahanam!” ?
    Kalau kamu berani, maka kamu memiliki pola pikir khawarij.

    Kenapa Sayyidina Ali dan pasukannya tetap menggempur pasukan Khawarij meskipun mereka muslim, bersyahadat, rajin sholat, rajin puasa, bahkan hafal Al Qur’an?

    Jawabannya:
    Karena mereka adalah para pemberontak yang mengancam keamanan negara, mengancam keselamatan nyawa pasukan Sayyidina Ali, bahkan jauh dari itu, mereka adalah ancaman serius yang jika tidak dihentikan akan mengancam keamanan rakyat dan Negara

    Bagaimana pun…

    Kejahatan tetaplah kejahatan meskipun benderanya bertuliskan nama Tuhan.

    Pemberontakan tetaplah pemberontakan meskipun bertopengkan agama. (kang Mas Yus)

  • Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah Fitnah

    Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah Fitnah

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh : Gus Nadirsyah Hosen
    wp.sorbansantri.com – Belakangan ini beredar luas kutipan yang dikatakan berasal dari Imam Syafi’i tentang ulama mana yang harus kita ikuti. Dari kutipan baik berbentuk tulisan maupun meme (gambar) itu konon Imam Syafi’i menyarankan kepada muridnya untuk mengikuti ulama yang terkena fitnah atau dibenci oleh orang kafir.
    Saya penasaran. Di kitab mana Imam Syafi’i mengatakan demikian? Saya telusuri sejumlah kitab karya Imam Syafi’i yang saya miliki, dari mulai ar-Risalah, al-Umm, Diwan dan Musnad, tapi saya tidak menjumpainya. Begitu juga sejumlah kitab babon yang ditulis oleh para murid Imam Syafi’i juga saya coba telusuri, namun saya tidak mendapatkan sanad kutipan tersebut.
    Dalam bahasa Arab kutipan yang beredar itu begini teksnya:
    ‎سئل اﻹمام الشافعي رحمه الله : كيف نرى الحق من بين كل هذه الفتن ؟ ‎فقال :اتبع سهام العدو ترشدك إلى الحق
    Imam Syafi’i ditanya: “Bagaimana kita mengetahui pengikut kebenaran di jaman yang penuh fitnah?”
    Beliau menjawab: “Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka itu akan menunjukimu kepada siapa ‘Pengikut Kebenaran’ itu”.
    Redaksi di atas telah dimodifikasi dalam berbagai versi yang viral sesuai kepentingan masing-masing. Misalnya yang saya temukan:
    Versi pertama;
    Imam Syafi’i berkata: “Carilah pemimpin yang banyak panah-panah FITNAH menuju kepadanya, IKUTILAH mereka yang banyak di FITNAH, Karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di JALAN yang BENAR.”
    Versi kedua:
    Imam Syafi’i pernah berkata: Nanti di akhir zaman akan banyak Ulama yang membingungkan Umat, sehingga Umat bingung memilih mana Ulama Warosatul Anbiya dan mana Ulama Suu’ yang menyesatkan Umat.
    Lantas murid Imam Syafi’i bertanya: “Ulama seperti apa yang kami harus ikuti di akhir zaman wahai guru?”
    Beliau menjawab: “Ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik. Dan jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik, karena ia ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari Keridhoan Allah“.
    Saya menemukan pula di internet bahwa kutipan senada yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i itu juga sering disandarkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan juga kepada Ibn Taimiyah. Jadi sebenarnya itu kutipan dari siapa? Wa Allahu a’lam.
    Tapi yang jelas sejauh ini saya tidak menemukan rujukan dari kitab klasik manapun dan juga tidak mendapati sanad kutipan yang diklaim berasal dari pernyataan Imam Syafi’i. Terakhir, setelah usaha saya menelusuri lembaran kitab gagal, saya bertanya langsung kepada Syekh Ibrahim al-Shafie seorang ulama keturunan langsung dari Imam Syafi’i. Lewat WA beliau mengonfirmasi bahwa beliau pun tidak menemukan kutipan tersebut dalam kitab manapun baik dari Imam Syafi’i maupun dari murid-murid sang Imam.
    Jadi, saya berani mengatakan bahwa kutipan di atas itu PALSU, sampai ada yang bisa menyebutkan sumber dan sanad kutipan tersebut dan kita verifikasi bersama kevalidannya.
    Nah, kutipan di atas telah diviralkan sejumlah pihak sesuai kepentingannya. Para pendukung HRS misalnya mengatakan banyak fitnah terhadap HRS dari para musuh Islam dan itu membuktikan HRS sebagai ulama yang benar, berbeda dengan para ulama NU seperti Gus Dur dan Kiai Said Aqil Siradj yang justru disenangi oleh kaum kafir. Pendukung Gus Dur dan Kiai SAS juga melawan dengan menggunakan kutipan yang sama bahwa justru banyak sekali fitnah yang ditujukan kepada kedua kiai NU ini, dan itu menunjukkan mereka juga benar.
    Yang mengejutkan ISIS pun ternyata memakai kutipan di atas dan mengatakan dulu panah musuh, sekarang pesawat tempur dan rudal musuh Islam ditujukan kepada mereka, maka merekalah kelompok yang benar dan harus diikuti umat Islam.
    Saya ingin mengatakan bahwa kutipan di atas yang belum terverifikasi itu sudah menjadi BOLA LIAR dan dipakai untuk membela kepentingan masing-masing. Tapi jangan-jangan kita semua yang memakai kutipan di atas jadi turut berdusta atas nama Imam Syafi’i.
    Dan kalau kita mau kaji lebih jauh, masak sih standar ‘kebenaran’ itu diukur dari berapa banyak fitnah yang ditujukan kepada ulama? Jangankan para ulama, lha wong saya saja yang bukan siapa-siapa sering kena fitnah dibilang liberal, Syi’ah, sesat, bahkan setiap saat akun saya di medsos diserang para haters. Apa otomatis itu menjadikan pendapat saya benar? Ya belum tentu. Ukuran kebenaran bukan semata-mata soal kebencian dan fitnah dari orang lain, tapi yang terutama adalah soal otoritas keilmuan dan kekuatan argumentasi berdasarkan Nash dan kitab-kitab rujukan.
    Kembali ke masalah di atas. Saya tegaskan sekali lagi, bahwa klaim kutipan dari Imam Syafi’i di atas belum terverifikasi, dan harus kita anggap sebagai PALSU dan jangan lagi disebarkan selama belum ada sumber dan sanadnya. Kalau ada yang menyebarkannya, tanya saja: “di kitab apa Imam Syafi’i berkata demikian?” Jangan sampai kita dianggap berdusta atas nama Imam Syafi’i. (kang jay)
    Mari kita kirimkan al-Fatihah untuk Imam Syafi’i 
  • Dilema Dalam Membela Agama

    Dilema Dalam Membela Agama

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com– Tampil sebagai bak seorang “Pembela Agama” itulah yang saya pikir ketika saya masih berada di Ormas dulu Menegakkan Haq Dan Memberantas Kebatilan Adalah cita-cita saya dulu.

    Sejak 2015 – 2018 saya mengaku sebagai “Pembela Agama Allah”

    Ya, saya “memberangus” beberapa tempat maksiat di Aceh kala itu.

    Dulu dengan “Ghirah Tanpa Arah” secara “Membabi Buta” saya berantas aneka maksiat, seperti pacaran, cafe karaoke, lapak billiard, bar dan beberapa tempat berkumpulnya “Pelaku Maksiat”

     

    Setelah berjalan beberapa tahun

    Hati dan otak terus bergejolak, lantaran cara “Memberantas” Kebatilan justru dengan membawa bathil juga, bahkan cenderung membawa mudharat bagi korban kami

    Cara yang “Kasar” sering kami buat kepada “Pelaku Maksiat” yang notabenenya juga seagama dengan saya Hingga pada suatu saat, Allah “Buka Mata” saya, lantaran seringnya bentrok antara hati dan akal sehat.

     

    Disatu sisi saya menganggap bahwa saya “Pejuang Agama Allah”

    Disatu sisi hati saya berucap : “Membela Agama Allah Bukan Begini Caranya”

    Akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari organisasi tersebut.

     

    Lantaran menurut saya sudah tidak sejalan dengan Islam yang saya pelajari yang dimana Islam Seharusnya Membawa Cinta & Kasih Sayang

    Kini, beberapa tahun setelah keluar, saya menemukan Kedamaian di NU, dakwah yang santun, dan penuh bahasa hikmah membuat saya semakin yakin bahwa inilah Islam sebenarnya.

     

    Dan Alhamdulillah, sejak di Medan dan memakai metode dakwah ala NU, saya berhasil mengislamkan seorang non muslim, Insya Allah, akan menyusul 3 lagi saya syahadat kan.

     

    Saya yakin dengan kalimat : “Semua Akan NU Pada Waktunya”

    Ya benar, akhirnya saya memilih menjadi anggota NU, Islam yang ramah bukan marah, islam yang damai dan santun.

    Sedikit pesan untuk teman-teman yang masih mengaku sebagai “Pembela Agama”, saya mengutip quotes dari Ade Armando :

    “Gunakan Akal Sehat Dalam Beragama dan Bernegara, Karena Dengan Akal Sehat, Agama dan Negara Bakal Selamat. (nu isme)

  • Gak usah NU-NUan yang penting ahli sunnah wal jamaah

    Gak usah NU-NUan yang penting ahli sunnah wal jamaah

    SORBANSANTRI.COM

    Tausiyah KH. Marzuqi Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur)

    Terserah Anda tidak ikut NU, tapi tolong jangan menjelek-jelekkan NU, apalagi sampai bilang, Gak usah NU-NUan yang penting ahli sunnah wal jamaah.”

    Ketahuilah…!!

    wp.sorbansantri.com – Kalau Anda kebetulan seorang Habib atau pecinta Habaib, di Kota Malang itu ada Habaib top, Al-Marhum Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih Ulama yang Alim ahli hadits, ada juga Habib Alwi Al-Aiydrus, beliau-beliau Habib yang sangat Alim sampai wafat ikut NU.

    Kalau Anda kebetulan seorang Ustadz atau Kiai, atau orang yang mempunyai keistimewaan, punya doa mustajab, atau dapat mengobati orang sakit.

    Ketahuilah…! Mbah Hamid Pasuruan itu Ulama Alim yang banyak mempunyai Karomah, sampai wafat beliau ikut NU.

    Kalau Anda hapal beberapa hadits.

    Ketahuilah…!! Mbah Yai Hasyim Asy’ari hafal Kutubus Sittah, Shahih Muslim, Shahih Bukhori, Sunan Abi Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan An-Nasai, Sunan Ibnu Majah, beliau Pendiri NU sampai meninggal tetap NU.

    Habib Umar bin Hafidz Tarim adalah Ulama Alim yang mempunyai ribuan murid, beliau menyarankan santri-santrinya yang dari Indonesia agar bila pulang ke Indonesia berjuang di NU.

    Lebih Alim mana Anda dengan beliau-beliau, kok sampai menjelek-jelekkan NU ? (abi sorban)

    #BarokahSunni

    #SORBANSANTRI

    #ansorbanser

    #infokombanser

     

     

  • Bagaimana jika cinta Allah dan Rasul-Nya tapi masih banyak dosa pada orang lain?

    Bagaimana jika cinta Allah dan Rasul-Nya tapi masih banyak dosa pada orang lain?

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ia mencintai Allah dan Rasul, banyak beramal, lalu pahalanya sudah habis diminta oleh para penuntut.. maka Allah tetap membelanya, dan ia tak akan masuk neraka.

    Sebagaimana ketika seorang hamba yang mencintai Allah dimasa hidupnya dengan sungguh sungguh, merindukan Allah, mencintai Rasul, maka saat ia di timbang dan di sidang, terlihat amal – amal pahalanya bagai gunung – gunung cahaya banyaknya, namun ia pernah berdosa pada fulan, fulan dan fulan, pahalanya dipreteli sampai habis…pahalanya habis, masih tersisa perbuatan dholim yang tak bisa ia tebus pada seseorang yang pernah ia dholimi, maka ia harus menerima kebalikannya, yaitu dosa – dosa orang itu dipindahkan padanya sebesar kedholimannya pada orang itu.., maka Allah melihat kejadian itu bahwa hamba-Nya ini akan diusung ke neraka karena orang yang ia dholimi tak mau memaafkannya, maka Allah swt berkata pada orang itu : “wahai hamba-Ku, kau tak mau memaafkan hamba-Ku ini?” orang itu menjawab : tidak wahai Allah, karena aku pun banyak dosa, kalau aku tidak menumpukkan dosaku padanya atas kedholimannya maka aku semakin berat di neraka, dengan kutumpukkan dosaku padanya pun aku masih harus masuk neraka karena dosaku pun banyak, maka Allah berkata : “Lihatlah keatasmu”, maka orang itu melihat keatas..,

    ia melihat istana cahaya yang demikian indah dan megah…, ia berkata dengan gemetar : “untuk siapa istana indah ini wahai Allah…??, Allah menjawab : “untukmu asalkan kau mau memaafkan hamba-Ku yang mencintai Ku ini..!, aku ingin membayar kedholimannya dengan istana ini..”maka berkata orang itu : Kumaafkan Demi Allah..!!.

    Begitulah sayangnya Allah dan pembelaan-Nya kepada hamba-Nya yang mencintai dan merindukan Allah..

    Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa Rasul saw melihat seorang anak dalam suatu perjalanan yang terpisah dari ibunya, maka Rasul saw mengangkat anak itu dan berkata : “adakah anak ini mempunyai ibu…??”, maka seorang wanita keluar dari sebuah kemah dan menjerit sambil menangis gembira berlari seraya berkata : anakku.. anakku.., maka ia
    memeluk bayinya, lalu para sahabat menangis melihat kejadian itu, maka Rasul saw bertanya : kenapa kalian menangis..?, maka para sahabat menjawab : kami haru dengan kasih sayang ibu itu pada anaknya, lalu Rasul saw bertanya : kalau bayi itu dilemparkan di api apakah ibunya akan diam?, maka para sahabat berkata : “tidak demi Allah..!” Maka Rasul saw bersabda : Allah menyayangi kalian lebih dari ibu itu pada anaknya!.

    Jelas sudah mereka yang mencintai dan merindukan Allah itu akan selalu dijaga oleh Allah dari siksa-Nya, apalagi api neraka, walau sudah kehabisan pahala pun masih Allah bela ia agar tetap tidak masuk neraka, walau dituntut oleh orang yang ia dholimi pun Allah malah membayar pengampunan untuk orang itu dan sorga, asal hamba-Nya ini dimaafkan dan bisa masuk sorga. (abi sorban)